cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Borneo Nursing Journal (BNJ)
ISSN : 26548453     EISSN : 26855054     DOI : -
Core Subject : Health,
Borneo Nursing Journal (BNJ) adalah jurnal yang diterbitkan dua kali dalam satu tahun oleh Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda bekerjasama dengan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yarsi Pontianak. Adapun ruang lingkup/topik dalam BNJ adalah bidang Keperawatan.
Arjuna Subject : -
Articles 57 Documents
Search results for , issue "Vol. 7 No. 2 (2025)" : 57 Documents clear
Studi Kasus Penerapan Journaling Sebagai Mekanisme Koping Terhadap Tingkat Stres Pada Remaja Magista Ade Damayanti; Eva Rahayu
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v7i2.117

Abstract

Latar Belakang: Masa remaja dikenal sebagai masa yang paling sulit. Hal tersebut dikarenakan remaja rentan mengalami stres akibat tekanan akademik, perubahan identitas, hubungan sosial, dan tuntutan dari lingkungan. Penerapan mekanisme koping yang tepat diharapkan dapat menjadi salah satu strategi dalam menurunkan tingkat stres pada remaja. Salah satunya adalah penerapan journaling. Journaling merupakan salah satu terapi menulis ekspresif yang dilakukan untuk menuangkan ide, pikiran, bahkan emosi yang dapat dimanfaatkan sebagai langkah untuk meredakan stres. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas journaling sebagai mekanisme koping terhadap penurunan tingkat stres pada remaja. Metode: Penelitian ini menggunakan metode studi kasus deskriptif. Subjek dalam studi ini adalah remaja berusia 14 tahun yang menunjukkan tingkat stres berat berdasarkan instrumen PSS-10 (Perceived Stress Scale) di Desa Karang Turi, Kecamatan Sumbang. Proses pengolahan data dilakukan melalui alur asuhan keperawatan. Hasil: Subjek penelitian mengalami penurunan tingkat stress, yang semula berada di kategori tingkat stress berat (skor 28) menjadi di kategori tingkat stres sedang (skor 15). Hal ini dikarenakan journaling dapat menjadi ruang yang aman untuk mengekspresikan berbagai perasaan, kekhawatiran, ide-ide, ataupun rencana yang ingin dilakukan tanpa takut akan dikritik. Kesimpulan: Asuhan keperawatan dengan intervensi journaling yang diberikan selama dua minggu dapat menurunkan tingkat stres yang terjadi pada remaja. Dengan menulis journaling secara teratur, individu dapat meningkatan kesadaran terhadap emosi atau tekanan yang sedang dialami.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu Terhadap Pemberian Imunisasi Difteri, Pertusis, Tetanus (DPT) Pada Bayi Di Desa Haurseah Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Argapura Tahun 2024 Eti Wati; Lia Natalia; Rian Maulana Yusup; Rina Nuraeni; Eva Navisa
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v7i2.118

Abstract

Imunisasi DPT adalah imunisasi yang digunakan untuk mencegah terjadinya penyakit difteri, pertusis, tetanus dan hepatitis B. Pemberian imunisasi DPT pada Desa Haurseah Wilayah kerja UPTD Puskesmas Argapura sebesar 91,88% masih belum mencapai target 100%. Untuk Mengetahui Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu terhadap Pemberian Imunisasi DPT Pada Bayi di Desa Haurseah Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Argapura Tahun 2024. Metode yang digunakan yaitu metode kuantitatif dengan pendekatan crossectional, sampel yang digunakan adalah 38 ibu yang memiliki bayi dan menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dimulai dari bulan April 2024 dengan kuesioner, analisis data yang digunakan yaitu analisis univariat dengan distribusi frekuensi dan analisis bivariat dengan uji chi square. Sebagian responden (92,1%) belum melakukan imunisasi DPT lengkap, (84,2%) pengetahuan ibu kurang, dan terdapat hubungan yang signifikan dengan nilai p-value sebesar 0,024, yang lebih rendah dari tingkat signifikansi α sebesar 0,05 menunjukkan adanya hubungan tingkat pengetahuan ibu terhadap pemberian imunisasi DPT pada bayi di Desa Haurseah wilayah kerja UPTD Puskesmas Argapura Tahun 2024. Upaya yang dapat dilakukan oleh tenaga kesehatan yaitu mengadakan penyuluhan mengenai imunisasi DPT dan upaya untuk responden yaitu hadir pada saat penyuluhan tersebut.
Hubungan Usia Ibu, Umur Kehamilan, Dan Paritas Dengan Kejadian BBLR Di RS PKU Muhammadiyah Gamping Iis Wahyuningsih; Dwi Ernawati; Suyani
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v7i2.119

Abstract

Angka Kematian Bayi (AKB) adalah indikator pertama dalam menentukan derajat kesehatan. Prevalensi BBLR di Kabupaten Sleman pada tahun 2024 adalah 7,33%. Menjadi kabupaten tertinggi yang memiliki kasus BBLR di Provinsi DIY. Tujuan dari penelitian ini adalah diketahuinya hubungan usia ibu, umur kehamilan, dan paritas dengan kejadian BBLR di RS PKU Muhammadiyah Gamping. Rancangan penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan case control perbandingan 1:2. dengan total keseluruhan 246 sampel. Teknik sampling pada sampel kasus yaitu total sampling dengan jumlah 82, sedangkan Teknik sampling pada sampel kontrol menggunakan simple random sampling dengan jumlah 164. Analisis statistic menggunakan Chi Square. Hasil penelitian terdapat hubungan antara usia ibu (p- value=0,049), usia kehamilan (p-value=0,012), paritas (p-value=0,007) dengan kejadian BBLR di RS PKU Muhammadiyah Gamping. Diharapkan Bidan RS PKU Muhammadiyah Gamping dapat memberikan promosi promotif masa pra konsepsi atau edukasi sebelum kehamilan tentang faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian BBLR sebagai upaya deteksi dini dan pencegahan kejadian BBLR.
Kajian Studi Pelaksanaan Standar Operasional Prosedur Pemasangan Infus Dan Gambaran Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian Phlebitis Di Ruang Amarilis Paviliun Abiyasa Geriatri RSUD Prof. Dr. Margono Soekardjo Purwokerto Mila Dian Nur; Indri Heri
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v7i2.120

Abstract

Improper installation of intravenous catheters is one of the factors causing phlebitis, therefore officers must pay attention to the type, size, installation location and duration of intravenous catheter installation. The purpose of this study review is to observe nurse compliance in the implementation of standard operating procedures for intravenous catheter insertion and describe the factors that influence the incidence of phlebitis in the inpatient room of Amarilis room, Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto Hospital. This study review was conducted by observing 10 nurses and observing factors that influence the incidence of phlebitis on 38 patients who were treated in the Amarilis room of the Abiyasa Geriatric Pavilion of Prof. Dr. Margono Soekarjo Hospital. The study review was conducted on January 13 - 16, 2025. The instrument used to assess nurse compliance with infusion installation by using a standard SOP checklist for infusion installation. Observation of infusion installation was carried out when nurses performed infusion installation, then factors influencing the incidence of phlebitis were studied the size of the intravenous catheter used, the installation location and the length of infusion installation. The results of observations made in the Amarilis room found that SOP non-compliance was found, including not using a backing, not washing hands before action, not writing the date and time of insertion on the patient's infusion and not re-disinfecting the puncture area after being held to find the location of the vein. Based on observation data, the majority of respondents were compliant, namely 7 (70%) and non-compliant 3 (30%). Based on data taken from 38 patient medical records, it shows that 25 patients (66%) with intravenous catheters experienced phlebitis. External factors that can affect the incidence of phlebitis include: intravenous (IV) catheter size, length of catheter insertion, catheter insertion location which were also identified in this study. During the observation, it was also found that the incidence of phlebitis was not found even though the nurses did not comply with the SOP for infusion installation, this could be due to the fact that in carrying out infusion installation, the nurses performed aseptic techniques correctly, namely disinfecting the puncture area properly and correctly with an alcohol swab, and not holding it again after being disinfected. Based on the study conducted in the Amarilis room of Prof. Dr. Margono Soekarjo Hospital, it can be concluded that nurses' compliance with standard operating procedures (SOPs) in infusion insertion still needs to be improved. This study also indicates that although nurses have complied with SOPs, phlebitis can still occur due to external and internal factors that affect the patient's condition.
Pengaruh Pijat Oksitosin terhadap Breast Engorgement pada Ibu Post Partum Subarto, Claudia Banowati; Riska Yasmin
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v7i2.126

Abstract

Background: Breast engorgement is a common issue among postpartum mothers, characterized by swelling, pain, and firmness in the breasts. It occurs due to inadequate breast emptying. If left untreated, this condition can progress to mastitis, breast abscesses, and early cessation of breastfeeding. Oxytocin massage is believed to accelerate milk let-down and reduce pain. Non-pharmacological methods for managing breast engorgement include warm compresses, breastfeeding education, and oxytocin massage techniques. Objective: To compare the effectiveness of oxytocin massage with standard breast care in reducing breast engorgement among postpartum mothers. Methods: A randomized controlled trial was conducted with 30 postpartum mothers, evenly divided into an oxytocin massage intervention group and a control group receiving warm compresses and education. The intervention consisted of 15-minute sessions twice daily for 3 days. Engorgement scores were measured before and after interventions in both groups. Wilcoxon signed-rank tests were used for within-group analysis, and the Mann–Whitney test was used for between-group comparisons. Results: The intervention group showed a decrease in median engorgement score from 4 to 1 (p < 0.001), whereas the control group’s score reduced from 4 to 2 (p = 0.02). Between-group comparison revealed a significantly greater effect of massage (p = 0.004). The massage group also reported greater reductions in pain and improved breastfeeding comfort. Conclusion: Oxytocin massage is significantly more effective than standard care in reducing postpartum breast engorgement and pain. It is recommended that this technique be integrated into midwifery practice as a non-pharmacological intervention to support breastfeeding and maternal well-being.
Hubungan Paritas Dengan Kecemasan Menghadapi Persalinan Pada Ibu Hamil Di PMB Puji Rahayu Desa Undaan Kidul Kecamatan Undaan Kabupaten Kudus Rina Novita; Syafrida Ainur; Tiara Fatma Kumala
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v7i2.129

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan hubungan paritas dengan kecemasan menghadapi persalinan pada ibu hamil. Kecemasan kehamilan merupakan keadaan emosional negatif terkait dengan kekhawatiran tentang kehamilan. Faktor paritas salah satu penyebab kecemasan karena berhubungan dengan aspek psikologis. Data WHO menunjukkan 8-10% mengalami kecemasan selama kehamilan dan meningkat menjadi 13% menjelang persalinan. Jenis penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional, dengan populasi penelitian 60 ibu hamil dengan sampel 52 responden menggunakan lembar kuesioner sebagai instrumen penelitian.  Hasil penelitian yaitu paritas primigravida sebanyak 31(60%), kecemasan ringan atau sedang sebanyak 42 (81%) dan paritas primigravida yang mengalami kecemasan sebanyak 24 (77,4%) dibandingkan dengan paritas multigravida sebanyak 3 (14,3%). Berdasarkan hasil uji statistik fisher's exact test tentang hubungan antara paritas dengan kecemasan menghadapi persalinan pada ibu hamil didapatkan nilai Asymp. Sig. (2-sided) 0,721>0,05. Adapun kesimpulan penelitian ini yaitu tidak ada hubungan yang signifikan antara paritas dengan kecemasan meghadapi persalinan pada ibu hamil di PMB Puji Rahayu Desa Undaan Kidul Kecamatan Undaan Kabupaten Kudus.
Hubungan Antara Status Gizi Ibu Hamil Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Di Desa Klumpit Kabupaten Kudus Sukma Wardani; Syafrida Ainur; Indayana Setiawati
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v7i2.130

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara status gizi ibu hamil dengan kejadian stunting pada balita di Desa Klumpit Kabupaten Kudus. Stunting merupakan masalah gizi yang terjadi pada balita yang di tandai dengan tinggi badan menurut umur di bawah rata-rata (<-2SD). Salah satu faktor yang mempengaruhi stunting adalah status gizi ibu saat hamil dilihat dari ukuran Lingkar Lengan Atas (LILA) kurang dari 23,5 cm, maka ibu hamil tersebut dikatakan KEK atau kurang gizi. Kurang Energi Kronik (KEK) pada ibu hamil menandakan bahwa ibu dalam keadaan malnutrisi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada sebanyak 34 dari 65 ( 72,3 %) status gizi ibu hamil KEK yang mengalami stunting dan 71 dari 136 ( 92,9 %) status gizi ibu hamil tidak KEK memiliki balita stunting sebanyak 13 dari 71 ( 27,7 %). (OR=0, 4,89 ; CI=95% bawah: 2,25 atas: 10,60 ; p = 0, 0001)
Pengaruh Pijat Oksitosin Terhadap Produksi ASI Pada Ibu Nifas Di RS Pekanbaru Medical Center Tahun 2025 Prihartanti, Tutus Anggi; Fitri Ariani
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v7i2.141

Abstract

ASI merupakan pemberian air susu ibu sebagai satu-satunya sumber nutrisi bagi bayi. ASI mengandung semua nutrisi yang diperlukan bayi. ASI mengandung antibodi yang membantu melindungi bayi dari penyakit dan infeksi, khususnya infeksi pernafasan dan pencernaan. Menyusui adalah proses alami yang tidak selalu berjalan lancar bagi semua ibu. Permasalahan yang cukup umum adalah ASI yang tidak keluar setelah melahirkan bahkan sampai beberapa hari setelahnya. Salah satu faktor penting yang mempengaruhi produksi ASI adalah hormon oksitosin. Pijat oksitosin merupakan salah satu intervensi nonfarmakologis yang terbukti efektif dalam merangsang pengeluaran hormon oksitosin secara alami, sehingga kebutuhan nutrisi dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan bayi dapat terpenuhi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pijat oksitosin terhadap produksi ASI pada ibu nifas di RS Pekanbaru Medical Center tahun 2025. Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimen dengan rancangan one-group pre-post test design without control group. Populasi penelitian ini yaitu pasien ibu nifas dengan jumlah sampel sebanyak 29 responden yang diambil dengan teknik purposive sampling. Rata-rata produksi ASI ibu postpartum sebelum diberikan tindakan pijat oksitosin adalah 10,5 ml, sedangkan rata-rata produksi ASI setelah tindakan pijat oksitosin adalah 15,70 ml. Berdasarkan uji Wilcoxon terdapat perbedaan yang signifikan pada produksi ASI ibu nifas sebelum dan setelah dilakukan pijat oksitosin di RS Pekanbaru Medical Center dengan nilai p value 0,015 (p≤0,05). Simpulan penelitian ini adalah ada pengaruh pijat oksitosin terhadap produksi ASI pada ibu nifas di RS Pekanbaru Medical Center Tahun 2025.
Pengalaman Orang Tua Dalam Merawat Anak Dengan Penyakit Jantung Bawaan Di RSUD Muhammad Sani Kabupaten Karimun Tahun 2024 Sari, Indah Purnama; Pramadhani, Wulan; Khairinnisa, Afifah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v7i2.142

Abstract

Penyakit jantung bawaan merupakan bentuk kelainan jantung sejak bayi yang disebabkan sumbatan katub jantung menjadi penyebab tingginya angka kematian dari semua kelainan yang terjadi. Penyakit jantung bawaan merupakan penyebab kematian terbanyak kedua setelah prematuritas dan penyebab kematian tertinggi pada bayi dengan kelainan kongenital serta bayi dengan penyakit jantung bawaan tanpa gejala saat lahir. Tujuan penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi secara mendalam pengalaman orang tua dalam merawat anak dengan penyakit jantung bawaan di RSUD Muhammad Sani Kabupaten Karimun. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif pendekatan fenomenologi menggunakan pedoman wawancara terstruktur menggunakan Digital Voice Recorder terhadap 4 partisipan sesuai dengan ktiteria inklusi. Hasil penelitian ini didapatkan 2 tema yaitu tantangan orang tua dalam merawat anak dengan PJB dan adaptasi orang tua. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ditemukan orang tua yang memiliki anak dengan penyakit jantung bawaan berperan sebagai pengasuh utama sehingga berbagai tekanan emosional, peran penting utama, tantangan, dan proses penerimaan diri akan dialami dalam merawat anak sehingga dibutuhkan perawatan dan pemahaman yang cukup. Saran dalam penelitian ini adalah dengan melakukan penelitian lebih lanjut dengan cakupan lokasi penelitian yang lebih luas.
Hubungan Keterlibatan Ayah Dengan Kesehatan Mental Pada Remaja Putri Di SMA Negeri 1 Godean Yogyakarta Rike Yulianti; Yekti Satriyandari; Rosmita Nuzuliana
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v7i2.121

Abstract

Gangguan mental emosional merupakan suatu keadaan yang mempelihatkan seseorang mengalami perubahan emosional yang dapat berkelanjutan. Peran ayah sangat penting dalam mengasuh remaja sebab akan berdampak pada aspek kognitif maupun emosional anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan keterlibatan ayah dengan kesehatan mental pada remaja putri. Metode dalam penelitian ini berupa korelasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel berjumlah 148 remaja putri dengan pengambilan sampel secara teknik Total Sampling dianalisis dengan Uji Spearman Rank. Hasil penelitian diperoleh sebagian besar keterlibatan ayah dalam kategori cukup yakni sebesar 33,8%, sedangkan remaja yang mengalami gangguan mental sebesar 33,1%. Hasil uji Spearman Rank diperoleh nilai sig (2-tailed) sebesar = 0,000 < 0,05 yang menunjukkan ada hubungan keterlibatan ayah dengan kesehatan mental pada remaja putri. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan bagi siswi untuk berperan aktif dalam membangun kedekatan dengan ayah. Keterlibatan dalam kegiatan sosial dan akademik, seperti mengerjakan tugas bersama, berlibur, dan sering berkomunikasi, dapat membantu memperkuat hubungan tersebut serta mendukung kesehatan mental remaja. Dengan demikian, hubungan yang baik antara ayah dan anak dapat berkontribusi positif terhadap perkembangan emosional dan mental remaja putri.