cover
Contact Name
Suparman
Contact Email
suparman@uncp.ac.id
Phone
+6285261455244
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota palopo,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra
ISSN : 24433667     EISSN : 27154564     DOI : https://doi.org/10.30605/onoma
Core Subject : Education,
Onoma adalah jurnal akademik yang diterbitkan pada bulan Mei dan November oleh Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di Universitas Cokroaminoto Palopo. Jurnal ini menyajikan artikel-artikel ilmiah tentang pendidikan, bahasa dan sastra Indonesia.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,826 Documents
The Implementation of Classroom-Based Assessment Using Instructional Coaching Model of Teacher Feedback Among Primary School English Teachers in West Aceh Erizar, Erizar; Juliana, Rena; Marzuki, Abdul Gafur; Yulia, Astri; Rohman, Nur
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 12 No. 1 (2026): Penulis pada Edisi ini Terdiri dari Enam (6) Negara: Indonesia, Malaysia, Chin
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v12i1.7877

Abstract

The research investigated challenges faced by English teachers in West Aceh, Indonesia, emphasizing the importance of effective professional development. The focus was on the impact of Classroom-Based Assessment (CBA) and instructional coaching on English teachers' performance in secondary schools. Employing a mixed-method approach with questionnaires and tests, the study targeted English teachers in secondary schools in West Aceh, with a sample of 50 teachers from 25 schools. Results revealed that instructional coaching significantly improved teachers' proficiency in providing feedback, covering aspects like classroom administration and student engagement. Notably, statistical analysis using the One Sample T-test showed a substantial enhancement in English instructors' feedback skills (P = 0.000 < 0.05) through instructional coaching. These findings had wide implications for the professional growth of English teachers in Aceh, with global relevance. The research contributes to the field of teacher professional development by providing empirical evidence on the effectiveness of integrating Classroom-Based Assessment with structured instructional coaching to strengthen feedback literacy among English teachers in secondary education. It also offers a contextualized model that can inform policy design, coaching frameworks, and sustainable professional learning programs in similar developing educational settings. The study suggested that instructional coaching was a powerful strategy to enhance teachers' feedback capabilities, positively impacting student outcomes. Teachers could draw valuable insights from this research to refine teaching methodologies and improve student learning experiences.
Melacak Jejak Kegagalan Literasi Membaca: Analisis Kesulitan Siswa Kelas VII SMP dalam Menginferensi dan Mengevaluasi Teks Narasi Maslakhatu Nurul Ummah; Harsiati, Titik; Adi , Pidekso
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 12 No. 1 (2026): Penulis pada Edisi ini Terdiri dari Enam (6) Negara: Indonesia, Malaysia, Chin
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v12i1.7892

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis kesulitan yang dihadapi siswa kelas VII SMP dalam menginferensi dan mengevaluasi teks narasi sebagai bagian dari keterampilan literasi membaca, (2) mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi rendahnya keterampilan literasi membaca khususnya dalam hal inferensi dan evaluasi teks narasi pada siswa kelas VII SMP, dan (3) memberikan rekomendasi untuk perbaikan pembelajaran literasi membaca guna meningkatkan keterampilan inferensi dan evaluasi teks narasi pada siswa kelas VII SMP. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan analisis hasil belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesulitan tersebut dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Faktor internal meliputi keterbatasan keterampilan kognitif, kebiasaan membaca, serta motivasi siswa dalam memahami teks secara mendalam. Sementara itu, faktor eksternal berkaitan dengan metode pengajaran, bahan ajar, pengaruh media sosial dan teknologi, serta kondisi pembelajaran, seperti waktu dan variasi metode yang digunakan. Analisis mendalam terhadap kedua faktor tersebut menjadi kunci dalam merancang strategi pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan evaluatif siswa.
The Culturally Responsive Teaching Approach in Developing Indonesian Language Teaching Modules Based on Lombok Local Culture Evi Sulistiana; Yeni Artanti
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 12 No. 1 (2026): Penulis pada Edisi ini Terdiri dari Enam (6) Negara: Indonesia, Malaysia, Chin
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v12i1.7949

Abstract

This study aims to develop, determine the feasibility, practicality, and effectiveness of a Lombok-based Indonesian language teaching module for seventh-grade junior high school/MTs students. This type of research is research and development (R&D) with a 4D model (define, design, develop, disseminate). The validation test was conducted by two experts, namely a subject matter expert and a media expert, while the practicality test involved a limited trial involving 16 students and a field trial involving two classes, each with 29 students in the experimental and control classes. Then, the effectiveness test was conducted using SPSS, such as normality test, homogeneity test, independent sample t-test, and N-Gain. The data were analyzed using quantitative and qualitative approaches. The results showed that the teaching module was developed based on four main stages and covered four learning materials, namely descriptive texts, folk poetry texts, fantasy story texts, and procedural texts. Lombok locality was used as the text in each learning activity. The feasibility assessment by experts obtained an average score of 92.10% with a category of very feasible, while the practicality assessment by teachers and students was 81.88% and 84.14% respectively with a category of very practical. The effectiveness test using the Independent Sample t-Test showed a significance value of 0.000 (< 0.05), which means that there was a significant difference between the experimental and control classes. The N-Gain value of 0.72 (high category) with a 64.95% increase in learning outcomes shows that the teaching module is effective. This module is considered capable of improving learning outcomes, strengthening conceptual understanding, and fostering awareness of local culture in Indonesian language learning. This finding contributes to the innovation of Indonesian language learning that is adaptable to culture, thereby enriching the learning experience and cultural insight of seventh grade junior high school/MTs students.
Analisis Semiotika pada Pidato Prabowo dalam Merespons Aksi Demonstrasi Fasya, Dilfa Karina; Anshori, Dadang S.; Fu'adin, Ahmad
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 12 No. 1 (2026): Penulis pada Edisi ini Terdiri dari Enam (6) Negara: Indonesia, Malaysia, Chin
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v12i1.7972

Abstract

Aksi demonstrasi yang terjadi pada Agustus 2025 memicu respons politik dari pemerintah khususnya Presiden Prabowo Subianto melalui serangkaian pidato resmi yang menimbulkan kritik dari beberapa kalangan masyarakat, sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pemanfaatan prinsip arbitraritas tanda Ferdinand de Saussure yang dilakukan secara strategis untuk merekontekstualisasi makna “demonstrasi” dalam wacana politik Indonesia. Metode dalam penelitian ini adalah metode kualitatif, dengan data transkrip pidato yang dikumpulkan melalui teknik dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan mengidentifikasi penanda berupa kata-kata kunci seperti “demonstrasi”, “anarkis”, “huru-hara”, “makar”, “terorisme”, “demonstran murni”, dan “anasir-anasir”; kemudian menginterpretasi petanda dengan membaca makna denotatif dan konotatifnya; serta menelusuri bagaimana hubungan antara penanda dan petandanya mengalami pergeseran makna melalui strategi linguistik sebagai dampak dari sifat arbitraritas tanda. Temuan analisis menunjukkan tiga tahap rekontekstualisasi yang menetapkan pemaknaan dominan terhadap demonstrasi sebagai ancaman keamanan nasional. Ketiga tahap tersebut diantaranya: (1) konstruksi oposisi biner antara demonstrasi dan ketertiban, (2) eskalasi atau peningkatan ancaman dari ”anarkis”, ke ”makar”, hingga ”terorisme”, dan (3) kategorisasi atau diferensiasi moral antara ”demonstran murni” dan ”anasir-anasir”. Penelitian ini berkontribusi terhadap pemahaman teoretis terkait dimensi sosial-politik arbitraritas Saussure serta memberi kesadaran kritis tentang penggunaan bahasa sebagai instrumen kontrol sosial-politik.
Makna dan Fungsi Puisi Rakyat Lampung Nyapou Hendri Firmansyah; Farida Ariyani; Dina Maulina; Munaris, Munaris
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 12 No. 1 (2026): Penulis pada Edisi ini Terdiri dari Enam (6) Negara: Indonesia, Malaysia, Chin
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v12i1.7985

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan fungsi dan makna pada puisi rakyat Lampung Nyapou. Metode yang digunakan ialah pendekatan deskriptif kualitatif  dengan teknik pengumpulan data berupa studi dokumen terhadap naskah Nyapou serta literatur terkait tradisi lisan Lampung. Analisis data dilakukan dengan pendekatan hermeneutik Paul Ricoeur untuk menafsirkan pesan-pesan budaya, nilai moral, dan simbol-simbol adat yang terdapat dalam syair Nyapou. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Nyapou memiliki tiga fungsi utama. Pertama, Nyapou berfungsi sebagai identitas kelompok yang ditandai dengan penyebutan tokoh atau marga adat sebagai penanda jati diri komunitas. Kedua, Nyapou berfungsi sebagai sarana penghormatan terhadap tamu yang hadir dalam upacara adat, karena secara hakikat Nyapou bermakna menyapa dengan penuh tata krama. Ketiga, Nyapou berfungsi sebagai sarana pendidikan informal yang memuat nilai tanggung jawab, kepedulian, kemandirian, dan keberanian. Dengan demikian penelitian ini berkontribusi dalam memperkuat kajian sastra lisan Lampung dan menyediakan dasar teoretis, praktis-pedagogis, serta kebijakan bagi integrasi Nyapou dalam pembelajaran dan pelestarian budaya Lampung.
Pengembangan E-Modul Pembelajaran Bahasa Jawa Materi Tembang Macapat dengan Pendekatan Deep Learning Chanifatul Munthi Zahriani; Raheni Suhita; Favorita Kurwidaria
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 12 No. 1 (2026): Penulis pada Edisi ini Terdiri dari Enam (6) Negara: Indonesia, Malaysia, Chin
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v12i1.7999

Abstract

Mata pelajaran Bahasa dan Sastra Jawa memegang peran penting dalam mewujudkan tujuan pendidikan nasional sebagai wahana pelestarian, penanaman nilai, dan pembentukan jati diri kebudayaan lokal Jawa. Salah satu khasanah kekayaan sastra Jawa yang paling bernilai adalah tembang macapat. Sayangnya, pembelajaran tembang macapat kurang diminati murid karena dianggap kuno. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan kondisi bahan ajar Tembang Macapat yang digunakan guru, mendeskripsikan kebutuhan guru dan murid pada bahan ajar berbentuk e-modul, menghasilkan produk pengembangan e-modul dengan pendekatan deep learning pada materi tembang macapat dengan karakteristik yang telah ditentukan, dan menguji kelayakannya untuk diterapkan di pembelajaran Bahasa Jawa SMP. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (R&D) yang menggunakan model ADDIE. . Adapun tahapan dari model ADDIE adalah  Analiysis (analisis) , Desaign (desain), Development (pengembangan), Implementation (implementasi), dan Evaluation (evaluasi). Namun, pada penelitian ini dibatasi hanya sampai tahap ketiga yaitu tahap pengembangan. Berdasarkan hasil analisis kondisi bahan ajar, bahan ajar yang digunakan masih berupa buku konvensional. Hasil analisis kebutuhan guru dan murid menunjukkan bahwa perlu adanya pengembangan e-modul pembelajaran Bahasa Jawa pada materi Tembang Macapat dengan pendekata deep learning. E-modul ini terdiri dari halaman sampul, halaman Pambukaning Atur, daftar isi, identitas pembelajaran, patunjuk penggunaan, peta konsep, asesmen awal, halaman Berkesadaran dan Bermakna, halaman Seneng Maca, LKPD interaktif, lembar refleksi, dan asesmen sumatif. E-Modul yang dihasilkan telah diuji kelayakannya oleh ahli materi, ahli IT, dan ahli bahasa. Nilai masing-masing ahli adalah  89,24%, 84,38%, dan 79,1% yang artinya e-modul yang dikembangkan layak diterapkan di pembelajaran Bahasa Jawa SMP. Penelitian ini memberikan kontribusi berupa alternatif bahan ajar interaktif berbasis teknologi untuk mata pelajaran Bahasa Jawa terutama pada materi Tembang Macapat. Selain itu, penelitian ini juga memberikan alternatif model pembelajaran dengan menggunakan pendekatan deep learning.
Pilihan Bahasa dalam Interaksi Pembelajaran SMP di Tegal: Kajian Sosiolinguistik Teguh Tri Handoyo; Asropah, Asropah; Ika Septiana
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 12 No. 1 (2026): Penulis pada Edisi ini Terdiri dari Enam (6) Negara: Indonesia, Malaysia, Chin
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v12i1.8040

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pilihan bahasa yang digunakan dalam interaksi pembelajaran di SMP Kabupaten Tegal. Penelitian ini termasuk ke dalam jenis penelitian kualitatif dengan rancangan deskriptif dan pendekatan sosiolinguistik. Populasi dalam penelitian ini adalah guru dan siswa di SMP Negeri 3 Slawi dan SMP Negeri 1 Pangkah, sedangkan sampelnya adalah guru mata pelajaran bahasa Indonesia kelas IX dan siswa kelas IX D di kedua sekolah tersebut. Data berupa tuturan, sedangkan sumber data adalah guru dan siswa. Metode pengumpulan data menggunakan metode simak bebas libat cakap (SBLC), rekam, wawancara, dan catat. Teknik analisis data yang digunakan adalah pengumpulan data, reduksi data, interpretasi data, dan pengambilan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pilihan bahasa yang digunakan dalam interaksi pembelajaran meliputi alih kode, campur kode, dan variasi tunggal bahasa. Dalam penelitian tersebut terdapat pilihan bahasa berupa alih kode berjumlah 7 tuturan (9%), campur kode berjumlah 36 tuturan (43%), dan variasi tunggal bahasa berjumlah 40 tuturan (48%). Sedangkan faktor yang menjadi pilihan bahasa tersebut adalah tingkat kesopanan, bahasa netral, dan minimnya pengajaran dan penerapan. Berdasarkan hal tersebut, dapat disimpulkan bahwa meski berada di daerah Tegal, Jawa Tengah, pilihan bahasa yang digunakan dalam interaksi pembelajaran didominasi oleh pilihan bahasa berupa variasi tunggal bahasa Indonesia. Unsur wilayah spesifik Kabupaten Tegal menjadi kebaruan dalam penelitian sosiolinguistik ini
Efektivitas Metode Scramble dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Aksara Jawa pada Siswa Kelas VII Oki Bagus Setiawan; Suwarna, Suwarna; Sri Hertanti Wulan
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 12 No. 1 (2026): Penulis pada Edisi ini Terdiri dari Enam (6) Negara: Indonesia, Malaysia, Chin
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v12i1.8049

Abstract

Penelitian ini dimulai dengan pengamatan terhadap keterampilan memperhatikan bacaan aksara Jawa yang masih rendah di antara siswa, yang disebabkan oleh metode pengajaran tradisional yang kurang menarik dan kurangnya strategi efektif untuk mengembangkan keterampilan tersebut. Tujuan utama studi ini adalah menilai perbedaan serta peningkatan kemampuan murid dalam memperhatikan bacaan aksara Jawa dengan menggunakan pendekatan metode pembelajaran Scramble. Menggunakan pendekatan kuantitatif pre-eksperimental dengan rancangan one-group pretest-posttest, studi ini dilaksanakan di SMP Negeri 1 Yosowilangun dengan melibatkan 32 siswa sebagai sampel. Instrumen yang diterapkan meliputi teknik pengujian melalui tes awal dan tes akhir, disertai teknik bukan pengujian seperti observasi, interview, dan pencatatan. Temuan studi membuktikan bahwa metode Scramble terbukti efektif dalam mengembangkan keterampilan membaca aksara Jawa terhadap murid Kelas VII di SMP Negeri 1 Yosowilangun. Oleh sebab itu, bisa ditarik kesimpulan bahwa implementasi metode Scramble memberikan implikasi baik yang signifikan dalam pengembangan potensi memperhatikan bacaan aksara Jawa.
Resiliensi Calabai di Kecamatan Segeri Kabupaten Pangkep Fajri, Nurul; Ahmadin, Ahmadin; Ahmad, M. Ridwan Said
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 12 No. 1 (2026): Penulis pada Edisi ini Terdiri dari Enam (6) Negara: Indonesia, Malaysia, Chin
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v12i1.8057

Abstract

Penelitian ini berfokus pada pengungkapan bentuk resiliensi dan strategi adaptasi sosial kelompok calabai dalam kehidupan bermasyarakat di Kecamatan Segeri, Kabupaten Pangkep. Kajian ini diarahkan untuk memahami bagaimana calabai membangun keberlanjutan hidup sosialnya serta faktor-faktor yang memengaruhi kemampuan mereka mempertahankan eksistensi di tengah masyarakat dengan struktur sosial dan nilai budaya yang dominan. Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode fenomenologi, sehingga pengalaman hidup subjek dipahami berdasarkan makna yang mereka bangun sendiri. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan studi dokumentasi dengan melibatkan calabai, tokoh masyarakat, serta aparat setempat sebagai informan. Data dianalisis secara bertahap melalui proses kondensasi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa resiliensi calabai terbentuk melalui pembedaan identitas sosial antara calabai dan bissu, keterlibatan dalam aktivitas ekonomi yang memiliki fungsi sosial jelas seperti bekerja sebagai karyawan salon, indo’ botting, dan asisten bissu, serta kemampuan mengelola relasi sosial sesuai norma lokal. Strategi tersebut menghasilkan bentuk penerimaan sosial yang bersifat kontekstual dan fungsional, meskipun tidak disertai perlindungan atau pengakuan formal dari negara. Temuan ini memperlihatkan bahwa resiliensi tidak hanya berakar pada ketahanan individu, tetapi juga pada kemampuan membaca ruang sosial dan menegosiasikan posisi dalam struktur masyarakat. Penelitian ini memberikan kontribusi empiris bagi kajian sosiologi tentang minoritas gender, resiliensi sosial, dan dinamika adaptasi dalam konteks budaya lokal Bugis.
Pola Komunikasi Pernikahan Antarbudaya Minangkabau dan Jawa; Kajian Etnografi Komunikasi Munifah Ghina; Agus Subiyanto
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 12 No. 1 (2026): Penulis pada Edisi ini Terdiri dari Enam (6) Negara: Indonesia, Malaysia, Chin
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v12i1.8066

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami dan membahas tentang bagaimana pola komunikasi pada pasangan suami istri antarbudaya Minangkabau dan Jawa. Data diambil dari sebuah video dan sebuah percakapan antara Bahasa Minangkabau dan Jawa. Penelitian kualitatif dapat dipahami sebagai metode penelitian yang menggunakan data deskriptif berupa bahasa tertulis atau lisan dari orang dan pelaku yang dapat diamati. Pendekatan kualitatif ini dilakukan untuk menjelaskan dan menganalisis fenomena individu atau kelompok, peristiwa, dinamika sosial, sikap, keyakinan, dan persepsi. Hasil penelitian adalah pola budaya yang dimiliki suku jawa dan suku Minangkabau terdapat perbedaan. pola budaya yang dimiliki suku jawa adalah Low Context dan pola budaya yang dimiliki suku Minangkabau adalah High Context. Kemudian pada pola komunikasi yang terjalin dalam pernikahan suku jawa dan Minangkabau, yaitu suku jawa memiliki pola komunikasi yang tidak sedikit memiliki permasalahan dalam bentuk Bahasa, interaksi sosial dan symbol-simbol budaya.