cover
Contact Name
Fredy Mardiyantoro
Contact Email
fredymardiyantoro@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
fredymardiyantoro@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
E-Prodenta Journal of Dentistry
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : 25974912     DOI : -
Core Subject : Health,
E-Prodenta Journal of Dentistry is a journal published by Faculty of Dentistry Universitas Brawijaya Malang. This journal is published periodically every six months. The E-Prodenta Journal of Dentistry presents the latest articles/manuscripts of knowledge, information and development on dental and oral health which are the results of research, review articles, and case reports to support the advancement of science, education, and practice of dentistry.
Arjuna Subject : -
Articles 130 Documents
EFEKTIFITAS EKSTRAK TEH PUTIH (camellia sinensis) SEBAGAI PENGHAMBAT PEMBENTUKAN BIOFILM Aggregatibacter actinomycetemcomitans SECARA IN VITRO: Indonesia Moch. Irfan Hilmi Mubarok; Rudhanton Rudhanton; Diah Diah; Farihah Septina
E-Prodenta Journal of Dentistry Vol 6 No 1 (2022)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi UB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.eprodenta.2022.006.01.1

Abstract

Periodontitis adalah peradangan pada jaringan pendukung gigi yang disebabkan oleh kelompokmikroorganisme tertentu salah satunya adalah bakteri Aggregatibacter actinomycetemcomitans, yangmenyebabkan kerusakan ligamen periodontal dan tulang alveolar. Penelitian ini bertujuan untukmembuktikan apakah ekstrak teh putih efektif menghambat pembentukan biofilm bakteriAggregatibacter actinomycetemcomitans secara in vitro. Penelitian ini menggunakan metode dilusitabung guna mendapatkan persentase efektif zona hambat pembentukan biofilm serta penentuankuantitatif menggunakan program Adobe Photoshop CSS yakni Mean Gray Value. Konsentrasi ekstrakteh putih yang digunakan adalah 0%, 2,5%, 5%, 7,5%, 10%, 12,5%. Dalam hal ini 0% sebagai kontrol.Pada konsentrasi 5% menunjukkan daya penghambatan pembentukan biofilm paling efektif. Analisisdata menggunakan one way Anova menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan pada perubahankonsentrasi ekstrak teh putih (Camellia sinensis) terhadap zona hambat pembentukan biofilm padaAggregatibacter actinomycetemcomitans (p<0,05). Uji korelasi Pearson menunjukkan adanyahubungan yang kuat dan arah positif yang menunjukkan semakin meningkatnya konsentrasi maka dayahambat pembentukan biofilm semakin efektif. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ekstrak teh putih(Camellia sinensis) mempunyai efek sebagai penghambat pembentukan biofilm pada Aggregatibacteractinomycetemcomitans secara in vitro.
PREVALENSI IMPAKSI MOLAR KE TIGA RAHANG BAWAH DI RUMAH SAKIT PENDIDIKAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA TAHUN 2018 Farihah Septina; Wildana Atika Apriliani; Irwan Baga
E-Prodenta Journal of Dentistry Vol 5 No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi UB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.eprodenta.2021.005.02.1

Abstract

Gigi impaksi merupakan gigi yang gagal erupsi secara utuh pada posisi yang seharusnya disebabkan karena kurangnya ruang pada lengkung rahang atau terhalang oleh gigi di dekatnya atau terhalang oleh jaringan patologis. Molar ketiga merupakan gigi paling terakhir erupsi serta gigi yang lebih sering mengalami impaksi dibandingkan dengan gigi yang lain karena seringkali tidak cukup ruangan yang tersedia untuk erupsi. Pemeriksaan radiografi pada impaksi gigi molar ketiga rahang bawah, dapat membantu dokter gigi dalam menentukan lokasi dan bentuk gigi, menentukan teknik pencabutan yang akan digunakan dan menentukan struktur anatomis yang harus dihindari saat tindakan. Selain itu, dokter gigi dapat mengevaluasi posisi dan jenis impaksi dari radiograf. Tujuan: Untuk mengetahui jumlah impaksi molar ketiga rahang bawah berdasarkan pengamatan pada radiograf panoramik pasien yang dirawat di Rumah Sakit Pendidikan Universitas Brawijaya tahun 2018 sesuai klasifikasinya. Metode Penelitian: Penelitian observasional dengan menggunakan data sekunder berupa radiograf panoramik pasien yang kemudian di klasifikasikan menurut klasifikasi impaksi Pell & Gregory dan George Winter. Hasil: Jumlah sampel radiograf panoramik yang dikumpulkan sebanyak 160 radiograf, dimana 97 pasien mengalami impaksi dan 63 tidak mengalami impaksi dan perempuan lebih banyak mengalami impaksi dibandingkan laki-laki. Kesimpulan: Prevalensi  impaksi molar ketiga rahang bawah di Rumah Sakit Pendidikan Universitas Brawijaya tahun 2018 adalah sebesar 60,6%. Klasifikasi impaksi Pell dan Gregory yang paling banyak adalah Kelas II dan Posisi A. Klasifikasi impaksi George Winter yang paling banyak adalah horizontal.
UJI EFEKTIVITAS ANTIBAKTERI LARUTAN MADU LEBAH BARAT (Apis mellifera) TERHADAP BAKTERI Porphyromonas gingivalis SECARA IN VITRO dengan METODE DILUSI AGAR: Indonesia Adika Dwisatya Ramadhani; Rudhanton Rudhanton; Diah Diah; Viranda Sutanti
E-Prodenta Journal of Dentistry Vol 6 No 1 (2022)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi UB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.eprodenta.2020.006.01.2

Abstract

Periodontitis adalah peradangan pada jaringan pendukung gigi yang disebabkan oleh kelompok mikroorganisme tertentu salah satunya adalah bakteri Aggregatibacter actinomycetemcomitans, yang menyebabkan kerusakan ligamen periodontal dan tulang alveolar. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan apakah ekstrak teh putih efektif menghambat pembentukan biofilm bakteri Aggregatibacter actinomycetemcomitans secara in vitro. Penelitian ini menggunakan metode dilusi tabung guna mendapatkan persentase efektif zona hambat pembentukan biofilm serta penentuan kuantitatif menggunakan program Adobe Photoshop CSS yakni Mean Gray Value. Konsentrasi ekstrak teh putih yang digunakan adalah 0%, 2,5%, 5%, 7,5%, 10%, 12,5%. Dalam hal ini 0% sebagai kontrol. Pada konsentrasi 5% menunjukkan daya penghambatan pembentukan biofilm paling efektif. Analisis data menggunakan one way Anova menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan pada perubahan konsentrasi ekstrak teh putih (Camellia sinensis) terhadap zona hambat pembentukan biofilm pada Aggregatibacter actinomycetemcomitans (p<0,05). Uji korelasi Pearson menunjukkan adanya hubungan yang kuat dan arah positif yang menunjukkan semakin meningkatnya konsentrasi maka daya hambat pembentukan biofilm semakin efektif. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ekstrak teh putih (Camellia sinensis) mempunyai efek sebagai penghambat pembentukan biofilm pada Aggregatibacter actinomycetemcomitans secara in vitro.
PERBEDAAN DERAJAT KEASAMAN (pH) SALIVA PADA PEROKOK ELEKTRIK DAN NON-PEROKOK Yuni Uli Silalahi Uli Silalahi; Tira Hamdillah Skripsa; Suharto Suharto; Yoghi Bagus Prabowo
E-Prodenta Journal of Dentistry Vol 5 No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi UB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.eprodenta.2021.005.02.2

Abstract

Latar Belakang: Saliva merupakan suatu cairan di dalam tubuh manusia yang memiliki fungsi yang penting terhadap kesehatan rongga mulut yang dapat terpapar langsung rokok elektrik. Nikotin yang terdapat pada e-liquid rokok elektrik dapat menurunkan sekresi saliva. Adanya penurunan sekresi saliva tersebut dapat mengakibatkan pH saliva menurun dapat mengakibatkan terjadinya karies pada gigi, periodontitis, infeksi mulut, dll. Tujuan: Mengetahui perbedaan pH saliva pada perokok elektrik dan non-perokok. Metode: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian analitik observasional dengan rancangan penelitian cross-sectional. Sebanyak 60 orang subjek penelitian dibagi menjadi 30 orang perokok elektrik dan 30 orang non-perokok. Subjek penelitian diwajibkan untuk mengisi informed consent sebelum mengisi kuesioner yang ditentukan. Saliva setiap subjek dikumpulkan di tabung sampel sebanyak ± 15 ml dalam keadaan istirahat. pH saliva kemudian diukur menggunakan alat pH meter. Hasil: Berdasarkan analisis menggunakan uji t tidak berpasangan diketahui bahwa perokok elektrik dan non-perokok memiliki perbedaan yang signifikan (p < 0,05) dengan rerata pH saliva pada perokok elektrik 6,98 ± 0,24 dan rerata pH saliva non-perokok 7,37 ± 0,27. Simpulan: pH saliva yang antara perokok elektrik dan non-perokok memiliki perbedaan yang signifikan. Perokok elektrik mempunyai pH saliva yang bernilai lebih rendah daripada non-perokok.
HUBUNGAN TINGKAT KECEMASAN (ANXIETY) DOKTER GIGI DENGAN KESIAPAN PRAKTIK KEMBALI DI MASA TRANSISI PANDEMI COVID 19 di INDONESIA (STUDI PENDAHULUAN) merlya balbeid; Yuanita Lely Rachmawati; Hamida Mahardika Ningrum; Marchella Anestya Wibowo
E-Prodenta Journal of Dentistry Vol 5 No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi UB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.eprodenta.2021.005.02.3

Abstract

Latar Belakang: Pandemi Covid-19 yang terjadi Maret 2020 membuat dokter gigi membatasi atau bahkan tidak melakukan kegiatan pelayanannya. Mewaspadai hal ini, PBPDGI mengeluarkan surat edaran nomor : 2776/PB PDGI/III-3/2020 tentang Pedoman Pelayanan Kedokteran Gigi Selama Pandemi Covid-19. Tujuan: Untuk mengetahui adanya hubungan tingkat kecemasan dokter gigi dengan kesiapan praktik serta dalam menjalankan praktik di masa transisi Pandemi Covid-19 di Indonesia. Metode: Cross-sectional, purposive sampling, dan instrumen penelitian menggunakan Google Forms yang disebarkan melalui media sosial Whatsapp. Variabel bebas = kecemasan dokter gigi, variabel terikat = kesiapan dokter gigi untuk praktik kembali (tangible dan intangible). Hasil uji validitas dan reliabilitas 25 dokter gigi di Malang didapatkan data kesiapan sarana prasarana dokter gigi dalam menghadapi adaptasi kebiasaan baru. Hasil penelitian: Hasil kesiapan tangible 64,28% APD level 3, sirkulasi exhaust 50%, intraoral kanula suction 42,85%, extraoral suction 35,71%, respirator 21,42%, sedangkan kesiapan ruangan bertekanan negatif dan hepa filter 14%. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara tingkat kecemasan dengan kesiapan praktik dokter gigi di masa transisi pandemi Covid-19, baik dari sisi tangible maupun intangible.
APLIKASI TOPIKAL NANOTRANSFERSOM EKSTRAK KULIT JERUK NIPIS (Citrus aurantifolia Swingle) TERHADAP MAKROFAG PADA PROSES PENYEMBUHAN LUKA MUKOSA TIKUS WISTAR Nenny Prasetyaningrum; Ayu Fitria Adiningdyah
E-Prodenta Journal of Dentistry Vol 5 No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi UB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.eprodenta.2021.005.02.4

Abstract

Latar belakang: Tanaman herbal telah banyak digunakan masyarakat sebagai obat untuk menyembuhkan luka dengan efek samping yang minimal. Salah satu tanaman yang memiliki banyak manfaat, yaitu kulit jeruk nipis (Citrus aurantifolia Swingle) yang diketahui memiliki kadar flavonoid tinggi, sehingga dapat mempercepat proses penyembuhan luka dari ulkus. Pada fase penyembuhan luka, makrofag mempunyai peran utama sebagai fagosit dan sekresi growth factor. Untuk memaksimalkan efektivitas penghantaran obat, ekstrak kulit jeruk nipis dibentuk dalam sediaan nanoTransfersom sistem. Tujuan: untuk mengetahui pengaruh pemberian nanotransfersom ekstrak kulit jeruk nipis (Citrus aurantifolia Swingle) terhadap jumlah makrofag pada penyembuhan luka mukosa labial tikus. Metode: Penelitian ini menggunakan true experimental in vivo dengan induksi termal mukosa labial tikus Wistar, terbagi 4 kelompok dengan time series hari ke-3 dan 7, yaitu kontrol negatif [K(-)], kontrol positif diberi triamcinolone acetonida 0,1% [(K(+)3], perlakuan yang diberi ekstrak kulit jeruk nipis (PA), dan diberi nanoTransfersom ekstrak kulit jeruk nipis (PB). Jumlah makrofag diamati menggunakan mikroskop perbesaran 400x. Hasil: Analisa data menggunakan uji One Way Anova menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan (p<0.05) pada jumlah makrofag antar kelompok pada hari ke-3 dan ke-7. Kesimpulan: NanoTransfersom ekstrak kulit jeruk nipis (Citrus aurantifolia Swingle) berpengaruh terhadap jumlah makrofag pada penyembuhan luka mukosa labial tikus wistar.
NEW HABITS RELATED TO THE IMPACT OF COVID 19 ON THE ECONOMIC, SOCIAL AND MENTAL HEALTH SECTORS: Indonesia Diena Fuadiyah; Astika Swastirani; Viranda Sutanti; Fatimah Isdati N; Kirana Herwinda P; Huwaida Maulina
E-Prodenta Journal of Dentistry Vol 6 No 1 (2022)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi UB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.eprodenta.2022.006.01.7

Abstract

Latar Belakang: Pada tahun 2020, sebanyak 245.927.235 orang terjangkit oleh Covid-19 dan4.990.603 diantaranya meninggal dunia. Permasalahan ini memiliki dampak negatif dan positif diberbagai sektor.Tujuan: Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk mengkaji berbagai literatur tentang dampak Covid-19 di bidangsosial, ekonomi dan kesehatan mental. Metode: Kami menggunakan Pubmed dan ScienceDirect sebagai basisdata elektronik utama dengan kriteria jurnal dalam Bahasa inggris dari tahun 2015 – 2020 dan membahasmengenai dampak Covid-19 terhadap sektor ekonomi, sosial dan kesehatan mental. Hasil: Total terdapat 40 jurnalyang meliputi artikel review dan penelitian telah teridentifikasi. Sebagian besar jurnal yang teridentifikasi sudahtersaring melalui kata kunci yang meliputi Covid-19, dampak sosial, kesehatan mental. Diskusi: Dampak positifdari penyebaran Covid-19 menjadikan masyarakat lebih menyadari perilaku hidup bersih dan sehat. Adapundampak negatifnya, PDB dunia mengalami penurunan karena terdapat kebijakan lockdown regional dan socialdistancing untuk mencegah penyebaran Covid-19 yang berpengaruh dalam penurunan jumlah buruh dan produksilokal, dan menyebabkan peningkatan isu kesehatan mental dimana masyarakat lebih emosional, depresi dan stresssehingga memicu timbulnya kejahatan seperti kekerasan fisik dan kekerasan seksual. Kesimpulan: Dampakpositif yang yang diakibatkan Covid-19 adalah manusia semakin sadar untuk menjaga kesehatan dan lebih peduliterhadap kebersihan, namun Covid-19 juga memberikan dampak negatif bidang ekonomi dan banyak masyarakatmengalami masalah kesehatan mental
PENGARUH APLIKASI TOPIKAL GEL EKSTRAK KITOSAN CANGKANG UDANG PUTIH KOMBINASI EKSTRAK KOLAGEN SISIK IKAN GURAME TERHADAP KETEBALAN EPITEL PADA TIKUS WISTAR MODEL GINGIVITIS: Indonesia Inas Shofiah; Diah Diah
E-Prodenta Journal of Dentistry Vol 6 No 1 (2022)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi UB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.eprodenta.2022.006.01.3

Abstract

Latar Belakang: Gingivitis merupakan suatu inflamasi yang melibatkan jaringan lunak sekitar gigiyaitu jaringan gingiva. Penyembuhan pada gingivitis terdiri dari beberapa fase,salah satunya yaitureepitelisasi. Kitosan bermanfaat dalam proliferasi fibroblas sehingga reepitelisasi dan angiogenesisterjadi lebih cepat. Peran kolagen dalam penyembuhan luka dapat memicu sintesis diferensiasi sel danmigrasi seluler seperti keratinosit, epitelisasi. Tujuan: mengetahui pengaruh aplikasi topikal gel ekstrakkitosan cangkang udang putih (Litopenaeus vannamei) kombinasi ekstrak kolagen sisik gurame(Osphronemus goramy) pada ketebalan epitel tikus model gingivitis. Metode: Penelitian ini dilakukanin vivo dengan desain Randomized Post Test Only Control Group Design yang dibagi 4 kelompok yaitukelompok kontrol negatif (K-(-)) dan kelompok yang diberi perlakuan induksi LPS bakteri Porphyromonsgingivalis dan aplikasi gel ekstrak kitosan udang kombinasi kolagen sisik ikan gurame (P1, P2, dan P3).Pada hari ke-22 dilakukan dekaputasi lalu dibuat sediaan preparat histologi dengan pewarnaan HE untukmengukur ketebalan epitel. Hasil: Analisis data menggunakan Kruskal Wallis menunjukan perbedaansignifikan dari ketebalan epitel antar kelompok. Uji Post Hoc Test menunjukan terdapat menunjukkanperbedaan bermakna antara kelompok K (-), P1, P2, dan P3. Kesimpulan: terdapat pengaruh aplikasitopikal gel ekstrak kitosan cangkang udang putih kombinasi ekstrak kolagen sisik ikan gurame terhadapketebalan epitel tikus model gingivitis.
PERAWATAN BEDAH ENDODONTIK APIKOEKTOMI KISTA RADIKULER GIGI SENTRAL INSISIVUS PASCA RETREATMENT: LAPORAN KASUS Novia Alamsyah Djaynurdin; Ferdina Nidyasari; Wignyo Hadriyanto; Raphael Tri Endra Untara
E-Prodenta Journal of Dentistry Vol 5 No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi UB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.eprodenta.2021.005.02.8

Abstract

Latar Belakang: Proses inflamasi periapikal terus berlangsung dan akan menstilmulasi sisa epitel malassez yang ada di ligamen periodontal. Sebagai pertahanan pertama, pulpa akan membentuk granuloma, dimana granuloma akan menjadi kista radikuler ketika gigi tidak segera dirawat. Tujuan dari laporan kasus ini adalah untuk mengevaluasi perawatan lesi periapikal gigi dalam bentuk kista. Kasus: Seorang wanita usia 25 tahun datang ke klinik konservasi gigi Universitas Gadjah Mada dengan keluhan utama gigi depan bawah terkadang terasa sakit. Gigi tersebut telah dilakukan perawatan saluran akar. panatalaksanaan kasus ini dengan pendekatan non bedah, dan dilanjutkan pendekatan non bedah setelah dievaluasi. Penatalaksanaan: Bedah periradikuler dilakukan setelah retreatment dari gigi tidak menunjukan hasil penyembuhan di jaringan periodontal. Lesi periapikal kemudian dievaluasi dengan Cone Beam Computed Tomography (CBCT) kemudian dilakukan apikoektomi dan kuretase. Sebanyak 3mm dari apeks direseksi dan dilakukan dibawah anastesi lokal. Jaringan patoloigis kemudian dikirim ke departemen patologi setelah dikuretase. Bahan bonegraft dan apical seal dengan MTA diberikan dan diikuti penutupan flap. Evaluasi postoperatif dilakukan setelah satu minggu, tiga minggu, dan tujuh minggu. Gambaran radiograf menunjukan lesi periapikal mengecil dan pasien tidak ada keluhan. Kesimpulan: Bedah periradikuler dilakukan setelah retreatment endodotik konvensional tidak berhasil.
RESTORASI ONLAY KOMPOSIT PASCA PERAWATAN ENDODONTIK PADA GIGI MOLAR PERTAMA KANAN ATAS : LAPORAN KASUS: Indonesia Christina Christina Mahardika; Hernawatiningsih Hernawatiningsih; Yulita Kristanti; Ema Mulyawati
E-Prodenta Journal of Dentistry Vol 6 No 1 (2022)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi UB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.eprodenta.2022.006.01.9

Abstract

Latar Belakang: Restorasi onlay komposit merupakan salah satu desain alternatif untuk restorasisetelah perawatan saluran akar. Keuntungan dari restorasi ini adalah mempertahankan sisa strukturgigi yang ada dan penampilan estetik yang baik. Laporan kasus ini bertujuan untuk menginformasikanrestorasi onlay komposit dengan Short fiber-reinforced pada gigi molar pertama rahang atas kanansetelah perawatan saluran akar. Kasus : Seorang pasien perempuan berusia 30 tahun datang ke klinikkonservasi gigi Prof Soedomo UGM dengan keluhan ingin menambalkan gigi geraham atas sebelahkanan. Pasien pernah merasakan sakit spontan beberapa kali kurang lebih 6 bulan yang lalu dansekarang tidak pernah merasa sakit lagi. Dari pemeriksaan klinis diperoleh diagnosa karies profundadengan nekrosis pulpa disertai asimtomatik apikal periodontitis. Penatalaksanaan: Pemasanganisolasi rubber dam pada gigi 16 dan dilakukan anestesi. Perawatan preparasi saluran akar dengan teknikcrown down. Panjang kerja setiap saluran dikonfirmasi dengan radiografi, pembersihan danpembentukan saluran akar dilakukan, dan gigi diobturasi. Preparasi onlay dan aplikasi Short fiberreinforced kemudian direstorasi dengan resin komposit. Short fiber-reinforced sebagai bahan penggantidentin, secara struktural berserat sesuai bentuk dentin dan direkomendasikan pada gigi posterior baikgigi vital atau non-vital. Kesimpulan : Gigi pasca perawatan saluran akar dapat direstorasimenggunakan onlei resin komposit secara direk dengan hasil yang baik.

Page 7 of 13 | Total Record : 130