cover
Contact Name
Suciati
Contact Email
psuciati@ecampus.ut.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jp-ut@ecampus.ut.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Jurnal Pendidikan
Published by Universitas Terbuka
ISSN : 14111942     EISSN : 24433586     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Pendidikan diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Terbuka. Jurnal ini memuat artikel yang ditulis berdasarkan hasil penelitian dan analisis konseptual mencakup berbagai dimensi pendidikan, seperti kurikulum, pembelajaran, evaluasi, manajemen, kualitas Pendidikan, dan pemanfaatan teknologi komunikasi dan informasi, dalam berbagai jenjang pendidikan dan modus penyampaian pembelajaran
Arjuna Subject : -
Articles 267 Documents
DAMPAK PENGGUNAAN TIK TERHADAP PERILAKU ANAK USIA DINI: STUDI KASUS PADA ANAK USIA 4-7 TAHUN Tatminingsih, Sri
Jurnal Pendidikan Vol 18 No 1 (2017)
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33830/jp.v18i1.p42-52.2017

Abstract

This study aims to determine the impact of the use of gadgets by early childhood. This  is a case study employing descriptive qualitative method. Data was collected by means of interviewing parents and observing children's behavior. The source of data is two mothers with 4 children aged 4 to 7 years. The results showed that the use of information and communication technology, in the forms of Ipad and mobile phones can have a positive as well as negative impact on the children’s behavior. When playing a gadget, children tend to play intensively and with a high frequency. It is interesting to note that at an early age the children already have the skills to use gadget features, and they can concentrate on the game for quite a long time. Another positive impact is the improved ability of conversational English by children, due to frequent exposure to many English programs. The negative impacts are the tendency of children to be selfish when sharing gadgets with other children, and tendency to delay their routine obligations. Parents needs to control the use of gadgets by children so that it brings more positive impacts than negative consequences. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak yang ditimbulkan pada penggunaan gadget oleh anak usia dini. Penelitian ini merupakan studi kasusdengan metode kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara terhadap orang tua dan observasi perilaku anak. Sumber data adalah 2 orang ibu dengan 4 anak usia 4-7 tahun. Waktu penelitian selama 2 Minggu, yaitu tanggal 7-20 Mei 2017. Hasil penelitian menunjukkan: 1) Setiap anak, rata-rata bermain gadget (Ipad dan/atau telepon genggam) selama 5-6 jam/hari yang dilakukan setelah pulang sekolah hingga waktu tidur; 2) Orangtua melarang lunak, dalam arti melarang tapi ketika anak merengek maka akan diijinkan; 3) Anak memiliki pengetahuan dan keterampilan yang baik dalam menggunakan fitur-fitur gadget; 4) Anak dapat berbahasa Inggris terutama dalam percakapan; 5) Anak cenderung tenang dan diam selama bermain gadget sendiri; 6) Anak cenderung rebut dan sulit mengalah saat bermain gadget bersama; 7) Anak cenderung menunda kewajiban rutinnya, seperti makan, mandi, tidur, belajar ketika sudah bermain gadget; 8) Anak cenderung tidak peduli dengan situasi di sekitarnya dan asyik sendiri; 9) Anak tidak suka jika diajak kegiatan di luar rumah dan selalu ingin cepat pulang agar bisa segera bermain gadget. Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah bahwa penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi khususnya Ipad dan telepon genggam dapat berdampak positif dan negatif bagi perilaku anak usia dini. Rekomendai yang dapat disampaikan adalah sebaiknya orang tua benar-benar mengontrol penggunaan gadget pada anak agar dampak positifnya lebih banyak dibanding dampak negatifnya.
PENGGUNAAN METODE ANALISIS KORELASI KANONIK DALAM MENGKAJI KONTRIBUSI BUDAYA MASYARAKAT DAN PERGAULAN TEMAN SEBAYA TERHADAP PERILAKU SOSIAL SISWA Pakpahan, Sondang Purnamasari
Jurnal Pendidikan Vol 13 No 1 (2012)
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article was written based on research to look more deeply into the influence of each of the indicator variables, both independent and dependent variables by means of canonical correlation in analyzing the data. The independent variables of this study were culture which consisted of local traditions (X1) and social habits (X2) as well as well as peer interaction which consisted of social interaction in the school environment (X3) and the home environment (X4). Dependent variables were social behavior of students who were represented by three variables consisted of rational behavior (Y1), irrational behavior (Y2) and traditional behavior (Y3). Population in this study was senior high school students of SMA2 Plus, Sipirok, South Tapanuli of 600 students. Samples were 240 students, acquired by using the Slovin formula. Data were collected by means of observation, interviews, and documentary studies. Data were analyzed using canonical correlation. The findings obtained was that partially only (1) social habits (X2) and social interaction in the school environment (X3), has a significant influence on the rational behavior (Y1), (2) only local traditions (X1) and social interactions in the home environment (X4) which has a significant influence on the irrational behavior (Y2), (3) only social interaction in the school environment (X3), which has a significant influence on the traditional behavior (Y3). Simultaneously, local traditions, social habits, social interaction in the school environment and social interaction in the home environment, all together have a significant influence on rational behavior (Y1), irrational behavior (Y2), and traditional behavior (Y3) Artikel ini ditulis berdasarkan hasil penelitian untuk melihat lebih dalam pengaruh masing-masing indikator dari variabel yang ada, baik itu variabel bebas maupun variabel terikat menggunakan korelasi kanonik (Cannonical Correlation) sebagai alat dalam menganalisa data. Variabel bebas penelitian ini adalah budaya masyarakat yang terdiri dari 2 variabel antara lain tradisi adat (X1) dan kebiasaan kemasyarakatan (X2) serta pergaulan teman sebaya yang terdiri dari dua variabel antara lain pergaulan di Lingkungan sekolah (X3) dan lingkungan rumah (X4). Variabel terikat adalah perilaku sosial siswa yang diwakili oleh 3 variabel terdiri dari variabel perilaku rasional (Y1), variabel perilaku irrasional (Y2) dan perilaku tradisional (Y3). Populasi dalam penelitian ini adalah siswa SMA Negeri 2 Plus Sipirok Kabupaten Tapanuli Selatan sebanyak 600 siswa. Sampel penelitian adalah 240 siswa, menggunakan rumus Slovin. Pengumpulan data digunakan metode pengumpulan menggunakan teknik observasi, wawancara, dan studi dokumenter. Data dianalisis dengan menggunakan kanonik korelasi (cannonical correlation). Temuan yang diperoleh adalah bahwa secara parsial: (1) hanya kebiasaan kemasyarakatan (X2) dan pergaulan di lingkungan sekolah (X3) yang memiliki pengaruh secara signifikan terhadap perilaku rasional (Y1), (2) hanya tradisi adat (X1) dan pergaulan di lingkungan sekolah (X4) yang memiliki pengaruh signifikan terhadap perilaku irrasional (Y2), (3) hanya pergaulan di lingkungan sekolah (X3) yang memiliki pengaruh signifikan terhadap perilaku tradisional (Y3). Secara simultan, tradisi adat, kebiasaan kemasyarakatan, pergaulan di lingkungan sekolah dan pergaulan di lingkungan rumah secara bersama-sama memiliki pengaruh signifikan terhadap perilaku rasional (Y1), perilaku irrasional (Y2), dan perilaku tradisional (Y3).
PEMBIMBINGAN REFLEKSI PEMBELAJARAN DALAM PKP: SUATU ANALISIS EMPIRIS PADA PROGRAM S1 PGSD-UT Julaeha, Siti
Jurnal Pendidikan Vol 10 No 2 (2009)
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research was conduded through a qualitative approach to find informafion conceming the ability of teachers in doing reflective leaming. Data was gathered through surveys to S1 PGSD students and PKP sypervisors involved in the implementation of the PKP program in Bandung Regional Center Unit. Observasions was also conducted at the location of PKP guidance during tutorial sessions in 2008.1 academic year. Analysis using SWOT method revealed that most teachers already do reflection learning concepts taught in accordance with the guidance of the PKP. The results also revealed that the guidance conducted by the supervisor is still less in providing opportunity for students to share experiences and to practice making scientific work. School facilities, infrastructure and time limited guidance represents a serious challenge for students in archieving the success of leaming reflection. lt is suggested that program S1 PGSD UT to develop altemative models to be used to facilitate supervision of teachers to be able to play a role as active learners, creafive and capable of social adaptation. Through this model teachers are expected to be able to share knowledge and experiences with fellow teachers and supervisors in learning reflection and rn practicing to write a report concerning the results of learning refiection.
PENGEMBANGAN MODEL ASESMEN KEMAMPUAN MENGAJAR MAHASISWA-GURU DI FKIP UNIVERSITAS TERBUKA Julaeha, Siti; Sapriati, Amalia
Jurnal Pendidikan Vol 17 No 2 (2016)
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33830/jp.v17i2.p81-92.2016

Abstract

This article was written based on research to produce a model and assessment system of teachers' teaching ability, which can be utilized by teacher education institutions, especially teacher distance education institusion. This research needs to consider the need for: (1) the development of teaching ability that can improve students' high thinking ability, (2) assessment model which is relevant to learning achievement, (3) the implementation of various and feasible assessments for students, and (4) application of learning achievement model and system by taking into account the spread of domicile of students who attend the distance education program. The data were collected through expert evaluation of teaching ability and teaching skills assessment models and focus group discussions with the academic staff involved in the implementation of assessment in distance education. The nature of the research is descriptive qualitative, supplemented with quantitative data. An assessment model for primary  teaching ability resulted by the research, for effective implementation, stipulates the provision of: (1) class for practice and performance test and laboratory for practicum; (2) mentors/instructors, examiners, and IT staff with adequate quantity and quality; as well as (3) guidelines and procedures as reference of all parties involved in the implementation of the assessment. Artikel ini ditulis berdasarkan penelitian untuk menghasilkan model dan sistem asesmen kemampuan mengajar guru, yang dapat dimanfaatkan oleh lembaga pendidikan guru, khususnya lembaga pendidikan guru jarak jauh. Penelitian ini dilakukan dengan mempertimbangkan perlunya: (1) pengembangan kemampuan mengajar yang dapat meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa, (2) model asesmen penilaian yang relevan dengan capaian pembelajaran, (3) pelaksanaan asesmen yang bervariasi dan feasible bagi mahasiswa, serta (4) penerapan model dan sistem asesmen capaian pembelajaran dengan mempertimbangkan ketersebaran domisili mahasiswa yang mengikuti pendidikan jarak jauh. Data dikumpulkan melalui evaluasi pakar terhadap rumusan kemampuan mengajar dan model asesmen kemampuan mengajar serta melalui focus group discussion dengan staf yang berkepentingan dengan pelaksanaan asesmen dalam pendidikan jarak jauh. Analisis data/informasi dilakukan secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif sesuai dengan jenis data yang dikumpulkan. Hasil penelitian menyatakan bahwa model hipotetik untuk asesmen kemampuan mengajar mahasiswa-guru Program S1 PGSD menuntut penyediaan: (1) kelas untuk praktik dan ujian praktik serta laboratorium untuk praktikum; (2) pembimbing/instruktur, penguji, dan staf IT dengan jumlah dan kualitas yang memadai; serta (3) pedoman/panduan dan prosedur sebagai acuan semua pihak yang terlibat dalam pelaksanaan penilaian.   
EKSPERIMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISIONS MODIFIKASI PENEMUAN TERBIMBING TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA DITINJAU DARI KEMAMPUAN VERBAL Herlina, Herlina
Jurnal Pendidikan Vol 16 No 1 (2015)
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study was to compare the learning achievement using cooperative learning model Student Teams Achievement Divisions with cooperative learning model Student Teams Achievement Divisions modification of guided discovery in terms of verbal abality. Based on the results of the study concluded that (1) based on a model of learning, the mathematics achievement of students who use cooperative learning model Student Teams Achievement Divisions as good with mathematics achievement of students who use cooperative learning model Student Teams Achievement Divisions modifications guided discovery, both on students who have the high verbal skills, medium and low, (2) base on terms of verbal skills, mathematics achievement of students who have high verbal ability is better than mathematics achievement of students who have medium and low verbal ability, and mathematics achievement of students have medium verbal skillsbetter than mathematics achievement of students have the ability low verbal skills. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan prestasi belajar yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Divisions dengan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Divisions modifikasi penemuan terbimbing ditinjau dari kemamuan verbal. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa (1) berdasarkan model pembelajaran, prestasi belajar matematika peserta didik yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Divisions sama baiknya dengan prestasi belajar matematika peserta didik yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Divisions modifikasi penemuan terbimbing, baik pada peserta didik yang memiliki kemampuan verbal tinggi, sedang dan rendah, (2) ditinjau dari kemampuan verbal, peserta didik yang memiliki kemampuan verbal tinggi lebih baik daripada peserta didik yang memiliki kemampuan verbal sedang dan rendah, dan peserta didik yang memiliki kemampuan verbal sedang lebih baik daripada peserta didik yang memiliki kemampuan verbal rendah.
PENDEKATAN KEARIFAN LOKAL DAN BUDAYA (KALBU) DALAM PEMBELAJARAN BIOLOGI DI PURWOREJO Fajar Adinugraha
Jurnal Pendidikan Vol. 20 No. 1 (2019)
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33830/jp.v20i1.217.2019

Abstract

The Globalization may gives negative impact that causes fading the culture and spreading the radicalism easily. Education is one of way to prevent it, the name is the learning approach. The objective of the research is to describe the form of implementation the KALBU approach (Local Wisdom and Culture) towards biological learning in Purworejo. The research method is descriptive research, the name is study of literature. The literature study was carried out by analyzing local wisdom and culture in Purworejo District, which numbered 8 (eight). After that, 8 (eight) local wisdom and culture were associated with Biology learning. Based on the result, the Local Wisdom and Culture (KALBU) approach can be used as an alternative approach to learning Biology. Eight local wisdoms and cultures contain 3 (three) domains, they arecognitive, psychomotoric, and attitudes. Cognitive domains that can be integrated include: biodiversity, plantae, animalia, conservation, food and medicine, and biotechnology. Psychomotoric domain include: classifying, making products (projects), and innovating. Furthermore, 8 (eight) local wisdom and culture also contains the domain of spiritual and social attitudes (Character Education Strengthening). Globalisasi dapat memberikan dampak negatif yaitu menyebabkan lunturnya budaya dan tersebarnya paham radikalisme dengan mudah. Salah satu upaya untuk mencegah hal tersebut adalah melalui pendidikan yaitu pendekatan pembelajaran.Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan bentuk implementasi pendekatan KALBU (Kearifan Lokal dan Budaya) tentang pembelajaran Biologi di Kabupaten Purworejo.Metode penelitian berupa penelitian deskriptif yang bersifat studi pustaka. Studi pustaka dilakukan dengan menganalisis mengenai kearifan lokal dan budaya di Kabupaten Purworejo yaitu berjumlah 8 (delapan). Setelah itu, 8 (delapan) kearifan lokal dan budaya tersebut dikaitkan dengan pembelajaran Biologi. Berdasarkan kajian yang dilakukan, pendekatan Kearifan Lokal dan Budaya (KALBU) dapat dijadikan sebagai alternatif pendekatan dalam pembelajaran. Delapan kearifan lokal dan budaya mengandung 3 (tiga) ranah yaitu ranah pengetahuan, keterampilan, dan sikap. Ranah pengetahuan yang dapat diintegrasikan antara lain: keanekaragaman hayati, plantae, animalia, konservasi, pangan dan obat, serta bioteknologi. Ranah keterampilan meliputi: mengklasifkasikan, membuat produk (proyek), dan melakukan inovasi. Selanjutnya, 8 (delapan) kearifan lokal dan budaya tersebut juga mengandung ranah sikap spiritual dan sosial (Penguatan Pendidikan Karakter).
PENGARUH MOTIVASI DAN KETERAMPILAN BERKOMUNIKASI TERHADAP PRESTASI BELAJAR MAHASISWA PADA TUTORIAL ONLINE BERBASIS PENDEKATAN KONTEKSTUAL PADA MATAKULIAH STATISTIKA PENDIDIKAN Noviyanti, Mery
Jurnal Pendidikan Vol 12 No 2 (2011)
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Student achievement for Statistics for education course at Universitas Terbuka (UT) is relatively low. Students need learning process that can increase learning motivation. Contextual approach is a learning process where students can understand the concept through its application in daily life which supposedly will increase learning motivation. Online tutorial is one of learning support services provided by the UT via the internet. By utilizing the discussion forums, initiation material, assignments and exercises, students can improve their communication skills so as to facilitate their learning. This article is based on the research which aimed to find out how motivation and communication skills influenced the learning achievement in online tutorials with contextual approach on Statistics for education course. Field trials were carried out in 36 undergraduate students who followed the online tutorials. The independent variable is motivation and communication skills, while the dependent variable is the learning achievement. Data were taken through questionnaires and observation and processed by means of regression test. The results showed that: a) motivation affect learning achievement by 88.7%, b) communication skills has a positive effect on learning achievement by 74.7%, and c) the influence of motivation and communication skills to the learning achievement was 89.7%.
PENGARUH STORY MAPPING TERHADAP HASIL BELAJAR MEMBACA DAN MENULIS DALAM BAHASA INGGRIS PESERTA DIDIK SMP Dewi, Nurmala
Jurnal Pendidikan Vol 19 No 2 (2018)
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33830/jp.v19i2.p104-116.2018

Abstract

The aim of the research is to determine the effect of story mapping on improving learning outcomes of reading and writing at junior high school students. This research was categorized into a quasi-experiment in order to measure the significant effect between two treatments - the students who were taught by story mapping and those who were not. This experimental research design is done to compare the post-test both of classes, the t-test for reading and writing t-test > t-table. The results of this study indicated the nul hypothesis of this study was rejected. There is a better and significant effects on the reading and writing learning outcomes of the learners in the experimental class that applies story mapping techniques than learning outcomes of the learners in the control class which non using the story mapping technique. It is concluded that the students’ achievement in the experimental class which used story mapping was better than students’ learning achievement in the control class without story mapping.   Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh story mapping terhadap peningkatan hasil belajar membaca dan menulis peserta didik SMP, dengan desain penelitian yang termasuk kedalam penelitian semu (quasi experiment). Untuk mengukur apakah ada pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan hasil belajar peserta didik antara kelas yang diajarkan dengan teknik story mapping dan kelas yang tidak diajarkan dengan teknik tersebut. Data penelitian dianalisis menggunakan pengujian N-gain (Normalized Gain), dan uji hipotesis menggunakan uji t (t-test). Hasil N-gain yang diperoleh menunjukkan bahwa perlakuan yang diberikan pada kelas eksperimen dengan teknik story mapping efektif dalam meningkatkan hasil belajar membaca dan menulis dengan ukuran efek (effect size) pada klasifikasi yang tinggi. Sementara hasil t-test yang diperoleh terhadap hasil belajar membaca dan menulis adalah t-hitung > t-tabel. Sesuai dengan hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini yang berarti H0 ditolak, hal ini mengindikasikan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan terhadap hasil belajar membaca dan hasil belajar menulis peserta didik pada kelas eksperimen yang diterapkan teknik story mapping,yang lebih baik dari pada hasil belajar peserta didik di kelas kontrol tanpa menggunakan teknik tersebut.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN MATEMATIKA POKOK BAHASAN SEGITIGA MENGGUNAKAN MACROMEDIA FLASH UNTUK SISWA KELAS VII SMP Safitri, Meilani; Hartono, Yusuf; Somakim, Somakim
Jurnal Pendidikan Vol 14 No 2 (2013)
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of the research is to produce media-based math learning macromedia flash on the subject of the triangle in the junior class VII valid and practical for her then experimented to see the potential effects of media-based learning macromedia flash triangle subject to students' understanding of concepts. The method used is the development of research that consists of three phases: analysis, design, and evaluation. Obtained from testing the potential effects of instructional media using macromedia flash to the understanding of the concept of students is 78 in both categories. It can be concluded that the macromedia flash media-based learning subject that researchers develop effective triangle used in the learning of mathematics. Tujuan penelitian adalah menghasilkan media pembelajaran matematika berbasis macromedia flash pada pokok bahasan segitiga di kelas VII SMP yang valid dan praktis untuk kemudian mengujicobakannya guna melihat efek potensial media pembelajaran berbasis macromedia flash pokok bahasan segitiga terhadap pemahaman konsep siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah development research yang terdiri dari tiga tahapan yaitu analisis, desain, dan evaluasi. Dari ujicoba diperoleh potensial efek media pembelajaran menggunakan macromedia flash terhadap pemahaman konsep siswa yaitu 78 dalam kategori baik. Sehingga dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran berbasis macromedia flash pokok bahasan segitiga yang peneliti kembangkan efektif digunakan pada pembelajaran matematika.  
STUDI DESKRIPTIF MINAT BACA ANAK DI RUMAH BACA INDONESIA (RBI) DI WILAYAH PADANG, SURABAYA DAN MAKASSAR Arifa, Arifa
Jurnal Pendidikan Vol 18 No 2 (2017)
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33830/jp.v18i2.p13-23.2017

Abstract

This research aims to analyze the reading interest of children and the factors that influence it. This research was conducted in three different regions, at Padang, Surabaya, and Makassar. Therespondents are children using RBI services. RBI is a free library-building movement in rural areas to provide reading access for children. The location of  RBI is usually  far from the economic center. The data collection employs questionnaire to 98 RBI visitors, 17 parents, and 8 RBI administrators from the three regions. The result shows that although living in economic limitation, the children have a high interest in reading, influenced by factors including: parent support, type, variety and number of books, the short distance to location of the reading house, and the attitude of the site coordinator in providing services to children. Based on the results, RBI needs to maintain and increase reading interest of children by providing activities, such as science olympics program, and periodically collect responses from children to improve their reading interest. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis minat baca anak dan faktor-faktor yang memengaruhinya. Penelitian dilakukan di tiga lokasi yaitu di Padang, Surabaya, dan Makassar. Responden penelitian adalah anak-anak yang menggunakan layanan Rumah Baca Indonesia,  fasilitas membaca yang disediakan oleh gerakan membangun perpustakaan gratis di wilayah pedesaan untuk menyediakan akses membaca bagi anak-anak. Lokasi yang dijangkau oleh RBI seringkali jauh dari pusat ekonomi. Pengumpulan data dilakukan dengan memberikan kuesioner kepada para responden penelitian yang terdiri dari: 98 anak pengunjung RBI, 17 orang tua dan 8 pengurus RBI di tiga wilayah Indonseia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun dalam kondisi  terbatas dan berkekurangan, anak-anak memiliki minat baca yang   tinggi. Minat baca yang tinggi tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor di antaranya: dukungan orang tua, jenis, ragam dan jumlah buku yang tersedia, lokasi  rumah baca yang tidak jauh dari tempat tinggal dan sikap pengelola RBI dalam memberikan layanan kepada anak. Berdasarkan hasil penelitian, RBI perlu memelihara dan meningkatkan minat baca anak dengan melakukan kegiatan tertentu, misalnya program olimpiade sains dan secara berkala mengumpulkan informasi tanggapan dan masukan dari anak untuk meningkatkan minat baca anak.

Page 8 of 27 | Total Record : 267