cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota tasikmalaya,
Jawa barat
INDONESIA
Journal of Authentic Research on Mathematics Eduacation (JARME)
Published by Universitas Siliwangi
ISSN : -     EISSN : 26557762     DOI : -
Core Subject : Education,
Journal of Authentic Research on Mathematics Education (JARME) ISSN: 2655-7762 (online) diterbitkan oleh Program Studi Magister Pendidikan Matematika, Universitas Siliwangi.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2 (2021)" : 10 Documents clear
STUDI KOMPARATIF KURIKULUM MATEMATIKA SEKOLAH MENENGAH INDONESIA DAN TURKI Dedi Muhtadi; Iwan Junaedi; Mulyono Mulyono
Journal of Authentic Research on Mathematics Education (JARME) Vol 3, No 2 (2021)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Matematika, Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/jarme.v3i2.2599

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membandingkan kurikulum matematika sekolah menengah Indonesia dan Turki sehubungan dengan paradigma yang tertanam di dalamnya. Penelitian ini merupakan studi komparatif dengan pendekatan kualitatif. Alat pengumpulan data utama adalah kurikulum dan buku teks matematika kedua negara, sehingga analisis dokumen merupakan teknik metodologis yang digunakan dalam penelitian ini. Data dianalisis dengan cara coding dan disajikan dengan statistik deskriptif. Dalam pelaksanaan sistem pendidikan di kedua negara, Indonesia dan Turki telah mengalami transformasi paradigma, dimulai dari behavioris kemudian berubah menjadi konstruktivis sejak tahun 2005 dan 2007.  Tampaknya paradigma di dua negara bergeser dari apa yang diajarkan ke bagaimana mengajar, namun masalahnya adalah kesiapan untuk kebijakan dan situasi terkait. Harapan dari hasil penelitian ini dapat dijadikan bahan pertimbangan dalam kebijakan merencanakan program pendidikan dan pembelajaran di sekolah.
PENGEMBANGAN MEDIA INTERAKTIF BERBASIS ANDROID BERBANTUAN ARTICULATE STORYLINE 3 PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI MASA PANDEMI Jujun Muhamad Jubaerudin; Supratman Supratman; Satya Santika
Journal of Authentic Research on Mathematics Education (JARME) Vol 3, No 2 (2021)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Matematika, Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/jarme.v3i2.3191

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran interaktif matematika berbasis Android dengan bantuan software Articulate Storyline 3 dan mengetahui kelayakan media pembelajarannya. Metode yang digunakan yaitu metode Research Development (RD) dengan model Assessment/Analysis, Design, Development, Implementation Evaluation (ADDIE). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan kuesioner. Instrumen penelitian menggunakan lembar kisi-kisi wawancara studi pendahuluan dan angket penilaian kualitas media pembelajaran. Data penelitian ini bersumber dari dua ahli media, dua ahli materi, dan peserta didik kelas VII MTs Negeri 2 Kuningan. Penelitian ini menghasilkan aplikasi berbasis Android dengan nama ABEMAT (Aplikasi Belajar Matematika). Produk dinilai dari kelayakan penggunaan media yang diukur berdasarkan kualitas teknis, kualitas isi dan tujuan, dan kualitas instruksional. Pada penilaian teknis, ahli media menyatakan media pembelajaran masuk pada kategori sangat layak, sedangkan pada penilaian kualitas isi dan tujuan, ahli materi menyatakan media pembelajaran masuk pada kategori layak, dan berdasarkan angket penilaian kualitas instruksional pada uji coba kepada peserta didik, media pembelajaran dinyatakan masuk pada kategori layak sehingga media pembelajaran dapat digunakan untuk membantu proses pembelajaran.
KESULITAN DALAM KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA PADA MATERI STATISTIKA Teli Latifah; Ekasatya Aldila Afriansyah
Journal of Authentic Research on Mathematics Education (JARME) Vol 3, No 2 (2021)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Matematika, Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/jarme.v3i2.3207

Abstract

AbstrakMatematika memiliki peranan penting dalam kehidupan, hanya saja dalam praktiknya masih banyak siswa yang berpikir bahwa matematika sebagai mata pelajaran yang sulit, salah satunya adalah materi statistika. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kemampuan pemecahan masalah matematis siswa dalam materi statistika. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif. Subjek penelitian yang diambil sebanyak 3 siswa dari kelas IX - C SMP Negeri 2 Karangpawitan. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, soal tes, dan wawancara. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa indikator yang siswa masih mengalami mendapatkan persentase rendah, yaitu: pada tahap transformasi merumuskan masalah matematis atau menyusun model matematika pada sub indikator kesulitan dalam menentukan rumus 60% dan tidak memahami maksud pertanyaan sehingga tidak dapat membuat pemisalan dan rumusnya 73,3%; tahap keterampilan proses menerapkan strategi untuk menyelesaikan berbagai masalah (sejenis dan masalah baru) dalam atau di luar matematika pada sub indikator kesulitan dalam menerapkan strategi 60%; dan tahap pengkodean menjelaskan atau menginterpretasikan hasil sesuai permasalahan asal pada sub indikator kesulitan dalam membuat kesimpulan 53,3%. Secara keseluruhan, kesulitan yang dialami siswa adalah kesulitan pada tahap transformasi, dimana siswa mengalami kesulitan dalam mengubah soal ke bentuk/model matematika yang mengakibatkan tidak dapat menyelesaikan pemecahan masalah sampai akhir dengan tepat. Kata Kunci: Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis, Kualitatif Deskriptif, Statistika, Siswa SMP. AbstractMathematics has an important role in that, in practice, there are still many students who think that mathematics is a difficult subject, one of which is statistics. The purpose of this study was to find out how to solve students' mathematical problems in statistical material. The type of research used is descriptive qualitative research. The research subjects were 3 students from class IX - C of SMP Negeri 2 Karangpawitan. Data collection techniques using observation, test questions, and interviews. The data analysis technique uses data reduction, data presentation, and concluding. The results showed that there are several indicators that students still experience low percentages, namely: at the transformation stage to formulate mathematical problems or formulate mathematical models on the sub-indicator difficulty in determining the formula 60% and do not understand the intent so that they cannot make examples and the formula is 73.3%; the process skills stage of applying strategies to solve various problems (types and new problems) within or outside mathematics on the sub-indicator of difficulty in implementing strategies 60%; and the coding stage explains or interprets the results according to the original problem on the sub-indicator of difficulty in making conclusions 53.3%. Overall, the difficulties experienced by students are difficulties at the transformation stage, where students have difficulty in changing the form / mathematical model which results in not being able to solve the problem until the end correctly. Keywords: Mathematical Problem Solving Skill, Descriptive Qualitative, Statistics, Junior High School Students.
PROSES BERPIKIR KREATIF MATEMATIS SISWA BERDASARKAN TAHAPAN WALLAS DITINJAU DARI GENDER Sri Retno Anggraini; Lutfiyah Lutfiyah; Aswar Anas
Journal of Authentic Research on Mathematics Education (JARME) Vol 3, No 2 (2021)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Matematika, Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/jarme.v3i1.2453

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses berpikir kreatif matematis siswa berdasarkan tahapan Wallas ditinjau dari perbedaan gender. Penelitian ini mengunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu soal tes dan wawancara. Subyek penelitian terdiri dari dua kelompok gender yaitu kelompok gender laki-laki dan kelompok gender perempuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses berpikir kreatif siswa laki-laki mampu melakukan ke empat tahapan Wallas. Akan tetapi disetiap tahapan Wallas, siswa laki-laki hanya mampu melakukan 1 atau 2 kriteria berpikir kreatif. Yaitu siswa laki-laki hanya mampu melakukan kriteria berpikir kreatif kebaruan saja pada tahap persiapan, selanjutnya pada tahap inkubasi siswa laki-laki melakukan kriteria berpikir kreatif kefasihan dan keluwesan, serta pada tahap iluminasi dan verifikasi melakukan kriteria berpikir kreatif kefasihan saja. Sedangkan proses berpikir kreatif siswa perempuan mampu melakukan ke empat tahapan Wallas. Akan tetapi disetiap tahapan Wallas, siswa perempuan hanya satu tahapan saja yang mampu melakukan ke tiga kriteria berpikir kreatif yaitu kefasihan, keluwesan dan kebaruan pada tahap persiapan, untuk ketiga tahapan lainnya hanya melakukan 1 atau 2 kriteria berpikir kreatif saja. Yaitu pada tahap inkubasi melakukan kriteria berpikir kreatif kefasihan dan keluwesan, serta pada tahap iluminasi dan verifikasi melakukan kriteria berpikir kreatif kefasihan saja. 
ETNOMATEMATIKA PADA PROSES BUDI DAYA PETANI TAMBAK UDANG INDRAMAYU Tri Koriah; Nandang Nandang; Mellawaty Mellawaty
Journal of Authentic Research on Mathematics Education (JARME) Vol 3, No 2 (2021)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Matematika, Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/jarme.v3i2.3216

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menggali etnomatematika pada proses budi daya dan teknik menghitung benih udang oleh petani. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi. Intrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah human instrument, peneliti berhubungan langsung dengan naras umber penelitian dan berperan sebagai pengumpul data melalui pengumpulan data pustaka, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subyek penelitian yaitu satu observer dan tiga narasumber, yakni pemasok benih udang, pemilik kolam tambak udang pembesaran, dan pekerja tambak udang. Teknik analisis daya dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, analisis, verifikasi data, serta keabsahan data yang dipaparkan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat konsep-konsep matematika yang ditemukan dalam proses budi daya untuk menentukan banyak bibit benih udang yang ditebar pada setiap kolam, menentukan banyak pakan yang diberikan, menjumlahkan setiap benih yang dimasukan kedalam kantong, menghitung banyak benih udang pada satu kantong dan mengalikannya dengan banyak kantong yang dibeli petani tambak. Selain itu pembudidaya telah mengaplikasikan matematika dalam menentukan luas yang digunakan untuk menebar benih, menyesuaikan banyak benih yang ditebar dalam kolam, menentukan volume air pada kolam juga mempresentasekan hasil penjualan. Adapun konsep-konsep matematika yang muncul dalam proses budi daya dan teknik menghitung yang dilakukan oleh pembudidaya serta petani tambak udang adalah Teori Bilangan, Geometri, dan Statistik.
ANALISIS KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS BERDASARKAN TAHAPAN WANKAT-OREOVOCZ DITINJAU DARI GAYA BELAJAR HONEY-MUMFORD Ai Zulfiha Remsis; Nani Ratnaningsih; Ike Natalliasari
Journal of Authentic Research on Mathematics Education (JARME) Vol 3, No 2 (2021)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Matematika, Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/jarme.v3i2.3201

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menganalisis dan mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik berdasarkan tahapan Wankat-Oreovocz ditinjau dari gaya belajar aktivis, reflektor, teoris, dan pragmatis. Penelitian ini dilaksanakan di kelas XI IPA 1 SMA Negeri 9 Tasikmalaya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian eksploratif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini melalui tes kemampuan pemecahan masalah matematis, angket gaya belajar, dan wawancara. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu peneliti sendiri (human instrument) sebagai instrumen utama dan instrumen tambahan yaitu soal tes kemampuan pemecahan masalah matematis, angket gaya belajar, dan pedoman wawancara. Subjek penelitian diambil sebanyak 4 peserta didik yang masing-masing mewakili gaya belajar Honey-Mumford dengan pertimbangan peserta didik yang mengerjakan soal tes kemampuan pemecahan masalah matematis pada materi matriks dengan benar ataupun salah. Berdasarkan analisis data diperoleh simpulan yaitu subjek aktivis (S16), reflektor (S4), teoris (S15), dan pragmatis (S6) mampu menentukan hal-hal yang diketahui dan ditanyakan dari soal, menentukan langkah perencanaan penyelesaian masalah, dan melakukan perhitungan sesuai dengan rencana penyelesaian masalah secara sistematis. Sedangkan, keempat subjek kurang mampu mengajukan pertanyaan dan mengeksplorasi semua dimensi masalah serta subjek aktivis (S16) dan teoris (S15) mampu memeriksa kembali hasil yang diperoleh dengan cara berbeda dan menyelesaikan masalah sesuai dengan apa yang telah dipelajari
KEMAMPUAN REPRESENTASI MATEMATIS SISWA SMP DALAM MENYELESAIKAN SOAL KUBUS DAN BALOK Divya Andriana Ainunnisa; Ena Suhena Praja; Irmawati Liliana Kusuma Dewi
Journal of Authentic Research on Mathematics Education (JARME) Vol 3, No 2 (2021)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Matematika, Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/jarme.v3i2.2572

Abstract

AbstractThis research is motivated by the low ability of students' mathematical representation. Therefore, the researcher wanted to know what difficulties the students experienced when working on questions about representation with cube and block material. This research approach is qualitative with a descriptive method. This research was conducted at SMP Negeri 2 Dawuan with the research subjects of 3 students of class VIII. The research instrument used was a test of mathematical representation ability and student interviews. The results show that the three subjects studied have not achieved the mathematical representation ability indicator. The factors are 1) lack of understanding of the contents of the questions, 2) unable to represent the meaning of the story problems, 3) lack of accuracy in calculating, 4) not being able to represent the questions in picture form. Efforts in overcoming these difficulties are 1) repeating the material that has been delivered outside of class hours, 2) practicing a lot of varied questions, namely from easy questions to more difficult questions, the level of completion, 3) studying the material after and before being taught in order to minimize that difficulty. Occurs, 4) discussing with friends who better understand the material if there is a material that has not been understood, 5) the teacher pays more attention to the student's representation ability during learning.Keywords: Mathematical Ability, Representation Ability, Cubes and BlocksAbstrakPenelitian ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya kemampuan representasi matematis siswa. Maka dari itu peneliti ingin mengetahui kesulitan apa yang dialami siswa saat mengerjakan soal tentang kemampuan representasi dengan materi kubus dan balok. Pendekatan penelitian ini adalah kualitatif dengan metode deskriptif. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 2 Dawuan dengan subjek penelitian sebanyak 3 siswa kelas VIII. Instrumen penelitian yang digunakan adalah tes soal kemampuan representasi matematis dan wawancara siswa. Hasil menunjukkan bahwa dari ketiga subjek yang diteliti belum bisa mencapai indikator kemampuan representasi matematis. Faktor-faktornya adalah 1) kurangnya memahami isi dari soal, 2) belum bisa merepresentasikan makna dari soal cerita, 3) kurangnya ketelitian dalam melakukan perhitungan, 4) belum bisa merepresentasikan soal dalam bentuk gambar. Upaya dalam mengatasi kesulitan tersebut adalah 1) mengulang kembali materi yang telah disampaikan diluar jam pelajaran, 2) banyak berlatih soal yang bervariasi yaitu dari soal yang mudah ke soal yang lebih sulit tingkat penyelesaiannya, 3) mempelajari materi sesudah dan sebelum diajarkan agar meminimalisir kesulitan itu terjadi, 4) berdiskusi dengan teman yang lebih paham materi tersebut apabila terdapat materi yang belum dipahami, 5) guru lebih memperhatikan kemampuan representasi siswa pada saat pembelajaran. Kata Kunci: Kemampuan Matematis, Kemampuan Representasi, Kubus dan Balok
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BERSUMBER AL-QUR’AN BERBENTUK MODUL PADA MATERI FUNGSI KELAS X Novianti Novianti; Agung Hartoyo; Asep Nursangaji
Journal of Authentic Research on Mathematics Education (JARME) Vol 3, No 2 (2021)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Matematika, Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/jarme.v3i2.3357

Abstract

Pendidikan Nasional berupaya untuk membentuk warga negara berbudaya dan berkarakter yang baik. Di dalam kurikulum pembelajaran budaya dan karakter tersebut dapat dituangkan dalam Kompetensi Inti (KI) 1 dan 2 yaitu keagamaan dan nilai sosial, yang bisa didapatkan sekaligus melalui pembelajaran bersumber Al-Qur’an. Penelitian ini mengembangkan bahan ajar matematika berbentuk modul bersumber Al-Qur’an pada materi Fungsi. Penelitian ini menggunakan model ADDIE, diambil 3 tahap saja yaitu Analisis, Desain dan Pengembangan. Kualitas bahan ajar dinilai dari tiga aspek yaitu, validitas, kepraktisan dan efektifitas. Instrument pengumpulan data berupa angket validitas, posttes, dan angket kepraktisan. Angket validitas diisi oleh ahli media dan ahli materi. Kepraktisan dan keefektifan dapat diketahui dengan memberikan angket dan post tes kepada siswa Kelas X MAN 2 Pontianak, post tes diisi oleh siswa dan  angket kepraktisan diisi oleh guru dan siswa. Hasil dari pengumpulan data diperoleh rata-rata skor dari validitas adalah 3 termasuk kategori “valid”,  rata-rata kepraktisan adalah 2,985 termasuk kategori “Praktis” dan persentasi hasil post tes siswa 64,71% yakni melewati batas minimal skor sehingga masuk kategori “efektif”. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa kualitas pengembangan bahan ajar matematika berbentuk modul bersumber AL-Qur’an yaitu valid, praktis dan efektif.
PERANAN REALISTIC MATHEMATICS EDUCATION TERHADAP PENCAPAIAN SELF REGULATED LEARNING SISWA SMP Warsito Warsito; Hairul Saleh
Journal of Authentic Research on Mathematics Education (JARME) Vol 3, No 2 (2021)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Matematika, Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/jarme.v3i2.3210

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peranan Realistic Mathematics Education berbasis matematisasi progresif (RME-MP) terhadap kemampuan self regulated learning (SLR) siswa ditinjau dari: (1) pengetahuan awal matematis (PAM), (2) peringkat sekolah (PS), dan (3) keseluruhan siswa (KS).  Penelitian ini menggunakan metode kuasi eksperimen dengan desain Nonequivalent group pretes-postes design. Kelas eksperimen diberikan perlakuan dengan RME-MP dan kelas kontrol diberikan perlakuan dengan pembelajaran biasa (PB). Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMPN di Kota Tangerang yang terdiri dari sekolah level sedang dan sekolah level rendah.  Sampel yang digunakan adalah SMPN 2 Kota Tangerang sebagai sekolah level sedang dan SMPN 16 Kota Tangerang sebagai sekolah level rendah, yang masing-masing diambil dua kelas sebagai kelas eksperimen dan kelas kontrol. Instrumen yang digunakan meliputi angket skala SLR, observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) pada kategori PAM level sedang pencapaian SLR siswa yang mendapatkan RME-MP secara signifikan lebih baik daripada siswa yang mendapatkan PB; (2) pada kategori PS level sedang dan rendah, pencapaian SLR siswa yang mendapatkan RME-MP secara signifikan lebih baik daripada siswa yang mendapatkan PB, (3) pada kategori total siswa bahwa pencapaian SLR siswa yang mendapatkan RME-MP secara signifikan lebih baik daripada siswa yang mendapatkan PB.
BAGAIMANA SISWA MENYELESAIKAN SOAL BERPIKIR KREATIF MATEMATIS DITINJAU DARI DOMINASI OTAK? Bayu Sukmaangara; Dedi Muhtadi; Sri Tirto Madawistama
Journal of Authentic Research on Mathematics Education (JARME) Vol 3, No 2 (2021)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Matematika, Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/jarme.v3i2.3218

Abstract

Guru harus mengembangkan soal berpikir kreatif matematis sesuai dengan dominasi otak siswa untuk mengoptimalkan fungsi kedua belahan otak secara seimbang, sehingga dapat menciptakan pembelajaran yang optimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana siswa menyelesaikan soal berpikir kreatif matematis ditinjau dari dominasi otak. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif eksploratif. Instrumen yang digunakan adalah soal berpikir kreatif matematis, tes dominasi otak, dan wawancara tidak terstruktur. Hasil penelitian sebagai berikut: siswa dominasi otak kiri menyelesaikan soal berpikir kreatif matematis menggunakan karakteristik dari fungsi belahan otak kiri yaitu berpikir konvergen, analisis, penilaian analitik, berurutan dan teratur, sedangkan penggunaan karakteristik fungsi belahan otak kanan yaitu memori baru proses dan sistem membaca seluruh bahasa; siswa dominasi otak seimbang menggunakan karakteristik fungsi belahan otak kiri yaitu melakukan proses lalu memori, sistem membaca fenotik, respon verbal, berurutan dan teratur, sedangkan penggunaan karakteristik belahan otak kanan adalah berpikir holistik dan berpikir sintesis; dan siswa dominasi otak kanan menggunakan karakteristik dari fungsi belahan otak kanan yaitu sistem membaca seluruh bahasa, memori lalu proses, respon non verbal, berpikir holistik, berpikir sintesis, dan bersifat acak.  

Page 1 of 1 | Total Record : 10