cover
Contact Name
Mieke
Contact Email
mieke@esaunggul.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
inohim.ueu@esaunggul.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Indonesian of Health Information Management Journal (INOHIM)
Published by Universitas Esa Unggul
ISSN : 23548932     EISSN : 26559129     DOI : -
Core Subject : Health,
Indonesian of Health Information Management Journal (INOHIM) is a scientific publication devoted to disseminate all information contributing to the understanding and development of Health Information management, Health Informatics and Health Information Management System.
Arjuna Subject : -
Articles 188 Documents
Peran Dokumen Penunjang dan Konsistensi Resume Medis dalam Meningkatkan Akurasi Pengkodean Diagnosa di RS X (Studi Kasus Diagnosa ISK) Sukmasari, Kinasih Putri; Amalia, Rizkiyatul
Indonesian of Health Information Management Journal (INOHIM) Vol 12, No 2 (2024): INOHIM
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/inohim.v12i2.565

Abstract

AbstractDiscrepancies in supporting documents and errors in coding Urinary Tract Infection (UTI) diagnoses are the main causes of BPJS Health claim rejections at Hospital X. Pending claims due to diagnostic coding errors account for 7.2% of all cases, with 4.5% specifically related to UTI diagnosis coding errors. This study aims to analyze the causes of pending BPJS Health claims related to UTI diagnostic codes by examining supporting documents and medical resumes. A qualitative approach was employed using interviews with four respondents, observations of the coding process to claim submission for inpatient BPJS Health patients and a document review of four claim files. The results reveal that 75% of UTI diagnoses showed discrepancies between supporting documents and medical resumes, while only 25% were consistent. These inconsistencies led to removing several UTI diagnoses from medical resumes, rendering the claims invalid. This study concludes that the accuracy of supporting documents and consistency in medical resume preparation significantly impact the precision of UTI diagnosis coding and the smooth processing of BPJS Health claims. Enhancing coding accuracy and validating supporting documents are recommended to reduce pending claims.Keyword: BPJS, diagnosis, UTI, ICD-10 code, pending claim AbstrakKetidaksesuaian dokumen penunjang dan kesalahan pengkodean diagnosa Infeksi Saluran Kemih (ISK) menjadi penyebab utama pengembalian berkas klaim BPJS Kesehatan di RS X. Persentase klaim pending akibat kesalahan kode diagnosa secara keseluruhan mencapai 7,2%, dengan 4,5% di antaranya disebabkan oleh kesalahan pengkodean pada diagnosa ISK. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyebab pending klaim BPJS Kesehatan berdasarkan pengkodean diagnosa ISK dengan meninjau dokumen penunjang dan resume medis. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui metode wawancara dengan empat responden, observasi proses pengkodean hingga pengiriman klaim pasien rawat inap, serta studi dokumentasi terhadap empat berkas klaim. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 75% diagnosa ISK tidak sesuai antara dokumen penunjang dan resume medis, sementara hanya 25% yang sesuai. Ketidaksesuaian ini menyebabkan beberapa diagnosa ISK pada resume medis dihapuskan, mengakibatkan klaim tidak valid. Penelitian ini menyimpulkan bahwa tingkat kesesuaian dokumen penunjang dan kekonsistenan dalam penyusunan resume medis sangat mempengaruhi ketepatan pengkodean diagnosa ISK dan kelancaran proses klaim BPJS Kesehatan. Peningkatan akurasi pengkodean dan validasi dokumen pendukung direkomendasikan untuk mengurangi pending klaim.Kata Kunci: BPJS, diagnose, ISK, kode ICD-10, pending klaim
Evaluasi Aplikasi Pendaftaran Pasien Rawat Jalan Online Dengan Technology Acceptance Model di Rumah Sakit Umum Daerah Tabanan Adi Putra, I Putu Agus Gangga; Karsana, I Wayan Widi; Wasita, Rai Riska Resty
Indonesian of Health Information Management Journal (INOHIM) Vol 12, No 2 (2024): INOHIM
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/inohim.v12i2.609

Abstract

AbstractRSUD (Regional General Hospital) Tabanan has implemented online outpatient registration via the WhatsApp application, but there are still various obstacles, and from July to October 2023, only 0.22% of patients registered online, resulting in suboptimal services. The Technology Acceptance Model (TAM) is divided into five components: perceived ease of use (PEOU), perceived usefulness (PU), attitudes toward using (ATU), behavioral intention to use (BIU), and actual technology use (AU). These levels must be considered when evaluating the application. This research design utilizes a combination of case studies and narratives. There were a total of 6,395 patients. The quantitative analysis sample contained 380 patients, and the qualitative analysis sample included 9 respondents. It used techniques including observation checklists, questionnaires, and interview drafts. The study included both simple and multivariate linear regression techniques. The results showed that the PEOU variable had a positive effect on the PU, the PEOU variable had a positive effect on the ATU, the PU variable had a positive effect on the ATU, the PU variable had a positive effect on the BIU, the ATU variable had a positive effect on the BIU, the PU variable had no effect on the AU, and the BIU variable had a positive effect on the AU. There is no influence between PU variables on AU because there are still several obstacles, so even though the application is useful, it does not affect the real conditions in its use. Hospitals should be encouraged to evaluate procedures and improve the quality of online registration applications. Future researchers can use other analytical methods and a larger number of samples to make suggestions. Keywords: evaluation, online patient registration, WhatsApp, TAM  AbstrakRSUD Tabanan sudah menerapkan pendaftaran pasien rawat jalan online melalui aplikasi WhatsApp, akan tetapi masih terdapat beberapa hambatan dan selama bulan Juli - Oktober 2023 hanya 0,22% pasien yang melakukan pendaftaran secara online, sehingga pelayanan yang diberikan menjadi kurang optimal. Maka dari itu, perlu dilakukan evaluasi untuk mengetahui penerimaan aplikasi oleh pengguna dengan Technology Acceptance Model (TAM), yang terdiri dari persepsi kemudahan pengguna (PEOU), persepsi kegunaan (PU), sikap dalam penggunaan teknologi (ATU), minat perilaku menggunakan teknologi (BIU) dan penggunaan teknologi sesungguhnya (AU). Rancangan penelitian ini menggunakan mix method studi kasus dan naratif. Jumlah populasi sebanyak 6.395 pasien. Sampel analisis kuantitatif sebanyak 380 pasien dan sampel analisis kualitatif sebanyak 9 orang responden. Menggunakan instrumen checklist observasi, kuesioner dan draft wawancara. Analisis yang digunakan adalah regresi linear sederhana dan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan variabel PEOU berpengaruh positif terhadap PU, variabel PEOU berpengaruh positif terhadap ATU, variabel PU berpengaruh positif terhadap ATU, variabel PU berpengaruh positif terhadap BIU, variabel ATU berpengaruh positif terhadap BIU, variabel PU tidak berpengaruh terhadap AU, serta variabel BIU berpengaruh positif terhadap AU. Tidak adanya pengaruh antara variabel PU terhadap AU karena masih terdapat beberapa kendala, sehingga walaupun aplikasi berguna, tetapi tidak mempengaruhi kondisi nyata dalam penggunaannya. Saran bagi rumah sakit yaitu dilakukan evaluasi prosedur serta peningkatan mutu dan kualitas aplikasi pendaftaran online. Saran bagi peneliti selanjutnya dapat menggunakan metode analisis lain dan menggunakan ukuran sampel yang lebih banyak.Kata Kunci: evaluasi, pendaftaran pasien online, WhatsApp, TAM
Motivasi Belajar Mahasiswa Program Studi Rekam Medis Pasca Pandemi Sevilla, Flavia; Rumana, Nanda Aula; Sonia, Dina; Putra, Daniel Happy
Indonesian of Health Information Management Journal (INOHIM) Vol 12, No 2 (2024): INOHIM
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/inohim.v12i2.584

Abstract

AbstractMotivation is a movement within a person, one of which is learning. High motivation will create good results, too. This research aims to determine the description of learning motivation in students of the Medical Records and Health Information study program at Esa Unggul University in the post-pandemic period through six indicators, namely intrinsic, extrinsic, task value, learning control, self-efficacy, and anxiety. This research uses a descriptive method with a quantitative approach. The research sample consisted of 82 students from three different classes. The results of this research show that based on intrinsic indicators 75.2%, extrinsic 81.4%, task value 76.5%, learning control 76.5%, self-efficacy 80.3%, and anxiety 73.4%), the results obtained that post-pandemic medical records students' learning motivation was 51.2% high motivation and 48.8% low motivation.Keyword: medical record students, learning motivation, MSLQ  AbstrakMotivasi merupakan gerakan dalam diri seseorang salah satunya dalam belajar. Motivasi yang tinggi akan menciptakan hasil yang baik juga. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran motivasi belajar pada mahasiswa Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Universitas Esa Unggul di pasca pandemi melalui enam indikator yakni intrinsik, ekstrinsik, nilai tugas, pengendalian pembelajaran, efikasi diri, dan kecemasan. Penelitian ini memakai metode deskriptif kuantitatif. Sampel penelitian ini berjumlah 82 mahasiswa dengan tiga angkatan berbeda. Hasil penelitian ini menunjukkan berdasarkan indikator intrinsik 75,2%, ekstrinsik 81,4%, nilai tugas 76,5%, pengendalian pembelajaran 76,5%, efikasi diri 80,3%, dan kecemasan 73,4%, sehingga didapatkan hasil bahwa motivasi belajar mahasiswa rekam medis di pasca pandemi 51,2% motivasi tinggi dan 48,8% motivasi rendah.Kata Kunci: mahasiswa rekam medis, motivasi belajar, MSLQ
Analisis Penerapan Rekam Medis Elektronik Berdasarkan Kebijakan Permenkes No. 24 Tahun 2022 di RS Bantuan 05.08.03 Sidoarjo Pribadi, Maylina Surya Wirawati; Masyfufah, Lilis; Astuti, Widi; Ajrina, Arij
Indonesian of Health Information Management Journal (INOHIM) Vol 12, No 2 (2024): INOHIM
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/inohim.v12i2.575

Abstract

AbstractThe advancement of science and technology has significantly improved and streamlined the work of healthcare professionals. One example of this progress is the transition from manual medical records to Electronic Medical Records (EMR). At Bantuan 05.08.03 Hospital in Sidoarjo, the implementation of EMR remains in a hybrid system, combining manual and electronic methods, which does not align with Minister of Health Regulation Number 24 of 2022. This research aimed to analyze the implementation of EMR at the hospital based on the specified regulation. A qualitative descriptive method was employed, with observations conducted using a checklist to evaluate the Medify application. Research subjects included doctors, nurses, nutritionists, IT personnel, and medical record staff, each represented by one participant. The results revealed that clinical information entry, data input for financing claims, and EMR storage processes met the required standards. However, inconsistencies were identified in patient registration, data distribution, information processing, quality assurance, and content transfer. These discrepancies indicate that the hospital's EMR implementation is not fully compliant with the regulation. Addressing these gaps requires focused efforts to enhance technical systems and staff training, ensuring full compliance with the regulation and optimizing EMR functionality.Keyword: conformity, confirmation, observation AbstrakKemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi telah secara signifikan meningkatkan dan mempermudah pekerjaan para profesional kesehatan. Salah satu contohnya adalah transisi dari rekam medis manual ke Rekam Medis Elektronik (RME). Di Rumah Sakit Bantuan 05.08.03 Sidoarjo, penerapan RME masih menggunakan sistem hybrid yang menggabungkan metode manual dan elektronik, sehingga belum sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 24 Tahun 2022. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan RME di rumah sakit tersebut berdasarkan peraturan tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan observasi yang dilakukan menggunakan lembar cek untuk mengevaluasi aplikasi Medify. Subjek penelitian meliputi dokter, perawat, ahli gizi, petugas IT, dan petugas rekam medis, masing-masing diwakili oleh satu peserta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pengisian informasi klinis, input data untuk klaim pembiayaan, dan penyimpanan RME sudah sesuai dengan standar yang ditentukan. Namun, ditemukan ketidaksesuaian dalam proses pendaftaran pasien, distribusi data RME, pengolahan informasi, jaminan mutu, dan transfer isi RME. Ketidaksesuaian ini menunjukkan bahwa implementasi RME di rumah sakit tersebut belum sepenuhnya sesuai dengan peraturan. Untuk mengatasi kesenjangan ini, diperlukan upaya khusus untuk meningkatkan sistem teknis dan pelatihan staf, sehingga dapat memastikan kepatuhan penuh terhadap peraturan dan mengoptimalkan fungsi RME.Kata Kunci: kesesuaian, konfirmasi, observasi
Evaluasi Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) Dengan Metode Hot-Fit di Rumah Sakit Dharma Kerti Prapti Wujani, Ni Luh Gede; Karma Maha Wirajaya, Made; Ayu Laksmini, Putu; Tunas, I Ketut
Indonesian of Health Information Management Journal (INOHIM) Vol 12, No 2 (2024): INOHIM
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/inohim.v12i2.621

Abstract

AbstractDharma Kerti Hospital is one of the hospitals located in Tabanan Regency, Bali. The hospital has implemented SIMRS to support the service process. However, observations show that the system's performance is often slow, experiencing errors and exiting automatically. In addition, the system has never been evaluated since its implementation. This study aims to evaluate SIMRS using the Hot-Fit method at Dharma Kerti Hospital. The type of research is observational, using a quantitative descriptive method. Sampling research using a proportional random sampling technique, with a total sample of 61 people who operate SIMRS at Dharma Kerti Hospital. The evaluation results of the four components are classified as good categories, where the human component obtained a score of 3.04, the organization component obtained a score of 3.08, the technology component obtained a score of 3.00, and the net benefit component obtained a score of 3.07. It can be concluded that the evaluation of SIMRS using the Hot-Fit method is categorized as good from all aspects of the assessment. This shows that, overall, the performance of SIMRS supports the health service process and can increase the productivity and efficiency of patient services. The results of this study can be a reference for the development of studies and policies related to the evaluation and improvement of SIMRS performance to support the efficiency of health services.Keywords: Evaluation, SIMRS, Hot-Fit AbstrakRumah Sakit Dharma Kerti merupakan salah satu rumah sakit yang terletak di Kabupaten Tabanan, Bali. Rumah sakit ini telah menerapkan SIMRS untuk mendukung proses pelayanan. Namun, hasil observasi menunjukkan bahwa kinerja sistem sering lambat, mengalami error, dan keluar secara otomatis. Selain itu, evaluasi sistem belum pernah dilakukan sejak penerapannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi SIMRS dengan metode Hot-Fit di Rumah Sakit Dharma Kerti. Jenis penelitian adalah observasional menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Pengambilan sampel penelitian menggunakan teknik proportional random sampling, dengan jumlah sampel sebanyak 61 orang yang mengoperasikan SIMRS di Rumah Sakit Dharma Kerti. Hasil evaluasi keempat komponen tergolong kategori baik, dimana komponen human diperoleh skor 3,04, komponen organization diperoleh skor 3,08, komponen technology diperoleh skor 3,00 dan komponen net benefit diperoleh skor 3,07. Dapat disimpulkan bahwa evaluasi SIMRS menggunakan metode Hot-Fit yang dilakukan dikategorikan sudah baik dari semua aspek penilaian. Hal tersebut menunjukkan bahwa secara keseluruhan, kinerja SIMRS sudah baik untuk mendukung proses pelayanan kesehatan serta dapat meningkatkan produktivitas dan efisiensi pelayanan pasien. Hasil penelitian ini dapat menjadi referensi bagi pengembangan studi dan kebijakan terkait evaluasi serta peningkatan kinerja SIMRS untuk mendukung efisiensi pelayanan kesehatan.Kata Kunci: Evaluasi, SIMRS, Hot-Fit
Evaluasi Sistem Informasi Manajemen Puskesmas (SIMPUS) dengan Pendekatan HOT-Fit Model di Puskesmas Baturraden II Bella, Cindy Rozza; Ummah, Shofiatul; Isnaeni, Rizka
Indonesian of Health Information Management Journal (INOHIM) Vol 13, No 1 (2025): INOHIM
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/inohim.v13i1.660

Abstract

SIMPUS is an application designed to manage public health centers (Puskesmas), specifically created to handle patient data from registration to report generation. Generally, the implementation of SIMPUS in Baturraden II Public Health Center has AbstractSIMPUS is an integrated information system that supports service management in Community Health Centers (Puskesmas), covering processes from registration to reporting. At Baturraden II Community Health Center, the system has been generally implemented; however, outpatient services still face efficiency challenges due to technical and operational issues. This study aims to evaluate the effectiveness of SIMPUS using a descriptive quantitative approach and the Human, Organization, Technology–Fit (HOT-FIT) framework. A total of 20 healthcare workers participated as the sample in data collection conducted in December 2023. The evaluation covered human aspects (competence, acceptance, satisfaction), organizational aspects (policies, leadership support, and support from the Health Office), and technological aspects (system development, system quality, and service quality). The findings indicate that although SIMPUS has been utilized for documentation and reporting, obstacles such as reliance on external servers and unstable internet connections still hinder smooth service delivery. Periodic evaluations are needed to improve system integration and service efficiency at the Community Health Center.Keyword: evaluation, SIMPUS, HOT-FIT modelAbstrakSIMPUS merupakan sistem informasi terintegrasi yang mendukung pengelolaan layanan di Puskesmas, mulai dari pendaftaran hingga pelaporan. Di Puskesmas Baturraden II, sistem ini telah diimplementasikan secara umum, namun pelaksanaan layanan rawat jalan masih menghadapi kendala efisiensi akibat gangguan teknis dan operasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas SIMPUS dengan pendekatan kuantitatif deskriptif menggunakan kerangka kerja Human, Organization, Technology–Fit (HOT-FIT). Sebanyak 20 tenaga kesehatan dilibatkan sebagai total sampel dalam pengumpulan data yang dilakukan pada Desember 2023. Evaluasi mencakup aspek manusia (kompetensi, penerimaan, kepuasan), organisasi (kebijakan, dukungan pimpinan dan Dinas Kesehatan), serta teknologi (pengembangan, mutu sistem, dan kualitas layanan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun SIMPUS telah digunakan untuk pencatatan dan pelaporan, masih ditemukan hambatan seperti ketergantungan terhadap server eksternal dan koneksi internet yang tidak stabil, yang berdampak pada kelancaran pelayanan. Diperlukan evaluasi berkala guna meningkatkan integrasi sistem dan efisiensi layanan di Puskesmas.Kata Kunci: evaluasi, SIMPUS, model HOT-FIT
Evaluasi Proses Penginputan Data Klaim Pembiayaan Kesehatan di Unit Rawat Jalan UPT RSUD RAA Soewondo Pati Ariyanti, Meilia; Nugraha, Ega; Indradi Sudra, Rano
Indonesian of Health Information Management Journal (INOHIM) Vol 13, No 1 (2025): INOHIM
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/inohim.v13i1.645

Abstract

AbstractOne of the key activities in implementing Electronic Medical Records (EMR) is entering data for healthcare financing claims. This process involves inputting diagnosis and procedure codes into the claim system based on patient service documentation. This study aims to describe the implementation of data entry for financing claims in the outpatient unit of RSUD RAA. Soewondo Pati, including workflow, coding practices, and data variables used. The research used a qualitative method with a descriptive approach. The results show that the hospital does not yet have a specific standard operating procedure for claim data entry, and staff rely only on general policy guidelines. The data entry process is carried out through an internal web-based system integrated with the national health financing system. The main obstacle encountered is unfilled diagnosis fields due to delayed input by physicians. To address this issue, it is recommended to update the EMR system so that it only allows medical information to be saved when all required fields are completed. Additionally, full integration between the EMR and the hospital's claim system is needed to minimize input errors and ensure complete medical documentation.Keyword: electronic medical record, hospitals, health fianancing claim AbstrakSalah satu aktivitas penting dalam penerapan Rekam Medis Elektronik (RME) adalah pengisian data untuk klaim pembiayaan kesehatan. Proses ini melibatkan penginputan kode diagnosis dan tindakan medis ke dalam sistem klaim berdasarkan catatan pelayanan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pelaksanaan penginputan data klaim pembiayaan pada instalasi rawat jalan di RSUD RAA. Soewondo Pati, meliputi alur kerja, pelaksanaan koding, serta variabel data yang digunakan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rumah sakit belum memiliki standar prosedur operasional khusus terkait penginputan data klaim, sehingga petugas hanya mengacu pada kebijakan yang berlaku secara umum. Proses penginputan dilakukan melalui sistem internal berbasis webview yang telah terintegrasi dengan sistem klaim pembiayaan nasional. Kendala utama yang ditemukan adalah kolom diagnosis yang sering tidak terisi karena belum dilakukan penginputan oleh dokter. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, disarankan adanya pembaruan sistem RME agar hanya memungkinkan penyimpanan data apabila seluruh informasi telah lengkap. Selain itu, integrasi antara sistem RME dan sistem klaim rumah sakit perlu ditingkatkan guna mengurangi risiko kesalahan input dan memastikan kelengkapan data medis.Kata Kunci: rekam medis elektronik, rumah sakit, klaim pembiayaan kesehatan 
Analisis Efisiensi Waktu Tunggu dan Kenyamanan terhadap Kepuasan Pasien: Studi di Puskesmas Sukakarya Kota Sukabumi Nuraeni, Silvi; Novratilova, Sinta
Indonesian of Health Information Management Journal (INOHIM) Vol 13, No 1 (2025): INOHIM
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/inohim.v13i1.662

Abstract

AbstractCommunity Health Centers (Puskesmas) play a vital role in providing primary healthcare services. Patient satisfaction serves as a key indicator of service quality, often linked to waiting time efficiency and facility comfort. However, scientific evidence regarding these relationships remains varied. This study aimed to analyze the relationship between waiting time efficiency and facility comfort with patient satisfaction at UPTD Puskesmas Sukakarya, Sukabumi City. A quantitative approach with a cross-sectional design was employed. The sample consisted of 111 patients selected through incidental sampling. Data were collected using a Guttman scale-based questionnaire and analyzed using the Chi-Square test to assess the relationship between the independent variables (waiting time efficiency and facility comfort) and the dependent variable (patient satisfaction). The results showed no significant relationship between waiting time efficiency and patient satisfaction (p = 0.965), nor between facility comfort and patient satisfaction (p = 0.384). These findings suggest that waiting time and facility comfort do not significantly influence patient satisfaction. Other factors such as healthcare staff interaction, information transparency, and administrative efficiency may play a more dominant role in shaping patient perceptions of healthcare services. Therefore, enhancing communication and service quality from medical personnel should be prioritized to improve overall patient satisfaction.Keyword: patient satisfaction, waiting time, facility comfort, healthcare service, Chi-Square testAbstrakPusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) memiliki peran penting dalam memberikan pelayanan kesehatan primer kepada masyarakat. Kepuasan pasien merupakan indikator utama dalam menilai kualitas layanan, yang sering diasosiasikan dengan efisiensi waktu tunggu dan kenyamanan fasilitas. Namun, hubungan antara faktor-faktor tersebut dengan kepuasan pasien masih menunjukkan hasil yang beragam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara efisiensi waktu tunggu dan kenyamanan fasilitas dengan kepuasan pasien di UPTD Puskesmas Sukakarya, Kota Sukabumi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain potong lintang (cross-sectional). Sampel terdiri dari 111 pasien yang dipilih melalui metode incidental sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner berbasis Skala Guttman dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square untuk melihat hubungan antara variabel independen dan variabel dependen. Hasil analisis menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara efisiensi waktu tunggu dengan kepuasan pasien (p = 0,965) maupun antara kenyamanan fasilitas dengan kepuasan pasien (p = 0,384). Dengan demikian, efisiensi waktu tunggu dan kenyamanan fasilitas tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kepuasan pasien. Temuan ini mengindikasikan bahwa faktor lain seperti kualitas komunikasi tenaga medis, transparansi informasi, dan efisiensi administrasi kemungkinan memiliki pengaruh lebih besar terhadap persepsi pasien terhadap layanan. Oleh karena itu, peningkatan aspek komunikasi dan kualitas interaksi antara tenaga medis dan pasien perlu menjadi prioritas dalam upaya meningkatkan kepuasan layanan.Kata Kunci: kepuasan pasien, waktu tunggu, kenyamanan fasilitas, layanan kesehatan
Evaluasi SIMRS pada Instalasi Rekam Medis RS Restu Ibu Balikpapan dengan Metode HOT-Fit Syah Putra, M. Nur Sugiyanto; Wasita, Rai Riska Resty; Datya, Aulia Iefan; Karsana, I Wayan Widi
Indonesian of Health Information Management Journal (INOHIM) Vol 13, No 1 (2025): INOHIM
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/inohim.v13i1.629

Abstract

Abstract              Restu Ibu Hospital Balikpapan has implemented a Hospital Management Information System since 2008 through an application called APL, which was updated in 2021. However, the system still faces several issues, including the absence of a user manual and frequent operational disruptions. This study aimed to evaluate the influence of human, organizational, and technological factors on the net benefits of the information system in the Medical Records Unit. A quantitative approach with a cross-sectional design was used, involving 33 medical records staff as respondents. Data were collected using a questionnaire and analyzed through multiple linear regression. The results indicated that the human factor (sig = 0.010), organizational factor (sig = 0.037), and technological factor (sig = 0.035) had significant effects on the net benefits of the system. Simultaneously, all three factors also showed a significant influence (sig = 0.000). These findings highlight the importance of regular monitoring and evaluation to maintain and improve the quality of the information system in use.Keyword: evaluation, HOT-FIT, net-benefit, SIMRS. Abstrak              Rumah Sakit Restu Ibu Balikpapan telah mengimplementasikan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit sejak tahun 2008 melalui aplikasi bernama APL yang diperbarui pada tahun 2021. Namun, sistem ini masih menghadapi kendala seperti ketiadaan buku panduan dan seringnya terjadi gangguan operasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh faktor manusia, organisasi, dan teknologi terhadap manfaat bersih sistem informasi pada Instalasi Rekam Medis. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain potong lintang dan melibatkan 33 petugas rekam medis sebagai responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor manusia (sig = 0,010), organisasi (sig = 0,037), dan teknologi (sig = 0,035) berpengaruh signifikan terhadap manfaat bersih sistem informasi. Secara simultan, ketiga faktor tersebut juga berpengaruh signifikan (sig = 0,000). Temuan ini menunjukkan pentingnya pelaksanaan monitoring dan evaluasi secara berkala guna menjaga dan meningkatkan kualitas sistem informasi yang digunakan.Kata Kunci: evaluasi, HOT-Fit, net-benefit, SIMRS.
Optimizing Emergency Department Length of Stay via Patient Flow Policy Heryana, Ade; Suhartika, Eka; Handayani, Putri; Azteria, Veza
Indonesian of Health Information Management Journal (INOHIM) Vol 13, No 1 (2025): INOHIM
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/inohim.v13i1.666

Abstract

AbstractEmergency Department Length of Stay (EDLOS) is a key indicator of hospital service quality. Extended EDLOS contributes to overcrowding, increased risk of adverse events, treatment delays, prolonged hospitalization, and higher mortality rates. This study aimed to evaluate arrival and departure policies to control EDLOS in a class B regional government hospital in West Jakarta. A quantitative approach was used to analyze 30,710 emergency visit records and 18,036 triage visit records from January to December 2022. Total sampling was applied, with bivariate binary logistic regression used to analyze arrival policy and a generalized linear model for departure policy. The results showed a median EDLOS of 4 hours and 32 minutes, with 22.7% of cases exceeding the 8-hour service standard. Arrival policies for morning shifts differ from those for day and night shifts, while departure policies remain consistent across all shifts. To prevent EDLOS exceeding 8 hours in the morning shift, priority should be given to children–adolescents, adults, and elderly patients over toddlers, psychiatric over pediatric cases, non-primary healthcare referrals over primary healthcare referrals, yellow triage over green, and female patients over males. Arrival patterns for day and night shifts were similar, except the child–adolescent category was not prioritized. Departure policy was influenced by payment method and discharge status in all shifts. The findings highlight the need for shift-based arrival and discharge policies to optimize EDLOS management in emergency care.Keyword: length of stay, hospital, emergency visit, emergency department AbstrakLama dirawat di unit gawat darurat (EDLOS) merupakan indikator utama kualitas layanan rumah sakit. Waktu tunggu yang panjang di IGD dapat menyebabkan penumpukan pasien, peningkatan risiko kejadian tidak diinginkan, keterlambatan penanganan, perpanjangan hari rawat inap, serta tingginya angka kematian. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kebijakan kedatangan dan kepulangan pasien guna mengendalikan EDLOS di sebuah rumah sakit pemerintah daerah kelas B di Jakarta Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menganalisis 30.710 data kunjungan IGD dan 18.036 data triase dari Januari hingga Desember 2022. Pengambilan sampel dilakukan secara total sampling. Analisis regresi logistik biner bivariate digunakan untuk mengevaluasi kebijakan kedatangan, sementara model linier general digunakan untuk kebijakan kepulangan. Hasil menunjukkan bahwa median EDLOS adalah 4 jam 32 menit, dengan 22,7% kasus melebihi standar pelayanan 8 jam. Kebijakan kedatangan pada shift pagi berbeda dengan shift siang dan malam, sedangkan kebijakan kepulangan relatif sama di semua shift. Untuk mencegah EDLOS > 8 jam pada shift pagi, prioritas diberikan kepada pasien anak-remaja, dewasa, dan lansia dibanding balita, kasus psikiatri dibanding kasus anak, rujukan non-puskesmas dibanding dari puskesmas, serta triase kuning dibanding hijau. Pasien perempuan juga diprioritaskan dibanding laki-laki. Kebijakan kedatangan pada shift siang dan malam serupa, namun tanpa prioritas pada kelompok anak-remaja. Kebijakan kepulangan dipengaruhi oleh metode pembayaran dan status akhir pasien. Hasil ini menunjukkan pentingnya perbedaan kebijakan kedatangan dan kepulangan berdasarkan shift untuk mengoptimalkan pengelolaan EDLOS di layanan gawat darurat.Kata Kunci: lama rawat inap, rumah sakit, layanan gawat darurat, unit gawat darurat