cover
Contact Name
Cicilia Widiyaningsih
Contact Email
sisilwindi@gmail.com
Phone
+6281213873428
Journal Mail Official
marsi@urindo.ac.id
Editorial Address
Grand Regency Blok B4/5, RT 006/RW 022, Padurenan, Mustika Jaya
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI)
ISSN : 26856298     EISSN : 26856328     DOI : https://doi.org/10.52643/marsi.v5i2
MARSI (Indonesian Hospital Administration and Management Journal) focuses on research and review of research related to hospital management that is relevant for the development of hospital management theories and practices in Indonesia and Southeast Asia. MARSI covers a variety of research approaches, namely: quantitative, qualitative and mixed methods . MARSI focus is related to various themes, topics and aspects of accounting and investment, including (but not limited to) the following topics: Hospital management Hospital Accounting Health Service Management Health Insurance Health policy Management of Puskesmas Drug Care Pharmacy Medico-Legal, and Ethics
Articles 370 Documents
Analisis Faktor Input Throughput Dan Output Yang Mempengaruhi Emergency Department Length of stay (EDLOS) Di RSI Sultan Agung Banjarbaru Ibnu Wadud Pujangga
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 10, No 2 (2026): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/marsi.v10i2.8339

Abstract

Latar belakang: Proses alur penanganan pasien saat pasien datang ke IGD sampai dipindahkan ke ruang rawat inap disebut dengan Emergency Department Length of stay (EDLOS). Faktor input, throughput dan output merupakan faktor – faktor yang dapat menyebabkan peningkatan EDLOS. Demi kepentingan peningkatan mutu dan keselamatan pasien maka direkomendasikan EDLOS ≤ 4 jam. Tujuan Penelitian: Menganalisis faktor input, throughput dan output yang mempengaruhi EDLOS di RSI Sultan Agung Banjarbaru. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif analitik menggunakan desain penelitian cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah rata – rata kunjungan pasien IGD RSI Sultan Agung Banjarbaru setiap bulannya selama 1 tahun terakhir. Sampel penelitian dilakukan secara purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil Penelitian: Responden yang memiliki kategori EDLOS > 4 jam berjumlah 52 (18.7%) dan kategori EDLOS ≤ 4 Jam berjumlah 226 (81.3%). Dari total 11 variabel independent setelah dilakukan uji statistik chi square dan regresi logistik hanya terdapat empat variabel yang memiliki P Value < 0.05 dan memiliki hubungan bermakna dengan EDLOS yaitu skala triage, waktu asessmen awal IGD & diagnostik intervensi, waktu review & disposisi dokter spesialis dan waktu tunggu transfer ke ruang rawat inap. Nilai PAR % tertinggi sebesar 57% yaitu pada variabel waktu tunggu transfer ke ruang rawat inap. Nilai OR tertinggi yaitu pada variabel waktu asessmen awal IGD & diagnostik intervensi sebesar 94.9 kali. Kesimpulan: Skala triage, waktu asessmen awal IGD & diagnostik intervensi, waktu review & disposisi dokter spesialis dan waktu tunggu transfer ke ruang rawat inap memiliki hubungan bermakna dengan EDLOS. Waktu tunggu transfer ke ruang rawat inap yang tidak sesuai adalah yang paling tinggi berkontribusi terhadap kejadian EDLOS > 4 jam pada populasi sebesar 57%. Waktu asessmen awal IGD & diagnostik intervensi yang tidak sesuai adalah yang paling tinggi memberikan risiko tingkat kejadian EDLOS > 4 jam. Kata Kunci : EDLOS, Length of stay, LOS, IGD, Waktu Tunggu IGD
DETERMINAN YANG BERPENGARUH TERHADAP KELENGKAPAN PENDOKUMENTASIAN ASUHAN KEPERAWATAN DI RUANG RAWAT INAP RSBT PANGKALPINANG TAHUN 2025 Dia Nopriyana; Sumijatun Sumijatun; Yuli Prapancha Satar
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 10, No 2 (2026): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/marsi.v10i2.8386

Abstract

Pendokumentasian asuhan keperawatan merupakan bagian penting dalam praktik keperawatan yang berfungsi sebagai bukti tertulis pelayanan keperawatan serta indikator mutu dan keselamatan pasien di rumah sakit. Dokumentasi yang tidak lengkap dapat menyebabkan kesalahan komunikasi antar tenaga kesehatan dan meningkatkan risiko insiden keselamatan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis determinan yang memengaruhi kelengkapan pendokumentasian asuhan keperawatan di ruang rawat inap RSBT Pangkalpinang tahun 2025. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel penelitian adalah 70 perawat pelaksana yang bekerja di ruang rawat inap. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat menggunakan uji Chi-Square, dan multivariat menggunakan regresi logistik berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masa kerja, beban kerja, dan kompetensi perawat berpengaruh terhadap kelengkapan pendokumentasian asuhan keperawatan. Analisis multivariat menunjukkan bahwa kompetensi perawat merupakan faktor yang paling dominan dengan nilai OR sebesar 5,415. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan kelengkapan pendokumentasian asuhan keperawatan sangat dipengaruhi oleh kompetensi perawat. Oleh karena itu, rumah sakit perlu meningkatkan kompetensi perawat melalui pelatihan berkelanjutan, supervisi, serta sistem mentoring untuk meningkatkan mutu pelayanan dan keselamatan pasien.
Pendekatan Lean Hospital untuk Mengidentifikasi Waste Kritis dalam Penanganan Kegawatdaruratan di Instalasi Rawat Jalan RSU An Ni’mah Rizqiana Arum Sari; Aliefety Putu Garnida; Samingan Samingan
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 10, No 2 (2026): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/marsi.v10i2.8321

Abstract

Latar Belakang: Pelayanan rawat jalan merupakan titik akses utama bagi pasien rumah sakit dan berpotensi mengalami kejadian kegawatdaruratan yang membutuhkan respons cepat dan terkoordinasi. Namun, penanganan kegawatdaruratan di rawat jalan sering kali belum didukung oleh alur pelayanan yang spesifik dan terstandarisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis pemborosan (waste) kritis dalam proses penanganan kegawatdaruratan di Instalasi Rawat Jalan RSU An Ni’mah menggunakan pendekatan Lean Hospital. Metode: Penelitian ini merupakan studi kualitatif dengan desain studi kasus yang dilaksanakan pada November–Desember 2025. Informan dipilih secara purposive dan terdiri atas unsur manajemen, penanggung jawab unit, serta tenaga pelaksana langsung. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi non-partisipan terhadap alur pelayanan, wawancara mendalam, serta telaah dokumen terkait. Analisis data dilakukan menggunakan Value Stream Mapping (VSM) untuk memetakan alur proses dan mengukur waktu pelayanan, perhitungan Value Added Ratio (VAR), metode Borda untuk menentukan waste kritis, serta analisis fishbone untuk mengidentifikasi akar penyebab pemborosan. Hasil penelitian menunjukkan total lead time penanganan kegawatdaruratan sebesar 127,1 menit dengan VAR sebesar 19%, yang mengindikasikan dominasi aktivitas non value added. Pemborosan kritis didominasi oleh waste waiting (24,2%), diikuti defect (21,9%) dan motion (16,1%). Pemborosan terutama terjadi pada fase antrean awal pelayanan, penentuan kegawatdaruratan, proses administrasi alih rawat, serta koordinasi dan transfer pasien ke Instalasi Gawat Darurat. Analisis akar penyebab menunjukkan bahwa waste waiting dipengaruhi oleh faktor sumber daya manusia, metode pelayanan, ketersediaan peralatan, dan mekanisme monitoring. Kesimpulan: Inefisiensi penanganan kegawatdaruratan di rawat jalan terutama bersumber dari desain sistem dan alur pelayanan. Pendekatan Lean Hospital memberikan dasar yang sistematis untuk perbaikan berkelanjutan melalui penguatan SOP kegawatdaruratan rawat jalan, penerapan alur fast track, standardisasi alih rawat, dan penguatan monitoring berbasis response time.
Hubungan Kepatuhan Penggunaan Formularium Rumah Sakit Terhadap Peningkatan Efisiensi Biaya Pembelian Obat Di Rumah Sakit Pusat Pertamina Jakarta Lintang Trisno Murti; Alih Germas Kodyat; Yeny Sulistyowati
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 10, No 2 (2026): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/marsi.v10i2.8513

Abstract

Latar Belakang: Formularium rumah sakit merupakan daftar obat yang disusun oleh komite farmasi dan terapi untuk mendukung penggunaan obat yang rasional. Kepatuhan tenaga kesehatan dalam menggunakan formularium sangat berpengaruh terhadap efisiensi biaya pengadaan obat. Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara tingkat kepatuhan penggunaan formularium rumah sakit terhadap efisiensi biaya pembelian obat di Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) Jakarta. Metode: Penelitian menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berupa seluruh data transaksi resep dan pembelian obat periode Januari–Juni 2025. Analisis dilakukan menggunakan regresi linier berganda. Hasil: Variabel kebutuhan klinis memperoleh nilai mean 2,05 (SD 0,866; p=0,022), ketersediaan obat mean 1,22 (SD 0,820; p=0,001), dan dukungan manajemen mean 2,12 (SD 0,892; p=0,014). Hasil ini menunjukkan adanya hubungan signifikan antara kepatuhan penggunaan formularium dengan efisiensi biaya pembelian obat. Kesimpulan:Kepatuhan penggunaan formularium terbukti berhubungan positif dengan peningkatan efisiensi biaya pembelian obat di RSPP. Rekomendasi penelitian ini adalah perlunya evaluasi berkelanjutan, sosialisasi, serta dukungan manajemen yang kuat untuk meningkatkan kepatuhan.
Analisis Technology Acceptance Model (TAM) Terhadap Kepuasan Pengguna Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) di RS Humana Prima Bandung Nuzulul Ary Setiawan; Alih Germas Kodyat; Tinon Ambarini
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 10, No 2 (2026): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/marsi.v10i2.8478

Abstract

Tujuan: Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) wajib diterapkan untuk mengoptimalkan pelayanan, namun keberhasilannya sangat bergantung pada tingkat penerimaan dan kepuasan penggunanya. Penelitian ini menganalisis pengaruh Technology Acceptance Model (TAM) terhadap kepuasan pengguna SIMRS Teramedik di RS Humana Prima Bandung menggunakan pendekatan kuantitatif cross-sectional berbasis PLS-SEM. Metode: Sampel melibatkan 130 responden dari 325 pengguna aktif yang ditentukan melalui analisis G*Power. Model TAM yang diadaptasi menguji hubungan antara Persepsi Kemudahan (Perceived Ease of Use/PEOU), Persepsi Manfaat (Perceived Usefulness/PU), Niat Perilaku (Behavioral Intention to Use/BI), dan Kepuasan Pengguna. Data dianalisis menggunakan Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan perangkat lunak SmartPLS, menggunakan bootstrapping dengan 5.000 sub-sampel. Hasil: Hasil pengujian membuktikan instrumen valid (loading >0,70, AVE >0,50) dan reliabel (CR >0,90, α >0,85). Seluruh hipotesis terbukti signifikan (p
Determinan Yang Berhubungan Dengan Etos Kerja Perawat Di RS Advent Bandar Lampung Tahun 2024 Nova Josephin; Tri Suratmi; Grace Rumengan
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 10, No 2 (2026): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/marsi.v10i2.8501

Abstract

Keberhasilan pelayanan kesehatan bergantung pada partisipasi perawat dalam memberikan jasa yang berkualitas bagi pasien. Perawat yang memiliki etos kerja yang baik akan berusaha menunjukkan suatu sikap, watak, serta keyakinan dalam melaksanakan suatu pekerjaan, bertindak dan bekerja dengan kemampuan yang terbaik, sehingga menghasilkan kinerja perawat yang lebih tinggi dan akan mendorong rumah sakit untuk mencapai keberhasilan dalam rentang waktu yang lebih singkat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendiskripsikan etos kerja perawat di RS Advent Bandar Lampung. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif analitik, populasi dari penelitian ini adalah seluruh tenaga perawat di RS Advent Bandar Lampung. Jumlah sampel sebanyak 74 responden. Waktu penelitian dilakukan pada bulan April – Juni 2024. Metode pemilihan sampel dengan tehnik probability sampling. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa mayoritas responden memiliki etos kerja tinggi, yaitu 60,8%. Hasil analisis bivariat menunjukan bahwa faktor yang berhubungan signifikan dengan etos kerja perawat adalah kecerdasan emosional (p value=0,009 < alpha 5%), sikap (p value=0,01) dan motivasi (0,005). Dan faktor yang tidak berhubungan signifikan dengan etos kerja perawat adalah: umur (p value=1,0 > alpha 5%), jenis kelamin (p value=1,0), pendidikan (p value=0,324), masa kerja (p value=0,597), lingkungan (p value=0,477), supervisi (p value=1,0). Hasil uji regresi logistik menunjukan bahwa faktor yang paling dominan berhubungan dengan etos kerja perawat adalah motivasi (p value = 0,009) setelah dikontrol oleh variabel sikap dan kecerdasan emosional. Untuk meningkatkan etos kerja perawat maka perlu dilakukan perbaikan melalui: pemberian penghargaan bagi perawat berprestasi, peluang pengembangan karir, pencipataan lingkungan kerja yang positif, dukungan manajerial, pelatihan tentang kecerdasan emosional bagi perawat. Kata Kunci: Etos Kerja, Kecerdasan Emosional, Perawat, Motivasi, Sikap
Evaluasi Implementasi Sistem Informasi Manajemen Gizi (Sim Gizi) Di Rumah Sakit Restu Kasih: Tantangan Dan Strategi Optimalisasi Chandra Chandra; Atik Kridawati; Grace Rumengan
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 10, No 2 (2026): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/marsi.v10i2.8474

Abstract

AbstrakPelayanan gizi merupakan bagian integral dari mutu pelayanan rumah sakit karena berperan langsung dalam proses penyembuhan dan keselamatan pasien. Penerapan Sistem Informasi Manajemen Gizi (SIM Gizi) sebagai bagian dari SIMRS diharapkan mampu meningkatkan efisiensi, akurasi, dan koordinasi layanan gizi. Namun, pemanfaatan SIM Gizi tidak selalu berjalan optimal, terutama pada rumah sakit swasta dengan keterbatasan sumber daya. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi implementasi SIM Gizi di Rumah Sakit Restu Kasih menggunakan model Human–Organization–Technology Fit (HOT-Fit) serta mengidentifikasi tantangan dan strategi optimalisasi pemanfaatannya. Penelitian ini menggunakan desain evaluatif–eksplanatif dengan pendekatan mixed-methods tipe sequential explanatory. Data kuantitatif dikumpulkan melalui kuesioner kepada pengguna SIM Gizi dan dianalisis menggunakan kerangka HOT-Fit, sedangkan data kualitatif diperoleh melalui wawancara mendalam dan FGD untuk memperdalam pemahaman terhadap temuan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas sistem, kualitas informasi, dan kualitas layanan SIM Gizi berada pada kategori “cukup”. Sistem dinilai stabil dan terintegrasi dengan rekam medis elektronik, namun masih menghadapi kendala pada responsivitas dan pemanfaatan fitur. Faktor organisasi muncul sebagai determinan kunci keberhasilan implementasi. Keselarasan antara dimensi manusia, organisasi, dan teknologi berada pada tingkat moderat dan menghasilkan manfaat bersih yang nyata, tetapi belum optimal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa implementasi SIM Gizi di RS Restu Kasih telah berjalan secara fungsional, namun memerlukan penguatan terpadu pada aspek teknologi, sumber daya manusia, dan tata kelola organisasi. Disarankan agar rumah sakit meningkatkan tata kelola SIMRS, pengembangan kompetensi pengguna, serta optimalisasi sistem secara berkelanjutan untuk meningkatkan mutu pelayanan gizi dan efisiensi kerja. Kata kunci: Evaluasi implementasi, Sistem Informasi Manajemen Gizi (SIM Gizi), Rumah sakit, HOT-FitAbstractNutrition services are an integral component of hospital service quality, as they directly contribute to patient recovery, safety, and clinical outcomes. The implementation of a Nutrition Management Information System (SIM Gizi) as part of the Hospital Management Information System (HMIS) is expected to improve efficiency, accuracy, and coordination of nutrition services. However, the utilization of SIM Gizi has not always been optimal, particularly in private hospitals with limited resources. This study aims to evaluate the implementation of SIM Gizi at Restu Kasih Hospital using the Human–Organization–Technology Fit (HOT-Fit) model and to identify the challenges and optimization strategies for its utilization.This study employed an evaluative–explanatory design with a mixed-methods approach using a sequential explanatory strategy. Quantitative data were collected through questionnaires administered to SIM Gizi users and analyzed based on the HOT-Fit framework, while qualitative data were obtained through in-depth interviews and focus group discussions to further explain the quantitative findings.The results indicate that system quality, information quality, and service quality of SIM Gizi are at a “moderate” level. The system is perceived as stable and integrated with electronic medical records; however, challenges remain in system responsiveness and feature utilization. Organizational factors emerged as a key determinant of implementation success. The alignment among human, organizational, and technological dimensions was found to be moderate, resulting in tangible net benefits that have not yet been fully optimized.This study concludes that the implementation of SIM Gizi at Restu Kasih Hospital is functionally adequate but requires integrated improvements in technology, human resources, and organizational governance. It is recommended that hospitals strengthen HMIS governance, enhance user competencies, and continuously optimize the system to improve nutrition service quality and work efficiency. Keywords: Implementation evaluation, Nutrition Management Information System (SIM Gizi), Hospital, HOT-Fit
Analisis Kelengkapan Resume Rekam Medis Dengan Hasil Klaim Pasien Rawat Inap Jaminan Kesehatan Nasional Di Rumah Sakit X Tipe B Jakarta Muhammad Yahya Shobirin; Eka Yoshida; Ahdun Trigono
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 10, No 2 (2026): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/marsi.v10i2.8506

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Hasil observasi pendahuluan masih terdapat hasil dari berita acara hasil verifikasi klaim pasien JKN Rumah Sakit X tipe B Jakarta periode Bulan Januari – Mei tahun 2023, yang masuk kategori pending, yang diakibatkan oleh kurang lengkapnya resume rekam medis. Tujuan: Tujuan umum penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kelengkapan identifikasi pasien, bukti rekaman, keabsahan rekaman, kelengkapan lampiran medis, kesesuaian coding diagnosa dengan hasil klaim pasien rawat inap JKN. Metode: Jenis penelitian ini adalah menggunakan analisis penelitian analitik, dengan pendekatan cross sectional. subjek penelitian adalah pasien rawat inap peserta JKN, di Rumah Sakit X tipe B Jakarta pada Juli 2023. Hasil: Variabel kelengkapan identifikasi, kelengkapan bukti rekaman, kelengkapan keabsahan rekaman, kelengkapan lampiran medis, kesesuaian coding memiliki hubungan (p < 0,05) dengan hasil klaim pasien rawat inap JKN. Variabel yang paling dominan adalah kesesuaian coding diagnosa (OR= 18,514, p< 0,05). Kesimpulan: klaim pasien rawat inap JKN dipengaruhi oleh variabel kelengkapan identifikasi pasien, kelengkapan bukti rekaman, kelengkapan lampiran medis dan kesesuaian coding diagnosa. Kata Kunci: Resume, Rekam, Klaim
Analisis Pengaruh Beban Kerja Dan Kepuasan Kerja Terhadap Retensi Karyawan Dengan Burnout Di Rumah Sakit Adam Talib Cikunir Inne Bunga Heliana; Cicilia Widiyaningsih; Sundoyo Sundoyo
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 10, No 2 (2026): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/marsi.v10i2.8510

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang : Rumah sakit menghadapi tantangan dalam mempertahankan tenaga kerja akibat beban kerja tinggi, kepuasan kerja rendah, dan burnout, yang dapat menurunkan performa serta meningkatkan turnover karyawan. Burnout sering menjadi perantara antara beban kerja dan rendahnya retensi karyawan, sementara kepuasan kerja berperan dalam meningkatkan loyalitas. Penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit Adam Talib Cikunir yang mengalami peningkatan turnover, dengan tujuan menganalisis pengaruh beban kerja dan kepuasan kerja terhadap retensi karyawan, serta peran burnout sebagai variabel mediasi. Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui pengaruh beban kerja dan kepuasan kerja terhadap retensi karyawan dengan burnout di rumah sakit adam talib cikunir. Metode Penelitian : Metode pada penelitian ini menggunakan descriptive kuantitatif dengan pendekatan Purposive Sampling sebanyak 58 karyawan di Rumah Sakit Adam Talib Cikunir, Instrument yang digunakan adalah pengambilan data dengan cara kuisioner tertutup yang di berikan kepada seluruh karyawan di Rumah Sakit Adam Talib Cikunir, analisis bivariat menggunakan Uji chi square. Hasil Penelitian : Berdasarkan penelitian terhadap 58 karyawan Rumah Sakit Adam Talib Cikunir, ditemukan bahwa retensi karyawan mayoritas berada pada kategori sedang (48,2%) dan tinggi (46,6%). Beban kerja sebagian besar sedang (56,9%), sementara kepuasan kerja cenderung tinggi (50,0%). Burnout lebih banyak terjadi pada tingkat rendah (56,9%), namun faktor eksternal, seperti kelelahan emosional dan fisik, lebih dominan dalam mempengaruhi burnout dibandingkan faktor internal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara beban kerja dan retensi karyawan, dengan nilai p = 0,000 (< 0,05), yang mengindikasikan bahwa beban kerja tinggi cenderung menurunkan retensi karyawan. Begitu pula, kepuasan kerja memiliki hubungan signifikan dengan retensi karyawan (p = 0,000), di mana kepuasan kerja yang lebih tinggi meningkatkan retensi. Sementara itu, hubungan antara beban kerja dan burnout tidak signifikan secara statistik (χ² = 3.379, p = 0.066), demikian juga hubungan antara kepuasan kerja dan burnout (χ² = 1.724, p = 0.189). Burnout juga tidak secara langsung memoderasi hubungan antara beban kerja dan retensi (p = 0.202), tetapi secara signifikan memoderasi hubungan antara kepuasan kerja dan retensi (p = 0,000). Temuan ini menegaskan bahwa pengelolaan beban kerja dan tingkat burnout sangat penting dalam menjaga kepuasan dan retensi karyawan. Kesimpulan dan Saran : Diharapkan rumah sakit meningkatkan Manajemen rumah sakit, penghargaan dan apresiasi karyawan seperti bonus, tunjangan, penghargaan berbasis kinerja agar beban kerja karyawan dapat terkontrol, kepuasan kerja meningkat, sehingga retensi karyawan dan burnout meningkat. Kata Kunci : Beban kerja, Kepuasan Kerja, Burnout, Retensi Karyawan
Pengaruh Kompetensi Petugas Kesehatan, Sarana Prasarana Dan Peralatan Medis Terhadap Mutu Pelayanan Di Instalasi Gawat Darurat Level Ii Rsud Pandega Pangandaran Rayna Nadia Fauziani Nurrahchmat; Muhardi Muhardi; Nirmala Kesumah
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 10, No 2 (2026): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/marsi.v10i2.8700

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan yang ditemukan di IGD RSUD Pandega Pangandaran, hal ini muncul karen mutu pelayanan yang belum terlaksana dengan baik. penelitian ini yaitu untuk menganalisis kompetensi, sarana prasarana dan peralatan medis terhadap mutu pelayanan di IGD Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pandega Pangandaran agar setiap permasalahan bisa dicari solusinya. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan populasi sebanyak 33 orang terdiri dari perawat dan dokter. Teknik pengambilan sampel melalui total sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuisioner dan wawancara serta analisis data dilakukan melalui tahapan uji validitas, reliabilitas, uji korelasi, uji regresi berganda menggunakan aplikasi software SPSS versi 23.0 serta menggunakan uji hipotesis statistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1). Kompetensi petugas kesehatan berada pada kategori sangat baik. 2). Sarana prasarana berada di kategori sangat baik. 3). Peralatan medis berada dikategori baik. 4). Mutu pelayanan berada dikategori sangat baik. 5). Kompetensi berpengaruh terhadap mutu pelayanan namun tidak signifikan 6). Sarana prasarana berpengaruh terhadap mutu pelayanan namun tidak signifikan 7). Peralatan medis berpengaruh dan signifikan terhadap mutu pelayanan 8). Kompetensi petugas kesehatan, sarana prasarana dan peralatan medis secara simultan berpengaruh signifikan terhadap mutu pelayanan. Kata Kunci: Kompetensi, Sarana Prasarana, Peralatan Medis, Mutu Pelayanan

Filter by Year

2017 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 10, No 2 (2026): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 10, No 1 (2026): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 9, No 4 (2025): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 9, No 3 (2025): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 9, No 2 (2025): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 9, No 1 (2025): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 8, No 4 (2024): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 8, No 3 (2024): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 8, No 2 (2024): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 8, No 1 (2024): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 7, No 4 (2023): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 7, No 3 (2023): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 7, No 2 (2023): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 7, No 1 (2023): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 6, No 2 (2022): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 6, No 1 (2022): Jurnal Manajemen Dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 5, No 2 (2021): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 5, No 1 (2021): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 4, No 2 (2020): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia Vol 4, No 1 (2020): Jurnal Manajemen Dan Administrasi Rumah Sakit (MARSI) Vol 3, No 2 (2019): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 3, No 1 (2019): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 2, No 2 (2018): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 2, No 1 (2018): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 1, No 1 (2017): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) More Issue