cover
Contact Name
Suparman
Contact Email
suparman@uncp.ac.id
Phone
+6285261455244
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota palopo,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra
ISSN : 24433667     EISSN : 27154564     DOI : https://doi.org/10.30605/onoma
Core Subject : Education,
Onoma adalah jurnal akademik yang diterbitkan pada bulan Mei dan November oleh Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di Universitas Cokroaminoto Palopo. Jurnal ini menyajikan artikel-artikel ilmiah tentang pendidikan, bahasa dan sastra Indonesia.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,826 Documents
Deiksis sebagai Representasi Sifat Dark Triad dalam Buku Kumpulan Cerpen Gres Karya Putu Wijaya Gigih Caesar Wahyu P; Roekhan, Roekhan; Azizatuz Zahro’
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 12 No. 2 (2026): On Proses
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/za5jy204

Abstract

Penelitian ini mengkaji penggunaan deiksis dalam kumpulan cerpen Gres karya Putu Wijaya untuk merepresentasikan sifat Dark Triad (narsisme, machiavellianisme, psikopati). Tujuan penelitian ini adalah 1.) mendeskripsikan ragam deiksis yang merepresentasikan sifat Dark Triad dalam buku kumpulan cerpen Gres karya Putu Wijaya, 2.) mendeskripsikan penggunaan deiksis  yang merepresentasikan sifat Dark Triad dalam buku kumpulan cerpen Gres karya Putu Wijaya. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan analisis dialog untuk menganalisis data berupa deiksis. Teknik dokumentasi meliputi pemilihan buku cerpen karya Putu Wijaya yang relevan, digitalisasi teks cerpen yang sudah dipilih, identifikasi penggunaan deiksis yang mencerminkan sifat Dark Triad, serta analisis data berupa ragam dan penggunaan deiksis pada dialog antar tokoh dalam cerpen. Hasil penelitian ini menunjukkan ada 4 ragam deiksis yang menggambarkan sifat dark triad pada buku kumpulan cerpen Gres. Data berjumlah 28 data deiksis: persona (23 data), sosial (3 data), temporal (1 data), dan spasial (1 data). Deiksis persona menjadi ragam deiksis yang paling sering muncul dalam penelitian kali ini dengan jumlah 23 data, sedangkan sifat machiavelianisme yang digambarkan dalam deiksis menjadi sifat yang paling menonjol dalam penelitian ini. Penelitian ini menunjukkan bahwa deiksis tidak hanya berfungsi dalam ujaran, tetapi juga mencerminkan sifat dan karakter tokoh dalam sastra.
Simbolisme dalam Novel Perempuan di Titik Nol Karya Nawal El Saadawi Alam Ikhsanul Amanah; Samsuddin, Samsuddin; Kadirun, Kadirun
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 12 No. 1 (2026): Penulis pada Edisi ini Terdiri dari Enam (6) Negara: Indonesia, Malaysia, Chin
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v12i1.8080

Abstract

Novel Perempuan di Titik Nol karya Nawal El Saadawi sarat akan simbolisme dalam menyampaikan makna seiring berjalannya cerita. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi, mengklasifikasi, dan mendeskripsikan simbolisme  dalam novel Perempuan di Titik Nol karya Nawal El Saadawi. Penelitian ini dilakukan dengan berpijak pada teori Aminuddin yang membagi tiga jenis simbol yaitu blank symbol, natural symbol, dan private symbol. Metode dalam penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif yaitu menyajikan data dengan kata-kata yang faktual dan interpretasi dalam bentuk deskripsi. Data penelitian berupa simbol berbentuk kata, frasa, dan klausa yang bersumber dari novel  Perempuan di Titik Nol. Data diperoleh dari proses membaca disertai mencatat.  Teknik analisis data menggunakan analisis model Miles dan Huberman, yaitu  pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa novel Perempuan di Titik Nol mengadopsi sejumlah simbol seiring berjalannya cerita. Temuan data yang tergolong dalam blank symbol berjumlah lima data yang berbentuk frasa dan klausa, natural symbol lima data yang berbentuk frasa dan klausa, serta private symbol lima data yang berbentuk kata, frasa, dan klausa. Secara keseluruhan, simbol-simbol ini saling terjalin membentuk jaringan makna yang menegaskan bahwa novel Perempuan di Titik Nol merupakan hasil karya perlawanan. Simbolisme dalam novel ini tidak bersifat netral, melainkan secara aktif mendukung upaya untuk meruntuhkan struktur sosial yang seringkali tidak sejalan dengan pandangan kebanyakan orang. Simbol-simbol tersebut berperan sebagai sarana untuk membangkitkan kesadaran kritis pembaca mengenai realitas ketidakadilan serta krisis kemanusiaan. Oleh karena itu,  penelitan ini memainkan peran penting dalam khazanah ilmu sastra dengan memberikan perspektif ilmiah tentang cara novel mengonstruksi makna yang merujuk pada realitas sosial meggunakan simbol .
Dinamika Kekerasan Fisik dan Psikis dalam Serial Wetv Cinta Mati: Analisis Psikologi Trauma Cathy Caruth Sella Adinda Putri; Yermia Nugroho Agung Wibowo
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 12 No. 2 (2026): On Proses
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/mhvsq156

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis representasi dinamika kekerasan fisik dan psikis serta dampaknya terhadap trauma tokoh dalam serial WeTV Cinta Mati karya Danial Rifki. Menggunakan pendekatan psikologi sastra, penelitian ini mengintegrasikan kerangka teori Judith Herman untuk membedah pola dinamika kekerasan dan Cathy Caruth untuk mengidentifikasi manifestasi serta dampak trauma. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan sumber data episode 10A-10B. Data dikumpulkan melalui teknik dokumentasi, simak, dan catat dengan pengkodean, serta divalidasi melalui wawancara semi-terstruktur bersama penonton muda dan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan: (1) pola kekerasan interpersonal bermanifestasi dalam bentuk kekerasan fisik dan psikis sistematis yang menciptakan keterikatan patologis; (2) identifikasi trauma pada tokoh pelaku mengungkap adanya pengalaman yang tidak terklaim (unclaimed experience); (3) dampak trauma psikologis tokoh korban muncul sebagai fenomena yang tertunda melalui gejala kilas balik, dan ledakan emosional. Studi ini menyimpulkan bahwa serial Cinta Mati secara akurat merepresentasikan kompleksitas trauma sebagai proses kejiwaan yang berkelanjutan, mempertegas pentingnya literasi kesehatan mental dalam konsumsi karya audiovisual yang berbeda dan aktual, sekaligus menjawab kebutuhan akan perluasan objek kajian sastra dalam konteks media baru.  
Strategi Integrasi Kearifan Lokal melalui Media Digital Canva dalam Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia Anzar, Anzar; Amal Akbar; Sri Rahmadani Syarif
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 12 No. 2 (2026): On Proses
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/ew4c1x95

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi integrasi kearifan lokal melalui media digital Canva dalam pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan. Penelitian ini didasari pentingnya pelestarian identitas budaya, penguatan pendidikan karakter, serta peningkatan literasi digital melalui pemanfaatan media pembelajaran yang kreatif dan interaktif. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki pemahaman yang baik mengenai urgensi kearifan lokal dalam pembelajaran, serta menilai Canva sebagai media yang efektif, mudah diakses, dan relevan dengan karakteristik siswa. Strategi integrasi yang ditemukan meliputi: (1) penyajian cerita rakyat Pangkep dalam bentuk e-poster, (2) visualisasi peribahasa Bugis-Makassar dalam infografis interaktif, dan (3) pengembangan puisi siswa bertema laut, perahu pinisi, dan budaya lokal dengan dukungan visualisasi Canva. Temuan ini menegaskan bahwa penggunaan Canva mampu meningkatkan keterlibatan siswa, memperkuat pemahaman terhadap nilai budaya lokal, serta mengembangkan kreativitas, literasi digital, dan keterampilan kolaboratif. Dengan demikian, integrasi kearifan lokal melalui media digital menjadi strategi yang efektif untuk menghadirkan pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia yang kontekstual, menarik, dan bermakna.
Ekofeminisme pada Novel Raifa dalam Dekapan Selembu: Representasi Nilai Pendidikan Lingkungan dan Agency Perempuan Tasya Putri; Juanda, Juanda; Asia, Asia
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 12 No. 2 (2026): On Proses
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/xvzg3x45

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan representasi nilai pendidikan lingkungan dan agency peremuan dalam novel Raifa dalam Dekapan Selembu karya Boy Abdaz dengan menggunakan perspektif ekofeminisme Vandana Shiva. Sumber data penelitian ini berasal dari novel Dekapan Selembu karya Raifa. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik membaca intensif terhadap novel, dokumentasi, serta pencatatan kutipan yang relevan dengan rumusan masalah penelitian. Analisis data menggunakan model analisis interaktif Miles, Huberman, dan Saldana yang meliputi kondensasi data melalui proses selecting, focusing, abstracting, serta simplifying dan transforming untuk memperoleh pemaknaan yang sistematis terhadap data penelitian. Nilai pendidikan lingkungan dianalisis melalui kerangka UNESCO, yang mencakup kesadaran lingkungan, pengetahuan lingkungan, sikap terhadap lingkungan, keterampilan lingkungan, dan partisipasi lingkungan. Sementara itu, agency perempuan ditelaah dalam aspek kondisi lingkungan, ilmu dan alam, pengetahuan lokal, hutan dan pohon super, keanekaragaman lingkungan, dan pemulihan sumber daya alam. Temuan penelitian menunjukkan bahwa novel Raifa dalam Dekapan Selembu merepresentasikan nilai pendidikan lingkungan sekaligus agency perempuan melalui hubungan tokoh perempuan dengan alam yang ditampilkan dalam alur, karakter, dan simbol ekologis. Perempuan digambarkan sebagai aktor utama dalam menjaga dan memulihkan lingkungan melalui kesadaran ekologis, kepemimpinan, serta pemanfaatan pengetahuan lokal yang memperkuat praktik pelestarian alam. Penelitian ini memberikan kontribusi teoritis bagi kajian sastra Indonesia dengan menghadirkan analisis terpadu antara ekologis, gender, dan pendidikan lingkungan.
Menjajaki Relevansi Folklor dengan Toponimi Lima Desa Kawasan Situs Adipati Panjer sebagai Pemertahanan Konstruksi Sejarah Lisan : Kajian Linguistik Antropologis Eliesa Ratih Anggraeni; Daru Winarti
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 12 No. 2 (2026): On Proses
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/qcy6ey10

Abstract

Penelitian ini membahas toponimi di kawasan Situs Adipati Panjer, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri, yang berkaitan dengan folklor tentang peperangan antara Adipati Panjer dan Gendam Semaradana. Kajian ini bertujuan mengungkap makna dan fungsi penamaan lima desa di kawasan tersebut yaitu Gondang, Kenep, Kayunan, Jarak, dan Kalasan berdasarkan perspektif linguistik antropologis dan semiotika Ferdinand de Saussure, serta klasifikasi makna toponimi menurut Sudaryat. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik triangulasi data yang melibatkan wawancara mendalam dengan juru kunci dan kepala desa, observasi lapangan, serta studi literatur terhadap naskah Babad Khadiri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses penamaan lima desa di sekitar Situs Adipati Panjer merefleksikan nilai-nilai historis, geografis, dan budaya masyarakat setempat yang berakar pada folklor. Temuan dalam penelitian ini, menunjukkan bahwa konsep arbitraritas bahasa yang dikemukakan Ferdinand de Saussure berlaku pada penamaan desa yang berasal dari latar belakang folklor, seperti desa Gondang mempunyai makna referensial kebo ghondangen, desa Kenep mempunyai makna nginep, desa Kayunan mempunyai makna ayun, desa Jarak mempunyai makna pohon jarak, desa Kalasan mempunyai makna alas. Berdasarkan klasifikasi makna toponimi Sudaryat dikelompokkan menjadi tiga yaitu, Desa Gondang dan Kayunan menunjukkan aspek kebudayaan, Kenep menunjukkan aspek kemasyarakatan, sedangkan Jarak dan Kalasan merepresentasikan aspek perwujudan atau alam. Dengan demikian, toponimi di kawasan Situs Adipati Panjer tidak hanya berfungsi sebagai penanda geografis, tetapi juga sebagai sistem tanda budaya yang menyimpan sejarah lisan di Kabupaten Kediri dan pemertahanan identitas daerah.