cover
Contact Name
Mieke
Contact Email
mieke@esaunggul.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
inohim.ueu@esaunggul.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Indonesian of Health Information Management Journal (INOHIM)
Published by Universitas Esa Unggul
ISSN : 23548932     EISSN : 26559129     DOI : -
Core Subject : Health,
Indonesian of Health Information Management Journal (INOHIM) is a scientific publication devoted to disseminate all information contributing to the understanding and development of Health Information management, Health Informatics and Health Information Management System.
Arjuna Subject : -
Articles 188 Documents
Rekam Medis: Desain, Manfaat dan Penerapannya di Praktik Bidan Mandiri Ummu Hani Yogyakarta Ilmi, Laili Rahmatul; Barokah, Liberty; Zolekhah, Dewi
Indonesian of Health Information Management Journal (INOHIM) Vol 12, No 1 (2024): INOHIM
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/inohim.v12i1.576

Abstract

AbstractBased on observations and document studies at PMB Ummu Hani Bantul Yogyakarta, the medical record documentation system has not been optimal. PMB Ummu Hani lacks standardized medical record folders, KIB (Patient Identity Cards), and forms. For instance, postpartum records are kept in large folio paper books with batik covers, where the paper size of each form is not uniform. All healthcare personnel and facilities must maintain proper and accurate medical records to protect both patients and healthcare providers and to support the continuity of care. This study aims to design a medical record system that benefits PMB Ummu Hani. The research method used is Research and Development (RnD) with a case study approach. Data collection was conducted through observation and document review of existing medical record forms and Focus Group Discussions (FGD) with 9 midwives. The forms were designed using Canva and Epi Info applications and were tested through design presentations and a second round of FGD. The study resulted in the design of medical record folders, KIB, prenatal examination forms, delivery forms, medical procedure forms, partograph forms, postpartum forms, and child growth records. The medical record folder uses ivory paper, size F4, weighing 260 grams, cream-colored. The medical record forms use A4 paper, weighing 70 grams, white-colored, and the KIB paper size is 85.6 cm x 53.9 cm.Keyword: design, medical record, primary care of Ummu Hani AbstrakBerdasarkan hasil observasi dan studi dokumen di PMB Ummu Hani Bantul Yogyakarta, sistem pencatatan dan pendokumentasian rekam medis belum berjalan optimal. PMB Ummu Hani belum memiliki map rekam medis yang standar, KIB, dan formulir yang terstandar. Contohnya, pencatatan nifas menggunakan buku besar berukuran kertas folio bergaris dengan sampul batik, di mana ukuran kertas setiap formulir tidak seragam. Setiap tenaga kesehatan dan fasilitas pelayanan kesehatan wajib menyelenggarakan rekam medis yang baik dan benar untuk memberikan perlindungan bagi pasien dan tenaga kesehatan, serta mendukung keberlanjutan pemeriksaan dan pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk mendesain rekam medis yang bermanfaat bagi PMB Ummu Hani. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (RnD) dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan studi dokumen pada formulir rekam medis yang ada, serta Focus Group Discussion (FGD) dengan 9 bidan. Desain formulir dibuat menggunakan aplikasi Canva dan Epi Info, kemudian diuji coba melalui presentasi hasil desain dan FGD tahap 2. Hasil penelitian menghasilkan desain map rekam medis, KIB, formulir pemeriksaan kehamilan, formulir persalinan, formulir tindakan medis, formulir patografi, formulir nifas, dan buku tumbuh kembang anak. Map rekam medis menggunakan kertas jenis ivory ukuran F4 dengan berat 260gram berwarna krem, sementara kertas formulir rekam medis berukuran A4 dengan berat 70gram berwarna putih, dan kertas KIB berukuran 85,6 cm x 53,9 cm.Kata Kunci: desain, rekam medis, PMB Ummu Hani 
Adopsi Teknologi Telemedicine pada Tenaga Kesehatan Andriani, Rika; Nisaa, Arifatun
Indonesian of Health Information Management Journal (INOHIM) Vol 11, No 2 (2023): INOHIM
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/inohim.v11i2.518

Abstract

AbstractTelemedicine is a remote healthcare service over health information technology infrastructure. Telemedicine can increase the efficiency and effectiveness of healthcare services. The challenge to using telemedicine is the low adoption rate. Preliminary studies on health workers in Central Java showed that only 21% of health workers provided telemedicine. The reasons were health care facilities where they worked did not have telemedicine services (58%), they did not know how to use telemedicine (21%), limited telemedicine services (21%), and inadequate facilitating conditions (19%). This study aimed to identify health workers’ perceptions related to the adoption of telemedicine. A cross-sectional survey was conducted through an online questionnaire to collect research data. The sample was 87 health workers using telemedicine who were selected with consecutive sampling techniques. The research instrument was a structured questionnaire. Data analysis was performed with descriptive statistical analysis. Findings showed that most health workers responded positively to the adoption of telemedicine to usefulness, satisfaction, ease of use, and reliability. The majority of negative responses were in the effectiveness of telemedicine, i.e., they can’t see patients like in a face-to-face consultation, they can not talk to the patient easily, and telemedicine can not provide specific health services. The majority of negative responses were also in the reliability of telemedicine, i.e., telemedicine did not give clear error messages to fix problems, and telemedicine was not the same as an in-person visit.Keywords: telehealth, telemedicine, health workersAbstrakTelemedicine merupakan pelayanan kesehatan jarak jauh melalui pemanfaatan teknologi informasi untuk memberikan konsultasi dan perawatan pasien. Layanan telemedicine dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas pelayanan kesehatan. Tantangan terbesar pemanfaatan telemedicine adalah tingkat adopsi yang rendah. Studi pendahuluan di Jawa Tengah menunjukkan hanya 21% tenaga kesehatan yang memberikan pelayanan kesehatan melalui telemedicine. Alasan responden tidak memberikan pelayanan telemedicine karena fasilitas pelayanan kesehatan tempat bekerja tidak ada layanan telemedicine (58%), tidak mengetahui cara menggunakan (21%), pelayanan telemedicine terbatas (21%), dan fasilitas pendukung tidak memadai (19%).Studi inibertujuan mengidentifikasi persepsi tenaga kesehatan terkait adopsi telemedicine. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional survey. Sampel penelitian adalah 87 tenaga kesehatan yang menggunakan telemedicine yang dipilih menggunakan teknik consecutive sampling.   Instrumen penelitian menggunakan kuesioner terstruktur. Pengumpulan data dilakukan dengan metode survey secara daring. Analisis data dilakukan dengan analisis statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas tenaga kesehatan menunjukkan respon positif terhadap adopsi teknologi telemedicine yang dilihat dari aspek kegunaan (usefulness), kepuasan (satisfaction), kemudahan penggunaan (ease of use), dan kehandalan (reliability). Mayoritas respon negatif pada aspek efektivitas (effectiveness) yaitu tidak dapat melihat pasien seperti bertemu langsung, tidak dapat berbicara kepada pasien dengan mudah, dan telemedicine tidak dapat melakukan pelayanan kesehatan yang diinginkan. Mayoritas respon negatif juga berada pada aspek kehandalan (reliability) yaitu telemedicine tidak memberi pesan kesalahan secara jelas dan memberi tahu cara memperbaiki masalah serta kunjungan yang diberikan melalui telemedicine tidak sama dengan kunjungan langsung. Kata kunci : telehealth, telemedicine, tenaga kesehatan
Minat Pasien Menggunakan Metode Transaksi Pembayaran QRIS di Pelayanan Rawat Jalan RSUD Koja Rosita, Annida Ulfiar; Sonia, Dina; Putra, Daniel Happy; Fannya, Puteri
Indonesian of Health Information Management Journal (INOHIM) Vol 12, No 1 (2024): INOHIM
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/inohim.v12i1.544

Abstract

AbstractThe presence of QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) plays a crucial role in helping service providers avoid counterfeit money, reduce the risk of money theft, and support the government in developing the digital economy in various regions. The use of QRIS offers significant benefits that can influence consumer interest in non-cash transactions, making it an effective solution for protecting consumers and creating a cashless society. This study aims to evaluate consumer interest in using QRIS through qualitative and quantitative approaches. The qualitative method employs credibility testing with triangulation techniques and characteristic testing, while the quantitative method involves validity and reliability testing. Sampling was conducted using simple random sampling based on respondent inclusion and exclusion criteria. Data were collected through observation, interviews, questionnaire distribution, and literature review. The questionnaire was self-administered by general patients making payments at self-service cashiers. The results show that 40% of patients are very interested in using QRIS for non-cash payments. The interest indicator shows moderate interest at 82%, the benefit indicator shows high interest at 98%, the ease-of-use indicator shows high interest at 99%, and the risk indicator shows low interest at 96%. Overall, patient interest in using the QRIS payment method is quite high due to the ease of access provided for both patients and staff. Further socialization is needed to enhance understanding and reduce concerns about the risks associated with using QRIS.Keywords: QRIS, Interest, Benefits, Convenience, Risks AbstrakKeberadaan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) memiliki peran penting dalam membantu penyedia layanan menghindari peredaran uang palsu, mengurangi risiko pencurian uang, serta mendukung pemerintah dalam mengembangkan ekonomi digital di berbagai daerah. Penggunaan QRIS memberikan manfaat signifikan yang dapat mempengaruhi minat konsumen untuk bertransaksi secara non-tunai, sehingga menjadi solusi efektif dalam melindungi konsumen dan mewujudkan masyarakat yang minim uang tunai. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi minat konsumen dalam menggunakan QRIS melalui pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Metode kualitatif menggunakan uji kredibilitas triangulasi teknik dan uji karakteristik, sedangkan metode kuantitatif melibatkan uji validitas dan reliabilitas. Pengambilan sampel dilakukan dengan simple random sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi responden. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, penyebaran kuesioner, dan tinjauan pustaka. Kuesioner diisi sendiri oleh pasien umum yang melakukan pembayaran di kasir mandiri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 40% pasien sangat berminat menggunakan QRIS untuk pembayaran non-tunai. Indikator minat menunjukkan minat sedang sebesar 82%, indikator manfaat menunjukkan minat tinggi sebesar 98%, indikator kemudahan menunjukkan minat tinggi sebesar 99%, dan indikator risiko menunjukkan minat rendah sebesar 96%. Secara keseluruhan, minat pasien dalam menggunakan metode pembayaran QRIS cukup tinggi karena kemudahan akses yang ditawarkan bagi pasien maupun petugas. Sosialisasi lebih lanjut diperlukan untuk meningkatkan pemahaman dan mengurangi kekhawatiran terhadap risiko penggunaan QRIS.Kata Kunci: QRIS, minat, manfaat, kemudahan, risiko
Tinjauan Penerapan E-Puskesmas Pada Puskesmas Babelan I Kabupaten Bekasi Magdalena, Selvy; Yulia, Noor; Sonia, Dina; Fannya, Puteri
Indonesian of Health Information Management Journal (INOHIM) Vol 11, No 2 (2023): INOHIM
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/inohim.v11i2.524

Abstract

AbstractHealth Centers take advantage of advances in information technology to meet the demands for fast and accurate health services. The ePuskesmas application manifests technology and communication, significantly enhancing excellent patient service. The objective is to review the implementation of ePuskesmas at the Babelan I Health Center in Bekasi Regency. Descriptive Research Methods with a qualitative approach to analysis. Data collection techniques through observation and interviews with six research informants using interview guide instruments. Research Results: The contents of the SPO of ePuskesmas administration do not follow the ePuskesmas ManualBook. At the Puskesmas, units still have not implemented ePuskesmas (Medical Record Unit, HIV Poly, Leprosy Poly, Pharmacy Unit). In practice, not all officers can use ePuskesmas optimally. The main obstacle factor is that the Man (Human Resources) is still lacking in terms of quality and quantity, the ePuskesmas filling method is not under the Manual Book, the data input material to ePuskesmas is not complete, sometimes the system is not integrated, Machine The availability of facilities and infrastructure is still lacking. The conclusion is that implementing ePuskesmas in the Babelan I Health Center Outpatient Unit is not optimal because not all units use ePuskesmas according to the Manual Book. Suggestion: The SOP for the procedures for implementing ePuskesmas is revised and disseminated to all units.Keywords: ePuskesmas, SPO, Constraint factor AbstrakPuskesmas memanfaatkan kemajuan informasi teknologi dalam memenuhi tuntutan pelayanan kesehatan yang cepat dan akurat. Aplikasi ePuskesmas merupakan wujud penerapan teknologi dan komunikasi yang memberikan kontribusi besar dalam meningkatkan pelayanan prima kepada pasien. Tujuan Penelitian: meninjau Penerapan ePuskesmas pada Puskesmas Babelan I Kabupaten Bekasi. Metode Penelitian Deskriptif dengan analisa pendekatan secara kualitatif. Teknik pengumpulan data melalui observasi dan wawancara kepada 6 orang informan penelitian dengan menggunakan instrumen pedoman wawancara. Hasil Penelitian: Isi dari SPO tata laksana ePuskesmas belum sesuai dengan ManualBook ePuskesmas, di Puskesmas masih ada unit yang belum menerapkan ePuskesmas (Unit Rekam Medis, Poli HIV, Poli Kusta, Unit Farmasi), dalam pelaksanaannya belum semua petugas dapat menggunakan ePuskesmas secara optimal, Faktor kendala utama adalah Man (Sumber Daya Manusia) masih kurang dari segi kualitas dan kuantitas, Method (Metode) pengisian ePuskesmas belum sesuai ManualBook, Material (Bahan) data yang di input ke ePuskesmas belum lengkap, kadang sistem tidak terintegrasi, Machine (Mesin) Ketersediaan sarana dan prasarana masih kurang. Kesimpulan: Penerapan ePuskesmas di Unit Rawat Jalan Puskesmas Babelan I belum optimal karena belum semua Unit menggunakan ePuskesmas sesuai dengan ManualBook. Saran: SPO tata cara penerapan ePuskesmas direvisi dan disosialisasikan untuk semua unit.Kata Kunci: ePuskesmas, SPO, Faktor kendala 
Ketepatan Pengodean Kasus Persalinan Pasien BPJS Kesehatan di RSIA Malebu Husada Makassar Dewi, Deasy Rosmala; Ardianti, Tita
Indonesian of Health Information Management Journal (INOHIM) Vol 11, No 2 (2023): INOHIM
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/inohim.v11i2.539

Abstract

AbstractThe diagnostic coding process as a medical record data processing activity must be precise and correct according to the patient's condition and coding regulations. Coding accuracy is crucial so pain information is relevant and the resulting data can be calculated. The research aims to describe the workflow for determining diagnosis codes and evaluating coding accuracy in BPJS-Kesehatan birth case patients at RSIA Malebu Husada Makassar. This research method uses descriptive quantitative with the population being medical records of patients in childbirth cases for the period November-December 2021. The sample size of 105 was calculated using the Slovin formula. The sampling technique is random sampling. As a result of this research, there is an SOP regarding the workflow for determining diagnosis codes. However, coders have not fully implemented the instructions in the diagnostic coding SOP. Apart from that, the coder did not comply with coding the diagnosis of childbirth cases according to ICD-10 rules. From 105 childbirth cases studied, 90 coders with the primary diagnosis were correct (86%), and 15 were incorrect (14%). Meanwhile, in coding secondary diagnosis, 96 secondary diagnosis codes were correct (91%), and nine were incorrect (9%). Hospitals should revise the resume form for writing primary and secondary diagnoses, coders should coordinate with doctors if there is an unclear diagnosis, and to increase the accuracy of coding diagnoses, coding audits should be carried out, and staff workload evaluations should be carried out so that staff can carry out their work effectively.Keywords: Childbirth Cases, Coding Accuracy, Medical Records, ICD-10 AbstrakProses pengodean diagnosis sebagai kegiatan pengolahan data rekam medis harus memiliki presisi, tepat dan benar sesuai kondisi pasien dan peraturan pengodean. Ketepatan pengodean sangat penting agar informasi kesakitan relevan dan data yang dihasilkan dapat diperhitungkan. Tujuan penelitian untuk menggambarkan alur kerja penetapan kode diagnosis, mendeskripsikan dan mengevaluasi ketepatan pengodean pada pasien kasus persalinan BPJS-Kesehatan di RSIA Malebu Husada Makassar. Metode penelitian ini menggunakan deskriptif kuantitatif dengan populasinya adalah rekam medis pasien kasus persalinan periode November- Desember 2021. Jumlah sampel 105 dihitung dengan menggunakan rumus Slovin. Teknik pengambilan sampel dengan random sampling. Hasil penelitian ini sudah terdapat SPO tentang alur kerja untuk penetapan kode diagnosis. Namun instruksi pada SPO pengodean diagnosis belum sepenuhnya diterapkan oleh koder. Selain itu koder tidak patuh melakukan pengodean diagnosis kasus persalinan sesuai dengan aturan ICD-10. Dari total 105 sampel kasus persalinan yang diteliti, terdapat 90 pengoden diagnosis utama yang tepat (86%) dan 15 tidak tepat (14%). Sedangkan pada pengodean diagnosis sekunder terdapat 96 kode diagnosis sekunder yang tepat (91%) dan 9 yang tidak tepat (9%). Rumah sakit sebaiknya melakukan revisi form resume untuk penulisan diagnosis utama dan sekunder, koder melakukan koordinasi dengan dokter apabila terdapat diagnosis yang kurang jelas dan untuk meningkatkan ketepatan pengodean diagnosis sebaiknya dilakukan audit pengodean serta evaluasi beban kerja petugas agar petugas dapat melakukan pekerjaan secara efektif.Kata Kunci: Kasus Persalinan, Ketepatan Koding, Rekam Medis, ICD-10
Model Sukses Implementasi Rekam Medis Elektronik di Puskesmas DKI Jakarta Muchlis, Husni Abdul
Indonesian of Health Information Management Journal (INOHIM) Vol 12, No 1 (2024): INOHIM
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/inohim.v12i1.561

Abstract

AbstractThe implementation of Electronic Medical Records (EMR) in Jakarta's Community Health Centers (Puskesmas) faces various challenges, including limited resources and varying levels of staff acceptance. This study aims to identify the factors influencing the successful implementation of EMR, as well as the factors that most contribute to increasing the adoption and benefits of EMR use. A quantitative cross-sectional approach was used to identify these factors, with multistage random sampling conducted on 125 active healthcare workers using EMR in Jakarta's Puskesmas. Using Structural Equation Modeling (SEM), we analyzed data from various health centers, revealing that training, information quality, system quality, and ongoing support significantly enhance the utilization of EMR. These findings provide practical insights for policymakers and health administrators to improve the adoption of EMR and maximize its benefits.Keyword: electronic medical record, MMUST, public health center AbstrakImplementasi Rekam Medis Elektronik (RME) di Puskesmas di Jakarta menghadapi berbagai tantangan, termasuk keterbatasan sumber daya dan tingkat penerimaan staf yang bervariasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan implementasi RME, serta faktor-faktor yang paling berkontribusi dalam meningkatkan adopsi dan kebermanfaatan penggunaan RME. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif cross-sectional untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berkontribusi terhadap keberhasilan implementasi RME. Pengambilan sampling dilakukan secara multistage random sampling terhadap 125 tenaga kesehatan aktif menggunakan RME di Puskesmas Jakarta. Dengan menggunakan Structural Equation Model (SEM), kami menganalisis data dari berbagai puskesmas, yang menunjukkan bahwa pelatihan, kualitas informasi, kualitas sistem dan dukungan berkelanjutan secara signifikan meningkatkan pemanfaatan RME. Temuan ini memberikan wawasan praktis bagi pembuat kebijakan dan administrator kesehatan untuk meningkatkan adopsi RME.Kata Kunci: rekam medis elektronik, MMUST, puskesmas.
Keakuratan Kode Underlying Cause of Death (UCoD) pada Perinatal Menurut Perinatal Mortality Rules pada Sertifikat Kematian di RSUD Kota Salatiga Fahmi, Sofia Latifah; Amalia, Rizkiyatul
Indonesian of Health Information Management Journal (INOHIM) Vol 11, No 2 (2023): INOHIM
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/inohim.v11i2.501

Abstract

AbstractA disease or injury that triggers a series of horrific events that led directly to a condition of death or a state of accident or violence resulting in serious injury is called the Underlying Cause of Death (UCoD). The impact of UCoD inaccuracies is decreasing the quality of death certificates. Deterioration in quality also impacts the statistics that inform health policy to be unqualified. The type of research used is mixed methods with an explanatory approach. The study was conducted at Salatiga City Hospital. The sample used was a perinatal medical record of 33 deceased samples taken in total sampling. The accuracy of the 33 samples found that 81.8% were inaccurate and 18.2% accurate. The number of inaccuracies is high due to the erroneous writing of diagnoses on perinatal death certificates, the lack of reselection rules, and the absence of Standard Operating Procedures (SOPs) for coding perinatal death cases. The writing of perinatal death certificates by doctors or PPAs does not follow the rules in ICD Volume 2. Filling out birth and childbirth support files can support the establishment of the diagnosis. The reselection rules have not been used; the coder has not written the code on the perinatal death certificate because no SOP governs the coding of perinatal death cases. Policies are needed to improve the quality of medical records and hospital services.Keyword: Perinatal Death Certificate, UCOD, Underlying Cause of Death Code  AbstrakPenyakit atau cedera yang memicu serangkaian peristiwa mengerikan yang mengarah langsung pada kondisi kematian atau keadaan kecelakaan atau kekerasan yang mengakibatkan cedera serius disebut Underlying Cause of Death (UCoD). Dampak dari ketidakakuratan UCoD adalah penurunan kualitas sertifikat kematian. Penurunan kualitas berdampak pada statistik yang dihasilkan untuk menginformasikan kebijakan kesehatan menjadi tidak berkualitas juga. Jenis penelitian yang digunakan adalah mixed methods dengan pendekatan eksplanatori. Penelitian dilakukan di RSUD Kota Salatiga. Sampel yang digunakan adalah rekam medis perinatal sebanyak 33 sampel meninggal yang diambil secara total sampling. Akurasi dari 33 sampel ditemukan 81,8% tidak akurat dan 18,2% akurat. Angka ketidaktepatan yang tinggi disebabkan oleh ketidaktepatan penulisan diagnosis pada sertifikat kematian perinatal, tidak adanya aturan seleksi ulang dan tidak adanya Standar Operasional Prosedur (SOP) untuk pengkodean kasus kematian perinatal. Penulisan akta kematian perinatal oleh dokter atau PPA tidak sesuai dengan aturan dalam ICD Volume 2. Pengisian berkas penunjang kelahiran dan persalinan dapat mendukung penegakan diagnosis. Aturan seleksi ulang belum digunakan, coder belum menuliskan kode pada akta kematian perinatal karena belum ada SOP yang mengatur pengkodean kasus kematian perinatal. Maka, diperlukan adanya kebijakan untuk meningkatkan mutu rekam medis dan pelayanan rumah sakit.Kata Kunci: Kode Penyebab Dasar Kematian, Sertifikat Kematian Perinatal, UCoD  
Tinjauan Aspek Keamanan dan Kerahasiaan Rekam Medis di Ruang Penyimpanan Rumah Sakit Bina Kasih Pekanbaru Tahun 2024 Nurjanah, Ana; Trisna, Wen Via
Indonesian of Health Information Management Journal (INOHIM) Vol 12, No 2 (2024): INOHIM
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/inohim.v12i2.639

Abstract

AbstractThe medical record storage room must comply with applicable standards to ensure the security and confidentiality of medical records. At Bina Kasih Hospital, there are still issues with security, such as staff eating and drinking in the storage room, inadequate lighting, and dusty medical records. This study aims to assess the security and confidentiality of medical records in the storage room of Bina Kasih Hospital in Pekanbaru, Riau. The method used is a qualitative approach with a descriptive design. Three informants participated in this study: one head of medical records and two medical record staff. Data were collected through interviews and observation techniques. The study's results showed that, from the physical aspect, the humidity in the storage room was around 50%, and the temperature was around 25˚C, measured using a thermohygrometer. However, the lighting in the room was insufficient due to overcrowded racks, preventing light from spreading correctly. The light intensity was measured at 39 lux near the storage racks and 65 lux near the medical record staff's desk. From the chemical aspect, staff were still eating and drinking in the room. From the biological aspect, some medical records were damaged by termite bites. Regarding the confidentiality of medical records, the storage room door was secured with a fingerprint code that only medical record staff knew, preventing unauthorized personnel from entering without permission. The study concluded that the lighting in the room remains inadequate, staff still eat and drink in the room, and termites damaged some medical records. However, the confidentiality of medical records is well-maintained. It is recommended to add more lighting to the storage room, install "no eating and drinking" signs, and implement insect control every six months.Keywords: security, confidentiality, medical records, storage room AbstrakRuang penyimpanan rekam medis harus sesuai dengan standar yang berlaku guna memastikan keamanan dan kerahasiaan rekam medis tetap terjamin. Rumah Sakit Bina Kasih dari aspek keamanan masih ada petugas makan dan minum dalam ruang penyimpanan, pencahayaan kurang dan rekam medis berdebu. Tujuan penelitian untuk mengetahui keamanan dan kerahasiaan rekam medis di ruang penyimpanan Rumah Sakit Bina Kasih Pekanbaru Riau. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Tiga informan yang terlibat dalam penelitian ini terdiri dari 1 kepala rekam medis dan 2 petugas rekam medis. Data dikumpulkan melalui teknik wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan aspek fisik kelembaban di ruang penyimpanan berkisar 50% suhu berkisar 25˚C dengan menggunakan alat bantu pengukur kelembaban dan suhu yaitu thermohygrometer, sedangkan pencahayaan di ruangan masih kurang karena rak-rak yang ada di dalam ruangan terlalu padat, sehingga cahaya tidak dapat menyebar dengan baik. Intesitas cahaya 39 lux dekat rak penyimpanan dan 65 lux dekat meja petugas rekam medis. Aspek kimawi, masih ada petugas rekam medis makan dan minum dalam ruangan. Aspek biologis, terdapat rekam medis terkena gigitan rayap. Kerahasiaan rekam medis, pintu ruang penyimpanan sudah menggunakan kode finger print yang hanya diketahui oleh petugas rekam medis sehingga petugas lain tidak bisa masuk tanpa seizin petugas rekam medis. Kesimpulan penelitian penerangan dalam ruangan masih kurang, petugas rekam medis masih makan dan minum dalam ruangan, terdapat rekam medis terkena gigitan rayap, kerahasiaan rekam medis sudah baik. Sebaiknya, ditambahkan lampu dalam ruang penyimpanan, dibuat tulisan dilarang makan dan minum, dilakukan pengendalian serangga 6 bulan sekali.Kata Kunci: keamanan, kerahasiaan, rekam medis, ruang penyimpanan 
Perancangan Telegram Chatbot untuk Mendukung Proses Pendaftaran Rawat Jalan Pasien Umum pada Puskesmas Sedong Kabupaten Cirebon Nugraha, Perdana Wira; Muhammad, Maula Ismail; Karmanto, Bambang; Khasanah, Lina
Indonesian of Health Information Management Journal (INOHIM) Vol 12, No 2 (2024): INOHIM
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/inohim.v12i2.566

Abstract

AbstractHealthcare facilities continue to develop the implementation of Electronic Medical Records (EMR), including patient registration systems, to improve service efficiency. Puskesmas Sedong has adopted the Mobile JKN application for outpatient registration of BPJS patients. However, general patient registration still requires on-site registration, which is considered less effective. This study aims to design a Telegram Chatbot system to support electronic registration for general patients. The method used is black box testing, with testing conducted on three visitors to the Puskesmas selected randomly to evaluate the system's functionality and effectiveness. The results indicate that the Telegram Chatbot system operates effectively, meeting user needs and enabling a faster, more efficient outpatient registration process for general patients. The system also reduces waiting times and minimizes the need for direct interaction, offering a more practical solution for patients. This study concludes that the Telegram Chatbot system has significant potential to replace the less practical manual registration method with a more effective digital approach. Broader implementation and further testing are recommended to optimize the system and support digital transformation in healthcare services, particularly in Puskesmas. Keyword: registration, outpatient, online, telegram, chatbot  AbstrakFasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) terus mengembangkan penerapan Rekam Medis Elektronik (RME), termasuk sistem registrasi pasien, untuk meningkatkan efisiensi pelayanan. Puskesmas Sedong telah menggunakan aplikasi Mobile JKN untuk pendaftaran rawat jalan pasien BPJS, tetapi pendaftaran pasien umum masih dilakukan secara langsung di lokasi, yang dinilai kurang efektif. Penelitian ini bertujuan merancang sistem Telegram Chatbot untuk mendukung pendaftaran pasien umum secara elektronik. Metode yang digunakan adalah black box testing, dengan pengujian dilakukan oleh tiga pengunjung Puskesmas yang dipilih secara acak untuk mengevaluasi fungsionalitas dan efektivitas sistem. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem Telegram Chatbot berfungsi dengan baik dan sesuai kebutuhan, sehingga mampu membuat proses pendaftaran pasien umum menjadi lebih mudah, cepat, dan efisien. Sistem ini juga dinilai dapat mengurangi waktu tunggu dan meminimalkan interaksi langsung, memberikan pengalaman yang lebih praktis bagi pasien umum. Dengan hasil ini, penelitian menyimpulkan bahwa sistem Telegram Chatbot memiliki potensi besar untuk menggantikan metode pendaftaran langsung yang kurang praktis dengan pendekatan digital yang lebih efektif. Implementasi sistem secara lebih luas serta pengujian tambahan direkomendasikan untuk memastikan optimalisasi dan mendukung transformasi digital dalam pelayanan kesehatan, khususnya di Puskesmas. Kata Kunci: pendaftaran, rawat jalan, online, telegram, chatbot
Tingkat Penggunaan Rekam Medis Elektronik dengan Metode Unified Theory of Acceptance and Use of Technology (UTAUT) di Rumah Sakit Mata Undaan Surabaya Andriyana, Alma; Astuti, Widi; Faida, Eka Wilda; Apriliansyah, Udin
Indonesian of Health Information Management Journal (INOHIM) Vol 12, No 2 (2024): INOHIM
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/inohim.v12i2.586

Abstract

AbstractUndaan Eye Hospital Surabaya is a type B speciality eye hospital. Undaan Eye Hospital Surabaya has used Electronic Medical Records but is still in the transitional stage. Based on observations and interviews during the internship, it was found that in practice, the officer had to work twice because medical records were still hybrid, namely with manual medical records and electronic medical records. Therefore, this study aims to determine the level of use of Electronic Medical Records using the UTAUT method. The type of research used is descriptive qualitative. The sampling technique used total sampling, which comprised 22 medical record officers. The variables studied were aspects of the UTAUT method, namely performance expectations, effort expectations, facility conditions, and social influence, which were limited to indicators. This research instrument uses observation, interviews, and closed questionnaires with a Likert scale. The results obtained the level of use of RME based on the performance expectation variable with an average of 30.2 included in the sufficient category. On the variable business expectations, an average of 11 is included in the moderate category. On the variable facility conditions, an average of 18.2 was included in the moderate category. The social influence variable was obtained from interviews with two medical record officers, who are included in the good category. So, the level of use of RME based on the UTAUT method at Undaan Eye Hospital Surabaya shows a sufficient category.Keyword: level of use, electronic medical records, UTAUT, hospital  AbstrakRumah Sakit Mata Undaan Surabaya merupakan rumah sakit khusus mata tipe B. Pada saat ini Rumah Sakit Mata Undaan Surabaya sudah menggunakan Rekam Medis Elektronik, namun masih dalam tahap peralihan. Berdasarkan observasi dan wawancara saat magang didapatkan bahwa pada pelaksanaannya petugas harus bekerja dua kali karena penggunaan rekam medis masih secara hybrid yaitu dengan rekam medis manual dan rekam medis elektronik. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat penggunaan Rekam Medis Elektronik dengan metode UTAUT. Jenis penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling, yang berjumlaah 22 petugas rekam medis. Variabel yang diteliti adalah aspek dari metode UTAUT yaitu ekspektasi kinerja, ekspektasi usaha, kondisi fasilitas, dan pengaruh sosial dengan dibatasi pada indikator. Instrumen penelitian ini menggunakan observasi, wawancara, dan kuesioner tertutup dengan skala Likert. Hasil penelitian diperoleh tingkat penggunaan RME berdasarkan variabel ekspektasi kinerja dengan rata-rata 30,2 termasuk dalam kategori cukup. Pada variabel ekspektasi usaha dengan rata-rata 11 termasuk dalam kategori cukup. Pada variabel kondisi fasilitas dengan rata-rata 18,2 termasuk dalam kategori cukup. Pada variabel pengaruh sosial didapatkan dari hasil wawancara kepada 2 petugas rekam medis yang termasuk dalam kategori baik. Maka dapat disimpulkan bahwa tingkat penggunaan RME berdasarkan metode UTAUT di Rumah Sakit Mata Undaan Surabaya secara keseluruhan menunjukkan kategori cukup.Kata Kunci: tingkat penggunaan, rekam medis elektronik, UTAUT, rumah sakit