cover
Contact Name
Suparman
Contact Email
suparman@uncp.ac.id
Phone
+6285261455244
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota palopo,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra
ISSN : 24433667     EISSN : 27154564     DOI : https://doi.org/10.30605/onoma
Core Subject : Education,
Onoma adalah jurnal akademik yang diterbitkan pada bulan Mei dan November oleh Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di Universitas Cokroaminoto Palopo. Jurnal ini menyajikan artikel-artikel ilmiah tentang pendidikan, bahasa dan sastra Indonesia.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 132 Documents
Search results for , issue "Vol. 11 No. 2 (2025)" : 132 Documents clear
The Beauty Myth and Male Gaze in Emeron Lovely Hand & Body Lotion Advertisements Helnaz, Regina Nopia; Suharjo, Rias Antho Rahmi
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i2.5683

Abstract

This study critically examines the representation of beauty myth and male gaze in Emeron hand and body lotion advertisements. Grounded in Naomi Wolf’s theory of the beauty myth and Laura Mulvey’s concept of the male gaze, the research analyzes how these frameworks shape the portrayal of women in beauty product marketing. Using Sandelowski’s purposive sampling method, the study selects two beauty advertisements for analysis: Emeron Lovely Step Pink (2013) and Emeron Lovely Naturals (2023), both published on the official YouTube channels of Lion Wings and Emeron Lovely Official. Through visual and narrative analysis, the findings reveal that both advertisements emphasize idealized female beauty, characterized by white, smooth, radiant, soft, moisturized, and fragrant skin, framing these attributes as essential for women’s desirability. Although the products are targeted toward women, the advertisements employ camera techniques such as selective cropping and zoom-ins on body parts like legs, hands, and shoulders, subtly reinforcing the male gaze. These techniques contribute to the objectification of women and suggest that their self-worth and confidence are contingent upon male approval. Furthermore, the female figures in the advertisements appear to internalize and affirm these patriarchal ideals. By highlighting the persistence of gendered power dynamics in beauty advertising, this study contributes to broader discussions in gender and media studies, particularly regarding how commercial media continues to shape and constrain female identity.
Ekspresi Emosi Tokoh Utama dalam Novel Eccedentesiast Karya Ita Kurniawati dan Pemanfaatannya sebagai Bahan Ajar Manajemen Emosi An’Nisya Amelia Divani; Main Sufanti
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i2.5689

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis ekspresi emosi tokoh utama dalam novel Eccedentesiast karya Ita Kurniawati, (2) mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi ekspresi emosi tersebut, (3) mengeksplorasi pemanfaatannya sebagai bahan ajar manajemen emosi. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pengelolaan emosi dalam kehidupan sehari-hari, terutama bagi siswa yang sering menghadapi tantangan emosional dalam kehidupan sosial dan akademis. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, dengan data berupa kalimat atau paragraf yang ada dalam novel Eccedentesiast dan hasil wawancara dengan guru SMP di wilayah Mojolaban. Sumber data terdiri dari data primer yang mencakup kalimat atau paragraf yang ada dalam novel dan wawancara guru, serta data sekunder berupa jurnal nasional dan internasional terkait ekspresi emosi dan manajemen emosi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi pustaka, dokumentasi, dan wawancara, sedangkan teknik validasi menggunakan triangulasi sumber dengan membandingkan hasil analisis teks, wawancara, dan referensi ilmiah. Analisis data menggunakan pendekatan heuristik dan hermeneutik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) ekspresi emosi tokoh utama dalam novel tidak hanya terbatas pada emosi marah, sedih, takut, bahagia, muak, jijik, dan terkejut, tetapi juga mencerminkan dinamika emosi kompleks seperti konflik batin, yang diekspresikan melalui kombinasi dialog internal, interaksi antartokoh, serta simbolisme gestur tubuh; (2) faktor yang memengaruhi ekspresi emosi meliputi lingkungan sosial yang menekan atau mendukung, pengalaman traumatis atau membahagiakan di masa lalu, stabilitas kesehatan mental, keberadaan atau ketiadaan sistem dukungan sosial, serta benturan antara harapan ideal dan realitas hidup yang dialami tokoh; dan (3) ekspresi emosi tokoh utama dapat dimanfaatkan dalam pembelajaran manajemen emosi, terutama untuk meningkatkan kesadaran akan emosi diri, kemampuan mengelola stres, mengembangkan empati melalui perspektif tokoh, serta memperkuat keterampilan sosial siswa dalam memahami dan merespons emosi orang lain secara sehat dan konstruktif
Variasi Bahasa Sosiolek pada Kanal Pegiat YouTube Deddy Corbuzier dalam Konten Bincang-bincang Santai (Kajian Sosiolinguistik) Nur Rahmi; Nurcaya, Nurcaya; Isra Miranda
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i2.5526

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penggunaan variasi bahasa sosiolek pada kanal YouTube Deddy Corbuzier. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan ilmu sosiolinguistik. Penelitian ini mengkaji tentang fenomena kebahasaan dalam kehidupan bermasyarakat. Objek yang teliti adalah bagaimana bentuk variasi bahasa sosiolek dari segi penutur yang digunakan manusia ketika bermedia sosial. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Penelitian ini menggunakan teknik simak bebas libat cakap dan teknik catat dalam pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukkan adanya wujud dan faktor yang mempengaruhi bahasa dari variasi bahasa sosiolek pada kanal YouTube Deddy Corbuzier. Wujud dari variasi bahasa sosiolek pada penelitian ini berfokus pada empat golongan yakni vulgar, slang, kolokial dan jargon sedangkan faktor yang mempengaruhi ada tiga yakni pekerjaan, usia, dan ekonomi. Pada penelitian ini terdapat 7 tuturan yang merupakan variasi vulgar, 16 tuturan yang termasuk variasi slang, 6 tuturan yang termasuk variasi kolokial, dan 7 tuturan yang termasuk variasi jargot pada kanal YouTube Deddy Corbuzier.
Perjuangan Perempuan terhadap Diskriminasi dalam Novel Gadis Kretek Karya Ratih Kumala Afidha Anhar; B. Widharyanto; Fidelis Chosa Kastuhandani
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i2.5473

Abstract

Penelitian ini berfokus pada perlawanan perempuan terhadap diskriminasi dengan tujuan untuk menganalisis bentuk perjuangan yang ditampilkan dalam novel Gadis Kretek karya Ratih Kumala. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan data berupa kalimat, rangkaian kalimat, atau paragraf yang dianalisis menggunakan teori analisis wacana kritis Sara Mills. Model analisis ini menitikberatkan pada wacana feminis untuk memahami bagaimana posisi perempuan direpresentasikan dalam teks. Dalam pendekatan Sara Mills, posisi yang dianalisis mencakup siapa yang berperan sebagai subjek dan objek dalam penceritaan, serta bagaimana pembaca ditempatkan dalam wacana tersebut. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam novel Gadis Kretek terdapat dua bentuk utama perjuangan perempuan terhadap diskriminasi, yaitu perjuangan radikal dan perjuangan kompromis. Kedua bentuk perjuangan ini ditampilkan dalam tiga posisi utama sesuai dengan teori Sara Mills, yakni sebagai subjek, objek, dan pembaca. Selain itu, penelitian ini juga mengungkap bahwa Ratih Kumala melalui Gadis Kretek memberikan afirmasi terhadap perjuangan perempuan dalam melawan diskriminasi dengan menampilkan tokoh perempuan yang berani melawan sistem patriarki dalam industri kretek dan kehidupan sosial mereka.
Analisis Deiksis dalam Lagu-Lagu Daerah Bahasa Bugis Hausa Nur Aifa; Asrianti, Asrianti
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i2.5844

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk, fungsi, dan makna penggunaan deiksis dalam lirik lagu daerah berbahasa Bugis. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data penelitian berupa kata yang menunjukkan deiksis dalam lirik lagu. Sedangkan sumber data berasal dari 10 judul lagu daerah bahasa Bugis. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik simak dan teknik catat. Data dianalisis menggunakan metode kualitatif Mile dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat lima jenis deiksis dalam lirik lagu daerah Bugis dengan total 128 data. Deiksis persona menjadi jenis yang paling dominan dengan 81 data, diikuti deiksis waktu sebanyak 17 data, deiksis tempat sebanyak 15 data, deiksis sosial sebanyak 7 data, dan deiksis wacana sebanyak 8 data. Penggunaan deiksis ini berfungsi untuk menjelaskan hubungan antara penutur, pendengar, dan referen dalam lirik lagu, serta memperjelas konteks waktu, tempat, dan situasi sosial dalam narasi lagu. Secara khusus, penggunaan deiksis persona menciptakan kedekatan emosional antara penyanyi dan pendengar, sementara deiksis tempat dan waktu memberikan konteks jelas terhadap latar belakang narasi lagu. Deiksis sosial mempertegas interaksi sosial dalam lagu, sedangkan deiksis wacana menjaga kohesi antarbagian lirik.
Redesigning The Esp Course For Architecture Major At Multimedia Nusantara University Emanuella Christine Natalia Mau
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i2.4312

Abstract

The article discusses the redesign of the English for Specific Purposes (ESP) course, employing a conceptual framework to elaborate on and design effective teaching strategies and materials for Architecture Major Students. This approach addresses challenges in English Language Teaching (ELT) for non-English department students at Multimedia Nusantara University. The redesign utilizes Evidence-Centered Design (ECD) and Task-Based Language Teaching (TBLT) within a Flipped Classroom course structure to enhance the ESP course.
Pemertahanan Kearifan Lingkungan dalam Novel Indonesia Arisa, Arisa; Muhammad Arafah; Andi Srimularahma
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i2.5027

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merepresentasikan pemertahanan kearifan lingkungan dalam novel Indonesia. Jenis penelitian yang digunakan ialah penelitian kualitatif dengan teknik dokumen dan studi pustaka melalui tiga tahapan (1) pembacaan terhadap novel; (2) menandai kutipan yang terpilih sebagai data dan; (3) melakukan pencacatan serta inventaris data yang dianggap sesuai dengan fokus penelitian. Untuk menganalisis data, cara yang dilakukan (1) mereduksi data; (2) menyajikan data, dan (3) melakukan penarikan simpulan. Dalam penelitian ini, data adalah kutipan yang terdapat dalm novel Indonesia. Sedangkan sumber data penelitian terdiri atas novel Api Awan Asap (2015) karya Korrie Layun Rampan, Partikel (2012) karya Dee Lestari, dan Novel Tanah Tabu (2009) karya Aninditas S. Thayf. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini (1) sikap hormat manusia terhadap alam, memberikan ruang bagi seluruh mahkluk untuk hidup, tumbuh, dan berkembang secara alamiah sesuai kodrat penciptaannya; (2) sikap tidak merugikan alam dengan cara dikeramatkan, disakralkan, dan tidak menebang pohon sembarangan; (3) sikap tanggung jawab terhadap alam ditunjukkan dengan mengingatkan, melarang, dan menghukum siapa saja yang merusak ekosistem; (4) sikap hidup sederhana dan selaras dengan alam dengan memanfaatkan alam sesuai kebutuhan, tidak rakus, dan melakukan eksploitasi secara besar-besaran; (5) kasih sayang; dan (6) kepedulian terhadap alam.
Leksikon Fauna dalam Peribahasa Banjar Kalimantan Selatan dalam Perspektif Ekologi Linguistik Agustina, Lili; Isna Kasmilawati; Nana Suciati
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i2.5043

Abstract

Masyarakat Banjar memiliki potensi alam yang melimpah. Hal ini terlihat dari beragamnya fauna yang terdapat di Kalimantan Selatan. Dengan hal ini menunjukan bahwa masyarakat Banjar kaya akan leksikon fauna. Bahasa Banjar sebagai salah satu kekayaan budaya Banjar saat ini mulai tergerus dengan perkembangan zaman. Banyaknya kosakata yang terancam hilang, punah dan tidak digunakan lagi oleh masyarakat Banjar. Kosakata yang terancam hilang dan punah adalah leksikon fauna. Hal ini berimplikasi bahwa bahasa yang terancam punah berkaitan dengan keterancaman spesias yang ada. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendokumentasikan keragaman leksikon fauna sebagai kekayaan alam Kalimantan Selatan dalam peribahasa Banjar Kalimantan Selatan. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif karena penelitian ini akan memberikan informasi mengenai leksikon fauna dalam peribahasa Banjar Kalimantan Selatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif dengan model analisis bahasa. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa leksikon fauna yang ditemukan dalam peribahasa Banjar, yakni iwak, ular, minjangan, macan, halilipan, hadupan, hulat, buhaya, siput, burung, hundang, warik, cacing, itik, kuduk, lalat, kalambuai, landak, harimau, kucing, naga, hadangan, kararawai, tungai, dan hayam. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan dalam mempertahankan Bahasa Banjar Kalimantan Selatan dengan menggunakan perspektif ekologi dan linguistik. Oleh sebab itu, dengan adanya penelitian ini dapat mempertahankan kosakata bahasa Banjar dari keterancaman dan kepunahan khususnya leksikon fauna.
Development of E-Module for Writing Negotiation Texts Assisted by Flipbooks for Grade XI High School Students Fijri Astuti, Tia; Chalina, Chalina; Mangatur Sinaga
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i2.5076

Abstract

Learning to write negotiation texts is an essential skill that students must master. This research aims to develop an e-module for writing negotiation texts through flipbook media based on contextual learning and to evaluate its effectiveness on students' learning interest and outcomes in class XI of high school. The research method used is Research and Development (RnD). The sample consists of 72 students divided into two classes: an experimental class using the e-module and a control class employing conventional teaching methods. The analysis technique applied in this study refers to the ADDIE model (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). This approach ensures that each phase of the module development is conducted systematically and planned. The results of hypothesis testing indicate that the e-module for writing negotiation texts assisted by flipbook media significantly improves students' interest and learning outcomes. The average learning outcomes of students in the experimental class show much higher scores compared to the control class. The discussion reveals that the developed e-module is not only effective in enhancing students' writing skills but also successfully boosts their learning interest. Feedback from expert validation and the practicality test results support the sustainability of using the e-module as an innovative learning aid.
Inovasi Pembelajaran Kontekstual pada Pembelajaran Bahasa Indonesia Berbasis Permainan Tradisional Congklak Pintar Interaktif untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas V Niswatus Sa'idah, Niswatus Sa'idah; Tri Mulya; Laminah, Laminah; Siska Mutia; Surmayeni, Surmayeni; Nur Salim
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i2.5092

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran berbasis permainan tradisional "Congklak Pintar" sebagai inovasi dalam meningkatkan hasil belajar siswa kelas V SD/MI pada pembelajaran Bahasa Indonesia. Permainan tradisional yang mulai ditinggalkan di era digital ini diintegrasikan dalam pembelajaran untuk melestarikan budaya sekaligus meningkatkan efektivitas belajar. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan desain One Group Pre-test Post-test. Sampel penelitian terdiri dari siswa kelas V di empat sekolah di Provinsi Riau yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui tes pre-test dan post-test, serta dianalisis menggunakan uji t-test dengan bantuan perangkat lunak SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan hasil belajar yang signifikan setelah penggunaan media pembelajaran "Congklak Pintar". Hasil analisis menunjukkan bahwa rata-rata hasil belajar (mean) pada pre-test sebesar 52,71. Sementara itu, rata-rata hasil belajar pada post-test mencapai 94,43. Dengan demikian, secara deskriptif terdapat perbedaan rata-rata hasil belajar yang signifikan antara pre-test dan post-test, di mana rata-rata pada post-test lebih tinggi daripada pre-test. Rata-rata nilai post-test lebih tinggi dibandingkan pre-test, yang didukung oleh nilai signifikansi 0,000 (< 0,05). Hal ini menunjukkan bahwa media pembelajaran berbasis permainan tradisional efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Media ini juga memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan dan kontekstual, serta dapat melestarikan budaya lokal. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi alternatif inovasi pembelajaran yang relevan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di tingkat dasar

Page 5 of 14 | Total Record : 132