cover
Contact Name
Rachmawati Hasid
Contact Email
rhasid64@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
bulpenagr@uho.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Berkala Penelitian Agronomi
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : 20899858     EISSN : 25023314     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Berkala penelitian agronomi adalah media penyebaran hasil-hasil penelitian ilmiah interdisipliner agronomi pertanian, yang dilakukan oleh mahasiswa, dosen dan peneliti serta pemerhati Agronomi dengan misi meningkatkan pengetahuan dan keterampilan profesional.
Arjuna Subject : -
Articles 74 Documents
Potensi Hasil dan Keragaman Fenotipik Aren (Arenga pinnata (Wurmb) Merr.) Sulawesi Tenggara Fatsan, Ahmad; Sudarsono, Sudarsono; Dinarti, Diny; Maskromo, Ismail
Berkala Penelitian Agronomi Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/bpa.v8i2.14544

Abstract

Aren adalah salah satu jenis palma yang penyebarannya sangat luas di Indonesia, termasuk di provinsi SulawesiTenggara. Pohon aren memiliki banyak manfaat mulai dari akar sampai daun. Bunga aren berbentuk mayang denganuntaian yang berlapis-lapis. Pengamatan fenotipik dan potensi nira aren dilakukan di tiga Kabupaten yaitu Muna, KolakaTimur dan Bombana.Pengamatan potensi aren Sulawesi Tenggara dilakukan dengan cara mengambil sampel 5 pohonaren di Kabupaten Muna, Kolaka Timur dan Bombana. Parameter karakter fenotipik meliputi lingkar batang dankomponen buah serta potensi poduksi. Hasil uji t-test pengamatan fenotipik aren Sulawesi Tenggara menunjukkanperbedaan yang signifikan pada karakter-karakter fase generatif, terutama aren Muna. Aren Bombana memiliki %brix20.6% lebih baik bila dibandingkan dengan aren Muna dan Kolaka Timur. Produksi rata-rata nira Muna lebih tinggidibandingkan kabupaten lainnya dengan rata-rata produksi23.64 l/mayang/hari sedangkan produksi rata-rata arenSulawesi Tenggara 20.65-23.64 l/mayang/hari.Kata kunci : Aren, Brix, Fenotipik, Generatif,Mayang, Nira
Suhu Tanah dan Salinitas pada Lahan Cabai Rawit yang Diamandemen Biochar Nasir, La Ode
Berkala Penelitian Agronomi Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/bpa.v8i1.13078

Abstract

Suhu dan salinitas tanah sebagai salah satu faktor lingkungan mikro tanah yang berperan penting dalam mengendalikan proses-proses biologis dalam ekosistem tanah tropika. Biochar dapat mengubah lingkungan mikro tanah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji pengaruh biochar yang sebagai bahan pembenah tanah terhadap suhu tanah dan salinitas tanah. Perlakuan percobaan terdiri atas tanpa biochar (B0) dan dengan diamandemen 3 kg biochar (B1). Tiap perlakuan diulangi sebanyak lima kali, mengikuti prosedur rancangan acak kelompok, sehingga terdapat 10 unit/petak perlakuan. Suhu dan salinitas tanah diukur sebanyak empat kali dalam sehari, yakni pada pukul 10.00, 13.00, 17.00, dan 24.00 menggunakan Hanna Soil Test. Penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh suhu dan salinitas tanah yang diberi biochar dengan dosis 5 ton/ha dibandingkan tanpa biochar, namun perbedaannya tidak signifikan secara statistik. Kesimpulan, biochar sebagai agen pembenah tanah dengan dosis 5 ton/ha memiliki pengaruh terhadap suhu dan salinitas tanah dibanding tanah yang tidak diberi biochar, namun tidak signifikan. Penelitian lanjutan diperlukan untuk mengetahui bahan baku, metode pembuatan dan dosis yang tepat untuk memberikan perbaikan tanah secara signifikan.
Pengaruh Pupuk Organik Hayati dan Kultivar terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Padi Gogo (Oryza sativa L.) Lokal Buton Utara Arman, Arman; Safuan, La Ode; Hadini, Hamirul
Berkala Penelitian Agronomi Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/bpa.v8i2.14941

Abstract

Tanaman dapat tumbuh dan berproduksi tinggi sesuai potensi genetiknya jika kondisi lingkungan tumbuhnya sesuai. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh interaksi pupuk organik hayati dan kultivar terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman padi gogo lokal. Rancangan penelitian yang digunakan yaitu rancangan acak kelompok dalam pola rancangan petak terbagi. Petak utama yaitu pupuk organik hayati terdiri dari tanpa pupuk organik hayati (P0), pupuk organik hayati dosis 5 t.ha-1 (P1), 10 t.ha-1 (P2), 15 t.ha-1 (P3), d a n 20 t.ha-1 (P4). Anak petak yaitu kultivar terdiri dari Kultivar Wakawondu (K1), Wangkariri (K2), dan Wakombe (K3). Variabel yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan, jumlah anakan produktif, jumlah gabah per malai, bobot 1000 butir dan produktivitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan dosis pupuk organik hayati dan kultivar yang berbeda menghasilkan pertumbuhan dan produksi tanaman padi gogo lokal Buton Utara yang berbeda. Kultivar Wakawondu menunjukkan pertumbuhan dan produksi tanaman terbaik dibandingkan dengan Kultivar Wangkariri dan Wakombe dan pupuk organik hayati dosis 15 t.ha-1 dan 20 ton ha-1 memberikan pengaruh yang lebih baik terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman padi gogo lokal Buton Utara dibandingkan dengan perlakuan lainnya. Kata Kunci: Kultivar wakawondu, padi gogo lokal, pupuk organik hayati
Karakteristik Inceptisol pada Toposekuen Perkebunan Cengkeh (Syzygium aromaticum L.) di Kecamatan Kulisusu Utara Kabupaten Buton Utara Rusdaling, Rusdaling; Hemon, M.Tufaila; Namriah, Namriah; Syaf, Hasbullah; Darwis, Darwis; Zulfikar, Zulfikar
Berkala Penelitian Agronomi Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/bpa.v9i1.19260

Abstract

Inceptisol adalah jenis tanah yang tergolong kedalam tanah muda dengan karakteristik profil yang mulai berkembang. Tanah ini mengalami pelapukan sedang dan tercuci karena pengaruh musim basah dan kering sehingga mempengaruhi karakteristik morfologi tanah yang dihasilkan. Penelitian ini bertujuan: (1) untuk mengetahui karakteristik morfologi tanah pada perkebunan cengkeh berdasarkan toposekuen di Kecamatan Kulisusu Utara Kabupaten Buton Utara, (2) untuk mengetahui horizon-horizon apa saja yang terdapat pada profil tanah pada perkebunan cengkeh di Kecamatan Kulisusu Utara Kabupaten Buton Utara. Penelitian ini dilaksanakan dengan metode survei berdasarkan toposekuen, analisis laboratorium, dan ditunjang dengan data-data sekunder. Tiga profil yang mewakili toposekuen lokasi penelitian dipilih berdasarkan ketinggian tempat yang berbeda, , profil (PI) sebagai lereng bawah dengan ketinggian 5 m dpl, profil (PII) sebagai lereng tengah dengan ketinggian 15 m dpl dan profil (PIII) sebagai lereng atas dengan ketinggian 46 m dpl. Masing-masing profil dideskripsi karakteristik eksternal dan internal serta diambil sampel tanah untuk dilakukan analisis di laboratorium. Berdasarkan hasil penelitian mempengaruhi sifat-sifat tanah yang terbentuk. Pada lereng bawahmemiliki epipedon umbrik, endopedon kambik, sehingga tergolong ordo inceptisol, subordo aquept, grup humaquept, sub grub typic humaquept dan family typic humaquept, berdebu kasar, campuran, hipertermik, lereng tengah memiliki epipedon umbrik, endopedon kambik, sehingga tergolong ordo inceptisol, subordo aquept, grup humaquept, sub grub typic humaquept dan family typic humaquept, berdebu kasar, campuran, isohipertermikdan lereng atas memiliki epipedon umbrik, endopedon kambik, sehingga tergolong ordo inceptisol, subordo aquept, grup humaquept, sub grub typic humaquept dan family typic humaquept, berdebu kasar, campuran, hipertermik dengan masing-masing profil berada pada tingkat perkembangan tanah yang seragam yaitu pada tahap belum berkembang lanjut karena belum terdapat horizon diagnostik. Kata Kunci : Karakteristik, Kulisusu Utara, Tanah Inceptisol, Tanaman Cengkeh. ABSTRACT
Pengaruh Kombinasi Pupuk Organik dan Anorganik Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Padi Gogo Lokal Wakawondu (Oryza sativa L.) yang Diberi Rizobakteri pada Sistem Budidaya Berbeda Uge, Ilan; Afa, La Ode; Nurmas, Andi
Berkala Penelitian Agronomi Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/bpa.v9i2.21297

Abstract

Padi gogo lokal Wakawondu merupakan padi asal Buton Utara yang berpotensi dikembangkan secara luas karena memiliki aroma khas “harum”, jumlah anakan yang banyak dan antioksidan tinggi. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh pupuk organik dan anorganik terhadap pertumbuhan dan hasil padi gogo Wakawondu yang diberi rizobakteri pada sistem budidaya berbeda. Penelitian ini dilaksanakan di lahan percobaan penelitian Kelurahan Kambu Kecamatan Kambu Kota Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara dan berlangsung mulai bulan Juni sampai Januari 2021. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) disusun dalam Split Plot yang terdiri dari Petak Utama: Sistem Budidaya (S) terbagi 2 taraf: Gogo (S1) dan Gogo Rancah (S2); Anak Petak: Pupuk (P) terbagi 4 taraf : Tanpa pupuk (P0); 100% pupuk organik Bokashi kirinyuh: 10 t.ha-1 (P1); 100 % pupuk anorganik: Urea 200 kg.ha-1 , SP- 36 100 kg.ha-1 dan KCl 100 kg.ha-1 (P2); dan kombinasi 50 % pupuk organik dan 50% pupuk anorganik: Bokashi kirinyuh 5 t.ha-1 dan Urea 100 kg.ha-1 , SP-36 50 kg.ha-1 dan KCl 50 kg.ha-1 (P3) sehingga diperoleh 8 kombinasi perlakuan, setiap unit percobaan diulang 3 kali sebagai kelompok sehingga terdapat 24 petak percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi sistem gogo rancah dan pemberian 100% pupuk anorganik dapat meningkatkan tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan produktif dan panjang malai. Budidaya padi gogo lokal Wakawondu secara gogo rancah menggunakan pupuk anorganik menunjukkan hasil yang baik dibandingkan sistem budidaya gogo.
Virulensi Isolat Phytophthora Palmivora Dalam Menimbulkan Penyakit Busuk Akar Pada Pembibitan Kakao Rahmahwati, Rizka; Khaeruni, Andi; Bande, La Ode Santiaji
Berkala Penelitian Agronomi Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/bpa.v9i2.19063

Abstract

Phytophthora  palmivora adalah salah satu patogen tular tanah yang dapat menyebabkan penyakit busuk akar, busuk buah, busuk tajuk dan hawar daun pada tanaman kakao. Penanganan patogen ini di lapangan relatif sulit karena adanya dugaan patogen ini mengalami perubahan virulensi dari waktu ke waktu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat virulensi isolat P. palmivora  dari  dua sentra produksi kakao di Sulawesi Tenggara. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan perlakuan dua isolat P. palmivora  yaitu isolat PPKT-Koltim dan isolat PPKS-Konsel ditambah kontrol. Inokulum diperbanyak pada buah kakao sehat lalu dicampurkan pada media tanam Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian inokulum P. palmivora pada media tanam berpengaruh nyata terhadap daya tumbuh dan perkembangan penyakit busuk akar pada tanaman kakao di persemaian. Isolat PPKT-Koltim memiliki tingkat virulensi yang lebih tinggi dari isolat PPKS-Konsel dengan masa inkubasi, kejadian penyakit, dan nilai AUDPC masing-masing 20.06 HIS, 92%, dan 609%/minggu.
Pengaruh Air Kelapa (Cocos nucivera) dan Bokashi Kirinyuh (Chromolaena odorata) terhadap Pertumbuhan Tanaman Sawi (Brassica juncea L.) Sumardin, Sumardin; Arif, Norma; Bahrun, Andi
Berkala Penelitian Agronomi Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/bpa.v9i2.15944

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penyiraman air kelapa muda (Cocos nucivera)dan bokasi krinyuh (Chromolaenaodorata)terhadap pertumbuhan tanaman sawi(Brassica juncea L.).Penelitian ini disusun berdasarkan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dalam pola faktorial yang terdiri dari 2 faktor.Faktor pertama adalah air kelapa muda yang terdiri atas 4 taraf: tanpa air kelapa (A0), air kelapa muda  100 ml polibag-1(A1),  150 ml polibag-1 (A2), 200 ml polibag-1 (A3). Faktor kedua adalah bokasi krinyuh yang terdiri atas 4 taraf yaitu tanpa bokasi  krinyuh (K0), bokasi krinyuh 75 gram polibag-1 (K1), bokasi krinyuh 100 gram polibag-1 (K2), bokasi krinyuh 125 gram polibag-1 (K3).Hasil penelitian menunjukan bahwa interaksi antara air kelapa muda dan bokasi krinyuh tidak berpengaruh terhadap semua variabel yang diamati: mulai dari tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, berat segar tanaman, berat segar akar, berat kering tanaman, berat kering akar. Perlakuan air kelapa muda secara mandiri berpengaruh sangat nyata terhadap variabel yang diamati yakni tinggi tanaman pada 16 HST dan berpengaruh nyata pada 28 HST, jumlah daun 16 HST dan luas daun 16 HST.Pemberian bokasi krinyuh memberikan pengaruh sangat nyata  terhadap semua variabel pertumbuhan tanaman sawi yakni tinggi tanaman 10, 16, 22, 28 HST,  jumlah daun 10, 16, 22, 28 HST, luas daun 10, 16, 22, 28 HST, berat segar tanaman, berat segar akar, berat kering tanaman,dan berat kering akar.Kata Kunci: Air kelapa muda, bokasi, krinyuh dan tanaman sawi.
Uji Daya Hambat Fungisida Nabati terhadap Colletotrichum sp. dan Sclerotium sp. Secara In-Vitro Afrianti, Neli; Taufik, Muhammad; Gusnawaty HS, Gusnawaty HS; Khaeruni, Andi; Asniah, Asniah
Berkala Penelitian Agronomi Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/bpa.v9i2.21300

Abstract

Buah tomat memiliki kandungan vitamin C, ß-carotene, lycopene yang penting bagi kesehatan. Selain itu nilai ekonomi tomat juga cukup tinggi sehingga menarik banyak petani untuk membudidayakannya. Saat ini petani tomat menghadapi kendala yaitu serangan penyakit bercak daun yang dapat disebabkan oleh beberapa patogen seperti Alternaria sp., Colletotrichum sp., Sclerotium sp., dan Pestaliopsis sp.Kompleks patogen tersebut menyulitkan petani tomat untuk mengendalikannya. Alternatif yang ditawarkan adalah penggunaan pestisida nabati berbahan minyak cengkeh dan ekstrak kulit jambu mete-phymar. Tujuan penelitian adalah mengevaluasi kemampuan fungisida nabati untuk mengendalikan patogen penyebab bercak daun tomat. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tujuh perlakuan yaitu kontrol (N0), pestisida sintetik 2 mL (N1) phymar 10 mL (N2), phymar 20 mL (N3), phymar 30 mL (N4), minyak cengkeh 2,5 mL (N5), minyak cengkeh 5 mL (N6) dan minyak cengkeh 7 mL (N7), setiap perlakuan diulang empat kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan fungisida nabati phymar dan minyak cengkeh mampu menghambat pertumbuhan cendawan patogen Colletotrichum sp dan Sclerotium sp. Fungisida nabati minyak cengkeh dengan konsentrasi 2,5 ml/L media agar sudah efektif menghambat perkembangan Colletotrichum sp dan Sclerotium sp. secara in-vitro dengan daya hambat masing-masing sebesar 100%.Kata kunci : bercak daun, Colletotrichum., fungisida, Sclerotiu
PEMANFAATAN ASAP CAIR DARI LIMBAH PADAT KELAPA SAWIT PERKEBUNAN KELAPA SAWIT DI LAHAN BASAH SEBAGAI INSEKTISIDA ALAMI Soedijo, Samharinto; Pramudi, Muhammad Indar; Rosa, Helda Orbani; Maulana, Ikhsan; Rima, Priska Deyana; putra, Gusti Muhammad Ahsin Anggarda
Berkala Penelitian Agronomi Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/bpa.v9i2.20446

Abstract

Telah dilakukan penelitian penggunaan asap cair dari limbah padat kelapa sawit berupa tandan kosong serabut dan cangkang. Tujuan penelitian adalah untuk mempelajari pengaruh asap cair terhadap larva Spodoptera litura di laboratrium dan kemampuan asap cair untuk mengendalikan hama daun tanaman sawi, kedelai, dan hama polong kedelai. Penelitian dilakukan di laboratorium dan di lapangan, di laboratorium dengan menggunakan serangga uji S. litura yang diberi pakan yang dicelupkan (sandwich daun) ke dalam asap cair dan dengan menyemperotkan asap cair langsung ke larva S. litura, sedangkan penelitian lapangan dilakukan   dengan penyemprotan asap cair pada dua jenis tanaman sayuran, yaitu sawi dan kedelai .  Hasil penelitian di laboratorium menunjukkan bahwa  perlakuan asap cair metode semprot lebih mampu mematikan larva S. litura dibandingkan dengan metode sandwich daun, sedangkan  metode sandwich daun lebih mampu menghambat pembentukan imago. Penelitian lapangan secara statistik antara perlakuan asap cair tidak menunjukkan perbedaan nyata  terhadap intensitas kerusakan daun baik pada tanaman sawi maupun  kedelai, perbedaan nyata hanya pada berat segar tanaman sawi.
Efektivitas Biomatriconditioning Benih Pratanam yang diintegrasikan dengan Aplikasi Pestisida Nabati terhadap Pertumbuhan dan Hasil Bawang Merah True Seed Anaway F, Anaway F; Bande, La Ode Santiaji; Sutariati, Gusti Ayu Kade
Berkala Penelitian Agronomi Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/bpa.v9i2.21303

Abstract

Penggunaan true seed untuk produksi umbi bibit ataupun umbi konsumsi belum banyak dilakukan oleh petani bawang merah di Indonesia. Penyebabnya antara lain ketersediaan true seed masih terbatas dan belum ditemukannya teknologi pembibitan dan pembudidayaan bawang merah dari true seed yang efisien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas perlakuan biomatriconditioning pada true seed pratanam yang diintegrasikan dengan aplikasi pestisida nabati terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial dengan faktor pertama yaitu agens hayati terdiri dari 4 taraf yakni tanpa perlakuan invigorasi (B0), arang sekam + Bacillus CKD061 (B1), arang sekam + Pseudomonas SWRII B02 (B2), arang sekam + Pseudomonas W2R06 (B3) dan faktor kedua yaitu aplikasi pestisida nabati terdiri atas 3 taraf yakni tanpa aplikasi pestisida nabati (P0), 4 kali aplikasi pestisida nabati (P1) dan 2 kali aplikasi pestisida nabati (P2). Variabel yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, jumlah anakan, luas daun, laju asimilasi bersih, diameter umbi, berat segar umbi dan kesehatan tanaman. Data pengamatan dianalisis ragam dan data analisis yang menunjukkan pengaruh nyata atau sangat, dilanjutkan dengan uji jarak berganda duncan pada taraf nyata α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara mandiri perlakuan biomatriconditioning benih berpengaruh terhadap semua peubah yang diamati, sementara perlakuan aplikasi pestisida nabati hanya berpengaruh terhadap peubah jumlah daun, diameter batang, luas daun dan laju asimilasi bersih. Interaksi perlakuan biomatriconditioning benih dan aplikasi pestisida nabati berpengaruh terhadap tinggi tanaman, luas daun dan laju asimilasi bersih. Perlakuan terbaik diperoleh pada biomatriconditioning benih menggunakan isolat Bacillus CKD061 yang diintegrasikan dengan aplikasi pestisida nabati 2 kali (10 HST dan 30 HST).Kata kunci: Aplikasi pestisida nabati, Biomatriconditioning, true seed Kata kunci: Aplikasi pestisida nabati, Biomatriconditioning, true seed