cover
Contact Name
Suparman
Contact Email
suparman@uncp.ac.id
Phone
+6285261455244
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota palopo,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra
ISSN : 24433667     EISSN : 27154564     DOI : https://doi.org/10.30605/onoma
Core Subject : Education,
Onoma adalah jurnal akademik yang diterbitkan pada bulan Mei dan November oleh Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di Universitas Cokroaminoto Palopo. Jurnal ini menyajikan artikel-artikel ilmiah tentang pendidikan, bahasa dan sastra Indonesia.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,826 Documents
Pola Penamaan Nama Desa Berunsur Air di Kabupaten Demak Ilma Zulfa; Hendrokumoro, Hendrokumoro
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 12 No. 1 (2026): Penulis pada Edisi ini Terdiri dari Enam (6) Negara: Indonesia, Malaysia, Chin
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v12i1.8068

Abstract

Bahasa merupakan refleksi dari kenyataan sosial yang merepresentasikan hubungan manusia dengan lingkungan alam dan sosial-budayanya. Penamaan unsur geografis, termasuk nama desa, tidak terlepas dari pengalaman ekologis dan historis masyarakat penuturnya. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis bentuk pola penamaan nama desa yang berunsur air di Kabupaten Demak. Data penelitian diperoleh dari laman Badan Pusat Statistik Kabupaten Demak, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Demak, Dinas Pariwisata Kabupaten Demak, pemerintah desa di Kabupaten Demak, serta wawancara dengan narasumber yang memahami sejarah dan kondisi wilayah setempat. Data dianalisis menggunakan teori linguistik ekologis Haugen (1972) untuk melihat keterkaitan bahasa dengan lingkungan, serta teori variasi bahasa Holmes (1992) untuk mengidentifikasi variasi bentuk dan penggunaan bahasa dalam penamaan desa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penamaan desa berunsur air di Kabupaten Demak mencerminkan kondisi ekologis wilayah pesisir dan perairan, serta pengalaman sosial masyarakatnya. Secara struktural, penamaan tersebut didominasi oleh pola pemajemukan nomina + adjektiva (N + Adj) sebagai bentuk yang paling umum digunakan. Selain itu, ditemukan variasi leksikal sebagai penanda unsur air, seperti banyu, kali, tlogo, tambak, kedung, dan karang, yang masing-masing merepresentasikan karakteristik geografis, fungsi lingkungan, dan nilai budaya lokal.   Penelitian ini berkontribusi pada kajian linguistik ekologis dan toponimi dengan mengungkap pola pemajemukan dan variasi leksikal penanda unsur air dalam nama desa di Kabupaten Demak, yang merefleksikan relasi antara struktur kebahasaan, kondisi ekologis pesisir, dan pengalaman sosial masyarakat setempat.
Peningkatkan Keterampilan Membacakan Teks Berita melalui Studio Kreatif di Kelas XI SMA Negeri 1 Sukosari Yudi Kurniawan; Martutik, Martutik; Nurhadi, Nurhadi
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 12 No. 1 (2026): Penulis pada Edisi ini Terdiri dari Enam (6) Negara: Indonesia, Malaysia, Chin
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v12i1.8099

Abstract

Latar belakang penelitian ini didasari oleh temuan di lapangan yang menunjukkan  siswa mengalami kesulitan dalam aspek pelafalan, intonasi, keberanian, dan ekspresi saat membacakan berita. Kondisi ini memerlukan intervensi pembelajaran yang inovatif, sehingga peneliti memanfaatkan Studio Kreatif sebagai media pembelajaran alternatif. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis & McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari empat tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 28 siswa kelas XI dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, kuesioner, dan dokumentasi rekaman video. Studio Kreatif yang digunakan dilengkapi peralatan standar produksi yaitu kamera, mikrofon untuk menciptakan lingkungan belajar yang  mendukung. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada semua aspek yang diteliti. Pada aspek pelafalan, siswa seperti Anis, Agus, dan Fahri menunjukkan kemajuan dalam kejelasan artikulasi dan ketepatan pengucapan kata-kata kompleks. Dalam aspek intonasi, terlihat peningkatan kemampuan menggunakan variasi nada dan penekanan pada kata kunci, seperti yang ditunjukkan oleh Fahri dan Rizki Darmawan. Aspek keberanian mengalami perkembangan yang ditandai dengan peningkatan kontak mata, interaksi dengan audiens, dan pengelolaan kecemasan pada siswa seperti Agus dan Naura. Sementara pada aspek ekspresi, siswa seperti Janatal dan Anis mampu menampilkan ekspresi wajah dan gestur tubuh yang lebih variatif dan sesuai dengan konten berita. Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa Studio Kreatif merupakan media yang efektif untuk meningkatkan keterampilan membacakan berita karena mampu menciptakan lingkungan belajar yang autentik, memberikan umpan balik langsung melalui rekaman, dan membangun kepercayaan diri siswa secara bertahap. Keunggulan Studio Kreatif terletak pada kemampuannya mengintegrasikan latihan teknis kebahasaan dengan pengembangan keterampilan performatif dalam konteks yang mendekati situasi nyata.
Analisis Campur Kode Masyarakat di Pasar Andi Tadda Kota Palopo Sari, Harmita
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 5 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v5i1.39

Abstract

Penelitian ini ditujukan untuk mendeskripsikan campur kode, mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi terjadinya campur kode, mengetahui faktor-faktor yang melatarbelakangi penggunaan campur kode dan untuk mengetahui fungsi campur kode yang dilakukan oleh masyarakat di Pasar Andi Tadda Kota Palopo. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kualitatif sedangkan analisis data dalam penelitian bersifat kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah masyarakat Pasar Andi Tadda Kota Palopo. data dalam penelitian ini adalah hasil observasi dan rekaman berupa peristiwa campur kode tuturan masyarakat yang ada di Pasar Andi Tadda Palopo. Berdasarkan analisis data campur kode pemakaian bahasa yang ada di Pasar Sentral Kota Palopo ditemukan bahwa (1) Campur kode yang terjadi di Pasar Andi Tadda Kota Palopo dibagi menjadi berbagai macam bentuk struktur kebahasaan, (2) Faktor-faktor yang memengaruhi terjadinya campur kode di Pasar Andi Tadda Kota Palopo yaitu faktor linguistik dan faktor nonlinguistik, (3) Faktor yang melatarbelakangi pemakaian campur kode di Pasar Andi Tadda Kota Palopo, yaitu identifikasi peranan atau peran sosial penutur, prinsip kesopanan dan kesantunan penutur, dan menafsirkan atau menjelaskan maksud yang diinginkannya, dan (3) fungsi campur kode yang ditemukan di Pasar Andi Tadda Kota Palopo lebih argumentatif dan persuasif.
Menelusuri Seni Tari sebagai Salah Satu Budaya di Kerajaan Luwu pada Zaman Hinduisme (Kajian AWK Model Fairclough) Harsia
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 5 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v5i1.43

Abstract

Hadirnya keinginan untuk memahami sebuah naskah itu melalui kepekaan lintas budaya di dalam kelas masyarakat dapat dijadikan suatu program pelatihan dan pendidikan yang menyeluruh kepada etnis yang beragam di dalam komunikasi antarbudaya. Representasi dan komunikasi makna-makna kebudayaan mengambil tempat melalui bahasa baik baik verbal maupun bahasa nonverbal karena adanya dua standardisasi: makna-makna yang biasanya disematkan kata-kata dan cara berbicara yang biasanya disematkan pada situasi sosial dan setting kebudayaan. Fairclough dan Wodak yang melihat praktik wacana bisa jadi menampilkan efek ideologis artinya wacana dapat memproduksi hubungan kekuasaan yang tidak imbang antara kelas sosial, laki-laki dan perempuan, kelompok mayoritas dan minoritas di mana perbedaan itu direpresentasikan dalam praktik sosial. Hegemoni adalah titik sentral dalam teori Gramsci dalam menjelaskan masyarakat dan kekuasaan yang bekerja di dalamnya. Hegemoni sendiri diambil dari bahasa Yunani yaitu egemonia yang berarti dominasi dari suatu polis terhadap polis yang lain. Pertama kali digunakan oleh Lenin dalam bahasa Rusia yaitu rukovodstvo yang diartikan kepemimpinan. Hasil analisis data menunjukkan, bahwa ada lima jenis tarian di kerajaan Luwu pada zaman Hinduisme, yaitu; (a) tari bissu; (b) tari jaga; (c) tari lulo; (4) tari pagellu; dan (e) tari joge. Dan salah satu tarian yang menunjukkan kebudayaan Luwu adalah tari bissu yang dijadikan medium untuk menyembah “Roh Nenek Moyang”.
Kemampuan Menulis Narasi melalui Model Quantum Teaching Siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Ponrang Kabupaten Luwu Nirwana
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 4 No. 1 (2018)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v4i1.158

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kemampuan menulis narasi melalui model quantum teaching Siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Ponrang Kabupaten Luwu. Data pretest (tes awal) diketahui bahwa tidak terdapat siswa yang memperoleh nilai lebih besar 75. Sedangkan siswa sampel yang memperoleh nilai kurang dari 75 sebanyak 20 siswa atau 100%. Hal ini menunjukkan bahwa sampel pada pretest belum memenuhi kriteria yang ditetapkan. Selanjutnya hasil pengolahan data posttest (tes akhir) setelah menggunakan model quantum teaching diperoleh data bahwa siswa sampel yang mendapatkan nilai kurang dari 75 sebanyak 3 siswa atau 15%, sedangkan siswa yang memperoleh nilai lebih dari 75 sebanyak 17 siswa atau 85%. Hasil data menunjukkan Kemampuan menulis narasi model quantum teaching mampu digunakan, karena berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan dalam penelitian ini dinyatakan mampu bila tingkat kemampuan mencapai 85% dari jumlah siswa yang memperoleh nilai.
Penerapan Metode Quantum Learning dalam Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas VIII. A SMP Pesantren Datok Sulaiman Palopo Ummu Qalsum
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 4 No. 2 (2018)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v4i2.160

Abstract

Berdasarkan catatan guru, aktivitas siswa dalam tanya jawab dan diskusi kelas masing-masing hanya sebesar 30% dan 35% dari 25 siswa yang ada. Sebagian besar dari siswa justru memperlihatkan aktivitas yang tidak relevan dengan pembelajaran, seperti kelihatan bengong dan melamun, kurang bergairah, kurang memperhatikan, bermain-main sendiri, berbicara dengan teman ketika dijelaskan, canggung berbicara atau berdialog dengan teman waktu diskusi, dan lain sebagainya. Salah satu metode pembelajaran yang sesuai adalah metode Quantum Learning yaitu salah satu bentuk pembelajaran yang membangun ikatan emosional sehingga tercipta kesenangan dalam belajar pada diri siswa. Berdasarkan hal tersebut, maka permasalahan yang diselidiki dalam penelitian ini adalah bagaimana langkah-langkah penerapan metode Quantum Learning yang tepat agar dapat meningkatkan hasil belajar bahasa Indonesia siswa Kelas VIII.A SMP Pesantren Datok Sulaiman Palopo? Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan langkah-langkah penerapan metode Quantum Learning yang tepat agar dapat meningkatkan hasil belajar bahasa Indonesia siswa Kelas VIII.A SMP Pesantren Datok Sulaiman Palopo. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Pesantren Datok Sulaiman Palopo dengan subjek penelitian siswa kelas VIII.A yang berjumlah 32 siswa. Analisis data dilakukan dengan menggunakan statistik deskriptif. Berdasarkan hasil yang diperoleh jika dari skor rata-rata hasil belajar bahasa Indonesia siswa pada siklus I adalah 66,3 mengalami penurunan pada siklus II dengan skor 65,1. Hal ini terjadi karena materi yang disajikan pada siklus I berada dengan materi pada siklus II, sehingga rata-rata kelasnya turun tidak berarti bahwa hasil belajar siswa menurun karena jika dilihat perolehan skor untuk materi pembelajaran menyampaikan gagasan dalam diskusi sudah cukup baik dimana menyampaikan gagasan dalam diskusi merupakan pelajaran yang membutuhkan pemahaman baik untuk mampu menghubungkan antara teori yang ada kemudian digunakan untuk menganalisis soal-soal. Disisi lain, jika dilihat rentang skor pada siklus I yaitu 69,5 kemudian semakin menurun pada siklus II yaitu 53,0. Hal ini menunjukkan suatu peningkatan, artinya pada siklus II siswa sudah mulai memacu atau mengoptimalkan potensi yang mereka miliki, sehingga perbedaan skor antara siswa yang sangat baik dan sangat kurang sudah tidak terlalu jauh. Dari data di atas jelas terlihat bahwa dengan penerapan metode Quantum Learning yang membawa siswa bergembira dalam belajar telah mengubah citra diri siswa yang semula pesimis akan kemampuan yang dimilikinya kini menunjukkan optimisme yang ditunjukkan dari hasil pekerjaannya dalam tes dan perilaku siswa selama proses belajar mengajar
Keefektifan Model Picture And Picture dalam Menulis Naskah Drama Siswa Kelas VIII SMPN 2 Bua Ponrang Kabupaten Luwu Suparman
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 4 No. 2 (2018)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v4i2.162

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan keefektifan model picture and picture dalam menulis naskah drama siswa kelas VIII. Penelitian ini dilaksanakan di SMPN 2 Bua Ponrang kabupaten luwu. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah pretest-posttest control group design. Pada penelitian ini siswa sebagai subjek diberikan satu kali pengukuran tes awal (pretest) dengan tujuan mendeskripsikan kemampuan menulis siswa sebelum adanya perlakuan dan mengetahui pengaruh perlakuan terhadap hasil belajar siswa setelah diberikan perlakuan dan siswa diberikan perlakuan berupa tes akhir (posttes) untuk mengukur keterampilan menulis setelah mendapat perlakuan. Hasil analisi data menggunakan
Penguasaan Kalimat Efektif Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Semester V Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UNCP Sehe Madeamin; Darmawati
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 4 No. 2 (2018)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v4i2.166

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penguasaan kalimat efektif mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia semester V Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UNCP. Penelitian ini termasuk ke dalam jenis penelitian kuantitatif bersifat deskriptif. Penelitian kuantitatif adalah penelitian yang digunakan untuk meneliti populasi atau sampel tertentu, teknik pengambilan sampel umumnya dilakukan dengan cara tertentu, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif/statistik dengan tujuan untuk menjawab permasalahan yang telah ditetapkan. Selanjutnya, yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah keseluruhan mahasiswa semester V Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP UNCP yang terdiri atas tiga kelas yang berjumlah 99 orang dan yang menjadi sampel penelitian adalah kelas Vc yang berjumlah 40 orang. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu tes objektif. Hasil analisis data menunjukkan bahwa mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Semester Vc FKIP Universitas Cokroaminoto Palopo, menguasai kalimat efektif karena jumlah mahasiswa yang memperoleh nilai 70 ke atas mencapai kriteria jumlah yang ditentukan, yaitu 85%. Demikian pula dengan nilai rata-rata yang diperoleh oleh keseluruhan siswa sampel mencapai nilai 70. Hal ini didasarkan pada kenyataan bahwa dari 40 siswa yang dijadikan sampel, yang memperoleh nilai 70 ke atas sebanyak 36 mahasiswa (90%) dan yang memperoleh nilai di bawah 70 sebanyak 4 orang atau (10%). Indikator kalimat efektif yang tidak dikuasai mahasiswa adalah bentuk dan urutan kata . Selanjutnya, secara berturut-turut dari kesalahan yang tinggi sampai ke kesalahan terendah adalah kesalahan penggunaan ejaan dan tanda baca, kesalahan struktur kalimat, dan kesalahan pilihan kata. Kesalahan yang dilakukan mahasiswa tidak mempengaruhi atau merusak makna atau maksud komunikasi.
Peningkatan Kemapuan Berbicara Mahasiswa Program Studi PGSD Kelas E Universitas Cokroaminoto Palopo Menggunakan Metode Role Play Darmawati
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 4 No. 2 (2018)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v4i2.168

Abstract

Kemampuan berbicara merupakan salah satu kemampuan yang sangat penting yang harus dimiliki oleh setiap individu dengan tidak mengabaikan kemampuan-kemampuan yang lain seperti kemampuan menyimak, membaca, menulis, kebahasaan dan sastra dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, karena dengan kemampuan tersebut individu dapat berkomunikasi dengan siapapun baik dalam situasi formal maupun informal. Bahasa Indonesia merupakan bahasa Nasional sebagai identitas bangsa dan karakteristik setiap individu yang lahir dan bertumbuh di Indonesia. Kendala yang terjadi dalam meningkatkan kemampuan berbicara mahasiswa memotivasi peneliti untuk mengadakan sebuah penelitian dengan harapan dapat memberi variasi pembelajaran. Peneliti menggunakan teknik Role play untuk mengatasi kendala tersebut. Role Play memang mempunyai daya tarik tersendiri. Tema role play didiskusikan bersama sesuai dengan keinginan mereka. Penelitian ini dilaksanakan di kelas E Jurusan PGSD, dengan jumlah mahasiswa sebanyak 40 orang. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas dengan 3 siklus. Setiap siklus membutuhkan dua kali pertemuan dan setiap siklus dilaksanakan melalui 4 tahapan, yakni perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketertarikan mahasiswa terhadap Bahasa Indonesia mulai meningkat. Hal ini ditunjukkan dari hasil observasi melalui pengamatan visual maupun hasil perekaman. Dengan role play perbendaharan kosakata mahasiswa meningkat, begitu juga dengan penggunaan tatabahasanya. Semakin banyak kosakata yang dimiliki, dan semakin terampil menggunakannya dalam kalimat, maka mereka akan semakin terampil berbicara
Strategi Pembelajaran Budaya dan Sistem Kepercayaan Masyarakat Bugis, Dari Mitos Ke Logos, Dan Fungsional (suatu Tinjauan Filsafat Budaya C.A. van Peursen) Sunarni Yassa; Muhammad Hasby; Edi Wahyono
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 7 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v7i2.1818

Abstract

Perkembangan budaya dan kepercayaan masyarakat Bugis, tidak terlepas dari peran dan fungsi mitologi, meskipun mitos tidak memberikan bahan informasi kepada manusia bahwa kekuatan-kekuatan ajaib itu seperti apa bentuknya, tetapi minimal dapat membantu manusia agar mampu menghayati daya-daya itu sebagai kekuatan yang mempengaruhi dan menguasai alam kehidupan. Menurut C. A. van Peursen strategi dalam memahami perkembangan budaya terbagi dalam tiga tahap, yakni; tahap mitis, tahap ontologis, dan tahap fungsional. Pada masyarakat Bugis dalam tahap mitis telah nampak di periode Galigo yang menggambarkan gejala-gejala metafisik tentang awal-mula terciptanya dunia, dan bagaimana Dewa di langit menempatkan penguasa di muka bumi. La Toge’ Langi’ (Batara Guru) yang diturunkan di Ware’ Luwu dan mempunyai kekuasaan mutlak. Masyarakat Bugis pada tahap ontologis, telah terdapat konsep-konsep Dewa tertinggi yang disebut To-Palanroe, hal ini terdapat pada kaum To-Lotang di Sidrap. Kemudian kepercayaan seperti itu juga terdapat di Kajang yang disebut kepercayaan Patuntung yang dipimpin oleh seorang pemimpin kepercayaan yang disebut Amma-toa (ayah tertua), konsep dewa tertinggi mereka disebut Turie a’ra’na (Orang yang berkehendak). Dalam prosesi penyembahan terhadap Dewata, bissu dapat memiliki posisi di luar sistem kemasyarakatan dengan berperan sebagai pendeta, dukun, serta ahli “ritual trance” (kemasukan oleh roh), dalam bahasa Bugis disebut asoloreng, ia adalah penghubung antara umat manusia dengan dunia Dewa. Kemudian ditahap fungsional, budaya masyarakat Bugis dapat dilihat dalam hal kepemimpinannya, walaupun tidak memiliki satu pemimpin (raja) yang sama, tetapi mereka membuat persahabatan yang mereka sepakati, yang dapat mempersatukannya.