cover
Contact Name
Fredy Mardiyantoro
Contact Email
fredymardiyantoro@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
fredymardiyantoro@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
E-Prodenta Journal of Dentistry
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : 25974912     DOI : -
Core Subject : Health,
E-Prodenta Journal of Dentistry is a journal published by Faculty of Dentistry Universitas Brawijaya Malang. This journal is published periodically every six months. The E-Prodenta Journal of Dentistry presents the latest articles/manuscripts of knowledge, information and development on dental and oral health which are the results of research, review articles, and case reports to support the advancement of science, education, and practice of dentistry.
Arjuna Subject : -
Articles 132 Documents
PERAN KASEIN SUSU KAMBING PERANAKAN ETAWA TERHADAP PENINGKATAN KEKERASAN ENAMEL GIGI SULUNG Sutanti, Viranda; Manzila, Nilta; Milla, Lalita El; Hartami, Edina
E-Prodenta Journal of Dentistry Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi UB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.eprodenta.2021.005.01.3

Abstract

Latar Belakang: Demineralisasi merupakan suatu proses hilangnya mineral pada gigi. Proses demineralisasi tersebut mengakibatkan penurunan kekerasan enamel gigi sehingga dapat mengakibatkan terjadinya karies gigi. Susu kambing Peranakan Etawa terdiri dari kasein yang mengandung peptida bioaktif yang diyakini dapat meningkatkan kandungan mineral pada gigi dengan cara melepaskan ion kalsium dan fosfat. Tujuan: Mengetahui efektivitas kasein susu kambing PE dalam sediaan gel dalam meningkatkan kekerasan enamel gigi sulung secara In Vitro. Metode: Desain penelitian ini adalah true experimental pretest-postest control group design. Metode yang dilakukan adalah mengoles setiap permukaan fasial sampel gigi sulung dengan menggunakan bahan uji selama 3 menit, lalu sampel gigi sulung direndam menggunakan saliva buatan dalam inkubator selama 24 jam pada suhu 37°C selama 15 hari. Pengujian kekerasan enamel gigi sulung dilakukan menggunakan Micro Vickers Hardness Test. Hasil: Peningkatan nilai kekerasan enamel didapatkan sesudah perlakuan dengan nilai signifikansi 0,013 (p<0,05) pada uji One Way Anova. Semakin tinggi konsentrasi gel kasein susu kambing PE menunjukkan semakin tinggi nilai kekerasan enamel gigi sulung. Kesimpulan: Gel Kasein Susu Kambing PE terbukti efektif terhadap peningkatan kekerasan enamel gigi sulung.
Penambahan Nanoselulosa Sekam Padi (Oryza Sativa L) Terhadap Kekuatan Fleksural Basis Gigitiruan Resin Akrilik Polimerisasi Panas Riyadi, Wisnu; Purwasasmita, Bambang Sunendar; Imam, Dian Noviyanti Agus
E-Prodenta Journal of Dentistry Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi UB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Basis gigitiruan berfungsi untuk tempat anasir gigi dan sebagai pengganti tulang alveolar yang hilang. Resin akrilik polimerisasi panas merupakan bahan basis gigitiruan yang sering digunakan. Penambahan bahan alam pada bahan resin digunakan untuk memperbaiki kekuatan fleksuralnya, seperti nanoselulosa sekam padi. Tujuan : untuk mengetahui kekuatan fleksural dan karakteristik morfologi permukaan dari basis gigitiruan resin akrilik polimerisasi panas yang ditambahkan nanoselulosa sekam padi (Oryza sativa L). Metode : Penelitian eksperimental laboratoris murni dengan post test only control group design. Sampel terdiri dari empat puluh delapan sampel yang dibagi 6 kelompok, yaitu resin akrilik polimerisasi panas yang ditambahkan nanoselulosa 1%, 2%, 3%, 4%, 5%, dan resin akrilik polimerisasi panas tanpa penambahan nanoselulosa. Uji kekuatan fleksural dilakukan menggunakan metode three point bending dan pengamatan karakteristik permukaan dilakukan menggunakan SEM. Hasil : Kelompok resin akrilik dengan penambahan nanoselulosa 5% memiliki kekuatan fleksural tertinggi (79,62 MPa), sedangkan kelompok resin akrilik tanpa penambahan nanoselulosa memiliki kekuaran fleksural terendah (60,55 MPa). Terdapat perbedaan bermakna hasil uji kekuatan fleksural masing-masing kelompok perlakuan dan kontrol (p<0,05). Hasil uji SEM pada setiap kelompok sudah menunjukkan gambaran yang homogen namun masih memiliki sedikit aglomerasi dan porositas. Kesimpulan : nanoselulosa sekam padi dapat meningkatkan kekuatan fleksural basis gigitiruan resin akrilik polimerisasi panas.  Katakunci : Nanoselulosa, kekuatan fleksural, gigituran, resin akrilik polimerisasi panas, sekam padi.
EFEKTIVITAS EKSTRAK KULIT BUAH KAKAO (Theobroma cacao L.) SEBAGAI INHIBITOR LAJU KOROSI KAWAT STAINLESS STEEL PERANTI ORTODONTI LEPASAN Damaryanti, Endah; Erstyawati, Azzahra Diba
E-Prodenta Journal of Dentistry Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi UB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.eprodenta.2021.005.01.4

Abstract

Latar Belakang: Peranti ortodonti lepasan ditujukan untuk memperbaiki maloklusi ringan. Kawat stainless steel merupakan komponen yang berpotensi mengalami korosi dan berefek negatif bagi kawat serta tubuh manusia. Kulit buah kakao mengandung senyawa antioksidan tanin dan menjadi limbah perkebunan sehingga dimanfaatkan menjadi bahan inhibitor organik korosi pada kawat ortodonti stainless steel. Tujuan: Membuktikan efektivitas ekstrak kulit buah kakao sebagai inhibitor laju korosi kawat ortodonti stainless steel. Metode: Penelitian ini menggunakan kawat ortodonti stainless steel merk Dentaurum remanium jenis round, spring hard, 0,7 mm/28 dipreparasi panjangnya 6 cm, ditimbang massa awal dan akhir menggunakan neraca analitik. Terdapat 4 kelompok kawat yang direndam 30 menit: K (saliva buatan), dan P dalam saliva buatan dengan ekstrak konsentrasi 600 ppm (P1), 800 ppm (P2) dan 1000 ppm (P3). Proses korosi menggunakan reaksi redoks dan penghitungan laju korosi menggunakan rumus metode weight loss. Hasil: Uji One Way ANOVA menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara laju korosi pada keempat kelompok (p<0,05). Uji Post Hoc Tukey HSD menunjukkan besar nilai perbedaan mean yang signifikan dalam mengurangi laju korosi antara kelompok kontrol dengan P1, P2 dan P3 serta antara PI dengan P2 dan P3 (p<0,05), dan didapatkan perbedaan mean terbesar pada P3. Kesimpulan: Ekstrak kulit buah kakao efektif sebagai inhibitor laju korosi kawat stainless steel pada peranti ortodonti lepasan. Semakin besar konsentrasi inhibitor yang digunakan maka laju korosi akan semakin berkurang dan efektivitas inhibitor semakin meningkat.
TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP DOKTER GIGI TERHADAP POSTURAL STRESS Pratamawari, Dyah Nawang Palupi; Balbeid, Merlya; Lely Rachmawati, Yuanita; Aufa Nikita, Dhea
E-Prodenta Journal of Dentistry Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi UB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.eprodenta.2020.004.02.6

Abstract

Latar belakang: Dokter gigi merupakan salah satu profesi yang sangat berisiko terhadap timbulnya keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDs). Sebanyak 55%-93% dokter gigi menderita gangguan MSDs karena kurangnya informasi terkait pengetahuan, sikap dan tindakan penerapan praktis ergonomi sesuai praktik kesehatan sehari-hari. Tujuan: untuk mengetahui adanya hubungan tingkat pengetahuan dan sikap dokter gigi tentang ergonomi terhadap postural stress dan risiko ergonomi saat melakukan penumpatan gigi. Metode: Penelitian ini observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian dilakukan pada 31 dokter gigi di kota Malang dan sedang melakukan tindakan penumpatan di Kota Malang. Metode yang digunakan untuk pengamatan postural stress adalah OWAS (Ovako Work Posture Analysis System), sedangkan untuk pengamatan risiko ergonomi adalah BRIEF (Baseline Risk Identification of Ergonomic Factor) Survey dan pengisian kuesioner pengetahuan dan sikap tentang ergonomi. Hasil penelitian: Skor tinggi pengetahuan ergonomi sebesar 54,8% (17 responden) dan skor tinggi pada sikap ergonomi sebesar 48,4% (15 responden). Uji Kendall Tau untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan ergonomi dengan postural stress adalah p = 0,556 dan sikap ergonomi dengan postural stress adalah p = 0,723. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara pengetahuan dan sikap ergonomi terhadap postural stress pada dokter gigi saat melakukan penumpatan.Kata Kunci: Pengetahuan ergonomi, Sikap ergonomi, Postural stress, Risiko ergonomi
PENGARUH LENDIR BEKICOT (Achatina fulica) TERHADAP JUMLAH FIBROBLAS PADA SOKET Mardiyantoro, Fredy; Zainal Abidin, Zefry; Swastirani, Astika; Dibya, Handaru
E-Prodenta Journal of Dentistry Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi UB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.eprodenta.2020.004.02.1

Abstract

Latar belakang : Penyembuhan luka adalah proses dinamis yang menghasilkan serangkaian aktivitas termasuk peradangan, proliferasi, dan migrasi sel-sel fibroblast ke daerah luka. Fibroblas sangat penting dalam mendukung penyembuhan luka normal, dari fase akhir inflamasi hingga fase akhir epitelisasi pada jaringan yang mengalami jejas. Tujuan : Penelitian ini mengamati pengaruh lendir bekicot (Achatina fulica) dalam mempercepat proses penyembuhan melalui proliferasi fibroblas di soket paska pencabutan gigi. Metode : Tikus wistar (Rattus novergicus) dibagi menjadi dua kelompok, dan gigi insisivus pertama rahang bawah kiri mereka dicabut. Soket bekas pencabutan diberikan lendir bekicot pada kelompok perlakuan dan kelompok kontrol tidak diberikan lendir bekicot. Pada hari ke 3, 5 dan 7, tikus dilakukan eutanasia dan sampel jaringan diolah untuk analisis histologi. Hasil : Uji statistik penelitian menunjukkan bahwa lendir bekicot (Achatina fulica) secara signifikan meningkatkan jumlah sel fibroblas pada kelompok perlakuan dibandingkan dengan kelompok kontrol (p<0,05). Kesimpulan : Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa lendir siput (Achatina fulica) mempunyai potensi yang cukup baik dalam merangsang proses penyembuhan luka setelah pencabutan gigi.
STUDI LABORATORIS PENGARUH PASTA GIGI CHARCOAL DAN WHITENING TERHADAP KEKASARAN PERMUKAAN ENAMEL Priyanto, Rahmavidyanti; Patricia, Irene
E-Prodenta Journal of Dentistry Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi UB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.eprodenta.2021.005.01.6

Abstract

Latar Belakang : Perubahan warna pada gigi dapat disebabkan oleh kebiasaan merokok, konsumsi kopi dan teh dalam jangka waktu panjang, obat-obatan serta fluorosis. Adanya perubahan warna gigi menyebabkan orang tidak nyaman saat tersenyum maupun berbicara. Penggunaan pasta gigi whitening menjadi upaya untuk mengatasi hal tersebut. Saat ini, penggunaan pasta gigi charcoal menjadi popular untuk mencerahkan warna gigi. Pasta gigi charcoal mengandung charcoal powder yang merupakan bahan abrasif. Penggunaan bahan abrasif sebagai pasta gigi dapat mempengaruhi permukaan enamel. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengamati peningkatan kekasaran permukaan pada enamel gigi akibat penggunaan pasta gigi charcoal dan pasta gigi whitening. Metode : Penelitian eksperimental laboratoris dilakukan pada tiga puluh gigi premolar satu permanen rahang atas yang dibagi menjadi tiga kelompok sampel yang dilakukan penyikatan menggunakan bahan berbeda. Kelompok A: kelompok kontrol menggunakan distilled water, Kelompok B: pasta gigi whitening dan Kelompok C: pasta gigi charcoal. Penyikatan dilakukan dengan asumsi waktu setara penggunaan 1 dan 3 bulan. Nilai kekasaran permukaan pada enamel gigi sebelum dan setelah perlakuan diukur menggunakan Surface Roughness Tester Mitutoyo SJ-210. Hasil : Analisis statistik menggunakan repeated ANOVA menunjukkan perbedaan peningkatan kekasaran yang signifkan (p < 0,05) pada setiap kelompok setelah penyikatan dengan asumsi waktu sama dengan penggunaan 1 dan 3 bulan. Kesimpulan: Peningkatan kekasaran permukaan enamel akibat penggunaan pasta gigi charcoal lebih besar dibandingkan dengan penggunaan pasta gigi whitening
PENGARUH LAMA AKTIVITAS KERJA DOKTER GIGI DI PUSKESMAS KOTA MALANG TERHADAP TINGKAT RISIKO TERJADINYA MUSCULOSKELETAL DISODERS (MSDs) Harnani, Yully Endang; Shoumi, Ameria Briliana
E-Prodenta Journal of Dentistry Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi UB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.eprodenta.2020.004.02.7

Abstract

Latar Belakang: Dokter gigi secara umum bekerja dengan posisi statis dan kaku secara berulangulang dalam waktu yang lama di tempat praktik sehingga dapat berisiko terkena Musculokeletal Disoders (MSDs). Masa kerja dan durasi jam kerja dokter gigi merupakan salah satu faktor risikonya sehingga penting bagi dokter gigi untuk memperhatikan prinsip ergonomi dalam bekerja. Tujuan: Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh lama aktivitas kerja dokter gigi di Puskesmas kota Malang terhadap tingkat risiko terjadinya MSDs. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Teknik sampling yang digunakan adalah Purposive Sampling dan didapatkan sampel sebanyak 21 dokter gigi di Puskesmas kota Malang. Variabel yang diteliti adalah masa kerja, durasi jam kerja , dan tingkat risiko MSDs. Pengambilan data menggunakan kuesioner, Nordic Body Map (NBM), Rapid Body Entire Assesment (REBA). Hasil: Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 5 responden (23,80%) memiliki masa kerja 10-20 tahun dan 16 responden (76,19%) memiliki masa kerja >20 tahun. Durasi jam kerja < 8 jam/hari sebanyak 6 responden (28,57%) dan 15 responden (71,42%) bekerja selama ≥ 8 jam dalam sehari. Kesimpulan: Berdasarkan metode REBA didapatkan tingkat risiko MSDs sedang sebanyak 6 responden (28,57%), tinggi 12 responden (57,14%), dan sangat tinggi 3 responden (14,28%). Terdapat pengaruh yang signifikan sig. F (0.015) < α = 0.05 dari masa kerja dan durasi jam kerja terhadap tingkat risiko terjadinya MSDs.
PERBANDINGAN MORFOLOGI DAN RASIO CA/P SERBUK HIDROKSIAPATIT DARI TULANG IKAN CAKALANG (KATSUWONUS PELAMIS) DENGAN HIDROKSIAPATIT SISIK IKAN Wardani, Sinta Candra; Hapsari, Diwya Nugrahini; Fatima, Fatima
E-Prodenta Journal of Dentistry Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi UB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.eprodenta.2020.004.02.2

Abstract

Latar Belakang: Hidroksiapatit merupakan salah satu bahan alloplast yang digunakan untuk meningkatkan regenerasi tulang. Bahan kalsium fosfat (CaP) ini dapat dibuat dari biomaterial alami yaitu tulang ikan cakalang (Katsuwonus pelamis) dengan metode presipitasi. Tujuan : untuk membandingkan morfologi mikrostruktur, ukuran partikel. serta rasio kalsium (Ca) dan fosfat (P) antara serbuk hidroksiapatit dari tulang ikan cakalang (Katsuwonus pelamis) dengan serbuk hidroksiapatit dari sisik ikan. Metode: serbuk hidroksiapatit disintesa menggunakan metode presipitasi. Analisa dilakukan menggunakan FESEM (FEI Quanta FEG 650) dan SEM EDAX FEI Inspect S50. Serbuk hidroksiapatit yang terbuat dari sisik ikan digunakan sebagai pembanding. Hasil : Morfologi permukaan partikel pembanding tampak tidak beraturan sedangkan pada serbuk hidroksiapatit tulang ikan cakalang permukaannya granular. Partikel hidroksiapatit tulang ikan cakalang lebih homogen dengan rata-rata 60,598μm dibandingkan dengan partikel pembanding dengan rata-rata 99,104μm. Keduanya terdiri dari unsur-unsur Ca, P dan O. Nilai rata-rata rasio Ca / P bubuk hidroksiapatit dalam pembanding adalah 2,27 sedangkan pada hidroksiapatit tulang ikan cakalang 1,99. Kesimpulan: Hidroksiapatit dari tulang ikan cakalang lebih baik daripada pembanding dilihat dari morfologi permukaan, ukuran partikel yang lebih homogen dan lebih kecil, juga dari rasio Ca/P.
PENGARUH NANOLIPOSOM EKSTRAK ETANOL BIJI PEPAYA (Carica Papaya L.) 96% SEBAGAI ANTIINFLAMASI TERHADAP JUMLAH NEUTROFIL PADA MODEL DIABETIK PERIODONTITIS TIKUS Sprague Dawley Nugraeni, Yuli; Elfahma, Arfaza
E-Prodenta Journal of Dentistry Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi UB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Penyakit inflamasi kronis rongga mulut prevalensi tinggi di Indonesia adalah periodontitis. Diabetes melitus dapat meningkatkan keparahan penyakit periodontal sehingga memicu peningkatan jumlah neutrofil. Alternatif pengobatan obat herbal adalah dari biji pepaya (Carica papaya L.) yang mengandung flavonoid dan fenol. Nanoliposom digunakan untuk meningkatkan efisiensi penetrasi liposom sehingga dapat menembus berbagai membran lipid dengan baik dan melindungi pengiriman obat tepat ke jaringan periodontal. Tujuan: Mengetahui pengaruh nanoliposom ekstrak etanol biji pepaya 96% terhadap jumlah neutrofil pada model diabetik periodontitis tikus Sprague Dawley. Metode: Hewan coba diinduksi LPS P. gingivalis pada sulkus gingiva, serta injeksi STZ dan nikotinamid. Kelompok penelitian dibagi menjadi 3 kelompok perlakuan terdiri dari kelompok kontrol (K), aplikasi ekstrak etanol biji pepaya 96% (P1), dan aplikasi nanoliposom ekstrak etanol biji pepaya 96% (P2) sekali sehari dosis 0,5 ml secara oral dan 0,03 ml diteteskan pada sulkus gingiva, terbagi atas 3 time series; hari ke-3, 7, dan 14. Pengamatan jumlah neutrofil menggunakan pewarnaan HE. Data yang diperoleh diuji statistik. Hasil: Berdasarkan uji one-way ANOVA (p<0.05), terdapat perbedaan signifikan pada kelompok K, P1, dan P2. Rerata neutrofil terendah, yaitu P2 dengan aplikasi nanoliposom ekstrak etanol biji pepaya 96% sekali sehari dosis 0,5 ml oral dan 0,03 ml diteteskan pada sulkus gingiva. Kesimpulan: Terdapat pengaruh pemberian nanoliposom ekstrak etanol biji pepaya 96% terhadap jumlah neutrofil, serta terdapat perbedaan penurunan jumlah neutrofil yang signifikan hari ke-3, 7, dan 14 pada Kelompok K, P1, P2.
OVERVIEW OF GLOMERULAR HYPERTROPHY AND HYDROPIC DEGENERATION OF DIABETIC RAT KIDNEY MODELS IN GIVING TOMAN FISH Carabelly, Amy Nindia; Sinaga, Udur; Dewi, Nurdiana
E-Prodenta Journal of Dentistry Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi UB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.eprodenta.2021.005.01.1

Abstract

Background: Traditional medicine is increasingly favored by the community as an effort to maintain and treat health because it has low side effects and is easy to obtain. Low side effects in administering traditional medicines if the dosage is right, so it is necessary to do an acute toxicity test. One of the consumers of traditional medicine is diabetes mellitus (DM) sufferer. DM can cause delay wound healing. Toman fish is proven to accelerate wound healing. DM sufferers need special attention to their kidneys because in addition to the toxic effects caused by improper doses of traditional medicine, the kidneys can also experience diabetic nephropathy. Objectives: To analyze changes in glomerular hypertrophy and hydropic degeneration in the administration of 16 mL / KgBW Toman fish extract orally for 14 days in diabetic wistar rat kidneys. Methods: This study was a true experimental design with a post test only with control group design. The study was divided into a treatment group of toman fish extract at a dose of 16 mL / Kg BW orally for 14 days in diabetic rat kidney models and a control group in the form of feeding only. Results: The administration of toman fish extract in DM rat showed changes in the glomerular hypertrophy picture of 25-50% and decreased glomerular hypertrophy score which was significantly different from the control group. There was no feature of hydropic degeneration in either group. Conclusions: Giving toman fish extract to DM rat can reduce glomerular hypertrophy and does not cause hydropic degeneration

Page 5 of 14 | Total Record : 132