cover
Contact Name
Cicilia Widiyaningsih
Contact Email
sisilwindi@gmail.com
Phone
+6281213873428
Journal Mail Official
marsi@urindo.ac.id
Editorial Address
Grand Regency Blok B4/5, RT 006/RW 022, Padurenan, Mustika Jaya
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI)
ISSN : 26856298     EISSN : 26856328     DOI : https://doi.org/10.52643/marsi.v5i2
MARSI (Indonesian Hospital Administration and Management Journal) focuses on research and review of research related to hospital management that is relevant for the development of hospital management theories and practices in Indonesia and Southeast Asia. MARSI covers a variety of research approaches, namely: quantitative, qualitative and mixed methods . MARSI focus is related to various themes, topics and aspects of accounting and investment, including (but not limited to) the following topics: Hospital management Hospital Accounting Health Service Management Health Insurance Health policy Management of Puskesmas Drug Care Pharmacy Medico-Legal, and Ethics
Articles 421 Documents
Analisis Kompetensi Dan Kecukupan Sdm Ruang Rawat Intensif: Studi Kualitatif Di RS Pemerintah Hilwa Salsabila; Zarra Masyithah; Idal Fitri Mareta
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 9, No 4 (2025): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/marsi.v9i4.9200

Abstract

ABSTRAK Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan salah satu faktor penentu efisiensi keberlangsungan rumah sakit, terutama di ruang rawat intensif. Ruang rawat intensif merupakan salah satu unit yang seringkali menjadi ruangan yang tidak efisien di rumah sakit, karena merawat pasien kritis sehingga memerlukan SDM dengan keahlian tertentu, peralatan khusus. SDM di ruang rawat intensif memerlukan kualifikasi dan kuantitas yang cukup agar proses pengobatan dapat berjalan efektif dan efisien. Penelitian ini ditujukan untuk menganalisis kesesuaian kualifikasi dan jumlah SDM di ruang rawat intensif RS X, sebuah rumah sakit pemerintah tipe A di Provinsi Aceh, Indonesia dengan metode kualitatif. Penelitian dilakukan di seluruh ruang intensif, yakni ICU Medikal, ICU Surgikal, ICU Jantung (ICCU), ICU Anak (PICU), dan ICU Bayi (NICU). Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, data sekunder, serta observasi. Serangkaian wawancara mendalam dilakukan terhadap enam informan yang mewakili tiap ruangan, dan case manager ruang rawat intensif, selanjutnya data diolah dengan metode Miles dan Huberman. Hasil penelitian dari sisi kualifikasi, seluruh ruangan memenuhi kualifikasi baik dokter dan perawat, kecuali ruang NICU yang memiliki total sertifikasi perawat
Efektivitas Intervensi Kebijakan Kelengkapan H-1 Terhadap Penurunan Waktu Tunggu Pemulangan Pasien Rawat Inap Ambun Pagi di RSUP Dr. M. DJamil Padang Susi Marleni Syam; Yanuar Jak; Eka Yoshida
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 10, No 3 (2026): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/marsi.v10i3.8337

Abstract

Proses pemulangan pasien rawat inap merupakan salah satu indikator penting efisiensi dan mutu pelayanan rumah sakit. Waktu tunggu pemulangan yang panjang dapat berdampak pada rendahnya kepuasan pasien, keterlambatan rotasi tempat tidur, serta ketidakefisienan alur pelayanan. RSUP Dr. M. Djamil Padang sebagai rumah sakit rujukan nasional menghadapi tantangan tingginya tingkat hunian tempat tidur dan fluktuasi kepatuhan perencanaan pulang kelengkapan H-1. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menilai efektivitas intervensi kebijakan kelengkapan H-1 terhadap penurunan waktu tunggu pemulangan pasien rawat inap di RSUP Dr. M. Djamil Padang. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan evaluasi before–after. Penelitian dilaksanakan di RSUP Dr. M. Djamil Padang pada bulan Desember 2025–Januari 2026. Data dikumpulkan melalui telaah dokumen rekam medis dan catatan administrasi pemulangan pasien rawat inap. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada waktu tunggu pemulangan pasien rawat inap sebelum dan sesudah penerapan kebijakan kelengkapan H-1. Penerapan kebijakan kelengkapan H-1 terbukti mampu menurunkan rata-rata waktu tunggu pemulangan pasien, sehingga proses discharge menjadi lebih cepat dan terkoordinasi. Selain itu, tingkat kepatuhan terhadap kelengkapan H-1 memiliki hubungan yang bermakna dengan durasi waktu tunggu pemulangan, di mana semakin tinggi kepatuhan terhadap kelengkapan H-1, semakin singkat waktu tunggu pemulangan pasien. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa intervensi kebijakan kelengkapan H-1 efektif dalam menurunkan waktu tunggu pemulangan pasien rawat inap di RSUP Dr. M. Djamil Padang. Hasil ini diharapkan dapat menjadi dasar penguatan kebijakan manajemen pelayanan rawat inap di rumah sakit rujukan. Kata Kunci: Kebijakan Kelengkapan H-1, waktu tunggu pemulangan, discharge planning, rawat inap
Efektivitas SIMRS Dalam Mendukung Pengambilan Keputusan Manajerial Dan Efisiensi Operasional Rumah Sakit: Tinjauan Literatur Achmad Wijaya; Alif Yosi Samrotul Qolbi; Devina Nataliany; Kalika Fallah; Syahirah Gunawan; Nenny Hendajany
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 10, No 3 (2026): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/marsi.v10i3.8923

Abstract

Abstrak Latar Belakang: Transformasi digital melalui Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) menjadi kebutuhan penting dalam mendukung pengelolaan pelayanan medis dan administrasi yang semakin kompleks. SIMRS berperan dalam menyediakan informasi yang akurat dan tepat waktu untuk mendukung pengambilan keputusan manajerial serta meningkatkan efisiensi operasional rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas SIMRS dalam mendukung pengambilan keputusan manajerial dan meningkatkan efisiensi operasional rumah sakit. Metode: Penelitian ini menggunakan metode tinjauan literatur (literature review) dengan melakukan sintesis terhadap sepuluh studi empiris yang relevan mengenai implementasi dan evaluasi SIMRS di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan. Analisis dilakukan untuk mengidentifikasi manfaat, efektivitas, serta kendala yang dihadapi dalam penerapan SIMRS. Hasil: Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan SIMRS mampu meningkatkan kualitas informasi, akurasi data pasien, dan efisiensi operasional rumah sakit. Sistem ini berkontribusi dalam optimalisasi manajemen tempat tidur (bed management), distribusi logistik, serta penyediaan informasi yang mendukung pengambilan keputusan strategis oleh manajemen rumah sakit. Namun, efektivitas implementasi SIMRS di beberapa institusi masih belum optimal. Hambatan yang ditemukan meliputi keterbatasan infrastruktur teknologi, gangguan jaringan, kurangnya pemahaman dan pelatihan sumber daya manusia, serta belum terintegrasinya seluruh modul sistem secara menyeluruh. Kesimpulan: SIMRS merupakan instrumen manajerial yang efektif dalam meningkatkan kinerja operasional rumah sakit dan mendukung pengambilan keputusan yang lebih tepat. Keberhasilan implementasi SIMRS secara optimal memerlukan dukungan infrastruktur teknologi informasi yang memadai serta peningkatan kompetensi pengguna melalui pelatihan yang berkelanjutan. Dengan demikian, rumah sakit perlu memprioritaskan investasi pada aspek teknologi dan pengembangan sumber daya manusia untuk memaksimalkan manfaat SIMRS. Kata kunci: SIMRS, Pengambilan Keputusan Manajerial, Efisiensi Operasional, Manajemen Rumah Sakit.
Literatur Review : Metode Pengadaan Persediaan Logistk RS Milik Pemerintah dan RS Swasta Muthia Ayu Aztari; Atik Nurwahyini
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 10, No 3 (2026): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/marsi.v10i3.8784

Abstract

Abstrak Pengelolaan pengadaan persediaan logistik rumah sakit memiliki peran penting dalam mendukung efektivitas pelayanan kesehatan dan efisiensi operasional rumah sakit. Perbedaan karakteristik pengadaan logistik antara rumah sakit pemerintah dan rumah sakit swasta menyebabkan adanya perbedaan dalam sistem pengelolaan persediaan, distribusi logistik, serta penerapan teknologi dalam supply chain management. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis metode pengadaan persediaan logistik pada rumah sakit pemerintah dan rumah sakit swasta melalui pendekatan systematic literature review. Proses pencarian artikel dilakukan melalui Google Scholar menggunakan kata kunci “Hospital Logistics Procurement”, “Hospital Inventory Management”, dan “Healthcare Supply Chain Management”. Artikel yang digunakan dibatasi pada tahun publikasi 2023–2026. Berdasarkan proses seleksi menggunakan alur PRISMA, diperoleh 10 artikel yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rumah sakit pemerintah memiliki sistem pengadaan logistik yang lebih terstruktur dan mengikuti regulasi pemerintah, namun menghadapi kendala birokrasi dan keterlambatan distribusi logistik. Sementara itu, rumah sakit swasta cenderung lebih fleksibel dalam pengambilan keputusan pengadaan dan lebih cepat mengadopsi teknologi seperti Artificial Intelligence (AI), Internet of Things (IoT), dan digital inventory system untuk meningkatkan efektivitas supply chain management. Selain itu, inventory management dan pemanfaatan teknologi terbukti memiliki peran penting dalam mengurangi risiko stock out, overstock, serta meningkatkan efisiensi pengelolaan logistik rumah sakit. Penelitian ini menunjukkan bahwa optimalisasi pengadaan logistik rumah sakit memerlukan sistem yang adaptif, terintegrasi, dan berbasis teknologi guna mendukung kualitas pelayanan kesehatan secara berkelanjutan. Kata Kunci: pengadaan logistik rumah sakit, inventory management, supply chain management, rumah sakit pemerintah, rumah sakit swasta.
Analisis Kepuasan Pengguna Terhadap Pemanfaatan Rekam Medis Elektronik Berdasarkan Teori Kesuksesan Delone Dan Mclean di Instalasi Rawat Jalan RS Bhayangkara Lemdiklat Polri Vina Maya Puspita; Grace Rumengan; elise Garmelia
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 10, No 3 (2026): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/marsi.v10i3.8520

Abstract

Pemanfaatan Rekam Medis Elektronik (RME) telah menjadi program mandatori pemerintah yang diterapkan di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan. RS Bhayangkara Lemdiklat Polri mulai mengimplementasikan RME sejak tahun 2023 sebagai bagian dari transformasi layanan kesehatan berbasis digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kepuasan pengguna terhadap pemanfaatan RME berdasarkan model kesuksesan sistem informasi DeLone dan McLean. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara terhadap 21 informan kunci yang terdiri dari tenaga medis dan non-medis di Instalasi Rawat Jalan RS Bhayangkara Lemdiklat Polri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum pengguna merasa puas dengan sistem RME, terutama dari segi kualitas sistem, kualitas informasi, dan kualitas layanan yang diberikan. Meskipun demikian, masih terdapat tantangan dalam pengembangan aplikasi serta adaptasi pengguna terhadap teknologi baru. Rekomendasi dari penelitian ini mencakup penguatan infrastruktur, peningkatan pelatihan bagi pengguna, serta pendekatan strategis untuk meningkatkan penerimaan teknologi di kalangan tenaga kesehatan. Kata kunci: rekam medis elektronik, kepuasan pengguna, DeLone dan McLean, sistem informasi rumah sakit.
Arus Kas sebagai Indikator Tersembunyi Kinerja Rumah Sakit di Indonesia: Sebuah Literature Review Odilla Meissy Adyatma; Maizan Khairunnisa; Abdurrafi Ghifari Wahyu; Budi Hartono
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 10, No 3 (2026): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/marsi.v10i3.8652

Abstract

Abstrak Arus kas merupakan instrumen keuangan yang penting dalam menilai stabilitas dan keberlangsungan operasional rumah sakit. Pengukuran kinerja rumah sakit di Indonesia masih lebih banyak menggunakan indikator berbasis akrual seperti laba bersih dan margin operasional dibandingkan analisis arus kas. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran arus kas operasional, investasi, dan pendanaan sebagai indikator kinerja keuangan rumah sakit di Indonesia melalui pendekatan literature review. Metode penelitian menggunakan kajian literatur naratif dengan pencarian artikel melalui database Google Scholar, PubMed, dan Garuda menggunakan kata kunci “arus kas rumah sakit”, “cash flow hospital Indonesia”, dan “kinerja keuangan rumah sakit”. Kriteria inklusi meliputi artikel berbahasa Indonesia atau Inggris yang diterbitkan pada tahun 2015–2024, berfokus pada rumah sakit di Indonesia, serta membahas laporan keuangan secara kuantitatif. Sebanyak 28 artikel memenuhi kriteria dan dianalisis secara deskriptif. Hasil kajian menunjukkan bahwa arus kas operasional positif berkaitan dengan kemampuan rumah sakit dalam membiayai kegiatan operasional, menjaga likuiditas, dan memenuhi kewajiban jangka pendek. Beberapa rumah sakit tetap mencatat laba akuntansi meskipun mengalami defisit arus kas operasional. Kondisi tersebut menunjukkan adanya masalah likuiditas yang tidak terlihat dalam laporan laba rugi. Arus kas investasi negatif pada rumah sakit BLUD menggambarkan pengembangan infrastruktur dan peningkatan fasilitas pelayanan kesehatan. Pada rumah sakit swasta kondisi tersebut dapat menunjukkan tekanan pembiayaan. Arus kas pendanaan juga berperan dalam mendukung keberlangsungan operasional rumah sakit. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa analisis laporan arus kas perlu diintegrasikan dalam evaluasi kinerja rumah sakit agar memberikan gambaran kondisi keuangan yang lebih komprehensif dan akurat. Kata kunci: arus kas, kinerja keuangan, rumah sakit, likuiditas, literature review.
Analisa Penentuan Tarif Tindakan Medis Operatif Kelas II (Studi di Rumah Sakit X, Malang) Muhammad Arif Surjadi; Ali Djamhuri; Asri Maharani
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 10, No 3 (2026): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/marsi.v10i3.9024

Abstract

Abstrak Penetapan tarif tindakan medis operatif perlu mempertimbangkan biaya pelayanan, daya saing rumah sakit, dan kemampuan masyarakat membayar. Penelitian ini menganalisis penentuan tarif tindakan operatif kelas II di rumah sakit X berdasarkan unit cost, tarif kompetitor, dan Willingness to Pay (WTP). Penelitian menggunakan desain gabungan (concurrent embedded design) dengan dua komponen: studi biaya retrospektif dan studi WTP cross-sectional pada 114 responden purposive. Unit cost dihitung dengan Activity-Based Costing (ABC) yang dimodifikasi menggunakan cost driver durasi dan volume tindakan. WTP diukur dengan Contingent Valuation Method (CVM) format payment card. Hubungan karakteristik responden dengan WTP dianalisis menggunakan uji Chi-square. Rekomendasi tarif disusun melalui aturan keputusan tiga batasan: unit cost (batas bawah), WTP (batas atas), dan tarif kompetitor (acuan pasar). Hasil penelitian menunjukkan laparotomy dan trepanasi belum mencapai cost recovery optimal, sedangkan tarif rumah sakit X masih kompetitif dibandingkan empat rumah sakit pembanding yang dipilih berdasarkan kriteria wilayah, tipe, dan kesamaan layanan. Mayoritas responden menghendaki tarif tetap. Usia berhubungan signifikan dengan WTP appendectomy dan tingkat pendidikan dengan WTP laparotomy. Penentuan tarif tindakan medis operatif perlu mengintegrasikan unit cost, cost recovery, tarif kompetitor, dan WTP untuk menghasilkan kebijakan tarif yang rasional, kompetitif, dan mendukung keberlanjutan finansial rumah sakit. Kata kunci: Tarif tindakan medis operatif, unit cost, kesediaan membayar.
Pengaruh Beban Kerja, Work Life Balance, dan Burnout Terhadap Kinerja Perawat IRNA Surgical di RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau Tiara Diva Pramesti; Abd. Rasyid Syamsuri; Dian Puspita Novrianti
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 10, No 3 (2026): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/marsi.v10i3.7500

Abstract

Abstrak Studi ini memiliki maksud agar melihat sebanyak apa imbas antara variabel Beban Kerja, Work Life Balance, Dan juga Burnout kepada Variabel Kinerja Perawat Bagian Surgical. Studi ini dijalankan dengan teknik kuantitatif yang populasinya perawat dari Bagian Surgical RSUD Arifin Achmad dengan menerapkan teknik sampel jenuh, yang semua total perawat sejumlah 73 individu dijadikan sampel. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini dengan analisis statistik deskriptif, uji instrumen, uji asumsi klasik, analisis linier berganda, uji hipotesis, serta uji koefisien determinasi. Proses mengolah data dibantu dengan aplikasi SPSS versi 22 dan SmartPLS4. Hasil penelitian menunjukkan vafriabel beban kerja, dan burnout punya dampak negatif dan juga signifikan kepada variabel kinerja, sebaliknya variabel work life balance punya dampak yang positif kepada variabel kinerja perawat. Sesuai dengan hasil nilai koefisien determinan nilai adjusted R square, ketiga variabel bersama-sama berpengaruh senilai 57,6% kepada variabel terikat, lalu sisanya sebanyak 42,4% lagi dipengaruhi variabel diluar dari studi. Kata Kunci: Beban Kerja, Work Life Balance, Burnout, dan Kinerja, Perawat
Model Awal Relationship-Based Chronic care pada Pasien Hipertensi dan Diabetes di RS Islam Yatofa Hana Fadly; Wachyu Sulistiadi
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 10, No 3 (2026): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/marsi.v10i3.8803

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini mengembangkan model awal relationship-based chronic care untuk pasien hipertensi dan diabetes pada RS Islam Yatofa Lombok Tengah. Diabetes melitus dan hipertensi termasuk penyakit kronis yang membutuhkan pelayanan berkelanjutan, edukasi, kepatuhan obat, dan pemantauan kunjungan ulang. Di RS Islam Yatofa, DM tipe II menempati urutan pertama dari 10 besar penyakit rawat jalan tahun 2025, sedangkan hipertensi menempati urutan keempat. Penelitian menggunakan kualitatif deskriptif dengan pendekatan rapid assessment dan studi kasus. Data diperoleh melalui telaah dokumen profil RS tahun 2025, wawancara informan internal dan pasien, serta observasi alur rawat jalan. Analisis dilakukan secara tematik dengan mengacu pada konsep integrated people-centred care dan Chronic care Model. Pelayanan hipertensi dan diabetes telah berjalan melalui pemeriksaan, edukasi, pemberian jadwal kontrol, pelayanan farmasi, dan PRB. Namun, belum terdapat program chronic care khusus yang terintegrasi. Hambatan utama meliputi mekanisme reminder yang belum menyeluruh, pencatatan follow-up belum spesifik, keterbatasan waktu edukasi, risiko pasien lupa atau berhenti obat, dan kebutuhan ketersediaan obat kronis. Model awal YATOFA Chronic care dikembangkan melalui tujuh komponen: registry pasien, kartu/bukti kontrol kronis, reminder WhatsApp, edukasi terintegrasi dokter-perawat-farmasi, media edukasi, monitoring kunjungan ulang, dan penguatan ketersediaan obat kronis. Kata kunci: chronic care; diabetes melitus; hipertensi; relationship-based care; program rujuk balik, rumah sakit tipe D.
Systematic Literatur Review : Pengaruh Perceived Insider Status (PIS) Terhadap Perilaku Kinerja Karyawan Dalam Organisasi Theresia Agussalim
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 10, No 3 (2026): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/marsi.v10i3.8743

Abstract

Perceived Insider Status (PIS) merupakan konstruksi penting dalam perilaku organisasi yang menggambarkan sejauh mana karyawan memandang dirinya sebagai bagian dari organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi PIS serta dampaknya terhadap sikap dan perilaku kerja karyawan melalui metode systematic literature review. Proses penelusuran dilakukan menggunakan protokol PRISMA 2.0 terhadap artikel jurnal bereputasi yang dipublikasikan pada periode 2002–2025, berbahasa Indonesia dan Inggris, serta tersedia dalam bentuk full text. Dari 17.800 artikel yang teridentifikasi, diperoleh 24 artikel yang memenuhi kriteria inklusi untuk dianalisis lebih lanjut. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa PIS umumnya berperan sebagai variabel mediasi yang menghubungkan berbagai faktor organisasi—seperti dukungan organisasi, kepemimpinan, praktik SDM, keamanan psikologis, desain pekerjaan, dan hubungan atasan–bawahan—dengan berbagai luaran positif, antara lain kinerja karyawan, keterlibatan kerja, kepuasan terhadap umpan balik, organizational citizenship behavior, komitmen organisasi, serta penurunan turnover intention. Sebagian besar penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan konteks geografis yang didominasi oleh negara Asia, khususnya Tiongkok. Temuan ini menegaskan bahwa PIS merupakan mekanisme psikologis kunci dalam menjembatani kebijakan organisasi dan perilaku karyawan. Namun demikian, masih terdapat celah penelitian, terutama terkait penggunaan metode kualitatif, perluasan konteks negara berkembang seperti Indonesia, serta eksplorasi PIS pada sektor kesehatan.

Filter by Year

2017 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 10, No 3 (2026): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 10, No 2 (2026): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 10, No 1 (2026): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 9, No 4 (2025): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 9, No 3 (2025): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 9, No 2 (2025): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 9, No 1 (2025): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 8, No 4 (2024): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 8, No 3 (2024): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 8, No 2 (2024): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 8, No 1 (2024): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 7, No 4 (2023): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 7, No 3 (2023): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 7, No 2 (2023): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 7, No 1 (2023): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 6, No 2 (2022): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 6, No 1 (2022): Jurnal Manajemen Dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 5, No 2 (2021): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 5, No 1 (2021): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 4, No 2 (2020): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia Vol 4, No 1 (2020): Jurnal Manajemen Dan Administrasi Rumah Sakit (MARSI) Vol 3, No 2 (2019): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 3, No 1 (2019): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 2, No 2 (2018): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 2, No 1 (2018): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 1, No 1 (2017): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) More Issue