cover
Contact Name
Suparman
Contact Email
suparman@uncp.ac.id
Phone
+6285261455244
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota palopo,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra
ISSN : 24433667     EISSN : 27154564     DOI : https://doi.org/10.30605/onoma
Core Subject : Education,
Onoma adalah jurnal akademik yang diterbitkan pada bulan Mei dan November oleh Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di Universitas Cokroaminoto Palopo. Jurnal ini menyajikan artikel-artikel ilmiah tentang pendidikan, bahasa dan sastra Indonesia.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,779 Documents
The Role of Socio-Cultural on Online Learning Performance: The Role of Students’ Experience Harmita Sari; Ming-Chou Liu; Anshari Anshari; Chen Ching Yang; Altri Wahida; A. Nurhayati
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i2.3532

Abstract

This research investigates how socio-cultural learning process influences students’ experience during and after the COVID-19 pandemic which subsequently influencing their E-Learning performance. 320 valid respondents were recruited for an online survey study. Structural Equation Modeling (SEM) was used to test the research hypotheses. This study found that socio-cultural learning has a crucial role in students’ experience. However, social-cultural Learning has a greater effect on students’ experience. Furthermore, mediator variables, students’ experience, partially mediate therelationship between socio-cultural learning and E-Learning performance. The result of the current study contributes to extend literature education field toward socio-cultural and E-Learning simultaneously. It also develops a new view into the determinants factor to influence students’ experience.
Perkembangan Teknologi dan Praktik Kesantunan Berbahasa di Sekolah Dasar Annisa Sakinah Mahabillah Imanellya; Ahmad Nurefendi Fradana
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i2.3541

Abstract

Tujuan artikel ini untuk membahas tentang praktik kesantunan berbahasa di Sekolah Dasar dan kaitannya terhadap perkembangan teknologi seperti media sosial dan platform digital. Menggunakan pendekatan metode kualitatif dengan jenis penelitian menggunakan studi fenomenologi. Penelitian ini hendak menjawab perkembangan teknologi dan praktik kesantunan berbahasa di Sekolah Dasar baik tuturan guru dengan peserta didik serta tuturan antar peserta didik berdasarkan teori kesantunan berbahasa menurut Leech (1993). Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa peserta didik terkadang menggunakan bahasa yang sedang tren di media sosial yang tuturannya dapat menjadi tuturan yang mematuhi dan melanggar prinsip kesantunan berbahasa menurut Leech (1983) yang meliputi maksim kebijaksanaan, maksim kedermawanan, maksim penghargaan, maksim kerendahan hati, maksim kesetujuan, dan maksim kesimpatisan.
Analisis Kemampuan Siswa SMP dalam Menyelesaikan Soal AKM Kelas Konten Literasi Teks Sastra melalui Platform Merdeka Mengajar Lindriana Safitri; Irma Suryani; Mukhlash Abrar
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i2.3542

Abstract

Pemerintah Indonesia mengubah ujian nasional menjadi asesmen nasional pada tahun 2021. Ujian nasional tidak lagi menjadi sumber informasi yang digunakan untuk memetakan dan mengevaluasi kualitas sistem pendidikan. Menunjukkan upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia dengan mengarahkan siswa ke asesmen kompetensi minimum, yang sekarang dapat diakses melalui alat pengajaran platform merdeka. AKM kelas dapat diakses oleh guru di mana pun. Sama halnya dengan AKM Nasional, AKM Kelas mengacu pada dua teks literasi: teks sastra dan teks informasi. AKM Kelas memiliki fungsi formatif untuk memahami hasil belajar individu siswa. Pada peneliti ini berkonsentrasi pada literasi teks sastra. Asesmen kemampuan literasi minimum terdiri dari tiga tingkat kognitif, yaitu menemukan informasi, memahami, dan evaluasi dan refleksi, dengan empat level kemampuan yaitu: perlu intervensi khusus, memiliki pemahaman dasar, termasuk cakap, dan sudah mahir. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subjek dalam penelitian ini yaitu siswa kelas VIII SMP Satu Atap Talang Kerinci. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara tes tulis. Teknik analisis data menggunakan Milles dan Huberman. Hasil dari penelitian ini siswa yang mencapai level kognitif menemukan informasi dengan level kemampuan memiliki pemahaman dasar dengan persentase 50%, siswa yang mencapai level kognitif menemukan informasi dan memahami dengan level kemampuan termasuk cakap dengan persentase 33% dan siswa yang tidak mencapai level kognitif dengan level kemampuan perlu intervensi khusus dengan persentase 17% dan tidak ada siswa yang mencapai tiga level kognitif dengan level kemampuan sudah mahir.
Implementations Of Eco-Literacy in English Language Teaching for Smart Society Era: A Critical Review Putri Indah Pratiwi; Desyrianti Ramadhani; llza Mayuni
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i2.3543

Abstract

Language and environment are related to one another. Languages affect how people perceive the world, how they behave, and how they interact with their local political, social, and ecological settings (Meighan, 2023). According to the new ideas, eco-literate students prepared to be an effective member of a sustainable society. ELT scholars and teachers must create, assess, and put into practice pedagogical techniques that promote ecological sustainability. However, no previous study has investigated implementations of Eco literacy in ELT in any systematic way. This review aimed to describe a general overview of implementations and opportunities of eco-literacy in ELT to help students facing Smart Society. Specific research studies were located using the predetermined criteria in Google Scholar databases, where the study was conducted. The outcomes include the following implementations, Eco-literacy benefits students in a smart society, requiring skill development and innovation, promoting creativity, encourages critical thinking about environmental issues and language use, fostering a shared understanding of alternative, attracting educators and curriculum developers interested in incorporating it into teaching materials.
Implementation Of Card Match Learning Media In Arabic Language Learning in Madrasah Tsanawiyah Mabdaul Ma’arif Jember Iqbal Fatullah; Faisal Nasar Bin Madi; Bambang Irawan
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i2.3546

Abstract

Index Card Match is a learning strategy where students match or look for pair cards containing questions and answers. The purpose of media index card match is to create an active and fun learning atmosphere. This media covers the cognitive aspects of students because the characteristics of Arabic subjects also include understanding the concept of the material and not just doing an application. This media has high flexibility because it is easy to apply to all subjects at the unit level of any institution. The focus of research discussed is the implementation of index card match learning strategies in Arabic subjects in class VII MTs Mabdaul Maarif for the 2023/2024 academic year. This research uses a qualitative descriptive approach with a type of case study research. A number of research data were collected using observation, interview and documentation techniques. The results of the data obtained were then analyzed using interactive model analysis techniques from Miles & Huberman and Saldana. The validity of the data is obtained through two triangulation techniques, namely triangulation techniques and source triangulation. This study resulted in the conclusion that the implementation of the index card match learning strategy was carried out with three activity steps, namely initial activities, core activities, and closing activities.
Analisis Wacana Kritis Model Teun A. van Dijk pada Surat Kabar Online Kompas dengan Tajuk “Guru Dijejali Beragam Aplikasi Pendidikan” Seylla Arifeni Ella; Nufi Azam Muttaqin; Imam Baehaqie
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i2.3549

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis wacana pada teks berita online Kompas dengan tajuk “Guru Dijejali Beragam Aplikasi Pendidikan” menggunakan model Teun A. van Dijk. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Instrumen dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri (Human Instrument). Sumber data dalam penelitian ini adalah teks surat kabar online Kompas dengan tajuk “Guru Dijejali Beragam Aplikasi Pendidikan” yang diterbitkan pada 29 Januari 2024. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan Teknik dokumentasi. Data-data penelitian yang ditemukan kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis model Miles & Huberman yang dilakukan melalui tiga tahap yaitu (1) reduksi data, (2) penyajian data, dan (3) verifikasi atau penarikan simpulan. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, ditemukan bahwa pada aspek struktur makro, wacana teks berita yang dikaji memfokuskan pembahasannya pada respons pro dan kontra terhadap aplikasi pendidikan yang dibuat oleh Kemendikbudristek. Pada aspek superstruktur, wacana teks berita yang dikaji disusun secara sistematis mulai dari bagian pendahuluan, isi, dan penutup. Pada aspek struktur mikro, wacana teks berita yang dikaji terdiri atas elemen semantik, sintaksis, dan grafis. Elemen semantik terdiri atas unsur latar, detil, maksud, dan praanggapan. Elemen sintaksis terdiri atas bentuk kalimat, koherensi, dan kata ganti. Elemen grafis terdiri atas penggunaan tanda kurung, penggunaan huruf tebal, dan penggunaan tanda petik. Berkaitan dengan konteks sosial, wacana teks berita dengan tajuk “Guru Dijejali Beragam Aplikasi Pendidikan” dapat dipandang sebagai bentuk respons terhadap situasi yang terjadi di dunia pendidikan Indonesia saat ini khususnya berkaitan dengan respons para guru dan pemerhati pendidikan terhadap adanya kebijakan penggunaan aplikasi-aplikasi pendidikan yang dibuat oleh Kemendikbudristek
Strategi Guru Bahasa Arab dalam Meningkatkan Maharotul Kalam di MTs. Husnul Khotimah Kuningan Linda Asmara; Triono Ali Mustofa
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i2.3557

Abstract

Permasalahan yang dihadapi pada pembelajaran bahasa Arab ini masih tergolong sangat banyak terutama dalam pembelajaran di sekolah. Dari kenyataan yang saat ini terjadi bahasa Arab memiliki sedikit peminat bagi yang mempelajarinya dibandingkan dengan bahasa asing yang lainnya. Banyak siswa yang beranggapan bahwa bahasa Arab lebih rumit untuk dipelajari dibandingkan dengan bahasa Inggris atau bahasa asing lainnya terutama dalam keterampilan berbicara (maharotul kalam). Dalam hal ini guru memilki peran penting dalam menemukan strategi yang tepat digunakan untuk siswa meningkatkan keterampilan bahasa Arab siswa terutama dalam keterampilan berbicara (maharotul kalam) sesuai dengan keadaan siswa di kelas sehingga mampu meningkatkan mutu pembelajaran bahasa Arab. Penelitian ini memberikan solusi strategi guru dalam meningkatkan maharotul kalam di MTs. Husnul Khotimah Kuningan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi yang digunakan guru dalam meningkatkan maharotul kalam serta mengidentifkasi faktor pendukung dan penghambat siswa malas berbicara menggunakan bahasa Arab. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data yang diperoleh didapat dari hasil observasi, wawancara dan dokumentasi. Langkah analisis data dimulai dengan reduksi data, penyajian data dan pengambilan kesimpulan. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa strategi pembiasaan lingkungan berbahasa dan muhadharah merupakan strategi yang paling efektif dilakukan untuk meningkatkan kemampuan berbicara siswa MTs. Husnul Khotimah Kuningan.
Membangun Fondasi Pembelajaran Bahasa Indonesia yang Efektif bagi Penutur Asing: Studi Kasus Konten Youtube “Nihongo Mantappu” Zahra Lintang Nuur'ainii; Suparmin; Wahyu Dini Septiari
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i2.3560

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam terkait efektivitas pembelajaran bahasa Indonesia bagi penutur asing melalui studi kasus konten youtube "Nihongo Mantappu". Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan dengan menggabungkan analisis konten youtube dan studi literatur untuk memahami strategi pembelajaran yang digunakan, materi yang disampaikan serta pola penyajian konten yang menarik dalam konteks pembelajaran bahasa Indonesia bagi penutur asing. Sumber data dibatasi pada konten yang tersedia di kanal youtube "Nihongo Mantappu" yang berkaitan dengan pembelajaran bahasa Indonesia bagi penutur asing. Data yang digunakan terdiri dari 5 konten video yang khusus mengenai pembelajaran bahasa Indonesia bagi penutur asing di kanal "Nihongo Mantappu". Dari konten-konten tersebut, setiap konten ditemukan beberapa data berupa kosakata serta tuturan yang digunakan untuk mengajarkan bahasa Indonesia kepada penutur asing. Hasil yang ditemukan dari penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran bahasa Indonesia yang diterapkan pada konten youtube Nihongo Mantappu menggunakan pendekatan yang kreatif dan interaktif sehingga dapat dijadikan sebagai fondasi untuk membangun pembelajaran bahasa Indonesia yang efektif bagi penutur asing.
Wacana Digital Struktur Konversasi Video Youtube Wawancara Eksklusif Eks Konsorsium Judi Program AIMAN Abidah Ulul Azmi; Harun Joko Prayitno
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i2.3562

Abstract

Tindakan destruktif seperti memotong atau menyela pembicaraan petutur dapat menjadi kebiasaan negatif bagi penutur dan dianggap sebagai sikap yang kurang sopan dalam sebuah percakapan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan: bentuk pembuka, isi dan penutup percakapan; pasangan berdekatan; pola interaksi tutur dan; penanda giliran bicara dalam video YouTube “Wawancara Eksklusif Eks Konsorsium Judi” Program AIMAN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa teknik simak katat. Analisis data menggunakan metode agih dan padan. Metode agih yang digunakan untuk menganalisis data adalah teknik lesap, teknik balik, dan ganti. Metode agih digunakan untuk menganalisis pasangan terdekat dan pola interaksi tutur dalam percakapan. Metode padan yang digunakan dalam menganalisis data adalah metode pragmatis. Metode padan digunakan untuk menentukan pembuka, isi, penutup; dan gila bicara dalam percakapan. Uji keabsahan data dalam penelitian ini menggunakan triangulasi data meliputi triangulasi metode dan teori. Adapun struktur konversasi yang ditemukan pada video YouTube “Wawancara Eksklusif Eks Konsorsium Judi” ulasan dari kajian wacana analisis percakapan dan kajian pragmatik meliputi: pembuka berupa tuturan sapaan dan bertanya kabar, isi berupa topik konsorsium dan topik judi, dan penutup berupa penyelesaian topik bahasan dan ungkapan Terima kasih; pasangan terdekat berupa pasangan pertanyaan-jawaban singkat dan pertanyaan-jawaban panjang, pasangan permintaan-penerimaan, dan pasangan penawaran-penolakan; pola interaksi tutur berupa rangkaian beratai dan rangkaian melingkar; penanda giliran bicara yang berbentuk pertanyaan, perintah, dan pernyataan. Dengan memahami struktur percakapan, diharapkan peserta tutur dapat memahami pola pendistribusian atau urutan percakapan dan membangun perilaku positif dalam bertutur dalam percakapan.
Reduplication in Tagalog and Indonesian Language (Bahasa): A Comparative Study Hilma Safitri; Nikomang Ariani; Diah Intan Pratiwi
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i2.3567

Abstract

Reduplication consists of many forms in which each form has a tendency to create error effecting the meanings. The absence of knowledge to construct words appropriately creates difficulties since not all words are readily constructed for word reduplication. Less studies on topic applied were conducted. Therefore, this study is worth doing. The paper aims to describe and to compare the morphological reduplication in both Tagalog and Indonesian Language (Bahasa). This research was a qualitative methods. Qualitative research is a methods used to conduct and to interpret data in accordance with strategies such as collecting, analyzing, and concluding (Hamied, 2017). The data were analyzed by listing and comparing form and meaning of words after they were reduplicated. The findings show that the reduplication in both languages similarities and differences lie in terms of changes of tenses, class, another meaning, and quantity. Both partial and full reduplications were also found in terms of their similarities and differences. Partial reduplication on the words in the morphological reduplication altered two components namely word formation and the word meaning which lied in the changes of tenses which was the most common reduplication in Tagalog language. Meanwhile in Bahasa was the reduplication which referred to quantity. Full reduplication changing took place in the term of words with affix [ka] indicates the changes of meaning and the form as well. In the case of reduplication taken place on Bahasa, it was found that Bahasa had the tendency to have different meanings.

Page 52 of 178 | Total Record : 1779