cover
Contact Name
Suparman
Contact Email
suparman@uncp.ac.id
Phone
+6285261455244
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota palopo,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra
ISSN : 24433667     EISSN : 27154564     DOI : https://doi.org/10.30605/onoma
Core Subject : Education,
Onoma adalah jurnal akademik yang diterbitkan pada bulan Mei dan November oleh Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di Universitas Cokroaminoto Palopo. Jurnal ini menyajikan artikel-artikel ilmiah tentang pendidikan, bahasa dan sastra Indonesia.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,779 Documents
Eksistensi Perempuan dalam Novel Kelir Slindet dan Telembuk Karya Kedung Darma Romansha dan Relevansinya sebagai Materi Ajar Di SMA Ainun Mutmainnah; Muhammad Rapi; Juanda
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 9 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v9i2.2778

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikaneksistensi perempuan bekerja, intelektual, mencapai transformasi sosial masyarakat,perempuan pelacur, narsis, mistis dan relevansinya sebagai tambahan materi ajar diSMA menggunakan kajian feminisme Simone de Beauvoir. Sumber data dalampenelitian ini adalah novel Kelir Slindet dan Telmbuk karya Kedung DarmaRomansha yang diterbitkan oleh Buku Mojok 20. Data dalam penelitian ini adalahdata tulis, yaitu kutipan-kutipan (berupa kata, frasa, maupun kaimat) yang terdapatdalam novel Kelir Slindet dan Telembuk karya Kedung Darma Romansha. Teknikpengumpulan data dalam penelitian ini mencakup tiga langkah kegiatan yaitudokumentasi, teknik baca, dan teknik catat. Teknik analisis data dalam penelitian inimencakup tiga langkah yaitu reduksi data, penyajian data, penyimpulan danverifikasi hasil penelitian dengan menggunakan kajain feminisme Simone deBeauvoir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa eksistensi perempuan Simone deBeauvoir terdapat dalam novel Kelir Slindet dan Telembuk karya Kedung DarmaRomansha. Perempuan dapat bekerja, intelektual dengan bersekolah dan berpikirmodern, bekerja untuk menghasilkan uang dan mengubah cara pandang masyarakattentang perempuan dianggap lemah, dan perempuan yang obsesif terhadap dirinya.Hal tersebut memiliki keterkaitan satu sama lain untuk menunjukkan eksistensiperempuan, kemudian hasil penelitian ini juga memiliki relevansi sebagai tambahanmateri ajar bahasa Indonesia kelas XII pada KD 3.9 menganalisis isi dan kebahasaannovel dan KD 4.9 Merancang novel atau novelet dengan memerhatikan isi dankebahasaan baik secara lisan maupun tulis.
Budaya Jepang pada Tuturan Implikatur Percakapan Pembelajar BIPA Jepang Tingkat Dasar: Kajian Pragmatik Lintas Budaya Afina Naufalia; Nani Darmayanti; Nani Sunarni
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 9 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v9i2.2810

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian Pragmatik yang fokus pada kajian Pragmatik Lintas Budaya, yakni mengkaji komunikasi yang dilakukan oleh budaya yang berbeda pada lingkungan yang berbeda. Adapun yang dikaji adalah implikatur percakapan yang dituturkan oleh pembelajar BIPA asal Jepang tingkat dasar ketika berbicara bahasa Indonesia saat proses pembelajaran berlangsung. Melalui implikatur percakapan yang dituturkan pembelajar Jepang, akan tampak ciri khas budaya Jepang ketika pembelajar menyampaikan maksud yang ingin mereka sampaikan secara tersirat, sehingga akan muncul keunikan budaya dalam peristiwa tutur. Itulah keunikan dan keterbaruan penelitian ini. Berdasarkan latar belakang tersebut, tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan wujud implikatur percakapan yang dituturkan oleh pembelajar BIPA asal Jepang tingkat dasar di Universitas Padjadjaran. Peneliti menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Adapun subjek dalam penelitian ini adalah pembelajar BIPA asal Jepang berjumlah dua orang yang tergabung dalam program pembelajaran BIPA di Pusat Bahasa Unpad, Dipatiukur. Data dikumpulkan dengan teknik rekam, simak, catat, kemudian ditranskripsi. Selanjutnya, data dianalisis dengan menganalisis tuturan yang mengabaikan prinsip kerja sama pada dialog. Dari hasil analisis terhadap implikatur, kemudian dijelaskan budaya yang terkandung dalam implikatur tersebut. Secara singkat, hasil analisis mendeskripsikan bahwa pembelajar Jepang melakukan implikatur sebanyak lima kali, di antaranya implikatur memberikan informasi, menyindir, menolak, dan mengakui. Dari implikatur yang dituturkan oleh pembelajar Jepang, dapat disimpulkan bahwa budaya Jepang adalah memiliki budaya yang bebas, taat aturan, suka berbasa-basi, dan sangat sopan (menjaga privasi). Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi pembelajaran BIPA, khususnya bagi pengajar untuk menyiapkan strategi pembelajaran yang disesuaikan dengan latar belakang budaya pembelajar BIPA.
Kesantunan Berbahasa Indonesia dalam Pembelajaran Akidah Akhlak Menggunakan Metode Diskusi di Kelas VII MTs Negeri 6 Jakarta Diana Rohmah Larasati Diana; Irwan Baadilla
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 9 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v9i2.2813

Abstract

Penelitian ini bertuljulan ulntulk mengetahuli bentulk pematulhan dan pelanggaran kesantulnan berbahasa Indolnesia gulrul dan siswa serta bentulk ketidaksesulaian antara kesantulnan berbahasa dengan akidah akhlak yang dipelajarinya di kelas VII MTs Negeri 6 Jakarta berdasarkan prinsip kesantulnan Geolffrey Leech. Metolde penelitian yang digulnakan adalah metolde deskriptif dengan pendekatan kulalitatif. Data dalam penelitian ini yakni tultulran yang mengandulng pematulhan dan pelanggaran maksim kesantulnan berbahasa berdasarkan prinsip kesantulnan Geolffrey Leech pada saat diskulsi. Sulmber data dalam penelitian ini yaitul selulrulh tultulran lisan yang di lakulkan olleh gulrul dan siswa. Hasil dari penelitian ini adalah sebanyak (75) tultulran yang mampul ataul memiliki sikap pematulhan yang dikemulkakan olleh Geolffrey. Kemuldian data maksim pelanggaran kesantunan berbahasa tultulran yang diperolleh yaitul (27) tultulran, paling banyak ditemukan pada maksim penghargaan.
Pengembangan Model Pembelajaran Menyampaikan Kritik Sosial dalam Teks Anekdot melalui Aktivitas Apresiasi Berbasis Proyek Video Sitkom Alif Nursukma Putra; Kusubakti Andajani; Didin Widyartono
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 9 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v9i2.2826

Abstract

Kompetensi menyampaikan kritik sosial dalam teks anekdot yang dipandang sederhana, menyebabkan kurangnya inovasi pada pembelajaran ini. Pengembangan ini memiliki tujuan menghasilkan model pembelajaran menyampaikan kritik sosial dalam teks anekdot melalui aktivitas apresiasi berbasis proyek video sitkom. Penelitian ini menggunakan metode R&D (Research and Development) dengan model 4-D Thiagarajan. Tahap pengembangan yang dilaksanakan (1) mendefiniskan model pembelajaran menyampaikan kritik sosial, (2) merancang model pembelajaran menyampaikan kritik sosial, (3) mengembangkan model pembelajaran menyampaikan kritik sosial, (4) menyebarluaskan model pembelajaran menyampaikan kritik sosial. Teknik analisis data kualitatif dilakukan terhadap data yang diperoleh dari wawancara dan observasi. Sementara itu, teknik analisis data kuantitatif dilakukan terhadap data yang diperoleh dari angket penilaian dan hasil uji efektivitas. Hasil penelitiana adalah (1) ditemukan kesenjangan pada pembelajaran menyampaikan kritik sosial di sekolah sehingga diperlukan inovasi model pembelajaran; (2) dihasilkan model pembelajaran menyampaikan kritik sosial teks anekdot melalui aktivitas apresiasi berbasis proyek video sitkom dengan komponen sintaks, sistem sosial, prinsip reaksi, dan sistem pendukung; (3) model pembelajaran yang dihasilkan di atas 80% valid, praktis, dan efektif; (4) model pembelajaran telah disebarluaskan terbatas kepada guru mata pelajaran bahasa Indonesia di sekolah uji coba. Simpulan dari penelitian ini adalah model pembelajaran layak dan dapat diaplikasikan sebagai alternatif pengajaran komptensi menyampaikan kritik sosial dalam teks anekdot.
Memperjelas Tindak Tutur Asertif melalui Penggunaan Deiksis dalam Webseries Imperfect 2 Episode 1-3 Nastiti Nur Kholifah; Dewi Kusumaningsih; Muhlis Fajar Wicaksana; Rhezina Juni Areza
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 9 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v9i2.2836

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengklasifikasikan penggunaan deiksis dan mendeskripsikan teknik memperjelas tindak tutur asertif melalui penggunaan deiksis dalam webseries Imperfect 2 Episode 1-3. Kajian penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data yang digunakan berupa kalimat-kalimat tuturan dalam webseries yang mengandung deiksis dan tindak tutur. Sumber data dalam penelitian ini ialah dialog antar tokoh dalam webseries. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik simak bebas libat cakap, teknik tangkap layar, dan teknik transliterasi. Keabsahan data dalam dalam penelitian ini diperoleh melalui teknik triangulasi data. Teknik analisis data dilakukan dengan cara mendeskripsikan semua penggunaan deiksis dan menggunakan model interaktif. Hasil penelitian ini disimpulkan bahwa (1) terdapat 35 data memperjelas tindak tutur asertif melalui deiksis; (2) bentuk deiksis antara lain deiksis persona yang terdiri dari persona pertama tunggal dan jamak, persona kedua tunggal dan jamak, dan persona ketiga tunggal, deiksis waktu meliputi waktu lampau, sekarang, dan mendatang, deiksis tempat, deiksis wacana anafora dan katafora, dan deiksis sosial; (3) adapun teknik memperjelas tindak tutur asertif terdiri atas menyatakan, menyarankan, mengeluh, membual, mengklaim, dan memberitahukan. Simpulan dari uraian pembahasan yakni dapat diperjelas teknik tindak tutur asertif melalui penggunaan deiksis dalam webseries Imperfect 2 Episode 1-3.
Menyibak Sistem Fonetik Bahasa Indonesia dan Bahasa Arab serta Implikasinya dalam Pembelajaran BIPA Salis Hilda Yoviyani; Yeti Mulyati
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 9 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v9i2.2838

Abstract

Realizing Indonesian as an international language can be done by teaching Indonesian to Foreign Speakers (BIPA), but in the BIPA learning process we often face problems, especially in terms of phonology. Arabic speakers often find it difficult to pronounce sounds in Indonesian. Therefore, this research was conducted to analyze the differences and similarities between the pronunciations of the two languages using a qualitative descriptive approach and a contrastive analysis. In the results of the study, several similarities and differences were found between the pronunciation of Indonesian and Arabic. With similarities, it will make it easier for Arabic learners to learn Indonesian sounds. However, the existence of differences will also cause learning difficulties and require more attention to some aspects. Therefore, the results of this study can assist BIPA teachers in determining teaching materials, learning models, teaching units, and syllabus that are right on target through consideration of contrastive analysis.
Persepsi Mahasiswa Tentang Implementasi Model Real Life Situation Untuk Mengeksplorasi Pengalaman Belajar Mahasiswa dalam Pengajaran English For Tourism Yizrel Nani Sallata; Linerda Tulak Tondok
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 9 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v9i2.2839

Abstract

Banyak startegi pembelajaran yang telah dilakukan oleh para pendidik untuk mewujudkan tujuan pembelajaran dengan lebih baik. Bagaimanapun juga peningkatan kualitas pendidiksn harus di lakukan oleh guru melalui berbagai teknik mengajar. Khususnya dalam pembelajaran EFT, salah satu strategi pembelajaran yang digunakan adalah model Real Life Situation. Tujuan dosen menggunakan metode ini adalah untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai mata kuliah ini. Berdasarkan hasil penelitian, peneliti menemukan beberapa persepsi mahasiswa tentang penrapan model Real Life Situation dalam pembelajaran EFT diantaranya sebagai berikut: a. mahasiswa mampu mengeksplor lebih jauh tentang materi English for Tourism, b. mahasiswa terlibat langsung dalam pembelajaran, c. lebih mudah dipahami, d. mahasiswa lebih termotivasi untuk belajar, e. mendorong mahasiswa mempersiapkan diri menghadapi situasi kehidupan nyata dalam pekerjaan di bidang pariwisata, dan f. berkesan.
Eksplorasi Nilai-Nilai Multikultural dalam Sastra Anak Sumbawa sebagai Revitalisasi Pendidikan Nilai dan Karakter Bulan Rara Yangsen; Sukarismanti
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 9 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v9i2.2881

Abstract

Penelitian ini adalah sebuah studi untuk mendeksripsikan nilai-nilai multikultural yang terdapat dalam sastra anak Sumbawa. Sastra anak yang digunakan dalam penelitian ini yakni: (1) Cerita Jompong Suar, (2) Cerita Marbat Bore, (3) Cerita Lala Bunte, (4) Cerita Kakek Aca di Puncak Sekunyit. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif analisis isi (content analysis) yang berfokus pada satu sasaran (subjek), yaitu cerita-cerita anak Sumbawa. Pengumpulan data dilakukan dengan studi pustaka dan wawancara sejumlah narasumber. Wacana dianalisis menggunakan teknik cuplikan (sampling) yaitu dengan teknik purposive sampling. Data kemudian dianalisis dengan model interaktif (interactive model of analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai multikultural yang terdapat di dalam keempat cerita antara lain: nilai kultural/kebudayaan, nilai agama, nilai kesetaraan, nilai persaudaraan/gotong royong, nilai toleransi, nilai keadilan, nilai kepemimpinan/demokrasi.
Patologi Ekonomi Politik Masyarakat Modern dalam Trilogi Novel Negeri Para Bedebah Karya Tere Liye Nizar Halimatus Sa'diyah; Moch. Syahri; Nita Widiati
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 9 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v9i2.2894

Abstract

Permasalahan sosiokultural dalam setiap lapisan masyarakat klasik hingga modern berkisar seputar ekonomi dan politik. Novel berbanding lurus dengan realitas sosiokultural yang dikandung masyarakat. Novel berpotensi pula sebagai media pemahaman budaya suatu daerah ataupun negara. Penelitian ini memiliki tujuan memberi penjelasan mengenai bentuk patologi ekonomi dan politik pada masyarakat morern dalam novel-novel karya Tere Liye. Novel-novel yang diteliti berjudul Negeri Para Bedebah, Negeri di Ujung Tanduk, dan Bedebah di Ujung Tanduk. Pendekatan dalam penelitian ini adalah kualitatif. Data penelitian ini berupa kalimat-kalimat kutipan yang diperoleh dari teks trilogi novel. Penelitian ini juga didukung oleh informasi tekstual tentang bentuk-bentuk patologi ekonomi dan politik dalam praktik sosiokultural. Teknik pengumpulan data dengan cara baca dan catat. Analisis data menggunakan teknik analisis isi dokumen menurut Krippendorf. Hasil penelitian yang diperoleh sebagai berikut. Pertama, bentuk patologi ekonomi terdiri dari (1) rush money, (2) shadow economy, (3) inflasi, dan (4) pasar non-riil. Kedua, bentuk patologi politik terdiri dari (1) transaksi politik, (2) penyalahgunaan kekuasaan, (3) konflik kepentingan, dan (4) manipulasi dan kamuflse penegakan hukum. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, diketahui bahwa patologi ekonomi dan politik yang terjadi dalam masyarakat modern memiliki kerterkaitan yang sangat kompleks dan dinamis sehingga diperlukan koalisasi antar instansi penegak hukum.
Estetika Bahasa dalam Retorika Dakwah KH Anwar Zahid pada Channel Youtube: Kajian Fungsional Linguistik Khusnul Fatimah; Angga Febriyatko; Hasan Busri; Moh Badrih
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 9 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v9i2.2906

Abstract

Retorika dan dakwah memiliki keterkaitan yang erat, sebagaimana dua sisi dari sebuah mata uang. Dengan fungsi dari retorika dakwah yang begitu kompleksdiperlukan media penyampai yaitu bahasa yang estetik agar indah, lebih menarik, dan enak didengar. Penelitian ini memiliki tujuan yaitu mengkaji permainan bunyi dan gaya bahasa serta kekhasan estetika bahasa dalam retorika dakwah KH. Anwar Zahid dalam channel youtube. Teknik dokumentasi menjadi teknik pengumpulandata dan teknik content analysis menjadi teknik dalam analisis data. Permainan bunyi yang paling dominan digunakan AZ adalam retorika dakwahnya adalah aliterasi. Aliterasi ini memberikan kesan keindahan diksi dan kesedapan bunyi pada retorika AZ. Di samping itu, permainan bunyi pada tuturan AZ ditandai dalam bentuk penggunaan asonansi, akronim, dan slogan. Asonansi memberikan efek keindahan bunyi dan memunculkan rima akhir yang estetik.. Akronim memberikan efek santai bahkan humor. Slogan memberikan efek padat makna dengan nuansa kata-kata yang indah. Selanjutnya , estetika bahasa pada retorika AZ diwarnai oleh gaya bahasa Repetisi, Anafora, Antitesis, Simile, dan Pleonasme. Repetisi dan Anafora membawa efek penegasan dan meingkatkan daya ingat. Simile membawa efek perumpamaan, Antitesis menciptakan efek dramatis, sedangkan Pleonasme memberikan kemudahan dalam memahami makna. Permainan bunyi dan gaya bahasa menjadikan retorika dakwah KH. Anwar Zahid penuh dengan estetika bahasa sehingga menjadi hidup, menarik, enak didengar, dan penuh motivasi. Penelitian ini mengungkapkan bahwa penggunaan permainan bunyi dan gaya bahasa tidak lagi terbatas pada upaya mencari keindahan semata. Sebaliknya, penggunaan permainan bunyi dan gaya bahasa menunjukkan kecerdasan dan memberikan penjelasan konsep estetika bahasa

Page 31 of 178 | Total Record : 1779