cover
Contact Name
A Said Hasan Basri
Contact Email
a.basri@uin-suka.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
a.basri@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Hisbah: Jurnal Bimbingan Konseling dan Dakwah Islam
ISSN : 14121743     EISSN : 25810618     DOI : -
Hisbah: Jurnal Bimbingan Konseling dan Dakwah Islam is a scientific journal published twice a year by Departmet of Islamic Guidance and Counseling, Faculty of Da'wah and Communication, Sunan Kalijaga State Islamic University of Yogyakarta. This journal focus on the publication of research result and scientific articles related to various issues in the field of guidance and counseling on education and society with various multidimensional perspective and approach. Editor accept scientific papers that have never been published or published in various media (print or electronic), or other scientific journals.
Arjuna Subject : -
Articles 237 Documents
OUTBOUND SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS IX TAHUN AJARAN 2014/2015 SMP MUHAMMADIYAH 3 DEPOK Ayurinanda, Al Riza
Hisbah: Jurnal Bimbingan Konseling dan Dakwah Islam Vol 15, No 1 (2018): Juni
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (725.078 KB) | DOI: 10.14421/hisbah.2018.%x

Abstract

 Latar belakang penelitian ini adalah melihat kondisi psikologis siswa dalam belajar dengan kebutuhan yang berbeda-beda. Setiap lembaga pendidikan mempunyai metode atau cara yang berbeda-beda juga dalam meningkatkan motivasi belajar siswa. Penelitian ini dilakukan karena salah satu lembaga pendidikan yaitu SMP Muhammadiyah 3 Depok menggunakan permainan outbound sebagai upaya untuk meningkatkan motivasi belajar siswa. Melalui kegiatan outbound yang dilakukan di alam terbuka fasilitator outbound dan guru pendamping memberikan dorongan motivasi terhadap siswa untuk lebih giat dalam belajar. Sehingga pemberian motivasi yang dilakukan lebih menarik dan mudah diterima oleh siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang metode, tujuan dan manfaat outbond yang digunakan sebagai upaya meningkatkan motivasi belajar siswa kelas IX tahun ajaran 2014/2015 SMP Muhammadiyah 3 Depok. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Subyek dari penelitian ini adalah 8 siswa kelas IX tahun ajaran 2014/2015 SMP Muhammadiyah 3 Depok, 1 Guru BK SMP Muhammadiyah 3 Depok, 1 Guru wali kelas IX SMP Muhammadiyah 3 Depok dan 1 Fasilitator Outbound. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi partisipan, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa metode outbound yang digunakan berbentuk permainan kelompok, petualangan individu dan pemberian pesan.  Tujuan outbound adalah: ice breaker (memecah kebekuan), membangun kerja sama kelompok, membantu siswa untuk lebih bersemangat, membantu siswa untuk mampu memperbaiki teknik pengembangan diri, dan membantu siswa mampu berfikir tentang cara menyelesaikan masalah dengan baik. Manfaat outbound yang dirasakan siswa: mampu melahirkan semangat kompetisi yang sehat dan membangun rasa percaya diri yang kuat. Kata kunci: Outbound, Motivasi Belajar.
KONSEP KONSELING GESTALT BERBASIS ISLAM UNTUK MEMBANTU MENINGKATKAN BERSOSIALISASI DAN ADAPTASI SISWA DI SEKOLAH Asnawi, Khakam Umam
Hisbah: Jurnal Bimbingan Konseling dan Dakwah Islam Vol 14, No 1 (2017): Juni
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (626.798 KB) | DOI: 10.14421/hisbah.2017.%x

Abstract

Abstrak Sosialisasi dan adaptasi bukan hanya dilakukan di lingkungan sosial masyarakat, namun sebagai seorang siswa yang lebih banyak hidup di sekolah, sosialisasi dan adaptasi seharusnya dilakukan juga di sekolah. Terutama pada siswa yang belum lama masuk di sekolah yang berbeda. Ketidakmampuan siswa mengikuti peraturan sekolah dapat mengakibatkan siswa kurang konsentrasi dalam belajar dan kurang kondusif dalam proses belajar-mengajar. Permasalah sosialisasi dan adaptasi memerlukan teknik khusus dalam penanganannya. Pendekatan yang dianggap tepat untuk meningkatkan sosialisasi dan adaptasi siswa di sekolah adalah teknik konseling gestalt berbasis Islam. Konsep gestalt dimaksud adalah konsep kesadaran (awarenes), kontak (contact), dan dukungan (support). Proses terapi gestalt meliputi berbagai fokus penanganan, yaitu transisi, avoidance and unfinished busines, impasse dan here and now.  Konseling gestalt berbasis Islam lebih menekankan pada fokus penanganan here and now, yang berarti di sini dan masa kini dengan tujuan siswa dapat memahami diri sebagai seorang siswa yang berlatar belakang Islam. Melalui konseling gestalt berbasis Islam, siswa mampu meningkatkan bersosialisasi dan adaptasi di sekolah sebagai seorang siswa, makhluk sosial dan makhluk Allah SWT. Siswa secara bertahap dapat mengambil hikmah atas pengalaman yang telah dialami, siswa dapat mengembangkan kemampuan secara mandiri untuk memenuhi kebutuhan tanpa harus melanggar peraturan sekolah dan siswa mampu bertanggung jawab terhadap apa yang dilakukan termasuk di dalamnya menerima konsekuensi. Metode penelitian yang digunakan adalah library research. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan data empiris mengenai bentuk Konseling gestalt berbasis Islam untuk membantu meningkatkan bersosialisasi dan adaptasi siswa di sekolah. Kata Kunci: konseling gestalt berbasis islam, bersosialisasi dan adaptasi, siswa
URGENSI LABORATORIUM BKI DALAM PENGEMBANGAN KOMPETENSI MAHASISWA Basri, A. Said Hasan
Hisbah: Jurnal Bimbingan Konseling dan Dakwah Islam Vol 11, No 1 (2014): Juni
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1186.548 KB) | DOI: 10.14421/hisbah.2014.%x

Abstract

Laboratorium bagi institusi pendidikan seperti jurusan BKI fakultas Dakwah dan Komunikasi memiliki arti penting bagi eksistensinya, serta berperan penting dalam pengembangan kompetensi mahasiswanya. Melalui laboratorium inilah kualitas mahasiswa sebagai calon lulusan akan dihasilkan. Oleh sebab itu, laboratorium yang ideal dan representatif guna mendukung Tri Dharma perguruan tinggi harus direalisasikan dan ditingkatkan mutunya, karena keberadaannya sangat strategis bagi eksistensi jurusan BKI, serta kualitas mutu lulusan. Laboratorium yang ideal dan representatif tersebut, paling tidak harus memenuhi empat komponen, yaitu adanya organisasi laboratorium, fasilitas sarana dan prasarana, administrasi serta tata kelola. Melalui empat komponen inilah harapannya laboratorium jurusan BKI dapat menjadi bagian kurikulum yang mampu memfasilitasi pengembangan kompetensi mahasiswa, sehingga mampu mengaplikasikan keilmuannya secara praktis sekaligus dapat memberikan bantuan pelayanan terhadap masyarakat.
MASYARAKAT MUSLIM THAILAND DAN DAMPAK PSIKOLOGIS KEBIJAKAN ASIMILASI BUDAYA Kusuma, Bayu Mitra Adhyatma
Hisbah: Jurnal Bimbingan Konseling dan Dakwah Islam Vol 13, No 1 (2016): Juni
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (646.275 KB) | DOI: 10.14421/hisbah.2016.%x

Abstract

Thailand merupakan sebuah negara berpenduduk mayoritas Budha dengan sebagian kecil lainnya beragama Islam dan Konghucu. Lebih dari itu Budha juga ditetapkan sebagai agama resmi negara. Muslim di Thailand pada umumnya tinggal di wilayah selatan khusunya provinsi Pattani, Yala, Narathiwat ditambah sebagian Satun dan Songkhla. Sebagaimana kondisi masyarakat minoritas pada umumnya, Melayu Muslim di Thailand kerap mendapatkan tindakan diskriminasi dalam berbagai aspek kehidupan. Salah satu bentuk diskriminasi terberat yang dialami oleh minoritas Melayu Muslim di Thailand adalah kebijakan asimilasi budaya yang diterapkan secara paksa oleh pemerintah Thailand sejak rezim Jenderal Phibul Songkhram, dimana dalam kebijakan tersebut Thai Budha ditetapkan sebagai identitas dan budaya tunggal Thailand. Kebijakan asimilasi budaya adalah bentuk nyata perang psikologi melalui kekerasan kultural yang dilakukan untuk menghapus budaya Melayu Islam di seluruh wilayah Thailand. Dalam kebijakan tersebut terdapat larangan penggunaan nama, bahasa dan identitas Melayu Islam lainnya dalam kehidupan masyarakat. Terlebih untuk dapat diterima di sekolah negeri dan bekerja instansi pemerintah, identitas Melayu Muslim relatif harus ditanggalkan. Kondisi tersebut mengakibatkan masyarakat Melayu Muslim mengalami culture shock berat yang membuat mereka menjadi sangat tertekan. Lebih dari itu kebijakan asimilasi budaya juga menciptakan stigma bahwa Melayu Muslim adalah kelompok kriminal dibalik jubah agama yang kemudian memunculkan kecurigaan terutama dari etnis Thai. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif pendekatan deskriptif dan menggunakan metode analisis data model interaktif Miles dan Huberman.     Kata Kunci: Muslim Thailand, Dampak Psikologis, Kebijakan Asimilasi Budaya
EFEKTIFITAS TEKNIK BERMAIN PERAN UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN SOSIAL ANAK KOTA SAMARINDA (STUDI KASUS MELALUI PENDEKATAN KONSELING ANAK) Handari, Sai
Hisbah: Jurnal Bimbingan Konseling dan Dakwah Islam Vol 15, No 2 (2018): Desember
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (681.514 KB) | DOI: 10.14421/hisbah.2018.%x

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektifitas teknik bermain peran (role play) untuk meningkatkan keterampilan sosial anak di Kota Samarinda. Desain penelitian ini ialah pre-eksperimen dengan pendekatan one-shot case study. Penelitian ini menggunakan wawancara, observasi dan  dokumentasi sebagai alat pengumpulan data dengan analisis data menggunakan triangulasi yang dilakukan di Kota Samarinda. Adapun hasil penelitian menunjukkan: (1) tingkat keterampilan sosial anak di setiap kecamatan berbeda-beda, namun data menunjukkan ada sekitar dua hingga tiga orang yang mengalami kurangnya keterampilan sosial di setiap kelas; (2) pelaksanaan kegiatan bermain peran dilaksanakan pada sekolah yang memiliki kurikulum dengan pendekatan sentra pada proses belajar. Pada sekolah dengan pendekatan kelompok, kegiatan bermain peran yang dilakukan tidak menggunakan skenario pada pelaksanaannya; dan (3) kegiatan bermain peran untuk meningkatkan keterampilan sosial anak dilakukan selama lima kali dengan berbagai persiapan. Anak yang belum terbiasa melakukan permain peran dengan skenario merasa canggung pada awalnya namun pada pertemuan-pertemuan selanjutnya materi yang disampaikan dengan teknik bermain peran dapat diinternalisasikan anak pada kehidupan sehari-hari. Perlakuan bermain peran dilakukan tidak setiap hari, hal ini dilakukan untuk melihat keefektifitasan kegiatan yang dilakukan. Pada akhir pertemuan, anak yang mengikuti kegiatan bermain peran mengalami berbagai perubahan pada aspek keterampilan sosial.  Kata Kunci: Role Play, Keterampilan Sosial, Anak Usia Dini
PERAN GURU BIMBINGAN DAN KONSELING DALAM MENGEMBANGKAN MINAT DAN BAKAT PROGRAM PILIHAN STUDI KETERAMPILAN PESERTA DIDIK MAN 1 MAGELANG Wahyuni, Susi Arum; Falah, Nailul
Hisbah: Jurnal Bimbingan Konseling dan Dakwah Islam Vol 12, No 2 (2015): Desember
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (590.393 KB) | DOI: 10.14421/hisbah.2015.%x

Abstract

Abstrak             Latar belakang penelitian ini mengingat pentingnya seorang peserta didik dalam mengetahui minat dan bakatnya untuk dikembangkan/disalurkan. MAN 1 Magelang selain menyediakan program penjurusan umum yaitu penjurusan IPA, IPS, Bahasa, dan Agama. Disekolah ini juga menyediakan program studi pilihan keterampilan peserta didik berbasis SMK. Disinilah minat dan bakat peserta didik dapat tersalurkan dan bisa sangat menentukan kemana arah peserta didik setelah lulus dari MAN 1 Magelang, namun pada kenyataannya banyak sekali peserta didik yang belum bisa mengenali minat dan bakatnya sendiri. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif, dengan mengambil latar MAN 1 Magelang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran guru bimbingan dan konseling dalam mengembangkan minat program pilihan studi keterampilan peserta didik MAN 1 Magelang. Subyek dalam penelitian ini adalah guru BK, guru keterampilan, dan lima peserta didik. Obyek dalam penelitian ini adalah peran guru bimbingan dan konseling dalam mengembangkan minat dan bakat.Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran guru BK dalam mengembangkan minat dan bakat program pilihan studi keterampilan peserta didik MAN 1 Magelang yaitu sebagai tester, sebagai pemberi informasi, sebagai perencana program bimbingan dan konseling, sebagai administrator bimbingan, sebagai penasihat, dan sebagai konsultan. Kata Kunci: Peran Guru Bimbingan dan Konseling, Minat dan Bakat, Program Studi Keterampilan
UPAYA PREVENTIF GURU BIMBINGAN DAN KONSELING TERHADAP TERJADINYA BURNOUT Aufa, Ani
Hisbah: Jurnal Bimbingan Konseling dan Dakwah Islam Vol 11, No 1 (2014): Juni
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (719.978 KB) | DOI: 10.14421/hisbah.2014.%x

Abstract

Guru Bimbingan dan Konseling merupakan profesi yang menuntut profesionalisme yang tinggi dalam memberikan bantuan terhadap siswa di sekolah. Tuntutan kerja tersebut, tentu dapat memberikan tekanan psikologis bagi dirinya. Sehingga, profesi ini memiliki resiko besar untuk mengalami burnout. Karena tuntutan pekerjaan tersebut bisa menjadi tekanan yang menelurkan stres kerja,yang berujung pada burnout. Burnout adalah suatu keadaan berupa kelelahan fisik, mental dan emosional yang banyak dijumpai pada mereka yang pekerjaannya melayani banyak orang serta penuh tuntutan emosional. Oleh sebab itu, artikel ini akan memberikan gambaran tentang berbagai hal yang dapat menjadi faktor penyebab terjadinya burnout pada guru Bimbingan dan Konseling. Pada akhir bahasan akan dieksplorasi dengan berbagai upaya yang dapat dilakukan guna mencegah terjadinya burnout yang dapat mempengaruhi kinerja mereka.
PENGARUH STATUS ORANGTUA DAN LINGKUNGAN TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS XI SMK NEGERI 1 DEPOK SLEMAN Kusuma, Unggul Pradana
Hisbah: Jurnal Bimbingan Konseling dan Dakwah Islam Vol 14, No 2 (2017): Desember
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (609.539 KB) | DOI: 10.14421/hisbah.2017.%x

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh positif dan signifikan antara status orang tua dan lingkungan terhadap prestasi belajar siswa. Alat statistik yang digunakan adalah analisis regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa status orang tua dan persepsi siswa terhadap lingkungan, berpengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi belajar. Persepsi siswa tentang lingkungan memiliki pengaruh lebih besar bila dibandingkan dengan pengaruh status siswa orang tua. Bagi siswa yang berprestasi tinggi, karena siswa akan menyeimbangkan kondisi ekonomi orang tuanya masing-masing dan lebih mampu menerapkan pengetahuan yang didapat dari gurunya. Kata kunci: Status Orang Tua, Lingkungan, Prestasi Belajar.
IMPLIKASI PEMAKNAAN "CANTIK" TERHADAP PELAKSANAAN TATA TERTIB MAHASISWA Casmini, Casmini
Hisbah: Jurnal Bimbingan Konseling dan Dakwah Islam Vol 12, No 1 (2015): Juni
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (380.463 KB) | DOI: 10.14421/hisbah.2015.%x

Abstract

Pemaknaan “cantik” bagi mahasiswa mempengaruhi gaya berbusana dan terkait dengan pelaksanaan tata tertib berbusana mahasiswa. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan makna cantik dan implikasinya dalam berbusana sebagai wujud dari pelaksanaan tata tertib mahasiswa. Penelitian dilakukan pada mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan observasi. Subyek penelitian berjumlah 165 mahasiswa dan subyek khusus untuk diobservasi dan wawancara mendalam 10 mahasiswa, berfokus pada mahasiswi yang memiliki kriteria modis, jilbaber dan yang berbusana wajar. Hasil penelitian mendeskripsikan bahwa makna cantik pada kecantikan luar (outer beauty), kecantikan dalam (inner beauty) serta keseimbangan antara kecantikan luar (outer beauty) dan kecantikan dalam (inner beauty). Pemaknaan ini berimplikasi pada gaya berbusana dan mencerminkan perilaku dalam melaksanakan tata tertib. Gaya berbusana mahasiswi diwujudkan pada kriteria menyesuaikan tata tertib, berbusana hanya untuk penampilan dan berbusana mengikuti hukum Islam tanpa harus melanggar tata tertib.  Kata kunci: Pemaknaan Cantik, Pelaksanaan Tata Tertib Mahasiswa
LAYANAN KONSELING KELOMPOK DALAM MENINGKATKAN RASA PERCAYA DIRI SISWA SMK NEGERI 1 DEPOK SLEMAN Fahmi, Nasrina Nur; Slamet, Slamet
Hisbah: Jurnal Bimbingan Konseling dan Dakwah Islam Vol 13, No 2 (2016): Desember
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (632.894 KB) | DOI: 10.14421/hisbah.2016.132-05

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pelasaanakan konseling kelompok dalam meningkatkan percaya diri. Sumber penelitian ini guru Bimbingan konseling di SMK N 1 Depok dan siswa pemasaran. Pengambilan sampel dilakukan secara purposif. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis deskriptif kualitatif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini adalah tahap-tahap pembentukan, transisi, tahap pelaksanaan dam tahap pengakiran dengan menggunkan 1 teknik yaitu teknik umum. Kata Kunci: Konseling Kelompok, Percaya diri

Page 5 of 24 | Total Record : 237