cover
Contact Name
Rifa Rahmi
Contact Email
rhyfmy@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
rhyfmy@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
Al-Asalmiya Nursing: Journal of Nursing Sciences
ISSN : 23382112     EISSN : 25800485     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Al-Asalmiya Nursing teregistrasi dengan nomor ISSN: 2338-2112. Jurnal ini memuat artikel kesehatan terutama lingkup keperawatan (Keperawatan Anak, Maternitas, Jiwa, Medikal Bedah, Keluarga, Komunitas, Gawat Darurat, dan lain-lain). Al-Asalmiya Nursing merupakan salah satu jurnal yang dimiliki oleh STIKes Al-Insyirah Pekanbaru yang dipublikasi pada bulan Mei dan November setiap tahun.
Arjuna Subject : -
Articles 195 Documents
GAMBARAN KECANDUAN SMARTPHONE PADA REMAJA Ginting , Herfina; Utami, Agnita; Roslita, Riau
Jurnal Ilmu Keperawatan Vol 14 No 2 (2025): Al-Asalmiya Nursing Jurnal Ilmu Keperawatan (Journal of Nursing Sciences)
Publisher : Institut Kesehatan dan Teknologi Al Insyirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35328/bxkcx111

Abstract

Kecanduan smartphone pada remaja menjadi masalah yang semakin meningkat seiring dengan perkembangan teknologi yang mempermudah akses informasi dan komunikasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis durasi penggunaan smartphone, aktivitas penggunaan smartphone, dan gambaran kecanduan smartphone pada remaja di SMAN 9 Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain deskriptif dan analisis univariat. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner Smartphone Addiction Scale Short Version (SAS SV). Sampel penelitian ini terdiri dari 54 siswa SMAN 9 Pekanbaru dengan teknik sampling purposive sampling. Hasil penelitian yang dilakukan di SMAN 9 Pekanbaru menunjukkan bahwa durasi penggunaan smartphone terbanyak adalah > 6 jam dengan 31 responden (57,4%) dan aktivitas penggunaan yang paling banyak 26 responden (48,1%) menggunakan internet browsing, social media, dan gaming. Rata-rata skor kecanduan smartphone yang diperoleh adalah 28,80 dengan rentang nilai 10 - 60. Kesimpulan dari penelitian ini adalah durasi penggunaan smartphone yang panjang dan aktivitas penggunaan merupakan faktor pemicu dari kecanduan smartphone pada remaja. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan tentang kecanduan smartphone pada remaja dan menjadi referensi bagi pihak sekolah serta instansi kesehatan dalam merancang program untuk mencegah dampak negatif dari penggunaan smartphone.
EFEKTIFITAS PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG MENSTRUASI TERHADAP TINGKAT KECEMASAN SISWI Noor Safa, Destya; Purwati, Yuni; Warsiti
Jurnal Ilmu Keperawatan Vol 14 No 2 (2025): Al-Asalmiya Nursing Jurnal Ilmu Keperawatan (Journal of Nursing Sciences)
Publisher : Institut Kesehatan dan Teknologi Al Insyirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35328/d8w68483

Abstract

Kecemasan dalam menghadapi menstruasi pertama (menarche) merupakan isu kesehatan mental yang signifikan pada anak usia sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pendidikan kesehatan tentang menstruasi dalam menurunkan tingkat kecemasan siswi sekolah dasar dengan rentang usia 10–12 tahun (kelas 4 dan 5) di SD N 1 Jetis Bantul. Menggunakan desain quasi-experiment dengan pendekatan pre-test/post-test, penelitian ini melibatkan 45 siswi yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi, mayoritas siswi mengalami kecemasan sedang (60,9%). Setelah diberikan pendidikan kesehatan melalui media video animasi dan leaflet, terjadi penurunan tingkat kecemasan yang drastis, di mana 95,6% siswi berada pada kategori kecemasan ringan. Hasil uji Wilcoxon menghasilkan nilai p=0,000 (p < 0,05), yang mengonfirmasi bahwa intervensi pendidikan kesehatan secara signifikan efektif dalam mereduksi kecemasan siswi dalam menghadapi menarche. Temuan ini menegaskan pentingnya edukasi dini untuk memperkuat kesiapan psikologis anak dalam transisi pubertas.
EFEKTIVITAS AROMATERAPI LEMON TERHADAP KELELAHAN IBU POSTPARTUM Rosi, Qyna Tazkiyya; Purwati, Yuni; Anisa, Diah Nur
Jurnal Ilmu Keperawatan Vol 14 No 2 (2025): Al-Asalmiya Nursing Jurnal Ilmu Keperawatan (Journal of Nursing Sciences)
Publisher : Institut Kesehatan dan Teknologi Al Insyirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35328/2r3n3709

Abstract

Kelelahan pascapersalinan (postpartum fatigue) dapat menghambat pemulihan fisik, psikologis, dan produksi ASI. Aromaterapi lemon menawarkan solusi non-farmakologis yang potensial karena kandungan linalool yang menenangkan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas aromaterapi lemon dalam menurunkan tingkat kelelahan ibu nifas. Studi ini menggunakan desain quasi-experimental one-group pretest-posttest terhadap 15 ibu nifas di Puskesmas Sleman yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Tingkat kelelahan diukur menggunakan Postpartum Fatigue Scale (PFS) dan dianalisis dengan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan penurunan tingkat kelelahan yang signifikan secara statistik (p=0.010) setelah intervensi. Disimpulkan bahwa aromaterapi lemon efektif sebagai terapi komplementer untuk mengurangi kelelahan pada masa nifas.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN PERSONAL HYGIENE DENGAN KEJADIAN KEPUTIHAN PADA REMAJA PUTRI Latifah, Rabilla Fajri; Purwati, Yuni; Anisa, Diah Nur
Jurnal Ilmu Keperawatan Vol 14 No 2 (2025): Al-Asalmiya Nursing Jurnal Ilmu Keperawatan (Journal of Nursing Sciences)
Publisher : Institut Kesehatan dan Teknologi Al Insyirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35328/d2vhf508

Abstract

Keputihan merupakan masalah kesehatan reproduksi yang umum pada remaja putri dan sering kali berkaitan erat dengan praktik kebersihan diri atau personal hygiene. Meskipun pengetahuan dianggap sebagai fondasi perilaku sehat, masih terdapat kesenjangan antara pemahaman teoritis dengan kejadian keputihan di lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan personal hygiene dengan kejadian keputihan pada remaja putri di SMP Negeri 1 Sleman. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain korelasi menggunakan pendekatan cross-sectional. 5Penelitian dilaksanakan di SMP Negeri 1 Sleman pada 23-27 Juni 2025. Sampel penelitian berjumlah 84 siswi kelas VII dan VIII yang dipilih menggunakan teknik stratified random sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner yang terdiri dari 10 butir pertanyaan pengetahuan personal hygiene dan 5 butir pertanyaan kejadian keputihan, yang telah dinyatakan valid dan reliabel. Analisis data dilakukan dengan uji statistik Spearman Rank (α<0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh responden (100%) memiliki tingkat pengetahuan personal hygiene yang baik. Namun, ditemukan sebanyak 4,8% siswi tetap mengalami keputihan patologis, sementara mayoritas lainnya mengalami keputihan fisiologis. Hasil uji Spearman Rank memperoleh nilai p-value 0,001 dengan koefisien korelasi (r) sebesar 0,353. Terdapat hubungan negatif yang signifikan antara tingkat pengetahuan personal hygiene dengan kejadian keputihan pada remaja putri. Semakin baik pengetahuan, maka semakin rendah risiko kejadian keputihan. Meskipun pengetahuan responden sudah baik, adanya kasus keputihan patologis menunjukkan perlunya intervensi yang lebih fokus pada penerapan praktik kebersihan secara konsisten.
KUALITAS TIDUR DAN TEKANAN DARAH PADA PASIEN HIPERTENSI  DI POSKESDES DESA MENTAYAN Suharni; Mayenti, Fitra; Amin, Suci; Permanasari, Ika
Jurnal Ilmu Keperawatan Vol 14 No 2 (2025): Al-Asalmiya Nursing Jurnal Ilmu Keperawatan (Journal of Nursing Sciences)
Publisher : Institut Kesehatan dan Teknologi Al Insyirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35328/25cygk35

Abstract

Penyebab utama kematian dan kecacatan di seluruh dunia, hipertensi merupakan masalah kesehatan masyarakat yang serius. Dalam hal mengendalikan tekanan darah, faktor gaya hidup, seperti kualitas tidur seseorang adalah yang terpenting. Pasien hipertensi yang dilihat di Pos Kesehatan Desa Mentayan menjadi subjek penelitian ini, yang berupaya untuk menetapkan korelasi antara kedua variabel tersebut. Pendekatan analitik observasional cross-sectional digunakan dalam desain penelitian. Tiga puluh peserta dipilih untuk penelitian ini menggunakan metode purposive sampling. Kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) digunakan untuk mengukur kualitas tidur, sementara sphygmomanometer digunakan untuk mengukur tekanan darah. Uji Chi-Square digunakan untuk analisis data. Temuan tersebut mengungkapkan bahwa 66,7% peserta mengalami kualitas tidur yang buruk dan 36,7% memiliki hipertensi stadium II. Analisis statistik mengungkapkan korelasi yang kuat antara kualitas tidur dan tekanan darah pada individu dengan hipertensi (nilai-p = 0,001). Konseling rutin, saran tentang pola tidur yang baik, dan pemeriksaan untuk meningkatkan manajemen tekanan darah yang optimal harus menjadi bagian dari edukasi pasien hipertensi dan pemantauan Kualitas tidur.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN KELUARGA DENGAN KEMAMPUAN KELUARGA MERAWAT PASIEN HALUSINASI DI UPT PUSKESMAS KABUPATEN KAMPAR Pasaribu, Lentianna; Amin, Suci; Ekaputri, Mersi; Putri, Tengku Isni Yuli Lestari
Jurnal Ilmu Keperawatan Vol 14 No 2 (2025): Al-Asalmiya Nursing Jurnal Ilmu Keperawatan (Journal of Nursing Sciences)
Publisher : Institut Kesehatan dan Teknologi Al Insyirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35328/4e7sca60

Abstract

Menurut data Badan Kesehatan Dunia (WHO) hingga Oktober 2022, terdapat sekitar 26 juta orang di Indonesia yang mengalami gangguan jiwa. Salah satu gangguan jiwa yang cukup sering muncul serta berisiko adalah halusinasi. Halusinasi merupakan gangguan persepsi yang membuat individu mendengar, melihat, merasakan, atau mencium sesuatu yang sebenarnya tidak nyata. Dukungan pengetahuan dan keterlibatan keluarga dalam merawat anggota yang mengalami halusinasi sangat penting untuk menekan angka kejadian ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan keluarga dengan kemampuan mereka dalam merawat pasien halusinasi di UPT Puskesmas Kabupaten Kampar. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional study. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara total sampling dengan jumlah 50 responden. Hasil analisis univariat menunjukkan 62,0% keluarga memiliki tingkat pengetahuan sedang, sementara 52,0% memiliki kemampuan merawat yang baik. Berdasarkan analisis bivariat diperoleh nilai p = 0,022 (p < 0,05), yang berarti terdapat hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan keluarga dengan kemampuan merawat pasien halusinasi. Oleh karena itu, puskesmas perlu meningkatkan pengetahuan keluarga melalui berbagai bentuk.
EFEKTIVITAS KOMPRES HANGAT JAHE MERAH DAN JAHE EMPRIT TERHADAP PENURUNAN SKALA NYERI RHEMATOID ARTHRITIS PADA LANSIA DI DESA SUNGAI LUAR KECAMATAN BATANG TUAKA KABUPATEN INDRAGIRI HILIR Rahman, Abdur; Yanti, Rifa; Rahmaniza
Jurnal Ilmu Keperawatan Vol 14 No 2 (2025): Al-Asalmiya Nursing Jurnal Ilmu Keperawatan (Journal of Nursing Sciences)
Publisher : Institut Kesehatan dan Teknologi Al Insyirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35328/x2gn1221

Abstract

Rhematoid arthritis merupakan penyakit yang terjadi akibat serangan oleh sistem kekebalan tubuh sendiri Jika dibiarkan terus berlanjut akan menyebabkan gangguan sendi. Gangguan berat yang bahkan bisa membuat tubuh menjadi lumpuh. Terapi farmakologi dalam jangka waktu yang lama dapat menyebabkan erosi mukosa lambung, ruam atau erupsi kulit, menimbulkan nekrosis papilar ginjal, gangguan fungsi trombosit dan meningkatkan tekanan darah. salah satu upaya untuk mengurangi nyeri Rheumatoid Arthiritis yaitu dengan kompres hangat jahe merah yang kandungan minyak atsirinya melancarkan peredaran darah dan peradangan pada sendi. Penelitian ini adalah penelitian Quasi Experiment dengan desain penelitian Two group pretest posttest. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 36 orang, 18 orang kelompok jahe merah dan 18 orang kelompok jahe emprit. Penelitian ini menggunakan uji Paired T Test. Dari hasil penelitian, skala nyeri pada kelompok jahe merah sebelum diberikan intervensi diperoleh nilai rata- rata 4,83 dan setelah dilakukan intervensi nilai rata-rata 1,00. Pada kelompok kompres hangat jahe emprit sebelum diberikan intervensi diperoleh nilai rata-rata 4,83 dan pada hari ketiga nilai rata-rata 2,39 dengan p value 0,000 (p<0,00). maka Ho ditolak, maka dapat disimpulkan bahwa efektifitas kompres hangat jahe merah lebih efektif daripada jahe emprit pada lansia dengan rhematoid arthritis di Desa Sungai Luar Kecamatan Batang Tuaka Kabupaten Indragiri Hilir Diharapkan kepada lansia agar dapat menggunakan jahe merah dalam mengobati nyeri Rhematoid arthritis.
HUBUNGAN POLA MAKAN DAN AKTIVITAS FISIK DENGAN GULA DARAH PADA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE II Utamia, Harma Sapitri; Permanasari, Ika; Redho, Ahmad
Jurnal Ilmu Keperawatan Vol 14 No 2 (2025): Al-Asalmiya Nursing Jurnal Ilmu Keperawatan (Journal of Nursing Sciences)
Publisher : Institut Kesehatan dan Teknologi Al Insyirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35328/f8g2k118

Abstract

Jumlah penderita Diabetes Melitus tipe II akan meningkat setiap tahunnya dan merupakan ancaman utama bagi kesehatan manusia. pola makan yang kurang baik dan aktivitas fisik yang tidak teratur merupakan beberapa penyebab kadar gula darah tidak terkontrol.. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan antara pola makan dan aktivitas fisik dengan kadar gula darah pada penderita diabetes melitus tipe II di Pustu Sungai Simbar Kecamatan Kateman. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif dengan desain Cross Sectional. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah Total sampling, dengan jumlah sampel 40 responden. dengan menggunakan uji statistik Chi Square. Hasil penelitian pada variabel pola makan menunjukkan bahwa p-value 0,000< Alpha 0,05. Pada variabel aktivitas fisik p Value yang diperoleh adalah 0,000, nilai ini menunjukkan bahwa p-value 0,000< Alpha 0,05. Jadi dapat disimpulkan bahwa secara statistik ada hubungan yang signifikan antara pola makan dan aktivitas fisik dengan kadar gula darah pada penderita Diabetes Melitus Tipe II di Pustu Sungai Simbar Kecamatan Kateman. Diharapkan kepada penderita Diabetes Melitus Tipe II dapat mengatur pola makan dan aktivitas fisik dengan baik. Semakin baik pola makan dan makin teratur aktivitas fisik maka kadar gula darah pasien akan dapat dipertahankan dalam keadaan terkontrol.
HUBUNGAN KEPUASAN KERJA DENGAN TURNOVER INTENTION PADA PERAWAT DI RSU MITRA MEDIKA Munir, Chairul; Parinduri, Julidia Safitri; Banjarnahor, Jefri; Suherni; Matondang, Rizky Safitri
Jurnal Ilmu Keperawatan Vol 14 No 2 (2025): Al-Asalmiya Nursing Jurnal Ilmu Keperawatan (Journal of Nursing Sciences)
Publisher : Institut Kesehatan dan Teknologi Al Insyirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35328/8pt7r044

Abstract

Turnover intention atau niat perawat untuk meninggalkan pekerjaannya merupakan salah satu permasalahan serius dalam manajemen sumber daya manusia di rumah sakit karena dapat menurunkan stabilitas pelayanan serta meningkatkan biaya operasional. Salah satu faktor yang berpengaruh terhadap turnover intention adalah kepuasan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kepuasan kerja dengan turnover intention pada perawat di RSU Mitra Medika. Jenis penelitian ini adalah deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perawat di RSU Mitra Medika sebanyak 142 orang dengan jumlah sampel sebanyak 105 responden yang diambil menggunakan teknik probability sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner Job Satisfaction Surveikuesioner turnover intention yang diadaptasi dari teori Mobley. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji Chi-Square pada tingkat kepercayaan 95% (α = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar perawat memiliki tingkat kepuasan kerja baik sebanyak 53 responden (50,5%) dan turnover intention ringan sebanyak 77 responden (73,3%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p = 0,000 (p < 0,05) yang berarti terdapat hubungan signifikan antara kepuasan kerja dengan turnover intention pada perawat di RSU Mitra Medika.Kesimpulan penelitian ini adalah semakin tinggi tingkat kepuasan kerja perawat maka semakin rendah turnover intention yang dimiliki. Disarankan kepada pihak manajemen rumah sakit untuk meningkatkan kepuasan kerja melalui pemberian penghargaan, pengembangan karier, serta menciptakan lingkungan kerja yang nyaman guna mengurangi turnover intention di kalangan perawat.
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERCOBAAN BUNUH DIRI PADA REMAJA Devita, Yeni; Muharrom, Dina; Herniyanti, Rina; Hasana, Ulfa
Jurnal Ilmu Keperawatan Vol 14 No 2 (2025): Al-Asalmiya Nursing Jurnal Ilmu Keperawatan (Journal of Nursing Sciences)
Publisher : Institut Kesehatan dan Teknologi Al Insyirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35328/mzmsv403

Abstract

Perilaku bunuh diri pada remaja merupakan persoalan kesehatan mental yang semakin meningkat dan dipengaruhi oleh berbagai determinan, meliputi aspek psikologis, keluarga, lingkungan sosial, biologis, serta pengalaman percobaan bunuh diri sebelumnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan percobaan bunuh diri pada remaja di SMAN 12 Pekanbaru. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain potong lintang (cross-sectional). Sampel berjumlah 308 siswa yang dipilih melalui teknik stratified random sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner Suicide Behavior Questionnaire-Revised (SBQ-R). Analisis data dilakukan dengan uji Chi-Square pada tingkat signifikansi <0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 24,4% responden berada pada risiko rendah, 28,2% risiko sedang, dan 47,4% risiko tinggi. Analisis bivariat menunjukkan bahwa faktor psikologis, keluarga, lingkungan, biologis, serta riwayat percobaan bunuh diri sebelumnya tidak memiliki hubungan yang signifikan secara statistik dengan percobaan bunuh diri pada remaja (P Value 0,119). Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa tidak terdapat faktor dominan yang berhubungan secara signifikan dengan percobaan bunuh diri pada responden penelitian.

Filter by Year

2018 2025