cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota tasikmalaya,
Jawa barat
INDONESIA
Journal of Authentic Research on Mathematics Eduacation (JARME)
Published by Universitas Siliwangi
ISSN : -     EISSN : 26557762     DOI : -
Core Subject : Education,
Journal of Authentic Research on Mathematics Education (JARME) ISSN: 2655-7762 (online) diterbitkan oleh Program Studi Magister Pendidikan Matematika, Universitas Siliwangi.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 2 (2022)" : 10 Documents clear
ANALYSIS OF STUDENTS' SKILLS TO COMPLETE SCHOOL EXAMS BASED ON THE MINIMUM COMPETENCY ASSESSMENT Andri Rahadyan; Indra Kurniawan
Journal of Authentic Research on Mathematics Education (JARME) Vol 4, No 2 (2022)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Matematika, Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/jarme.v4i2.5170

Abstract

This study analyses students' skills to complete school exam questions based on the minimum competency assessment (MCA). This study employs qualitative and descriptive methods to characterize students' MCA-based School Examination question-solving abilities. The subjects of this study were class XII students at HSPG Bekasi who completed MCA-based school exams containing literacy and numeracy skills. In addition to collecting samples by interviewing six students, the researchers gathered data to describe students' abilities. Students answered a total of forty questions. This study found four students with low numeracy skills, 13 with moderate skills, and three with high skills. Low, medium, and increased literacy levels were determined through interviews. Students with weak literacy skills struggle to read algebra or geometry questions, indicating they have soft numeracy skills. Medium-literacy students like the story and simple context questions. They cannot answer questions because they cannot remember formulas. High-literacy students. They like story questions and questions with real-world contexts because they let us apply our skills and understand existing procedures. They struggle with knowledge-based questions. Because additional reasoning takes so much time, students with high literacy have average numeracy skills. So, the students' problem-solving skills improve.
DAMPAK PELAKSANAAN PEMBELAJARAN DARING TERHADAP HASIL PENILAIAN KOGNITIF PESERTA DIDIK DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA SELAMA PANDEMI COVID-19 Komara Komara; Nani Ratnaningsih
Journal of Authentic Research on Mathematics Education (JARME) Vol 4, No 2 (2022)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Matematika, Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/jarme.v4i2.4048

Abstract

Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam Masa Darurat Penyebaran Coronavirus Disease (Covid-19) bahwa belajar dari rumah dilaksanakan melalui pembelajaran daring/jarak jauh untuk memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi peserta didik. Hal ini mengubah paradigma pembelajaran dari yang semula pembelajaran dilaksanakan secara tatap muka berubah menjadi pembelajaran daring. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana dampak pelaksanaan pembelajaran daring terhadap hasil penilaian kognitif peserta didik dalam pembelajaran matematika selama pandemi covid-19 di MTs Negeri 3 Ciamis. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif. Subjek penelitian yang diambil sebanyak 4 orang guru matematika. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, angket, dan wawancara. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian dan diskusi menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran daring memberikan dampak terhadap rata-rata pencapaian tujuan pembelajaran yang relatif rendah, aspek kognitif yang digunakan guru dalam pembuatan instrumen penilaian hanya tahap mengingat (remember), memahami (understand) sampai menerapkan (apply) dan rata-rata hasil penilaian kognitif tidak sesuai dengan yang diharapkan guru yaitu 60% peserta didik belum mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) sehingga guru melaksanakan program remidial agar nilai seluruh peserta didik dapat mencapai KKM.
ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF MATEMATIS BERDASARKAN DISPOSISI MATEMATIS SISWA Fahmi Abdul Rozi; Ekasatya Aldila Afriansyah
Journal of Authentic Research on Mathematics Education (JARME) Vol 4, No 2 (2022)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Matematika, Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/jarme.v4i2.4880

Abstract

Kreativitas merupakan aspek penting yang harus dimiliki siswa. Dengan mengetahui kemampuan berpikir kreatif siswa, guru memperoleh wawasan yang luas tentang potensi dan bakat yang dimiliki siswanya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa pada materi segi empat dan segitiga berdasarkan disposisi matematis. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif yang menggunakan 3 subjek siswa kelas VIII di Desa Sindangsari. Pemilihan subjek berdasarkan kemampuan disposisi matematis tinggi, sedang, dan rendah. Teknik pengumpulan data menggunakan tes kemampuan berpikir kreatif matematis, angket disposisi matematis, dan wawancara. Analisis tes kemampuan berpikir kreatif mengacu pada tiga indikator berpikir kreatif, yaitu fluency, ,flexibility, dan originality. Hasil penelitian ini menyebutkan bahwa (1) kemampuan berpikir kreatif siswa dengan disposisi matematis tinggi diperoleh tingkat kemampuan berpikir kreatif (TKBK) 3 yang artinya kreatif; (2) kemampuan berpikir kreatif siswa dengan disposisi matematis sedang diperoleh  (TKBK) 1 yang artinya kurang kreatif; (3) kemampuan berpikir kreatif siswa dengan disposisi matematis rendah diperoleh  (TKBK) 1 yang artinya kurang kreatif.Kata Kunci: Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis, Disposisi Matematis, Segiempat, Segitiga.Creativity is an important aspect that must be owned by students. By knowing students' creative thinking abilities, teachers gain broad insight about the potential and talents of their students. This study aims to describe students' mathematical creative thinking skills on the material of rectangles and triangles based on mathematical dispositions. This research is a qualitative descriptive study using 3 subjects of class VIII students in Sindangsari Village. Subject selection was based on high, medium, and low mathematical disposition abilities. Data collection techniques used mathematical creative thinking ability tests, mathematical disposition questionnaires, and interviews. The creative thinking ability test analysis refers to three indicators of creative thinking, namely fluency, flexibility, and originality. The results of this study stated that (1) the creative thinking ability of students with high mathematical disposition obtained a level of creative thinking ability (TKBK) 3 which means creative; (2) the creative thinking ability of students with moderate mathematical disposition is obtained (TKBK) 1 which means less creative; (3) the creative thinking ability of students with low mathematical disposition is obtained (TKBK) 1 which means less creative.Keywords: Mathematical Creative Thinking Ability, Mathematical Disposition, Quadrilateral, Triangle.
PENALARAN MATEMATIS PESERTA DIDIK DITINJAU DARI CHRONOTYPE DAN GENDER Ai Wida Saputri; Dedi Muhtadi; Diar Veni Rahayu
Journal of Authentic Research on Mathematics Education (JARME) Vol 4, No 2 (2022)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Matematika, Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/jarme.v4i2.4851

Abstract

Penelitian bertujuan untuk menganalisis proses penalaran matematis peserta didik ditinjau dari Chronotype dan Gender. Penelitian menggunakan metode kualitatif-deskriptif dengan pendekatan eksploratif. Subjek penelitian diambil secara purposif sebanyak empat orang peserta didik Kelas X Desain Komunikasi Visual 2 SMK Negeri 3 Kota Tasikmalaya berdasarkan proses penalaran matematik, chronotype, dan gender. Data dikumpulkan menggunakan angket tipe chronotype, personal attributes questionnaire, tes penalaran matematik, dan wawancara tidak terstruktur. Teknik analisis data meliputi tahap-tahap reduksi data, display data, serta interpretasi dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menyimpulkan: 1) Peserta didik laki-laki tipe morningness (MM) dapat melakukan sebagian tahap menilai situasi permasalahan, dapat memilih dan menerapkan strategi penyelesaian masalah, serta dapat menyusun simpulan, tetapi tidak mampu menyelesaikan masalah  dengan cara berbeda; 2) Peserta didik laki-laki tipe eveningness (EM) dapat melakukan tahap-tahap menilai situasi permasalahan dan memilih strategi penyelesaian masalah, dapat melakukan sebagian tahap-tahap menerapkan strategi penyelesaian masalah dan menyusun kesimpulan, tetapi tidak mampu menyelesaikan masalah dengan cara berbeda; 3) Peserta didik perempuan tipe morningness (MF) dapat melakukan semua tahap menilai situasi permasalahan, memilih strategi penyelesaian, menerapkan strategi penyelesaian masalah dengan dua cara berbeda, serta menyusun simpulan; dan 4) Peserta didik perempuan tipe eveningness (EF) tidak dapat melakukan penilaian situasi permasalahan, tetapi dapat memilih dan menerapkan strategi penyelesaian masalah, serta menyusun simpulan, akan tetapi tidak mampu menyelesaikan masalah dengan cara berbeda.
STUDI LITERATUR REVIU: DINAMIKA PENALARAN DAN ARGUMENTASI DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA Sukirwan Sukirwan; Dedi Muhtadi
Journal of Authentic Research on Mathematics Education (JARME) Vol 4, No 2 (2022)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Matematika, Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/jarme.v4i2.4344

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melakukan studi literatur berkenaan dengan dinamika dan berbagai upaya penelitian tentang bagaimana seseorang bernalar dengan sebenarnya. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa problematika penalaran berkaitan dengan kritik terhadap kekakuan dalam membangun argumentasi formal. Hal tersebut telah memberikan tantangan bagi para praktisi pembelajaran matematika untuk mengkaji tentang bagaimana penalaran dan argumentasi dibangun dalam suatu aktivitas pembuktian matematis dan menempatkan matematika sebagai aktivitas manusia. Penelitian ini menggunakan metode SLR (Systematic Literature Review). Pengumpulan data dilakukan dengan mendokumentasikan dan mereviu berbagai artikel yang berkaitan dengan penalaran dan argumentasi serta penalaran dan bukti matematis pada rentang waktu antara 2012-2022 termasuk artikel-artikel babon yang ditemukan pada kurun waktu sebelumnya. Sintesis artikel dilakukan pada 10 artikel jurnal internasional yang diperoleh dari database Mendeley, Sciencedirect, dan Google Schoolar menggunakan aplikasi Publish or Perish 8. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penalaran dan argumentasi dibangun dalam format dan konstruksi yang berbeda, antara lain: struktur argumentasi, taksonomi bukti, tipe argumentasi, kualitas penalaran, dan justifikasi argumentasi. 
ETNOMATEMATIKA: EKSPLORASI KONSEP GEOMETRI TRANSFORMASI PADA BANGUNAN IKONIK KOTA SOREANG Sidiq Aulia Rahman; Elsa Elsa; Lilis Fatimah; Rani Sumiati Hasanah; Usep Kosasih
Journal of Authentic Research on Mathematics Education (JARME) Vol 4, No 2 (2022)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Matematika, Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/jarme.v4i2.5221

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan konsep Geometri Transformasi pada bangunan ikonik Kota Soreang Ibukota Kabupaten Bandung. Penelitian yang dilakukan adalah jenis penelitian kualitatif dengan menggunakan model etnografi. Peneliti berperan sebagai pengumpul data melalui pengumpulan data studi literatur, observasi dan dokumentasi atau bisa dikatakan bahwa penelitian ini menggunakan instrumen penelitian human instrument. Analisis data melalui teknik reduksi data, penyajian data serta pemaparan hasil analisis data. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa beberapa bangunan di daerah Soreang seperti diantaranya Gapura Selamat datang di Kabupaten Bandung merupakan salah satu contoh bangunan yang mengandung unsur Geometri Transformasi seperti translasi, refleksi, dilatasi, dan juga rotasi. Selain itu Masjid Agung Al-Fathu Soreang juga merupakan mengandung unsur dari Geometri Transformasi seperti translasi, dilatasi, rotasi dan juga refleksi, atau bisa dikatakan bahwa kedua ikon tersebut isometri. Konsep-konsep Geometri Transformasi yang ada pada beberapa bangunan di daerah Soreang tersebut bisa dimanfaatkan untuk mempermudah untuk mempelajari dan memahami konsep Geometri Transformasi.
PENGARUH ICAP MODEL TERHADAP KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS Nuraini Sri Bina; Rahmi Ramadhani; Siti Fatimah Sihotang; Ramadhan Nasution
Journal of Authentic Research on Mathematics Education (JARME) Vol 4, No 2 (2022)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Matematika, Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/jarme.v4i2.4955

Abstract

The learning model is one aspect that can improve the cognitive abilities of students when applied properly by educators. One of the new learning models and based on previous research that is effectively applied in learning is the ICAP Model. The purpose of this study was to see whether there was a positive effect of the application of the ICAP learning model on students' mathematical communication skills. The paradigm used in this research is Postpositivism, with an experimental method. Data collection techniques through research instruments in the form of mathematical communication skills tests that have been tested beforehand to see the validity and reliability. The data analysis technique used regression test through the SPSS application. The results obtained through data processing using SPSS is that there is a positive effect of the application of the ICAP learning model on students' mathematical communication skills in the Statistics course.
EKSPLORASI ETNOMATEMATIKA PADA ARSITEKTUR KERATON KANOMAN CIREBON AREA SITI INGGIL Mega Nur Prabawati; Ipah Muzdalipah; Ovi Octafiyani
Journal of Authentic Research on Mathematics Education (JARME) Vol 4, No 2 (2022)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Matematika, Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/jarme.v4i2.5024

Abstract

Keraton Kanoman Cirebon merupakan salah satu cagar budaya yang masih dilestarikan hingga saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk membahas mengenai nilai filosofis yang terkandung pada arsitektur Keraton Kanoman Cirebon, dan konsep matematis yang terdapat pada arsitektur Keraton Kanoman Cirebon. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan eksploratif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu: observasi, wawancara, dokumen, dan catatan lapangan. Penelitian ini dilakukan terhadap beberapa sumber ahli yakni, abdi dalem Keraton Kanoman, tim Pustaka Wangsakerta, dan Humas Keraton Kanoman. Instrumen penelitian terdiri dari peneliti sebagai instrumen utama, pedoman observasi, pedoman wawancara, dan pedoman dokumen. Teknik analisis data menggunakan model analisis data menurut Spradley, yaitu: analisis domain, analisis taksonomi, analisis komponensial, dan analisis tema kultural. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Arsitektur Keraton Kanoman Cirebon Area Siti Inggil mengandung nilai filosofis yang mengandung sisi normatif, moral, dan estetika, (2) Konsep matematis pada Arsitektur Keraton Kanoman Area Siti Inggil diantaranya konsep golden ratio, konsep geometri yang meliputi garis, sudut, bangun datar, bangun ruang, dan geometri transformasi yang dapat dijadikan sebagai referensi sumber belajar pembelajaran matematika secara kontekstual. 
THE WAY SUNDANESE GIVE NAMES TO THEIR BABY: CULTURAL ANTHROPOLOGY VIEW IN ETHNOMATHEMATICAL STUDIES Eko Yulianto; Muhamad Zulfikar Mansyur; Iyus Jayusman; Zulpi Miftahudin
Journal of Authentic Research on Mathematics Education (JARME) Vol 4, No 2 (2022)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Matematika, Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/jarme.v4i2.3161

Abstract

The mystery of numbers that were considered to have a role in the mystical dimension has long been practiced since the time of Pythagoras, then known as numerology. Some people in Sundanese tradition believe that numerology brings a lucky influence on their lives and generations. This study aims to reveal how the Sundanese tradition of naming their newborn babies and conduct a phenomenological study on several respondents with unique experiences related to Sundanese numerology in their names. The phenomenon experienced by respondents is seen from the point of view of cultural anthropology. This research was designed using qualitative methods through two approaches, ethnomathematics and phenomenology. Respondents were selected using purposive sampling and snowball methods and obtained 25 respondents scattered around the districts of Ciamis, Banjar, Tasikmalaya, and Garut in West Java. All respondents are expert resources as cultural practitioners in their own culture who can explain the numerology system they used, known as Kasepuhan. The results of the study show that there are many different numerological methods for calculating "lucky names" in the Sundanese tradition that depend on the epistemology of the science of Kasepuhan in their own culture. Most of the calculations involve the concept of integer (modular) operations where each ‘reminder’ represents its own philosophical meaning. Although mathematically the methods of calculating “lucky names” can be learned by everyone, the practice of these calculations is in fact only carried out by people who are considered to have been established from the aspect of science. This article discusses why the mystical phenomenon behind the numerology of the Sundanese tradition cannot be calculated arbitrarily by anyone, people trust more in the numerology calculations performed by Kasepuhan.
META ANALISIS: KEEFEKTIFAN STEM TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA Muhamad Amin; Malik Ibrahim; Alkusaeri Alkusaeri
Journal of Authentic Research on Mathematics Education (JARME) Vol 4, No 2 (2022)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Matematika, Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/jarme.v4i2.4844

Abstract

Membimbing siswa untuk berpikir kreatif merupakan bagian penting dari proses Pendidikan untuk memenuhi keterampilan yang dibutuhkan di abad ke-21 dengan kurikulum 2013. Berpikir kreatif adalah cara berpikir seseorang untuk menciptakan ide-ide baru yang berbeda dari lainnya, kemampuan ini dapat dikembangkan dari berbagai macam pendekatan dan media yang dapat menumbuhkan kreatifitas siswa seperti pendekan STEM salah satunya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar keefektifan STEM terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa. Metode penelitian menggunakan meta analisis, yaitu mereview, mendata dan menganalisis terbitan  sebelumnya yang dikumpulkan dari database pengindeks seperti Google Scholar, Portal Garuda, PubMed. Dari database tersebut didapatkan 30 data dengan kategori lengkap yaitu data (jurnal, artikel, skripsi) hasil penelitian yang memuat nilai uji fisher (F), uji student (t), uji korelasi (r), dan jumlah peserta didik yang menjadi sampel penelitian (N), kemudian data yang di filter digunakan untk mendapatkan effect size (ES) dan standart error (SE), yang kemudian dianalisis menggunakan bantuan software JASP. Hasilnya secara keseluruhan dari 30 data sampel didapatka nilai rata-rata ES dan SE berturut-turut 0.579762 dan 0.14298, yang menunjukkan pendekatan STEM berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa dengan RE-Model 57% yang berarti kategori sedang. Dan dari output berdasarkan jenjang, STEM paling berpengaruh di jenjang SMA/MA dengan sampel sebanyak 11 data menghasilkan output RE-Model 65% yang berarti kategori sedang. Dan juga Dapat disimpulkan bahwa pendekatan STEM paling efektif pada bidang focus Sains sebanyak 20 data yang terbagi menjadi beberapa cabang seperti fisika, geografi menunjukkan RE-Model 59% yang berarti kategori sedang.

Page 1 of 1 | Total Record : 10