Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series is a peer-reviewed interdisciplinary journal with broad coverage, consolidate basic and applied research activities by publishing the proceedings of the conference in all areas of the social sciences, humanities and education.
Articles
1,517 Documents
Higher Order Thinking Skills in Elementary Schools
Permatasari, Chintia Putri
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 4 (2021): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series (Special Issue 2
Publisher : Universitas Sebelas Maret
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (647.512 KB)
|
DOI: 10.20961/shes.v4i6.68582
Berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi pada abad ke-21 membuat kita harus beradaptasi dan mampu memiliki kemampuan berpikir tingkat tinggi. Keterampilan berpikir tingkat tinggi bagi siswa usia sekolah dasar sanagt penting untuk mengahadapi era abad ke-21. Keterampilan berpikir tigkat tinggi tidak hanya mengingat tetapi juga diharapkan untuk dapat mengembangkan ide. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisa bagaimana keterampilan tingkat tinggi yang dimiliki anak usia sekolah dasar. Salah satu caranya adalah dengan diterapkannya berbagai model dan media pembelajaran inovatif. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dimana berbagai sumber seperti jurnal dan artikel terkait dijadikan sebagai data dalam penelitian ini. Hasilnya menjunjukkan bahwa adanya perubahan pembelajaran ini tentunya berpengaruh pula terhadap keterampillan berpikir tingkat tinggi siswa yang secara umum masih rendah sehingga membutuhkan model dan media pembelajaran yang inovatif.
Wordwall Game to Improve Early Reading Skill with the Syllable Method for The First Grade Students in Primary School
Sugiarti, Lulut
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 4 (2021): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series (Special Issue 2
Publisher : Universitas Sebelas Maret
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (680.228 KB)
|
DOI: 10.20961/shes.v4i6.68407
Selama masa pandemi Covid-19, guru tetap harus menerapkan metode pembelajaran yang inovatif dan menyenangkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan membaca permulaan dengan metode suku kata pada siswa kelas I SD dengan menerapkan games Wordwall. Penelitian yang dilakukan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) sebanyak tiga siklus, dengan setiap siklusnya terdiri dari dua pertemuan. Tahapan setiap siklusnya adalah perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Setiap pertemuan dilakukan pre test dan post test untuk mengetahui perkembangan siswa. Pada siklus I siswa yang tuntas setelah melaksanakan post test sebesar 50%. Pada siklus II siswa yang tuntas setelah melaksanakan post test sebesar 69%. Pada siklus III siswa yang tuntas setelah melaksanakan post test sebesar 94%. Hasil ini menunjukan bahwa games Wordwall dapat meningkatkan kemampuan membaca permulaan dengan metode suku kata khususnya siswa di kelas I SDN 01 Kalimojosari.
Problem Based Learning can Improve Students Thematic Learning Outcomes
Putranto, Yoga Anggrian
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 4 (2021): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series (Special Issue 2
Publisher : Universitas Sebelas Maret
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (539.292 KB)
|
DOI: 10.20961/shes.v4i6.68600
Problem Based Learning merupakan salah satu model pembelajaran yang banyak digunakan oleh guru. Model pembelajaran ini membuat peserta didik aktif dan mampu memahami materi pembelajaran dengan lebih baik sehingga dapat meningkatkan hasil belajar. Hasil belajar peserta didik dinilai dari aspek kognitif, afektif, psikomotor. Berbagai penelitian telah dilakukan untuk mengetahui hubungan antara model pembelajaran Problem Based Learning terhadap hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran tematik. Dari berbagai penelitian tersebut menyimpulkan bahwa model pembelajaran Problem Based Learning dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik di mata pelajaran tematik. Hal ini menunjukkan bahwa model pembelajaran Problem Based Learning dapat menjadi solusi bagi guru untuk membantu meningkatkan hasil belajar mata pelajaran tematik peserta didik.
Environmental Cleanliness
Istianah, Aan
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 4 (2021): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series (Special Issue 2
Publisher : Universitas Sebelas Maret
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (421.568 KB)
|
DOI: 10.20961/shes.v4i6.68612
kebersihan lingkungan sekolah, adalah seluruh masyarakat yang ada di sekolah. Bukan hanya petugas kebersihan di sekolah saja yang bertugas untuk membersihkan sekolah seperti menyapu, memangkas rumput di taman, atau mengepel lantai sekolah. Guru, staff, dan murid juga harus ikut serta dalam menjaga kebersihan lingkungan sekolah. Dengan adanya piket di kelas adalah sebuah bentuk menjaga kebersihan lingkungan di sekolah. Lingkungan sekolah itu termasuk kelas yang kamu tempati, dengan kelas yang bersih, akan membuat suasana belajar mengajar menjadi lebih nyaman dan tentunya dengan lingkungan sekolah yang bersih, akan membuat sekolah menjadi indah. Manfaat kebersihan lingkungan menambah semangat belajar dan lingkungan sekolah menjadi nyaman dan sehat. Tujuan artikel ini adalah untuk mengetahui seberapa pentingnya menjaga lingkungan sekolah agar lingkungan sekolah menjadi nyaman tempat belajar mengajar yang kondusif. Kebersihan lingkungan sekolah sangatlah penting dapat mendukung tumbuh kembang anak secara optimal, anak-anak menjadi sehat dan dapat berfikir jernih, sehingga dapat menjadi anak-anak yang cerdas.
Improving Mathematics Learning Outcomes Through Experimental Methods To Sixth Grade Student Of SD Muhammadiyah 8 Jagalan
Widodo, Sidiq
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 4 (2021): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series (Special Issue 2
Publisher : Universitas Sebelas Maret
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (621.027 KB)
|
DOI: 10.20961/shes.v4i6.68456
Penelitian pembelajaran ini dilatar belakangi adanya masalah berupa rendahnya hasil belajar matematika dikarenakan penggunaan metode konvensional yang tidak menarik bagi siswa. Dari studi pendahuluan didapatkan data bahwa ketuntasan hasil belajar matematika 59,1% dengan rata-rata 66,8. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar matematika dengan penerapan metode eksperimen. Pelaksanaan penelitian perbaikan pembelajaran ini terdiri dari 2 siklus dengan 4 tahap berupa perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi di tiap siklus. Pada siklus I didapatkan hasil belajar matematika siswa meningkat dengan ketuntasan siswa 72,7% dengan rata-rata 75,2. Pada siklus II didapatkan hasil ketuntasan siswa 90,9% dengan rata-rata hasil belajar siswa 83,4. Hal ini membuktikan bahwa penerapan metode eksperimen mampu meningkatkan hasil belajar matematika siswa pada materi lingkaran.
Improved Learning Outcomes Of Natural Science Lessons Through Problem Based Learning (PBL) Models
Julaiha, Julaiha
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 4 (2021): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series (Special Issue 2
Publisher : Universitas Sebelas Maret
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (594.78 KB)
|
DOI: 10.20961/shes.v4i6.68472
Hasil tes prasiklus menunjukkan dari 24 peserta didik yang mendapatkan nilai lebih dari KKM hanya 8 peserta didik (33 c/o) sementara 16 peserta didik (67 c/o) mendapatkan nilai dibawah KKM. Nilai rata-rata kelasnya adalah 61,25. Tujuan penelitian ini adalah (1) Memperbaiki proses pembelajaran;(2) Meningkatkan hasil belajar peserta didik dengan Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL). Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Penelitian tindakan kelas ini terdiri dari empat tahapan dasar yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Hasil belajar pada siklus I meningkat dengan nilai rata-rata kelas 65,83 dan ketuntasan belajar 58,33 %. Pada Siklus II, hasil belajar siswa juga meningkat. Rata- rata kelas menjadi 75,83 dan ketuntasan belajar menjadi 83,33%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik dalam pembelajaran Tema Ekosistem Sub Tema Komponen Ekosistem Muatan Pembelajaran IPA di Kelas V Semester I Tahun Pelajaran 2021/2022 SD Negeri Cikandang 01 Kersana Brebes.
Implementation Of The Numbered Heads Together (NHT) Cooperative Model To Improve Elementary Students' Learning Activities
Purnama, Risma Srie
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 4 (2021): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series (Special Issue 2
Publisher : Universitas Sebelas Maret
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (545.181 KB)
|
DOI: 10.20961/shes.v4i6.68488
Kemajuan IPTEK yang begitu pesat sangat mempengaruhi perkembangan dunia pendidikan. Oleh karena itu, hal pertama yang harus dibenahi adalah pendidikan dasar. Dikatakan demikian, karena pendidikan dasar merupakan jenjang pendidikan awal yang harus ditanamkan kepada siswa untuk bekal hidup di masyarakat dan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Dalam proses pembelajaran, siswa dituntut untuk terlibat aktif lebih banyak sehingga pembelajaran tidak lagi berpusat pada guru melainkan pembelajaran berpusat pada siswa. Tujuan pembelajaran tentu saja akan tercapai jika siswa berusaha secara aktif untuk mencapainya. Oleh karena itu, guru harus menerapkan pembelajaran yang inovatif yang membuat siswa lebih termotivasi untuk mengikuti pembelajaran sehingga aktivitas belajar siswa lebih meningkat dan tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan optimal. Tujuan artikel ini adalah untuk 1) mendeskripsikan aktivitas belajar siswa, 2) mendeskripsikan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT) 3) pengaruh model NHT dalam meningkatkan aktivitas belajar siswa. Hasil penelitian ini adalah 1) aktivitas belajar siswa merupakan prinsip yang sangat penting dalam pembelajaran 2) model koopetif tipe NHT dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa.
Improving Student Learning Outcomes Through The Cooperative Learning (CL) Learning Model
Indriawati, Amanah
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 4 (2021): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series (Special Issue 2
Publisher : Universitas Sebelas Maret
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (555.376 KB)
|
DOI: 10.20961/shes.v4i6.68505
Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar tematik tema 5 sub tema 3 melalui model pembelajaran Cooperative Learning pada siswa Kelas VI Semester 1 SDN 1 Pekiringan Tahun Pelajaran 2020/2021. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan pada kelas VI Semester 1 SDN 1 Pekiringan dengan kondisi awal hasil belajar tematik masih rendah. Jenis penelitian adalah penelitian tindakan kelas, yang dilaksanakan dalam 2 siklus. Tiap siklus terdiri dari 4 langkah yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi dengan menerapkan model pembelajaran Cooperative Learning terhadap materi tematik tema 5 sub tema 3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Cooperative Learning dapat meningkatkan hasil belajar tematik tema 5 sub tema 3 pada siswa Kelas VI SDN 1 Pekiringan telah dilaksanakan dengan baik dan efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Hal ini dapat dilihat dari hasil penelitian yang menunjukkan adanya peningkatan dalam setiap siklus. Berdasarkan catatan selama penerapan model pembelajaran Cooperative Learning didapat perolehan pada pra siklus persentase ketuntasan hasil belajar 35% dengan rata-rata 64. Pada siklus I mengalami peningkatan hasil belajar yaitu 78% dengan rata-rata 77. Pada siklus II mengalami peningkatan yaitu 91% dengan rata-rata 85.
Improving Procedure Text Writing Skills Using The Savi (Somatic, Auditory, Visual, Intellectual) Learning Model In Class IV SDN Kramat 1 Dempet
Astuti, Wiji
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 4 (2021): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series (Special Issue 2
Publisher : Universitas Sebelas Maret
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (593.021 KB)
|
DOI: 10.20961/shes.v4i6.68550
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatan keterampilan menulis peserta didik pada mata pelajaran Bahasa Indonesia materi Teks Prosedur kelas IV dengan model pembelajaran SAVI (somatic, auditory, visual, intellectual). Penelitian yang dilakukan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) sebanyak dua siklus, dengan setiap siklusnya terdiri dari dua pertemuan. Tahapan setiap siklusnya adalah perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Setiap akhir siklus dilaksanakan penilaian untuk mengetahui perkembangan peserta didik. Persentase ketuntasan belajar peserta didik pada pelajaran Bahasa Indonesia materi teks prosedur siklus I diperoleh hasil 72,73%, meningkat pada siklu II diperoleh hasil ketuntasan belajar 95,24%. Berdasakan hal tersebut membuktikan bahwa penerapan model SAVI dapat meningkatkan keterampilanmenulis teks prosedur peserta didik kelas IV di SDN Kramat 1 Dempet.
Role Playing Learning Models In Learning Ips In Elementary School
Prasetya, Harry
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 4 (2021): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series (Special Issue 2
Publisher : Universitas Sebelas Maret
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (451.482 KB)
|
DOI: 10.20961/shes.v4i6.68400
Pendidikan merupakan suatu usaha yang dilakukan secara sadar, melalui perencanaan yang telah tersusun dengan memperhatikan berbagai aspek, guna mengembangkan berbagai macam potensi yang ada. Pendidikan terdiri dari beberapa komponen salah satunya proses pembelajaran. Guru memegang peranan penting dalam menciptakan kegiatan pembelajaran oleh karena itu guru harus mampu menerapkan model-model pembelajaran sesuai dengan materi pembelajaran yang akan disampaikan, sehingga akan tercipta pembelajaran yang bermakna bagi peserta didik. Pembelajaran IPS di SD biasanya menuntut siswa untuk banyak membaca dan menghafal materi pelajaran, sehingga membuat siswa kurang paham dan proses pembealajaran terasa monoton. Guna mengatasi permasalah tersebut, diperlukan model atau kegiatan pembelajaran yang mengedepankan proses belajar dan mengutamakan aktifitas menyenangkan siswa di dalam kelas atau sering dikenal dengan istilah student centered. Tujuan kajian ini adalah untuk mendeskripsikan model pembelajaran role playing dalam pembelajaran IPS. Hasil penelitian ini adalah model pembelajaran role playing merupakan salah satu model pembelajaran yang dapat membantu peserta didik untuk meningkatkan keterampilan terutama keterampilan sosialnya. Melalui model pembelajaran role playing diharapkan peserta didik memiliki pengetahuan dan pengalaman yang bermakna yang berkaitan dengan diri peserta didik serta lingkungan sosial peserta didik khususnya dalam memahami dan menerapkan materi-materi dalam pembelajaran IPS di Sekolah Dasar.