cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Magistra Andalusia : Jurnal Ilmu Sastra
Published by Universitas Andalas
ISSN : -     EISSN : 26566230     DOI : -
Core Subject : Humanities,
Magistra Andalusia: Jurnal Ilmu Sastra (2656-6230) is a scientific journal managed by the Postgraduate Literature, Faculty of Humanity, Andalas University, Indonesia. The purpose of this journal is to publish scientific work for Indonesian, foreign lecture and researchs, students, and practioners to present new ideas, concepts and theories in the literature such: literary phenomenon, literary history, literary analysis, literary criticsm, literary research, and literary scholarship synonymous etc.
Arjuna Subject : -
Articles 93 Documents
KOLABORASI MENULIS KREATIF BUKU BACAAN ANAK DALAM MENGEMBANGKAN INDUSTRI KREATIF PADA KOMUNITAS LITERASI WADAS KELIR PURWOKERTO Kurniawan, Heru; Supriyono, Supriyono
Magistra Andalusia: Jurnal Ilmu Sastra Vol. 2 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/majis.2.1.24.2020

Abstract

In this era, writing is not enough to be done expressively with personal spontaneity, but need to be done collaboratively by considering aspects of the desired goals. One of them is when writing is done to fulfill economic goals as the basis of a community's creative industry. With the concept of a creative industry whose estuary is to produce economic products made from creative ideas, writing in Wadas Kelir Literacy Community (KLWK) is carried out with a planned collaborative working model based on creative industry standards of economic value. From here, the results of research that have been carried out are: first, writing collaboration begins with market research studies in an effort to identify trends in children's books that are being sought after by publishers and readers. Second, the formulation of themes and ideas is carried out in the discussion space and cooperation for the division of writing work. Third, the results of the writing work are reviewed and edited by a team of experts to identify the strengths and the weaknesses. Fourth, the book manuscript offer to publishers is carried out by a separate management who continues to carry out partnership work with publishers. Fifth, involved in efforts to distribute book sales through online stores that create trust in the community of publishers.
WOMAN IMAGES IN NOVEL MIDAH SI MANIS BERGIGI EMAS BY PRAMOEDYA ANANTA TOER (A FEMINISM APPROACH) Susilo, Jimat; Rasyad, Sobihah; Wulandari, Novi
Magistra Andalusia: Jurnal Ilmu Sastra Vol. 1 No. 2 (2019)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/majis.1.2.6.2019

Abstract

Tujuan penelitian ini akan menggambarkan keberadaan perempuan dianggap memiliki keterbatasan, selalu dipinggirkan atau dimarjinalkan, dinomorduakan baik dalam lingkungan keluarga maupun masyarakat. Dalam segala bidang, perempuan dianggap tidak memiliki kemampuan dibanding laki-laki, seperti dalam bidang sosial, pendidikan, politik, ekonomi, maupun dalam kaitan berorganisasi. Perempuan dalam budaya Jawa hanya sebagai pelengkap kaum laki-laki, yaitu bertugas di dapur, sumur, dan kasur. Artinya, posisi perempuan tidak memiliki peran penting dalam kehidupan, tugasnya memasak, mencuci, dan menemani laki-laki saat tidur. Perlakun terhadap perempuan inilah yang memunculkan gerakan penyetaraan derajat perempuan terhadap laki-laki. Gerakan itu dinamakan feminisme. Feminisme merupakan salah satu gerakan yang menekankan pada penyetaraan gender antara laki-laki dan perempuan (Wiyatmi, 2012: 9) sebagai akibat perlakuan yang tidak adil terhadap kaum perempuan yang mengalami kesengsaraan, bahkan didudukkan jauh di bawah laki-laki (Djajanegara, 2003: 27). Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana bentuk ketidakadilan citra perempuan dalam novel Midah Si Manis Bergigi Emas karya Pramodya Ananta Toer.Tujuan penelitian ini ialah untuk mendeskripsikan citra tokoh utama dan mengetahui hubungannya antara tokoh utama dan tokoh lawan jenisnya. Jenis penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data, seperti teknik pustaka, baca, dan catat. Hasil penelitian ini dapat dijadikan bahan masukan dalam mendukung dan menggerakkan literasi sekolah dan sebagai bahan penawaran untuk materi ajar guru dalam pembelajaran sastra.
SISTEM FORMULA DAN FUNGSI YANG TERDAPAT DI DALAM SASTRA LISAN MANTAU Satria, Ridho Pratama
Magistra Andalusia: Jurnal Ilmu Sastra Vol. 2 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/majis.2.1.17.2020

Abstract

AbstractThis research discusses the formulation system and the functions found in Mantau as one of Jambi’s oral literature. The writer applies the formula’s theory from Parry-Lord and the function’s theory from Alan Dundes. The writer finds two types of formula in Mantau, there are the repetation of words and the use of the name of places around Kerinci. The writer also finds the functions of this oral literature especially for the resident of Lempur Tengah from its lyric.Keywords: oral literature, formula, function, Parry-Lord, Alan Dundes   AbstrakPenelitian ini membahas sistem formula dan fungsi-fungsi yang terdapat di dalam salah satu sastra lisan dari Jambi, yaitu sastra lisan Mantau. Teori yang digunakan adalah teori formula dari Parry-Lord serta teori fungsi dari Alan Dundes. Hasil penelitian berupa adanya dua tipe formula di dalam sastra lisan Mantau, yaitu berupa pengulangan kata-kata serta penggunaan nama-nama daerah di sekitar kabupaten Kerinci. Hasil penelitian juga berupa adanya fungsi-fungsi dari sastra lisan Mantau yang diperuntukkan untuk penduduk desa Lempur Tengah. Kata Kunci : sastra lisan, formula, fungsi, Parry-Lord, Alad Dundes
MULTIKONFLIK DALAM NOVEL LAMPUKI KARYA ARAFAT NUR Armet, Armet; Bahardur, Iswadi; Hartati, Yulia Sri
Magistra Andalusia: Jurnal Ilmu Sastra Vol. 1 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/majis.1.1.2.2019

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan konflik yang dialami manusia dalam kehidupan. Konflik dialami oleh tokoh-tokoh di dalam novel Lampuki karya Arafat Nur. Oleh karena itu, peneliti melakukan penelitian mengenai multikonflik dalam novel Lampuki karya Arafat Nur. Adapun tujuan penelitian ini yaitu untuk; mendeskripsikan konflik-konflik yang terdapat dalam novel Lampuki karya Arafat Nur, dan mendeskripsikan penyebab konflik-konflik yang terjadi dalam novel Lampuki karya Arafat Nur.Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jenis konflik yang terdapat dalam novel Lampuki karya Arafat Nur adalah sebagai berikut:konflik interindividu, konflik antarindividu, dan konflik antarkelompok sosial. Kemudian penyebab konflik dalam novel Lampuki karya Arafat Nur disebabkan oleh perbedaan antaranggota masyarakat, perbedaan pola kebudayaan, perbedaan status sosial, perbedaan kepentingan antarkelompok masyarakat, dan terjadinya perubahan sosial.
Morfologi Kisah Negreri Jambi (Putri Pinang Masak): Model Analisis Vladimir Propp Septiani, Resty Maudina
Magistra Andalusia: Jurnal Ilmu Sastra Vol. 3 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/majis.3.1.34.2021

Abstract

MORFOLOGI KISAH Abstrak: Penelitian ini bertujuan menganalisis morfologi cerita rakyat Jambi Putri Pinang Masak. Ada berbagai versi Putri Pinang Masak yang dikenal di Riau, Jambi, dan Sumatera Selatan. Peneliti akan menggunakan versi Kisah Negeri Jambi yang telah didokumentasikan dalam bentuk tulisan oleh Amran Tasai. Fokus objek yang diteliti meliputi fungsi-fungsi pelaku, skema dan pola cerita, dan distribusi fungsi di kalangan pelaku. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui struktur cerita rakyat ini. Model analisis yang dikembangkan Vladimir Propp digunakan dalam penelitian ini. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui studi pustaka dan analisis struktural naratologi. Hasil analisis menunjukkan ada sebelas fungsi yaitu Absentation (β), Delivery (ζ), The difficult task (M), Struggle (H), Fraud (ƞ), Return (↓), Villainy (Α), lack (a), Victory (I), Marking (J), dan The initial misfortune or lack is liquated (K). Fungsi terebut terdistribusi ke dalam tiga lingkaran tindakan, yaitu lingkaran aksi penjahat, aksi donor, dan aksi perantara. Kata kunci: morfologi, Kisah Negeri Jambi, Putri Pinang Masak, fungsi pelaku, Vladimir Propp, deskriptif kualitatif.Abstract: This study aims to analyze the morphology of Jambi’s folklore of Putri Pinang Masak. The story of Putri Pinang Masak varys in Riau, Jambi, and South Sumatera. However, the documented Kisah Negeri Jambi by Amran Tasai is selected. Narrative functions, schemes and the patterns of the story, and function distributions among characters are observed. This study is intended to find out the structure of the story. The Analysis’s model by Vladimir Propp is used to achieve the author’s target. This study uses qualitative approach of narratological analysis and literature studies. The result showed that there are eleven narrative functions which are Absentation (β), Delivery (ζ), The difficult task (M), Struggle (H), Fraud (ƞ), Return (↓), Villainy (Α), lack (a), Victory (I), Marking (J), dan The initial misfortune or lack is liquated (K). The narrative functions are distributed in three spheres of action which are villain action, donor action, and dispatcher action. Keywords: morphology, Kisah Negeri Jambi, Putri Pinang Masak, narrative functions, Vladimir Propp, descriptive qualitative.
MASA KEEMASAN TEATER TRADISIONAL MENDU KALIMANTAN BARAT Wirawan, Gunta; Waluyo, Herman J.; Suwandi, Sarwiji; Widodo, Sahid Teguh
Magistra Andalusia: Jurnal Ilmu Sastra Vol. 2 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/majis.2.1.25.2020

Abstract

The benefits of studying history, in addition to remembering the past, are also valuable lessons for future generations. Through history, the younger generation knows the cultural treasures of the nation so that they can preserve them. One of the original arts belonging to West Kalimantan is the traditional theater mendu. This theater was successful at the beginning of its emergence (1876 AD) until the Japanese colonial era. After that it was dim because society was forbidden by Japan to gather and associate. Mendu was bloated again and became the belle of the 80's which was driven by the maestro Sataruddin Ramli (1948 - 2015). However, this particular art of West Kalimantan is now only a memory. This research aims to describe the golden age of West Kalimantan's traditional theater. The method used is descriptive qualitative form with a literature study approach. The results of the study describe (1) the glory period from the beginning of the emergence of the mendu to the Japanese occupation (1876 - 1942), (2) the traditional theater of the mendu became the belle of the community (1980s - 2000s). Factors that cause the mendu golden period include because in the past the world of entertainment was not yet sophisticated and modern, the characteristics of the traditional and simple community, the story that was served favored by the community at that time, the participation of the Regional Government of West Kalimantan, as well as coaching was held for the younger generation.
MAINTENANCE OF MINANGKABAU CULTURE IN RANDAI AT MUNGKA BASED ON EDUCATION AND TOURISM Maryelliwati, Maryelliwati; Rahmat, Wahyudi; Anwar, Khairil
Magistra Andalusia: Jurnal Ilmu Sastra Vol. 1 No. 2 (2019)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/majis.1.2.9.2019

Abstract

Mungka District has a variety of traditional art forms that are still alive and growing. Silek or randai is not documented as a good medium, making it disappear from the community both old and young. Whereas the various forms of art in this case are the Minangkabau Silek as one of the main elements in Randai art, having local wisdom values but are less in demand, especially towards the younger generation. Therefore, documentation of retention of the Minangkabau silek in the traditional Randai arts is very necessary to maintain the existence of the art, as well as increasing the value of traditional and cultural tourism in West Sumatra because it can be re-broadcasted with various electronic media. Documenting the traditional art of  Silek in Randai can be done by going directly to the field and introducing it to elementary schools as teaching material in the field of  Natural Culture, Minangkabau. This study uses a qualitative method. The instruments to be used are observation, interviews, questionnaires, and direct observation, analysis, and writing of research results. From this documentation it was found that young people became interested again to reprint or reproduce the forms of documentation Silek in Randai to be used in the education world or traded as a cultural asset.
CERITA RAKYAT MBAH JAWER SEBAGAI LITERASI SASATRA LOKAL MASYARAKAT PURWAKARTA Nina, Nina
Magistra Andalusia: Jurnal Ilmu Sastra Vol. 2 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/majis.2.1.20.2020

Abstract

 Kabupaten Purwakarta salah satu kabupaten di Jawa Barat yang memiliki kebudayaan dan sejarah yang menarik. Kabupaten Purwakarta sebagai kota industri mengalami perkembangan yang pesat pada berbagai sektor tak termasuk di bidang pariwisata. Saat ini pemerintah Kabupaten Purwakarta akan resort bertaraf internasional bernama Kampung Air Mbah Jawer di Kecamatan Sukasari Kabupaten Purwakarta. Pemberian nama Mbah Jawer menimbulkan pro dan kontra di kalangan masyarakat karena nama tersebut dianggap mengerikan dan penuh mistis. Bagi masyarakat Kabupaten Purwakarta khususnya di sekitar Waduk Jatiluhur nama Mbah Jawer membuat bulu kuduk berdiri. Cerita rakyat ini berkembang turun menurun dan dipercayai oleh masyarakat tanpa tahu persis kapan dan siapa yang mengetahui awal mula cerita tersebut. Cerita ini berawal dari lahirnya seorang anak yang memiliki jengger (Bahasa Sunda: Jawer) di dahinya mirip jawer ayam. Karena malu orang tua tersebut membuang anak tersebut ke aliran sungai citarum. Sejak peristiwa tersebut masyarakat sekitar mempercayai bahwa Mbah Jawer penguasa Waduk Jatiluhur. Seiring berjalannya waktu nyatanya modernisasi tidak melekangkan mitos Mbah Jawer yang disebut penyebab tenggelamnya orang setiap tahun. Apabila ditelaah lebih lanjut dibalik cerita mistis Mbah Jawer memiliki nilai-nilai positif yang layak dijadikan literasi bahan ajar penguatan pendidikan karakter di sekolah khususnya di Kabupaten Purwakarta. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui nilai budaya dari segi nilai sosial dan nilai religious pada cerita rakyat Mbah Jawer di Kabupaten Purwakarta. Teknik pengambilan data yang digunakan adalah teknik wawancara dan dokumentasi. Adapun metode analisis data yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa cerita rakyat Mbah Jawer memiliki nilai 
ORAL TRADITION (LITERATURE): CONSERVATION OF ECOLOGY AND PROMOTION OF TOURISM DESTINATION Anwar, Khairil
Magistra Andalusia: Jurnal Ilmu Sastra Vol. 1 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/majis.1.1.3.2019

Abstract

Kajian ini membahas tentang peran strategis tradisi (sastra) lisan sebagai pelestari ekologi sekaligus promosi destinasi wisata tempatan. Tradisi (sastra) lisan banyak jenisnya, namun pada intinya merupakan kebiasaan yang diteruskan secara lisan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Saat ini tradisi lisan dianggap sebagai cerita atau legenda belaka yang berisi mitos tentang suatu tempat yang tidak dapat dibuktikan kebenarannya, misalnya. Akan tetapi tanpa disadari oleh masyarakat pendukungnya, tradisi lisan itu telah memberikan legitimasi pelestarian ekologis dan destinasi wisata pada lingkungannya. Pembahasan ini menggunakan perspektif materialisme budaya dengan ontologi tradisi atau cerita lisan yang terdapat di berbagai daerah di Indonesia, khususnya Sumatera Barat. Berdasarkan analisis teks dan konteks cerita tersebut ditemukan bahwa dibalik cerita yang sudah mentradisi itu terdapat fakta materil lokasi tumbuhnya yang tidak dipahami oleh masyarakatnya. Bukan mitos itu yang dijadikan misi penggubah cerita, melainkan upaya mempertahankan eksistensi ekologi lingkungan tempatan. Seiring dengan perkembangan nalar dan kebutuhan manusia menumbuhkan keingintahuan. Untuk membuktikan kebenaran cerita tradisi tersebut mereka berkunjung sekaligus rekreasi di lokasi yang dikisahkan dalam cerita. Secara lisan atau melalui kemajuan teknologi tradisi lisan itu diekspos di dunia maya sehingga tersebar informasi tentang keunikan lokasi tersebut. Hal itu menyebabkan banyak orang berkunjung, maka berkembanglah lokasi itu menjadi destinasi wisata. Dengan demikian, tradisi lisan bermanfaat untuk keberlanjutan bumi dan manusia.
REPRESENTASI TOKOH UTAMA DALAM FILM MANTAN MANTEN KARYA FARISHAD LATJUBA Rahmawati, Dwi
Magistra Andalusia: Jurnal Ilmu Sastra Vol. 3 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/majis.3.1.46.2021

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perbedaan sikap dan sifat anatar wanita kota dan desa. Sikap dan sifat di sini mencakup disaat bersosial, bekerja, dalam rumah tangga, dan orang tua. Keistimewaan wanita dideskripsikan dalam Film Mantan Manten bahwa wanita harus bisa mandiri tetapi tetap menjadi wanita yang lemah lembut agar tidak hilang keanggunannya. Ada kritik untuk perempuan-perempuan di luar sana yang ingin menikah tetapi hanya mengandalkan pekerjaan seorang suami saja. Seorang perempuan memiliki pendirian yang kuat, tegar dan hatinya yang lapang. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuualitatif dengan menggunakan metode analisis wacana Norman Fairclough. Subjek penelitian ini adalah film Mantan Manten dilihat dari teks dan konteksnya. Sedangkan, objek penelitian yang akan dianalisis adalah representasi tokoh utama yang merupakan seorang perempuan kota dengan kepribadian yang keras kepala. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film Mantan Manten  memberikan gambaran sifat mandiri dan keras kepala seorang wanita karir dengan ambisi yang sangat tinggi. Namun, keadaan tersebut berubah semenjak dia tinggal di desa dan mengenal apa itu ikhlas, sabar dan syukur. Mencoba memberi pandangan bahwa tidak selamanya patriarki itu selalu buruk. Tingkat stres antara perempuan kota dan desa akan berbeda jika menghadapi masalah, seperti masalah pernikahan. 

Page 4 of 10 | Total Record : 93