cover
Contact Name
Eduard Fransisco Tethool
Contact Email
e.tethool@unipa.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
agritechnology.unipa@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. manokwari,
Papua barat
INDONESIA
Agritechnology : Jurnal Teknologi Pertanian
Published by Universitas Papua
ISSN : 2615885X     EISSN : 26204738     DOI : -
Agritechnology with registered number ISSN 2620-4738 (print) and ISSN 2615-885X (online) is a scientific journal that publishes research results in the fields of food and agricultural products, agricultural and bio-system engineering, and agro-industrial technology. This journal was published by the Faculty of Agricultural Technology, University of Papua, Manokwari, West Papua.
Arjuna Subject : -
Articles 62 Documents
Pengaruh Jenis dan Konsentrasi Penstabil Terhadap Karakteristik Fisikokimia dan Organoleptik Permen Jelly Buah Pandan Tikar (Pandanus tectorius Park.) Regoi, Hartini Litasia Marice; Sarungallo, Zita Letviany; Santoso, Budi; Susanti, Cicilia Maria Erna; Sinaga, Nurhaidah Iriany; Irbayanti, Diana Nurini; Situngkir, Risma U
Agritechnology Vol 7 No 1 (2024): Volume 7 Nomor 1 (Juni) 2024
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Papua, Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51310/agritechnology.v7i1.116

Abstract

Permen jelly pada umumnya adalah permen yang terbuat dari buah ataupun sayuran yang memiliki nilai nutrisi lebih dibandingkan jelly di pasaran yang aroma/flavornya berasal dari penambahan esence (sintetik). Untuk menghasilkan permen jelly bertekstur lunak, perlu dilakukan formulasi bahan yang mengandung hidrokoloid seperti carboxymethy celluloce (CMC), gelatin dan karagenan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menentukan jenis dan konsentrasi penstabil permen jelly buah pandan tikar (Pandanus tectorius Park.), serta sifat fisik dan organoleptik permen jelly. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan 4 perlakuan formulasi permen jelly buah pandan tikar dengan perlakuan konsentrasi penstabil (CMC, gelatin, karagenan), yaitu Formula J1 (Gelatin 5%), Formula J2 (Gelatin 4,5% dan CMC 0,5%), Formula J3 (Gelatin 4% dan CMC 1%), Formula J4 (Gelatin 3% dan Karagenan2%) yang diulang 2 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik fisikokimia permen jelly buah pandan tikar dari ke-4 formula yaitu warna kuning- kuning transparan, beraroma khas pandan, rasa manis asam, bertekstur lunak liat hingga lunak hancur, kadar air berkisar 54,59-65,42%, total padatan terlarut berkisar 19,00-23,50 °Briks, pH berkisar 4,74-5,28 dan vitamin C berkisar 2,53-7,78%. Jenis penstabil yang menghasilkan permen jelly buah pandan tikar yang disukai adalah gelatin pada konsentrasi 4,5%; berdasarkan kandungan vitamin C dan skor tingkat penerimaan panelis tertinggi maka formula J2 merupakan formula terpilih dengan warna kuning transparan dengan aroma khas pandan dengan tekstur lunak liat, serta memiliki kandungan vitamin C sebesar 7,78%.
Evaluasi Sensoris dan Mutu Kritis Produk Malang Strudel Reguler Khairiah, Khairiah; Azizah, Aqilah Nur'; Listyaningrum, Ratna Sari
Agritechnology Vol 7 No 1 (2024): Volume 7 Nomor 1 (Juni) 2024
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Papua, Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51310/agritechnology.v7i1.120

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh atribut-atribut sensoris produk Malang Strudel reguler terhadap tingkat kesukaan konsumen. Pada penelitian ini dibutuhkan lima belas orang panelis semiterlatih, yaitu panelis yang sudah mendapatkan pelatihan dan pengarahan. Kemudian, dilakukan uji hedonik dan mutu hedonik. Hasil uji hedonik menunjukkan bahwa atribut tekstur hanya berpengaruh, sedangkan warna, aroma, rasa, dan aftertaste berpengaruh signifikan terhadap tingkat kesukaan konsumen. Hasil uji mutu hedonik menunjukkan bahwa atribut warna tidak berpengaruh, tekstur dan rasa hanya berpengaruh, sedangkan aroma dan aftertaste berpengaruh signifikan terhadap tingkat kesukaan konsumen Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa secara umum, atribut-atribut sensoris berpengaruh signifikan terhadap tingkat kesukaan konsumen.
Pengetahuan Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Bandung terkait Konsumsi Pangan Sehat dan Halal Selama Pandemi Covid-19 Listyaningrum, Ratna Sari; Hidayatuloh, Iip Syarip
Agritechnology Vol 6 No 2 (2023): Vol 6 No 2 : Edisi Desember 2023
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Papua, Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51310/agritechnology.v6i2.122

Abstract

Covid-19 is an infectious disease caused by coronavirus. Actions that can be taken are to follow the recommendations of the World Health Organization and the government to protect yourself against infection. Covid-19 causes fever, so the body needs additional energy and nutrition through good nutritional intake to strengthen the immune system. Students are included in generation Z teenagers whose cognition and psychology have developed, so they have great potential to be involved in handling the Covid-19 pandemic. Therefore, research is needed to see and evaluate whether the pandemic has changed the awareness and behavior of healthy food consumption of UMBandung students. The sampling method used is Probability Sampling. The sampling technique used was proportional stratified random sampling. This data collection uses a questionnaire with Google Form. The questionnaire has met the requirements for validity and reliability. The results show that there are differences in awareness and behavior in consuming healthy and halal food by UMBandung students during the Covid-19 pandemic. The changes in question tend to be improvements
Pengaruh Variasi Ukuran Partikel Terhadap Laju Pembakaran dan Kerapatan Massa pada Biopelet Biji Buah Merah Paga', Bertha Ollin; Reniana, Reniana; Renjaa, Jael Clarissa
Agritechnology Vol 7 No 1 (2024): Volume 7 Nomor 1 (Juni) 2024
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Papua, Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51310/agritechnology.v7i1.124

Abstract

Seiring dengan perkembangan zaman dan pertambahan penduduk maka kebutuhan energi juga semakin meningkat, baik untuk keperluan industri, jasa, perhubungan maupun rumah tangga. Untuk itu diperlukan sumber energi alternatif dengan pemanfaatan biomassa baik berupa briket maupun biopelet. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh berbagai ukuran pertikel terhadap laju pembakaran dan kerapatan massa pada biopelet biji buah merah. Metode yang digunakan berupa metode experimental dengan analisis data menggunkan excell dan statistik anova satu arah dan uji lanjut Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf 5%. Hasil yang diperoleh menujukkan bahwa ukuran partikel 50 mess dan 100 mess serta 80 mess dan 100 mess memiliki pengaruh yang berbeda terhadap kerapatan massa. Namun, ukuran partikel 50 mess dan 80 mess memiliki pengaruh yang sama (tidak berbeda) terhadap kerapatan massa. Ketiga kelompok ukuran partikel memiliki pengaruh yang sama (tidak berbeda) terhadap laju pembakaran pada biopelet biji buah merah sehingga tidak perlu dilakukan uji lanjut.
Analisis Tekno-Ekonomi Produksi Cocopeat dan Cocofiber di Manokwari Menggunakan Mesin Tipe TP-01 Aman, Wilson Palelingan
Agritechnology Vol 6 No 2 (2023): Vol 6 No 2 : Edisi Desember 2023
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Papua, Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51310/agritechnology.v6i2.118

Abstract

Buah kelapa dapat dimanfaatkan sebagai bahan makanan dan minuman ataupun untuk berbagai keperluan manusia lainnya. Cococpeat dan cocofiber merupakan bagian dari buah kelapa yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan. Untuk dapat menghasilkan cocopeat dan cocofiber, telah dirancang prototipe mesin produksi Tipe TP-01. Untuk dapat dimanfaatkan secara efektif dan efisien, mesin produksi TP-01 memerlukan pengujian secara teknis. Sedangkan untuk mengetahui kelayakan mesin produksi secara ekonomi, perlu dilakukan analisis ekonomi (finansial). Kedua proses tersebut memerlukan sebuah penelitian. Tujuan dari penelitian tersebut adalah untuk mengetahui kapasitas mesin produksi cocopeat dan cocofiber tipe TP-01, serta untuk mengetahui kelayakan secara ekonomi penggunaan mesin produksi tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara teknis, mesin produksi yang dihasilkan dapat berfungsi dengan baik sesuai dengan tujuan perancangan, dengan menghasilkan kapasitas produksi rata-rata sebesar 51,29 kg/jam dan rendemen rata-rata sebesar 89,53%. Berdasarkan aspek ekonomi, hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan mesin produksi cocopeat dan cocofiber Tipe TP-01, layak secara ekonomi atau finansial dengan nilai kriteria NPV sebesar Rp 25.313.840, BCR sebesar 3,81, dan IRR sebesar 71,77%. Dengan demikian, proses produksi cocopeat dan cocofiber menggunakan mesin produksi Tipe TP-01 di Manokwari layak secara teknologi maupun secara finansial.
Estimasi Potensi Air di Daerah Aliran Sungai (DAS) Wosi Berdasarkan Analisis Curah Hujan dan Sistem Informasi Geografis (SIG) Faisol, Arif; Paga`, Bertha Ollin; Indaryanto, Muflih
Agritechnology Vol 7 No 1 (2024): Volume 7 Nomor 1 (Juni) 2024
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Papua, Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51310/agritechnology.v7i1.126

Abstract

Ketersediaan air bersih merupakan salah masalah di Kabupaten Manokwari. Pada tahun 2021 ketersediaan air bersih di Kabupaten Manokwari sekitar 86,20 %, sehingga dibutuhkan upaya-upaya agar penyediaan air bersih di Manokwari mencapai 100%, diantaranya dengan memanfaatkan potensi air di Daerah Aliran Sungai (DAS) Wosi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi air di DAS Wosi. Penelitian ini terdiri atas 4 (empat) tahapan utama, yaitu; inventarisasi data, analisa data, deliniasi batas DAS, dan estimasi potensi air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa potensi air di DAS Wosi berdasarkan analisis data hujan pencatatan tahun 2010 – 2023 sebesar 0,00128 m3/detik atau 110.280 liter/hari pada peluang kejadian 99% dan 0,00346 m3/detik atau 298.801 liter/hari pada peluang kejadian 80%. Sehingga potensi air pada DAS Wosi mampu memasok kebutuhan air domestik sebanyak 919 – 2.490 jiwa penduduk Kabupaten Manokwari.
Kajian Produksi Tapioka pada Industri Kecil di Kabupaten Manokwari Berbasis Kesetimbangan Bahan (Studi Kasus pada IKM Kharisma) Aman, Wilson Palelingan
Agritechnology Vol 7 No 2 (2024): Volume 7 Nomor 2 (Desember) 2024
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Papua, Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51310/agritechnology.v7i2.127

Abstract

The cassava processing industry in Manokwari has been limited to utilizing tapioca products for food purposes. While some of the cassava derivative products produced by the tapioca industry have the potential as non-food products such as feed and bioenergy. To determine the feasibility of utilizing the products of the tapioca industry, a quantitative overview is needed through material mass balance analysis. A quantitative overview of the tapioca industry process in Manokwari is not yet available. Mass balance analysis can provide an overview of material inputs and outputs in the tapioca industry production system. This study aims to obtain a quantitative picture through mass balance analysis of materials in the tapioca industry in Manokwari. This research was conducted using the observation method in the tapioca industry of IKM Kharisma SP 5 Manokwari. The results of the study provide a quantitative description of the material flow process during the production process. From 1778 kg of cassava, 1388 tubers (78.17%) and 388 kg of skin waste (21.83%) were obtained. The amount of wet starch produced from these tubers was 550 kg (40.28%), while the waste in the form of onggok was 448 kg (49.92%). The amount of dry starch (tapioca) produced was 329 kg or 23.70%. Based on the results of the study, it can be concluded that mass balance analysis can describe the quantitative process of each stage and the overall tapioca production process at IKM Kharisma in Manokwari.
Analisis Keuntungan dan Break Even Point ( BEP) Studi Kasus pada Industri Keripik Pisang Tunas Jaya di Manokwari Kurniawan, Aceng
Agritechnology Vol 7 No 2 (2024): Volume 7 Nomor 2 (Desember) 2024
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Papua, Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51310/agritechnology.v7i2.128

Abstract

Abstract Small and medium industries (SMEs) play an important role in the Indonesian economy, especially in creating jobs and driving regional economic growth. One of the growing sectors is the snack food industry, including banana chips. This study aims to analyze the level of profit and Break Even Point (BEP) in the Tunas Jaya Banana Chips Industry in Manokwari Regency. A quantitative descriptive approach was used through primary and secondary data collection. The results showed that the total monthly income of this industry reached IDR 16,000,000, with a total cost of IDR 10,380,000. From this calculation, a profit of IDR 5,620,000 per month was obtained. The BEP analysis showed that the break-even point was achieved at the sale of 397 packs with a minimum income of IDR 7,940,000. With an actual production of 800 packs per month, the industry has exceeded BEP and obtained stable profits. This study provides strategic recommendations for business actors in managing finances and improving operational efficiency, including managing fixed and variable costs, to encourage sustainable business growth. Keywords: Chips industry, profit, BEP
Karakterisasi Senyawa Caulersin, Caulerpol, Caulerpenyne dan Farocaulerpin Pada Alga Hijau (Caulerpa racemosa) dari Manggewa Pulau Mansinam Manokwari dengan Pendekatan Uji In Silico Rumayomi, Esterlina; Wattimury, Dougklas; Hutasoit, Hostalige
Agritechnology Vol 7 No 2 (2024): Volume 7 Nomor 2 (Desember) 2024
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Papua, Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51310/agritechnology.v7i2.129

Abstract

In some Asian cultures, C. racemosa is utilized through Traditional Medicine where it is used as a source of nutrition and is thought to have health benefits, including antioxidant and anti-inflammatory properties. One of them is treating digestive problems, which is carried out by several traditional medicine practices using C. racemosa to help overcome digestive problems or to improve intestinal health because of its fiber content. The bioactive compounds in Caulerpa racemosa play an important role, one of which is the compounds Caulersin, Caulerpol, Farocaulerpol and Caulerpenyne which are a group of compounds known as glucosinolates, which have various biological activities including the potential for health. This research method was carried out in an exploratory descriptive manner using an online database with the Windows 10 system, namely SwissADME, PubChem and PASSonline. The ingredients consist of 4 structures of C.racemosa bioactive compounds, namely: Caulersin, Caulerpol Farocaulerpol and Caulerpenyne which were obtained from the PubChem database. Based on research results, it shows that the bioactive compounds Caulersin and Caulerpol have the ability to act as hydrogen bond donors and acceptors, which shows that they are more polar and soluble in water, this has the potential to increase interactions with other molecules or proteins which can influence biological activity. Meanwhile, the absorption (GI Absorption) is only found in the compounds Caulersin, Caulerpol and Farocaulerpine, showing high absorption ability so that it can be absorbed well into the blood circulation after consumption. Overall compounds 1,2 and 3 showed good potential in terms of absorption, solubility and biological interactions. Meanwhile, the Caulerpenyne compound requires further research to understand its properties and capabilities.
Karakteristik Fisikokimia Sirup Glukosa dari Sagu (Metroxylon sp) Lokal Papua yang Diproduksi Secara Enzimatis Napitupulu, Mery; Sarungallo, Zita; Situngkir, Risma U; Iriani, Fitri; Hutagaol, Jhon; Ginting, Dewi
Agritechnology Vol 7 No 2 (2024): Volume 7 Nomor 2 (Desember) 2024
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Papua, Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51310/agritechnology.v7i2.130

Abstract

Jenis pati sagu (Metroxylon sp.) yang tumbuh di Papua dan Papua Barat sangat beragam, yang berpotensi untuk diolah menjadi sirup glukosa dengan cara enzimatis. Penelitian ini bertujuan untuk mmenghasilkan sirup glukosa secara enzimatis dari pati sagu yang berasal dari 4 sentra produksi yaitu Kabupaten Manokwari, Teluk Bintuni, Wasior dan Serui; dan menentukan karakteristik fisikokimia dari pati sagu, serta sirup glukosa yang dihasilkan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen, dengan rancangan acak kelompok (RAK). Perlakuan terdiri dari empat jenis pati sagu dari empat lokasi di Provinsi Papua dan Papua Barat yaitu Kabupaten Manokwari (P1), Kabupaten Teluk Bintuni(P2), Kabupaten Wasior (P3), dan Serui (P4). Produksi sirup glukosa dilakukan secara enzimatis menggunakan enzim α-amilase dan Glukoamilase. Hasil penelitian ini menunjukan sifat fisikokimia pati sagu asal 4 Kabupaten memiliki kadar air 12,36-13,44%, kadar abu 0,02-0,07% (basis kering, bk), kadar pati 81,49-84,19% (bk), amilosa 36,8-36,55% (bk), amilopektin 46,86-47,23% (bk), dan derajat asam 1,73-1,80 ml NaOH 1N/100g), telah memenuhi syarat mutu pati sagu SNI-1995. Proses pembuatan sirup glukosa pati sagu secara enzimatis melalui dua tahap yaitu likuifikasi menggunakan α-amilase 0,1% dengan suhu 90oC selama 50 menit, dan sakarifikasi menggunakan glukoamilase 0,08% pada suhu 50oC selama 24 jam, dilanjutkan dengan tahap evaporasi. Sirup glukosa yang dihasilkan memiliki warna coklat tua-agak kuning; aroma normal; rasa manis, dengan rendemen (66,09-71,11%), dengan kadar air (12,37-18,76%), kadar abu (0,05-0,06%), gula pereduksi (47,18-53,03 μg/ml), dan total padatan terlarut (51,10-69,05 oBrix) yang telah memenuhi standar SNI-2013. Semakin putih pati sagu cenderung menghasilkan warna sirup glukosa yang semakin terang.