cover
Contact Name
Suparman
Contact Email
suparman@uncp.ac.id
Phone
+6285261455244
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota palopo,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra
ISSN : 24433667     EISSN : 27154564     DOI : https://doi.org/10.30605/onoma
Core Subject : Education,
Onoma adalah jurnal akademik yang diterbitkan pada bulan Mei dan November oleh Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di Universitas Cokroaminoto Palopo. Jurnal ini menyajikan artikel-artikel ilmiah tentang pendidikan, bahasa dan sastra Indonesia.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,779 Documents
Exploring Students’ Perceptions in English Blended (Online and Offline) Learning to Foster Listening Skills Zein, Nazwa; Gunawan, Alifia Rahmani; Fitria Nurul Hasanah; Haryanti, Haryanti
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 12 No. 1 (2026): Edisi Januari-Februari
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v12i1.7779

Abstract

This research aimed to investigate students’ perceptions, difficulties and learning experiences in a blended listening class situation. In the present qualitative study, thirty (30) English Language Teaching (ELT) undergraduate students were selected using a purposeful sampling to be the research participants. Open-ended questionnaires were distributed for data collection. Then, the data collected were analyzed through reflexive thematic analysis, so as to interpret the findings and further understand students’ experiences. Results indicated that students appreciated the independence that was afforded online, such as being able to pause audio and access transcripts, but they enjoyed face-to-face sessions for the feedback they could obtain and the questions they could ask. Though faced with issues like technical problems and struggling to focus on learning, it is concluded that a blended approach can be both effective and efficient if the online and offline components are well-integrated and supported by an appropriate system, which makes it also highly applicable in EFL.
Representasi Kekerasan Struktural, Kultural, dan Langsung dalam Novel Kereta Semar Lembu Karya Zaky Yamani: Analisis Perspektif Johan Galtung Khasanah, Afita Dwi; Nurlina, Laily; Eko Suroso
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 12 No. 1 (2026): Edisi Januari-Februari
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v12i1.7780

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis representasi kekerasan struktural, kekerasan kultural, dan kekerasan langsung dalam novel Kereta Semar Lembu karya Zaky Yamani dengan menggunakan perspektif teori kekerasan Johan Galtung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Sumber data penelitian adalah novel Kereta Semar Lembu cetakan kedua terbitan Maret 2023. Data penelitian berupa kutipan narasi, dialog, dan peristiwa dalam novel yang merepresentasikan ketiga bentuk kekerasan tersebut. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui teknik baca dan catat, sedangkan analisis data dilakukan dengan mengklasifikasikan bentuk kekerasan ke dalam kategori kekerasan struktural, kultural, dan langsung berdasarkan konsep segitiga kekerasan Johan Galtung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekerasan struktural dalam novel direpresentasikan melalui ketidakadilan sistemik seperti eksploitasi tenaga kerja, penghapusan identitas pekerja, dan ketimpangan akses terhadap hak-hak dasar. Kekerasan kultural tampak dalam bentuk legitimasi nilai, stereotipe, serta normalisasi penderitaan yang membenarkan ketidakadilan dan penindasan. Sementara itu, kekerasan langsung direpresentasikan melalui tindakan fisik dan verbal seperti pemukulan, penyiksaan, dan ancaman yang dialami tokoh-tokoh dalam novel. Ketiga bentuk kekerasan tersebut saling berkaitan dan membentuk gambaran kekerasan multidimensional yang merefleksikan realitas sosial masyarakat. Dengan demikian, novel Kereta Semar Lembu tidak hanya berfungsi sebagai karya sastra, tetapi juga sebagai medium kritik sosial terhadap praktik kekerasan dan ketidakadilan struktural dalam kehidupan masyarakat.
Parodi Masa Lalu dan Masa Kini Novel Pangeran Diponegoro Karya Remy Sylado dalam Perspektif Metafiksi Historiografis Ratino, Ratino; Onok Yayang Pamungkas
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 12 No. 1 (2026): Edisi Januari-Februari
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v12i1.7812

Abstract

Penelitian ini menganalisis novel Pangeran Diponegoro karya Remy Sylado melalui perspektif metafiksi historiografis. Konsep metafiksi historiografis yang mekankan adanya kegandaan, ironi, dan dekonstruksi representasi sejarah. Novel tersebut memadukan fakta sejarah dan elemen fiktif untuk menampilkan peristiwa menjelang Perang Jawa pada 1825-1830. Hasil analisis menunjukkan bahwa Remy Sylado menggunakan parodi dalam mengonstruksi ulang masa lalu secara tidak nostalgis, melainkan reflektif terhadap realitas sosial-politik di masa kini. Isu yang diangkat dalam novel ini mengenai mafia tanah, mafia pajak, sentimen anti-Cina, gratifikasi seks, pemimpin boneka, dan pejabat oportunis sebagai bentuk representasi yang masih terjadi di Indonesia pada masa kini. Selain itu, penggunaan tokoh fiktif dalam novel ini berfungsi untuk mengaitkan adat, budaya, politik, dan dinamika sosial masa kolonial dengan narasi utama. Dalam penelitian ini juga ditemukan fungsi edukatif novel dalam menumbuhkan nasionalisme, pemahaman sejarah, hingga penguatan karakter. Novel ini juga menghadirkan Trigatra Bangun Bahasa melalui bahasa Indonesia, bahasa daerah, dan bahasa asing dalam konteks historisnya. Secara umum, novel ini menjadi bukti penting bahwa karya sastra mampu merefleksikan kontinuitas sejarah sekaligus mengkritisi struktur kekuasaan dalam bingkai metafiksi historiografis.
Pengembangan Media Flashcard berbasis Aughmented Reality untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Permulaan Siswa Kelas 1 Marta, Yuwana Dhian; Ardjaka, Sugiyono; Amini, Mukti
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 12 No. 1 (2026): Edisi Januari-Februari
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v12i1.7822

Abstract

Penelitian dan pengembangan ini dilakukan mengembangkan produk flashcard berbasis rughmented reality guna meningkatkan kemampuan membaca permulaan siswa kelas 1 di SDN 1 Genjeng. Penelitian ini dilaksanakan dengan mengadopsi metode penelitian ADDIE. Data diperoleh melalui observasi proses pembelajaran, wawancara dengan guru kelas, validasi ahli meliputi ahli media, materi, dan bahasa, serta uji coba lapangan yang melibatkan siswa. Media yang dihasilkan diintegrasikan pada kegiatan pembelajaran membaca permulaan dengan menggunakan tampilan visual tiga dimensi yang interaktif sehingga membantu siswa dalam mengenal huruf, menyusun kata, dan memahami makna bacaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat respon positif dari siswa terhadap penggunaan media yang ditunjukkandengan keaktifan, kepercayaan diri siswa dan ketertarikan siswa terhadap media. Hasil uji efektifitas juga memperlihatkan peningkatan kemmapuan membaca permulaan siswa secara signifikan. Peningkatan kemampuan membaca permulaan siswa ditunjukkan melalui hasil perbandingan pretest dan posttest siswa. Melalui pengembangan media pembelajaran flashcard berbasis aughmented reality yang dirancang secara kontekstual dan disesuaikan dengan karakteristik siswa menunjukkan kelayakan dan efektifitasnya dalam mendukung peningkatan kemampuan membaca permulaan siswa sekolah dasar.
Analisis Kemampuan Berpikir Kritis Siswa pada Pembelajaran Teks Eksplanasi Kelas IX di Mtsn 1 Subang Reza Aulia Setiawan; Isah Cahyani; Khaer Kurniawan
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 12 No. 1 (2026): Edisi Januari-Februari
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v12i1.7829

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan berpikir kritis siswa kelas IX MTsN 1 Subang dalam memahami teks eksplanasi. Kemampuan berpikir kritis yang dikaji mencakup kemampuan mengidentifikasi informasi penting, menganalisis hubungan sebab akibat, mengevaluasi informasi, dan menarik kesimpulan. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian berjumlah 30 siswa yang ditetapkan menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi kelas, wawancara semi terstruktur, dan tugas tertulis berbasis teks eksplanasi. Data dianalisis menggunakan teknik analisis interaktif melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis siswa masih berada pada kategori rendah hingga sedang. Sebagian besar siswa mengalami kesulitan dalam mengidentifikasi informasi inti, membangun hubungan sebab akibat secara logis, serta mengevaluasi relevansi dan keakuratan informasi dalam teks. Kelemahan pada tahap awal berdampak pada rendahnya kemampuan siswa dalam menarik kesimpulan secara tepat. Faktor yang memengaruhi kondisi tersebut meliputi keterbatasan strategi membaca kritis, rendahnya pemahaman konsep ilmiah yang berkaitan dengan teks eksplanasi, serta model pembelajaran yang belum sepenuhnya mendorong penalaran tingkat tinggi. Oleh karena itu, penguatan strategi membaca kritis dan integrasi literasi ilmiah perlu dioptimalkan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia.
Desain Model Asesmen Pembelajaran Dongeng Berbasis Tradisi Lisan Sunda Sabarudin, Yudistira Fitra Sabarudin; Usep Kuswari; Haris Santosa Nugraha; Nunuy Nurjanah; Yayat Sudaryat
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 12 No. 1 (2026): Edisi Januari-Februari
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v12i1.7830

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menelaah dan merancang sebuah model asesmen pembelajaran dongeng berbasis tradisi lisan Sunda, asesmen berfungsi sebagai pengukur, pengevaluasi, dan penelaahan kebutuhan suatu pembelajaran. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk membuat suatu perancangan model awal asesmen lisan berbasis tradisi dongeng Sunda untuk siswa pada tahapan Fase D. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif, sumber data meruapakan buku-buku, dokumen perencanaan asesmen fase D, dan validasi-validasi dari para ahli dan pengajar senior. Adapun teknik pengolahan data yang digunakan adalah reduksi data, display data dan penarikan kesimpulan serta verifikasi kesimpulan. Hasil dari perancangan ini adalah sebuah rancangan mode awal asesmen lisan berbasis tradisi dongeng Sunda di fase D, adapun bentuk dari rancangan modelnya adalah asesmen yang berupa praktik dengan keaktifan siswa, penelitian ini dapat digunakan untuk perancangan model asesmen atau model pembelajaran yang berbasis tradisi daerah.
Relationships Between the Rulers of the Archipelago (Perspective of Traditional Javanese Historiography) Shomary, Sudirman; Roziah, Roziah; Mukhlis, Muhammad; Sudirman, Nurul Aini
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 12 No. 1 (2026): Edisi Januari-Februari
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v12i1.7866

Abstract

This study examines the representation of relationships among Nusantara rulers through the lens of traditional Javanese historiography, including Nagarakertagama, Pararaton, and various Babad texts. Using a qualitative approach with a multidimensional analysis, this research explores how social, political, and religious dimensions were constructed to maintain regional stability and Javanese hegemony. The findings reveal that social relationships were built through "intimate geopolitics" via political marriages (consanguinity), which transformed political rivalry into kinship solidarity. In the political dimension, the "Cakrawala Mandala Nusantara" concept served as both a defensive strategy against external threats and a manifestation of cosmic sovereignty. Furthermore, the transition to the Islamic period shifted the paradigm of authority from caste-based structures to cosmopolitan intellectual-spiritual networks (ukhuwah). This study argues that the relationships between rulers in traditional historiography were not merely a history of conquest, but a continuous negotiation of identity aimed at building a cohesive regional order. These findings contribute to a deeper understanding of the historical roots of national integration in Indonesia.
Struktur Naratif Novel Terjemahan “Married To The Male Lead’s Father” Karya Jiu Yue Wei Lan dan Novel “Lana Lullaby” Karya Kindelykei (Kajian Sastra Banding) Prima Dwi Yuliani
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 12 No. 1 (2026): Edisi Januari-Februari
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v12i1.7872

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur naratif novel terjemahan “Married To The Male Lead’s Father” karya Jiu Yue Wei Lan dan “Lana's Lullaby” karya Kindlykei melalui teori Tzvetan Todorov. Hasil analisis menunjukkan Novel “Married to the Male Lead's Father" dan "Lana's Lullaby", menunjukkan adanya kesamaan dan perbedaan dalam struktur naratif keseimbangan awal, gangguan atau kekacauan, dan keseimbanagan akhir. Keduanya dimulai dengan keseimbangan awal yang memperkenalkan karakter utama yang bertransmigrasi dan beradaptasi dengan situasi baru. Keseimbangan akhir dalam kedua novel juga menunjukkan penyelesaian yang bahagia, di mana karakter utama menemukan kebahagiaan dalam hubungan mereka. Namun, perbedaan signifikan muncul pada bagian gangguan atau kekacauan. Penelitian ini memberikan sumbangsih yang berarti terhadap perkembangan studi sastra Indonesia dengan memperdalam pemahaman tentang struktur naratif dan membuka ruang untuk diskusi mengenai pengaruh budaya dalam narasi dan karakterisasi. Dengan demikian, penelitian ini tidak hanya memperkaya kajian sastra di Indonesia, tetapi juga memberikan referensi bermanfaat bagi peneliti lain yang tertarik dalam studi lintas budaya.
Foreign Tourists' Perception On the Cultural Value and Attraction of Pacu Jalur Festival Sri Chairani; Rahmah Fitriani; Amirul Mukminin; Saiful Anwar Matondang; Devi Pratiwy
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 12 No. 1 (2026): Edisi Januari-Februari
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v12i1.7956

Abstract

This study explores foreign tourists’ perceptions of the cultural value and attractions of the Pacu Jalur Festival in Kuantan Singingi, Riau, within the context of global visibility generated by digital virality. Addressing a gap in longitudinal visitor analysis, this research employs a mixed-methods approach combining a qualitative case study with descriptive quantitative analysis. Purposive sampling was applied to select international and non local visitors (N=15) attending the August 2025 festival. Data were collected through structured questionnaires and participatory observation. Quantitative data were processed by using descriptive statistics to measure satisfaction levels, while qualitative insights were synthesized through thematic analysis to capture the nuance of on site experiences. Findings indicate that 86% of travel motivations were driven by viral “aura farming” content on social media, underscoring the conversion power of digital platforms. However, on site experiences significantly exceeded expectations, affirming the festival’s intrinsic appeal. Importantly, digital curiosity was transformed into deeper cultural appreciation as tourists developed an understanding of the tradition’s historical and philosophical values through immersive engagement with local communities. While infrastructural challenges such as limited accommodation and language barriers were identified, these were largely mitigated by strong local social capital, particularly community hospitality and informal homestays. In conclusion, Pacu Jalur Festival’s success as a global phenomenon rests on the synergy between digital media as a catalyst and cultural authenticity as the sustaining core. Positive visitor experiences fostered strong repeat visit intentions and effective Word-of-Mouth (WoM) promotion, highlighting the importance of integrating digital promotion with authentic cultural delivery for sustainable tourism growth.