cover
Contact Name
Nelly Budiharti
Contact Email
iijti@scholar.itn.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
iijti@scholar.itn.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Industri Inovatif : Jurnal Teknik Industri
ISSN : 20878869     EISSN : 26153866     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Terbit dua kali dalam setahun pada bulan Maret dan September. Berisi gagasan, konseptual, kajian teori, aplikasi teori dan kajian buku Teknik Industri. Makalah yang masuk ditelaah oleh mitra bestari yang kompeten di bidang teknik dan manajemen industri.
Arjuna Subject : -
Articles 383 Documents
PENERAPAN METODE PERAMALAN (FORECASTING) PADA PERMINTAAN ATAP di PT X Anna Lusiana; Popy Yuliarty
Industri Inovatif : Jurnal Teknik Industri Vol 10 No 1 (2020): Inovatif Vol. 10 No. 1
Publisher : Prodi Teknik Industri S1 Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/industri.v10i1.2530

Abstract

PT. X merupakan anak perusahaan dari PT. X salah satu perusahaan ternama di Indonesia yang telah berdiri sejak tahun 2013 dan bergerak sebagai distributor ekslusif bagi produk-produk bahan bangunan yang diproduksi oleh perusahaan induk seperti produk atap H, dan beberapa bahan bangunan lainnya serta produk bahan bangunan impor dari negara di kawasan Asia dan Eropa. Tujuan dari penelitian ini yaitu menentukan tiga metode peramalan yang dapat digunakan berdasarkan pola grafik peramalan data historis, menentukan metode peramalan yang tepat dengan tingkat kesalahan paling terkecil berdasarkan ketiga metode tersebut pada permintaan produk Atap H di PT. XYZ. Hasil penelitian yang didapatkan yaitu didapatkan grafik peramalan yang memiliki pola horizontal dikarenakan fluktuasi nilai berada disekitar rata-rata maka perhitungan peramalan permintaan beserta tingkat kesalahannya diketahui bahwa terdapat tiga metode yang digunakan yaitu; Metode Exponential, Exponential Smoothing dengan α = 0,1 dan Exponential Smoothing dengan α = 0,2 Sehingga Metode yang paling tepat digunakan dalam menganalisis data dengan memiliki tingkat kesalahan yang paling terkecil dari ketiga metode yang digunakan pada produk Atap H untuk ramalan Januari 2019 yaitu menggunakan Metode Exponential Smoothing dengan α = 0,2 dengan nilai MAPE yakni 32,67; MAD yakni 286.023,31; MSE yakni 118.336.236.635,27; dan MFE yakni 286.023,31
PENJADWALAN PROYEK MESIN AUTO ASSEMBLY MEMBRANE REGULATOR VALVE DI PT. OMG METODE CRITICAL PATH METHOD (CPM) Popy Yuliarty; Roni Anggraini; Tri Wastiono
Industri Inovatif : Jurnal Teknik Industri Vol 10 No 1 (2020): Inovatif Vol. 10 No. 1
Publisher : Prodi Teknik Industri S1 Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/industri.v10i1.2531

Abstract

Kemajuan Teknologi industri di Indonesia yang menuntut mengikuti adanya perubahan dan kemajuan yang terus menerus menjadikan memicu perkembangan di dunia industri menuntut adanya system automasi dalam menjalankan roda perindustrian yang modern. PT. Oto Makmur Gemilang (OMG) adalah perusahaan yang bergerak dalam industri jasa machine maker otomation dan robotic. Didalam menjalankan proyeknya PT. Oto Makmur Gemilang (OMG) tidak memiliki metode khusus, dalam melakukan penjadwalan untuk mendapatkan estimasi waktu hingga terselesainya proyek Salah satu metode yang dapat digunakan untuk pengendalian jadwal proyek adalah dengan metode Critical Path Method (CPM), dengan menggunakan metode CPM dapat digunakan untuk mengidentifikasi waktu secara realitis untuk setiap aktivitas sehingga dapat membantu menunjukan hubungan setiap aktivitas. Tujuan yang ingin dicapai dalam peng-implementasian Metode CPM ini adalah untuk mendapatkan estimasi durasi proyek yang efisien dan indentifikasi jalur kritis dalam menyelesaikan proyek. Dalam pengimplementasian metode CPM didapat proyek lebih cepat diselesaikan dalam 42 hari dengan lima jalur kritis. Kesimpulan dari kerja praktek ini adalah bahwa metode CPM dapat diterapkan untuk efisiensi penjadwalan pada proyek proyek mesin Auto Assembly Membrane Regulator Valve Di PT. OMG.
PERANCANGAN HEATSINK UNTUK LAMPU LED MENGGUNAKAN SIMULASI CFD Rini Anggraini; Andi F. Sudarma; Popy Yuliarty; Fajar V.Enriko
Industri Inovatif : Jurnal Teknik Industri Vol 10 No 1 (2020): Inovatif Vol. 10 No. 1
Publisher : Prodi Teknik Industri S1 Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/industri.v10i1.2532

Abstract

Artikel ini menampilkan hasil studi secara numeric dari heatsink yang digunakan untuk melepaskan panas dari lampu LED secara konveksi alami.Heatsink terdiri dari tapak lempengan yang berbentuk lingkaran dan terhubung dengan sirip / fin pada salah satu sisinya.Secara umum, aliran dari fluida pada heatsink bergerak secara konveksi alami dimana udara yang lebih dingin mengalir masuk kedalam bagian fin yang lebih panas dan mengalir keluar menuju ujung-ujung sirip. Pada simulasi ini terdapat 3 buah heatsink dengan bentuk yang berbeda (yaitu bentuk persegi, bentuk pin dan bentuk trapesium) dipelajari secara numeric menggunakan perangkat lunak Solidworks untuk mengetahui laju pendinginan yang paling efektif. Hasil simulasi thermal menunjukkan bahwa desain heatsink dengan sirip trapesium menunjukkan temperature maksimal yang terendah yaitu 71,1025oC, sehingga desain yang direkomendasikan untuk aplikasi dengan konveksi alami adalah sirip trapesium. Luas area permukaan bentuk trapesium lebih besar dibandingkan dengan bentuk persegi dan bentuk pin, yang mempengaruhi efisiensi perpindahan panas pada heatsink
PENERAPAN QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT PADA DESAIN MESIN PENGASAPAN IKAN Sanny Andjar Sari; Salammia LA; Sri Indriani
Industri Inovatif : Jurnal Teknik Industri Vol 10 No 1 (2020): Inovatif Vol. 10 No. 1
Publisher : Prodi Teknik Industri S1 Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/industri.v10i1.2533

Abstract

Pantai Prigi adalah salah satu objek wisata alam andalan di Kabupaten Trenggalek. Pantai ini terletak pada wilayah Desa Tasimadu, Kec. Watulimo, Trenggalek Jawa Timur yang berjarak 48 km dari pusat kota Trenggalek. Sumber daya perikanan di kabupaten Trenggalek telah diolah menjadi berbagai produk, diantaranya adalah produk ikan panggang, bakar, dan asap. Di Trenggalek terdapat berbagai macam olahan pangan dari bahan baku ikan selain diasinkan, dikeringkan, dan dibekukan, ikan juga dapat juga diolah dan diawetkan secara alami menggunakan teknik pengasapan. Pengasapan adalah salah satu cara pengolahan ikan yang dapat dilakukan dengan peralatan yang sederhana dan mudah didapat serta murah harganya. Salah satu sentra produksi ikan asap di kabupaten Trenggalek adalah di kawasan Pantai Prigi. Proses pengasapan yang terdapat adalah menggunakan tungku terbuka. Penggunaan tungku terbuka tersebut menimbulkan beberapa dampak diantaranya asap menimbulkan gangguan kesehatan dan produk memiliki penampakan yang kurang menarik. Dilihat dari segi posisi kerja yang jongkok mengakibatkan kelelahan apabila dilakukan dalam jangka waktu yang panjang. Kendala yang lain adalah belum terlaksananya cara produksi pangan yang baik. Rata-rata pengasapan ikan di pantai Prigi mencapai ± 40 ekor/hari. Tujuan penelitian ini yaitu merancang mesin pengasapan ikan dengan menggunakan metode Quality Function Deployment. Quality Function Deployment adalah suatu pendekatan untuk mendesain produk agar dapat memenuhi keinginan pengguna dalam hal ini pengrajin makanan olahan ikan.
PENERAPAN ALAT PENGERING RENGGINANG DI DESA TIRTOMARTO KECAMATAN AMPELGADING KABUPATEN MALANG Erni Junita Sinaga; Anis Artiyani; Erni Yulianti; Harimbi Setyawati
Industri Inovatif : Jurnal Teknik Industri Vol 10 No 1 (2020): Inovatif Vol. 10 No. 1
Publisher : Prodi Teknik Industri S1 Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/industri.v10i1.2534

Abstract

UKM camilan rengginang yang berada di Desa Tirtomarto, Kecamatan Ampelgading, Malang. UKM camilan rengginang yang bergerak dalam bidang olahan makanan ini juga menjadi dampak dari perkembangan teknologi yang pesat, UKM camilan rengginang ini memproduksi olahan makanan yaitu rengginang, kerupuk. Dalam proses produksinya, UKM camilan rengginang ini setiap harinya mampu mengolah sebanyak 100 kilogram beras ketan perhari dengan proses produksi yang masih sangat sederhana. Selain itu, kendala dalam hal peningkatan produksi yang lainnya ialah pada saat proses pengeringan, karena dalam hal ini masih mengandalkan sinar matahari. Sehingga ketergantungan pada kondisi iklim saat pengeringan, menjadikan persoalan tersendiri. Ini mengakibatkan tidak bisa mengoptimalkan kapasitas produksi, karena proses pengeringan tergantung pada intensitas cahaya matahari, yang memerlukan tempat yang sangat luas. Selain itu, higienis produk juga menjadi faktor yang tidak diperhatikan. Selama ini, proses penurunan kadar air rengginang dilakukan dengan menjemur di bawah sinar matahari selama lebih kurang 1-2 hari. Proses pengeringan secara konvensional yang dilakukan memiliki beberapa kelemahan yaitu rendahnya higienitas produk, konsumsi waktu pengeringan dan intensitas matahari yang tidak merata sepanjang hari. Hasil penelitian diperoleh keefektifan waktu dengan perbandingan waktu standart (Ws) alat baru sebesar 23,56 menit dan untuk alat lama waktu standart (Ws) sebesar 487,13 atau 8,11 jam dan output standart (Os) alat baru sebesar 2,1 kg / jam sedangkan output standart (Os) alat lama sebesar 0,102 kg / jam
PERANCANGAN MESIN PENGUPAS KEDELAI DENGAN METODE WET PROCESS SKALA HOME INDUSTRY Peniel Gultom
Industri Inovatif : Jurnal Teknik Industri Vol 11 No 2 (2021): Inovatif Vol. 11 No. 2
Publisher : Prodi Teknik Industri S1 Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/industri.v11i2.3535

Abstract

Dalam industri pengolahan makanan khususnya produk olahan kacang kedelai. Tempe atau tahu merupakan makanan khas yang telah dikenal luas oleh masyarakat dengan rasa yang enak dan cocok untuk oleh-oleh. Sentra industri tempe atau tahu yang cukup besar dan terkenal di Malang adalah wilayah Sanan, kota Malang. Kendala yang dihadapi oleh home industry pembuatan tempe atau tahu ini adalah proses produksi yang masih menggunakan alat manual yang dapat berpengaruh pada jumlah produksi dan higienitas produk. Salah satunya pada proses pengupasan kacang kedelai. Penelitian ini khususnya akan mencari dimensi ideal mesin pengupas kacang kedelai untuk skala home industry (UKM) dengan menggunakan metode wet process (proses basah). Metode ini cukup efisien dan efektif sehingga akan dapat menekan biaya produksi bagi UKM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rancang bangun mesin pengupas kacang kedelai dengan metode wet process dengan spesifikasi yang disesuaikan untuk UKM adalah untuk kapasitas 15 kg kacang kedelai dapat dikupas kulit arinya selama 28,86 menit atau 31,2 kg/jam.
Perbaikan Kinerja Load Lugger dengan Menggunakan Siklus Plan-Do-Check-Action Heri Setiawan; Supriyadi Supriyadi
Industri Inovatif : Jurnal Teknik Industri Vol 11 No 2 (2021): Inovatif Vol. 11 No. 2
Publisher : Prodi Teknik Industri S1 Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/industri.v11i2.3637

Abstract

Load lugger merupakan kendaraan yang digunakan untuk menangani internal handling material customer. Jenis kendaraan yang terbatas mempunyai pengaruh yang besar dalam kelangsungan proses produksi customer. Pada tahun 2019 rata-rata availability load lugger adalah 89,6% yang mana nilai itu dibawah target yang sudah ditetapkan yaitu 95%. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penyebab tidak tercapainya nilai availability dan memberikan rekomendasi perbaikan untuk meningkatkan kinerja load lugger. Perbaikan peralatan menggunakan siklus plan, do, check, act (PDCA). Penyebab nilai availability tidak sesuai dengan target yang telah ditetapkan adalah sering terjadi kerusakan pada cover jack, pin rantai hook, ban serta cylinder hydraulic lifting arm. Perbaikan peralatan dengan merubah design housing dan cover cylinder hydraulic jack serta merubah material cover hydraulic jack dari 3 mm menjadi 8 mm mampu meningkatkan nilai availability menjadi 96,3%. Penerapan metodologi PDCA papa peralatan mampu mengurangi tingkat kegagalan suatu peralatan yang berdampak pada peningkatan kinerja peralatan.
Peningkatan Kinerja Lini Perakitan Manual dengan Pendekatan Lean-Kaizen Famila Dwi Winati
Industri Inovatif : Jurnal Teknik Industri Vol 11 No 2 (2021): Inovatif Vol. 11 No. 2
Publisher : Prodi Teknik Industri S1 Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/industri.v11i2.3647

Abstract

Lean manufacturing merupakan sebuah konsep yang sering digunakan oleh industri untuk mencapai keunggulan kompetitif dengan cara mengurangi pemborosan yang tidak memberi nilai tambah dengan biaya yang minimal. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan performansi lini perakitan manual yang menghadapi kesulitan untuk mendapatkan performansi maksimum dengan pendekatan Lean-Kaizen. Current state VSM menggambarkan kondisi lini perakitan saat ini guna mengidentifikasi pemborosan yang terjadi dan memfokuskan area perbaikan menggunakan Kaizen. Arah utama strategi Kaizen yang diterapkan yaitu mengurangi waktu siklus serta kegiatan yang tidak memberi nilai tambah dan dideskripsikan melalui future state VSM. Hasilnya, penerapan Lean-Kaizen terbukti secara signifikan dapat meningkatkan produksi harian dan produktivitas lini perakitan.
Analisis Pengaruh Pelatihan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan di PT. XYZ Nurlailah
Industri Inovatif : Jurnal Teknik Industri Vol 11 No 2 (2021): Inovatif Vol. 11 No. 2
Publisher : Prodi Teknik Industri S1 Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/industri.v11i2.3652

Abstract

Abstrak Tenaga kerja merupakan salah satu bagian dari penggerak jalannya roda perusahaan yang terdiri dari manusia, mesin, uang, material dan metode. Setiap tenaga kerja merupakan asset perusahaan yang berpengaruh untuk mencapai tujuan perusahaan salah satunya pada perusahaan PT. XYZ. Setiap perusahaan mengharapkan tenaga kerja yang unggul dan terampil untuk bersaing dengan competitor. Salah satu cara untuk mengembangkan tenaga kerja yaitu dengan diadakannya program pelatihan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruhmateri pelatihan terhadap kinerja karyawan, instruktur pelatihan terhadap kinerja karyawan juga menganalisa pengaruh secara simultan antara variabel independen (X1 dan X2) terhadap variabel dependen (Y) serta seberapa besar pengaruh dari variabel independen terhadap variabel dependen. Sampel penelitian ini berjumlah 73 karyawan. Pengujian dilakukan dengan menggunakan software Statistical Product and Service Solution (SPSS) version 25. Hasil uji F menunjukkan bahwa variabel X1 dan X2 mempunyai pengaruh yang signifikan secara simultan terhadap variabel Y dengan nilai signifikansi yang dihasilkan yaitu sig. F = 0,000 < nilai α = 0,05. Hasil uji t menunjukkan bahwa variabel X1 dan X2 mempunyai pengaruh yang signifikan secara parsial terhadap variabel Y karena masing – masing variabel menunjukkan nilai signifikansi t = 0,000 < α = 0,05. Hasil uji koefisien determinasi menunjukkan bahwa besarnya pengaruh variabel X1 dan X2 terhadap variabel Y adalah 57,1%.
LIFE CYCLE ASSESSMENT PADA TRANSPORTASI DISTRIBUSI PRODUK KERTAS Cici Finansia
Industri Inovatif : Jurnal Teknik Industri Vol 11 No 2 (2021): Inovatif Vol. 11 No. 2
Publisher : Prodi Teknik Industri S1 Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/industri.v11i2.3661

Abstract

Kegiatan distribusi produk seringkali membutuhkan energi dalam jumlah yang besar. Energi tersebut diperoleh dari proses pembakaran bahan bakar fosil yang kemudian menghasilkan emisi gas buang. Pada rantai pasok produk kertas, distribusi produk kertas kepada konsumen merupakan salah satu aktivitas selain proses produksi yang mengonsumsi bahan bakar terbesar. Konsumsi bahan bakar dan emisi tergantung pada jarak transportasi serta sistem transportasi yang digunakan. Berdasarkan hal tersebut, maka dilakukan penelitian terkait pemilihan alternatif transportasi pendistribusian produk kertas dengan membandingkan dampak lingkungan dari skenario moda transportasi yang paling mungkin untuk digunakan. Evaluasi beban lingkungan secara komprehensif dilakukan dengan metode Life Cycle Assessment (LCA) dan IMPACT 2002+ sebagai metode klasifikasi kategori dampak lingkungan. Unit fungsional yang digunakan yaitu 70 ton kertas chipboard dengan titik angkut utama yaitu pabrik PT. Papertech Magelang. Hasil perhitungan LCA menunjukkan bahwa skenario distribusi menggunakan transportasi kereta api diesel mampu menurunkan nilai kontribusi pada keseluruhan damage category.

Filter by Year

2011 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 15 No 1 (2025): Inovatif Vol. 15 No. 1 Vol 14 No 2 (2024): Inovatif Vol. 14 No. 2 Vol 14 No 1 (2024): Inovatif Vol. 14 No. 1 Vol 13 No 2 (2023): Inovatif Vol. 13 No. 2 Vol 13 No 1 (2023): Inovatif Vol. 13 No. 1 Vol 12 No 2 (2022): Inovatif Vol. 12 No. 2 Vol 12 No 1 (2022): Inovatif Vol. 12 No. 1 Vol 11 No 2 (2021): Inovatif Vol. 11 No. 2 Vol 11 No 1 (2021): Inovatif Vol. 11 No. 1 Vol 10 No 2 (2020): Inovatif Vol. 10 No. 2 Vol 10 No 1 (2020): Inovatif Vol. 10 No. 1 Vol 9 No 2 (2019): Inovatif Vol. 9 No. 2 Vol 9 No 1 (2019): Inovatif Vol. 9 No. 1 Vol 9 No 1 (2019): Jurnal Inovatif Industri Vol 8 No 2 (2018): Inovatif Vol. 8 No. 2 Vol 8 No 1 (2018): Inovatif Vol. 8 No. 1 Vol 8 No 2 (2018): INDUSTRI INOVATIF - JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 8 No 1 (2018): INDUSTRI INOVATIF - JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 7 No 2 (2017): Inovatif Vol. 7 No. 2 Vol 7 No 1 (2017): inovatif Vol. 7 No. 1 Vol 7 No 2 (2017): INDUSTRI INOVATIF - JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 7 No 1 (2017): INDUSTRI INOVATIF - JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 6 No 2 (2016): inovatif Vol. 6 No. 2 Vol 6 No 1 (2016): Inovatif Vol. 6 No. 1 Vol 6 No 2 (2016): Jurnal Industri INOVATIF Vol 6 No 1 (2016): Jurnal Industri INOVATIF Vol 5 No 2 (2015): inovatif Vol. 5 No. 2 Vol 5 No 1 (2015): inovatif Vol. 5 No. 1 Vol 5 No 2 (2015): Jurnal Industri INOVATIF Vol 5 No 1 (2015): Jurnal Industri INOVATIF Vol 4 No 2 (2014): inovatif Vol. 4 No. 2 Vol 4 No 1 (2014): inovatif Vol. 4 No. 1 Vol 4 No 2 (2014): Jurnal Industri INOVATIF Vol 4 No 1 (2014): Jurnal Industri INOVATIF Vol 3 No 2 (2013): inovatif Vol. 3 No. 2 Vol 3 No 1 (2013): inovatif Vol. 3 No. 1 Vol 3 No 2 (2013): Jurnal Industri INOVATIF Vol 3 No 1 (2013): Jurnal Industri INOVATIF Vol 2 No 2 (2012): inovatif Vol. 2 No. 2 Vol 2 No 1 (2012): inovatif Vol. 2 No. 1 Vol 1 No 2 (2011): inovatif Vol. 1 No. 2 Vol 1 No 1 (2011): inovatif Vol. 1 No. 1 More Issue