cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Majalah Kesehatan Pharmamedika
Published by Universitas Yarsi
ISSN : 20855648     EISSN : 26552396     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Majalah Kesehatan Pharmamedika / Pharmamedika Health Magazine is a source of scientific information about medicine, pharmacy and sciences related to health aspects. This magazine is published every 6 months (2 times in a year) and each publication can contain the results of research, literature reviews, actual case reports.
Arjuna Subject : -
Articles 83 Documents
Hubungan antara Konsumsi Buah dengan Risiko Obesitas pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas YARSI Monzalitza, Ayuvy; Asiah, Nur
Majalah Kesehatan Pharmamedika Vol 12, No 1 (2020): JUNI 2020
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/mkp.v12i1.1605

Abstract

Latar Belakang Obesitas diketahui memiliki dampak negatif terhadap kesehatan. Orang dengan obesitas lebih mudah terserang penyakit degeneratif seperti hipertensi, penaykit jantung, diabetes mellitus, batu empedu bahkan kanker. Obesitas dapat disebabkan asupan makanan tinggi kalori dan rendah serat seperti buah dan sayur. Asupan buah dan sayur pada remaja masih tergolong rendah, di bawah rekomendasi WHO. Tujuan Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara asupan buah dan indeks massa tubuh pada mahasiswa fakultas kedokteran Universitas YARSI Jakarta. Metode Penelitian ini bersifat cross sectional (studi potong lintang) pada 47 orang mahasiswa fakultas kedokteran Universitas YARSI Jakarta pada tahun 2017. Data yang dinilai adalah indeks massa tubuh dan asupan buah. Tingkat asupan buah dinilai dengan Food Frequency Questionnaire (FFQ). Analisis statistik menggunakan uji Chi-Square dan diolah menggunakan SPSS Statistik Versi 23. Hasil Penelitian Prevalensi obesitas pada mahasiswa fakultas kedokteran Universitas YARSI sebesar 46.8% dengan riwayat obesitas dari pihak ibu dan ayah. Hanya 34% mahasiswa yang mengkonsumsi buah tergolong cukup (2-3 kali/minggu). Mahasiswa yang tergolong obesitas sebagian besar mengkonsumsi buah dalam kategori kurang (p0.05). Terdapat 68.2% mahasiswa dengan indeks massa tubuh tergolong obesitas yang mengkonsumsi buah dalam kategori kurang. Simpulan Tidak terdapat hubungan bermakna antara indeks massa tubuh dengan tingkat konsumsi buah pada mahasiswa fakultas kedokteran Universitas YARSI Jakarta. Diskusi Dari 47 responden yang berpartisipasi, 22 orang memiliki obesitas dimana 15 orang (68.2%) kurang mengkonsumsi buah. Asupan camilan pada mahasiswa fakultas kedokteran Universitas YARSI sebagian besar bukanlah buah karena adanya anggapan bahwa buah memiliki harga yang mahal dan belum adanya kesadaran mahasiswa bahwa buah memiliki kalori rendah dan serat yang tinggi yang dapat mencegah obesitas.
Uji Validitas Kuesioner Fonseca dalam Menilai Gangguan Temporomandibula (TMD) pada Karyawan Universitas YARSI Umniyati, Helwiah
Majalah Kesehatan Pharmamedika Vol 12, No 2 (2020): DESEMBER 2020
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/mkp.v12i2.1751

Abstract

Pendahuluan: Salah satu nyeri orofasial yang sering dikeluhkan pasien seperti sakit kepala, nyeri di sekitar leher, nyeri pada wajah dan telinga adalah gangguan temporomandibula / temporomandibular disorders (TMD). Biasanya pasien tidak menyadari tanda dan gejala gangguan temporomandibula. Banyak faktor yang mempengaruhi TMD, seperti trauma oklusi, gigi tanggal, kebiasaan buruk dan lain-lain. Penelitian ini bertujuan menguji validitas kuesioner Fonseca dalam menilai gangguan temporomandibula (TMD), dibandingkan dengan pemeriksaan klinis pada karyawan Universitas YARSI.  Bahan dan Metode Penelitian:  Dilakukan studi analitik cross sectional dengan sampel 225 karyawan Universitas YARSI. Kami menggunakan teknik non-probability sampling. Data dievaluasi menggunakan uji Chi-square. Hasil: Ditemukan prevalensi TMD dengan pemeriksaan klinis lebih tinggi dibandingkan kuesioner Fonseca yaitu 57,8% dan 50,7%. Kebanyakan dari sampel mengalami TMD ringan. Ada hubungan yang bermakna antara TMD berdasarkan kuesioner Fonseca dan TMD dengan pemeriksaan klinis (p 0,05). Berdasarkan pemeriksaan klinis, tidak didapatkan perbedaan TMD berdasarkan jenis kelamin, usia responden dan status gigi hilang. Hanya pendidikan dan status pekerjaan yang memiliki hubungan bermakna. Pada uji validitas hasil kuisioner dan pemeriksaan klinis didapatkan sensitivitas 65% dan spesifisitas 71%. Simpulan: Kuisioner Fonseca merupakan alat yang cukup baik untuk skrining gangguan pada temporomandibular (TMD) di masyarakat, mungkin perlu memodifikasi pertanyaan agar dapat meningkatkan validitas.
Korelasi Gambaran Ultrasonografi Arteri Karotis dan Aorta pada Foto Thorax Posisi PA dengan Renal Resistive Index pada Pasien Hipertensi Fauzan, Regi; Idris, Nurlaily; Murtala, Bachtiar; Bahar, Burhanuddin; Kasim, Hasyim
Majalah Kesehatan Pharmamedika Vol 12, No 1 (2020): JUNI 2020
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/mkp.v12i1.1601

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menilai korelasi ketebalan tunika intima-media arteri karotis pada ultrasonografi, kalsifikasi dan dilatasi pada arkus aorta pada foto thorax posisi PA dengan nilai renal resistive index menggunakan ultrasonografi duplex pada pasien hipertensi. Penelitian ini dilaksanakan di Departemen Radiologi Rumah Sakit Umum Pemerintah Wahidin Sudirohusodo Makassar dan Rumah Sakit Pendidikan Universitas Hasanuddin Makassar mulai bulan Desember 2019 sampai bulan Maret 2020. Sampel sebanyak 60 pasien dengan usia ? 18 tahun. Metode yang digunakan adalah uji korelasi Spearman rho. Hasil penelitian menujukkan bahwa ada korelasi signifikan (p 0,05) antara kalsifikasi aorta p=0,0001 dan nilai CIMT p=0,0001 dengan nilai index resistive renal bilateral. Terdapat korelasi signifikan antara pasien hipertensi riwayat dislipidemia yang disertai penebalan tunika intima media arteri karotis p = 0,025, kalsifikasi pada arkus aorta p=0,001 dan dilatasi aorta p=0,003 dengan nilai index resistive renal bilateral. Tidak ada korelasi antara dilatasi aorta dengan dengan nilai index resistive renal bilateral.
Penyerupa dan Penyerta Tuberkulosis Paru yang Terdiagnosis Berdasarkan Gambaran CT-scan Toraks Pada Rumah Sakit Rujukan Tersier Bachtiar, Nur Amelia; Asriyani, Sri; Murtala, Bachtiar; Latief, Nikmatia; Djaharuddin, Irawaty; Zainuddin, Andi Alfian
Majalah Kesehatan Pharmamedika Vol 12, No 2 (2020): DESEMBER 2020
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/mkp.v12i2.1747

Abstract

Latar belakang: Sistem rujukan berjenjang dapat mempengaruhi karakteristik lesi pada CT-scan toraks pasien terduga tuberkulosis (TB) paru pada rumah sakit rujukan tersier. Hal ini dapat menyamarkan keberadaan penyerupa dan penyerta TB paru. Metode Penelitian: Sampel adalah pasien yang terdiagnosis TB paru oleh ahli radiologi pada periode Oktober 2018 hingga Juni 2019. Analisis Chi-square dilakukan untuk menguji kesesuain 12 karakteristik CT-scan toraks (Konsolidasi, kavitas, tree-in-bud, fibrokalsifikasi, air-bronchogram-sign, lesi noduler, efusi pleura, atelektasis, bercak infiltrat, lymphadenopathy, bronchiectasis, ground glass opacity) dengan diagnosis akhir klinisi. Pencatatan penyerupa dan penyerta TB dilakukan setelah diagnosis akhir ditegakkan. Hasil: Dari 137 sampel, hanya 61 (44.5%) pasien yang terdiagnosis sebagai TB paru aktif, 38 (27.7%) terdiagnosis sebagai bekas TB paru dan 38 (27.7%) lainnya terdiagnosis sebagai penyakit paru bukan tuberkulosis. Dari 12 variabel yang dievaluasi, karakteristik yang sesuai dengan diagnosis klinisi adalah tree-in-bud (p = 0.019) dan lymphadenopathy (p = 0.039). Penyakit penyerupa dan penyerta terbanyak adalah tumor paru dan infected bronchiectasis. Simpulan: Gambaran CT-scan pasien TB paru sangat beragam pada rumah sakit rujukan tersier. Diperlukan ketelitian ahli radiologi dan kerja sama yang baik dengan klinisi untuk mendeteksi berbagai kemungkinan diagnosis yang dapat menyerupai dan menyertai TB paru
Angka Kejadian Depresi pada Pasien yang Menjalani Hemodialisis Menggunakan Metode Pengukuran Geriatric Depression Scale Octafiani, Monica; Armelia, Linda
Majalah Kesehatan Pharmamedika Vol 12, No 1 (2020): JUNI 2020
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/mkp.v12i1.1602

Abstract

Latar Belakang: Penyakit ginjal kronik mengakibatkan penurunan fungsi ginjal progresif dan irreversible sehingga memerlukan terapi pengganti ginjal berupa dialisis atau transplantasi ginjal. Hemodialisis merupakan terapi pengganti ginjal bertujuan membuang limbah metabolik dan kelebihan cairan tubuh melalui darah. Keadaan ini dapat mengganggu psikis pasien berupa depresi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui angka kejadian depresi pada pasien geriatric yang menjalani hemodialisis dengan menggunakan metode pengukuran geriatric depression scale. Metode: Penelitian ini dilakukan secara deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien penyakit ginjal kronik yang sedang menjalani hemodialisis di RS Anna Medika Bekasi dari tanggal 20-29 Agustus 2018. Analisis menggunakan Chi-Square. Hasil: Ada 51 pasien yang memenuhi kriteria inklusi dengan 33 (64,7%) laki-laki dan sisanya perempuan. Pengukuran tingkat depresi sebagai berikut 25 (49%) tidak depresi; 20 (39.2%) depresi ringan; 5 (9.8%) depresi sedang dan 1 (2%) depresi berat. Kejadian depresi pada periode HD 12 bulan sebanyaj 24 (47%): 11 (45.7%) normal; 10 (41.7%) depresi ringan; 2 (8.4%) depresi sedang dan 1 (4.2%) depresi berat. Pada HD 12-24 bulan sebanyaj 15 (29.4%): 7 (46.6%) normal; 6 (40%) depresi ringan; 2 (13.4%) depresi sedang dan tidak ada depresi berat. Pada HD 25-36 bulan sebanyak 5 (25.5%): 4(80%) normal dan 1 (20%) depresi ringan. Sementara pada HD 36 bulan sebanyak 7 (35.7%): 3 (42.8%) normal; 3 (42.8%) depresi ringan dan 1 (14.2%) depresi sedang”. Tidak adanya hubungan antara ketaatan agama dengan angka kejadian depresi pada pasien PGK yang menjalani HD (p0,05). Simpulan: Angka kejadian depresi terbanyak terjadi ketika pasien yang menjalani hemodialisis kurang dari 12 bulan dan untuk pasien yang sudah menjalani hemodialisis lebih dari 12 bulan sudah dapat beradaptasi dan bergantung pada dukungan keluarga. Saran: Diperlukan perhatian dan dukungan keluarga pada pasien penyakit ginjal kronik sebagai dukungan moral yang sangat penting dalam mencegah depresi pada pasien disamping kekuatan amal ibadah pasien juga.
Gambaran Proses Pembelajaran E-learning Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas YARSI Jakarta Asiah, Nur
Majalah Kesehatan Pharmamedika Vol 12, No 2 (2020): DESEMBER 2020
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/mkp.v12i2.1748

Abstract

Pendahuluan: Pandemi covid-19 telah menuntut pergutuan tinggi untuk melaksanakan pembelajaran online. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran proses pembelajaran secara e-learning pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas YARSI Jakarta pada bulan September-November 2020. Metode: Desain penelitian bersifat cross sectional dengan cara pengumpulan data melalui kuesioner. Data yang terkumpul berasal dari 220 orang mahasiswa semester V yang sedang mengikuti Blok Endokrin, Metabolik dan Nutrisi. Pertanyaan yang diajukan terdiri dari pertanyaan terbuka dengan jawaban singkat dan pertanyaan pilihan ganda. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan 40% mahasiswa menyatakan penyampaian materi kuliah diserap dengan baik, 48% mahasiswa mempersiapkan materi sebelum e-learning, 47% mahasiswa memiliki pengaturan waktu yang baik dan 36% mahasiswa berkonsentrasi selama 2-3 jam. Keluhan kesehatan terbanyak adalah kekakuan leher dan otot serta pusing (40%). Sebanyak 47% mahasiswa menyatakan mudah mendapatkan materi kuliah. Metode belajar secara berkelompok merupakan pilihan utama (69%), meskipun 56% mahasiswa lebih menyukai tatap muka langsung dibandingkan e-learning. Simpulan: E-learning pada mahasiswa FK YARSI Jakarta berlangsung lancar dengan penyerapan materi yang baik dan kemudahan mengakses materi. Kemandirian mahasiswa terlihat berupa persiapan, pengaturan kegiatan harian dan sistem belajar kelompok, meskipun terdapat keluhan kesehatan, terbatasnya konsentrasi dan tatap muka langsung yang lebih disukai dibandingkan e-learning.
Hubungan Aktivitas Fisik terhadap Tinggi Badan pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Umum Universitas YARSI yang Berumur Kurang dari atau Sama dengan 20 Tahun Savitri, Adinda; Zulhamidah, Yenni; Widayanti, Etty
Majalah Kesehatan Pharmamedika Vol 12, No 1 (2020): JUNI 2020
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/mkp.v12i1.1603

Abstract

Latar Belakang: Penelitian sebelumnya telah menemukan hubungan antara ukuran tinggi badan pendek dengan tingkat pendidikan dan produktivitas manusia di masa depan. Beberapa penelitian telah menemukan bahwa aktivitas fisik berkorelasi dengan optimalisasi pertumbuhan massa mineral tulang yang dicapai pada awal usia 20 tahun, selanjutnya akan mempengaruhi pertumbuhan tinggi badan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuktikan hipotesis tentang hubungan antara aktivitas fisik dengan tinggi pada remaja usia lanjut. Metode: Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif korelasional dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi sampel yang digunakan adalah mahasiswa kedokteran tahun pertama dan kedua Universitas YARSI yang berusia ? 20 tahun. Penentuan intensitas aktivitas fisik harian menggunakan kuesioner dan Global Physical Activity Questionnaire (GPAQ). Tinggi diperoleh dengan pengukuran tinggi badan responden secara langsung dan dikategorikan ke dalam tiga kelompok berdasarkan kurva CDC 2000. Data dianalisis dengan uji statistik Pearson Chi Square. Hasil: Analisis bivariat menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara aktivitas fisik pada remaja dengan tinggi badan dengan nilai P (P = 0,992 5%), tetapi ditemukan hubungan antara aktivitas fisik selama periode prapubertas dengan tinggi badan dengan nilai P (P = 0,045 5%). Simpulan: Aktivitas fisik yang dilakukan selama masa remaja tidak memiliki hubungan dengan tinggi badan, tetapi aktivitas fisik yang dilakukan selama periode prapubertas memiliki hubungan terhadap tinggi badan.
Hubungan Konsumsi Fast Food Dengan Rasio Lingkar Pinggang Panggul pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas YARSI Tahun Pertama dan Tahun Kedua Cantika, Istri Bela; Widayanti, Etty; Zulhamidah, Yenni
Majalah Kesehatan Pharmamedika Vol 12, No 2 (2020): DESEMBER 2020
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/mkp.v12i2.1749

Abstract

Latar Belakang: Gaya hidup modern saat ini cenderung merugikan karena berdampak buruk pada kesehatan seperti memilih makanan siap saji (instant) atau fast food yang dianggap lebih praktis namun mengandung gizi tidak seimbang sehingga memicu berbagai penyakit ditandai dengan gejala obesitas. Mahasiswa cenderung memiliki gaya hidup modern yang praktis dan kebiasaan mengonsumsi makanan fast food sebagai pilihan utama untuk makan sehari-hari. Obesitas pada remaja penting untuk diperhatikan karena 75% dari mereka cenderung mengalami obesitas pada saat dewasa. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif komparatif dengan menggunakan rancangan penelitian cross sectional analitik. Data primer yang didapatkan merupakan hasil sampling dengan metode simple random sampling. Metode korelasi Chi Square dan C Cramers digunakan untuk mengetahui hubungan konsumsi fast food dengan rasio lingkar pinggang panggul. Data penelitian dianalisis secara deskriptif dengan bantuan Microsoft Excel 2010 dan analisis korelasional dengan SPSS Statistics 17.0. Hasil: Berdasarkan uji korelasional dari konsumsi fast food dengan rasio lingkar pinggang panggul menghasilkan nilai signifikansi yang lebih besar dari alpha. Hal ini menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara konsumsi fast food dengan rasio lingkar pinggang dan panggul pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas YARSI tahun pertama dan tahun kedua. Simpulan: Tidak terdapat adanya hubungan antara konsumsi fast food dengan rasio lingkar pinggang dan panggul pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas YARSI tahun pertama dan tahun kedua.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP TERHADAP PERILAKU MASYARAKAT DALAM PEMAKAIAN MASKER DI MASA PANDEMI COVID-19 Siti Maulidya Sari
Majalah Kesehatan Pharmamedika Vol 13, No 1 (2021): JUNI 2021
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/mkp.v13i1.3435

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan : Dalam upaya mencegah rantai penularan Sars-CoV-2 pada manusia, pemakaian masker terbukti dapat mencegah penyebaran percikan (droplet). Salah satu faktor yang menyumbang kasus positif terbanyak adalah ketidakdisiplinan menggunakan masker. Perilaku penggunaan masker di masyarakat dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya karena pengetahuan dan sikap dalam pemakaian masker. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap terhadap perilaku masyarakat dalam pemakaian masker di masa pandemi COVID-19. Metode : Jenis penelitian kuantitatif analitik bivariat dengan metode pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan mulai tanggal 13-14 Agustus 2020, dengan sampel berjumlah 175 responden. Pemilihan sampel dengan consecutive sampling dengan kriteria inklusi yakni berusia 17-65 tahun, dapat membaca dan menulis, menyetujui informed consent dan mengisi kuesioner dengan lengkap sesuai batasan waktu yang ditentukan. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner yang disebar melalui google form. Variabel yang akan diteliti adalah ketepatan perilaku pemakaian masker dengan pengetahuan dan sikap masyarakat di masa pandemi COVID-19. Data akan dianalisis menggunakan program SPSS (Statistical Package for Social Science) versi 23, dengan analisis univariat dan analisis bivariat menggunakan uji chi square. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan responden yang memiliki pengetahuan baik dalam pemakaian masker sebanyak 160 (91.4%) dan pengetahuan kurang sebanyak 15 (8.6%), sikap baik 155 (88.6%) dan buruk 20 (11.4%), dan perilaku yang baik sebesar 154 (88%) dan buruk sebesar 21 (12%). Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan sikap terhadap perilaku pemakaian masker, didapatkan masing-masing nilai p = 0.004 dengan OR = 5.697 (95% CI 1.547-20.982) dan p = 0.000 dengan OR = 4.418 (95% CI 2.179-7.896).Kesimpulan : Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan sikap terhadap perilaku pemakaian masker di masa pandemi COVID-19. 
GAMBARAN KEJADIAN DIABETES PADA PASIEN YANG MEMILIKI RIWAYAT KELUARGA DIABETES MELITUS DI PUSKESMAS PASIRUKEM KEC. CILAMAYA KULON – KARAWANG TAHUN 2018-2020 diniwati mukhtar
Majalah Kesehatan Pharmamedika Vol 13, No 1 (2021): JUNI 2021
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/mkp.v13i1.3444

Abstract

Latar Belakang  : Diabetes Melitus (DM) adalah penyakit kronis serius yang terjadi karena pankreas tidak menghasilkan cukup insulin. Faktor genetis memberi peluang besar bagi timbulnya penyakit DM. Anggota keluarga penderita DM memiliki kemugkinan lebih besar menderita DM dibandingkan dengan anggota keluarga yang tidak menderita DM. Perlu penelitian lebih lanjut untuk mengetahui Gambaran Kejadian Diabetes Pada Pasien Yang Memiliki Riwayat Keluarga Diabetes Melitus di Puskesmas Pasirukem Kec. Cilamaya Kulon Kab. Karawang periode 2018-2020 dan Tinjauan nya Menurut Pandangan Islam.Metode : Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pengambilan data kuantitatif dan desain cross-sectional. Subjek penelitian ini adalah pasien Diabetes Melitus yang memiliki riwayat keluarga Diabetes Melitus periode 2018-2020 di Puskesmas Pasirukem Kec. Cilamaya Kulon Kab. Karawang.Hasil : Berdasarkan karakteristik responden terdapat 60 pasien yang di diagnosis DM tetapi 55 orang diantaranya memiliki riwayat keluarga DM dan 5 orang tidak diketahui/tidak memiliki riwayat DM. Presentase usia pasien DM yang memiliki riwayat keluarga DM terbanyak adalah pada usia 45-54 tahun yaitu 52.7% dan yang terendah pada usia lebih dari 75 tahun yaitu 3.6%, sedangkan untuk jenis kelamin hasil dari penelitian yang telah dilakukan di dapatkan lebih banyak pada perempuan 81.8%  dari pada laki-laki 18.2 %.Kesimpulan : Hasil dari penelitian didapatkan presentase usia  terbanyak pertama yaitu: usia 45-54 tahun (52.7) yang paling rendah: usia 75 tahun (3.6%). Jenis kelamin di dapatkan lebih banyak pada perempuan 81.8%  dari pada laki-laki 18.2 %.