Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series is a peer-reviewed interdisciplinary journal with broad coverage, consolidate basic and applied research activities by publishing the proceedings of the conference in all areas of the social sciences, humanities and education.
Articles
1,517 Documents
Strengthening village potentials through the “KKN mbangun desa” program in increasing the Developing Village Index in Ngawi Regency
Subarno, Anton;
Dewi, Amina Sukma
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 5, No 4 (2022): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (821.286 KB)
|
DOI: 10.20961/shes.v5i4.69112
Di tahun 2022 Indonesia masih menghadapi pandemi covid-19. Pendidikan dan pembangunan tetap harus berjalan di tengah perjuangan menghadapi penyebaran covid-19. Kuliah Kerja Nyata (KKN) sebagai sarana komunikasi antara masyarakat dengan lingkungan akademik tetap mempertahankan menjalankan perannya sebagaimana mestinya berdampingan dengan virus covid-19. Studi ini bertujuan untuk membahas sinergisme antara pelaksanaan KKN dengan ketercapaian Indeks Desa Membangun (IDM) di Kabupaten Ngawi Jawa Timur. Metode penelitian adalah kualitatif dengan jumlah mahasiswa yang terlibat sebanyak 20 mahasiswa tersebar di 17 Desa Kabupaten Ngawi. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder dengan menganalisis dokumen laporan pelaksanaan KKN tahun 2020 dan IDM tahun 2020, 2021, dan 2022. Teknik analisis data menggunakan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) pelaksanaan program KKN mbangun desa berhasil meningkatkan IDM di Kabupaten Ngawi, (2) 81 program KKN menopang Indikator Indeks Ketahanan Sosial (IKS) sebesar 84%, menopang Indikator Indeks Ketahanan Ekonomi (IKE) sebesar 6%, dan menopang Indikator Indeks Ketahanan Lingkungan (IKL) sebesar 10%, (3) tren jumlah desa kategori mandiri dan desa maju cenderung meningkat sedang tren jumlah desa kategori berkembang cenderung menurun.
Art Education in Culturing The Value of Local Wisdom to Support Tourism in Kuok District
Zufriady, Zufriady;
Munjiatun, Munjiatun;
Faizah, Hasnah;
Rahman, Emustian;
Hermandra, Hermandra;
Ramadani, Shalamet
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 5, No 4 (2022): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (631.365 KB)
|
DOI: 10.20961/shes.v5i4.68971
Besar harapan bagi masyarakat Kuok khususnya di Pulau Belimbing yang menjadi tempat pelestarian budaya yang sering dikunjungi oleh wisatawan lokal dan wisatawan mancanegara menjadi pendorong masyarakat dalam mendidik anak-anak belajar kesenian mereka sebagai salah satu upaya pelestarian dan penanaman nilai kearifan lokal. Data diperoleh dari wawancara dan observasi lapangan di kenagarian kuok. Hasil diperoleh bahwa saat sekarang ada tiga sanggar seni masyarakat dan beberapa sanggar seni yang ada di sekolah formal berada di kegiatan ekstrakurikuler di tingkat SD, SMP, MAN dan SMK. Kesenian yang dipelajari berupa musik calempong, silek bungo, tari pasombahan, sandiwara, komposis musik tradisional dan garapan tari tradisional. Kesenian berkembang di sanggar dan sekolah tersebut sering ditampilkan pada ajang wisata seperti kunjungan tamu di rumah lontiok, penyambutan tamu di kegiatan kedinasan dan acara masyarakat dan perlombaan pada festival yang dilaksanakan oleh dinas pariwisata dan dinas pendidikan.
Management and Analysis Social Vulnerability to Earthquake in Joho Hamlet, Jambidan Village, Banguntapan District, Bantul Regency
Nurmaya, Acintya;
Amanda, Muhamad Denis
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 5, No 4 (2022): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (598.998 KB)
|
DOI: 10.20961/shes.v5i4.69050
alam. Dusun Joho termasuk daerah dengan kepadatan penduduk yang cukup tinggi. Dusun Joho merupakan wilayah masuk kedalam wiayah dengan tingkat kerawanan gempabumi yang tinggi dikarenakan lokasinya dekat dengan sesar opak. Hal ini meningkatkan risiko saat terjadinya bencana gempa bumi. Penelitian ini bertujuan untuk mengurangi risiko timbulnya korban jiwa ketika terjadinya bencana gempa bumi dengan penentuan Lokasi Titik Kumpul. Penelitian ini menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk analisis spasial dan untuk menentukan jalur evakuasi dan titik kumpul menggunakan software ArcGIS. Kajian ini penting dilakukan karena wilayah Dusun Joho memiliki kerentanan sosial yang tinggi terhadap bencana gempa bumi. Untuk analisis kerentanan, analisis spasial dilakukan melalui bangunan eksisting dan dokumen rencana tata ruang. Rekomendasi untuk pengelolaan dan mitigasi di masa depan untuk meminimalkan dampak tsunami di daerah pemukiman dirumuskan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dusun Joho terletak pada zona sebaran kepadatan penduduk sangat tinggi Analisis spasial juga menunjukkan bahwa dokumen tata ruang dan tata guna lahan yang ada tidak mempertimbangkan risiko bencana gempabumi. Oleh karena itu, rekomendasi kami memberikan solusi tempat penampungan sementara yang memungkinkan untuk setiap potensi dampak gempabumi dan pendekatan mitigasi untuk mengurangi kerentanan sosial.
Analysis of The Carrying Capacity of Domestic Water Sources for Community Water Needs For 2018-2021 in Sikakap District, Mentawai Islands Regency
Sakoikoi, Fera Ramayana;
Nefilinda, Nefilinda;
Yuherman, Yuherman
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 5, No 4 (2022): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (902.654 KB)
|
DOI: 10.20961/shes.v5i4.69106
Tujuan penelitian untuk mengetahui kebutuhan air, potensi air dan daya dukung air Kecamatan Sikakap Kabupaten Kepulauan Mentawai tahun 2018-2021. Metode penelitian: deskriptif kuantitaif. Hasil penelitian: 1) Kebutuhan airl tertinggi adalah pada tahun 2018 yaitu 116.046m3/th, tahun 2021 yaitu 34.215 m3/th. 2) Ketersediaan air di Kecamatan Sikakap Kabupaten Kepulauan Mentawai pada tahun 2018 hingga 2021 sebanyak 22.807.774,16 m3/th. 3) Daya dukung air di Kecamatan Sikakap pada tahun 2021 yang tertinggi berada di Desa Sikakap yaitu 7.163.352,44 kapita/km2 dan yang terendah di Desa Matobe sebanyak 6.842,83 kapita/km2.Sedangkan pertahun Daya dukung air (DDA) di Kecamatan Sikakap yang tertinggi yaitu pada tahun 2020 sebanyak 7.725.878,95 kapita/km2 dan yang terenda pada tahun 2018 yaitu sebanyak 1.173.983,92 kapita/km2.
Community Participation In Disaster Risk Reduction “Peseduluran Village”
Suryani, Yulinda Erma;
Darupratomo, Darupratomo;
Ratnanik, Ratnanik;
Anghraini, Kuntum Ria;
Ambarsari, Dwi Wanito;
Nisfa, Syafira
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 5, No 4 (2022): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (914.676 KB)
|
DOI: 10.20961/shes.v5i4.69101
Gunung api merapi adalah gunung aktif yang berada di dua provinsi yaitu DIY dan Jawa Tengah. DIY berada di Kabupaten Sleman, Jawa Tengah berada di 3 kabupaten yaitu Kabupaten Magelang, Boyolali dan Klaten. Kecamatan yang paling berdampak Ketika ada letusan gunung api Merapi adalah kecamatan yang berada di lereng gunung api merapi yaitu kecamatan Kemalang, Kebonarum dan Prambanan. Pengurangan risiko bencana memerlukan peran aktif masyarakat yang hidup dan tinggal di wilayah yang mempunyai kerentanan tinggi terhadap bencana. Bencana gunung api Merapi bukan sesuatu yang harus ditakuti, bencana dapat dipelajari penyebab dan risikonya. Masyarakat di Kecamatan Kemalang harus hidup sadar, siaga dan berdampingan dengan bencana. Masyarakat Klaten mampu membuat sebuah model pengurangan risiko bencana yang dapat digunakan sebagai acuan ketika menghadapi bencana, yaitu desa Peseduluran. Desa paseduluran adalah desa di daerah bencana menjalin hubungan layaknya sedulur dengan desa bebas bencana, sehingga bila terpaksa mengungsi maka tujuannya ke tempat sedulurnya. 13 “desa paseduluran” yang telah terbentuk di antaranya Desa Bawukan Kecamatan Kemalang dengan Desa Brajan Kecamatan Prambanan, Desa Sidorejo Kecamatan Kemalang dengan Desa MendenKecamatan Kebonarum, Desa Kendalsari Kecamatan Kemalang dengan Desa Karangduren, dan Desa Basin dengan Desa Pluneng Kecamatan Kebonarum.
Analisis Spasial Konflik Lahan Perkebunan Kelapa Sawit di Kecamatan Tapung Hulu Kabupaten Kampar
Oktania, Tiara;
Nefilinda, Nefilinda;
Rezki, Afrital
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 5, No 4 (2022): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (640.716 KB)
|
DOI: 10.20961/shes.v5i4.69159
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Analisis Spasial Konflik Lahan Perkebunan Kelapa Sawit di Kecamatan Tapung Hulu Kabupaten Kampar. Jenis penelitian deskriptif kualitatif. Hasil penelitian analisis pola ruang konflik lahan perkebunan kelapa sawit. Konflik terjadi karena perusahaan telah mengunakan lahan di luar dari HGU yang di berikan. Tidak memberikan ganti rugi kepada masyarakat. Faktor penyebab terjadinya konflik lahan adalah: faktor ekonomi dan kepemilikan lahan. (1) Patok BPN tidak dapat di temukan di dalam areal yang di tinjau sesaui dengan HGU. (2) Tim memulai pendataan lokasi, berdasarkan pengecekan lokasi tersebut ditemukan adanya pada beberapa tempat penanaman oleh pihak perusahaan, namun yang telah di tanam oleh perusahaan lokasi tersebut berada dalam HGU. (3) Dasar penanaman menurut pihak perusahaan adalah ganti rugi lahan perusahaan. Sedangkan masyarakat belum pernah menerima ganti rugi lahan. Berdasarkan data yang di peroleh dari lapangan, masih ada formulir ganti rugi yang di pegang oleh masyarakat. 14 Desa yang ada di Kecamatan Tapung Hulu ada 3 Desa yang berkonflik lahan perkebunan kelapa sawit masyarakat dengan perusahaan swasta. Formulir merupakan hasil pendataan ganti rugi. Luas lahan pengarapan masyarakat yang berhasil di himpun: 1). Desa Kasikan dengan luas lahan konflik 2.300 Ha, 2). Desa Senama Nenek luas konflik 2.800 Ha, 3). Desa Danau Lancang luas konflik 1.750 Ha. Hasil pengecekan lapangan, lahan berada diluar areal HGU. Pemerintah Kecamatan Tapung Hulu menyelesaikan konflik antara Perusahaan dan Masyarkat melalui negosiasi dan mediasi.
Problem Based Learning in Civic Learning in First Grade Elementary
Partini, Partini
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 4 (2021): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series (Special Issue 2
Publisher : Universitas Sebelas Maret
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (713.33 KB)
|
DOI: 10.20961/shes.v4i6.70439
Problem Based Learning merupakan salah satu model pembelajaran inovatif yang perannya dapat memberikan dampak lingkungan belajar yang aktif pada siswa. Pembelajaran yang dirancang secara aktif akan memberikan pengalaman belajar yang nyata bagi peserta didik tentunya konteks pembelajaran ini masih berkaitan langsung dengan permasalahan yang muncul di lingkungan sekitarnya. Pada dasarnya PKn merupakan pelajaran yang dalam penerapannya menekankan pada pengembangan nilai-nilai luhur dan moral yang mengacu pada nilai-nilai budaya bangsa. Kewarganegaraan juga berusaha untuk menyatukan individu individu ke dalam bingkai yang utuh. Implementasi Problem Based Learning pada pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) diharapkan kedepannya siswa mampu mengedepankan nilai-nilai yang telah dipelajari selama duduk di bangku sekolah.
Strengthening of Multiple Calculating Operational Skills Through Media Times Cards Playing (TCP) Games
Utomo, Priyo
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 4 (2021): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series (Special Issue 2
Publisher : Universitas Sebelas Maret
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (558.339 KB)
|
DOI: 10.20961/shes.v4i6.68714
Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan (R &D). Adapun Subjek ujicoba produk siswa kelas III SD Negeri Ngempon 02. Instrumen yang digunakan adalah lembar kuesioner dan lembar observasi. Hasil penelitian menunjukkan media Times Cards Playing (TCP) layak digunakan pada pembelajaran perkalian untuk siswa kelas III Sekolah Dasar. Hal ini ditunjukkan dari penilaian validasi yang memperoleh kriteria sangat valid dengan rentang nilai 80-100 ditinjau dari aspek penyajian media, permainan edukatif, bahasa, dan materi. Sedangkan lembar observasi dan kuesioner respon siswa terhadap media Times Cards Playing (TCP) menunjukkan respon positif dengan rentang nilai 76-100. Hasil penilaian ini termasuk kategori sangat praktis. Adapun saran dalam penelitian ini adalah media TCP perlu digunakan untuk guru kelas IIII sekolah dasar untuk melatih keterampilan operasi hitung perkalian 1-10.
The Use Of "Keramas" Puppet Media To Improve Learning Outcomes In Class 5 Science Learning At SDN 1 Suruh
Rudiyanti, Ninik
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 4 (2021): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series (Special Issue 2
Publisher : Universitas Sebelas Maret
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (726.033 KB)
|
DOI: 10.20961/shes.v4i6.68492
Pembelajaran IPA di Sekolah Dasar (SD) saat ini cenderung kurang menarik dan kurang membangkitkan semangat siswa dalam belajar, padahal pembelajaran harusnya dilakukan dengan cara yang tepat sehingga menjadi lebih bermakna. Seringkali siswa kurang memahami materi yang disampaikan, namun siswa hanya diam dan tidak memiliki keberanian untuk bertanya. Siswa menjadi kurang aktif dan dan kurang memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. Media wayang dipilih membantu untuk mengembangkan kreativitas dalam berpikir serta meningkatkan motivasi dan rasa ketertarikan untuk belajar dengan suatu alur cerita dengan media tersebut. Media pembelajaran berupa wayang “KERAMAS” dapat disesuaikan dengan perkembangan kognitif siswa di tingkat Sekolah Dasar yang masih pada tahap operasional konkret yang ditandai dengan hal yang nyata. Wayang “KERAMAS” sebagai media pembelajaran dapat menjadi sarana belajar Ilmu Pengetahuan Alam siswa kelas 5 di SDN 1 Suruh. Penelitian ini dilakukan dengan 20 siswa kelas 5 menjadi dua tahap. Tahap I dilakukan uji coba pembelajaran IPA tanpa menggunakan media diperoleh nilai rata-rata 69,5 atau masih kurang dari nilai KKM. Tahap II dilakukan menggunakan media wayang terjadi kenaikan nilai yang signifikan, sehingga diperoleh nilai rata-rata 78,5.
The Effectiveness Of The Numbered Head Together Model On Mathematics Learning Outcomes
Suwartik, Suwartik
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 4 (2021): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series (Special Issue 2
Publisher : Universitas Sebelas Maret
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (661.275 KB)
|
DOI: 10.20961/shes.v4i6.68509
Penelitian ini bertujuan untuk menguji keefektifan model NHT terhadap hasil belajar matematika siswa kelas IV SDN Gugus Ki Hajar Dewantara Kecamatan Jati Kabupaten Blora. Desain penelitian menggunakan quasi eksperimental design bentuk nonequivalent control group design. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah cluster sampling. Variabel bebas penelitian ini adalah model NHT. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik tes dan nontes. Analisis data akhir menggunakan uji z, uji t dan n-gain. Hasil uji z menunjukkan zhitung (1,885) > ztabel (1,64), maka siswa dikatakan tuntas klasikal. Hasil uji t menunjukkan rata-rata hasil belajar kelas eksperimen lebih tinggi daripada rata-rata hasil belajar di kelas kontrol dengan nilai thitung (6,450) > ttabel (1,68). Berdasarkan uji n-gain, peningkatan hasil belajar kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol dengan nilai n-gain kelas eksperimen 0,670 dan kelas kontrol 0,414. Simpulan penelitian menunjukkan bahwa model NHT efektif terhadap hasil belajar matematika kelas IV SDN Gugus Ki Hajar Dewantara.