cover
Contact Name
Nasrul Wathoni
Contact Email
majalah@farmasetika.com
Phone
842 888888 Ext : 3510
Journal Mail Official
majalah@farmasetika.com
Editorial Address
Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran Jl. Bandung-Sumedang KM.21, 45363 Sumedang
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Majalah Farmasetika
ISSN : -     EISSN : 26862506     DOI : -
Core Subject : Health,
Majalah Farmasetika Edisi Khusus merupakan majalah online farmasi di Indonesia berbentuk artikel ilmiah populer, artikel review, laporan kasus, komentar, dan komunikasi penelitian singkat di bidang farmasi. Edisi khusus ini dibuat untuk kepentingan informasi, edukasi dan penelitian kefarmasian. Majalah Farmasetika Edisi Khusus terbit 5 kali dalam setahun.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 2 (2024)" : 7 Documents clear
Pengembangan Peptida Antimikroba Sintesis (KR-12) dalam Sistem Vesikular Liposom Apriani, Diana Kurnia; Dwiya, Reiva Farah; Chaerunisaa, Anis Yohana; Rostinawati, Tina
Majalah Farmasetika Vol 9, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mfarmasetika.v9i2.51534

Abstract

Peptida Antimikroba (PAM) merupakan salah satu kandidat yang memiliki potensi sebagai anti-infeksi baru yang memiliki aktivitas biologi yang luas dengan peptida yang panjang. Peptida antimikroba dengan jumlah peptida yang lebih pendek juga menarik untuk dikembangkan yaitu peptida antimikroba sintesis KR-12. Namun, peptida antimikroba memiliki keterbatasan dalam hal stabilitas. Liposom merupakan pembawa vesikular yang dapat digunakan sebagai pembawa untuk mengatasi keterbatasan peptida sintesis KR-12. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan formulasi dan karakterisasi liposom berbahan aktif antimikroba sintesis KR-12 dengan variasi waktu sonikasi dan hidrasi. Metode yang digunakan pada formulasi liposom yaitu metode hidrasi lapis tipis dengan pengecilan ukuran partikel menggunakan sonikator. Liposom KR-12 yang dihasilkan menunjukkan liposom dispersi berwarna putih susu, berbau khas lesitin dan tanpa endapan. Terdapat variasi formula yaitu F1 (8:2) (30 menit sonikasi, 100 menit hidrasi); F2 (8:2) (45 menit sonikasi, 120 menit hidrasi); F3 (9:1) (30 menit sonikasi, 100 menit hidrasi); F4 (9:1) (45 menit sonikasi, 120 menit hidrasi). Berdasarkan hasil didapatkan ukuran partikel berturut yaitu 311,3 nm; 300,0 nm; 298,8 nm; 254,2 nm. Nilai indeks polidispersitas sebesar 0,393; 0,457; 0,354; dan 0,294, serta zeta potensial sebesar -71,2 mv; -56,3 mv; -68,48; dan -53,9 mv. Waktu sonikasi dan hidrasi yang lebih lama menghasilkan ukuran partikel yang lebih kecil. Konsentrasi kolesterol yang lebih rendah menghasilkan ukuran partikel yang lebih kecil. Berdasarkan hasil analisis efisiensi enkapsulasi didapatkan hasil yaitu F4 88,76%; F3 97,75%; F2 96,09%; F1 99,37%. Waktu hidrasi mempengaruhi penjerapan KR-12, semakin lama waktu hidrasi, semakin tinggi penjerapan KR-12 pada liposom. Preparasi  liposom KR-12 dengan metode hidrasi lapis tipis optimal pada waktu sonikasi 45 menit dan waktu hidrasi 120 menit
Formulasi Lip balm dan Penetapan SPF (Sun Protection Factor) Ekstrak Daun Mangga Cahyani, Siti; Rusydi Hashim, Salma Hilmy; Pramestyani, Embriana Dinar
Majalah Farmasetika Vol 9, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mfarmasetika.v9i2.50148

Abstract

Gangguan pada bibir seperti kering, pecah-pecah dan kusam salah satu faktornya adalah paparan sinar UV matahari yang dapat dicegah dengan penggunaan lip balm. Mangiferin sebagai antioksidan pada daun mangga (Mangifera indica L) dapat dimanfaatkan sebagai fotoprotektif. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui nilai SPF (Sun Protection Factor) pada ekstrak daun mangga dan karakteristik fisika kimia sediaan lip balm yang mengandung ekstrak daun mangga meliputi organoleptis, pH, daya oles dan homogenitas. Ekstrak daun mangga diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 70%, kemudian diuji nilai SPF dengan Spektrofotometer pada konsentrasi 1000 ppm, 5000 ppm, 10.000 ppm dan diformulasikan dalam bentuk sediaan lip balm. Hasil nilai SPF (Sun Protection Factor) ekstrak daun mangga berturut-turut sebesar 3.57, 14.82 dan 37.10 dan karakteristik fisika kimia lip balm berbentuk semi padat, berwarna kuning dan bau khas oleum cacao, pH berada pada rentang 5 (sesuai pH kulit), dapat dioles, F1, F2 tidak homogen dan F3 homogen. Nilai SPF (Sun Protection Factor) ekstrak daun mangga (Mangifera indica L) antara 3,57 – 37,10 dengan nilai SPF terbaik pada konsentrasi 10.000 ppm sebesar 37,10 masuk dalam kategori proteksi level tinggi dan memiliki karakteristik fisika kimia terbaik pada sediaan F3.
Karakteristik Nanoemulsi Isolat Brazilin dari Tanaman Kayu Secang (Caesalpinia sappan L.) Asli Indonesia   Lestario, Jonathan Rizky; Sari, Intan Permata; Andareza, Arie; Fadillah, Sehan; Rachmaniar, Revika
Majalah Farmasetika Vol 9, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mfarmasetika.v9i2.50495

Abstract

Brazilin merupakan isolat yang berasal dari tanaman kayu secang (Caesalpinia sappan L.) dan termasuk golongan flavonoid yang berfungsi sebagai antioksidan. Kelarutan brazilin dalam air kurang baik sehingga menghambat penetrasi ke dalam membran. Oleh sebab itu, kelarutan brazilin dalam air perlu ditingkatkan dengan cara membentuk brazilin dalam ukuran nanometer. Tujuan penelitian ini adalah memformulasi dan mengkarakterisasi nanoemulsi brazilin. Metode penelitian yang dilakukan untuk membentuk nanoemulsi brazilin adalah metode self-nanoemulsifying. Nanoemulsi brazilin mengandung 0,005% isolat brazilin, 27,5% Tween 80, 24,5% PEG 400, dan isopropil miristat dengan berbagai variasi konsentrasi. Isopropil miristat pada formula 1 sebanyak 6%, formula 2 sebanyak 10%, dan formula 3 sebanyak 20%. Karakterisasi nanoemulsi brazilin meliputi uji organoleptis, pH, viskositas, tipe nanoemulsi, sentrifugasi, transmitan, ukuran partikel, indeks polidispersitas, dan zeta potensial. Dari ketiga formula nanoemulsi brazilin, formula 1 memenuhi persyaratan nanoemulsi. Nanoemulsi brazilin formula 1 menunjukkan tidak ada pemisahan fase, viskositas dalam rentang 10-100 cP, nilai pH yang baik untuk kulit, transmitan yang jernih, ukuran partikel 49,1 ± 32,2 nm, indeks polidispersitas 0,324, dan zeta potensial -8,9 mV. Berdasarkan penelitian ini, kesimpulan yang diperoleh adalah brazilin berhasil diformulasi menjadi nanoemulsi menggunakan 27,5% Tween 80, 24,5% PEG 400, dan 6% isopropil miristat. Karakteristik nanoemulsi brazilin telah memenuhi persyaratan nanoemulsi dengan ukuran partikel sebesar 49,1 ± 32,2 nm.
Pengaruh Perbedaan Konsentrasi Ekstrak Etanol Kulit Jeruk Siam (Citrus nobilis var. microcarpa) terhadap Uji Stabilitas Fisik dan Kelembaban Kulit pada Sediaan Lotion Arantika, Jane; Hidayati, Hidayati
Majalah Farmasetika Vol 9, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mfarmasetika.v9i2.50967

Abstract

Kulit jeruk memiliki kandungan vitamin C dan antioksidan kuat lebih banyak daripada buahnya yang dapat berfungsi sebagai pelembab alami kulit sehingga dapat mengatasi kulit kering. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh variasi konsentrasi ekstrak 5%, 7,5%, dan 15% terhadap uji stabilitas fisik dan uji kelembaban kulit pada sediaan lotion ekstrak etanol kulit jeruk Siam. Metode penelitian adalah penelitian eksperimental. Prosedur kerja terdiri dari identifikasi tanaman, pembuatan ekstrak, pembuatan sediaan, uji stabilitas fisik sediaan (uji organoleptik, uji pH, uji daya sebar, uji daya lekat dan uji homogenitas), uji iritasi dan uji kelembaban kulit. Data yang diperoleh dianalisis secara statistik dengan uji ANOVA menggunakan SPSS. Hasil stabilitas fisik sediaan pada uji organoleptis dari ketiga formulasi tersebut menunjukkan warna kuning muda sampai cokelat, bau black opium essense, bentuk semi solid, homogen, memiliki nilai pH kisaran 7,5-8,0, nilai daya sebar 5,5-7cm, dan daya lekat ≥4 detik. Hasil dari pengujian stabilitas fisik sediaan semua telah memenuhi persyaratan/standar yang telah ditentukan dengan nilai signifikan (P<0,05). Hasil uji iritasi tidak menunjukkan adanya iritasi dan hasil uji kelembaban adanya peningkatan kelembaban kulit setiap minggu pada setiap formula dengan nilai signifikan (P<0,05). Formulasi terbaik yang dapat memberikan efek melembabkan yang paling tinggi adalah pada konsentrasi 15% (F3). Semakin tinggi kosentrasi ekstrak maka semakin tinggi nilai kelembabannya. Dari penelitian ini disimpulkan bahwa variasi konsentrasi ekstrak etanol kulit jeruk Siam berpengaruh pada uji stabilitas fisik sediaan dan uji kelembaban kulit.
Penghantaran Baru Berbasis SNEDDS (Self-Nanoemulsifying Drug Delivery System) pada Sediaan Gel Minyak Essential Rosemary sebagai Antiaging Prifita Sari, Avriellia; Karismatika, Jihan; Putri, Leviana Eka; Kasunaringati, Titi; Dwi Pratiwi, Elasari
Majalah Farmasetika Vol 9, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mfarmasetika.v9i2.51039

Abstract

Penuaan adalah suatu proses menghilangnya kemampuan suatu jaringan secara perlahan untuk memperbaiki dan mempertahankan struktur serta fungsi secara normal atau fisiologis, sehingga diperlukan agen antioksidan alami yang aman digunakan untuk kulit. Minyak Essential Rosemary mengandung zat antioksidan tinggi, namun Minyak Essential Rosemary bersifat hidrofobik sehingga diperlukan pengembangan dengan sistem penghantaran seperti Self-Nanoemulsifying Drug Delivery System (SNEDDS), Minyak Essential Rosemary diformulasikan dalam bentuk gel SNEDDS untuk melindungi dari reaksi oksidasi. Tujuan dilakukan riset ini adalah untuk mengetahui aktivitas antioksidan pada gel SNEDDS Minyak Essential Rosemary. Riset ini menggunakan eksperimental laboratory, dengan teknik pengambilan sampel random sampling, terbagi menjadi 2 tahap, tahap pertama melakukan optimasi terhadap formula SNEDDS Minyak Essential Rosemary dengan perbandingan konsentrasi kosurfaktan pada F1 menggunakan kosurfaktan sebanyak 5%, F2 6%, F3 7%, dan F4 8%. Pengujian yang dilakukan meliputi uji organoleptis, pH, daya sebar, homogenitas dan pengujian % Transmitan. Sedangkan, tahap kedua yaitu membuat formula gel SNEDDS Minyak Essential Rosemary. Pengujian yang dilakukan terhadap gel meliputi uji Organoleptis, pH, daya sebar, homogenitas, viskositas dan pengujian antioksidan. Hasil pengujian antioksidan didapatkan aktivitas antioksidan pada gel minyak essential rosemary dengan nilai IC50 5,468 μg/mL yang masuk kategori antioksidan sangat kuat, artinya gel minyak rosemary essential oil memiliki aktivitas antioksidan kuat pada sediaan nano emulsi
Formulasi Nanoemulsi Antioksidan Mengandung Ekstrak Etanol Teh Hijau dan Minyak Calendula Priani, Sani Ega; Putri, Clarisa Ananda; Eka Darma, Gita Cahya; Mulkiya, Kiki; Syafnir, Livia
Majalah Farmasetika Vol 9, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mfarmasetika.v9i2.51095

Abstract

Teh hijau diketahui mengandung senyawa polifenol, yang sangat mendukung aktivitas antioksidannya. Aktivitas tersebut membuat ekstrak teh hijau bisa dimanfaatkan secara oral ataupun topikal. Pada penggunaan topikal, perlu dilakukan upaya untuk meningkatkan kemampuan penetrasi perkutan, salah satunya dengan pengembangan sediaan nanoemulsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sediaan nanoemulsi antioksidan mengandung ekstrak teh hijau dengan minyak calendula sebagai fase minyak dengan karakteristik yang baik. Teh hijau diekstraksi dengan metode refluks menggunakan etanol 96% sebagai  pelarut. Pengujian aktivitas antioksidan ekstrak dilakukan dengan metode peredaman DPPH. Ekstrak selanjutnya dikembangkan menjadi sediaan nanoemulsi dengan menggunakan surfaktan tween 80 dan kosurfaktan PEG400. Hasil penelitian menunjukkan, ekstrak etanol teh hijau memiliki aktivitas antioksidan yang sangat kuat dengan nilai IC50 2,14 ± 0,01 ppm. Ekstrak etanol berhasil dikembangkan menjadi sediaan nanoemulsi dengan menggunakan minyak calendula sebagai fase minyak, pada perbandingan minyak dan Smix (campuran surfaktan dan kosurfaktan) 1:12  dan perbandingan surfaktan dan kosurfaktan 2:1. Sediaan nanoemulsi teh hijau memiliki karakteristik fisik yang baik, ditandai dengan  penampilan yang transparan,  ukuran globul  15,97  ± 0,49 nm dan nilai indeks polidipersitas  0,29 ± 0,01. Sediaan nanoemulsi juga stabil merujuk pada pengujian heating cooling, sentrifugasi, dan  freeze thaw. Telah berhasil dikembangkan sediaan nanoemulsi mengandung minyak calendula dan ekstrak teh hijau dengan karakteristik dan stabilitas fisik yang baik.
Studi Formulasi dan Karakteristik Fisik Serum Spray Kombinasi Ceramide dan Tea Tree Oil serta Uji Aktivitas Antioksidan Menggunakan Metode DPPH Sasmitasari, Diana; Pratiwi, Elasari Dwi; Kumala Sari, Diah Indah
Majalah Farmasetika Vol 9, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mfarmasetika.v9i2.49479

Abstract

Paparan sinar matahari menyebabkan kulit menjadi kusam karena mengandung radiasi sinar UV yang dapat merusak lapisan kulit. Penggunaan kosmetik yang mengandung senyawa antioksidan seperti ceramide dan tea tree oil dapat melindungi kulit dari paparan sinar matahari. Ceramide dapat memperkuat skin barrier dan mencegah hilangnya kelembapan kulit yang berfungsi sebagai antiaging dan memberikan efek perbaikan pada kulit dengan menghambat sebagian efek yang tidak diinginkan terkait penuaan. Tea tree oil merupakan agen antioksidan yang berfungsi untuk menangkap radikal bebas, bahan penangkap radikal bebas meliputi α-terpinene, α-terpinolene dan γ-terpinene. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membandingkan karakteristik fisik dan  nilai aktivitas antioksidan serum spray yang mengandung kombinasi zat aktif ceramide dan tea tree oil. Metode penelitian secara eksperimental dengan membuat formula sediaan serum spray kombinasi ceramide dan tea tree oil dengan variasi konsentrasi 0,5%, 0,75%, dan 1% kemudian dilakukan pengujian karakteristik fisik dan aktivitas antioksidan. Hasil evaluasi karakteristik fisik berpengaruh terhadap parameter warna, aroma, pH, viskositas, dan daya sebar, tetapi tidak berpengaruh terhadap parameter konsistensi dan homogenitas sediaan. Hasil evaluasi nilai aktivitas antioksidan dari masing-masing formula didapatkan nilai IC50 terhadap kontrol (+) ceramide sebesar 33,9 ppm, kontrol (+) TTO 43,92 ppm, F1 sebesar 28,77 ppm, F2 sebesar 27,34 ppm, F3 sebesar 15,26 ppm yang termasuk dalam kategori sangat kuat. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu dengan adanya peningkatan konsentrasi ceramide dan tea tree oil memberikan pengaruh terhadap karakteristik fisik sediaan dan nilai Inhibition Concentration (IC50).

Page 1 of 1 | Total Record : 7


Filter by Year

2024 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 10, No 6 (2025) Vol 10, No 5 (2025) Vol 10, No 4 (2025) Vol 10, No 3 (2025) Vol 10, No 2 (2025) Vol 10, No 1 (2025) Vol 9, No 6 (2024) Vol 9, No 5 (2024) Vol 9, No 4 (2024) Vol 9, No 3 (2024) Vol 9, No 2 (2024) Supl. 9 No. 1, Tahun 2024 Vol 9, No 1 (2024) Vol 8, No 5 (2023) Vol 8, No 4 (2023) Vol 8, No 3 (2023) Vol 8, No 2 (2023) Vol 8, No 1 (2023) Vol 7, No 5 (2022): Vol. 7, No. 5, Tahun 2022 Vol 7, No 4 (2022): Vol. 7, No. 4, Tahun 2022 Vol 7, No 3 (2022): Vol. 7, No. 3, Tahun 2022 Vol 7, No 2 (2022): Vol. 7, No. 2, Tahun 2022 Vol 7, No 1 (2022): Vol. 7, No. 1, Tahun 2022 Vol 6, No 5 (2021): Vol. 6, No. 5, Tahun 2021 Vol 6, No 4 (2021): Vol. 6, No. 4, Tahun 2021 Vol 6, No 3 (2021): Vol. 6, No. 3, Tahun 2021 Vol 6, No 2 (2021): Vol. 6, No. 2, Tahun 2021 Vol 6, No 1 (2021): Vol. 6, No. 1, Tahun 2021 Vol. 6, Supl. 1, Tahun 2021 Vol 5, No 5 (2020): Vol. 5, No. 5, Tahun 2020 Vol 5, No 4 (2020): Vol. 5, No. 4, Tahun 2020 Vol 5, No 3 (2020): Vol. 5, No. 3, Tahun 2020 Vol 5, No 2 (2020): Vol. 5, No. 2, Tahun 2020 Vol 5, No 1 (2020): Vol. 5, No. 1, Tahun 2020 Vol 4, No 5 (2019): Vol. 4, No. 5, Tahun 2019 Vol 4, No 4 (2019): Vol. 4, No. 4, Tahun 2019 Vol 4, No 3 (2019): Vol. 4, No. 3, Tahun 2019 Vol 4, No 2 (2019): Vol. 4, No. 2, Tahun 2019 Vol 4, No 1 (2019): Vol. 4, No. 1, Tahun 2019 Vol. 4, Supl. 1, Tahun 2019 Vol 3, No 5 (2018): Vol. 3, No. 5, Tahun 2018 Vol 3, No 4 (2018): Vol. 3, No. 4, Tahun 2018 Vol 3, No 3 (2018): Vol. 3, No. 3, Tahun 2018 Vol 3, No 2 (2018): Vol. 3, No. 2, Tahun 2018 Vol 3, No 1 (2018): Vol. 3, No. 1, Tahun 2018 Vol 2, No 5 (2017): Vol. 2, No. 5, Tahun 2017 Vol 2, No 4 (2017): Vol. 2, No. 4, Tahun 2017 Vol 2, No 3 (2017): Vol. 2, No. 3, Tahun 2017 Vol 2, No 2 (2017): Vol. 2, No. 2, Tahun 2017 Vol 2, No 1 (2017): Vol. 2, No. 1, Tahun 2017 Vol 1, No 5 (2016): Vol. 1, No. 5, Tahun 2016 Vol 1, No 4 (2016): Vol. 1, No. 4, Tahun 2016 Vol 1, No 3 (2016): Vol. 1, No. 3, Tahun 2016 Vol 1, No 2 (2016): Vol. 1, No. 2, Tahun 2016 Vol 1, No 1 (2016): Vol. 1, No. 1, Tahun 2016 More Issue