Al-MUNZIR
Journal Al- Munzir (p-ISSN: 1979-4894; e-ISSN: 2620-326X) is a journal that publishes scientific papers, articles in the form of thought study and research results. Al-Munzir received articles from academics, researchers, journalists and national and international students in the fields of communication science, Islamic broadcasting communications, da'wah science, Journalism, Public Relations, and Islamic Counseling Counseling. Articles published in the journal Al-Munzir include the results of scientific research, scientific article reviews, and responses or criticisms of previous studies that already exist. Al Munzir's journal is published twice a year by Ushuluddin Adab Faculty and IAIN Kendari Da'wah.
Articles
246 Documents
HUBUNGAN PEMAKNAAN TERHADAP PERISTIWA KONFLIK ANTAR AGAMA DENGAN TOLERANSI BERAGAMA
ROS MAYASARI
Al-MUNZIR No 2 (2016): VOL.9. NO. 2 NOVEMBER 2016
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (367.78 KB)
|
DOI: 10.31332/am.v9i2.790
Mengalami konflik agama mempengaruhi sikap seseorang terhadap toleransi antar agama. Artikel ini menjelaskan bahwa pengalaman individu yang menyaksikan konflik agama di usia dini, berdampak terhadap perkembangan individu dan sikapnya terhadap toleransi dan perdamaian. Peneitian ini adalah penelitian kualitatif dengan studi kasus. Temuan penelitian menunjukkan bahwa subyek penelitian tidak dapat melupakan kejadian saat konflik dan mengalami perasaaan trauma, tetapi subyek memiliki sikap positif terhadap toleransi antar umat beragama. Bahkan, sikap toleransi yang dimilikinya terkategori sebagai toleransi yang aktif. Peristiwa konflik antar umat beragama yang dialami oleh anak usia dini, dapat berkembang menjadi sikap positif terhadap agama lain disebabkan pemaknaan peristiwa konflik yang diberikan oleh orang tua, menjauhkan mereka dari lokasi konflik dan penanaman nilai-nilai toleransi dengan landasan agama. Implikasi untuk pendidikan perdamaian bagi mereka yang menyaksikan konflik dimulai dari merekonstruksikan makna konflik dan menguatkan keyakinan tentang nilai-nilai perdamaian dan toleransi beragama. Kata Kunci: Peristiwa, Konflik, Toleransi Beragama, Perdamaian
DAKWAH DAN PROBLEMATIKANYA DALAM MASYARAKAT MODERN
Aminudin Aminudin
Al-MUNZIR No 1 (2015): VOL 8 NO.1 MEI 2015
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31332/am.v8i1.761
Dakwah amar ma'ruf nahi munkar secara praktis telah berlangsung sejak adanya interaksi antara Allah dengan hamba-Nya (periode Nabi Adam As), dan akan berakhir bersamaan dengan berakhimya kehidupan di dunia ini. Pada awalnya Allah mengajar Nabi Adam As nama-nama benda, Allah melarang Nabi Adam mendekati pohon dan Allah memerintahkan para malaikat sujud kepada Nabi Adam, semua Malaikat pada sujud kecuali Iblis. Manusia diciptakan oleh Allah sebagai khalifah di bumi. Adapun salah satu rujukan pembahasan ini adalah QS. Ali Imran ayat 110 dan QS. al-Nahl ayat 125.Berdakwah, beramar makruf dan bernahi munkar adalah salah satu fungsi strategis kekhalifahan manusia. Fungsi tersebut berjalan terus-menerus seiring dengan kompleksitas problematka kehidupan manusia dari zaman ke zaman. Dakwah tidak berada dalam sket masyarakat yang statis, tetapi berada dalam sket masyarakat yang dinamis dan tantangan dakwah yang semakin luas dan komplek. Oleh karena itu, peningkatan kualitas kompetensi muballigh harus secara terus menerus dilakukan secara efektif. Di samping itu, perlu adanya sebuah metode yang efektif untuk menjawab tantangan dakwah yang semakin hari semakin komplit, khususnya dalam masyarakat modern. Kata Kunci: Dakwah, problematika dan masyarakat modern
URGENSI PUBLIC RELATIONS BAGI PENGEMBANGAN LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM
Akhmad Sukardi
Al-MUNZIR No 1 (2014): Vol. 7 No. 1 Mei 2014
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (40.222 KB)
|
DOI: 10.31332/am.v7i1.266
Abstrak: Eksistensi lembaga pendidikan sampai saat inimasih berkesan oleh sebagian masyarakat sebagailembaga kelas dua dan marginal. Permasalahannyaadalah karena lembaga-lembaga pendidikan belummengakomodasi kepentingan-kepentingan masyarakatterkait dengan persiapan hidup masa depan putraputrinya.Masyarakat mempunyai pengaruh yang sangatkuat terhadap lembaga pendidikan. Tujuan pokok publicrelation terhadap lembaga pendidikan, adalah untukmemungkinkan masyarakat atau orang tua dan wargawilayah berpartisipasi aktif dan penuh arti sertamemberikan penerangan kepada masyarakat terhadappengembangan lembaga pendidikan, agar memperbesardorongan untuk mawas diri, memudahkan memperbaikipengelolaan lembaga pendidikan, mengurangimiskonsepsi masyarakat tentang lembaga pendidikanIslam, mendapatkan kritik dan saran dari masyarakat,memudahkan meminta bantuan dan dukungan darimasyarakat, memudahkan menggunakan mediapendidikan di masyarakat.Kata Kunci: public relations, lembaga pendidikanIslam.
Analisis Isi Objektivitas Berita Operasi Tangkap Tangan Walikota Kendari dan Asrun di Harian Kendari Pos, Rakyat Sultra dan Berita Kota Kendari
Suwardi Thahir
Al-MUNZIR No 1 (2018): Vol. 11 No.1 Mei 2018
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (236.905 KB)
|
DOI: 10.31332/am.v11i1.919
Pemilihan kepala daerah (Pilkada) secara langsung membawa kebaruan dalam berdemokrasi. Namun dalam pelaksanaan sistem yang menganut one man one vote one values ini memerlukan biaya besar dengan konsekuensi kalah dan menang tak terprediksi. Pilkada yang sejatinya menjadi ajang pesta demokrasi bagi konstestan yang akan bertarung, berubah menjadi arena penangkapan sejumlah calon peserta Pilkada karena terlibat suap biaya pemenangan. Walikota Kendari, Adriatma Dwi Putra dan Asrun, ayahnya terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 27 Februari 2018, kemudian tersangka karena suap proyek. OTT ADP dan Asrun menjadi liputan utama suratkabar Kendari pos, Rakyat Sultra dan Berita Kota Kendari (BKK) yang selama ini memiliki kedekatan dengan tersangka, sehingga bisa memengaruhi isi berita. Penelitian ini bertujuan melihat Objektivitas Berita Operasi Tangkap Tangan Walikota Kendari Adriatma Dwi Putra dan Asrun. Penelitian ini menggunakan berita halaman satu ketiga media, edisi tanggal 1, 2, dan 3 Maret 2018 sebagai sumber data utama untuk mengetahui objektivitas berdasarkan rumusan Westertahl. Hasil penelitian menunjukkan ketiga media menyajikan berita tanpa melebih-lebihkan fakta, sementara Kendari Pos cenderung memberi penilaian dengan relevansi yang rendah dengan khalayak. Penyajian fakta-fakta berita Rakyat Sultra masih kurang dan penelitian menemukan fakta bahwa nilai objektivitas Berita Kota Kendari di atas kedua media.Kata kunci: Pilkada, Walikota Kendari, Kendari Pos, Rakyat Sultra, Berita Kota Kendari
MANAJEMEN DAKWAH NABI SAW DI MADINAH
HASAN BASRI
Al-MUNZIR No 2 (2015): VOL 8 NO.2 NOVEMBER 2015
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (357.041 KB)
|
DOI: 10.31332/am.v8i2.743
Keberhasilan dakwah amat ditentukan oleh kepemimpinan (qiyadah) dakwah. Rasulullah saw. sebagai pemimpin dan manajer dakwah telah meletakkan visi dakwah sesuai ketentuan wahyu yakni menyeru kepada Islam dan membangun kehidupan Islam. Rasul saw. telah sukses mengantarkan Islam menjadi sebuah peradaban yang memimpin dunia dan bertahan belasan abad, menguasai dan menebarkan kebaikan kepada kaum muslimin dan non muslim. Awal peradaban Islam bermula setelah berdirinya kekuasaan Islam di Madinah. Strategi dakwah yang sangat menonjol di Madinah adalah dari segi respon terhadap objek dakwah, dimana aktivitas dakwah dilakukan melalui penerapan Islam secara praktis dalam negeri dan luar negeri.Dalam negeri, Islam dijadikan sebagai satu-satunya sstem hidup yang mengatur seluruh warga Negara. Selain perkara aqidah, ibadah, makanan (math’umat), pakaian (malbusat) dan pernikahan (munakahat) yang dilaksanakan menurut agama masing-masing, aturan-aturan yang berlaku adalah syariat Islam yang meliputi system sosial dan budaya, ekonomi, politik, pendidikan, kesehatan, keamanan dan militer, serta sanksi (uqubat). Begitu juga terkait dengan hubungan luar negeri, politik dakwah dan jihad menjadi inti hubungan dengan Negara lain. Kata Kunci: strategi dakwah, hijrah.
Analisis Penggunaan Hadis dalam Khutbah Jumat di Kota Kendari
Akbar Akbar
Al-MUNZIR No 1 (2019): Vol. 12 No.1 Mei 2019
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (32.477 KB)
|
DOI: 10.31332/am.v12i1.1283
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penggunaan hadis dalam khutbah Jumat baik dari segi intensitasnya, metode penyampaian, maupun kualitas rujukan dan kualitas hadis yang disampaikan oleh para khatib di masjid-masjid Kota Kendari. Penelitian sejenis sudah dilakukan di beberapa wilayah di Indonesia, namun kota Kendari belum tersentuh penelitian yang urgen ini dalam rangka mengidentifikasi kualitas dakwah dan keberagamaan yang salah satu bagian utamanya adalah perhatian yang serius terhadap hadis Nabi saw. sebagai rujukan utama dalam beragama Islam bersama dengan al-Qur’an dengan karakteristik yang banyak perbedaan dengan al-Qur’an. Penelitian dilakukan dengan melakukan recording atas proses khutbah yang berlangsung di masjid-masjid kemudian diolah dan dianalisis dengan pendekatan kaidah kesahihan hadis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan hadis dalam khutbah di Kota Kendari terbilang tinggi, meski tidak merata. Ditemukan sejumlah kekeliruan dalam penyampaian baik dari segi bacaan, teks hadis yang keliru, bahkan salah mengklaim hadis sebagai ayat, termasuk men-sahih-kan hadis palsu. Di sisi lain, hadis-hadis yang disampaikan oleh khatib mayoritas adalah hadis-hadis yang dapat dijadikan hujjah berupa hadis sahih dan hasan dan bersumber dari kitab-kitab standar, kuantitasnya sangat tinggi dibanding hadis da’if dan maudhu’ yang sangat rendah.
NILAI-NILAI PEMBANGUN KARAKTER (STUDI DI SDIT AL-QALAM KENDARI TAHUN 2013)
Nurdin Karim
Al-MUNZIR No 2 (2013): Vol. 6 No. 2 November 2013
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (200.208 KB)
|
DOI: 10.31332/am.v6i2.257
Abstrak: Pendidikan karakter dewasa ini merupakansalah satu tema manarik, terutama dalam duniapendidikan. Berbagai macam permasalahan yangtimbul dalam masyarakat terutama yang berkaitandengan sikap, mental dan perilaku manusia tidakterlepas dari persoalan karakter. Menyoal tentangkarakter tentu saja objek utamanya adalah manusia.Manusia adalah sebagai subjek sekaligus menjadiobjek. Ketika manusia menjadi subjek makamanusialah yang menjadi pembentuk karakter.Karakter manusia secara garis besar dapat dibentukoleh pendidikan dan lingkungan. Pendidikan danlingkungan sangat berperan besar terhadappembentukan karakter, baik pendidikan formalmaupun non formal. Sekolah merupakan lembagapendidikan yang diharapkan dapat membentukkarakter peserta didik melalui pembelajaran agamamaupun pendidikan moral. Demikian juga denganpendidikan non formal dan lingkungan.Peran orang tuadi rumah merupakan pendidikan pertama dan utamayang diperoleh anak sejak dia lahir. Oleh karena itutulisan ini akan menjelaskan nilai-nilai pembangunkarakter yang dibangun oleh sekolah dan lingkunganpeserta didik.Kata Kunci: agama, lingkungan, karakter
DAKWAH DAN PENGUATAN KELUARGA
AMINUDIN AMINUDIN
Al-MUNZIR No 2 (2017): VOL 10 NO.2 NOVEMBER 2017
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (651.367 KB)
|
DOI: 10.31332/am.v10i2.805
Tulisan ini bertujuan untuk menyajikan informasi tentang “Dakwah dan Penguatan Keluarga” Dakwah adalah kegiatan mentranformasikan ajaran Islam ke dalam kehidupan individu, keluarga dan masyarakat, dalam arti membawa pola pikir, pola sikap dan pola perilaku yang berimitasi, tersugesti, teridentifikasi dan bersimpati kepada hal-hal yang lebih Islami. Dari aspek-aspek tersebut akan terbangun kredibilitas dan daya tarik yang empatik dan simpatik. Dakwah bertujuan untuk mewujudkan kebahagiaan dan kesejahteraan hidup di dunia dan di akhirat yang di ridhoi Allah SWT. Setiap keluarga selalu memimpikan keluarga yang sakinah, mawaddah wa rahmah. Untuk mewujudkan impian tersebut tidak serta merta akan terbangun begitu saja tanpa melakukan berbagai upaya. Upaya yang dimaksud diantaranya adalah melakukan pembinaan atau penguatan dalam sebuah keluarga khususnya dalam hal pembinaan agama yang baik. Jika dalam sebuah keluarga tidak ditanamkan pembinaan agama kepada keluarganya sejak dini dengan baik dan maksimal, maka kemungkinan-kemungkinan untuk terjebak melakukan perbuatan yang tidak sesuai dengan nilai-nilai ajaran Islam akan terbuka lebar. Oleh karena itu, menjadi tanggung jawab kepala keluarga untuk senantiasa memperhatikan pembinaanan dalam keluarganya agar kelak mendapatkan keselamatan dan kebahagian duni akhirat. Hal ini pula yang menjadi khas atau ciri orang yang beriman yakni bertanggung jawab terhadap keselamatan keluarga. Salah satu firman Allah yang relevan dengan pembahasan ini terdapat dalam Q.S At-Tahrim/66:6 Kata kunci: Dakwah dan Keluarga
TEKNOLOGI KOMUNIKASI MASSA KONTEMPORER DALAM PERSPEKTIF DAKWAH
Zulkifli Musthan
Al-MUNZIR No 1 (2013): Vol. 6 No.1 Mei 2013
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (103.213 KB)
|
DOI: 10.31332/am.v6i1.238
Abstrak: Di zaman globalisasi teknologi komunikasi massa dan perkembangan informasi saat ini, dakwah harus mengikuti arus globalisasi tersebut, sehingga para da’i dapat berperan serta dalam memanfaatkan alat-alat terknologi komunikasi dan informasi, baik cetak maupun elektronik.Langkah optimalisasi peran dakwah Islam melalui media teknologi komunikasi massa oleh para da’i atau muballig adalah adanya penguatan materi dakwah Islam dengan memasukkan materi social kemasyarakatan seperti pendidikan anti korupsi, penanggulangan kemiskinan dan penindasan, kemudian melakukan perubahan pada aspek metodologi dakwah, terutama dari bentuk model monolog ke bentuk dialog dengan menggunakan media teknologi komunikasi massa baik cetak maupun elektronik, sehingga dakwah tidak selamanya dilakukan satu arah melalui ceramah, tablig akbar, khutbah jum’at, melainkan juga harus dikembangkan dengan model dialog, jama’ah diajak mengeluarkan berbagai permasalahan sekaligus ide-ide perubahannya, menjalin kemitraan dengan institusi lain dalam pembinaan umat, memperkuat keberpihakan kepada kaum tertindas, dan memberikan advokasi kepada masyarakat terhadap berbagai kasus yang menimpanya.Kata Kunci: Teknologi komunikasi massa, dan dakwah Islam.
AKHLAK KEPADA AL-QUR’AN
AMRI AMRI
Al-MUNZIR No 1 (2017): VOL 10 NO.1 MEI 2017
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (581.05 KB)
|
DOI: 10.31332/am.v10i1.795
Al-Qur’an mengisyaratkan bahwa manusia sejak lahir membawa dua potensi yaitu: potensi kefasikan dan potensi ketaqwaan. Kedua potensi ini memiliki keseimbangan, tidak berat sebelah. Perkembangan kedua potensi tersebut tergantung kepada manusia itu sendiri. Jika menusia itu mengembangkan potensi ketaqwaannya, maka dia menjadi orang yang bertaqwa dan berakhlak terpuji. Dan jika manusia itu mengembangkan potensi kafasikannya, maka dia menjadi orang yang fasik dan berakhlak tercela. Jadi, akhlak itu terbagi dua macam yaitu: akhlak yang terpuji dan akhlak yang tercela. al-Qur’an merupakan firman Allah yang berisi tiga ajaran pokok yaitu: aqidah, ibadah dan akhlak. Terdapat beberapa ayat al-Qur’an yang mengisyaratkan bahwa manusia harus berakhlak kepada al-Qur’an dan terdapat pula beberapa Hadis yang mengisyaratkan hal itu. Di samping itu, terdapat juga riwayat yang menjelaskan bahwa sahabat Rasulullah saw berdoa setelah menamatkan bacaan al-Qur’an.Kata-kata kunci : Akhlaq, al-Qur’an, Fasiq, Taqwa