cover
Contact Name
Muhammad Rizal
Contact Email
rizalmuhammad08@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
andisukainah@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Teknologi Pertanian
ISSN : 24768995     EISSN : 26147858     DOI : -
Jurnal Pendidikan Teknologi Pertanian adalah publikasi ilmiah hasil penelitian bidang teknologi pertanian dengan No. P-ISSN 2476 -8995 (Print) dan No. E-ISSN 2614-7858 (Online). Jurnal ini diterbitkan oleh Jurusan Pendidikan Teknologi Pertanian Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar. Jurnal Pendidikan Teknologi Pertanian diterbitkan dua kali setahun (Februari dan November). Artikel yang dimuat berupa artikel yang merupakan hasil penelitian asli dan belum pernah dipublikasikan di media lain. Ruang lingkupnya mencakup Penelitian Tindakan Kelas (PTK), Ilmu dan Teknologi Pangan, Mekanisasi Pertanian, Teknologi Industri Pertanian, Teknologi Hasil Pertanian, Teknologi Hasil Perikanan, Teknologi Hasil Peternakan, Teknologi Hasil Perkebunan, Pasca Panen, Gizi dan Pangan.
Arjuna Subject : -
Articles 316 Documents
Modifikasi Lemari Pendingin Mini untuk Mendinginkan Buah Pisang Menggunakan Pasir sebagai Absorben Kalor Tandangi, Rahmayani; Jamaluddin, Jamaluddin; Lahming, Lahming
Jurnal Pendidikan Teknologi Pertanian Vol 5, No 2 (2019): Suplemen Oktober
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jptp.v5i2.9937

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses perancangan lemari pendingin mini untuk mendinginkan buah pisang menggunakan pasir sebagai absorben kalor dan unjuk kerja pada lemari pendingin hasil rancangan menggunakan pasir sebagai absorben kalor. Bentuk penelitian ini adalah modifikasi alat. Data penelitian diperoleh dari hasil pengujian alat dengan cara melakukan uji coba perbandingan antara penyimpanan pada suhu lemari dan suhu ruang. Modifikasi alat lemari pendingin mini menggunakan pasir sebagai absorben kalor dirancang untuk mengurangi dampak pemanasan global akibat penggunaan freon dan memperlambat proses kerusakan pada buah. Teknik analisis data dilakukan secara kuantitatif dengan statistik deskriftif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu yang ada pada lemari yaitu 24°C.
Kualitas Keripik Salak (Salacca zalacca) pada Berbagai Variasi Temperatur dan Waktu Selama Penggorengan Hampa Udara Asrina Muhammadali; Jamaluddin Jamaluddin; Ratnawaty Fadilah
Jurnal Pendidikan Teknologi Pertanian Vol 7, No 1 (2021): Februari
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jptp.v6i2.12434

Abstract

Produksi buah salak (salacca zalacca) yang berlimpah dan umur simpan yang relatif pendek menjadi alasan dilakukan diversifikasi produk salak, sehingga dapat menambah nilai jual dan memperpanjang umur simpan buah. Salah satu alternatif yang potensial untuk dikembangkan adalah dengan mengolahnya menjadi keripik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh variasi suhu dan lama penggorengan terhadap keripik salak yang dihasilkan. Bentuk penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan rancangan acak lengkap pola faktorial yang terdiri dari 9 perlakuan yaitu A1: suhu 80OC dengan lama penggorengan 30 menit, A2 : suhu 80OC dengan lama penggorengan 45 menit, A3 : suhu 80OC dengan lama penggorengan 60 menit, B1 :  suhu 90OC dengan lama penggorengan 30 menit, B2 : suhu 90OC dengan lama penggorengan 45 menit, B3 : suhu 90OC dengan lama penggorengan 60 menit, C1 : suhu 100OC dengan lama penggorengan 30 menit, C2 : suhu 100OC dengan lama penggorengan 45 menit, C3 : suhu 100OC dengan lama penggorengan 60 menit. Data hasil pengamatan di analisis menggunakan analisis sidik ragam (ANOVA) yang diolah dengan IMB SPSS versi 22 kemudian dilanjutkan dengan analisis uji Duncan.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan variasi suhu dan lama penggorengan memiliki pengaruh nyata terhadap kadar air, kadar asam lemak bebas, uji mikroskopik dan uji organoleptik yaitu warna, aroma, rasa dan tekstur dengan perlakuan terbaik adalah pada penggorengan suhu 80OC dengan lama penggorengan 30 menit.
Penerapan Model Contextual Teaching and Learning pada Mata Pelajaran Pembibitan Tanaman Perkebunan untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kleas XI ATP SMK Negeri 6 Takalar Syaban, Arfan; Syam, Husain; Nur, Hasanah
Jurnal Pendidikan Teknologi Pertanian Vol 6, No 2 (2020): Agustus
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jptp.v6i2.10909

Abstract

AbstrakPenelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research) yang bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa pada mata pelajaran pembibitan tanaman perkebunan kelas XI ATP SMK Negeri 6 Takalar. Subyek penelitian adalah siswa kelas XI ATP SMK Negeri 6 Takalar tahun ajaran 2016/2017 dengan jumlah 17 orang.  Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus dan setiap siklus terdiri dari 4 kali pertemuan. Dari hasil penelitian ini menunjukkan penerapan model Contextual Teaching and Learning dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran pembibitan tanaman perkebunan. Analisis kuantitatif menunjukkan hasil belajar pada test awal sebesar 5,88%,  pada siklus I  terjadi peningkatan sebesar 66,70% dan  kemudian pada siklus II menjadi 100%.  Hal ini berarti ada peningkatan hasil belajar siswa secara signifikan. Kata Kunci: Penerapan, hasil belajar, Contextual Teaching and Learning. AbstractThis research is a class action research (Classroom Action Research) which aims to determine the improvement of student learning outcomes in the subjects of plantation plants nursery class XI ATP SMK Negeri 6 Takalar. The research subjects were students of class XI ATP SMK Negeri 6 Takalar in the 2016/2017 school year with a total of 17 peoples. This research was carried out in two cycles and each cycle consisted of 4 meetings. From the results of this study indicate the application of the Contextual Teaching and Learning model can increase the activeness and learning outcomes of students in the subjects of nursery plantations. Quantitative analysis shows learning outcomes at the pre test of 5.88%, in the first cycle an increase of 66.70% and then in the second cycle to 100%. This means that there is a significant increase in student learning outcomes. Keywords: Application, learning outcomes, Contextual Teaching and Learning
Analisis Penggunaan Tepung Labu Kuning (Cucurbita moschata) terhadap Kualitas Sosis Ikan Tenggiri (Scomberomorus commersonni). Turangan, Hasni; Rais, Muhammad; Fadillah, Ratnawaty
Jurnal Pendidikan Teknologi Pertanian Vol 5, No 2 (2019): Suplemen Oktober
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jptp.v5i2.9931

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah tepung labu kuning berpengaruh terhadap kualitas sosis ikan tenggiri dan berapakah kombinasi penambahan tepung labu kuning yang tepat untuk mendapatkan kualitas sosis ikan tenggiri. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL). Parameter yang diuji adalah daya ikat air, protein, β- karoten, karbohidrat dan uji organoleptik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Penambahan tepung labu kuning memberikan pengaruh terhadap perubahan kandungan kimia sosis ikan tenggiri. Hal ini dapat dilihat dari hasil uji kandungan  kimia pada sosis, dimana protein, beta karoten dan karbohidrat semakin meningkat seiring bertambahnya konsentrasi penambahan tepung labu kuning, sedangkan daya ikat air semakin menurun seiring bertambahnya konsentrasi penambahan tepung labu kuning. Kombinasi penggunaan tepung labu kuning yang tepat untuk mendapatkan kualitas sosis ikan tenggiri adalah perlakuan konsentrasi dengan penambahan tepung labu kuning 5%. Hal ini dapat dilihat dari hasil uji organoleptik yang meliputi rasa, aroma dan tekstur  dimana perlakuan 5% merupakan perlakuan yang  paling disukai oleh panelis sedangkan warna sosis yang paling disukai merupakan perlakuan penambahan tepung labu kuning 15% dikarenakan semakin tinggi penambahan tepung labu kuning, maka warna pada sosis akan semakin kuning.
Peran Kelompok Tani Terhadap Kondisi Perekonomian Petani Maulana, Kasdir
Jurnal Pendidikan Teknologi Pertanian Vol 5, No 2 (2019): Agustus
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jptp.v5i2.9671

Abstract

Salah satu usaha pemerintah bersama petani dalam rangka membangun kemandiriannya adalah dengan membentuk kelompok-kelompok tani di pedesaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran kelompok tani yang paling dirasakan oleh anggotanya. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa peran kelompok tani yang yang paling dirasakan oleh anggota kelompok tani adalah sebagai kelas/ wahana belajar dan wahana kerjasama.
Perbandingan Tepung Tapioka dan Sagu pada Pembuatan Briket Kulit Buah Nipah (Nypafruticans) Faijah Faijah; Ratnawaty Fadilah; Nurmila Nurmila
Jurnal Pendidikan Teknologi Pertanian Vol 6, No 2 (2020): Agustus
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jptp.v6i2.10922

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  pengaruh penambahan perekat tepung tapioka dan sagu terhadap kualitas briket kulit buah nipah dan nilai kalor briket kulit buah nipah. Metode penelitian esperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuan dengan perbandingan K 20% tepung tapioka dan 0% tepung sagu, A 0% tepung tapioka dan 20% tepung sagu, B  20% tepung tapioka dan 5% tepung sagu, C 20% tepung tapioka dan 10% tepung sagu, D 20% tepung tapioka dan 15% tepung sagu. Parameter yang diamati adalah kadar air, kadar abu, zat terbang, karbon tetap, dan nilai kalor.  Hasil penelitian perbandingan tepung tapioka dan tepung sagu mempengaruhi kadar air, kadar abu, zat terbang, karbon tetap dan nilai kalor. Perlakuan terpilih briket kulit buah nipah dengan metode perbandingan eksponensial (MPE) hasil rekapitulasi semua data analisis kimia yaitu perlakuan Ksebesar 16058,58, perlakuan A sebesar 16143,99, perlakuan B sebesar  22225,55, perlakuan C sebesar 28473,62, perlakuan D sebesar 28476,56. Perlakuan terbaik briket kulit buah nipah yaitu perlakuan D.
Analisis Kualitas Nata De Corn dengan Berbagai Konsentrasi Gula Pasir ratnasari, Eka; Lahming, Lahming; Wiharto, Muhammad
Jurnal Pendidikan Teknologi Pertanian Vol 5, No 2 (2019): Suplemen Oktober
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jptp.v5i2.9929

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan berbagai konsentrasi gula pasir dan untuk mengetahui penerimaan panelis terhadap nata de corn yang dihasilkan. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor dengan 4 taraf perlakuan (konsentrasi gula pasir) yaitu 10%, 15%, 20%. Tahapan dalam pembuatan nata yaitu, perebusan medium air jagung ditambah dengan gula pasir dan ekstrak tauge. Hasil rebusan didinginkan, selanjutnya ditambahkan Acetobacter xylinum. Media nata disimpan selama 14 hari dan nata dipanen lalu direndam selama 3 hari. Tahap terakhir perebusan dan nata siap diuji. Parameter yang diamati yaitu uji kadar serat, kadar pati, kadar total gula dan uji organoleptik. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis sidik ragam yang selanjutnya diolah menggunakan SPSS versi 22. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan peggunaan berbagai konsentrasi gula pasir pada uji kadar serat, kadar karbohidrat, dan kadar total gula pada perlakuan penggunaan gula pasir 20% merupakan perlakuan terbaik dengan nilai kadar serat 2,06%, kadar pati 19,96% , kadar total gula 15,45%, serta pada uji sensori secara keseluruhan panelis lebih menyukai nata de corn dibandingkan nata de coco. Metode perbandingan eksponensial menunjukkan rangking tertinggi diperoleh pada perlakuan penggunaan gula 20%, dimana perlakuan ini merupakan perlakuan terbaik dari hasil pengambilan nilai kepentingan setiap parameter fisik, kimia, dan sensori.
Rancang Bangun Alat Pemanen Kopi pada Tingkat Petani Ardes Chris Pakiding; Lahming Lahming; Jamaluddin Jamaluddin
Jurnal Pendidikan Teknologi Pertanian Vol 6, No 2 (2020): Agustus
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jptp.v6i1.10111

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses perancangan alat dan kinerja alat yang dirancang. Prosedur penelitian ini meliputi perancanan alat, membuat rumah rangkaian, sikat silinder dan gagang alat. Selama proses penelitian, parameter yang diamati adalah tegangan listrik yang masuk ke dinamo sehingga alat dapat melakukan pemanenan. Data penelitian diperoleh dari hasil pengujian alat. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis deskriptif. Penggunaan alat pemanen kopi pada tegangan listirik 8 dan 9 volt yang masuk ke dinamo dapat memutar beban yaitu sikat silinder namun tidak ada buah yang dipanen, tegangan listrik 10 volt memanen buah matang dengan jumlah 0.2 kg, tegangan listrik 11 volt memanen  buah matang dengan jumlah 0.4 kg dan pada tegangan listrik 12 volt alat memanen buah matang 0.8 kg dan mentah 0.2 kg, waktu penggunaan alat untuk setiap tegangan listrik dalam proses pemanenan adalah 30 menit.
Analisis Kandungan Gizi Ikan Cakalang (Kotsuwonus pelamis) dengan Perendaman Vinegar Nira Lontar (Boroassu flabellifer) Nuh, Rizqi Nur Indah; Mustarin, Amirah; Sukainah, Andi
Jurnal Pendidikan Teknologi Pertanian Vol 5, No 2 (2019): September Suplemen
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jptp.v5i2.9769

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perendam vinegar nira lontar terhadap kandungan gizi dan organoleptik ikan cakalang. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelomkok (RAK) yang terdiri dari 4 perlakuan yaitu: K tanpa perendaman vinegar nira lontar, konsentrasi vinegar nira lontar 6%, 8%, dan 10. Parameter yang diuji adalah kadar air, kadar abu, kadar protein, kadar lemak, kadar karbohidrat dan organoleptik ikan cakalang. Hasil penelitian menjukkan bahwa konsentrasi larutan vinegar nira lontar berpengaruh sangat nyata terhadap kadar air, kadar abu, kadar protein,dan kadar lemak yang dihasilkan akan tetapi berpengaruh nyata terhadap kadar karbohidrat. Sedangkan, pada organoleptik konsentrasi larutan vinegar nira lontar berpengaruh sangat nyata terhadap mata dan daging akan tetapi tidak memberikan pengaruh terhadap organoleptik lendir, bau dan tekstur.
Modifikasi Aerasi Terhadap Peningkatan Oksigen Terlarut Yang Mempengaruhi Tingkat Pertumbuhan Dan Sintasan Pada Ikan Nila (Oreochrobis Niloticus) Patang, Patang; Nurmila, Nurmila; Wahab, Ilham
Jurnal Pendidikan Teknologi Pertanian Vol 5, No 2 (2019): Suplemen Oktober
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jptp.v5i2.9991

Abstract

Oksigen terlarut merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi kualitas air dalam kegiatan akuakultur. Kelarutan oksigen merupakan faktor kritis budidaya ikan secara intensif. Tingkat keberhasilan atau kegagalan usaha budidaya sering dipengaruhi oleh kemampuan petani untuk mengatasi masalah kurangnya oksigen terlarut. Agar kualitas air tetap terjaga perlu digunakan Aerasi untuk meningkatkan oksigen terlarut.Penelitiaan ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh modifikasi aerasi terhadap tingkat oksigen terlarut aquarium pada pendederan satu serta pengaruh modifikasi aerasi terhadap laju pertumbuhan dan tingkat kelangsungan hidup ikan nila pada pendederan satu. Penelitian ini merupakan penelitian rancang bangun. Data yang dikumpulkan terdiri dari peningkatan oksoigen terlarut, tinkat pertumbuan dan sintasan. Data dianalisis dengan  analisa deskriptif. Hasil penelitian perbandingan kandungan oksigen terlarut selama 3x24 jam yang diukur sebanyak 18 kali menunjukkan bahwa menggunakan modifikasi aerasi memiliki kandungan oksigen lebih tinggi. kadar oksigen pada perlakuan tampa aerasi yaitu berkisar 4,1-4,6, kadar oksigen pada perlakuan aerasi yaitu berkisar 6,0-7,1 dan kadar oksigen pada perlakuan modifikasi aerasi yaitu berkisar 6,7-7,6. Pertambahan berat ikan yang mendapat perlakuan modifikasi aerasi cenderung lebih tinggi pertumbuhannya. Perlakuan modifikasi aerasi berat awal 0,103 g dan berat akhir 0,295 g, untuk yang mendapat perlakuan aerasi berat awal 0,105 g dan berat akhir 0,281 g sedangkan  Perlakuan kontrol (tanpa aerasi) berat awal 0,103 g dan berat akhir 0,237 g. Persentase jumlah ikan yang hidup pada akuarium yang mendapat perlakuan modifikasi aerasi lebih baik dengan persentase jumlah ikan yang hidup 98,33%. Pada perlakuan menggunakan aerasi dan kontrol (tanpa aerasi) masing menunjukkan persentase jumlah ikan yang hidup 95%.