cover
Contact Name
Krishna Purnawan Candra
Contact Email
candra@faperta.unmul.ac.id
Phone
+6281350044920
Journal Mail Official
jtropicalagrifood@gmail.com
Editorial Address
Department of Agricultural Products Technology, Faculty of Agriculture, Mulawarman University Jl. Tanah Grogot Kampus Gunung Kelua Samarinda - Kalimantan Timur, 75119
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Journal of Tropical AgriFood
Published by Universitas Mulawarman
ISSN : 26853590     EISSN : 26853604     DOI : https://doi.org/10.35941/jtaf
Core Subject : Agriculture,
Tropical AgriFood is academic journal for research article and review in the field of agricultural technology including agricultural engineering, postharvest physiology and technology, agricultural product processing technology, food science and technology, biotechnology, nutrition, herbal, and functional food.
Articles 153 Documents
Analisis persediaan bahan baku agroindustri kecap di CV Jeruk Pecel Tulen Surabaya Rohman, Nafikur; Mubarokah, Mubarokah; Setyadi, Taufik
Journal of Tropical AgriFood Volume 8 Nomor 3 Tahun 2026
Publisher : Department of Agricultural Products Technology, Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35941/jtaf.8.3.2026.25066.253-262

Abstract

CV Jeruk Pecel Tulen Surabaya belum memiliki sistem pengadaan bahan baku yang sistematis mengakibatkan ketidakseimbangan antara ketersediaan dan kebutuhan bahan baku. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jumlah pemesanan bahan baku yang optimal dan menyusun rekomendasi sistem pengadaan yang efisien. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif seperti metode Economic Order Quantity (EOQ), Safety Stock, dan Reorder Point pada untuk menghitung kebutuhan optimal pemesanan bahan baku. Hasil analisis menunjukkan bahwa mekanisme persediaan bahan baku di CV Jeruk Pecel Tulen Surabaya melakukan pemesanan ketika stok hampir habis tanpa adanya perencanaan dan safety stock yang terstruktur. Proses pengadaan bahan baku dimulai dari pengecekan stok gudang, keputusan pemesanan, pemesanan ke supplier, penerimaan dan penyimpanan bahan baku, hingga pencatatan bahan baku. Hasil analisis menunjukkan bahwa jumlah pemesanan paling ekonomis berdasarkan metode EOQ adalah sebesar 1.720 kg untuk kedelai dan 30.451 kg untuk gula merah, yang memungkinkan perusahaan meminimalkan total biaya persediaan. Penerapan metode EOQ terbukti menurunkan total biaya persediaan tahunan kedelai dari Rp3.407.500 menjadi Rp2.734.460 yaitu sebesar 19,76% dibandingkan dengan sistem yang saat ini diterapkan oleh perusahaan. Sedangkan total biaya persediaan gula merah yang awalnya Rp2.053.750 menjadi Rp334.963 terdapat penghematan biaya sebesar 83,7%. Perusahaan direkomendasikan untuk menerapkan metode EOQ sebagai dasar sistem pengadaan bahan baku dikarenakan metode ini terbukti mampu menentukan jumlah pemesanan optimal, meminimalkan risiko kekurangan maupun kelebihan persediaan, serta menurunkan total biaya persediaan secara signifikan.
Analisis kandungan formalin dan kadar garam pada olahan ikan asin tigawaja (Pseudocienna amovensis) dari Pasar Pagi Kota Tegal Fauzan, Muhamad; Pratama, Rusky Intan; Zidni, Irfan; Rostini, Iis
Journal of Tropical AgriFood Volume 8 Nomor 2 Tahun 2026
Publisher : Department of Agricultural Products Technology, Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35941/jtaf.8.2.2026.25621.144-150

Abstract

Ikan asin tigawaja merupakan produk perikanan populer di Kota Tegal. Keamanan pangan produk ini masih menjadi permasalahan serius karena ditemukan kasus penggunaan formalin pada produk ikan asin di Pasar Pagi Kota Tegal. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi kandungan formalin, menganalisis kadar garam, dan mengevaluasi mutu organoleptik ikan asin tigawaja yang dijual di Pasar Pagi Kota Tegal. Penelitian menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan analisis deskriptif komparatif. Sebanyak 12 sampel ikan asin tigawaja diambil dari 6 pedagang di Pasar Pagi Kota Tegal dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan 5 dari 6 sampel (83,33%) positif mengandung formalin yang ditandai perubahan warna larutan menjadi merah keunguan, sehingga tidak memenuhi standar keamanan pangan berdasarkan Permenkes RI No. 33 Tahun 2012. Kadar garam seluruh sampel berkisar 7,92% hingga 15,12%, dan seluruh sampel memenuhi SNI 8273:2016 (maksimal 20%). Satu sampel yang menunjukkan bebas formalin menunjukkan karakteristik organoleptik warna kuning kecokelatan, aroma spesifik kuat, dan tekstur padat kering mudah rapuh. Simpulan penelitian adalah perlu dilakukan pembinaan pengolahan ikan asin yang aman dan sehat di kalangan pengrajin ikan asin sekitar  Kota Tegal.
Karakteristik fisikokimia tepung biji jagaq, kecambah, dan biji jagaq terfermentasi Anggraini, Siska Prasetia; Saragih, Bernatal; Marwati, Marwati
Journal of Tropical AgriFood Volume 8 Nomor 2 Tahun 2026
Publisher : Department of Agricultural Products Technology, Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35941/jtaf.8.2.2026.11061.95-101

Abstract

Tanaman jagaq (Setaria italica) merupakan tanaman serelia sejenis millet yang banyak ditanam di antara tanaman padi ladang di daerah Kutai Barat. Jagaq mengandung protein 9-14%, karbohidrat 70-80%, energi, vitamin, mineral serta serat makanan yang lebih tinggi dari beras atau gandum. Tujuan penelitian ini untuk mempelajari pengaruh metode pra-pengolahan biji jagaq (biji, kecambah, dan fermentasi) terhadap sifat fisikokimia tepung dihasilkan. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 3 perlakuan dan 3 kali ulangan. Data yang diperoleh diolah dengan analisis varians, dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil. Penggunaan biji jagaq, kecambah, dan biji jagaq terfermentasi berpengaruh nyata terhadap kadar air, kadar abu, dan densitas kamba tepung jagaq, sedangkan daya serap air dan daya serap lemak berpengaruh tidak nyata. Kadar air dan kadar abu tepung paling tinggi diperoleh dari biji jagaq dengan pra-pengolahan fermentasi dengan kadar air 11,81% dan kadar abu 7,16%. Pra-pengolahan berpengaruh tidak nyata (p>0,05) terhadap daya serap minyak dan air.
Pemetaan daya saing ekspor kakao olahan Indonesia di pasar Filipina Ramdhani, Zico; Widayanti, Sri; Harya, Gyska Indah
Journal of Tropical AgriFood Volume 8 Nomor 4 Tahun 2026
Publisher : Department of Agricultural Products Technology, Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35941/jtaf.8.4.2026.27318.308-321

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengukur daya saing ekspor kakao olahan Indonesia di pasar Filipina dibandingkan dengan Malaysia, Singapura, dan Amerika selama periode 2015–2024 pada produk pasta kakao (HS 1803), bubuk kakao (HS 1805), dan cokelat olahan (HS 1806). Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan data sekunder yang diperoleh dari International Trade Centre (ITC). Data dianalisis menggunakan Revealed Comparative Advantage (RCA) dan Export Product Dynamics (EPD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga produk kakao olahan Indonesia memiliki keunggulan komparatif di pasar Filipina dengan rata-rata RCA > 1. Meskipun nilai RCA pada produk cokelat olahan relatif lebih moderat, keunggulan komparatif tersebut pada kenyataannya belum berjalan beriringan dengan penguatan pangsa pasar secara konsisten. Hasil analisis EPD, menggolongkan Indonesia cenderung berada pada kuadran lost opportunity, sedangkan negara pesaing berada di posisi retreat dan falling star. Temuan ini menunjukkan perlunya penguatan strategi yang berorientasi pada peningkatan pangsa pasar melalui konsistensi mutu dan spesifikasi produk, pemenuhan regulasi pasar, serta keandalan pasokan dan pengiriman.
Development of Android application for coffee roast level classification using CNN mobilenetev3 based on digital image analysis Pakaya, Isran Mohamad; Radi, Radi; Dharmawan, Agus; Nurmaisari, Melda
Journal of Tropical AgriFood Volume 8 Nomor 3 Tahun 2026
Publisher : Department of Agricultural Products Technology, Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35941/jtaf.8.3.2026.26928.202-212

Abstract

Coffee is one of Indonesia's key commodities with high economic value in both domestic and international markets. Roasting is a crucial stage in coffee processing, as it directly influences the final taste and aroma. However, until now, the roasting level has been determined visually and subjectively, making it prone to human error. This study aimed to develop an automatic classification system for coffee roasting levels using a Convolutional Neural Network (CNN) approach integrated into an Android application. The CNN model was built using the MobileNetV3 architecture and applied with a transfer learning method on Google Colab. The dataset consisted of 1,600 coffee images with three roasting levels: light, medium, and dark. The trained model was then converted into TensorFlow Lite (TFLite) format for integration into an Android application called RoastScan. This app features automatic classification through the camera or gallery and provides real-time predictions with confidence levels. The evaluation results show that the model has a classification accuracy of 97% on the test data, with high precision, recall, and F1-score across all classes. Further testing via the application showed that the best accuracy reached 93.55%. These findings suggest that integrating CNN with mobile applications has the potential to be a practical, efficient, and accurate solution for determining coffee roasting degrees, as well as supporting the standardization of coffee product quality at both industrial and MSME levels.
Pengaruh formula bunga rosella dan kulit jeruk mandarin terhadap aktivitas antioksidan dan karakteristik sensoris minuman fungsional untuk mengatasi anemia pada remaja putri Sitohang, Agnes Chrisvera; Satriani, Satriani; Hadisuyitno, Juin
Journal of Tropical AgriFood Volume 8 Nomor 2 Tahun 2026
Publisher : Department of Agricultural Products Technology, Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35941/jtaf.8.2.2026.19657.102-111

Abstract

Anemia pada remaja putri di Indonesia mencapai 27,2% dengan prevalensi tertinggi di Kalimantan Timur sebesar 43,2%. Bunga rosella (Hibiscus sabdariffa) kaya antosianin dan vitamin C, sedangkan kulit jeruk mandarin (Citrus reticulata) mengandung flavonoid dan asam askorbat yang berpotensi meningkatkan kadar hemoglobin. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan formula bunga rosella (BR) dan kulit jeruk mandarin (KJM) untuk produksi minuman fungsional kaya antioksidan untuk menangani masalah anemia pada remaja putri. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan empat taraf perlakuan: F1 (100% BR), F2 (75% BR : 25% KJM), F3 (50% BR : 50% KJM), dan F4 (25% BR : 75% KJM). Parameter yang diamati meliputi aktivitas antioksidan (DPPH) dan karakteristik sensoris hedonik dan mutu hedonik untuk warna, aroma, rasa. Sebanyak 30 remaja putri terlibat sebagai panelis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formula BR dan KJM berpengaruh nyata (p<0,05) terhadap aktivitas antioksidan minuman fungsional dengan nilai IC₅₀ F1, F2, F3, dan F4 berturut-turut 228,45; 98,61; 64,58; dan 68,71 ppm. Formula BR dan KJM berpengaruh nyata terhadap karakteristik sensoris hedonik dan mutu hedonik warna dan rasa, namun tidak untuk aroma. Formula F3 direkomendasikan untuk digunakan untuk memproduksi bahan seduhan minuman fungsional anti-anemia karena mendapatkan respons hedonik tertinggi untuk atribut rasa.
Keberlanjutan usahatani kakao di Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang Pratama, Femas Agung; Laily, Dona Wahyuning; Fitriana, Nisa Hafi Idhoh
Journal of Tropical AgriFood Volume 8 Nomor 3 Tahun 2026
Publisher : Department of Agricultural Products Technology, Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35941/jtaf.8.3.2026.27218.273-286

Abstract

Kakao merupakan komoditas perkebunan strategis di Indonesia, namun keberlanjutan usahataninya menghadapi berbagai tantangan dari aspek ekonomi, ekologi, sosial, kelembagaan, dan teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis status keberlanjutan usahatani kakao serta mengidentifikasi atribut sensitif yang memengaruhinya di Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang. Penelitian dilaksanakan pada Februari–April 2026 menggunakan metode Multidimensional Scaling (MDS) dengan pendekatan Rap-Cocoa. Data dikumpulkan dari 90 petani kakao melalui teknik purposive sampling serta didukung data sekunder. Analisis dilakukan terhadap lima dimensi keberlanjutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai keberlanjutan dimensi ekonomi sebesar 76,24 (berkelanjutan), ekologi 54,29, sosial 65,29, dan kelembagaan 55,79 (cukup berkelanjutan), serta teknologi 46,42 (kurang berkelanjutan). Secara keseluruhan, nilai keberlanjutan sebesar 57,33 yang termasuk kategori cukup berkelanjutan. Atribut sensitif meliputi kestabilan harga jual, umur tanaman, dukungan masyarakat, akses perbankan, dan industri pengolahan hasil. Kesimpulan dari hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa usahatani kakao masih layak untuk dikembangkan, namun diperlukan peningkatan terutama pada dimensi teknologi melalui penerapan budidaya dan pascapanen yang lebih baik, peningkatan kapasitas petani melalui pelatihan, serta keterlibatan generasi muda untuk mendukung keberlanjutan jangka panjang.
Healthy food influencers sebagai determinan preferensi konsumsi makanan sehat di kalangan mahasiswa Gardiarini, Praseptia; Ramadhan, Ananda Deka Alfarsya Putra; Dianovita, Chardina
Journal of Tropical AgriFood Volume 8 Nomor 2 Tahun 2026
Publisher : Department of Agricultural Products Technology, Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35941/jtaf.8.2.2026.26090.151-159

Abstract

Pemilihan konsumsi makanan sehat di kalangan mahasiswa menjadi perhatian penting dalam upaya pencegahan penyakit tidak menular sejak usia muda. Mahasiswa, yang termasuk dalam rentang umur dewasa muda, sering kali dihadapkan pada pilihan makanan yang kurang sehat karena keterbatasan waktu, biaya, serta paparan lingkungan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran dan pengaruh healthy influencer dalam pengambilan keputusan memilih makanan sehat pada mahasiswa Metode yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain Cross-Sectional Study. Lokasi penelitian yaitu di Politeknik Negeri Balikpapan. Populasi target dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa aktif Politeknik Negeri Balikpapan. Sampel penelitian berjumlah 101 mahasiswa. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner terstruktur yang mengukur variabel bebas (paparan dan persepsi terhadap healthy food influencer) dan variabel terikat (pemilihan makanan mahasiswa), di mana respons responden diukur menggunakan Skala Likert. Selanjutnya, analisis data dilakukan menggunakan Regresi Logistik Ordinal untuk menguji hipotesis dan mengetahui besarnya pengaruh healthy food influencer terhadap preferensi konsumsi makanan sehat pada mahasiswa. Healthy food influencer mempengaruhi preferensi pemilihan makanan mahasiswa sebesar 72,2% sedangkan 28,2% sisanya tidak dilakukan dalam penelitian ini atau berasal dari faktor lain. Kesimpulan yang didapat semakin tinggi intensitas mahasiswa menonton dan berinteraksi dengan konten influencer, semakin besar kecenderungan mereka untuk memiliki preferensi terhadap makanan sehat.
Kadar vitamin dan serat crackers mocaf susu sapi segar dengan substitusi tepung buah pepaya Maheswari, Gayatri; Purwani, Eni; Sofyan, Aan
Journal of Tropical AgriFood Volume 8 Nomor 2 Tahun 2026
Publisher : Department of Agricultural Products Technology, Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35941/jtaf.8.2.2026.26202.171-177

Abstract

Proses pertumbuhan gigi pada balita dipengaruhi oleh kecukupan asupan zat gizi baik makronutrien maupun mikronutrien. Oleh karena itu, untuk memenuhi kebutuhan zat gizi tersebut, diperlukan pengembangan produk makanan fungsional. Crackers adalah produk pangan yang dapat dikembangkan menjadi suatu produk dengan nilai gizi tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh substitusi tepung buah pepaya dalam crackers mocaf susu sapi segar terhadap kadar vitamin A, vitamin C, dan serat pangan tidak larut. Penelitian ekperimental ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan dua kali pengulangan, masing-masing dilakukan analisis secara duplo. Empat perlakuan substitusi tepung buah pepaya yaitu 0%, 20%, 30%, dan 40% terhadap mocaf dilakukan dalam pembuatan crackers. Parameter yang diamati adalah kadar vitamin A, kadar vitamin C, dan kadar serat pangan tidak larut (IDF). Data kadar vitamin C dan IDF dianalisis menggunakan one-way ANOVA yang dilanjutkan dengan uji Duncan, sedangkan data kdar vitamin A dianalisis menggunakan uji Kruskal-Wallis yang dilanjutkan dengan uji Dunn. Hasil penelitian menunjukkan bahwa substitusi tepung buah pepaya dlam mocaf memberikan pengaruh nyata (p<0,05) terhadap semua parameter yang diujikan. Kadar vitamin A dan IDF tertinggi diperoleh pada crackers yang dibuat dengan substitusi 40%. Kadar vitamin C tertinggi diperoleh pada crackers yang dibuat dengan substitusi tepung buah pepaya 20%. Kesimpulannya susbtitusi tepung buah papaya pada crackers mocaf susu sapi segar, meningkatkan kadar vitamin A dan IDF, tetapi terjadi penurunan pada kadar vitamin C. Substitusi tepung buah pepaya dalam mocaf sebesar 40% menghasilkan crackers terbaik, meskipun terjadi penurunan kadar vitamin C.
Kadar air dan aktivitas air cookies berbahan tepung komposit umbi Garut dan tempe kacang merah Kencana, Adinda Surya; Sofyan, Aan; Mustikaningrum, Fitriana
Journal of Tropical AgriFood Volume 8 Nomor 4 Tahun 2026
Publisher : Department of Agricultural Products Technology, Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35941/jtaf.8.4.2026.26218.322-328

Abstract

Cookies merupakan makanan ringan yang digemari berbagai kalangan karena rasanya yang manis dan teksturnya renyah. Produk ini umumnya berbahan dasar tepung terigu (TT), namun dapat dikembangkan dengan bahan lokal seperti tepung umbi garut (TUG) dan tepung tempe kacang merah (TTKM). Penggunaan bahan lokal tersebut berpotensi meningkatkan kadar air produk karena bahan lokal cenderung memiliki kemampuan mengikat air yang lebih tinggi dibandingkan tepung terigu, sehingga dapat memengaruhi kadar air dan aktivitas air cookies yang berdampak pada umur simpan produk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi komposisi tepung komposit umbi garut dan tepung tempe kacang merah terhadap air dan aktivitas air pada cookies. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen dengan desain Rancangan Acak Lengkap (RAL). Penelitian ini terdiri dari tiga jenis perlakuan, yaitu perlakuan A (100% TT), perlakuan B (50% TT : 35% TUG : 15% TTKM), dan perlakuan C (50% TT : 30% TUG : 20% TTKM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar air pada perlakuan A sebesar 7,27%, perlakuan B sebesar 13,37%, dan perlakuan C sebesar 12,91%. Aktivitas air pada perlakuan A sebesar 0,52, perlakuan B sebesar 0,78, dan perlakuan C sebesar 0,72. Penelitian ini menunjukkan bahwa proporsi tepung komposit umbi garut dan tempe kacang merah berpengaruh signifikan (p=0,00) terhadap kadar air dan aktivitas air pada cookies.