cover
Contact Name
Suparman
Contact Email
suparman@uncp.ac.id
Phone
+6285261455244
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota palopo,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra
ISSN : 24433667     EISSN : 27154564     DOI : https://doi.org/10.30605/onoma
Core Subject : Education,
Onoma adalah jurnal akademik yang diterbitkan pada bulan Mei dan November oleh Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di Universitas Cokroaminoto Palopo. Jurnal ini menyajikan artikel-artikel ilmiah tentang pendidikan, bahasa dan sastra Indonesia.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,859 Documents
Nilai Solidaritas dalam Puisi Kekasih Palestina Karya Mahmoud Darwish dan Palestina, Bagaimana Bisa Aku Melupakanmu? Karya Taufiq Ismail: Sebuah Kajian Sastra Bandingan Hikmatun Azizah; Maria Regina Widhiasti
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 12 No. 2 (2026): On Proses
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/ghwge083

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan membandingkan representasi solidaritas sosial dalam puisi “Kekasih Palestina” karya Mahmoud Darwish dan “Palestina, Bagaimana Bisa Aku Melupakanmu?” karya Taufiq Ismail, serta menjelaskan pengaruh latar historis dan kultural terhadap konstruksi solidaritas dalam kedua teks. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif-komparatif dalam kerangka sosiologi sastra dengan landasan teori solidaritas Émile Durkheim, khususnya konsep solidaritas mekanis dan organik. Data dianalisis melalui teknik close reading dengan mengidentifikasi unsur-unsur puitik seperti diksi, imaji, dan simbolisme yang kemudian dikategorikan berdasarkan bentuk solidaritas yang direpresentasikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa puisi Mahmoud Darwish merepresentasikan solidaritas mekanis yang berakar pada kesamaan identitas kolektif, memori historis, serta pengalaman eksil bangsa Palestina. Solidaritas ini dibangun melalui penggunaan metafora tubuh, citraan lanskap tanah air, serta simbol-simbol nasional yang berfungsi memperkuat kesadaran komunal dan semangat perlawanan. Sebaliknya, puisi Taufiq Ismail merepresentasikan solidaritas organik-spiritual yang terbentuk melalui empati lintas budaya dan kesadaran moral-religius universal. Solidaritas tersebut dimediasi oleh penggunaan imaji religius, simbol spiritual, serta analogi pengalaman lokal Indonesia yang memungkinkan pembaca merasakan keterhubungan emosional dengan realitas Palestina. Temuan ini menegaskan bahwa perangkat puitik tidak hanya berfungsi sebagai elemen estetika, tetapi juga sebagai mekanisme representasi kohesi sosial dalam konteks konflik global. Selain itu, penelitian ini menunjukkan bahwa perbedaan latar sosial, historis, dan kultural penyair berpengaruh signifikan terhadap cara solidaritas dikonstruksikan dalam teks. Dengan demikian, penelitian ini berkontribusi dalam memperluas penerapan teori solidaritas Durkheim dalam kajian sastra bandingan lintas budaya serta menegaskan peran puisi sebagai medium artikulasi solidaritas moral, resistensi simbolik, dan empati global.
Reconstruction of Economic Ideology in the Minister of Finance's Speech in Digital Media: A Critical Discourse Analysis Study Debi Akmalindo Putra; Nurhayati Nurhayati; M. Afif Sholahudin A
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 12 No. 2 (2026): On Proses
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/gvnrfy80

Abstract

This study investigates the reconstruction of economic ideology in the Minister of Finance’s speech disseminated through digital media using Norman Fairclough’s Critical Discourse Analysis framework. Employing a descriptive qualitative method, this research analyzes a transcript of the Minister of Finance’s speech published on the Kompas TV YouTube channel. The analysis integrates Fairclough’s three dimensions: text, discourse practice, and social practice to examine how economic meaning and power relations are constructed linguistically and socially. The findings reveal that economic ideology is reconstructed through the strategic use of crisis metaphors, authoritative modality, intertextual references, and evaluative lexical choices. These linguistic features position the state as a rational and technocratic authority capable of controlling national economic conditions. At the level of discourse practice, digital media plays a crucial role in amplifying and disseminating economic discourse to a wider public audience, shaping interpretation and reception. At the level of social practice, the discourse reproduces a technocratic-paternalistic ideology and reinforces economic nationalism to legitimize state intervention. This study contributes to Critical Discourse Analysis by highlighting economic discourse as a key site for ideological production and state power construction in the digital era, particularly within the Indonesian context.
Metaphors Related to Climate Issues in @greenpeaceid’s Instagram: A Conceptual Metaphor Theory Approach Adinda Maghfirah; Nurhayati, Nurhayati; Tabita Eka Ayu Sofia
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 12 No. 2 (2026): On Proses
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/encjf558

Abstract

Climate change communication often relies on abstract and technical language, which makes environmental issues difficult for the public to understand and engage with. This study aims to examine how climate change is represented through conceptual metaphors in Instagram post texts published by @greenpeaceid, and how these metaphors shape public perception and emotional engagement. This study employs a descriptive qualitative approach. The research data consist of metaphorical expressions taken from Instagram post texts published by @greenpeaceid between 1 October and 30 November 2025, with a total of 135 posts selected through purposive sampling. The data were analyzed using the Metaphor Identification Procedure (MIP) to systematically identify metaphorical expressions, and further examined using Conceptual Metaphor Theory (Lakoff & Johnson, 1980) to analyze the mapping between source and target domains. The results show that 24 metaphorical expressions were identified, forming several dominant conceptual metaphors, including Nature Is A Body, Crisis Is A Person, and Ecosystem Is A Building. These metaphors represent environmental issues through familiar human experiences such as illness, danger, physical movement, and structural damage. Furthermore, the metaphors function to make abstract environmental problems easier to understand, create a sense of urgency and threat, evoke empathy and moral responsibility, criticize political systems indirectly, and encourage collective action. This study concludes that conceptual metaphors serve as an effective cognitive and communicative strategy in Indonesian environmental advocacy, particularly in digital contexts, by shaping how the public understands and emotionally responds to climate change.
Representation and Commodification of Muslim Identity Through Halal Food Content by Influencer in Instagram Dite Nursyamsi Mahmutami; Widhiasti, Maria Regina
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 12 No. 2 (2026): On Proses
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/dbyxm606

Abstract

Instagram is one of the spaces used by influencers to influence their followers’ perception of certain ideologies and lifestyles, includes halal lifestyle. This study aims to analyze halal lifestyle represented and commodified by halal influencers through halal food content. One of the lifestyles that is also promoted by Instagram is halal lifestyle, which represented by Dian Widayanti dan Anca Syah among others through accounts @dianwidayanti and @anca.id. These two halal lifestyle influencers use Instagram to inform and educate their followers about halal food through the contents they produce. Using Krippendorff (2019) content analysis method, this study analyzed the contents of the influencers to show the representation of halal lifestyles on Instagram in the halal food content uploaded during November 2024 – April 2025. The results interpretation analysis uses the representation theory of Stuart Hall (1997), the commodification of Arjun Appadurai (2013) and the symbolic authority of Pierre Bourdieu (1991). This study shows @dianwidayanti and @anca.id using halal concept and differences in persona representation such as appearance, communication style and content narration as a branding strategy and reveals the commodification of religion through the capitalization of religious identity that occurs in the halal industry. The practices of representation and commodification construct religious authority through symbolic power in the public sphere and halal industrial world in Indonesia.
Humor dalam Komik Webtoon Terlalu Cantik Karya Muhammad Ahmes Avisiena Helvin: Kajian Humor Sri Ayu Ningsih; Muhammad Ardi Kurniawan
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 12 No. 2 (2026): On Proses
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/a0wef969

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis dan fungsi humor dalam komik digital Terlalu Cantik karya Muhammad Ahmes Avisiena Helvin melalui analisis elemen verbal dan visual. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data penelitian berupa panel komik yang mengandung unsur humor, yang dikumpulkan melalui teknik dokumentasi digital, meliputi tangkapan layar dan transkripsi dialog. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis isi melalui tahapan reduksi data, kategorisasi, dan interpretasi, dengan menggunakan kerangka teori humor superioritas, pembebasan, dan keganjilan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 95 data humor yang terdiri atas 84 humor keganjilan, 10 humor superioritas, dan 1 humor pembebasan. Dominasi humor keganjilan menunjukkan bahwa humor dalam komik ini lebih banyak dibangun melalui ketidaksesuaian antara harapan dan realitas yang menghasilkan efek kejutan dan absurditas. Humor superioritas muncul melalui representasi perbandingan kondisi sosial dan emosional antar tokoh, sedangkan humor pembebasan berfungsi sebagai pelepasan ketegangan emosional dalam situasi tertentu. Secara fungsional, humor dalam Terlalu Cantik didominasi oleh fungsi rekreatif sebagai hiburan, serta memiliki fungsi sosial sebagai media penyampaian kritik secara ringan.
Interaksi Simbolik dalam Kegiatan Belajar Mengajar di Sekolah Hilaria C. Aba Wowoseko; Muhammad Bahri Arifin; Widyatmike Gede Mulawarman
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 12 No. 2 (2026): On Proses
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/qk09zt38

Abstract

Percakapan dalam proses pembelajaran merupakan wujud dari sebuah interaksi simbolik, yakni proses pembentukan dan pertukaran makna antarindividu melalui bahasa yang penafsirannya dipengaruhi oleh konteks ketika interkasi tersebut terjadi. Kajian interaksi simbolik ini untuk mengungkapan makna simbolik yang terbentuk dari sebuah interaksi yang terjadi pada lembaga formal yaitu sekolah dengan tujuan pengelolaan kelas yang lebih terencana dan membantu menciptakan lingkungan inklusif di mana semua peserta didik  dapat membangun identitas pendidikan yang positif melalui interaksi sosial yang bermakna. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui observasi dan dokumentasi percakapan instruksional yang terjadi di kelas dan dianalisis dengan model interaktif Miles & Huberman. Analisis data dilakukan dengan mengidentifikasi unsur-unsur interaksi simbolik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi yang terjadi ketika pembelajaran mencerminkan makna simbolik yaitu,  penghormatan, kedekatan emosional,  kedisiplinan dan religiusitas serta keterlibatan kognitif peserta didik.
Analisis Komparatif Hasil Terjemahan Puisi Prancis oleh ChatGPT dan DeepL Sabrina Sungkar; Dadang Sunendar; Farida Amalia
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 12 No. 2 (2026): On Proses
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/gpgtfj97

Abstract

Penerjemahan puisi merupakan salah satu jenis penerjemahan yang kompleks, dengan adanya mesin penerjemahan berbasis AI seperti ChatGPT dan DeepL proses penerjemahan bisa dilakukan dengan lebih mudah dan cepat. Meskipun begitu efektivitas mesin tersebut dalam menangkap nuansa emosional masih harus dievaluasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis, mengevaluasi, dan membandingkan kualitas hasil terjemahan puisi Prancis ke dalam bahasa Indonesia oleh ChatGPT dan DeepL, terkhusus pada aspek akurasi dan strategi penerjemahan puisi yang digunakan. Metode yang dipakai dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif dengan pendekatan studi komparatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada mesin yang mutlak lebih unggul, ChatGPT terlihat lebih unggul dalam menerjemahkan puisi dengan kalimat yang lebih kompleks, sedangkan DeepL lebih unggul dalam puisi dengan kalimat yang sederhana dan pendek. Dari total 92 data terjemahan, ChatGPT menghasilkan 25 data akurat dengan strategi yang paling sering digunakan yaitu literal, yang berjumlahkan 28 data. Sedangakan DeepL menghasilkan 23 data akurat dengan strategi yang paling banyak digunakan juga literal, yang berjumlah 25 data. ChatGPT serta DeepL dapat menjadi alat bantu dalam menerjemahkan puisi sesuai dengan  kebutuhan masing masing pengguna. Penelitian selanjutnya disarankan untuk memperluas objek penelitian serta menambahkan aspek penilaian keberterimaan dan keterbacaan agar evaluasi kualitas terjemahan dapat dilakukan secara menyeluruh.
Struktur Mikro Wacana Fek Nono Hau Ana: Kajian Wacana Kritis Teun Van Dijk Nalenan, Joni Soleman; Syihabuddin, Syihabuddin; Supriadi, Rinaldi; Surjadjaja, Noviana Laurencia; Ali, Mohammad
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 12 No. 2 (2026): On Proses
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/ewcrqk90

Abstract

Ritual Fek Nono Hau Ana (FNHA) merupakan tradisi turun-temurun Uab Meto di Kecamatan Meomaffo Timur, Kabupaten Timor Tengah Utara, sebagai bentuk permohonan izin kepada leluhur sebelum membuka lahan pertanian. Ritual ini dianggap krusial karena ketidakpatuhan diyakini dapat mendatangkan malapetaka, mulai dari kecelakaan kerja hingga kegagalan panen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan struktur mikro wacana ritual FNHA dengan menggunakan pendekatan Analisis Wacana Kritis (AWK) model Teun van Dijk. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui teknik observasi, wawancara, dan simak libat cakap. Rekaman tuturan ritual ditranskripsikan dan dianalisis berdasarkan empat elemen struktur mikro, yakni semantik, sintaksis, stilistik, dan retoris. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada elemen semantik, wacana FNHA menggunakan latar tempat sakral dan latar waktu yang menghubungkan dimensi sekarang dengan masa lalu serta menggunakan detail identitas leluhur yang spesifik guna menegaskan maksud permohonan perlindungan dan legitimasi lahan. Secara sintaksis, ditemukan penggunaan kalimat deklaratif-performatif yang repetitif serta dominasi kata ganti hai ‘kami’ dan hit ‘kita’ untuk menciptakan inklusivitas antara manusia dan roh. Pada aspek stilistik, pemilihan diksi bernuansa kekeluargaan seperti ina dan afoan menunjukkan ideologi masyarakat yang menempatkan leluhur sebagai bagian hierarki keluarga besar. Pada elemen retoris, penggunaan repetisi leksikal leko-leko ‘baik-baik’ dan metafora seperti nesba matan ‘pintu masuk’ berfungsi sebagai penekanan moral dan penegasan kehadiran leluhur secara imanen. Kebaruan penelitian ini terletak pada pengungkapan struktur mikro yang sebelumnya belum tersentuh, sekaligus sebagai upaya dokumentasi budaya untuk mencegah kepunahan tradisi lisan Uab Meto di masa depan.
Kosakata Ragam Informal dalam  Sahabatku Indonesia sebagai Hambatan Budaya dalam Pembelajaran BIPA Agung Prasetia; Nuny Sulistiany Idris
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 12 No. 2 (2026): On Proses
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/39bnbr92

Abstract

Penelitian ini mengkaji jenis dan konteks kosakata ragam informal dalam buku  Sahabatku Indonesia BIPA tingkat 5, 6, dan 7, serta menganalisis potensinya sebagai hambatan budaya dalam pembelajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA). Metode analisis konten kualitatif digunakan dalam penelitian ini untuk mengidentifikasi jenis-jenis kosakata informal yang muncul dalam buku tersebut. Penelitian ini mengidentifikasi 62 kosakata ragam informal yang muncul dalam konteks percakapan tidak santun, surat pribadi, dan siaran radio anak muda dengan variasi tingkat penjelasan. Kosakata informal tersebut dapat berpotensi menjadi hambatan budaya karena tiga faktor: ketidakjelasan konteks penggunaan, kesulitan membedakan register, dan pengaruh regional yang tidak terlalu dijelaskan. Penelitian ini merekomendasikan perlunya penanda yang jelas untuk membedakan ragam formal dan informal dan mengembangkan aktivitas pembelajaran yang melatih kompetensi sosiolinguistik. Tambahan pula, dalam memahami perbedaan register, buku ajar diharapkan menggunakan media otentik untuk menunjukkan konteks penggunaan yang tepat.
Tindak Tutur dan Implikatur dalam Komentar Netizen terhadap Estetika Influencer pada Akun TikTok “Hi, ini Chacu”: Kajian Pragmalinguistik Wenno, Eldaa Crystle; Tomasouw, Jolanda; Noya van Delzen, June Carmen; Serpara, Henderika
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 12 No. 2 (2026): On Proses
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/a3mya311

Abstract

Penelitian ini mengkaji tindak tutur dan implikatur dalam komentar netizen terhadap estetika influencer pada akun TikTok “Hi, ini chacu” (@chacuuuu). Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan lokusi, ilokusi, perlokusi, dan implikatur dalam komentar netizen terkait penampilan influencer tersebut. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan data berupa 30 komentar terpilih dari kolom komentar publik akun tersebut. Data dikumpulkan melalui teknik dokumentasi dan catat, lalu dianalisis dengan mengidentifikasi makna literal, daya ilokusi, efek perlokusi, dan makna tersirat. Hasil penelitian menunjukkan empat pola umum: komentar berfokus pada make-up, hasil visual, detail wajah, aura, dan kecocokan gaya; didominasi oleh sindiran dan ejekan; cenderung membentuk opini negatif audiens; serta menyiratkan bahwa kecantikan influencer dianggap tidak autentik, berlebihan, atau kurang sesuai. Temuan ini menunjukkan bahwa kolom komentar TikTok tidak hanya berfungsi sebagai ruang interaksi, tetapi juga sebagai arena evaluasi sosial tempat bahasa digunakan untuk membangun penilaian estetika dan persepsi publik.