cover
Contact Name
Nelly Budiharti
Contact Email
iijti@scholar.itn.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
iijti@scholar.itn.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Industri Inovatif : Jurnal Teknik Industri
ISSN : 20878869     EISSN : 26153866     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Terbit dua kali dalam setahun pada bulan Maret dan September. Berisi gagasan, konseptual, kajian teori, aplikasi teori dan kajian buku Teknik Industri. Makalah yang masuk ditelaah oleh mitra bestari yang kompeten di bidang teknik dan manajemen industri.
Arjuna Subject : -
Articles 383 Documents
PEMBUATAN SABUN DI DESA TORONGREJO KOTA BATU Sumanto, Sumanto; Ruwana, Iftitah; Widodo, Basuki; Sudiasa, Nyoman
Jurnal Industri Inovatif Vol 8 No 2 (2018): INDUSTRI INOVATIF - JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : PRODI TEKNIK INDUSTRI S1 ITN MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Torongrejo juga mempunyai Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa (LPMD) yang mencoba membantu untuk meningkatkan kemandirian masyarakat Desa dan meningkatkan ekonomi masyarakat desa. Dalam pelaksanaannya, LPMD bersinergi dengan kelompok Pendidikan Kesejahteraan Keluarga (PKK) yang dipimpin oleh isteri dari Kepala Desa. Kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh ibu-ibu PKK kebanyakan yang berkaitan dengan peningkatan keterampilan-keterampilan. Dalam rangka meningkatkan kemampuan ibu-ibu dalam membuat sabun mandi, maka Tim Pengabdian Masyarakat Jurusan Teknik Industri S1 ITN Malang memfasilitasi pelatihan di Desa Torongrejo Kota Batu. Kegiatan ini merupakan upaya untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat Desa Torongrejo Kota Batu yang diharapkan dapat menjadi kenyataan dengan kemandirian ekonomi. Kegiatan pelatihan pembuatan sabun diikuti oleh 25 (dua puluh lima) peserta yang merupakan kader-kader penggerak PKK Desa Torongrejo Batu. Pelatihan dilaksanakan pada tanggal 6 September 2016. Ibu-ibu peserta sangat antusias dalam mengikuti kegitaan ini. Di samping itu mereka merasa mendapatkan ilmu dan pengetahuan baru tentang sabun, sehingga banyak yang akan memproduksi sendiri sabun tersebut. Ditinjau dari dari segi ekonomi, masing-masing bahan utama sebanyak 200 gram dapat dibeli dengan harga Rp. 5.600, dan dapat dihasilkan sebanyak 1,7 liter sabun cair. Jika dibandingkan dengan sabun sejenis yang dibeli di super market, maka sabun buatan sendiri harganya jauh lebih murah. Kalaupun hasilnya mau dipasarkan atau dijual dengan harga Rp. 10.000,- maka diperoleh keuntungan Rp. 4.400,- per 1,5 liter.
PEMANFAATAN DELPHI. 7 UNTUK OBJECT ORIENTED PROGRAMING PADA SISWA SMKN 1 AMPELGADING Rokhman, Moh Miftakhur; Wibowo, Suryo Adi; Pranoto, Yosep Agus
Jurnal Industri Inovatif Vol 7 No 1 (2017): INDUSTRI INOVATIF - JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : PRODI TEKNIK INDUSTRI S1 ITN MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah  satu  implementasi  rekayasa  perangkat  lunak  yang  saat  ini  berkembang  seiring  dengan perkembangan teknologi  informasi dan komunikasi adalah Object Oriented Programing  yang dapat digunakan untuk  melakukan  pemrograman  dengan  di  dukung  kemampuan  menampilkan  GUI  (Graphic  User  Interface). Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memebrikan pelatihan tentang pembuatan aplikasi  yang  berbasis  Object  Oriented  Programing  (OOP)  serta  implementasi  program  DELPHI.  7  pada  siswa  SMK Negeri 1 Ampelgading. Masalah yang dapat diidentifikasi adalah masih banyak siswa SMK Negeri 1 Ampelgading  yang belum mengenal dasar Object oriented programing dengan memanfaatkan Delphi.7 untuk keperluan yang mendorong kemajuan  teknologi  di  bidang  rekayasa  perangkat  lunak  untuk  memperkuat  daya  saing  bangsa  serta  dapat berkontribusi  dalam  bidang  rekayasa  perangkat  yang  dapat  membuka  peluang  usaha  alam  bidang  rekayasa perangkat lunak. Hasil  dari  pengabdian  masyarakat  SMK  Negeri  1  AmpelgadingDari  hasil  uji  coba  didaptakan  hasil memuaskan  dimana  pelatihan  ini  dapat  membantu  siswa  dalam  mempersiapkan  diri  sebelum  mengikuti  ujian praktek.Setelah mengikuti pelatihan ini siswa telah mampu mengaplikasikan pemrograman untuk memecahkan permasalahan  di  sekelilingnya  melalui  pembuatan  aplikasi  sederhana  yang  bermanfaat.Pelatihan  ini  dapat membantu menambah pemahaman siswa terhadap konsep OOP.
PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT PELEBUR LIMBAH KACA Tamara, Priscilla; Gultom, Paniel Immanuel; Sari, Sanny Andjar
Jurnal Industri Inovatif Vol 4 No 1 (2014): Jurnal Industri INOVATIF
Publisher : PRODI TEKNIK INDUSTRI S1 ITN MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan produksi dan desain manik-manik yang dikerjakan pengrajin manik-manik kaca di Plumbon Gambang, Jombang, sudah mencapai titik optimal dan sulit untuk bisa ditingkatkan kemampuannya dengan kondisi peralatan dan fasilitas kerja yang ada. Saat ini proses peleburan limbah kaca dilakukan secara tradisionaldengan kapasitas peleburan sebanyak 1 – 2 kg diletakkan dalam wadah dengan menggunakan kompor berbahan bakar LPG - disebut brander – api ditembakkan langsung ke arah limbah kaca tersebut hingga meleleh berbentukseperti gulali (panas yang dibutuhkan 400° C - 600° C). Berdasarkan survey ditemukan bahwa masih dimungkinkan untuk menaikkan jumlah produksi danpengembangan desain manik-manik kaca tersebut dengan mengadakan perbaikan pada metode kerja dan perubahan rancang bangun pada fasilitas kerja yang membuat para pengrajin lebih nyaman, tidak cepat lelah danmengurangi panas yang menerpa tubuh pengrajin serta dapat lebih mengembangkan desain pada produknya. Perbaikan fasilitas kerja ini terutama pada proses peleburan limbah kaca yaitu dari bahan mentah (limbah kaca)menjadi bahan baku manik-manik (batangan kaca). Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membuat alat pelebur limbah kaca yang mampu meleburlimbah kaca hingga mencair dengan kapasitas yang cukup besar, serta menyamankan dan mempermudah pengrajin dalam bekerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan menggunakan alat pelebur limbah kacatersebut terdapat efisiensi waktu standar peleburan dengan hasil yang jauh lebih banyak dan dapat mencairkan limbah kaca.
MEMBATIK DI DESA TORONGREJO KOTA BATU Sumanto, Sumanto; Hardiyanto, Hardiyanto; Widodo, Basuki; Sudiasa, I Nyoman
Jurnal Industri Inovatif Vol 8 No 1 (2018): INDUSTRI INOVATIF - JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : PRODI TEKNIK INDUSTRI S1 ITN MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Torongrejo juga mempunyai Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa (LPMD) yang mencoba membantu untuk meningkatkan kemandirian masyarakat Desa dan meningkatkan ekonomi masyarakat desa. Dalam pelaksanaannya, LPMD bersinergi dengan Karang Taruna Desa Torongrejo Kota Batu. Salah satu program kerja dari karang taruna ini adalah meningkatkan kemandirian usaha di mana masing-masing anggota dapat menciptakan usaha baik perorangan maupun kelompok. Salah satu keterampilan yang diharapkan dapat meningkatkan kemandirian tersebiut adalah usaha pembuatan batik. Hal ini sejalan dengan program Pemerintah Kota Batu yaitu melestarikan warisan budaya bangsa yaitu batik. sehubungan dengan hal ini pemerintah Kota Batu telah membagikan kain batik khas Kota Batu kepada siswa-siswi sebagai seragam sekolah dari tingkat SD/MI sampai dengan tingkat SMA/SMK/MA. Salah satu kendala yang dihadapi oleh Karang Taruna untuk mewujudkan target ini adalah tidak adanya instruktur membatik. Melihat kondisi seperti ini maka Tim Pengabdi Kepada Mayarakat ITN Malang di bawah LPPM ITN Malang mengadakan pelatihan pembuatan batik bagi Anggota Karang Taruna Desa Torongrejo Kota Batu pada tanggal 13 Agustus 2017 yang diikuti oleh 13 peserta dari 20 yang diharapkan. Pelatihan diikuti dengan antusias oleh peserta, terbukti dengan waktu yang panjang mereka dengan sabar dan teliti dapat menyelesaikan satu lembar kain batik sebagai hasil pelatihan membatik.
PELATIHAN PEMBUATAN GAME MENGGUNAKAN GREENFOOT Irawan, Joseph Dedy; Prasetyo, Sony; Wibowo, Suryo Adi; Pranoto, Yosep Agus
Jurnal Industri Inovatif Vol 5 No 2 (2015): Jurnal Industri INOVATIF
Publisher : PRODI TEKNIK INDUSTRI S1 ITN MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banyak  sekali  murid  dan  guru  di  SMK  khususnya  dalam  bidang  teknologi  informasi  dan  komunikasi mengeluhkan sulitnya mempelajari pemrograman komputer, karena banyak sekali perintah-perintah yang harus dipelajari, sehingga mereka merasa sulit dan menjadi semakin malas mempelajarinya. Teknologi  pemrograman  sangat  berkembang  dengan  pesat,  salah  satu  diantaranya  adalah  Greefoot, dimana pemrograman ini dapat digunakan untuk pembuatan game dengan cara yang sangat mudah karena hanya memerlukan sedikit perintah sehingga akan sangat memudahkan murid dan guru mempelajarinya. Dengan mengadakan pelatihan pembuatan game menggunakan greenfoot, diharapkan para murid dan guru  dapat  mempelajari  pemrograman  dengan  mudah  serta  minat  untuk  mempelajari  pemrograman  menjadi tinggi sehingga proses pembelajaran dapat berjalan dengan lebih mudah dan lancar.
ACCELERATED FAILURE TIME MODEL CURE RATE Primandari, Liduina Asih; Pramoedyo, Henny; Fitriani, Rahma
Jurnal Industri Inovatif Vol 3 No 2 (2013): Jurnal Industri INOVATIF
Publisher : PRODI TEKNIK INDUSTRI S1 ITN MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Accelerated Failure Time (AFT) adalah metode yang digunakan untuk mengetahui hubungan antar peubah yang mempengaruhi waktu survival. Metode ini diperluas dengan menggunakan model cure rate. Model cure rate digunakan apabila data survival terbagi menjadi dua kelompok pasien yaitu susceptible dan immune. Pasien dikatakan susceptible apabila pasien mengalami kejadian yang diamati (kematian) dan dikatakan immune apabila pasien tersebut masih hidup pada akhir penelitian. Model AFT dengan penambahan model cure rate diterapkan dalam 3 sebaran yakni sebaran Eksponensial, Weibull dan Log – Logistik kemudian diaplikasikan untuk mengetahui hubungan antara usia pasien (Y1) dan waktu menunggu hingga memperoleh donor (Y2) terhadap waktu survival pasien penerima sumsum tulang belakang (X). Berdasarkan hasil penelitian, diperolehkesimpulan bahwa model AFT parametrik dapat digabungkan dengan model cure rate dengan terlebih dahulu membentuk fungsi survival dari model AFT parametrik. Model AFT parametrik dengan penambahan model curerate hanya dapat digunakan apabila waktu survival terbagi menjadi dua kelompok pasien, yakni susceptible dan immune. Penambahan model cure rate memberikan tambahan informasi, yakni dapat diketahui pula proporsi individu yang masih hidup (tersensor) dalam kasus ini. Informasi ini dapat berguna untuk mengetahuikeefektifan dari pengobatan yang telah dilakukan
PELATIHAN PEMBUATAN SABUN CAIR DI KELURAHAN BUNULREJO KOTA MALANG Gustopo, Dayal; Utomo, Addy
Jurnal Industri Inovatif Vol 7 No 2 (2017): INDUSTRI INOVATIF - JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : PRODI TEKNIK INDUSTRI S1 ITN MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sabun merupakan salah satu bagian dari kebutuhan mayarakat moden dengan frekwensi pembeliannya (konsumsi) relatif tinggi. Baik untuk kebutuhan akan produk sabun mandi, sabun pencuci tangan, sabun untuk mencuci pakaian maupn sabun untuk mencuci kendaraan Program Pengabdian bagi masyarakat ini diimplementasikan pada RW 01/ RT 08 Kelurahan Bunul Rejo Kota Malang. ini merupakan kegiatan pemberdayaaan sekaligus pengembangan atas Sumberdaya Manusia, yang dicapai melalui kegiatan pelatihan produksi sabun cair. Kegiatan itu dapat dilaksanakan secara kelompok.Hasil luaran dari kegiatan ini yaitu tercapainya Kelompok Mitra yang mampu memproduksi sabun cair. Saat ini mitra telah dapat memproduksi sabun cair Produksi yang dibuat sejumlah 10 liter sabun cair, yang siap untuk dimasukkan kedalam kemasan. Pada saat dilaksanakannya pelatihan tersebut peserta menginginkan produk yang telah dihasilkan untuk dibagikan pada warga RT masing-masing sebagai contoh sabun cair yang siap untuk dikonsumsi sendiri.
BATU BATA DENGAN CAMPURAN ABU SEKAM PADI DI DESA SAPTORENGGO, KECAMATAN PAKIS, KABUPATEN MALANG Munasih, Munasih; Priyasmanu, Thomas
Jurnal Industri Inovatif Vol 6 No 1 (2016): Jurnal Industri INOVATIF
Publisher : PRODI TEKNIK INDUSTRI S1 ITN MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Batu  bata  masih  merupakan  bahan  penutup  (dinding)  masih  yang  sangat  diminati  masyarakat,  namun pengarjin  batu  bata  yang  ada  di  Desa  Saptorenggo  Kecamatan  Pakis  Kabupaten  Malang  masih  banyak  yang belum  memahami  tentang  standar  mutu  batu  bata.  Selama  ini  pengrajin  dalam  pembuatan  batu  bata  hanya mengandalkan pengalaman sehingga tidak mengetahui batu bata yang dihasilkan sudah memenuhi standar SNI atau belum.  Dalam penelitian ini akan diadakan dilakukan penelitian batu bata yang diproduksi oleh pengrajin di desa  Saptorenggo,  Kecamata  Pakis  Kabupaten  Malang  agar  masyarakat  pengguna  batu  bata  mendapatkan kepastian mutu dari batu bata tersebut. Dalam penelitian ini batu bata yang digunakan adalah batu bata padat yang berbentuk persegi panjang, dengan panjang 23 cm, lebar 11 cm, dan tinggi 5 cm. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis mutu batu bata ditinjau terhadap kuat tekan, kuat lentur dan daya serap air. Bahan campuran yang digunakan adalah abu sekam  padi  dengan  komposis  campuran  yang  mendekati  keadaan  yang  sebenarnya  karena  pengrajin  belum menggunakan takaran yang baku.  Hasil penelitian menyatakan penggunaan bahan tambahan abu sekam  berpengaruh terhadap peningkatan sifat mekanis batu bata. Untuk peningkatan kuat tekan batu bata campuran abu sekam dengan presentase 25%, 30%, 35% yakni 1.201 Mpa = 12.02 kg/cm². 12.02 Mpa = 12.02 kg/cm². 12.17 Mpa = 12.17 kg/cm². Sedangkan untuk daya serap air mengalami penurunan. Untuk bahan tambah abu sekam dengan presentase 25%, 30%, 35% yakni 33,98 %, 33,712 %, 33,31%
PERAN TEKNOLOGI INFORMASI DALAM PENGELOLAAN WISATA SUNGAI Darpono, Agus; Sunaryo, Dedy Kurnia
Jurnal Industri Inovatif Vol 3 No 1 (2013): Jurnal Industri INOVATIF
Publisher : PRODI TEKNIK INDUSTRI S1 ITN MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sampai saat ini pengelolaan wisata sungai masih kebanyakan manual meski dengan menggunakan komputer. Rekapitulasi secara periodik dan informasi terkini mengenai wisata sungai belum bisa dimanfaatkan dan diinformasikan secara maksimal, maka dibutuhkan pengelolaan dalam suatu basis data yang terkomputerisasi yang dapat dimonitor dan disampaikan secara luas melalui media tekologi informasi. Untuk mengaplikasikan teknologi informasi ini mengambil lokasi studi di kota Banjarmasin. Tujuan dari penelitian ini adalah Merancang Sistem Informasi Wisata Sungai Kota Banjarmasin Berbasis Webs, supaya dapat dimanfaatkan dalam bentuk penyajian informasinya secara tepat, mudah dan dapat di akses secara global. Selain itu untuk mengatasi masalah yang dihadapi dalam pengadministrasian secara manual. Adapun metodologi penelitian yang dilakukan meliputi beberapa tahapan yaitu analisis system, studi literature, identifikasi masalah, penentuan tujuan, analisis kebutuhan informasi, inventarisasi data, desain sistem, kontruksi sistem, penyajian hasil dan evaluasi. Hasil Akhir berupa sistem informasi berbasis Web yang menginformasikan wisata sungai di kota Banjarmasin yang dapat digunakan untuk pengelolaan wisata sungai. Sehingga dapat menjaga, melestarikan dan memajukan pemerintahan kota Banjarmasin, serta meningkatkan devisa pemasukan pemerintahan dan memudahkan masyarakat dan wisatawan dalam mengakses semua informasinya.
PELATIHAN PENGGUNAAN E-LEARNING DI SMP MUHAMMADIYAH 08 BATU Priyasmanu, Thomas; Gustopo, Dayal; Andriantantri, Emmalia; Irawan, Joseph Dedy
Jurnal Industri Inovatif Vol 5 No 1 (2015): Jurnal Industri INOVATIF
Publisher : PRODI TEKNIK INDUSTRI S1 ITN MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan informasi yang kami terima dari SMP Muhammadiyah 08 Batu, yang ingin memacu prestasi akademik peserta didik terutama kelas unggulan, maka disiapkanlah berbagai sarana. Termasuk diantaranya adalah tersedianya fasilitas e-learning sebagai model pembelajaran. Namun sayangnya sebagian besar guru-guru belum mengerti tentang E-Learning. Melihat situasi tersebut, maka kami mengadakan pelatihan e-learning di SMP Muhammadiyah 08 Batu. Untuk melatih guru-guru agar dapat menggunakan e-learning dengan baik. Sesuai dengan yang diinginkan oleh pihak sekolah. Melalui pelatihan ini, maka guru-guru yang sebelumnya belum mengerti tentang e-learning, setelah pelatihan dapat menggunakan e-learning dan menerapkannya. Sehingga proses pembelajaran dapat berjalan dengan lebih mudah dan lancar

Page 4 of 39 | Total Record : 383


Filter by Year

2011 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 15 No 1 (2025): Inovatif Vol. 15 No. 1 Vol 14 No 2 (2024): Inovatif Vol. 14 No. 2 Vol 14 No 1 (2024): Inovatif Vol. 14 No. 1 Vol 13 No 2 (2023): Inovatif Vol. 13 No. 2 Vol 13 No 1 (2023): Inovatif Vol. 13 No. 1 Vol 12 No 2 (2022): Inovatif Vol. 12 No. 2 Vol 12 No 1 (2022): Inovatif Vol. 12 No. 1 Vol 11 No 2 (2021): Inovatif Vol. 11 No. 2 Vol 11 No 1 (2021): Inovatif Vol. 11 No. 1 Vol 10 No 2 (2020): Inovatif Vol. 10 No. 2 Vol 10 No 1 (2020): Inovatif Vol. 10 No. 1 Vol 9 No 2 (2019): Inovatif Vol. 9 No. 2 Vol 9 No 1 (2019): Inovatif Vol. 9 No. 1 Vol 9 No 1 (2019): Jurnal Inovatif Industri Vol 8 No 2 (2018): Inovatif Vol. 8 No. 2 Vol 8 No 1 (2018): Inovatif Vol. 8 No. 1 Vol 8 No 2 (2018): INDUSTRI INOVATIF - JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 8 No 1 (2018): INDUSTRI INOVATIF - JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 7 No 2 (2017): Inovatif Vol. 7 No. 2 Vol 7 No 1 (2017): inovatif Vol. 7 No. 1 Vol 7 No 2 (2017): INDUSTRI INOVATIF - JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 7 No 1 (2017): INDUSTRI INOVATIF - JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 6 No 2 (2016): inovatif Vol. 6 No. 2 Vol 6 No 1 (2016): Inovatif Vol. 6 No. 1 Vol 6 No 2 (2016): Jurnal Industri INOVATIF Vol 6 No 1 (2016): Jurnal Industri INOVATIF Vol 5 No 2 (2015): inovatif Vol. 5 No. 2 Vol 5 No 1 (2015): inovatif Vol. 5 No. 1 Vol 5 No 2 (2015): Jurnal Industri INOVATIF Vol 5 No 1 (2015): Jurnal Industri INOVATIF Vol 4 No 2 (2014): inovatif Vol. 4 No. 2 Vol 4 No 1 (2014): inovatif Vol. 4 No. 1 Vol 4 No 2 (2014): Jurnal Industri INOVATIF Vol 4 No 1 (2014): Jurnal Industri INOVATIF Vol 3 No 2 (2013): inovatif Vol. 3 No. 2 Vol 3 No 1 (2013): inovatif Vol. 3 No. 1 Vol 3 No 2 (2013): Jurnal Industri INOVATIF Vol 3 No 1 (2013): Jurnal Industri INOVATIF Vol 2 No 2 (2012): inovatif Vol. 2 No. 2 Vol 2 No 1 (2012): inovatif Vol. 2 No. 1 Vol 1 No 2 (2011): inovatif Vol. 1 No. 2 Vol 1 No 1 (2011): inovatif Vol. 1 No. 1 More Issue