cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Majalah Kesehatan Pharmamedika
Published by Universitas Yarsi
ISSN : 20855648     EISSN : 26552396     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Majalah Kesehatan Pharmamedika / Pharmamedika Health Magazine is a source of scientific information about medicine, pharmacy and sciences related to health aspects. This magazine is published every 6 months (2 times in a year) and each publication can contain the results of research, literature reviews, actual case reports.
Arjuna Subject : -
Articles 83 Documents
Usia Onset Pertama Penderita Skizofrenik Pada Laki Laki dan Perempuan Yang Berobat Ke Badan Layanan Umum Daerah Rumah Sakit Jiwa Propinsi Sumatera Utara Simbolon, M. Joesoef
Majalah Kesehatan Pharmamedika Vol 5, No 1 (2013): JUNI 2013
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/mkp.v5i1.1100

Abstract

Latar Belakang Penelitian : National Institute of Mental Health (NIMH) melaporkan penderita skizofrenik antara laki- laki dan wanita berbeda dalam onset pertama timbulnya serangan. Laki-laki mempunyai onset skizofrenik yang lebih awal dari pada wanita. Usia puncak serangan pertama untuk laki-laki adalah 15-25 tahun, untuk wanita usia puncak adalah 25-35 tahun, tetapi menurut Buchanan et al (2000) , perbedaan usia onset tersebut pada laki-laki 17-27 tahun dan pada wanita 17-37 tahun. Penelitian lain (Kaplan dan Sadock’s, 2001) mengatakan usia onset umumnya lebih banyak antara 15-35 tahun (50% di bawah umur 25 tahun), sementara menurut Meltzer et al (2000) rata-rata usia untuk pasien wanita adalah 25 tahun dengan antara 15-30 tahun. Untuk pasien laki-laki rata-rata 20 tahun dengan antara 10-24 tahun, dan Africa B et al (2000) mengatakan onset yang cepat sebelum pubertas dan lambat setelah umur 46 tahun. Skizofrenik onset anak sangat jarang pada usia yang sangat dini ( 6 tahun) tetapi insidensinya meningkat dan menetap pada usia 12-14 tahun. Berbagai penelitian mengenai usia onset skizofrenik telah dilakukan, tetapi berapa usia onset pertama skizofrenik di Indonesia belum diketahui meskipun kasus-kasus skizofrenik sering ditemukan. Peneliti tertarik untuk mengetahui usia onset pertama penderita skizofrenik khususnya di Rumah Sakit Jiwa Daerah Propinsi Sumatera Utara. Objek : Untuk mengetahui usia onsert pertama penderita skizofrenik pada laki-laki dan perempuan yang berobat ke Badan  Layanan  Umum  Daerah  (BLUD)  Rumah  Sakit  Jiwa  Propinsi  Sumatera  Utara  dan  untuk  mengetahui perbandingan usia onset pertama penderita skizofrenik berdasarkan jenis kelamin. Metodologi : Suatu penelitian Cross Sectional analitik yang dilakukan terhadap seluruh penderita skizofrenik yang datang berobat ke instalasi rawat jalan BLUD Rumah Sakit Jiwa Propinsi Sumatera Utara. Hasil : Penelitian ini menunjukkan bahwa dari data responden yang berjumlah 400 orang didapatkan hasil: usia onset pertama penderita skizofrenik yang terbanyak pada umur antara 21-25 tahun yaitu 100 (25%), suku batak 242 orang (60,5%), pendidikan SMU 164 orang (40,9%), status tidak kawin 271 (67,8%), tidak bekerja 325 (81,23%), dan kebanyakan berada diluar Medan 214 (53,5%) dan usia onset pertama penderita skizofrenik berdasarkan jenis kelamin untuk jenis kelamin laki-laki adalah 21-25 tahun (31%), sedangkan untuk perempuan 26-30 (20,5%). Kesimpulan : Ada perbedaan usia onset pertama pada penderita skizofrenik pada laki-laki dan perempuan yang berobat ke BLUD Rumah Sakit Jiwa Propinsi Sumatera Utara.
Pengaruh Persalinan Terhadap Penurunan Kadar Hb Pada Ibu Bersalin di Rumah Sakit Umum Daerah Budhi Asih Jakarta Timur Tahun 2016 Aritha, Dina; Femina Sari, Utami
Majalah Kesehatan Pharmamedika Vol 9, No 1 (2017): JUNI 2017
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/mkp.v9i1.669

Abstract

Kadar hemoglobin bisa menunjukkan keadaan anemia atau tidak. Prevalensi anemia ibuhamil di Indonesia cukup tinggi. Anemia merupakan salah satu penyebab kematian ibu tidak langsung yang disebabkan oleh defisiensi besi dan perdarahan akut bahkan tidak jarang keduanya saling berinteraksi. Anemia merupakan hal penting untuk diperhatikan guna menurunkan angka kematian ibu pasca persalinan di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh persalinan terhadap penurunan kadar Hb pada ibu bersalin berdasarkan jenis persalinan dan (IMT). Desain penelitian yang digunakan adalah one-group pretest-posttest desain penelitian yang dilaksanakan pada satu kelompok saja tanpa kelompok pembanding. Sampel penelitian yang di ambil adalah sebanyak 91 responden. Hasil penelitian didapatkan bahwa rata-rata Hb sebelum persalinan adalah 11.62 gr% dan rata-rata Hb sesudah persalinan adalah 11.01 gr%. Ada pengaruh yang signifikan antara jenis persalinan dengan penurunan kadar Hb dan tidak ada pengaruh yang signifikan antara nilai IMT dengan penurunan kadar Hb. Temuan ini diharapkan dapat menjadi rujukan ibu hamil untuk mengkonsumsi tablet Fe dan mengkonsumsi makanan yang bergizi seimbang, meningkatkan efektifitas konseling individual mengenai anemia dan penyebabnya kepada ibu hamil.
Evaluasi Kemampuan Proliferasi, Diferensiasi dan Viabilitas Sel Punca Asal Pulpa Gigi Manusia Pasca Vitrifikasi Hadi, Restu Syamsul; Kusuma, Indra
Majalah Kesehatan Pharmamedika Vol 11, No 1 (2019): JUNI 2019
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/mkp.v11i1.951

Abstract

Sejumlah keterbatasan sumber sel pulpa gigi manusia diantaranya harus dari pulpa gigi sehat dengan jumlah sangat terbatas. Teknologi penyimpanan sel dan pengembangan metode vitrifikasi pada DPSC dan MSC sangat bermanfaat untuk keperluan terapi. Penelitian ini  bertujuan mengkaji pertumbuhan, proliferasi dan diferensiasi serta pengaruh simpan beku metode vitrifikasi terhadap sel punca asal pulpa gigi. Sampel yang digunakan adalah pulpa gigi yang diisolasi. Untuk mengukur proliferasinya digunakan Cell Proliferation Reagent WST-1 Absorbansi diukur menggunakan mikroplate ELISA Zenyth pada panjang gelombang 450 nm. Untuk proses simpan beku dengan metode vitrifikasi sel MSC dipanen dan di-cryopreservasi dengan dua langkah yaitu diberikan dengan Equilibration (EQ) dan vitrifikasi solutions (VS). Untuk diferensiasi sel adipogenik digunakan StemPro Adipogenesis dan diuji dengan pewarnaan Oil Red O. DPSC berhasil diisolasi dan tumbuh dengan baik pada medium alfa MEM dengan serum 10%. Kemampuan proliferasi sel DPSC pada inkubasi 24 jam lebih tinggi secara signifikan dibandingkan inkubasi 18 jam. DPSC dapat terdiferensiasi menjadi neural like cells dan pada sel MSC dengan pemberian differentiation Kit StemPro Adipogenesis, diferensiasi MSC ke arah sel adipogenik setelah pewarnaan menggunakan Oil Red O. Teknik vitrifikasi sebagai metode simpan beku pada MSC menunjukan viabilitas yang tinggi ( 80%) dan sel mampu berproliferasi dan berdiferensiasi dengan baik.
Erratum pada artikel: Evaluasi Keamanan dan Sanitasi Pangan pada Industri Popcorn Rumahan Giovani, Ivana; Jesica, Claudia; Mudhita, Synthia; Kiyat, Warsono El
Majalah Kesehatan Pharmamedika Vol 11, No 1 (2019): JUNI 2019
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/mkp.v11i1.956

Abstract

Penerapan prinsip hygiene dan sanitasi pangan yang tidak tepat adalah faktor yang berperan dalam penyebaran penyakit bawaan makanan serta berdampak pada kesehatan konsumen yang mengonsumsinya. Produk pangan yang diolah secara skala rumah tangga juga memiliki pedoman keamanan dan sanitasi pangan dalam proses pengolahannya untuk menghasilkan produk yang berkualitas. Penelitian dilakukan secara kualitatif, yaitu dengan teknik wawancara, observasi, dan studi literatur, kemudian dianalisis dengan tujuan menggambarkan secara sistematis fakta dan karakteristik objek yang diteliti secara tepat pada industri rumahan popcorn daerah Pegadungan, Kalideres, Jakarta Barat. Hasil penelitian  menunjukan pelaksanaan sanitasi dan hygiene di industri popcorn tersebut “masih belum terlaksana dengan baik dan benar. Banyak temuan cemaran dibeberapa aspek seperti dinding, dan jendela serta perilaku karyawan yang berpotensi menyebabkan pencemaran. Penerapan tentang hygiene dan sanitasi pada industri rumah tangga popcorn dalam mengelola produknya juga belum dilaksanakan sesuai dengan Cara Pengolahan Pangan yang Baik (CPPB).
Air dan Gangguan Fungsi Kognitif Asiah, Nur
Majalah Kesehatan Pharmamedika Vol 5, No 1 (2013): JUNI 2013
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/mkp.v5i1.1101

Abstract

Dehidrasi merupakan kondisi penurunan volume air tubuh total. Penurunan volume air tubuh sekitar 2% atau lebih tergolong dalam dehidrasi sedang. Dehidrasi dapat terjadi tanpa gejala dan jika berlanjut dapat menimbulkan gangguan kognitif, delirium/ koma bahkan kematian. Hidrasi yang adekuat sangat penting untuk memelihara homeostasis dan kelangsungan hidup manusia, termasuk menjaga fungsi otak. Kegagalan menjaga status hidrasi yang adekuat secara akut akan menyebabkan gangguan fungsi kognitif, fungsi neurologik dan kegagalan fungsi organ yang akhirnya mempengaruhi kualitas hidup. Dehidrasi sedang secara perlahan-lahan dapat menimbulkan gangguan fungsi kognisi. Meskipun delirium merupakan suatu tanda terjadinya disfungsi serebral global akut tetapi gangguan kognitif tidak dapat pulih kembali seperti semula. Berbagai teori telah dikemukakan untuk menjelaskan akibat dehidrasi terhadap gangguan fugnsi kognitif, antara lain teori hormonal dan teori seluler. Data mengenai prevalensi gangguan kognitif akibat dehidrasi belum dapat diperoleh karena sulitnya melakukan penelitian dalam bidang ini. Pencegahan dehidrasi dengan minum sekitar 8 gelas perhari merupakan cara terbaik untuk mencegah terjadinya gangguan kognisi.
Penentuan Kadar Malondialdehid (MDA ) pada Saliva Wanita Perokok Usia 26–35 Harliansyah, Harliansyah; Rozaan Fadlurrahman, Andrew
Majalah Kesehatan Pharmamedika Vol 10, No 2 (2018): DESEMBER 2018
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/mkp.v10i2.726

Abstract

Rokok menyebabkan stres oksidatif pada lipid membran sel dan menghasilkan malondialdehid(MDA). Kadar MDA merupakan parameter produk akhir dalam proses peroksidasi lipid, dan dapat digunakan sebagai indikator kecederaan membran sel. Penelitian ini bertujuan membandingkan kadar MDA pada saliva wanita perokok dan bukan perokok usia 26–35 tahun. Metode penelitian menggunakan deskriptif analitik cross sectional. Jumlah sampel ditentukan dengan Quota Sampling yaitu sebanyak 30 orang wanita usia 26–35 tahun yang terdiri dari 15 wanita perokok dan 15 wanita bukan perokok. Data dianalisa menggunakan IBM SPSS Statistic 21 for windows untuk melihat perbandingan kadar MDA antara perokok dan bukan perokok.Hasil penelitian menunjukkan kadar MDA saliva pada wanita bukan perokok didapatkan 0,233±0,126 µM, sedang pada wanita perokok adalah 0,475±0,302 µM dengan nilai p = 0,002 (p0,05).
Hubungan Status Pekerjaan dengan Aktivitas Fisik pada Keluarga Binaan di Desa Pangkalan RT 09/03 Kecamatan Teluk Naga dan Desa Kemuning RT 11/03 Kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten Ahmad, Fauzi; Rahayu, Mulyo Ajeng; Putri, Ayu Lydia Annisa; Ulfani, Atmaja Rizka; Siti, Zulfah; Wijayanti, Erlina
Majalah Kesehatan Pharmamedika Vol 11, No 1 (2019): JUNI 2019
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/mkp.v11i1.947

Abstract

Aktivitas fisik adalah pergerakan tubuh yang dipengaruhi oleh pergerakan otot skeletal sehingga menyebabkan penggunaan energi tubuh, Aktivitas fisik terdiri atas tiga komponen utama yaitu saat bekerja, rumah tangga, dan saat waktu luang. Aktivitas fisik saat bekerja menjadi target utama karena menyita waktu paling lama dalam satu hari. Tujuan penelitian ini adalah menilai hubungan antara aktivitas fisik dengan status pekerjaan keluarga binaan di Desa Pangkalan dan Desa Kemuning. Penelitian ini menggunakan deskriptif analitik dan desain penelitian adalah cross-sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Sampel merupakan keluarga binaan di Desa Pangkalan dan Desa Kemuning yang masuk ke dalam kriteria inklusi dan eksklusi berjumlah 111 orang. Data aktivitas fisik dan status pekerjaan dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner IPAQ. Data dianalisis secara bivariat menggunakan SPSS ver.23. Status pekerjaan responden dari kedua desa didapatkan 59.5% bekerja dan tidak bekerja 40.5%, dengan aktivitas fisik ringan, sedang, dan berat berurutan 9%, 14.4%, 76.6%.  Hasil uji Chi-square diperoleh nilai p 0.38 (p0.05), berarti tidak terdapat hubungan antara status pekerjaan dengan aktivitas fisik seseorang pada keluarga binaan di Desa Pangkalan dan Desa Kemuning.
Gambaran antara Stres, Indeks Massa Tubuh dan Tekanan Darah pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas YARSI Asiah, Nur; Darmestari, Dara Lalita; Harsa, Betari Texania; Pratiwi, Cita; Monzalita, Ayuvy; Irhamna, Bening
Majalah Kesehatan Pharmamedika Vol 11, No 1 (2019): JUNI 2019
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/mkp.v11i1.952

Abstract

Mahasiswa kedokteran rentan terhadap kondisi stress yang disebabkan  kurikulum padat, ketrampilan klinik, tutorial dan tahap pendidikan di rumah sakit dalam menghadapi pasien. Stress tinggi dapat mengakibatkanprestasi akademik, kompetensi, profesionalisme dan kesehatan tubuhnya menjadi burukseperti mengalami obesitas dan hipertensi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui  gambaran stress, indeks massa tubuh dan tekanan darah mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas YARSI.Penelitian ini merupakan penelitianpotong lintang dengan subyek sebanyak 47 mahasiswa kedokteran Universitas YARSI Jakarta pada tahun 2017. Data yang dikumpulkan meliputi indeks massa tubuh, tingkat aktivitas fisik, asupan kalori, tingkat stress dan tekanan darah. Penilaian tingkat stress menggunakan Depression Anxiety Scale (DASS) 42. Hasil penelitian menunjukkan 46.8% mahasiswa kedokteran dengan indeks massa tubuh tergolong obes (30.10±4.05 kg/m2),   65.9% mahasiswa kedokteran memiliki aktivitas fisik sedang, 22.7% mahasiswa kedokteran yang obesitas dan tingkat stress sedang. Analisis data membuktikan tidak ada perbedaan bermakna antara stress dengan obesitas namun ditemukan perbedaan bermakna antara obesitas dan hipertensi
Efek Sitotoksik Ekstrak Metanol Akar Tumbuhan Purwoceng (Pimpinella Alpina) Terhadap Sel Kanker Payudara ( MCF-7 Breast Cancer Cells) Permana, Dharma; Usman, Herman
Majalah Kesehatan Pharmamedika Vol 5, No 1 (2013): JUNI 2013
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/mkp.v5i1.1091

Abstract

Background. Purwoceng (Pimpinella alpina) is one of the plants which has a property as a traditional medicine and the roots of this plant has been known as a sexual desire arousing (aphrodisiac). Epoxypseudoisoeugenol -2-methyl butyrate (EPB), a phenylpropranoid isolated from Pimpinella corymbosa inhibited the proliferation of both MCF-7 and BT-549 cells. Objective.  This study aims to investigate of the cytotoxic effect of methanolic extracts from the roots of Pimpinella alpina on MCF-7 cells line in vitro. Methods. The In vitro cytotoxicity of methanolic extracts of the roots of Pimpinella alpina was studied using variousconcentrations  (0.1,  1,  10  and  100  ?g/ml)  by  MTT  viability  assay.  The  MTT  [3-(4,5-dimethylthiazol-2-y1)-2,5- diphenyl–tetrazolium  bromide]  salt  will  be  induced  to  its  coloured  formazan  by  the  action  of  mitochondrial dehydrogenes. The  MTT formazan product is dissolved in DMSO and the amount is estimated by measuring absorbance at 550 nm using an ELISA plate reader. The IC50 values (concentration of a extracts that produces 50% reduction in the absorbance compared with untreated controls) are determined from the dose-response curves. Results. The in vitro screening of the methanolic extracts showed strong cytotoxic activity on MCF-7 Breast Cancer cells. The significant decrease in cell viability was observed for 100 ?g/ml and the IC50 value is 22.98 ?g/ml. Conclusion. The results indicated that methanolic extract of the roots of Pimpinella alpina has a potential cytotoxicity activity on MCF-7 Breast Cancer cells and considered to be a particularly valuable source of cytotoxic substances.
Kajian Bioinformatika Uncoupling Protein 2 (UCP2) dan Mutasi Ala55Val UCP2 Pada Obesitas dan Diabetes Melitus Tipe 2 (DMT2) Susmiarsih, Tripanjiasih; Trimarsanto, Hidayat
Majalah Kesehatan Pharmamedika Vol 5, No 1 (2013): JUNI 2013
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/mkp.v5i1.1102

Abstract

Pendahuluan. Kemajuan pengetahuan suatu penyakit sangat didukung oleh kajian tingkat molekuler sampai klinis. Bioinformatika menjembati perkembangan pengetahuan analisis seluler dan molekular dengan klinis. Selain dipengaruhi faktor lingkungan, faktor genetik diketahui berperan dalam   patomekanisme penyakit obesitas dan DMT2. UCP2 berpengaruh terhadap BMI (basal mass index) pada penderita obesitas dan berpengaruh terhadap sekresi insulin pada penderita diabetes melitus tipe 2. Kajian ini bertujuan mengetahui informasi genetik gen dan protein UCP2 serta peran mutasi Ala55Val pada obesitas dan diabetes melitus tipe 2. Metode.  Kajian  bioinformatika  gen  dan  mutasi  UCP2  menggunakan  data  base  situs  http://www.ncbi.nlm.gov,http://www.uniprot.org  dan  http://www.ensembl.org.  Profil, struktur  dan  fungsi  protein UCP2  dikaji  dengan  situs http://www.expasy.org, http://www.cbs.dtu/dk, http://www.wolfpsort.org,       http://bioinf.cs.ucl.ac.uk/psipred/ dan http://www.pdb.org. Disain primer dan titik mutasi Ala55Val UCP2 dikaji dengan situs Primer3 dan REBASE. Hasil dan kesimpulan. Gen UCP2 Homo sapiens (NC_000011.9) terdiri atas 8 ekson dan 7 intron dengan panjang basa nukleotida 8174 bp. Protein UCP2 (NP_003346)  mempunyai  309 asam  amino, merupakan protein integral yang berlokasi di membran  mitokondria bagian dalam. Struktur protein terdiri atas heliks dan koil.  Fungsi UCP2 sebagai protein transporter, uncoupling proton pada fosforilasi oksidatif, termogenesis dan keseimbangan energi dengan cara mengubah gradien proton. Mutasi Ala55Val dapat dianalisis dengan mengamplifikasi target sekuen yang diinginkan dengan cara mendesain primer dan titik mutasi dideteksi dengan enzim retriksi yang mengenali titik tersebut. Ala55Val merupakan mutasi missense yang terjadi di posisi mRNA ke 164, mengubah GCC menjadi GTC, mengubah translasi protein nomer 55 alanin menjadi valin. Titik mutasi ini berdekatan dengan situs fosforilasi Protein C Kinase (PCK) protein, situs yang berperan mengatur jumlah ATP dalam proses termogenesis dan sekresi insulin. Informasi genetik gen, protein UCP2 serta peranannya dalam obesitas dan diabetes melitus tipe 2  dapat diperoleh dengan menggunakan database bioinformatika.