cover
Contact Name
Rifa Rahmi
Contact Email
rhyfmy@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
rhyfmy@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
Al-Asalmiya Nursing: Journal of Nursing Sciences
ISSN : 23382112     EISSN : 25800485     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Al-Asalmiya Nursing teregistrasi dengan nomor ISSN: 2338-2112. Jurnal ini memuat artikel kesehatan terutama lingkup keperawatan (Keperawatan Anak, Maternitas, Jiwa, Medikal Bedah, Keluarga, Komunitas, Gawat Darurat, dan lain-lain). Al-Asalmiya Nursing merupakan salah satu jurnal yang dimiliki oleh STIKes Al-Insyirah Pekanbaru yang dipublikasi pada bulan Mei dan November setiap tahun.
Arjuna Subject : -
Articles 195 Documents
IMPLEMENTASI TERAPI MUSIK INSTRUMENTAL TERHADAP PENURUNAN KECEMASAN POST OPERASI PADA PASIEN TONSILEKTOMI DENGAN GENERAL ANESTESI Astrid, Anggun Tri; Novitasari, Dwi; Sumarni, Tri
Jurnal Ilmu Keperawatan Vol 14 No 2 (2025): Al-Asalmiya Nursing Jurnal Ilmu Keperawatan (Journal of Nursing Sciences)
Publisher : Institut Kesehatan dan Teknologi Al Insyirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35328/41c8s839

Abstract

Tonsilektomi dengan general anestesi merupakan prosedur pembedahan yang berisiko menimbulkan kecemasan pascaoperasi akibat nyeri, keterbatasan aktivitas, dan ketidakpastian kondisi pasien. Kecemasan yang tidak ditangani secara adekuat dapat memperlambat proses pemulihan, meningkatkan persepsi nyeri, serta menambah beban perawatan. Oleh karena itu, diperlukan intervensi non-farmakologis yang aman, mudah diterapkan, dan efektif untuk mengatasi kecemasan pascaoperasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh terapi musik instrumental sebagai intervensi non-farmakologis terhadap penurunan tingkat kecemasan pada pasien pasca tonsilektomi. Penelitian ini menggunakan desain quasi-eksperimen dengan pendekatan one-group pretest–posttest. Penelitian dilaksanakan di RS Wijayakusuma Purwokerto pada Juni–Juli 2025 dengan jumlah responden sebanyak 30 pasien pasca operasi tonsilektomi berusia ≥17 tahun, tanpa komplikasi, kooperatif, dan bersedia berpartisipasi. Tingkat kecemasan diukur menggunakan State Anxiety Inventory (STAI-S) sebelum dan sesudah pemberian terapi musik instrumental selama 15 menit. Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon Signed-Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi sebagian besar responden mengalami kecemasan sedang (96,7%) dan berat (3,3%), sedangkan setelah intervensi mayoritas mengalami kecemasan ringan (96,7%) dan sedang (3,3%). Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p = 0,000 (p < 0,05), yang menandakan adanya perbedaan tingkat kecemasan yang signifikan sebelum dan sesudah intervensi. Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa terapi musik instrumental efektif menurunkan kecemasan pada pasien pasca tonsilektomi dan direkomendasikan sebagai intervensi non-farmakologis pendukung dalam praktik keperawatan perioperatif.
GAMBARAN PELAKSANAAN PENDOKUMENTASIAN ASUHAN KEPERAWATAN BERBASIS EMR (ELECTRONIC MEDICAL RECORD) DI RSUD ARIFIN ACHMAD PROVINSI RIAU Erianti, Susi; Anggreny, Yecy; Fitrika, Mahgfirah; Lastari, Raja Fitrina; Lita
Jurnal Ilmu Keperawatan Vol 14 No 2 (2025): Al-Asalmiya Nursing Jurnal Ilmu Keperawatan (Journal of Nursing Sciences)
Publisher : Institut Kesehatan dan Teknologi Al Insyirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35328/sgetws46

Abstract

EMR (Electronic Medical Record) telah menjadi alat yang penting dalam proses pendokumentasian medis termasuk asuhan keperawatan, penerapan EMR dalam pendokumentasian sangat berdampak baik dalam melaksanakan asuhan keperawatan yang lebih, terstruktur, dan akurat. Dengan adanya EMR dapat mengurangi kesalahan dalam mendokumentasikan asuhan keperawatan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain deskriptif. Penelitian ini dilakukan di RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau di instalasi surgical ruangan Dahlia dan Edelwies dengan 42 responden. Analisis yang digunakan adalah analisis univariat, dan teknik sampling yang digunakan adalah consecutive sampling. Instrumen penelitian yang digunakan untuk mengumpulkan data berupa lembar observasi.  Hasil penelitian menunjukkan data responden yang melaksanakan pendokumentasian asuhan keperawatan berbasis EMR dengan baik  sebanyak 34 responden (81,0%), dengan mayoritas berjenis kelamin perempuan sebanyak 32 responden (76,2%), dan mayoritas pendidikan S1+Ners sebanyak 21 responden (50,0%). Disarankan kepada responden agar kedepannya melaksanakan asuhan keperawatan harus lebih teliti, terstruktur dan sesuai dengan standar pendokumentasian asuhan keperawatan yang telah di tentukan.
PENERAPAN HEAD UP POSITION 30° PADA PASIEN STROKE NON HEMORAGIK DENGAN PENURUNAN KAPASITAS ADAPTIF INTRAKRANIAL: STUDI KASUS Ayunika, Viqtanesya; Siwi, Adiratna Sekar; Nurya, Nurya
Jurnal Ilmu Keperawatan Vol 14 No 2 (2025): Al-Asalmiya Nursing Jurnal Ilmu Keperawatan (Journal of Nursing Sciences)
Publisher : Institut Kesehatan dan Teknologi Al Insyirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35328/vmrw0e13

Abstract

Stroke non hemoragik merupakan salah satu penyebab tingginya angka kesakitan dan kematian, terutama akibat gangguan perfusi serebral dan peningkatan tekanan intrakranial (TIK). Peningkatan TIK dapat menurunkan kapasitas adaptif intrakranial sehingga berdampak pada penurunan kesadaran dan gangguan fungsi neurologis. Salah satu intervensi keperawatan yang efektif dan mudah diterapkan untuk menurunkan TIK adalah posisi head up 30°. Studi kasus ini bertujuan menggambarkan penerapan posisi head up 30° pada pasien Ny. M dengan diagnosis medis stroke non hemoragik dan masalah keperawatan penurunan kapasitas adaptif intrakranial. Penelitian dilakukan di Ruang ICU RSUD Kardinah Tegal pada tanggal 1–3 September 2025 menggunakan metode studi kasus yang meliputi pengkajian, diagnosis, intervensi, implementasi, dan evaluasi keperawatan. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, pemeriksaan fisik, dan studi dokumentasi. Intervensi posisi head up 30° diberikan setiap hari dengan pemantauan tanda vital dan tingkat kesadaran. Hasil menunjukkan adanya perbaikan bertahap, ditandai dengan penurunan gelisah, peningkatan GCS dari E2M2V2 menjadi E4M5V2, serta penurunan tekanan darah dari 194/87 mmHg menjadi 147/88 mmHg. Kesimpulan dari studi kasus ini adalah bahwa posisi head up 30° efektif sebagai intervensi nonfarmakologis dalam menurunkan tekanan intrakranial dan memperbaiki perfusi serebral pada pasien stroke non hemoragik.
PENERAPAN SUCTION DALAM ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN TBC DENGAN BERSIHAN NAPAS TIDAK EFEKTIF  DI RUANG INTENSIVE CARE UNIT (ICU) RSUD KARDINAH TEGAL Novianti, Rika; Siwi, Adiratna Sekar; Nurya
Jurnal Ilmu Keperawatan Vol 14 No 2 (2025): Al-Asalmiya Nursing Jurnal Ilmu Keperawatan (Journal of Nursing Sciences)
Publisher : Institut Kesehatan dan Teknologi Al Insyirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35328/2ebh2k68

Abstract

Tuberkulosis (TBC) paru merupakan penyakit infeksi yang hingga kini menjadi salah satu masalah kesehatan utama di Indonesia dengan angka morbiditas dan mortalitas yang tinggi. Salah satu komplikasi yang sering muncul pada pasien TBC di ruang ICU adalah bersihan jalan napas tidak efektif akibat penumpukan sekret. Studi kasus ini bertujuan untuk menggambarkan proses asuhan keperawatan yang diberikan kepada pasien Tn. N dengan diagnosis medis TBC dan masalah keperawatan bersihan jalan napas tidak efektif. Penelitian dilaksanakan pada 1–3 September 2025 menggunakan metode studi kasus yang mencakup pengkajian, diagnosis, intervensi, implementasi, dan evaluasi. Intervensi utama yang diberikan adalah suction secara teratur melalui ETT, disertai terapi oksigen, posisi semi-Fowler, dan kolaborasi pemberian obat. Hasil evaluasi menunjukkan adanya perbaikan bertahap selama tiga hari, ditandai dengan penurunan jumlah sekret, peningkatan efektivitas ventilasi, perbaikan pola napas, dan peningkatan saturasi oksigen hingga 100%. Temuan ini menunjukkan bahwa tindakan suction efektif dalam mengatasi bersihan jalan napas tidak efektif pada pasien TBC kritis dan dapat dijadikan evidence-based practice dalam tata laksana keperawatan pasien dengan gangguan pernapasan di ruang intensif.
STUDI KASUS PENERAPAN TERAPI MUSIK SUARA ALAM PADA PASIEN POST ORIF FRAKTUR DISTAL OS RADIUS SINISTRA UNTUK MANAJEMEN NYERI DI RUANG SERUNI RSUD PROF. DR. MARGONO SOEKARJO PURWOKERTO Nuriyah, Adinda Salma; Nuriyah , Adinda Salma; Sumarni , Tri; Yunitasari , Pancarini
Jurnal Ilmu Keperawatan Vol 14 No 2 (2025): Al-Asalmiya Nursing Jurnal Ilmu Keperawatan (Journal of Nursing Sciences)
Publisher : Institut Kesehatan dan Teknologi Al Insyirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35328/r0r6ve66

Abstract

Fraktur distal os radius merupakan salah satu cedera muskuloskeletal yang sering terjadi dan sering memerlukan tindakan pembedahan open reduction internal fixation (ORIF). Pasien pasca ORIF umumnya mengalami nyeri yang dapat mengganggu kenyamanan dan pemulihan. Terapi musik, khususnya musik suara alam, merupakan intervensi nonfarmakologis yang aman, mudah diterapkan, dan mampu membantu menurunkan persepsi nyeri melalui mekanisme relaksasi fisiologis dan psikologis. Studi kasus ini bertujuan mendeskripsikan penerapan terapi musik suara alam pada pasien post ORIF fraktur distal os radius sinistra dalam upaya manajemen nyeri. Penelitian dilakukan pada Tn. W di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto selama 28–30 Agustus 2025 menggunakan pendekatan pengkajian komprehensif dan penilaian nyeri dengan Numeric Rating Scale (NRS). Intervensi diberikan satu kali sehari selama tiga hari berturut-turut dengan durasi 20 menit. Hasil menunjukkan adanya penurunan intensitas nyeri secara bertahap dari skala 6 menjadi 2 selama tiga hari. Pasien melaporkan merasa lebih rileks dan nyaman setelah intervensi. Kesimpulannya, terapi musik suara alam efektif sebagai intervensi pendamping dalam menurunkan nyeri akut pada pasien post ORIF serta dapat diterapkan secara mandiri oleh pasien maupun keluarga.

Filter by Year

2018 2025