cover
Contact Name
Kiftian Hady Prasetya
Contact Email
kiftian@uniba-bpn.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
pbsi@uniba-bpn.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota balikpapan,
Kalimantan timur
INDONESIA
Jurnal Basataka (JBT)
Published by Universitas Balikpapan
ISSN : 26213826     EISSN : 26215977     DOI : -
Core Subject : Education,
Fokus dan cakupan Jurnal BASATAKA adalah penelitian dalam bidang Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Indonesia. The focus and scope of BASATAKA Journal is research in the fields of Education, Language, and Indonesian Literature.
Arjuna Subject : -
Articles 345 Documents
PARJAMBARAN DALAM UPACARA SAUR MATUA ETNIK BATAK TOBA: KAJIAN FOLKLOR Endang Hutasoit; Jekmen Sinulingga
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 5 No. 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.402 KB) | DOI: 10.36277/basataka.v5i1.152

Abstract

Karya ilmiah ini yang berjudul Parjambaran Dalam Upacara Saur Matua Etnik Batak Toba: kajian folklor. masalah yang terdapat pada penelitian ini adalah tahapan parjambaran, pesan parjambaran, dan makna pada parjambaran dalam upacara saur matua, pelaksanaan parjambaran masih dilakukan di Desa Sigumpar Kecamatan Sigumpar Kabupaten Toba. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang parjambaran, pesan dan makna dalam upacara kematian saur matua, susunan adat parjambaran yang terdapat dalam skripsi ini sangatlah terstruktur dan dapat sebuah acuan untuk pemahaman parjambaran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif yang menggunakan teknik penelitian lapangan. 1). Adapun tahap-tahap parjambaran dalam upacara saur matua ialah a). Marhusip-husip b). tonggo raja c). Maralaman horja dan sebagainya 2). Makna parjambaran ialah sebagai penghormatan atau kedudukan seseorang 3).pesan parjambaran adalah penting mengetahui memahami silsilah (Tarombo marga) supaya kita memahmai atau mengetahu kedudukan kita dalam paradatan khususnya upacara saur matua. Parjambaran merupakan salah satu adata istiadat yang masih dilaksanakan oleh masyarakat Batak Toba di Desa Sigumpar Kecamatan Sigumpar, Kabupaten Toba.
SISTEM SAPAAN DALAM BAHASA KARO: KAJIAN SOSIOLINGUSTIK Rima Teresia br Purba; Herlina Herlina
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 5 No. 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (483.907 KB) | DOI: 10.36277/basataka.v5i1.153

Abstract

Penelitian ini bejudul Sistem Sapaan dalam Bahasa Karo: Kajian Sosiolingustik. Metode pengumpulan data yang digunakan ada 3 (tiga) yaitu metode observasi, metode wawancara dan metode analisis dan metode kepustakaan. Metode analisis data yang digunakan adalah metode kualitatif yang bersifat deskritif. Lokasi pengambilan data untuk peneitian ini terletak di desa Ketaren, Kecamatan Kabanjahe, Kabupaten Karo. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan Bentuk Sapaan dalam Bahasa Karo dan Fungsi sapaan dalam bahasa Karo. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori sosiolinguistik oleh Abdul Cher. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini ada 5 bentuk sapaan dalam bahasa Karo (1) bentuk sapaan dalam hubungan kerabat. (2) bentuk sapaan kepada orang yang lebih tua di luar hubungan kerabat. (3) bentuk sapaan kepada sebaya diluar hubungan kerabat. (4) bentuk sapaan kepada orang yang lebih muda. (5) bentuk sapaan kata ganti. Fungsi sapaan dalam bahasa Karo ada 6 yaitu : (1) fungsi perhatian lawan bicara, (2) fungsi berbahsa santun (3) fungsi mempertegas lawan bicara (4) fungsi menambah keakraban, (5) fungsi mempertegas identitas, (6) mengontrrol intraksi sosial.
ANALISIS TRADISI PANGURASON PADA MASYARAKAT BATAK TOBA: KAJIAN SEMIOTIK Indah Agita Saragih; Flansius Tampubolon
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 5 No. 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (343.289 KB) | DOI: 10.36277/basataka.v5i1.154

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk, fungsi dan makna tradisi pangurason. Tradisi pangurason adalah tradisi melestarikan alam, menjaga dan hidup bersahabat dengan alam serta menjauhkan dari bencana. Adapun simbol yang terdapat dalam tradisi pangurason ada 9 yaitu saoan, air suci, jeruk purut,daun sisakil, daun beringin, daun silanjuang, kain berwarna merah, kain berwarna putih dan kain berwarna hitam. Teori yang digunakan untuk menganalisis adalah teori semiotika yang dikemukakan oleh Charles Sanders Pierce.Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode kualitatif dengan observasi wawancara terstruktur.Adapun hasil yng ditemukan dalam penelitian ini adalah tentang tradisi Pangurason pada etnik Batak Toba. Dalam etnik Toba tradisi pangurason ialah tradisi melestarikan alam, menjaga alam dan hidup bersahabat dengan alam serta menjauhkan dari bencana.Tradisi ini melibatkan laki-laki dan perempuan, ada juga orangtua yang langsung memainkan, dan punya peran penting dalam ritual pangurason ini, terutama dalam membersihkan desa dari mara bahaya dan bencana alam. Pangurason adalah sebuah tradisi yang memiliki arti untuk melestarikan alam, menjaga, dan hidup bersahabat dengan alam serta menjauhkan dari bencana dan memiliki arti menguras atau membersihkan wilayah.
KAJIAN STILISTIKA PADA KUMPULAN CERITA ANAK OLEH DIREKTORAT JENDERAL PAJAK REPUBLIK INDONESIA Tri Pertiwi; Ati Rosmiati
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 5 No. 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (348.594 KB) | DOI: 10.36277/basataka.v5i1.155

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan diksi, gaya bahasa, dan citraan cerita anak. Anak adalah pribadi yang masih bersih dan peka terhadap lingkungan di sekitarnya. Anak-anak pada usia dini biasanya mempunyai perilaku-perilaku yang sesuai dengan apa yang diajarkan oleh orang tuanya, bahkan perilaku yang diajarkan oleh lingkungan sekitarnya. Fabel merupakan cerita yang menggambarkan watak dan budi manusia yang pelakunya diperankan oleh binatang yang mengandung nilai-nilai pendidikan moral dan budi pekerti. Kumpulan cerita anak Direktorat Pajak ini berisi tiga cerita fabel yang inspiratif, yaitu kisah Raja Lebah dan Satu Sendok Madu, Kisah Anjing dan Kelinci, dan Kisah Semut dan Jangkrik. Dalam cerita tersebut terdapat nilai-nilai moral yang ingin disampaikan seperti kejujuran, keteladanan, kedisiplinan, tanggung jawab, ketekunan, kerja keras, kepatuhan, ketertiban, keadilan, loyalitas, ketulusan, dan sebagainya. Menggunakan metode analisis deskriptif dengan memperhatikan elemen yang diperiksa adalah diksi, kata konkret gaya bahasa, dan citraan. Diksi sebagai pilihan kata-kata yang dilakukan oleh pengarang dalam karyanya guna menciptakan efek makna tertentu.
ANALISIS STILISTIKA UJARAN TOKOH UTAMA DALAM FILM DILAN 1990 DAN DILAN 1991 Ati Rosmiati; Tri Pertiwi
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 5 No. 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (462.231 KB) | DOI: 10.36277/basataka.v5i1.156

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk majas dalam Film Dilan 1990 dan 1991. Penelitian ini menganalisis ujaran tokoh utama dalam film yang disutradarai oleh Fajar Bustomi mengenai bagaimana gaya bahasa atau stilistika pada ujaran tokoh utama dalam film tersebut. Penelitian ini bertujuan membuat pembaca mendapat efek tertentu dari gaya bahasa tersebut yang cenderung mengacu pada beberapa macam-macam majas. Metode penelitan ini ialah metode deskriptif kualitatif, yaitu metode yang digunakan untuk memaparkan (mendeskripsi) informasi tertentu, suatu gejala, peristiwa, kejadian sebagaimana adanya. Teknik analisis penelitian ini menggunakan teknik anaisis majas. Penelitian ini menggunakan metode stilistika, yaitu ilmu yang berkaitan dengan gaya dan gaya bahasa dan lebih banyak mengacu pada gaya bahasa. Hasil penelitian analisis stilistika pada film Dilan 1990 dan Dilan 1991 yang menunjukkan bahwa ujaran tokoh Dilan dan Milea dalam film tersebut mengandung berbagai jenis majas. Kesimpulan penelitian ini bahwa pada film Dilan 1990 dan Dilan 1991 terdapat dua puluh majas yaitu majas hiperbola, kontradiksi interminis, asosiasi, ellipsis, antitesis, smile, metonimia, epitet, alusio, metafora, repetisi, sinestesia, pleonasme, personifikasi, paralelisme, retorika, litotes, polisideton, eufimisme dan alegori.
NILAI-NILAI PENDIDIKAN PADA CERITA RAKYAT PASER DAN BERAU SERTA IMPLIKASINYA TERHADAP PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA PADA SISWA SMK MUHAMMADIYAH LONG IKIS Andry Muhammad Romadhon; Maryatin Maryatin; Indah Ika Ratnawati
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 5 No. 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (379.125 KB) | DOI: 10.36277/basataka.v5i1.159

Abstract

Penelitian ini berfokus pada nilai-nilai pendidikan yang terkadung dalam cerita rakyat Paser serta implikasinya dalam proses pembelajaran di kelas XII Akuntasi SMK Muhammadiyah Long Ikis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apa saja nilai-nilai pendidikan yang terdapat dalam cerita rakyat paser dan bagaimana pengimplikasiannya terhadap proses pembelajaran di kelas. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan pragmatik. Instrumen pengumpulan data di sini adalah dokumentasi kegiatan pembelajaran di kelas serta kartu data yang diberikan kepada penyidik. Sumber data dalam penelitian ini adalah hasil analisis nilai-nilai pendidikan yang terdapat dalam cerita rakyat paser, dan hasil dari wawancara kepada siswa. Buku cerita rakyat Paser dan berau terdapat 20 cerita yang berasal dari Paser dan 17 yang berasal dari Berau. Hasil dari penelitian ini terdapat 16 nilai pendidikan pada cerita rakyat Paser yaitu 3 nilai pendidikan religius, 1 pendidikan toleransi, 1 pendidikan kerja keras, 2 pendidikan kreatif, 1 pendidikan mandiri, 2 pendidikan demokrasi, 1 pendidikan rasa ingin tahu, 1 pendidikan bersahabat/komunikatif, 1 pendidikan peduli sosial, dan 2 pendidikan tanggung jawab. Hasil penelitian ini juga bersumber dari wawancara siswa untuk melengkapi data implikasi yaitu dengan memberikan 11 pertanyaan kepada siswa kelas XII Akuntansi SMK Muhammadiyah Long Ikis.
ANALISIS NILAI-NILAI PENDIDIKAN DALAM NOVEL “KISAH YANG PILU UNTUK KITA YANG RAGU” KARYA BOY CANDRA DAN HUBUNGANNYA DENGAN PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SEKOLAH Mei Sari Br. Silaban; Nanda Dwi Astri; Verawati Sitorus; Arie Azhari Nasution
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 5 No. 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (554.182 KB) | DOI: 10.36277/basataka.v5i2.172

Abstract

Penelitian ini membahas tentang analisis nilai-nilai pendidikan dalam novel Kisah Yang Pilu Untuk Kita Yang Ragu Hubungannya Dengan Pembelajaran Bahasa Indonesia.  Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu baca dan catat. Teknik analisis data pada penelitian ini dilakukan dengan cara: 1. Membaca novel Kisah Yang Pilu Untuk Kita Yang Ragu karya Boy Candra, 2. Menandai kalmiat atau paragraf yang mengulas tentang nilai moral, sosial, budaya, dan agama, 3. Menganalisis unsur intrinsik dan ekstrinsik dalam novel Kisah Yang Pilu Untuk Kita Ragu, 4. Mendeskripsikan hubungannya dengan pembelajaran Bahasa Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai moral yaitu kejujuran, pantang menyerah, kesetiaan, dan pengorbanan. Penelitian ini juga menunjukkan nilai sosial yaitu kerjasama dan kepedulian.
EKSPLORASI LEGENDA “AIR TERJUN SIMBILULU” KABUPATEN PAKPAK BHARAT SEBAGAI BAHAN AJAR BAHASA INDONESIA Nomica Tumangger; Fita Putriyani Harefa; Enjel Yanti Sitorus; Wahyu Ningsih; Hijrah Purnama Sari Ariga
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 5 No. 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (436.013 KB) | DOI: 10.36277/basataka.v5i2.173

Abstract

Legenda adalah cerita yang menjelaskan sejarah dan asal usul peristiwa yang terjadi di suatu tempat atau kawasan yang memiliki nilai sejarah yang melekat. Oleh karena itu, kisah asal usul Air Terjun Simbilulu menjadi penting untuk diteliti. Judul penelitian kami adalah Eksplorasi Legenda Air Terjun Simbilulu Pakpak Bharat Sebagai Bahan Ajar Bahasa Indonesia'. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menambah pengetahuan siswa tentang asal usul Air Terjun Simbilulu Pakpak Bharat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif. Penggunaan metode ini dimaksudkan untuk menciptakan suatu dekskriptif atau lukisan yang sistematis, realistik, teliti, akurat dan tepat. Metode pengumpulan data ini dilakukan melalui wawancara, survei langsung, atau observasi terhadap proses terdokumentasi di masyarakat sekitar. Responden yang diamati adalah masyarakat Parongil Julu. Observasi dalam penelitian ini berupa hasil lisan dari bentuk legenda Air Terjun Simbilulu. Kesimpulan dari penelitian ini adalah asal mula Air Terjun Simbilulu yang tidak hanya membuat wisata ini diperkenalkan dan dikenal banyak orang, tetapi juga dapat menambah pengetahuan bagi semua.
GRAMMATICAL ERRORS IN WRITING DESCRIPTIVE TEXT MADE BY TENTH GRADERS OF SMA SWASTA FREE METHODIST MEDAN Fachri Yunanda; Pesta Anjani Sinaga; Magdalena Pebriola Siahaan; Regina Putri Ginting; Bambang Nur Alamsyah Lubis
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 5 No. 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (372.286 KB) | DOI: 10.36277/basataka.v5i2.175

Abstract

This research was conducted to identify the various types of errors made in English descriptive texts written by tenth graders at Free Methodist Private High School Medan during the 2022-2023 academic year. This research was conducted on 36 students who became the focus of the research. This research method is descriptive qualitative. Research is conducted offline. Written test-based data collection method. The researcher checked the writing errors of the descriptive texts made by the students. This study concentrates on the categorization of writing errors made by students. The Surface Strategy Taxonomy analysis of the findings revealed 30 inaccuracies in student-submitted descriptive texts. There were 9 addition errors with a total of 30%, 16 errors of omission with a total of 54%, 5 misformation errors with a total of 16%, and 0 ordering errors with a total of 0%. The majority of errors, or 15 out of 30, are spelling (Spelling) errors, which are classed as errors within omission errors. In conclusion, the researchers found 30 errors in the descriptive text written by class X IPS 1 SMA Medan Free Methodis.
PENINGKATAN MENGUBAH CERPEN MENJADI NASKAH DRAMA DENGAN METODE RESITASI PADA SISWA KELAS VIII SMP PENCAWAN MEDAN Okta Marasi Sitanggang; Maria Marianda Sianturi; Annisa Annisa; Meriah Kita Deliani
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 5 No. 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (519.103 KB) | DOI: 10.36277/basataka.v5i2.176

Abstract

Mengubah cerpen menjadi naskah drama merupakan salah satu pembelajaran sastra yang ada dalam kurikulum dan harus diajarkan di sekolah menengah pertama. Guru dituntut agar mampu mengembangkan kreatifitas siswa dengan memberikan cerpen dan mengubah menjadi naskah drama. Tujuan penelitian adalah mengetahui hasil serta penerapan media cerpen dengan metode resitasi dalam peningkatan penulisan naskah drama pada siswa kelas VIII SMP Pencawan Medan Tahun Pelajaran 2022/2023. Teknik analisis data sesuai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang digunakan dalam mata pelajaran bahasa Indonesia yaitu nilai 75 dengan ketuntasan klasikal 85%. Hasil penelitian berupa hasil tes kemampuan menulis naskah drama siswa dengan skor rata-rata siswa pada siklus I sebesar 65.38% pada kategori sedang dari 26 siswa subjek penelitian, 2 siswa (7,69%) skor kategori rendah, 17 siswa (65,38%) skor kategori sedang sedangkan 7 siswa (26,92%) skor kategori tinggi. Ketuntasan hasil belajar siswa yaitu 7 siswa kategori meningkat dan 19 siswa kategori tidak meningkat, sehingga hasil pada siklus I masih rendah. Skor rata-rata hasil belajar siswa pada siklus II sebesar 80,96% pada kategori aktif. Dari 26 siswa subjek penelitian, 3 siswa (11,53%) skor kategori rendah, 15 siswa (57,69%) skor kategori sedang sedangkan 8 siswa (30,78%) skor kategori tinggi. Tingkat kemampuan siswa pada siklus II nilai ≥75-100 sebanyak 23 siswa (88,46%), siswa yang memperoleh nilai < 75 sebayak 3 siswa (11,53%). Hal ini menunjukkan tingkat kemampuan mengubah cerpen menjadi naskah drama mengalami peningkatan dari 7 orang (26,92%) pada Siklus I menjadi 23 orang (88,46%) pada Siklus II. Saran penelitian adalah siswa hendaknya diberikan banyak pelatihan menulis cerpen maupun menulis naskah drama, serta mengubah cerpen menjadi naskah drama ataupun sebaliknya. Kemampuan siswa dalam mengubah cerpen menjadi naskah drama hendaknya lebih ditingkatkan atau dilakukan secara berulang.

Page 10 of 35 | Total Record : 345