cover
Contact Name
Aji Mulyana
Contact Email
ajimulyana@unsur.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
ajimulyana@unsur.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. cianjur,
Jawa barat
INDONESIA
JE (Journal of Empowerment)
ISSN : 25800620     EISSN : 25979809     DOI : -
JE (Journal of Empowerment) was formed based on the results of Suryakancana University Leaders Meeting on January 28, 2017, and was approved on April 8, 2017 in accordance with the Rector Decree Number 11 / SK / REK / UG / IV / 2017 regarding Appointment of Journal Manager of Community Service at Suryakancana University. The name of the Journal of Community Service is JE (Journal of Empowerment). JE (Journal of Empowerment), is a mean of developing science and technology in the exact and non-exact field through the publication of writing based on the results of community service (original). JE (Journal of Empowerment), is a periodic scientific journal published by Institute of Research and Community Service of Suryakancana University (LPPM UNSUR) twice a year in June and December. JE (Journal of Empowerment), has registered number ISSN 2580-0620 (print), and ISSN 2597-9809 (online). The first edition is Volume 1, Number. 1, June 2017. JE (Journal of Empowerment), has the vision to become Scientific journal with National and International standard in disseminating and developing the results of conceptual.
Arjuna Subject : -
Articles 133 Documents
Digitalisasi Pengelolaan Sampah: Sistem Insentif Untuk Peningkatan Kesadaran Ekologi Fitriani, Ida; Abdullah, Siti Sarah; Legiawan, M. Kany; Maulana, Nanda; Althaf, Dziandra Talitha; Arianugraha, M Rommy; Fauzan, Muhammad Akhmal
JE (Journal of Empowerment) Vol 6, No 2 (2025): DESEMBER
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/je.v6i2.5969

Abstract

Peningkatan Literasi Dasar Anak melalui Metode Storytelling dan Bedah Buku dalam Program Teras Bahasa Adara, Reza Anggriyashati; Prihhartini, Sya'baningrum; Puspahaty, Novita; Priyatna, Endang Suryana; Budiman, Rido; Ramadhan, M. Fakhran
JE (Journal of Empowerment) Vol 6, No 2 (2025): DESEMBER
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/je.v6i2.5781

Abstract

AbstrakKemampuan literasi—yang mencakup keterampilan dalam membaca dan memahami teks—merupakan aspek penting yang harus dimiliki oleh generasi muda, terutama anak-anak. Sebagai upaya untuk meningkatkan kemampuan tersebut, diselenggarakanlah program “Teras Bahasa”. Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan budaya literasi di kalangan generasi muda sekaligus memperkenalkan bahasa Inggris kepada masyarakat. Kegiatan ini terdiri dari empat tahap; survei lapangan, perumusan kegiatan, monitoring dan evaluasi kegiatan dan penyusunan laporan kegiatan. Kegiatan ini diikuti oleh 20 peserta. Evaluasi dilakukan menggunakan survei yang terdiri dari 10 item. Hasil dari evaluasi kegiatan menunjukkan bahwa sebagian besar peserta menganggap kegiatan “Teras Bahasa” sangat berguna dan patut dilakukan secara berkala. Para peserta juga mengusulkan agar “Teras Bahasa” melibatkan kegiatan-kegiatan yang lebih bervariasi seperti bedah film atau lomba storytelling yang bisa membuat para peserta tertarik untuk berdiskusi dan membaca. Abstract  Literacy skills—which include the ability to read and understand texts—are crucial for young people, especially kids. To improve these skills, the "Teras Bahasa" program was launched. This program aims to foster a culture of literacy among young people while introducing English to the community. This event consists of four stages: field surveys, activity formulation, monitoring and evaluation, and preparation of activity reports. The evaluation was conducted using a 10-item survey. The participants were 20 children from the area. The results of the activity evaluation showed that most participants considered the "Teras Bahasa" program very useful and worth conducting regularly. Participants also suggested that "Teras Bahasa" include more varied activities, such as film reviews or storytelling competitions that can encourage the participants to discuss and read.
Pemberdayaan Perempuan Melalui Pengembangan Desain Inovatif Ecoprint Berbasis Kolaborasi pada Produk Interior Bernilai Komersial Damayanti, Sri Erina; Abdulllah, Siti Sarah; Fitriani, Ida; Mualimah, Hadah; Hadianto, Hadianto; Apriliani, Windi; Roslyani, Anggi Tien; Fitri, Syifa Aulia; Ridho Hutama, Brian Damastu
JE (Journal of Empowerment) Vol 6, No 2 (2025): DESEMBER
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/je.v6i2.5945

Abstract

Abstract         Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan komunitas perempuan perajin di Desa Bojong, Kabupaten Cianjur melalui inovasi teknik ecoprint berbasis desain interior. Permasalahan utama yang dihadapi mitra adalah keterbatasan inovasi produk dan minimnya kemampuan pemasaran digital. Melalui pelatihan ecoprint lanjutan, workshop desain interior, dan pendampingan digital marketing, kegiatan ini berhasil meningkatkan keterampilan teknis, kualitas produk, serta jangkauan pasar mitra. Hasil program menunjukkan adanya peningkatan kreativitas perajin hingga 80% dan peningkatan omzet sebesar 75%. Program ini juga memperkuat peran perempuan dalam ekonomi kreatif berkelanjutan dan pelestarian lingkungan melalui penggunaan teknik ramah lingkungan. Kegiatan ini diharapkan menjadi model pemberdayaan masyarakat berbasis seni dan teknologi yang dapat direplikasi di daerah lain. AbstractThis community service program aims to empower a group of female artisans in Bojong Village, Cianjur Regency, through innovative eco-print techniques applied to interior design products. The main challenges faced by the partners were limited product innovation and a lack of digital marketing skills. Through advanced eco-print training, interior design workshops, and digital marketing assistance, this project successfully improved technical skills, product quality, and market access. The results show an 80% increase in creative capacity and a 75% rise in sales turnover. This program also strengthens women’s roles in sustainable creative economies and environmental preservation by using eco-friendly production methods. The initiative is expected to serve as a replicable model of community empowerment that integrates art and technology.
Pemberdayaan Guru SD melalui Workshop Bercerita berbasis Deep Learning sebagai Sarana Self-healing Trisna Nugraha; Yeni Hadianti; Evi Susanti; Ardian Renata Manuardi
JE (Journal of Empowerment) Vol. 6 No. 2 (2025): DESEMBER
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/je.v6i2.5755

Abstract

Abstrak Guru sekolah dasar berperan penting dalam menciptakan proses pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada pengetahuan, tetapi juga menumbuhkan refleksi dan kesadaran diri peserta didik. Dalam konteks ini, penguasaan teknik bercerita menjadi strategi efektif untuk menerapkan pembelajaran bermakna berbasis deep learning yang mendorong keterlibatan emosional dan pemaknaan pengalaman belajar. Namun, banyak guru belum memperoleh pelatihan yang membantu mereka memadukan storytelling dengan praktik reflektif guna mendukung kreativitas dan kesejahteraan emosional. Program pengabdian masyarakat “Bercerita untuk Jiwa” dirancang untuk menjawab kebutuhan pengembangan profesional guru sekolah dasar melalui pelatihan storytelling berbasis deep learning dan praktik self-healing. Kegiatan difokuskan pada empat aspek utama: pemahaman pembelajaran bermakna, keterampilan storytelling edukatif, integrasi nilai budaya lokal, serta penguatan kesejahteraan emosional. Dengan pendekatan Participatory Action Research (PAR), guru terlibat aktif dalam perencanaan, pelatihan, pendampingan, dan evaluasi, sedangkan data diperoleh melalui kuesioner pra–pasca pelatihan. Sebanyak 32 guru dari KKG Kolonel Masturi Cimahi berpartisipasi, dan hasil analisis menunjukkan peningkatan keterampilan pedagogis, kreativitas, dan keyakinan diri (Effect Size = 1,9 atau efek sangat besar). Pelatihan sederhana namun bermakna ini melahirkan karya cerita guru dan mendorong pengembangan soal kontekstual yang menciptakan pengalaman belajar lebih hidup dan relevan bagi siswa. Abstract Primary school teachers play a vital role in creating learning processes that go beyond knowledge acquisition by fostering students’ reflection and self-awareness. In this context, mastery of storytelling techniques serves as an effective strategy for implementing meaningful learning based on deep learning, which encourages emotional engagement and the construction of personal meaning. However, many teachers have not received adequate training to integrate storytelling with reflective practice that supports creativity and emotional well-being. The community service program “Bercerita untuk Jiwa” was designed to address the professional development needs of primary school teachers through deep learning-based storytelling training and self-healing practices. The activities focused on four main aspects: understanding meaningful learning, developing educational storytelling skills, integrating local cultural values, and strengthening emotional well-being. Using a Participatory Action Research (PAR) approach, teachers were actively involved in planning, training, mentoring, and evaluation, while data were collected through pre- and post-training questionnaires. Thirty-two teachers from the Kolonel Masturi Teacher Working Group participated, and the analysis results showed improvements in pedagogical skills, creativity, and self-confidence (Effect Size = 1.9, indicating a very large effect). This simple yet meaningful training inspired teachers to produce original stories and develop contextual word problems, creating more engaging and relevant learning experiences for students.
Optimalisasi Instrumen Digital Suar Aksara Untuk Mengukur Keaksaraan Fungsional Masyarakat Di Wilayah 3T Asep Samsudin; Uus Kuswendi; Trisna Nugraha
JE (Journal of Empowerment) Vol. 6 No. 2 (2025): DESEMBER
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/je.v6i2.5768

Abstract

Abstrak Keaksaraan fungsional merupakan aspek penting dalam peningkatan kualitas hidup masyarakat, terutama di daerah pedesaan yang masih menghadapi kesenjangan literasi. Program pengabdian ini bertujuan mengembangkan dan menguji aplikasi SUAR AKSARA sebagai instrumen digital untuk mengukur tingkat keaksaraan fungsional masyarakat di Kecamatan Cikalongwetan. Instrumen ini dirancang pada lima level, mulai dari membaca huruf, membaca suku kata berpola kv, membaca kata dua suku kata kvkv, membaca dua kata, membaca kalimat sederhana. Kegiatan dilakukan melalui sosialisasi, pelatihan, implementasi, pendampingan, serta evaluasi dengan melibatkan mahasiswa KKN Tematik dan masyarakat mitra. Hasil uji coba menunjukkan bahwa peserta relatif menguasai level dasar 91% (I1) dan 85% (I2), tetapi mengalami penurunan signifikan pada level kata kompleks (68%) dan kalimat sederhana (62%). Aplikasi SUAR AKSARA terbukti efektif, praktis, dan akurat dalam pemetaan literasi, serta bermanfaat bagi pemerintah daerah dalam merancang kebijakan literasi yang lebih tepat sasaran. Abstract Functional literacy is a crucial aspect of improving the quality of life, particularly in rural communities that still face literacy gaps. This community service program aims to develop and test the SUAR AKSARA application as a digital instrument to measure the functional literacy levels of communities in Cikalongwetan District. The instrument was designed across five levels, starting from reading letters, reading kv pattern syllables, reading kvkv two syllable words, reading two words, reading simple sentences. The program involved socialization, training, implementation, mentoring, and evaluation, engaging both thematic community service students and community partners. The trial results indicated that participants generally mastered the basic level of 91% (I1) and 85% (I2), but experienced a significant decline at the complex word (68%) and simple sentence (62%) levels. The SUAR AKSARA application proved to be effective, practical, and accurate in mapping literacy, and it provides useful data for local governments in designing more targeted literacy policies. This activity is expected to enable participants to create sustainable agricultural enterprreneurship.
Peningkatan Literasi Dasar Anak melalui Metode Storytelling dan Bedah Buku dalam Program Teras Bahasa Reza Anggriyashati Adara; Sya'baningrum Prihhartini; Novita Puspahaty; Endang Suryana Priyatna; Rido Budiman; M. Fakhran Ramadhan
JE (Journal of Empowerment) Vol. 6 No. 2 (2025): DESEMBER
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/je.v6i2.5781

Abstract

AbstrakKemampuan literasi—yang mencakup keterampilan dalam membaca dan memahami teks—merupakan aspek penting yang harus dimiliki oleh generasi muda, terutama anak-anak. Sebagai upaya untuk meningkatkan kemampuan tersebut, diselenggarakanlah program “Teras Bahasa”. Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan budaya literasi di kalangan generasi muda sekaligus memperkenalkan bahasa Inggris kepada masyarakat. Kegiatan ini terdiri dari empat tahap; survei lapangan, perumusan kegiatan, monitoring dan evaluasi kegiatan dan penyusunan laporan kegiatan. Kegiatan ini diikuti oleh 20 peserta. Evaluasi dilakukan menggunakan survei yang terdiri dari 10 item. Hasil dari evaluasi kegiatan menunjukkan bahwa sebagian besar peserta menganggap kegiatan “Teras Bahasa” sangat berguna dan patut dilakukan secara berkala. Para peserta juga mengusulkan agar “Teras Bahasa” melibatkan kegiatan-kegiatan yang lebih bervariasi seperti bedah film atau lomba storytelling yang bisa membuat para peserta tertarik untuk berdiskusi dan membaca. Abstract  Literacy skills—which include the ability to read and understand texts—are crucial for young people, especially kids. To improve these skills, the "Teras Bahasa" program was launched. This program aims to foster a culture of literacy among young people while introducing English to the community. This event consists of four stages: field surveys, activity formulation, monitoring and evaluation, and preparation of activity reports. The evaluation was conducted using a 10-item survey. The participants were 20 children from the area. The results of the activity evaluation showed that most participants considered the "Teras Bahasa" program very useful and worth conducting regularly. Participants also suggested that "Teras Bahasa" include more varied activities, such as film reviews or storytelling competitions that can encourage the participants to discuss and read.
Pemberdayaan Perempuan Melalui Pengembangan Desain Inovatif Ecoprint Berbasis Kolaborasi pada Produk Interior Bernilai Komersial Sri Erina Damayanti; Siti Sarah Abdulllah; Ida Fitriani; Hadah Mualimah; Hadianto Hadianto; Windi Apriliani; Anggi Tien Roslyani; Syifa Aulia Fitri; Brian Damastu Ridho Hutama
JE (Journal of Empowerment) Vol. 6 No. 2 (2025): DESEMBER
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/je.v6i2.5945

Abstract

Abstract         Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan komunitas perempuan perajin di Desa Bojong, Kabupaten Cianjur melalui inovasi teknik ecoprint berbasis desain interior. Permasalahan utama yang dihadapi mitra adalah keterbatasan inovasi produk dan minimnya kemampuan pemasaran digital. Melalui pelatihan ecoprint lanjutan, workshop desain interior, dan pendampingan digital marketing, kegiatan ini berhasil meningkatkan keterampilan teknis, kualitas produk, serta jangkauan pasar mitra. Hasil program menunjukkan adanya peningkatan kreativitas perajin hingga 80% dan peningkatan omzet sebesar 75%. Program ini juga memperkuat peran perempuan dalam ekonomi kreatif berkelanjutan dan pelestarian lingkungan melalui penggunaan teknik ramah lingkungan. Kegiatan ini diharapkan menjadi model pemberdayaan masyarakat berbasis seni dan teknologi yang dapat direplikasi di daerah lain. AbstractThis community service program aims to empower a group of female artisans in Bojong Village, Cianjur Regency, through innovative eco-print techniques applied to interior design products. The main challenges faced by the partners were limited product innovation and a lack of digital marketing skills. Through advanced eco-print training, interior design workshops, and digital marketing assistance, this project successfully improved technical skills, product quality, and market access. The results show an 80% increase in creative capacity and a 75% rise in sales turnover. This program also strengthens women’s roles in sustainable creative economies and environmental preservation by using eco-friendly production methods. The initiative is expected to serve as a replicable model of community empowerment that integrates art and technology.
Digitalisasi Pengelolaan Sampah: Sistem Insentif Untuk Peningkatan Kesadaran Ekologi Ida Fitriani; Siti Sarah Abdullah; M. Kany Legiawan; Nanda Maulana; Dziandra Talitha Althaf; M Rommy Arianugraha; Muhammad Akhmal Fauzan
JE (Journal of Empowerment) Vol. 6 No. 2 (2025): DESEMBER
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/je.v6i2.5969

Abstract

Abstrak Kegiatan Pengabdian Masyarakat Ini Dilaksanakan Untuk Menjawab Tantangan Pengelolaan Sampah Di Dusun Bolang, Desa Girimukti, Kabupaten Cianjur. Permasalahan Yang Dihadapi Warga Antara Lain Rendahnya Kesadaran Dalam Memilah Sampah, Kebiasaan Membuang Sampah Ke Aliran Sungai, Serta Tidak Optimalnya Pemanfaatan Alat Pencacah Organik Yang Tersedia. Dengan Pendekatan Partisipatif, Tim Pelaksana Merancang Solusi Terpadu Melalui Edukasi Lingkungan, Pemberdayaan Tokoh Masyarakat, Pelatihan Pengolahan Sampah Organik, Serta Pengembangan Sistem Insentif Digital Berbasis Aplikasi Mobile. Hasil Kegiatan Menunjukkan Adanya Peningkatan Keterlibatan Warga Dalam Pemilahan Sampah Dan Tingginya Antusiasme Terhadap Pelatihan Pengolahan Sampah Organik. Selain Itu, Prototipe Aplikasi Mobile Berhasil Dikembangkan Sebagai Sarana Pencatatan Partisipasi Sekaligus Pemberian Reward, Yang Mendorong Perubahan Perilaku Menuju Pengelolaan Sampah Berkelanjutan. Program Ini Mencapai Tingkat Kesiapan Teknologi (TKT) Level 2, Sehingga Konsep Yang Diusulkan Telah Tervalidasi Melalui Implementasi Di Lapangan. AbstractThis Community Service Program Aims To Empower A Group Of Female Artisans In Bojong Village, Cianjur This Community Service Program Was Designed To Address The Challenges Of Waste Management In Bolang Hamlet, Girimukti Village, Cianjur Regency. The Main Issues Identified Include Low Awareness Of Waste Separation, The Habit Of Disposing Waste Into Rivers, And The Non-Functioning Of The Available Organic Waste Shredder. Through A Participatory Approach, The Program Implemented An Integrated Solution Combining Environmental Education, Empowerment Of Local Leaders, Training In Organic Waste Processing, And The Development Of A Digital Incentive System Supported By A Mobile Application. The Outcomes Indicate Increased Community Involvement In Waste Separation And Strong Enthusiasm For Organic Waste Processing Training. Furthermore, A Prototype Mobile Application Was Successfully Developed To Record Participation And Provide Rewards, Thereby Encouraging Behavioral Change Toward More Sustainable Waste Management. The Program Achieved Technology Readiness Level (TRL) 2, Demonstrating The Validation Of The Proposed Concept In Real-World Practice
Penyuluhan Peningkatan Literasi Al-Qur’an Dalam Menangkal Penyalahgunaan Narkoba Sutono; Aulia Afianti Dewi; Ai Musrifah AI Musrifah
JE (Journal of Empowerment) Vol. 7 No. 1 (2026): JUNI
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/je.v7i1.6330

Abstract

Penyalahgunaan narkoba pada remaja pedesaan terus meningkat, sementara pemahaman keagamaan sebagai benteng moral masih lemah. Desa Cipeuyeum, Kecamatan Haurwangi, Kabupaten Cianjur, dinilai rawan peredaran narkoba, namun pembinaan literasi Al-Qur’an bagi remaja belum berjalan rutin. Pengabdian ini bertujuan meningkatkan literasi Al-Qur’an remaja sebagai daya tangkal penyalahgunaan narkoba. Kegiatan dilaksanakan pada 2, 5, 6, dan 11 Agustus 2025 dengan pendekatan community development partisipatif bersama 30 remaja mitra melalui penyuluhan, tadarus dan tahsin, tadabbur ayat tematik, diskusi kelompok, serta simulasi penolakan ajakan narkoba. Evaluasi dilakukan melalui kuesioner, observasi partisipatif, dan wawancara. Kuesioner awal menunjukkan 96,6% peserta menilai pemahaman Al-Qur’an sangat penting, tetapi 60% belum mengenal ayat larangan zat memabukkan dan hanya 33,3% membaca Al-Qur’an setiap hari. Seluruh peserta (100%) berminat mengikuti program, terbentuk komunitas “Remaja Cinta Qur’an”, dan 30 mushaf terdistribusi sebagai penopang keberlanjutan.   Kata Kunci: Literasi,  Narkoba, Al-Quran  
Penyuluhan Hukum Perlindungan Konsumen Remaja dari Praktik Overclaim Produk Skincare Sri Arlina; Hendry Andry; Anggraini Dwi Milandry; Evi Yanti; Rafael Zidan Alfarabi Priman Alfarabi Priman
JE (Journal of Empowerment) Vol. 7 No. 1 (2026): JUNI
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/je.v7i1.6148

Abstract

Rendahnya literasi hukum konsumen di kalangan remaja dalam memilih produk skincare yang aman, halal, dan bebas dari klaim berlebihan (overclaim) berpotensi meningkatkan risiko kerugian akibat penggunaan produk yang tidak sesuai dengan standar keamanan maupun ketentuan hukum. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran hukum remaja mengenai pentingnya memilih produk skincare yang aman serta memahami hak-haknya sebagai konsumen. Kegiatan dilaksanakan di SMP Negeri 13 Kota Pekanbaru bersama 30 siswa sebagai mitra melalui penyuluhan hukum dalam bentuk ceramah, diskusi interaktif, dan tanya jawab. Materi mencakup pengenalan produk skincare, identifikasi kandungan yang aman, bahaya klaim berlebihan, serta hak dan upaya hukum konsumen berdasarkan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Evaluasi dilakukan melalui observasi partisipatif terhadap keterlibatan peserta, sesi tanya jawab, serta wawancara singkat dan diskusi reflektif bersama peserta dan guru pendamping. Hasil kegiatan menunjukkan peserta memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai pentingnya memilih produk skincare yang aman, mampu mengenali karakteristik klaim yang menyesatkan, serta memahami hak konsumen dan upaya hukum yang dapat ditempuh apabila mengalami kerugian akibat penggunaan produk skincare. Kegiatan ini memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan literasi hukum konsumen sejak dini dan mendorong terbentuknya perilaku konsumsi yang lebih kritis, cerdas, dan bertanggung jawab di kalangan remaja.