cover
Contact Name
Intan Fuji Arriani
Contact Email
intanfuji485@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
puspitorini.palupi@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota blitar,
Jawa timur
INDONESIA
Viabel : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Pertanian
ISSN : 19785259     EISSN : 25273345     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Viabel Journal: Scientific Journal of agricultural sciences is a journal published by the agriculture department for researchers and lecturers who will publish or publish their research. The purpose of this journal is to facilitate scientific publications from the results of research in Indonesia and participate in order to improve the quality and quantity of research for academics and researchers. Viabel journals are published every May and November every year.
Arjuna Subject : -
Articles 137 Documents
PENGARUH JUMLAH PIAS Corcyra cephalonica dan PENYINARAN ULTRAVIOLET TERHADAP PRODUKSI Trichogramma chilonis Feraldo Diega Christantyo; Wiwin Windriyanti; Noni Rahmadini
Viabel : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 21 No 1 (2026): Mei 2026
Publisher : Universitas Islam Balitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35457/afmy5s15

Abstract

Upaya pengendalian hama tanaman tebu (Saccharumofficinarum) dapat dilakukan dengan memanfaatkanagensi hayati seperti parasitoid telur Trichogramma chilonis. Perbanyakan T. chilonis di laboratorium umumnya menggunakan telur Corcyra cephalonicasebagai inang sebagai inang belum optimal dikarenakan  belum diketahui potensi produksi optimal parasitoid tersebut. Akan tetapi, faktor jumlah pias telur inang dan lama penyinaran ultraviolet (UV) diduga mempengaruhi hasil produksi parasitoid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jumlah pias C. cephalonica dan lama penyinaran UV terhadap kualitas biakan T. chilonis di laboratorium.Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap(RAL) 2 faktor yaitu Jumlah pias inang dan lama penyinaran UV diulang sebanyak 3 kali sehinggadiperoleh kombinasi perlakuan sebanyak 27 unit. Hasil menunjukkan bahwa faktor jumlah pias dan lama penyinaran UV berpengaruh nyata terhadap daya parasitasi, kemunculan imago, dan nisbah kelamin, namun tidak terdapat interaksi antar keduanya. Jumlah pias 3 dan lama penyinaran UV 60 menitmenghasilkan kualitas biakan terbaik dan dapat direkomendasikan untuk perbanyakan massal T. chilonis. Jumlah pias dan lama penyinaran UV Optimal dapat meningkatkan hasil  produksiparasitoid.
Penerapan PGPR pada Berbagai Tingkat Kedalaman terhadap Pertumbuhan dan Hasil Panen Sawi Putih (Brassica rapa L.) Fajar Hidayanto; Tedy Purwanto; Retno Tri Purnamasari; Ahmad Zainul Arifin
Viabel : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 21 No 1 (2026): Mei 2026
Publisher : Universitas Islam Balitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35457/gvx7kg14

Abstract

Penggunaan pupuk anorganik yang berlebihan dalam pertanian telah menyebabkan degradasi tanah, ketidakseimbangan nutrisi, dan penurunan populasi mikroba, yang mengancam keberlanjutan jangka panjang. Bakteri Rizosfer Peningkat Pertumbuhan Tanaman (PGPR) menawarkan alternatif biologis yang menjanjikan untuk meningkatkan produktivitas tanaman sekaligus menjaga kesehatan tanah. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kedalaman ekstraksi akar bambu yang optimal untuk persiapan PGPR dan pengaruhnya terhadap pertumbuhan dan hasil sawi putih (Brassica rapa L.). Penelitian ini dilakukan di Dusun Babatan, Desa Bakalan, Kota Pasuruan, dari Januari hingga April 2025, menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan lima perlakuan: PGPR diekstraksi pada kedalaman 0, 10, 20, 30, dan 40 cm, masing-masing diulang lima kali. PGPR diaplikasikan empat kali selama masa pertumbuhan pada 5, 10, 15, dan 20 hari setelah tanam. Parameter pertumbuhan termasuk tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, berat kering bagian atas dan bawah tanaman, dan berat panen diukur pada 10, 15, 20, dan 25 hari setelah tanam. Hasil menunjukkan bahwa PGPR yang diekstrak pada kedalaman 20 cm menghasilkan hasil yang secara signifikan lebih unggul di semua parameter. Pada saat panen, perlakuan 20 cm menghasilkan 263,52 g per tanaman, secara signifikan lebih tinggi daripada kontrol (198,60 g). Perlakuan ini juga menunjukkan tinggi tanaman tertinggi (32,28 cm), jumlah daun (9,68), luas daun (820,73 cm²), dan berat kering total. Temuan ini menunjukkan bahwa PGPR akar bambu yang diekstrak pada kedalaman 20 cm paling efektif untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil sawi putih, menawarkan solusi biofertilizer berkelanjutan untuk produksi sayuran.
PENGENDALIAN HAMA URET TEBU (Lepidiota stigma Fabricius) MENGGUNAKAN PESTISIDA NABATI DAN JAMUR ENTOMOPATOGEN Metarhizium anisopliae Eko Siswanto; Moh. Masnur; Agung Setya Wibowo
Viabel : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 21 No 1 (2026): Mei 2026
Publisher : Universitas Islam Balitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35457/n8xv4477

Abstract

Lepidiota stigma Fabricius merupakan hama tanah utama pada tanaman tebu yang menyebabkan kerusakan sistem perakaran dan menurunkan produktivitas tanaman. Pengendalian hama ini hingga saat ini masih didominasi oleh penggunaan insektisida kimia, sehingga diperlukan alternatif pengendalian yang lebih ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas pestisida nabati yang berasal dari limbah kulit biji jambu mete dan limbah tembakau, serta agen hayati Metarhizium anisopliae, terhadap aktivitas antifeedant, mortalitas larva L. stigma, dan tingkat kerusakan tanaman tebu. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari hingga April 2026 di rumah kaca dan laboratorium hama Fakultas Pertanian UPN Veteran Jawa Timur. Percobaan disusun menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan empat perlakuan dan empat ulangan. Perlakuan yang diuji meliputi kontrol, aplikasi limbah kulit biji jambu mete dengan dosis 650 kg ha⁻¹, limbah tembakau 300 kg ha⁻¹, serta M. anisopliae dengan konsentrasi 1×10⁸ konidia ml⁻¹. Pengamatan dilakukan melalui uji langsung dan uji tidak langsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pestisida nabati berbahan limbah kulit biji jambu mete tidak memberikan pengaruh nyata terhadap mortalitas larva pada uji langsung, namun mampu menekan aktivitas makan (antifeedant) pada waktu pengamatan tertentu serta menurunkan intensitas kerusakan tanaman tebu. Pada uji tidak langsung, perlakuan ini meningkatkan mortalitas larva dan menurunkan tingkat kerusakan tanaman. Perlakuan Metarhizium anisopliae menunjukkan efektivitas tertinggi, ditunjukkan oleh tingkat mortalitas larva yang paling tinggi serta penurunan kerusakan tanaman yang konsisten. Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa M. anisopliae berpotensi sebagai komponen utama dalam pengendalian hama terpadu (PHT) uret tebu, sedangkan pestisida nabati berbahan limbah kulit biji jambu mete dapat berfungsi sebagai agen pengendalian pendukung yang ramah lingkungan.  
STRATEGI PENGEMBANGAN DESA TUMPAK KEPUH SEBAGAI DESA WISATA BERBASIS POTENSI LOKAL DI DESA TUMPAKKEPUH, KECAMATAN BAKUNG, KABUPATEN BLITAR Luhur Aditya; Yuhanin Zamrodah; Yunina Dwi Ayu
Viabel : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 21 No 1 (2026): Mei 2026
Publisher : Universitas Islam Balitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35457/sbp2sv82

Abstract

Desa merupakan unit terkecil yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan melalui pengelolaan sumber daya lokal. Desa Tumpakkepuh yang terletak di Kecamatan Bakung mempunyai  sumber daya alam dan budaya yangberanekaragam untuk dijadikan desa wisata. Penelitian ini bertujuan   untuk mengetahui strategi pengembangan Desa Tumpakkepuh sebagai desa wisata berbasis potensi lokal. Metode pengumpulan data menggunakan data primer melalui observasi dan wawancara serta data sekunder melalui dokumentasi perusahaan dan literatur terkait. Analisa pada kegiatan ini menggunakan metode anailsa  SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats) untuk menghasilkan strategi alternatif yang bisa mengoptimalkan kekuatan dan kesempatan serta mengurangi kelemahan dan risiko. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pengembangan desa wisata harus memanfaatkan kekuatan potensi alam yang ada guna menangkap peluang kunjungan wisatawan yang mulai menyadari pentingnya kembali ke alam. Strategi ini melibatkan perluasan jaringan kemitraan dan pemanfaatan teknologi informasi untuk promosi jangkauan yang lebih luas.
MANAJEMEN SISTEM AGRIBISNIS BERBASIS INTEGRASI HULU-HILIR DI KABUPATEN BREBES Kiki Puspitasari; Budi Dharmawan; Yusmi Nur Wakhidati; Agus Riyanto
Viabel : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 21 No 1 (2026): Mei 2026
Publisher : Universitas Islam Balitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35457/fpcdkz06

Abstract

Pengembangan agribisnis memerlukan sistem manajemen yang terintegrasi untuk meningkatkan daya saing dan keberlanjutan pendapatan petani. Kabupaten Brebes merupakan salah satu pusat produksi pertanian utama, namun kinerja agribisnisnya masih terkendala oleh lemahnya integrasi antar subsistem. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji bagaimana manajemen subsistem agribisnis memengaruhi daya saing agribisnis serta dampaknya terhadap kemampuan petani dalam mempertahankan pendapatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis regresi linier berganda serta data survei dari 60 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subsistem produksi, pengolahan, dan kelembagaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap daya saing agribisnis, dengan subsistem kelembagaan sebagai faktor yang paling dominan. Sementara itu, subsistem penyediaan input dan pemasaran tidak menunjukkan pengaruh parsial yang signifikan.Selain itu, daya saing agribisnis terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap ketahanan pendapatan petani. Nilai koefisien determinasi menunjukkan bahwa model yang digunakan memiliki daya jelas sedang, yang mencerminkan kompleksitas sistem agribisnis di tingkat wilayah. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan kapasitas kelembagaan, peningkatan efisiensi produksi, serta pengembangan pengolahan bernilai tambah guna mewujudkan pembangunan agribisnis yang berkelanjutan dan pendapatan petani yang stabil. Penelitian ini memberikan bukti empiris untuk mendukung pendekatan manajemen agribisnis berbasis sistem di tingkat regional.
EVALUASI KANDUNGAN LOGAM BERAT TIMBAL (Pb) DAN TEMBAGA (Cu) PADA BUAH JERUK (Citrus sinensis) DI DUA SENTRA PRODUKSI DI MALANG Astri Sumiati; Debora Budiyono; Eka Maulana
Viabel : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 21 No 1 (2026): Mei 2026
Publisher : Universitas Islam Balitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35457/gr4a3k50

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kadar timbal (Pb) dan tembaga (Cu) pada buah jeruk manis (Citrus sinensis) yang diambil dari dua lokasi sentra produksi di Kabupaten Malang, yakni Desa Tegalweru dan Kecamatan Poncokusumo. Pengambilan sampel buah dilakukan secara acak dari tiga titik berbeda di masing-masing lokasi. Kandungan logam berat dianalisis menggunakan metode Spektrofotometri Serapan Atom (SSA/AAS) di Laboratorium Balai Besar Industri Agro, Bogor. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa seluruh sampel dari kedua lokasi memiliki kadar Pb di bawah batas deteksi alat (<0,035 mg/kg). Sementara itu, kadar Cu yang terdeteksi berkisar antara 0,48 mg/kg (Tegalweru) hingga 1,93 mg/kg (Poncokusumo). Seluruh nilai tersebut masih jauh di bawah ambang batas maksimum yang ditetapkan oleh SNI 7387:2009, yaitu 0,5 mg/kg untuk Pb dan 5,0 mg/kg untuk Cu. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa buah jeruk dari kedua sentra produksi tersebut aman dikonsumsi dari aspek cemaran logam berat Pb dan Cu. Meskipun demikian, diperlukan pemantauan lingkungan pertanian secara berkala untuk mencegah potensi akumulasi logam berat di masa depan, terutama di wilayah dengan aktivitas budidaya intensif seperti Poncokusumo
INTEGRASI AGRIBISNIS DESA, COMMUNITY-BASED TOURISM (CBT), DAN GASTRONOMI LOKAL DALAM PENGEMBANGAN PASAR KULINER SUNGAI BRANTAS DI DESA MINGGIRSARI Tri Kurniastuti; eko Wahyu Budiman
Viabel : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 21 No 1 (2026): Mei 2026
Publisher : Universitas Islam Balitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35457/3zhs7c83

Abstract

Pengembangan pasar kuliner desa berbasis agribisnis lokal memerlukan strategi multidimensi yang saling memperkuat untuk meningkatkan daya tarik pasar, nilai tambah agribisnis, dan keberlanjutan ekonomi komunitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis model strategis pengembangan pasar kuliner desa dengan fokus pada penguatan kelembagaan, inovasi kuliner, pemasaran digital, dan pengembangan kapasitas sumber daya manusia. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui tinjauan pustaka, studi kasus, dan wawancara dengan pemangku kepentingan untuk mengeksplorasi praktik terbaik dan strategi integrasi. Sinergi keempat dimensi ini memastikan keterampilan manajemen produksi, pelayanan wisata, dan pemasaran digital merata, memperkuat identitas kuliner lokal, dan mendorong pertumbuhan community-based culinary agritourism yang berkelanjutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi kelembagaan formal, inovasi kuliner berbahan lokal, promosi digital, dan pengembangan SDM lokal menjadi kunci keberhasilan dalam menciptakan destinasi kuliner desa yang kompetitif dan inklusif.