Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series is a peer-reviewed interdisciplinary journal with broad coverage, consolidate basic and applied research activities by publishing the proceedings of the conference in all areas of the social sciences, humanities and education.
Articles
3,397 Documents
Analysis of the Problem Based Learning in learning science in elementary schools
Linda Rosati Asih
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 4 (2021): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series (Special Issue 2
Publisher : Universitas Sebelas Maret
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (519.604 KB)
|
DOI: 10.20961/shes.v4i6.68589
Model pembelajaran Problem Based Learning dalam pembelajaran IPA perlu diterapkan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis. Pendidik membantu peserta didik dalam mengingkatkan kualitas Pendidikan dengan melibatkan peserta didik secara aktif dalam pemecahan masalah di pembelajaran IPA. Tujuan penelitian ini yakni menganalisis model Problem Based Learning dalam pembelajaran IPA di SD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksaan pembelajaran dengan menggunakan model Problem Based Learning pada pembelajaran IPA di SD menunjukkan ada peningkatan pada kemampuan peserta didik dalam berpikir kritis.
Improving the Ability to Run 40 Meters Through Playing Approaches for Grade IV Students
Rina Ekayati
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 4 (2021): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series (Special Issue 1
Publisher : Universitas Sebelas Maret
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (532.503 KB)
|
DOI: 10.20961/shes.v4i5.65982
Latar belakang masalah bagaimana peningkatan kemampuan lari cepat 40 meter pada siswa kelas IV, Artikel ini ditulis dengan tujuan untuk meningkatkan kuatitas dan kecepatan lari 40 meter melalui penerapan metode bermain. Hal tersebut ditandai dengan adanya peningkatan lari cepat 40 meter selama pembelajaran dilaksanakan. Penelitian ini dilaksanakan secara kolaboratif dan partisipatif, artinya peneliti tidak melakukan penelitian sendiri tetapi berkolaborasi atau bekerja sama dengan guru Pendidikan Jasmani dan siswa kelas IV SD Negeri 2 Paseh, seca ra partisipasif bersama dengan mitra. Penelitian dilaksanakan langkah demi langkah, pertemuan berjalan 2 siklus dan setiap pertemuan menunjukkan tahap perkembangan proses pembelajaran pendidikan jasmani dengan materi lari cepat 40 meter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan pendekatan bermain dalam lari cepat dapat meningkatkan kemampuan lari cepat 40 meter seperti yang diharapkan, bukti peningkatan tersebut dapat dilihat dari data ketuntasan hasil belajar dari studi awal, siklus I, siklus II. Didapat data dari studi awal yang belum tuntas 18 siswa (60%) dari 30 siswa meningkat pada siklus I menjadi 16 siswa belum tuntas (53,3%) dan meningkat secara signifikan pada siklus II menjadi 3 siswa yang belum tuntas (10%). Berdasarkan penelitian diatas maka dapat disimpulkan pembelajaran menggunakan pendekatan bermain dapat meningkatkan kemampuan lari cepat 40 meter.
The Importance Of Learning Skills in The 21st Century in Learning In Elementary Schools
Ria Yuni Astuti
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 4 (2021): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series (Special Issue 2
Publisher : Universitas Sebelas Maret
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (425.528 KB)
|
DOI: 10.20961/shes.v4i6.68414
Pembelajaran abad 21 merupakan suatu peralihan pembelajaran dimana kurikulum yang dikembangkan menuntun sekolah untuk mengubah pendekatan pembelajaran dari Teacher Centered menjadi Student Centered. Selain itu pembelajaran abad 21 dapat meningkatkan mutu pendidikan terutama di Sekolah Dasar dalam rangka menjawab tantangan-tantangan dalam pembelajaran, baik itu tantangan internal dan tantangan eksternal. Hal ini sesuai dengan tuntutan masa depan dimana peserta didik harus memiliki kecakapan berpikir dan belajar. Maka dari itu, guru di Sekolah Dasar harus bisa lebih kreatif dan juga inovatif dalam menerapakan keterampilan belajar abad 21 agar bisa membimbing peserta didik dengan baik dan benar. Tujuan pentingnya menerapkan keterampilan belajar abad 21 di Sekolah Dasar supaya peserta didik memiliki Kecakapan-kecakapan dalam memecahkan masalah, berpikir kritis, kolaborasi, dan kecakapan berkomunikasi
Improving Learning Motivation with Fun Learning Methods in the Covid-19 Pandemic
Winarsih Winarsih
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 4 (2021): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series (Special Issue 1
Publisher : Universitas Sebelas Maret
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (531.352 KB)
|
DOI: 10.20961/shes.v4i5.65998
Metode pembelajaran daring yang dilakukan pada saat pandemi menyebabkan dampak terhadap hasil belajar peserta didik yang dirasakan saat ini terlihat dengan menurunnya motivasi belajar pada saat mengikuti pembelajaran di sekolah. Salah satu upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kembali motivasi belajar dengan menggunakan Metode Fun Learning. Fun Learning adalah salah satu cara pembelajaran dimana pengajar dapat menciptakan suasana hangat dan menyenangkan dalam pembelajaran. Kegiatan tersebut dilaksanakan di SDN 03 Gambuhan, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang. Kegiatan ini menimbulkan keberhasilan dan memberikan dampak dengan adannya peningkatan motivasi belajar peserta didik.
Efforts to Improve Student Learning Outcomes Science Lesson about Human Digestive Organs using The Make A Match Learning Model Students of Class V SDN 2 Bumirejo Academic Year 2021/2022
Nisa Fatmajati
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 4 (2021): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series (Special Issue 1
Publisher : Universitas Sebelas Maret
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (600.048 KB)
|
DOI: 10.20961/shes.v4i5.66029
Penelitian dilakukan berdasarkan kemampuan peserta didik dalam menjawab soal tentang organ pencernaan pada manusia yang masih rendah. Tujuan penelitian untuk mengetahui kemampuan siswa dalam mengerjakan soal yang berkaitan dengan organ pencernaan pada manusia dengan penerapan model pembelajaran Make a Match. Penelitian ini dilaksanakan pada siswa kelas V SDN 2 Bumirejo dengan jumlah siswa 26 anak terdiri dari 11 laki – laki dan 15 perempuan. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang menggunakan dua siklus, tiap siklus terdiri dari satu kali pertemuan. Metode pengumpulan data dengan cara pengamatan dan tes. Hasil penelitian kemampuan siswa dalam menjawab soal organ pencernaan pada manusia pada peserta didik kelas V SDN 2 Bumirejo melalui model pembelajaran Make A Match menunjukkan pada pra siklus penilaian kemampuan pemecahan soal rata–rata 70 dengan ketuntasan 38%, pada siklus I diperoleh rata – rata 72 dengan ketuntasan 54%. Pada siklus II penilaian kemampuan menjawab soal organ pencernaan pada manusia diperoleh rata–rata 76 dengan ketuntasan belajar 92%. Sehingga disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Make a Match dapat meningkatkan kemampuan pemecahan soal organ pencernaan pada pada peserta didik kelas V SDN 2 Bumirejo.
Improving Mathematics Learning Outcomes in Building Materials Through the Examples Non-Examples Method
Abdullah Rifai
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 4 (2021): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series (Special Issue 1
Publisher : Universitas Sebelas Maret
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (551.045 KB)
|
DOI: 10.20961/shes.v4i5.66040
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar matematika pada materi bangun ruang pada siswa kelas IV SD Negeri 01 Sijambe. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas IV SD Negeri 01 Sijambe yang berjumlah 30 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan tes. Keabsahan data menggunakan teknik triangulasi dan sumber. Analisis data kuantitatif menggunakan statistik deskriptif, sedangkan analisis data kualitatif meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa model Examples Non-Examples dapat meningkatkan hasil belajar pada materi pembelajaran matematika. Persentase ketuntasan hasil belajar siswa pada siklus I sebesar 80,00%, pada siklus II sebesar 93,33%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa model Examples Non-Examples dapat digunakan sebagai salah satu alternatif untuk meningkatkan hasil belajar pada materi pembelajaran matematika.
Development of an English Learning Model Based on Contextual Teaching and Learning (CTL) for Students of SMP Negeri 3 Mambi
Muh Saleh
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 4 (2021): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series (Special Issue 1
Publisher : Universitas Sebelas Maret
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (578.218 KB)
|
DOI: 10.20961/shes.v4i5.65961
Penerapan kurikulum K13 , guru-guru dituntut untuk melakukan perubahan sesuai dengan pendekatan pembelajaran yang sejalan dengan kurikulum itu. Namun, kenyataan di lapangan tidak seperti apa yang diharapkan. Selain itu, masih banyak guru yang menggunakan materi dan alat bantu pembelajaran yang tidak kontekstual sesuai dengan kebutuhan siswa. Tujuan utama dalam penulisan ini adalah menghasilkan: (1) RPP (Lesson Plan) untuk siswa SMP, (2) lembar kerja Siswa (Student Worksheet); dan buku siswa berbasis CTL. Metode yang digunakan untuk mencapai tujuan penelitian ini adalah Research and Development (R&D) Hasil analisis yaitu 1) salah satu cara untuk meningkatkan keterampilan komunikasi siswa dan kemampuan berpikir kritis mereka adalah dengan mengembangkan perangkat pembelajaran berbahasa Inggris berbasis CTL; (2) faktor-faktor yang mempengaruhi ketidakmampuan untuk berkomunikasi dalam bahasa Inggris.Hal ini berbeda dengan proses pembelajaran yang dilakukan dengan pembelajaran berbasis CTL siswa memiliki peluang untuk berbicara dan berpikir secara kritis untuk mendiskusikan permasalahan yang dihadapi secara nyata di depan teman-teman kelasnya untuk mempertahan hasil proyek.
STEM Learning Approach to Improve Mathematics Learning Outcomes in Class VI SDN Mulyasari Patokbeusi
Aryani Aryani
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 4 (2021): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series (Special Issue 1
Publisher : Universitas Sebelas Maret
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (644.188 KB)
|
DOI: 10.20961/shes.v4i5.65977
Rendahnya motivasi dan hasil belajar Matematika pada siswa kelas VI SDN Mulyasari Patokbeusi menuntut guru untuk melakukan inovasi dan perbaikan proses pembelajaran. Salah satu alternatif yang dipilih adalah dengan menerapkan pendekatan pembelajaran STEM yaitu pendekatan pembelajaran yang menggabungkan Sains, Teknologi, Enjinering, dan Matematika ke dalam metode pembelajaran Problem Based Learning (Pembelajaran Berbasis Masalah). Pendekatan pembelajaran STEM dipilih sebagai alternatif pemecahan masalah karena diyakini dapat meningkatkan keaktifan dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran, membantu siswa memahami materi melalui proyek pemecahan masalah dalam kehidupan sehari-hari, serta bagaimana siswa dapat menerapkan ilmu pengetahuan yang dipelajari untuk memecahkan masalah yang dekat dengan kehidupan nyata, sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan hasil belajar siswa, terutama dalam hal ini mata pelajaran Matematika kelas VI semester 1. Hal ini dibuktikan dengan meningkatnya hasil belajar siswa yang mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal pada KD Pengetahuan, KD Keterampilan dan sikap. Ketuntasan KD Pengetahuan pada siswa meningkat dari 20% menjadi 85%, Ketuntasan KD Keterampilan siswa meningkat dari 15% menjadi 80% . Begitu juga dengan sikap siswa mengalami peningkatan yang signifikan terutama pada sikap percaya diri meningkat dari 45% menjadi 95% dan disiplin dari 50% menjadi 100%.
The Low Reading Interest Of Fifth Grade Students at Sd Negeri Kalipucang Kulon, Batang District, Batang Regency
Joni Setiawan
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 4 (2021): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series (Special Issue 1
Publisher : Universitas Sebelas Maret
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (613.122 KB)
|
DOI: 10.20961/shes.v4i5.65993
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya minat belajar siswa pada tema 2 sub tema 1 pada siswa kelas V Sekolah Dasar Negeri Kalipucang Kulon Kecamatan Batang Kabupaten Batang. Salah satu solusi untuk masalah ini untuk implementasi model pembelajaran kooperatif tipe scramble. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui meningkatnya minat belajar siswa pada tema 2 sub tema 1 pada siswa kelas V Sekolah Dasar Negeri Kalipucang Kulon dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe scramble. Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari dua pertemuan dan empat tahap; perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, angket, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pada kemampuan pre- action minat siswa dalam belajar tema 2 sub tema 1 pada siswa kelas 5 SD Negeri Kalipucang Kulon masih mencapai persentase 59% atau diklasifikasikan sebagai kurang minat. Pada siklus pertama, meningkat menjadi 75% atau tergolong cukup tertarik. Pada siklus kedua, kemampuan minat siswa dalam mempelajari tema 2 sub tema 1 pada siswa kelas V Sekolah Dasar Negeri Kalipucang Kulon dikategorikan sangat menarik dengan persentase 91,43%.
Application of The Problem Based Learning (PBL) Learning Model to Increase IPA Learning Outcomes for Class V
Endah Setia Triningrum
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 4 (2021): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series (Special Issue 1
Publisher : Universitas Sebelas Maret
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (597.385 KB)
|
DOI: 10.20961/shes.v4i5.66024
Pelaksanaan pembelajaran IPA yang masih bersifat konvensional mengakibatkan belum optimalnya hasil belajar kognitif siswa. Sehingga tujuan dari penelitian ini yakni untuk mengetahui apakah model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dapat menumbuhkan hasil belajar IPA kelas V SDN Padangjaya 03. Subjek penelitian adalah siswa/siswi kelas V SDN Padangjaya 03 di Kecamatan Majenang Tahun ajaran 2000/2021 yang berjumlah 11 anak. Hasil data diperoleh melalui pemberian tes. Tes dilakukan untuk mengetahui hasil belajar IPA yang dikumpulkan pada setiap akhir siklus. Hasil penelitian menunjukan dengan menggunakan model Problem based Learning (PBL) dapat menambah hasil belajar siswa kelas V di SDN Padangjaya 03. Peningkatan hasil belajar siswa pada siklus 1 sebesar 54,55%. menunjukan adanya peningkatan namun belum mencapai indikator yang ditentukan karena masih berada pada kriteria tidak baik dan pada siklus II 94,44% berada pada kriteria baik. Jadi kesimpulan pembahasan adalah penenrapan model Problem Based Learning (PBL) memiliki dampak yang sangat baik terhadap hasil belajar siswa, hal ini dapat kita lihat dari pelajaran IPA materi Pembuatan Makanan Pada Tumbuhan Hijau.