cover
Contact Name
Fredy Mardiyantoro
Contact Email
fredymardiyantoro@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
fredymardiyantoro@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
E-Prodenta Journal of Dentistry
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : 25974912     DOI : -
Core Subject : Health,
E-Prodenta Journal of Dentistry is a journal published by Faculty of Dentistry Universitas Brawijaya Malang. This journal is published periodically every six months. The E-Prodenta Journal of Dentistry presents the latest articles/manuscripts of knowledge, information and development on dental and oral health which are the results of research, review articles, and case reports to support the advancement of science, education, and practice of dentistry.
Arjuna Subject : -
Articles 130 Documents
HUBUNGAN OBESITAS DENGAN PENYAKIT PENYAKIT PERIODONTAL YANG DIUKUR MENGGUNAKAN COMMUNITY PERIODONTAL INDEX OF TREATMENT NEEDS (CPITN) Novi Khila Firani; Kurnia Putri Alvianti; Khusnul Munika Listari
E-Prodenta Journal of Dentistry Vol 5 No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi UB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.eprodenta.2021.005.02.5

Abstract

Latar belakang: Obesitas merupakan masalah kesehatan dunia dengan kecenderungan terjadi peningkatan tiap tahun. Obesitas adalah kelebihan berat badan akibat penimbunan lemak berlebih yang beresiko menimbulkan berbagai komplikasi penyakit sistemik, dan diduga juga menyebabkan gangguan kesehatan periodontal. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara obesitas dan penyakit periodontal. Metode: Penelitian ini merupakan jenis penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional pada pasien di Puskesmas Janti, Kota Malang, dari Agustus hingga November 2019. Terdapat 107 responden obesitas dan non obesitas (21 laki-laki dan 86 perempuan), yang bersedia berpartisipasi dalam penelitian ini. Kriteria obesitas berdasarkan kriteria WHO Asia Pasifik yaitu indeks massa tubuh ≥25 kg/m2. Kriteria eksklusi adalah pasien dengan kelainan sistemik, merokok, menggunakan protesa atau alat ortodontik, hamil, menyusui, memiliki penyakit pada kelanjar saliva, dan pasien yang mengkonsumsi obat-obatan. Analisis statistik menggunakan chi-square dan Spearman's correlation test. Hasil: Terdapat perbedaan yang signifikan (p=0.002) pada skor keparahan indeks CPITN antara obesitas dan non obesitas. Uji korelasi spearman menunjukkan bahwa terdapat korelasi positif yang signifikan (p<0.01) antara obesitas dan skor CPITN. Kesimpulan: Obesitas memiliki hubungan dengan penyakit periodontal yang ditunjukkan dengan meningkatnya skor CPITNKeywords: CPITN, Obesity, Periodontal disease, Body mass index 
Peran Pendidikan Klinik terhadap Pencapaian Kompetensi Radiologi Kedokteran Gigi pada Mahasiswa Profesi: Sebuah Tinjauan Literatur: Indonesia Naadhira Musfira; Farihah Septina; Tubagus Agnizarridlo
E-Prodenta Journal of Dentistry Vol 6 No 1 (2022)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi UB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.eprodenta.2022.006.01.8

Abstract

Latar Belakang: Pendidikan klinik sudah dirancang untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi dalamilmu kedokteran dan kedokteran gigi serta keterampilan dalam bidang kedokteran gigi. Kompetensi radiologikedokteran gigi merupakan salah satu capaian yang harus dipenuhi guna mencetak dokter gigi yang berkualitas.Mahasiswa profesi perlu mencapai kompetensi radiologi kedokteran gigi agar memperkecil kesalahan dankegagalan yang terjadi. Dalam menentukan diagnosis diperlukan kualitas radiograf yang baik, agar diagnosis tepatdan akurat. Namun, kesalahan dan kualitas radiograf yang kurang baik masih sering ditemukan sehinggamenyebabkan pengambilan radiograf ulang. Hal ini secara signifikan menambah kontak pasien dengan radiasi yangtidak sesuai dengan asas ALARA (As Low As Reasonably Achievable). Institusi memiliki peran penting dalammenanamkan pengetahuan pada mahasiswa sehingga frekuensi kegagalan radiograf dapat dikurangi. Maka,evaluasi dalam pendidikan kedokteran gigi perlu dilakukan untuk melihat tingkat kinerja sistem dan perencanaanmodifikasi sesuai kebutuhan teknis apabila diperlukan. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh pendidikan klinikterhadap pencapaian kompetensi radiologi kedokteran gigi pada mahasiswa profesi. Metode: Jenis penelitian yangdigunakan adalah Study Literatur Review (SLR). Metode SLR digunakan untuk mengidentifikasi, mengkaji,mengevaluasi, dan menafsirkan semua temuan literatur secara sistematis, yang pada setiap prosesnya mengikutilangkah-langkah atau protokol yang telah ditetapkan. Hasil: Tinjauan literatur ini membuktikan bahwa terdapatpengaruh pendidikan klinik terhadap pencapaian kompetensi radiologi kedokteran gigi pada mahasiswa profesi.Pendidikan klinik terbukti memberikan dampak positif dan pengaruh yang sangat besar terhadap peningkatanpemahaman interpretasi radiograf, peningkatan pemahaman optimalisasi dosis, dan penurunan presentasekesalahan pembuatan radiograf.
PENGARUH MINUMAN KOPI ARABIKA (COFFEA ARABIKA L) TERHADAP KELARUTAN BAHAN TUMPATAN SEMENTARA CAVIT: Indonesia Leyly Uswatun Mar'aty; Rahmavidyanti Priyanto
E-Prodenta Journal of Dentistry Vol 6 No 1 (2022)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi UB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.eprodenta.2022.006.01.4

Abstract

Latar Belakang: Cavit merupakan bahan tumpatan sementara gigi yang dapat beradaptasi dengandinding kavitas secara baik. Kelarutan bahan tumpatan sementara Cavit dapat dipengaruhi oleh cairan yangada di dalam rongga mulut seperti saliva, makanan dan minuman yang dikonsumsi sehari-hari. Bahantumpatan sementara Cavit akan mengalami kelarutan apabila terpapar oleh makanan atau minumandengan pH asam seperti kopi Arabika. Tujuan: Mengetahui pengaruh minuman kopi Arabika terhadapkelarutan bahan tumpatan sementara Cavit. Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitianExperimental laboratories dengan rancangan penelitian post test only control group design. Hasil: Analisisdata menggunakan uji One Way ANOVA menunjukkan nilai signifikansi ≤ 0.05 (0.000), sehingga terdapatperbedaan kelarutan bahan tumpatan sementara Cavit pada kelompok K1, P1, K2, P2. Kesimpulan:Berdasarkan penelitian ini, dapat diketahui bahwa lama waktu perendaman, minuman kopi Arabika yangbersifat asam, sifat bahan Cavit berupa kekerasan yang rendah berpengaruh terhadap kelarutan bahantumpatan sementara Cavit. Rata-rata nilai kelarutan paling tinggi terjadi pada bahan tumpatan sementaraCavit yang direndam dalam minuman kopi Arabika selama 21 jam. Rata-rata nilai kelarutan bahan tumpatansementara Cavit yang direndam dalam minuman kopi Arabika lebih tinggi dibandingkan dengan yangdirendam dalam saliva buatan.
UJI EFEKTIVITAS EKSTRAK ETANOL KECAMBAH KACANG HIJAU (Vigna radiata) SEBAGAI ANTIFUNGI TERHADAP Candida albicans SECARA IN VITRO: Indonesia Lukman Hakim Hidayat; Naufal Fadhli Hardickdo; Viranda Sutanti; Nenny Prasetyaningrum
E-Prodenta Journal of Dentistry Vol 6 No 1 (2022)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi UB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.eprodenta.2022.006.01.5

Abstract

Latar Belakang: Oral candidiasis adalah infeksi oportunis rongga mulut yang disebabkan oleh Candida albicans. Namunperawatan menggunakan obat yang saat ini tersedia dapat menimbulkan efek samping. Maka dari itu diperlukan alternatif lainseperti Kecambah Kacang Hijau (Vigna radiata). Tanaman ini memiliki zat aktif berupa flavonoid dan fenol yang berfungsi sebagaipenghambat pertumbuhan Candida albicans. Tujuan: untuk membuktikan efektivitas ekstrak etanol kecambah kacang hijau(Vigna radiata L) sebagai antifungi terhadap Candida albicans secara in vitro. Metode: Penelitian ini merupakan rancanganeksperimental murni menggunakan metode dilusi cair. Penelitian diawali dengan penelitian pendahuluan menggunakan ekstrakdengan konsentrasi 12000 mg/ml, 6000 mg/ml, 3000 mg/ml, 1500 mg/ml, 750 mg/ml, dan 375 mg/ml yang kemudian dilanjutkanuji perapatan dengan konsentrasi 9000 mg/ml, 8400 mg/ml, 7800 mg/ml, 7200 mg/ml, 6600 mg/ml, 6000 mg/ml, 5400 mg/ml,dan 4800 mg/ml. Penelitian ini menggunakan kontrol negatif (konsentrasi ekstrak 0%) dan kontrol postif (nistatin 1%). Hasil:ekstrak dengan konsentrasi 9000 mg/ml dapat membunuh Candida albicans secara in vitro. Analisis data menggunakan ujiKruskal-Wallis dengan α=0,05 menunjukkan hasil signifikan dan uji korelasi Spearman menunjukkan arah korelasi negatif yangberarti semakin tinggi konsentrasi ekstrak yang digunakan, semakin sedikit koloni Candida albicans yang terbentuk. Kesimpulan:ekstrak Kecambah Kacang Hijau mampu membunuh Candida albicans dengan konsentrasi sebesar 9000 mg/ml.Kata Kunci: Candida albicans, ekstrak Kecambah Kacang Hijau, antifungi, dilusi cairABSTRACTBackground: Oral candidiasis is an opportunistic infection of the oral cavity caused by Candida albicans. However treatmentsusing currently available drugs can cause side effects. Therefore another alternative is needed such as Green Bean Sprouts (Vignaradiata). This plant has active substances in the form of flavonoids and phenols which function as inhibitors of the growth ofCandida albicans. Objective: to prove the effectiveness of ethanolic extracts of mung bean sprouts (Vigna radiata L) as anantifungal against Candida albicans in vitro. Method: This research was a purely experimental design using the liquid dilutionmethod. The study began with a preliminary study using extracts with concentrations of 12000 mg / ml, 6000 mg / ml, 3000 mg/ ml, 1500 mg / ml, 750 mg / ml, and 375 mg / ml which was then continued with a concentration test with a concentration of9000 mg / ml , 8400 mg / ml, 7800 mg / ml, 7200 mg / ml, 6600 mg / ml, 6000 mg / ml, 5400 mg / ml, and 4800 mg / ml. Thisstudy uses a negative control (extract concentration of 0%) and positive control (nystatin 1%). Result: extract with aconcentration of 9000 mg / ml can kill Candida albicans in vitro. Data analysis using the Kruskal-Wallis test with α = 0.05 showedsignificant results and the Spearman correlation test showed a negative correlation direction which meant the higher theconcentration of the extract used, the fewer colonies of Candida albicans formed. Conclusion: Green Bean Sprout extract cankill Candida albicans with a concentration of 9000 mg / ml.
KEKUATAN TEKAN MODEL GIGI BERBAHAN DASAR SELF-CURED ACRYLIC SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN KETERAMPILAN KLINIS PROSTODONSIA Fatima .Fatima; Citra Insany Irgananda; Kartika Andari Wulan; Farida Audinarti Tabatya
E-Prodenta Journal of Dentistry Vol 5 No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi UB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.eprodenta.2021.005.02.6

Abstract

Latar Belakang : Model gigi merupakan media yang digunakan untuk melatih keterampilan klinik mahasiswa kedokteran gigi dalam melakukan preparasi gigi penyangga dari gigi tiruan cekat pada saat pre-klinik. Kekuatan tekan merupakan salah satu sifat mekanik yang perlu diperhatikan dari model gigi tersebut. Tujuan: Untuk mengetahui nilai kekuatan tekan model gigi berbahan self-cured acrylic dengan buatan pabrik dan enamel gigi, sebagai media pembelajaran ketrampilan klinis prostodonsia. Metode : Penelitian ini menggunakan pendekatan cross- sectional study dengan rancangan penelitian observasional analitik, yang melibatkan 3 kelompok sampel yaitu model gigi berbahan self-cured acrylic , model gigi buatan pabrik dan elemen gigi 44. Kekuatan tekan sampel diuji dengan Micro Load System Universal Testing Machine. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan nilai kekuatan tekan enamel gigi adalah 486,6 Mpa, model gigi buatan pabrik 485,9 Mpa dan model gigi berbahan self-cured acrylic 482,84 Mpa. Hasil statistik menggunakan oneway anova yaitu p = 0,476 dimana p > 0,05 yang menunjukkan tidak terdapat perbedaan signifikan pada kekuatan tekan antara 3 kelompok sampel. Kesimpulan: Model gigi berbahan self-cured acrylic memiliki daya saing terhadap model gigi buatan pabrik & berpeluang dikembangkan sebagai media pembelajaran keterampilan klinis prostodonsia.
APIKOEKTOMI GIGI INSISIVUS KANAN DISERTAI KISTA RADIKULER: LAPORAN KASUS Yuniari Agustin; Azizah Arifati; Adyaputra Indrapradana; Wignyo Hadriyanto; Diatri Nari Ratih
E-Prodenta Journal of Dentistry Vol 5 No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi UB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.eprodenta.2021.005.02.9

Abstract

LATAR BELAKANG: Proses inflamasi periapikal yang berlanjut dapat merangsang sisa epitel malassez di ligamentum periodontal. Granuloma dapat terbentuk sebagai pertahanan pertama terhadap nekrosis pulpa yang selanjutnya dapat menjadi abses periapikal. Kista radikuler dapat terjadi jika kondisi sebelumnya tidak segera ditangani. TUJUAN: Studi kasus ini bertujuan untuk mengevaluasi apikoektomi yang diikuti dengan enukleasi kista radikuler. KASUS: Seorang pria berusia 24 tahun datang dengan rujukan ke Klinik Bagian Konservasi Gigi Universitas Gadjah Mada untuk memeriksakan giginya dan melanjutkan perawatan saluran akar gigi. Keluhan utama adalah perubahan warna gigi dan seringkali muncul benjolan besar pada gusi gigi dengan riwayat trauma (kecelakaan) kurang lebih 12 tahun yang lalu yang tidak segera dilakukan untuk diperiksa dan dirawat. MANAJEMEN: Enukleasi kista yang terlihat pada foto rontgen dan CBCT dilakukan setelah perawatan saluran akar selesai. Kapsul dan kuretase jaringan granulasi kista dikirim ke bagian patologi anatomi. Apikoektomi dilakukan sekitar 3 mm dari apeks dilanjutkan dengan preparasi kavitas, pengisian retrograde menggunakan mineral trioxide aggregate dan aplikasi bone graft. Evaluasi dilakukan satu minggu pasca operasi dan dilanjutkan pembuatan restorasi akhir berupa pasak dowel dan mahkota zirkonia. KESIMPULAN: Apikoektomi diikuti dengan enukleasi kista radikuler yang dilakukan setelah perawatan saluran akar menunjukkan keberhasilan dalam proses penyembuhan yang ditandai dengan pengurangan lesi periapikal pada foto rontgen.
EFEK TOOTHGRAFT TERHADAP JUMLAH OSTEOBLAS SOKET TIKUS PASCA PENCABUTAN Ega Chandra Kumala; Fredy Mardiyantoro; Pinti Mei Sarnia Wahyu Salaras
E-Prodenta Journal of Dentistry Vol 5 No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi UB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.eprodenta.2021.005.02.7

Abstract

Latar Belakang: Bovine graft sebagai bahan pengganti tulang terkadang menimbulkan reaksi penolakan dari tubuh. Bahan tooth graft dari gigi yang diekstraksi memiliki kemiripan subtansi dengan tulang. Tujuan: Menganalisis efek implantasi tooth graft terhadap osteoblas dibandingkan dengan bovine graft pada soket alveolar tikus Wistar pasca pencabutan. Metode: Desain penelitian ini  adalah eksperimental laboratoris menggunakan 24 sampel yang dibagi menjadi 4 kelompok. Keempat kelompok dilakukan pencabutan gigi insisif pertama mandibula, pada 2 kelompok diaplikasikan tooth graft dan 2 kelompok diaplikasikan bovine graft selama 14 hari dan 30 hari. Jumlah sel osteoblas dihitung secara manual. Hasil: analisis data dengan uji statistik T test menunjukkan nilai yang tidak signifikan (p< 0,05) pada jumlah sel osteoblas pasca aplikasi tooth graft dan bovine graft pada hari ke-14 dan hari ke-30. Kesimpulan: Bahan tooth graft   dapat mempengaruhi jumlah sel osteoblas sama baiknya dengan bovine graft untuk perawatan pada tikus wistar pasca ekstraksi gigi.
PENGARUH KITOSAN-GELFOAM KULIT KAKAO TERHADAP ANGIOGENESIS PASCA EKSTRAKSI GIGI PENGGUNA ANTIKOAGULAN: Indonesia Hilwa Zahwa Nadira; Astika Swastirani
E-Prodenta Journal of Dentistry Vol 6 No 1 (2022)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi UB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.eprodenta.2022.006.01.6

Abstract

Latar Belakang: Frekuensi perdarahan setelah pencabutan gigi menggunakan antikoagulan dengan jenisdabigatran, rivaroxaban, dan warfarin masing-masing adalah 1,65%, 3,41%, dan 3,63%, lebih tinggi daripadaindividu mereka yang tidak menerima antikoagulan yaitu 0,39%. Oleh karena itu, diperlukan agen hemostatik lokalyang dapat mempercepat proses hemostasis tanpa menghentikan penggunaan obat antikoagulan. Kitosan gelfoamekstrak kulit buah kakao merupakan agen hemostatik lokal yang diaplikasikan pada luka pasca ekstraksi gigi padapengguna antikoagulan. Senyawa kitosan dan polifenol dari kulit buah kakao berperan sebagai anti inflamasi dananti bakteri yang dapat mempercepat penyembuhan luka. Tujuan: mengetahui pengaruh kitosan gelfoam ekstrakkulit buah kakao dalam meningkatkan jumlah angiogenesis pada soket setelah pencabutan gigi tikus putih jantanStrain Wistar dengan terapi antikoagulan. Metode: Penelitian ini menggunakan 24 ekor tikus putih jantan StrainWistar yang telah diinjeksi oleh heparin. Sampel dibagi menjadi delapan kelompok yaitu kelompok kontrol negatif,kelompok kontrol positif yang diberi asam traneksamat oral, kelompok perlakuan menggunakan kitosan gelfoamekstrak buah kakao 1ml dan 10 ml pada hari ke 3 dan 7. Setelah itu, dilakukan pengamatan terhadap peningkatanjumlah angiogenesis pada soket setelah pencabutan gigi. Analisis yang digunakan yaitu One Way ANOVA dan PostHoc Tukey. Hasil Penelitian: Hasil uji statistik menunjukkan terdapat perbedaan yang yang signifikan yaitu (sig< 0.05) pada hari ke-3 dan ke-7. Kesimpulan: Dosis kitosan gelfoam ekstrak kulit buah kakao 10 ml memilikiefektivitas yang lebih baik dibandingkan dengan kitosan gelfoam ekstrak kulit buah kakao dengan dosis 1 ml padahari ke-3 dan ke-7.
Pengaruh Pemberian Limbah Cair Tahu terhadap Jumlah Sel Osteoklas pada Tulang Alveolar Tikus Model Periodontitis Dini Rachmawati; Saiful Anwar
E-Prodenta Journal of Dentistry Vol 6 No 2 (2022)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi UB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.eprodenta.2022.006.02.7

Abstract

Latar Belakang: Periodontitis adalah keradangan Jaringan pendukung gigi yang disebabkan oleh bakteri anaerobyang mengakibatkan kerusakan ligamen periodontal dan tulang alveolar. Obat antiinflamasi digunakan untuk penyakitperiodontal yaitu golongan non steroid. Adanya efek samping yang ditimbulkan obat antiinflamasi maka perlu alternatifyang lebih aman seperti limbah cair tahu. Limbah industri pembuatan tahu lebih banyak berupa cairan yang masihmengandung isoflavon sehingga dapat dimanfaatkan dalam menjaga kesehatan jaringan periodontal. Tujuan: Untukmengetahui pengaruh pemberian limbah cair tahu terhadap jumlah sel osteoklas pada jaringan periodontal tikus modelperiodontitis. Metode: Penelitian ini menggunakan tikus wistar dengan 5 kelompok yaitu: K-(tanpa perlakuan),K+(perlakuan bakteri Pg 0,03ml 3 hari sekali), KE-1(perlakuan bakteri Pg 0,03ml 3 hari sekali+limbah cair tahu6ml/KgBB), KE-2(perlakuan bakteri Pg 0,03ml 3 hari sekali+limbah cair tahu 12ml/KgBB), dan KE-3(perlakuan bakteriPg 0,03ml 3 hari sekali + limbah cair tahu 18ml/KgBB) dan setelah 28 hari dilakukan pengambilan tulang alveolar untukdibuat preparat HE. Pengamatan sel osteoklas dengan miskroskop cahaya dengan perbesaran 400x dan dengan 5lapang pandang. Hasil: Uji One way annova dan uji tukey HSD menunjukan adanya pengaruh pemberian limbah cairtahu terhadap jumlah sel osteoklas (p<0,05). Pada uji korelasi pearson menunjukan adanya hubungan yangberbanding terbalik antara dosis yang diberikan dengan jumlah sel osteoklas (p<0,05). Kesimpulan: Pemberianlimbah cair tahu berbagai dosis memiliki hubungan yang signifikan terhadap jumlah sel osteoklas pada tulang alveolartikus wistar dan dosis 18ml/KgBB memiliki kemampuan yang paling efektif untuk menekan jumlah sel osteoklas. Kata Kunci : Periodontitis, Anti Inflamasi, Isoflavon, Limbah Cair Tahu.
UJI TOKSISITAS LIMBAH CAIR TAHU TERHADAP HEPAR TIKUS WISTAR (Rattus Norvegicus) SEBAGAI NUTRASETIKAL: Indonesia Jilan Namira Kusteja; Dyah Nawang Palupi Pratamawari
E-Prodenta Journal of Dentistry Vol 6 No 2 (2022)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi UB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.eprodenta.2022.006.02.2

Abstract

Latar Belakang: Limbah cair tahu merupakan limbah dengan kandungan isoflavon yang memilikipotensi sebagai nutrasetikal. Dalam pengembangannya, perlu dilakukan uji toksisitas untuk mengujikeamanan produk. Hepar merupakan salah satu organ yang berperan aktif dalam detoksifikasi.Tujuan: mengetahui keberadaan efek toksik limbah cair tahu terhadap hepar tikus wistar (Rattusnorvegicus) sebagai nutrasetikal. Metode: Penelitian ini menggunakan true experimental in vivo.Sampel berupa hewan coba tikus wistar jantan, dibagi menjadi 6 kelompok kontrol dan kelompokperlakuan yang dibedakan perdosis. Pemberian limbah cair tahu dilakukan selama 28 hari denganpenambahan 14 hari tanpa perlakuan untuk kelompok satelit. Melakukan analisis SGOT dan SGPT.Hasil: pengujian oneway ANOVA menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan pada uji SGOTdan SGPT (p<0,05) Kesimpulan: Pemberian limbah cair tahu memberikan perbedaan signifikan diSGOT dan SGPT kelompok dosis 1 dan 3 satelit. Kata kunci: Uji toksisitas, limbah cair tahu, hepar, tikus wistar

Page 8 of 13 | Total Record : 130