cover
Contact Name
Suparman
Contact Email
suparman@uncp.ac.id
Phone
+6285261455244
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota palopo,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra
ISSN : 24433667     EISSN : 27154564     DOI : https://doi.org/10.30605/onoma
Core Subject : Education,
Onoma adalah jurnal akademik yang diterbitkan pada bulan Mei dan November oleh Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di Universitas Cokroaminoto Palopo. Jurnal ini menyajikan artikel-artikel ilmiah tentang pendidikan, bahasa dan sastra Indonesia.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 208 Documents
Search results for , issue "Vol. 10 No. 4 (2024)" : 208 Documents clear
Refleksi Ekokritik dalam Sastra: Analisis Fenomensa Lingkungan dalam Cerpen Maut di Ladang Jagung dan Pohon-Pohon Jalan Protokol Wahyuni Ramadhani; Juanda Juanda; Faisal Faisal
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i4.3439

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui fenomena lingkungan yang terjadi dalam cerpen Maut di Ladang Jagung karya A. Muttaqin dan Pohon-Pohon Jalan Protokol karya Kiki Sulistyo pada terbitan kompas.com dan bentuk nilai-nilai Pendidikan lingkungan dalam kumpulan cerpen Lakon Hidup.com berdasarkan kajian ekokritik Greg Garrard. Sumber data pada penelitian ini adalah kumpulan cerpen pada Kompas.com. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis data kualitatif dan menggunakan proses iteratif. Berdasarkan hasil analisis diperoleh fenomena lingkungan dan bentuk nilai-nilai pendidikan lingkungan yang terdapat dalam kumpulan cerpen Kompas.com. Hasil penelitian menunjukkan dalam cerpen Kompas.com pengarang merefleksikan fenomena lingkungan yang meliputi pencemaran, tempat tinggal dan bumi serta dapat dikatakan bahwa tokoh-tokoh dalam cerpen tersebut menunjukkan sikap hormat terhadap alam, tanggung jawab terhadap alam, dan tidak merugikan alam. Kontribusi penelitian ini bagi tenaga pendidik, seperti guru SMA dan dosen, terletak pada kemampuannya menyediakan wawasan mendalam mengenai cara sastra dapat digunakan sebagai medium efektif untuk mengedukasi generasi muda tentang isu-isu lingkungan. Bagi pembuat kebijakan, penelitian ini menawarkan perspektif berharga tentang pentingnya mendukung karya sastra yang mengangkat isu lingkungan, yang bisa dijadikan sebagai alat komunikasi strategis dalam kebijakan lingkungan.
Illocutionary Acts In The 1st 2023 Indonesian Presidential Candidate Debate By Prabowo Subianto: A Pragmatic Analysis Lestary Jungjunan Effendy; Ervina CM Simatupang
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i4.3929

Abstract

This study investigates the illocutionary acts used by Prabowo Subianto during the first 2023 Indonesian presidential candidate debate. By conducting a pragmatic analysis, the research identifies and categorizes the types, functions, and strategies of Prabowo's speech acts, offering a comprehensive understanding of his communication approach and rhetorical effectiveness. Utilizing a qualitative-descriptive method, the debate was transcribed and analyzed to uncover the various illocutionary acts.The results reveal that Prabowo frequently uses assertives, directives, commissives, and expressives, each serving functions such as competitive, convivial, collaborative, and conflictive purposes. . In total, there are 30 data collected from the data source. The collected data were then classified based on 10 assertives, 4 directives, 6 commissives, 5 expressives, and 5 declarations. This study underscores the importance of understanding pragmatic elements in political communication, illustrating how Prabowo's assertive and often provocative statements aim to persuade, inform, and engage the audience, thereby influencing voter perceptions and decision-making. Through this analysis, the research provides a deeper insight into the role of illocutionary acts in political discourse and their impact on electoral outcomes, highlighting Prabowo's adept use of language to achieve his communicative goals.
Nama-Nama Tempat Makan di Blitar: Bentuk dan Refleksi Sosiokultural Ilma Luthfi Tsania; Salsa Wulan Mualifah; Hasan Busri
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i4.3949

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi nama-nama berbagai rumah makan di Blitar dengan tujuan untuk mengungkap bentuk, makna, dan refleksi sosiokultural yang terkandung di dalamnya. Memahami signifikansi dari nama-nama rumah makan ini dapat memberikan gambaran tentang tradisi lokal, keyakinan, dan pengaruh sejarah yang kaya dan membentuk lanskap kuliner Blitar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggabungkan metode pengumpulan data seperti wawancara, observasi, dan analisis dokumen. Daftar lengkap nama-nama rumah makan akan dikompilasi dari berbagai wilayah di Blitar untuk memastikan representasi dari berbagai tradisi kuliner dan latar belakang. Selanjutnya, analisis linguistik akan dilakukan untuk mengidentifikasi bentuk dan fitur linguistik yang digunakan dalam nama-nama tersebut. Melalui identifikasi makna yang terkandung dan konteks sejarah, penelitian ini berusaha untuk mengungkap simbolisme budaya yang tersembunyi dalam nama-nama rumah makan. Tema-tema umum, simbol, dan metafora yang terkait dengan identitas dan warisan lokal akan dieksplorasi. Selain itu, penelitian akan menyelidiki pengaruh potensial dari tren kuliner global dan bagaimana interaksinya dengan nilai-nilai tradisional. Selanjutnya, refleksi sosiokultural dari nama-nama rumah makan ini akan dianalisis, dengan mempertimbangkan faktor seperti agama, norma-norma sosial, dan adat istiadat daerah. Aspek penelitian ini akan memberikan wawasan tentang bagaimana rumah makan di Blitar menavigasi sensitivitas budaya sambil merangkul modernisasi dan globalisasi. Temuan dari penelitian ini berkontribusi pada bidang linguistik, studi budaya, dan antropologi. Dengan mendalami signifikansi nama-nama rumah makan, penelitian ini akan memperkaya pemahaman kita tentang lanskap kuliner Blitar dan hubungannya dengan kain sosial budaya yang lebih luas di wilayah tersebut. Penelitian ini juga memiliki implikasi potensial bagi branding, pemasaran, dan meningkatkan apresiasi budaya di kalangan masyarakat lokal dan pengunjung
Patologi Kehidupan Sosial Masyarakat Dalam Novel Kerumunan Terakhir Karya Okky Madasari Adinda Catur Rachmawati; Imam Suyitno; Heri Suwignyo
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i4.4090

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap dan mengidentifikasi adanya bentuk-bentuk penyimpangan sosial di masyarakat dan novel Kerumunan Terakhir karya Okky Madasari. Penelitian ini menggunakan teori sosiologi sastra untuk membahas terkait patologi sosial atau penyimpangan sosial. Pada metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif pendekatan deskripsi melalui analisis teks pada novel. Data yang menjadi objek penelitian ini adalah kutipan pada dialog sebagai bentuk identifikasi terkait jenis patologi kehidupan sosial dalam Novel Kerumunan Terakhir karya Okky Madasari ditinjau melalui sosiologi sastra. Penelitian ini dilakukan sebagai gambaran kehidupan sosial yang dialami oleh masyarakat terutama di era globalisasi saat ini hal ini disebut sebagai patologi sosial. Berdasarkan hasil analisis, ditemukan bahwa bentuk-bentuk patologi sosial dalam novel Kerumunan Terakhir berupa kejahatan digital, pelacuran, seksualitas, broken home, dan perselingkuhan akibat dari pengaruh perkembangan teknologi.
Unveiling Lintang's Resilience and Grit: An Appraisal Analysis of 'Tenacity', 'Capacity', and 'Normality' in Laskar Pelangi Dewi Cahyaningrum; Djatmika Djatmika
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i4.4168

Abstract

This study aims to analyze how language is used to portray Lintang as a resilient and gritty character in the novel Laskar Pelangi, through the theoretical framework of Systemic Functional Linguistics (SFL) and drawing on Martin and White’s (2005) Appraisal theory. The specific objective of this research is to explore how linguistic choices in the novel construct the character of Lintang in terms of his resilience and grit, focusing on the aspects of judgment, particularly tenacity, capacity, and normality. The method used in this study involves a qualitative analysis of textual evidence from the novel. Linguistic elements related to judgment are identified, categorized, and analyzed based on their contribution to portraying Lintang’s resilience and grit. The findings of this study reveal that Lintang's character is constructed through a combination of linguistic elements that emphasize his extraordinary tenacity, strong capacity, and relatable normality. Despite being frequently underestimated due to his simple physical appearance, these linguistic choices underscore his resilience and grit. Lintang’s ability to overcome societal prejudices and physical limitations highlights the message that true success comes from inner strength and persistence. By illustrating Lintang's journey, Hirata effectively conveys that physical appearance does not define one's potential for greatness. This research contributes to the understanding of how literary characters can inspire resilience and grit in readers, providing valuable insights into storytelling methods that emphasize character development through language.
Pengembangan Media Pembelajaran Flipbook Dongeng Karakter Pancasila Untuk Katerampilan Menyimak di S Ginasti Aprilia; Dadan Djuanda; Aah Ahmad Syahid
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i4.4171

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menciptakan media pembelajaran berupa flipbook dongeng yang menggambarkan karakter Pancasila, dengan tujuan untuk meningkatkan keterampilan menyimak dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas III sekolah dasar. Metode penelitian yang digunakan adalah metode Desain And Development dengan lima tahapan yaitu communication, planning, modeling, construction, dan deployment. Dalam pengembangannya, media flipbook dongeng ini mempertimbangkan aspek-aspek untuk keterampilan menyimak yang mana dihubungkan dengan karakterpancasila dalam dongeng termasuk perancangan desain, perancangan konten dongeng, audio yang akan digunakan, karakter pancasila yang akan ada dalam dongeng, dalam flipbook dongeng ini juga memuat menu utama, petunjuk penggunaan, capaian pembelajaran, tujuan pembelajaran, halaman materi, halaman video untuk menyimak, halaman podcast, halaman evaluasi, dan halaman profil pengembang. Berdasarkan pengembangan yang telah dilakukan, didapatkan hasil dari kelayakan pada aspek media yang dilakukan dua putaran yang mana pada kelayakan aspek media pertama mendapat persentase 58% (cukup layak, perlu revisi) dan untuk putaran kedua mendapat persentase 87% (sangat layak). Kelayakan pada aspek materi dilakukan sebanyak satu putaran yang mendapat persentase 78% (layak). Pada tahapan implementasi atau uji coba pengguna diperoleh bahwa peserta didik memberikan respons sebesar 90% (sangat baik), sedangkan guru memberikan respons sebesar 86% (sangat baik). Penelitian ini menunjukkan bahwa peserta didik lebih menyukai media digital yang dapat diakses melalui internet.
Citra Wanita Karir dalam Novel Amrike Kembang Kopi Karya Sunaryata Soemardjo Endang Winasih; Rahma Ari Widihastuti
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i4.4194

Abstract

Selama ini hak dan kebebasan perempuan di Indonesia masih dibatasi oleh aturanaturan yang dapat menyebabkan kesenjangan gender. Oleh karena itu, diperlukan suatu perubahan tatanan sosial yang dapat menciptakan kesetaraan gender bagi kaum perempuan. Salah satu caranya yaitu dengan menggunakan karya sastra sebagai media untuk melawan subordinasi perempuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis citra wanita karir dalam Novel Amrike Kembang Kopi karya Sunaryata Soemardjo. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan feminisme eksistensialis Simone de Beauvoir. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik analisis dokumen. Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa kata, frasa, kalimat, paragraf maupun wacana dalam Novel Amrike Kembang Kopi karya Sunaryata Soemardjo yang mengandung informasi mengenai citra wanita karir. Sumber data yang digunakan yaitu Novel Amrike Kembang Kopi karya Sunaryata Soemardjo. Hasil penelitian yaitu terdapat dua bentuk pendeskripsian citra wanita karir dalam Novel Amrike Kembang Kopi karya Sunaryata Soemardjo, yaitu dengan cara: 1) perempuan bekerja, 2) perempuan intelektual, 3) perempuan dapat bekerja untuk memperoleh transformasi sosial masyarakat, dan 4) perempuan dapat menolak keliyanannya. Hal ini ditunjukkan dengan Tita yang memiliki karir cemerlang dan mampu membiayai adiknya untuk menempuh pendidikan di perguruan tinggi. Tita mampu melakukan penolakan atas asumsi-asumsi bahwa perempuan dianggap lemah dan menyusahkan. Tindakan dan pemikiran Tita sangat menegaskan bahwa perempuan bisa hidup mandiri dengan mengandalkan dirinya sendiri dan mampu menunjukkan eksistensi dan kesetaraan dirinya dengan laki-laki tanpa menentang kodratnya sebagai wanita yang bisa merasa lemah dan sedih
Konflik Intrapsikis Tokoh Anna dalam Novel Represi Karya Fakhrisina Amalia Hilya Nur Syifa; Dicky Rachmat Pauji; Arju Susanto
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i4.4201

Abstract

Konflik Intrapsikis adalah konflik yang terjadi berasal dari hubungannya dengan orang lain, di mana hal itu menjadi bagian dari sistem keyakinan pada dirinya. Penelitian ini berisi mengenai konflik intrapsikis yang dialami tokoh Anna dalam novel Represi. Metode penelitian kualitatif diterapkan dalam penelitian ini, dan teknik simak-catat diterapkan untuk pengumpulan data, di mana novel Represimenjadi objek penelitiannya. Hasil pembahasan yang dapat dijabarkan secara sederhana adalah penelitian ini diperoleh 18 data, di antaranya 3 data Diri Rendah, 4 data Diri Nyata, 2 data Diri Aktual, dan 9 data Diri Ideal
Revitalisasi Literasi Digital dalam Pembelajaran Menulis Artikel Opini Menuju Generasi Emas Rahmah Fauziyah; Isah Cahyani; Khaerudin Kurniawan
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i4.4211

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari bagaimana revitalisasi literasi digital menjadi sangat penting dalam dunia pendidikan saat ini, khususnya dalam hal meningkatkan kemampuan siswa untuk menulis artikel opini. Dengan memanfaatkan pendekatan kualitatif dengan basis studi pustaka, maka penelitian ini setidaknya menyelidiki tingkat literasi digital siswa, tantangan yang mereka hadapi saat menggunakan teknologi digital untuk menulis artikel opini, dan bagaimana revitalisasi literasi digital berdampak pada kualitas tulisan opini mereka. Hasilnya menunjukkan bahwa literasi digital siswa masih sangat dasar. Beberapa tantangan utama termasuk kurangnya pemahaman tentang literasi digital, keterbatasan akses terhadap teknologi, dan kurangnya dukungan dari lingkungan sekolah dan rumah. Namun, revitalisasi literasi digital yang diintegrasikan ke dalam pembelajaran dapat secara signifikan meningkatkan kemampuan siswa. Oleh karena itu, diharapkan bahwa literasi digital yang lebih baik dapat membantu siswa belajar menulis artikel opini dan mempersiapkan mereka untuk berpartisipasi secara aktif dalam diskusi intelektual dan publik.
Syntax Acquisition in Children: Developmental Patterns and Cognitive Processes Ellisa Indriyani Putri Handayani; Agus Hari Wibowo
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i4.4223

Abstract

This research looks into the complicated steps kids take to learn grammar, focusing on how socioeconomic status (SES), being bilingual, and getting help early on affect this process. The introduction shows how important it is to understand how syntax develops in order to make educational practices more effective and open to everyone. To test syntactic learning, the method uses a mix of experimental, quasi-experimental, and naturalistic observation methods. Structured experiments and longitudinal studies are two important ways to study language development over time. Structured experiments control variables and measure syntactic knowledge and production. The results show that SES has a big effect on how syntax develops, with environments with higher SES giving stronger linguistic input. When learning grammar, being bilingual can be both hard and helpful, depending on how old you are when you start learning and how often you use the language. Children who are at risk of language delays gain a lot from early interventions, especially those that focus on improving phonological awareness and vocabulary. The talk makes it clear that early and focused interventions are needed to reduce differences in outcomes based on socioeconomic status and improve the development of syntax in both bilingual and monolingual children. The results support using research-based linguistic knowledge in the classroom to help all students do better with language, but especially those who have developmental language problems.

Page 1 of 21 | Total Record : 208