cover
Contact Name
Maksuk
Contact Email
maksuk@poltekkespalembang.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
unitlitbang@poltekkespalembang.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
JPP Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang
ISSN : 25795325     EISSN : 26543427     DOI : -
Core Subject : Health,
JPP : Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang merupakan jurnal berkala ilmiah yang diterbitkan oleh Poltekkes Kemenkes Palembang sejak tahun 2015, dengan eISSN 2654-3427 dan pISSN 2579-5325. Jurnal ini menerima tulisan ilmiah berupa laporan penelitian (original article) dengan fokus dan scope meliputi Keperawatan, kebidanan, kesehatan gigi, Farmasi, Kesehatan Lingkungan, Gizi, Analis Kesehatan, dan kesehatan masyarakat. Jurnal ini juga telah bekerjasama dengan IAKMI, Persagi, HAKLI, PATELKI, PAFI, PPNI, PAEI dan PAKKI dalam hal membantu kemajuan ilmu kesehatan dan mendiseminasikan hasil penelitian.
Arjuna Subject : -
Articles 517 Documents
OPTIMALISASI POTENSI LEMAK AYAM HASIL LIMBAH PASAR DAN RUMAH TANGGA UNTUK MENGHASILKAN BAHAN TAMBAHAN SEDIAAN FARMASI GLISEROL APRILLINA, PERMATA; OKTARIANI, ANITA; KURNIANTO, TEGUH; MANGUNSONG, SONLIMAR
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 12 No 2 (2017): JPP Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lemak ayam belum banyak dimanfaatkan oleh masyarakat dan sering dibuang sebagai limbah potongan hewan. Limbah tersebut termasuk ke dalam limbah sampah membusuk yang dapat mencemari lingkungan. Untuk menanggulangi masalah limbah tersebut diperlukan langkah berupa pengolahan limbah lemak ayam. Penelitian ini dilaksanakan untuk pembuatan gliserin dari lemak ayam hasil limbah pasar dan rumah tangga dan selanjunya dapat dibuat sediaan krim dengan menggunakan bahan tambahan gliserin dari lemak ayam yang dihasilkan limbah pasar dan rumah tangga dalam rangka pengolahan limbah lemak ayam menjadi bahan yang lebih bermanfaat dalam kehidupan.Penelitian ini adalah eksperimental dengan metode destilasi 100 mL Limbah Cairlemak ayam dengan katalisator NaOH dalam Metanol dengan beberapa konsentrasi hingga optimum pada pemanasan 70-100C untuk memperoleh gliserol dari limbah lemak ayam.Didapatkan destilat lapisan gliserol dengan cara destilasi berulang –ulang rerata 10-15 mL. Lapisan gliserol kemudian dianalisis dengan cara kualiatif dan pengukuran indeks bias. Proses identifikasi, didapatkan rata-rata pengukuran indeks bias lapisa natas 1,3390 dan lapisan bawah 1,4585 dengan pembanding gliserol sebesar 1,4627.Proses identifikasi kualitatif dengan cara pemanasan lapisan atas dan bawah.Pada lapisan atas ketika dipananaskan berubah menjadi padat sedangkan pada lapisan bawah semula berbentuk cair dengan struktu rsedikit padat ketika dipanaskan berubah menjadi cair.Kesimpulan: Telah diperoleh gliserol dari hasil destilasi limbah lemak ayam yang dicairkan dengan katalisator NaOH dalam methanol dari 100 mL Lemak dperoleh rerata 10-15 mL gliserol dengan teridentifikasi sebagi gliserol.
PENGARUH TERAPI NYERI NON INVASIFPADA IBU POSTPARTUM BERDASARKAN EVIDACE BASED TERHADAP INTENSITAS NYERI DI BPM KOTA PALEMBANG TAHUN 2017 VASRA, ELITA; SUPRIDA, SUPRIDA; SUKARNI, DIAH; HENDAWATI, HENDAWATI
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 12 No 2 (2017): JPP Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Nyeri dapat dirasakan pada berbagai macam tingkatan mulai dari nyeri ringan-sedang sampai nyeri berat. Tingkatan nyeri yang dirasakan pasien post partum tergantung dari banyaknya sumber penyebab nyeri, toleransi pasien terhadap nyeri, dan faktor psikologis dan lingkungan Tujuan Penelitian untuk menemukan pengaruh terapi non invasif sesuai evidance based terhadap intensitas nyeri pada ibu postpartum di BPM Kota Palembang tahun 2017. Desain penelitian adalah eksperimen semu (quasi experiment). Jumlah sampel sebanyak 32 orang. Dengan masing-masing kelompok berjumlah 16 orang. Tempat penelitian di BPM Limarini dan Husniyati Palembang. Hasil Penelitian: umur ibu postpartum risiko tinggi 46,9 % (15 orang) dan rendah 53,1 % (17 orang) dan paritas tinggi 59,4 % (19 orang) dan paritas rendah 40,6% (13 orang), hasil uji Chi-square umur mempunyai hubungan terhadap intensitas nyeri (p value 0,016 < á = 0,05) dan paritas tidak mempunyai hubungan terhadap intersintas nyeri (p value 0,095<á=0,05). Intesistas nyeri ibu sebelum intervensi: sedang 71,9% (23 orang) dan berat dapat dikontrol 28,1% (9 orang). Intensitas nyeri ibu postpartum sesudah dilakukan intervensi adalah : tidak nyeri 18,8% (6 orang), ringan 65,6% (21 orang) dan sedang 15,6% (5 orang). Rata-rata intensitas nyeri sesudah intervensi 1,97 dengan SD 0,595 sedangkan sebelum 3,28 dengan SD 0,497. Hasil uji statistik didapatkan p–value 0,000 pada alpha 5% terlihat ada perbedaan yang signifikan rata-rata intensitas nyeri. Kesimpulan: Masase bertujuan untuk menstimulasi produksi endhorpin dan dinorpin yang memblokade transmisi nyeri melalui system control desenden. Sedangkan interaksi bayi merupakan media distraksi untuk mendominasi impuls yang masuk dalam system Manajemen Nyeri Non Invasive pada Ibu PostPartum (Nikmatur Rohmah) control asenden sehingga dapat menutup pintu gerbang penghantar nyeri.
PENGARUH EKSTRAK DAUN KEMANGI (Ocimum basilicum ) SEBAGAI OBAT KUMUR TERHADAP AKUMULASI PLAK MARLINDAYANTI, MARLINDAYANTI
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 12 No 2 (2017): JPP Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Plak menjadi penyebab utama penyakit gigi dan mulut, terdiri dari kumpulan bakteri yang melekat dalam suatu matrik intraceluler, dapat di kurangi dengan obat kumur yang mengandung antibakteri. Anti bakteri pada daun kemangi berupa kandungan senyawa dari minyak atsiri yaitu 1,8- cineole, ß-Bisabolene dan methyl eugenol, ketiga nya memiliki sifat larut terhadap etanol dan dapat menyebabkan kerusakan membran sel bakteri. Apabila membran sel rusak maka protein dan lipid dalam bakteri akan keluar, bahan makanan untuk menghasilkan energy tidak dapat masuk sehingga mengakibatkan kematian bakteri. Penelitian ini menggunakan ekstrak daun kemangi (Ocimum Basilicum) dengan dosis 10%, 15% dan 20% sebagai obat kumur. Rumusan masalahnya Apakah ekstrak daun kemangi sebagai obat kumur dapat menurunkan akumulasi plak? Merupakan penelitian eksperimental terencana, clinical trial, dengan desain parallel the pre-post test control group design. Terdapat 3 kelompok perlakuan, 1 kelompok control positif, dan 1 kelompok control negative. Jumlah sampel 50 orang dengan kriteria inklusi (rumus ferderer).Etical clearance dari Unit Etik Poltekkes Makasar. Menggunakan uji parametric Anova. Hasilnya ada perbedaan yang bermakna PHP (personal Hygiene performed) antara control (+) dengan control (-) ekstrak 10%, dan ekstrak 15% (p<0,05) namun tidak ada perbedaan dengan ekstrak 20% (p>0,05). Ekstrak kemangi 20% paling efektif dalam menurunkan akumulasi plak karena memiliki rata- rata php terendah dan berbeda bermakna dibandingkan control (-), ekstrak 10% dan ekstrak 15% (p<0,05). Ekstrak kemangi 20% sama bagusnya dengan control (+) dalam menurunkan akumulasi plak (p>0,05). Kesimpulan Ekstrak daun kemangi dapat digunakan sebagai obat kumur dalam menurunkan akumulasi plak.
INDEKS KARIES GIGI DITINJAU DARI PENYAKIT UMUM DAN SEKRESI SALIVA PADA ANAK DI SEKOLAH DASAR NEGERI 30 PALEMBANG 2017 LISTRIANAH, LISTRIANAH
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 12 No 2 (2017): JPP Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karies gigi adalah kerusakan jaringan keras gigi yang disebabkan oleh karbohidrat jenis sukrosa dan glukosa yang dapat diragikan oleh bakteri menjadi asam. Salah satu faktor penyebab karies adalah saliva. Saliva berperan penting dalam menjaga integritas gigi. Berkurangnya aliran saliva hingga mencapai 0,7 ml/menit akan meningkatkan laju pertumbuhan karies. Penurunan aliran saliva dapat disebabkan karena beberapa faktor terutama penyakit dan konsumsi obat-obatan. Penelitian ini berjudul gambaran angka kejadian karies dengan sekresi saliva dan penyakit umum pada anak sekolah dasar negeri 30 Palembang tahun 2017. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran angka kejadian karies dengan sekresi saliva dan penyakit umum. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif. Metode dengan pendekatan survei. Jumlah sampel sama dengan populasi sebanyak 495 anak. Analisa data yang digunakan adalah univariate. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata skor DMF-T 0,7 dengan kriteria sangat rendah dan skor def-t3, 4 dengan kriteria sedang sedangkan untuk kriteria sekresi saliva tertinggi dengan kategori normal sebanyak 319 anak dan 11 anak memliki penyakit umum dengan kategori sedang gangguan fungsi fisk dan motorik dan gangguan penglihatan (rabun). Kesimpulan dalam penelitian ini adalah bahwa rata-rata anak sekolah dasar negeri 30 Palembang tahun 2017 mempunyai karies gigi dengan criteria tinggi, sekresi saliva dengan criteria normal dan penyakit umum dengan kriteria sedang. Saran dari hasil penelitian ini adalah perlu dilakukan upaya promotif dan preventif oleh petugas kesehatan melalui UKGS agar siswa dapat memelihara kesehatan gigi dan mulutnya.
IDENTIFIKASI PENGGUNAAN OBAT TRADISIONAL CINA PADA PEMBELI DI TOKO OBAT CINA SEKITAR PASAR 16 ILIR PALEMBANG TEDI, TEDI; FADLY, FADLY; DAHLIA, DAHLIA
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 12 No 2 (2017): JPP Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Obat Tradisional Cina sudah banyak beredar di masyarakat Indonesia dan dikenal sebagai obat yang mempunyai efek yang cepat serta khasiat yang manjur dalam pengobatan.Fakta yang beredar tentang obat tradisional Cina yang terdaftar dan tidak terdaftar ataupun tentang efek samping penggunaan obat tradisional menurunkan kewaspadaan masyarakat. Oleh sebab itu, penulis melakukan penelitian tentang identifikasi penggunaan obat tradisional cina pada pembeli di toko obat cina sekitar pasar 16 ilir Palembang, dengan tujuan mengetahui penggunaan obat untuk jenis penyakit apa, jenis sediaan yang digunakan, waktu penggunaan obat, karakteristik pembeli, dan alasan penggunaan obat pada pembeli.Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif yang dilakukan dengan cara menghitung presentase penggunaan obat tradisional cina berdasarkan data-data yang diinginkan. Data diperoleh melalui kuisioner yang telah dibuat oleh peneliti yang akan diberikan dan diisi langsung oleh responden.Berdasarkan hasil identifikasi penggunaan obat tradisional cina penggunaan obat terbanyak pada jenis penyakit kulit dengan persentase 40%, jenis sediaan yang digunakan yaitu serbuk dengan persentase 22%, untuk penggunaan obat terbanyak responden menggunakan hanya pada saat sakit saja dengan persentase 73%, kemudian karakteristik pembeli yaitu pada tingkat pendidikan SMA, berusia rata-rata 17-27 tahun, dan penghasilan dibawah Rp1.000.000,00, dan alasan penggunaan terbanyak yaitu karena obat tradisional cina berkhasiat cepat dan aman. Dapat disimpulkan bahwa obat tradisional Cina sebagian besar digunakan pada jenis penyakit kulit dengan jenis sediaan serbuk yang digunakan hanya pada saat sakit saja dan dapat digunakan oleh semua kalangan dengan alasan penggunaan karena memiliki khasiat yang lebih cepat dibandingkan dengan obat modern.
UJI AKTIVITAS SAMPO HERBAL DAN SAMPO NON HERBAL TERHADAP PERTUMBUHANN JAMUR PENYEBAB KETOMBE (Candida albicans) NIZAR, M
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 12 No 2 (2017): JPP Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rambut merupakan salah satu bagian penting dari kecantikan, bagi penderitanya dapat mengurangi penampilan atau daya tarik dan membuat seseorang tidak percaya diri akibat kotornya rambut sehingga aktivitas sehari-hari dapat terganggu. Untuk mengatasi masalah tersebut, sampo dengan berbagai merk dan zat aktif seudah banyak beredar, begitu juga dengan bahan alami yang memiliki khasiat antifungi. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif yang dilakukan dengan cara mengukur diameter zona hambat pada aktivitas antijamur sampo herbal dan sampo non herbal terhadap jamur penyebab ketombe Candida albicans. Pengujian aktivitas antijamur dilakukan dengan metode difusi agar yang dibuat dengan berbagai konsentrasi dimulai dari konsentrasi 90%, 80%, 70%, 60%, dan 50%.Berdasarkan hasil pengukuran diameter zona hambat pada sampo herbal dan sampo non herbal berbagai konsentrasi, semua sampel mempunyai diameter zona hambat terhadap jamur Candida albicans. Dengan daya hambat tertinggi sampai yang paling rendah adalah Ketokonazol sebesar 39,8 mm, Zinc Pirythione sebesar 34,3 mm, Tea Tree Oil sebesar 30,1 mm, Merang sebesar 24,0 mm dan Selenium Sulfida sebesar 18,4 mm. disimpulkan bahwa semua sampel memiliki aktivitas antijamur terhadap Candida albicans. Dan zat aktif yang paling besar daya hambatnya adalah Ketokonazol.
EFEKTIFITAS EDUKASI GIZI TERHADAP PERBAIKAN ASUPAN ZAT BESI, PROTEIN, DAN KADAR HEMOGLOBIN PADA SISWAI SMA NEGERI 14 PALEMBANG ROTUA, MANUNTUN
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 12 No 2 (2017): JPP Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anemia merupakan masalah kesehatan utama di negara berkembang termasuk di Indonesia. Anemia ditandai dengan rendahnya kadar hemoglobin yang dapat menimbulkan gejala lesu, lelah, lemah, letih, dan cepat lupa yang akan berakibat menurunkan prestasi belajar, olahraga, dan produktifitas kerja. Selain itu, anemia gizi besi dapat menurunkan daya tahan tubuh sehingga tubuh mudah terserang infeksi (Masrizal, 2007). Realita remaja sekarang kurang begitu suka mengkonsumsi makanan yang mengandung zat besi, biasanya suka mengkonsumsi junk food dan fast food sehingga tubuh tidak mendapat asupan gizi yang bervariasi, sehingga dapat terjadinya penurunan produksi sel darah merah, sehingga mudah terjadi anemia (Fitriani, 2015). Faktor Penyebab Masalah Gizi pada Remaja (Moehji, 2003), adalah Kebiasaan makan yang buruk, pemahaman gizi yang keliru, kesukaan yang berlebihan terhadap makanan tertentu, promosi yang berlebihan melalui media massa, masuknya produk-produk makanan baru dari negara lain. Penyuluhan/pendidikan gizi merupakan proses belajar untuk mengembangkan pengertian dan sikap yang positif terhadap gizi agar yang bersangkutan dapat memiliki dan membentuk kebiasaan makan yang baik dalam kehidupan sehari-hari. (Supariasa, 2012). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifas edukasi gizi terhadap asupan gizi besi, asupanprotein dan kadarhemoglobin siswa/i SMA Negeri 14 Palembang. Penelitian ini bersifat semu (Quasi Experimen) dilakukan dengan cara Pre Test – Post Test Jumlah sampel sebanyak 140 siswa/i terdiri dari kelompok perlakuan 70 siswa, pembanding 70 siswa. Kelompok perlakuan diberi edukasi gizi dan leaflet, sedangkan pembanding hanya diberi leaflet tentang gizi. Penelitian ini dilakukan selama 2 minggu, efektifitas edukasi gizi sebelum dan sesudah intervensi diuji dengan Pairedt-test Perbedaan perlakuan dan kelompok pembanding diuji dengan Independent t-test. Hasil penelitian ini menunjukkan meningkatkannya zat besi (Fe) sebesar 1.177 mg, asupan protein sebesar 4.2 gram dan kadar hemoglobin 0.32 g/dl. Efektifitas edukasi gizi terhadap perbaikan asupan zat besi, asupan protein, dan kadar hemoglobin memiliki adanya perbedaan yang bermakna secara statistic (p value < 0.005)
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN PERILAKU SUMBER DAYA MANUSIA (SDM) TENTANG PENGELOLAAN SEDIAAN OBAT PSIKOTROPIKA DI APOTEK WILAYAH SEBERANG ILIR KOTA PALEMBANG Mellysa, Mellysa; Simamora, Sarmalina
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 13 No 2 (2018): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jpp.v13i2.229

Abstract

Latar belakang: Sesuai dengan Permenkes No.3 tahun 2015 tentang tentang Peredaran, Penyiapan, Pemusnahan, dan Pelaporan Narkotika, Psikotropika, dan Prekusor Farmasi dan Peraturan Kepala Badan POM tentang PedomanTeknis Cara Distribusi Obat Yang Baik, maka setiap SDM di apotek wajib mengetahui dan menjalankan aturan terkait psikotropika dengan baik dan benar. Bila pengetahuannya baik, maka diharapkan semua apotek sudah menjalankan peraturan dan perundang-undangan tersebut dengan benar. Dari beberapa kasus dijumpai bahwa masih banyak praktek yang tidak benar terutama dalam pelayanan di apotek Penelitian ini bertujuan untuk menilai hubungan pengetahuan dan perilaku SDM di apotek tentang pengelolaan sediaan obat psikotropika yang benar sesuai dengan aturan yang berlaku Metode: Penelitian ini merupakan penelitian non-eksperimental analitik dengan rancangan cross-sectional. Dilakukan pada beberapa apotek di wilayah Seberang Ilir Palembang, dengan jumlah responden sebanyak 147 orang yang merupakan SDM di Apotek, baik apoteker, TTK maupun tenaga yang lain. Data didapat dari kuisioner yang memuat sejumlah pertanyaan tentang pengetahuan dan praktek pelayanan psikotropika. Lalu diuji dengan kai-kuadrat. Hasil: 124 responden memiliki pengetahuan yang tinggi sisanya rendah. Namun dari jumlah tersebut hanya 103 responden yang memiliki perilaku baik dan sisanya tidak baik. Dari analisis secara kai-kuadrat ternyata tidak ada hubungan yang proporsional antara pengetahuan dengan perilaku SDM apotek tentang pengelolaan obat psikotropika (P-value = 0,290). Kesimpulan: Pengetahuan tentang berbagai peraturan dan perundang-undangan tidak berhubungan langsung dengan perilaku SDM di apotek, karena selain dipengaruhi oleh pengetahuan, perilaku SDM di apotek juga dipengaruhi oleh kebijakan Pemilik Sarana Apotek (PSA), ketersediaan psikotropika dan jenis kegiatan yang pernah dilakukan terkait psikotropika.
PENGARUH SUHU DAN LAMA PENYIMPANAN SEDIAAN KRIM ANTI JERAWAT MENGANDUNG ANTIBIOTIK YANG DIRACIK DI APOTEK TERHADAP AKTIVITAS ANTIBAKTERI STAPHYLOCOCCUS AUREUS Nizar, Nizar; Sarmadi, Sarmadi; Pitaloka, RF
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 13 No 2 (2018): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jpp.v13i2.230

Abstract

Latar Belakang : Jerawat merupakan penyakit kulit yang umum terjadi, peradangan dapat dipicu oleh bakteri seperti Propionibacterium acnes, Staphylococcus epidermidis dan Staphylococcus aureus. Sediaan antibiotik topikal seperti neomycin, tetrasiklin, klindamisin, dan kloramfenikol cukup berguna untuk kebanyakan pasien dengan kondisi jerawat ringan hingga parah. Antibiotik topikal dapat berupa salep dan krim yang dapat mengalami perubahan karena dipengaruhi oleh suhu sehingga penyimpanannya harus diperhatikan.Metode : Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimental karena ada perlakuan terhadap sediaan krim antijerawat racikan yang dipengaruhi suhu dan lama penyimpanan terhadap aktivitas antibakteri dengan cara mengukur diameter zona hambat aktivitas antibakteri. Hasil:Berdasarkan hasil pengukuran diameter zona hambat pada sediaan krim antijerawat racikan yang mengandung antibiotik pada penyimpanan hari ke-28 sediaan mengalami penurunan kecuali pada krim A yang mengandung antibiotik klindamisin mengalami kenaikan.Kesimpulan : Adanya pengaruh suhu dan lama penyimpanan sediaan krim antijerawat racikan yang mengandung antibiotik terhadap daya hambat bakteri Staphylococcus aureusdengan adanya penurunan daya hambat sediaan diakhir penyimpanan.
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK UMBI BIT (Beta vulgaris L.) TERHADAP PENURUNAN KADAR LDL TIKUS PUTIH JANTAN (Rattus norvegicus) YANG DIINDUKSI SUKROSA Manurung, Monika Septiana; Mangunsong, Sonlimar
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 13 No 2 (2018): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jpp.v13i2.231

Abstract

Latar Belakang : Tingginya kadar kolesterol dalam darah dapat berpengaruh terhadap kesehatan jantung dan pembuluh darah . Menurut penelitian, umbi bit mengandung zat aktif seperti betalain, flavonoid, tanin dan saponin. Zat-zat tersebut diduga mampu menurunkan kadar LDL kolesterol dalam darah. Penelitian ini ditujukan untuk meneliti apakah umbi bit (Beta vulgaris L.) mampu menurunkan kadar LDL darah tikus putih jantan. Metode : Metode yang digunakan adalah penelitian eksperimental yang dilakukan pada hewan percobaan tikus putih jantan (Rattus novergicus) sebanyak2 4 ekor yang dibagi menjadi 6 kelompok yaitu: kelompok kontrol normal; kelompok induksi sukrosa); kelompok induksi suspensi simvastatin 0,18 mg/200 grBB); kelompok induksi ekstrak dosis 20 mg/200 grBB; kelompok induksi ekstrak dosis 40 mg/200 grBB; kelompok induksi ekstrak dosis 80 mg/200 grBB. Induksi sukrosa bertujuan untuk meningkatkan kadar LDL dalam darah tikus putih jantan yang dilakukan secara oral. Pengukuran kadar LDL dalam darah tikus putih jantan yang dilakukan dengan mengambil darah tikus menggunakan alat biosystem A-15. Hasil : Hasil uji ANOVA one-way menunjukkan adanya perbedaan yang bermakna antara kelompok II (kelompok negatif) dengan kelompok I (kontrol normal), kelompok III (kontrol positif), kelompok IV (ekstrak dosis I), kelompok V (ekstrak dosis II), dan kelompok VI (ekstrak dosis III) dengan signifikan p=0,000 (p<0,05). Kesimpulan : Ekstrak umbi bit (Beta vulgaris L.) mampu menurunkan kadar LDL dalam darah tikus putih jantan selama 21 hari.

Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 20 No 1 (2025): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang) Vol 19 No 2 (2024): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang) Vol 19 No 1 (2024): (JPP) Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang Vol 18 No 2 (2023): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang) Vol 18 No 1 (2023): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang) Vol 17 No 2 (2022): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang) Vol 17 No 1 Juni (2022): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang) Vol 16 No 2 Desember (2021): JPP (JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG) Vol 16 No 1 (2021): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang) Vol 15 No 2 (2020): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang) Vol 15 No 1 (2020): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang) Vol 14 No 2 (2019): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang) Vol 14 No 1 (2019): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang) Vol 13 No 2 (2018): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang) Vol 13 No 1 (2018): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang) Vol 12 No 2 (2017): JPP Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang Vol 12 No 1 (2017): JPP Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang Vol 11 No 2 (2016): Jurnal Kesehatan Vol 11 No 1 (2016): Jurnal Kesehatan Vol 10 No 2 (2015): Jurnal Kesehatan Vol 10 No 1 (2015): Jurnal Kesehatan Vol 1 No 14 (2014): Jurnal Kesehatan Vol 1 No 13 (2014): Jurnal Kesehatan Vol 2 No 12 (2013): JPP Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang Vol 1 No 12 (2013): Jurnal Kesehatan Vol 1 No 11 (2012): Jurnal Kesehatan Vol 1 No 10 (2012): Jurnal Kesehatan More Issue