cover
Contact Name
Krishna Purnawan Candra
Contact Email
candra@faperta.unmul.ac.id
Phone
+6281350044920
Journal Mail Official
jtropicalagrifood@gmail.com
Editorial Address
Department of Agricultural Products Technology, Faculty of Agriculture, Mulawarman University Jl. Tanah Grogot Kampus Gunung Kelua Samarinda - Kalimantan Timur, 75119
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Journal of Tropical AgriFood
Published by Universitas Mulawarman
ISSN : 26853590     EISSN : 26853604     DOI : https://doi.org/10.35941/jtaf
Core Subject : Agriculture,
Tropical AgriFood is academic journal for research article and review in the field of agricultural technology including agricultural engineering, postharvest physiology and technology, agricultural product processing technology, food science and technology, biotechnology, nutrition, herbal, and functional food.
Articles 153 Documents
Peran kelembagaan kelompok tani dalam strategi pengembangan usahatani tembakau di Kabupaten Gresik Luthfiyah, Luthfiyah; Mubarokah, Mubarokah; Setyadi, Taufik
Journal of Tropical AgriFood Volume 8 Nomor 3 Tahun 2026
Publisher : Department of Agricultural Products Technology, Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35941/jtaf.8.3.2026.25595.224-236

Abstract

Usahatani tembakau merupakan sumber pendapatan penting bagi petani di Kecamatan Benjeng, Kabupaten Gresik, namun pengembangannya masih menghadapi keterbatasan kapasitas petani dan lemahnya peran kelembagaan kelompok tani. Karakteristik petani dan efektivitas kelompok tani menjadi faktor kunci dalam mendukung keberlanjutan usahatani tembakau. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik petani, kondisi dan peran kelembagaan kelompok tani, serta merumuskan strategi pengembangan usahatani tembakau yang berkelanjutan. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan penentuan responden secara purposive terhadap 15 petani tembakau yang tergabung dalam kelompok tani di Kecamatan Benjeng. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan kuesioner, kemudian dianalisis menggunakan SWOT melalui matriks IFAS dan EFAS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa petani tembakau didominasi oleh petani berpengalaman dengan tingkat pendidikan formal yang relatif rendah, sehingga masih bergantung pada pengetahuan empiris. Kelompok tani telah terbentuk secara formal, namun perannya sebagai kelas belajar, wahana kerja sama, dan unit produksi belum berjalan optimal. Strategi agresif direkomendasikan melalui penguatan kelembagaan kelompok tani, peningkatan kapasitas petani, dan pengembangan kemitraan usaha. Ketiga penguatan tersebut diperlukan untuk mendorong penguatan kelembagaan kelompok tani dan perumusan kebijakan pengembangan usahatani tembakau yang berkelanjutan.
Determinan tingkat cemaran mikrobiologi jajanan pentol yang dijual pedagang kaki lima di sekitar SD Negeri Wilayah Surabaya Pusat Aulia, Nadhiffa Jasmine; Pratiwi, Yunita Satya; Sanjaya, Yushinta Aristina
Journal of Tropical AgriFood Volume 8 Nomor 2 Tahun 2026
Publisher : Department of Agricultural Products Technology, Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35941/jtaf.8.2.2026.23381.124-136

Abstract

Penelitian ini merupakan studi survei observasional yang bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis hubungan antara faktor determinan (karakteristik pedagang, higiene sanitasi pedagang, pengolahan dan pengetahuan pedagang) terhadap cemaran mikroba pada jajanan pentol yang dijual pedagang kaki lima di sekitar SD Negeri wilayah Surabaya Pusat. Penelitian dilakukan melalui tiga tahapan yaitu: survei awal, wawancara dan observasi lalu pengambilan sampel dan pengujian laboratorium. Hasil penelitian ini diperoleh dari total 26 sampel pentol yang diuji, ditemukan 7 sampel (26,9%) memiliki Total Plate Count (TPC) yang melebihi ambang batas SNI 3818:2014 yaitu maksimum 1×10⁵ CFU/g. Analisis hubungan menggunakan uji Fisher’s Exact menunjukkan bahwa faktor higiene sanitasi, pengolahan pentol, dan pengetahuan pedagang memiliki hubungan yang nyata terhadap tingkat cemaran mikrobiologi.
Pengembangan edible film berbasis whey kedelai dengan penambahan minyak atsiri kayu manis (Cinnamomum burmannii) sebagai kemasan aktif pangan Pratama Emiliano, Michael Kurnia; Hapsari, Martina Widhi
Journal of Tropical AgriFood Volume 8 Nomor 4 Tahun 2026
Publisher : Department of Agricultural Products Technology, Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35941/jtaf.8.4.2026.26152.294-299

Abstract

Limbah cair rebusan kedelai dari industri tempe memiliki potensi untuk mencemari lingkungan, namun di dalamnya terdapat 4,06% karbohidrat yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan kemasan aktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan edible film berbasis limbah cair (whey) kedelai dengan penambahan minyak atsiri kayu manis (Cinnamomum burmannii) sebagai kemasan aktif pangan. Metode penelitian dilakukan dalam dua tahap menggunakan Rancangan Acak Lengkap. Tahap pertama menguji variasi biopolimer tambahan melalui substitusi gelatin dengan karagenan (0%, 25%, dan 50%) untuk menentukan sifat fisik optimum. Tahap kedua menguji pengaruh penambahan konsentrasi minyak atsiri kayu manis (0%, 1%, 2%, dan 3%) terhadap aktivitas antioksidan dari variasi biopolimer terpilih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa substitusi gelatin dengan 25% karagenan menghasilkan nilai kuat tarik tertinggi sebesar 0,91 MPa dengan elongasi saat putus hingga 171,50% dan daya larut yang mencapai 96,55%. Sebagai kemasan aktif, penambahan minyak atsiri kayu manis berpengaruh signifikan terhadap peningkatan aktivitas antioksidan. Aktivitas antioksidan tertinggi ditemukan pada konsentrasi minyak atsiri 3% dengan inhibisi sebesar 69,90%. Penelitian ini menyimpulkan bahwa limbah cair rebusan kedelai berpotensi untuk dikembangkan menjadi kemasan aktif.
Karakteristik fisikokimia dan organoleptik kornet daging ayam dengan pewarna alami ekstrak kulit buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) Husniyyah, Erlinda Alya; Nurtiana, Winda; Kusumasari, Septariawulan; Syabana, Mohamad Ana
Journal of Tropical AgriFood Volume 8 Nomor 2 Tahun 2026
Publisher : Department of Agricultural Products Technology, Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35941/jtaf.8.2.2026.26552.178-193

Abstract

Kulit buah naga merah merupakan bagian dari buah naga yang belum dimanfaatkan dengan baik, padahal mengandung senyawa bioaktif seperti betasianin yang dapat dimanfaatkan sebagai pewarna alami pada produk pangan, salah satunya adalah kornet ayam. Ekstrak kulit buah naga merah digunakan untuk memberikan warna merah pada kornet sebagai pengganti pewarna sintetis, karena penggunaan pewarna ini dalam jangka waktu lama dapat memicu pertumbuhan sel kanker. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi konsentrasi ekstrak kulit buah naga merah dan lama waktu pengukusan terhadap karakteristik fisikokimia dan organoleptik pada kornet ayam. Rancangan percobaan yang digunakan pada penelitian faktorial yang disusun dalam Rancangan Acak Kelompok Faktor pertama adalah konsentrasi ekstrak kulit buah naga merah (10, 20, dan 30%) dan faktor kedua adalah lama waktu pengukusan (40 dan 45 menit). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan ekstrak kulit buah naga merah dan lama waktu pengukusan berpengaruh nyata terhadap nilai daya ikat air (32,32-46,31%.), kadar betasianin (60,30-84,85 mg/100 g), stabilitas warna (2,48-9,08), nilai L* (64,29-72,25), atribut warna (4,1-5,1), rasa (5,0-5,9). Perlakuan terpilih untuk pembuatan kornet ayam adalah menggunakan formula 20% ekstrak kulit buah naga merah dan waktu perebusan selama 40 menit.
Kadar gula reduksi, kadar abu, dan tekstur crackers bebas gluten berbahan mocaf dengan penambahan tepung seledri Pakerti, Mauliddina Adinda Putri Indah; Purwani, Eni; Sofyan, Aan
Journal of Tropical AgriFood Volume 8 Nomor 3 Tahun 2026
Publisher : Department of Agricultural Products Technology, Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35941/jtaf.8.3.2026.26177.237-243

Abstract

Masa golden age merupakan periode penting pertumbuhan dan perkembangan gigi anak yang memerlukan asupan pangan bergizi serta tekstur yang sesuai. Konsumsi camilan tinggi gula sederhana berisiko meningkatkan kejadian karies, sehingga diperlukan inovasi pangan fungsional dengan kadar gula reduksi terkontrol serta kandungan mineral yang baik. Penambahan tepung seledri menurunkan kadar gula reduksi melalui efek pengenceran, serta dapat menghambat hidrolisis pati dan pembentukan gula sederhana akibat kandungan serat dan senyawa fenoliknya. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kadar gula reduksi, kadar abu, dan tekstur crackers berbahan tepung mocaf dengan penambahan tepung seledri. Penelitian faktor tunggal (kadar tepung seledri) yang disusun dalam Rancangan Acak Lengkap digunakan dengan empat perlakuan, yaitu kadar tepung seledri 0, 3, 6, dan 9%. Parameter yang diamati adalah kadar gula, kadar abu, serta tekstur. Data dianalisis menggunakan ANOVA dilanjutkan dengan uji Tukey. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tepung seledri berpengaruh signifikan terhadap kadar gula reduksi dan kadar abu (p<0,05), namun berpengaruh tidak signifikan terhadap tekstur (p>0,05). Kadar gula reduksi tertinggi diperoleh pada penambahan 6% (2,300±0,365), sedangkan kadar abu tertinggi terdapat pada penambahan 6% dan 9% (0,126±0,003). Secara deskriptif, nilai hardness tertinggi terdapat pada penambahan 3% (1749,250±1020,001). Formulasi dengan penambahan tepung seledri menghasilkan karakteristik kimia dan tekstur yang sesuai dengan SNI serta berpotensi dikembangkan sebagai alternatif snack fungsional untuk mendukung kesehatan gigi anak.
Kadar kalsium, fosfor, dan aktivitas antioksidan crackers mocaf dengan penambahan tepung seledri Ardiana, Rissa; Purwani, Eni; Sofyan, Aan
Journal of Tropical AgriFood Volume 8 Nomor 3 Tahun 2026
Publisher : Department of Agricultural Products Technology, Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35941/jtaf.8.3.2026.26497.244-252

Abstract

Keterbatasan pengembangan pangan fungsional berbasis mocaf serta minimnya kajian yang mengombinasikan mocaf dan tepung seledri dalam satu produk menjadi dasar dilakukannya penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kadar kalsium, fosfor, dan aktivitas antioksidan pada crackers berbasis tepung mocaf dengan penambahan tepung seledri. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan berupa variasi penambahan tepung seledri, yaitu 0%, 3%, 6%, dan 9%, dengan dua kali ulangan. Setiap ulangan dilakukan analisis duplo. Parameter yang diamati meliputi kadar kalsium, kadar fosfor, dan aktivitas antioksidan. Data dianalisis menggunakan ANOVA dan uji Kruskal-Wallis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tepung seledri berpengaruh signifikan terhadap kadar kalsium dan aktivitas antioksidan (p<0,05), serta menunjukkan kecenderungan peningkatan kadar fosfor meskipun berbeda tidak signifikan. Kadar kalsium, fosfor dan aktivitas antioksidan tertinggi berturut-turut adalah 6,16 mg/100 g, 125,28 mg/100 g, dan 65,53%, yang diperoleh pada perlakuan penambahan tepung seledri 9%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penambahan tepung seledri berpotensi sebagai sumber mineral dan antioksidan dalam pengembangan crackers berbasis mocaf.
Karakteristik fisikokimia dan sensoris boba dari pati singkong Gajah (Manihot esculenta Crantz) dan labu kuning (Cucurbita moschata D.) Pakalla, Jelin Tiku; Agustin, Sukmiyati
Journal of Tropical AgriFood Volume 8 Nomor 2 Tahun 2026
Publisher : Department of Agricultural Products Technology, Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35941/jtaf.8.2.2026.22036.137-143

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh formulasi pati singkong gajah dan labu kuning terhadap karakteristik fisikokimia dan sensoris boba. Bahan baku yang digunakan adalah pati singkong gajah, yang memiliki daya serap air tinggi, dan labu kuning, yang kaya nutrisi. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktor Tunggal dengan 6 taraf perlakuan, yaitu perbandingan pati singkong gajah dan labu kuning (100:0, 95:5, 90:10, 85:15, 80:20, 75:25) dengan 3 ulangan. Parameter yang diamati meliputi sifat fisik (warna, tekstur), kimia (kadar air, abu, serat, β-karoten), dan sensoris (uji hedonik dan mutu hedonik). Hasil analisis menunjukkan bahwa formulasi pati singkong gajah dan labu kuning berpengaruh nyata (p<0,05) terhadap karakteristik fisikokimia dan sensoris boba. Penambahan labu kuning secara signifikan meningkatkan nilai warna serta kadar air, abu, serat, dan β-karoten, sementara nilai kekenyalan dan kekerasan boba menurun. Formulasi boba optimal terdapat pada penggunaan 75 g pati singkong gajah dan 25 g labu kuning.
Karakteristik dan manfaat kesehatan yoghurt susu kambing dan sapi: Analisis komparatif Cahyani, Tanti; Akbar, Muhammad; Marpaung, Jane Chatrine; Humairah, Atya Salbina; Mawarti, Mawarti; Kristina, Vienti Elisa
Journal of Tropical AgriFood Volume 8 Nomor 4 Tahun 2026
Publisher : Department of Agricultural Products Technology, Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35941/jtaf.8.4.2026.18432.300-307

Abstract

Yoghurt merupakan produk olahan dari susu, baik susu sapi atau susu kambing yang difermentasi dan memiliki berbagai manfaat bagi kesehatan. Penelitian ini mendeskripsikan perbandingan kandungan nutrisi dan manfaat kesehatan dari yoghurt yang dihasilkan dari susu sapi dan susu kambing. Penelitian menggunakan metode literatur dengan mengumpulkan data dari hasil literatur. Hasil analisis perbandingan yoghurt dari susu sapi dan kambing menunjukkan bahwa yoghurt susu kambing memiliki keunggulan dalam hal kandungan nutrisi, sementara yoghurt susu sapi lebih umum dan mungkin lebih disukai oleh sebagian orang karena memiliki rasa yang lebih ringan. Dengan demikian, baik yoghurt dari susu sapi maupun susu kambing memiliki keunggulan masing-masing dan dapat menjadi bagian penting dalam pola hidup sehat.
Kadar kalsium, protein, dan gula reduksi pangan fungsional crackers mocaf dengan substitusi tepung ikan gabus Lestari, Aprilia Bunga; Purwani, Eni; Kunia, Pramudya
Journal of Tropical AgriFood Volume 8 Nomor 3 Tahun 2026
Publisher : Department of Agricultural Products Technology, Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35941/jtaf.8.3.2026.26483.194-201

Abstract

Mocaf potensial dikembangkan sebagai bahan baku crackers fungsional yang bebas gluten berbasis bahan lokal pengganti tepung terigu. Substitusi tepung ikan gabus diharapkan akan meningkatkan kadar protein dan kalsium pada crackers fungsional di samping untuk menghasilkan produk pangan rendah gula sebagai antisipasi risiko kesehatan, terutama terjadinya karies gigi. Penelitian ini bertujuan mendapatkan formula crackers fungsional berbahan baku mocaf dengan mengaplikasikan substitusi tepung ikan gabus didalamnya. Penelitian ini merupakan penelitian tunggal (substitusi tepung ikan gabus) yang disusun dalam rancangan acak lengkap. Substitusi tepung tulang ikan gabus yang dicobakan adalah 0, 10, 15, dan 20%. Parameter yang diamati adalah kadar kalsium, protein dan gula reduksi. Data dianalisis dengan uji Kruskal-Wallis dilanjutkan dengan uji Dunn. Hasil penelitian menunjukkan bahwa substitusi tepung ikan gabus sampai dengan 20% berpengaruh signifikan (p<0,05) terhadap kadar kalsium, protein, dan gula reduksi. Kadar kalsium dan protein tertinggi terdapat pada substitusi 20%, sedangkan gula reduksi cenderung menurun namun tidak berbeda signifikan antar perlakuan 0% dan 10%. Crackers mocaf dengan substitusi tepung ikan gabus berpotensi dikembangkan sebagai pangan fungsional kaya akan kalsium, rendah gula, dan bebas gluten yang mendukung pertumbuhan gigi balita dan sebagai alternatif diet.
Antimicrobial activity of kombucha drink made of kecombrang flowers (Etlingera elatior) towards pathogens Raihana, Shafa' Assyifa; Emmawati, Aswita
Journal of Tropical AgriFood Vol 8 (2026): Special Issue 1, The 3rd International Conference on Food Technology and Nutrition (IC
Publisher : Department of Agricultural Products Technology, Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35941/jtaf.8.5.2026.26977.93-101

Abstract

Kombucha is a functional drink with benefits for human health, including antimicrobial activity. It could be made from torch ginger, an Indonesian tropical plant that is known as a vegetable and ornamental plant and has antimicrobial activity against pathogens. This study aimed to determine the effect of fermentation time and sugar content of kombucha made from torch ginger flowers on antimicrobial activity against pathogens. The research was conducted with two treatments: 20, 25, and 30% (w/v) sugar addition and 7, 14, and 21 days of fermentation. The antimicrobial activity of the kombucha drink made from 12% torch ginger was evaluated using the well diffusion method. The test pathogens were Escherichia coli ATCC 11775, Bacillus cereus ATCC 11778, Staphylococcus aureus ATCC 33591, and Salmonella typhi ATCC 14028. The results showed that torch ginger kombucha with 20% sugar and fermented for 14 days significantly inhibited Staphylococcus aureus ATCC 33591 and Bacillus cereus ATCC 11778. The Minimum Inhibitory Concentration (MIC) against both pathogens was observed in 20% kombucha. Therefore, kombucha made from torch ginger has the potential to be an antimicrobial against pathogens.