cover
Contact Name
Fransisca Iriani Rosmaladewi
Contact Email
fransiscar@fpsi.untar.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmishs@untar.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
ISSN : 25796348     EISSN : 25796356     DOI : -
Core Subject : Art, Social,
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni (P-ISSN 2579-6348 dan E-ISSN 2579-6356) merupakan jurnal yang menjadi wadah bagi penerbitan artikel-artikel ilmiah hasil penelitian dalam bidang Ilmu Sosial (seperti Ilmu Psikologi dan Ilmu Komunikasi), Humaniora (seperti Ilmu Hukum, Ilmu Budaya, Ilmu Bahasa), dan Seni (seperti Seni Rupa dan Design). Jurnal ilmiah ini diterbitkan oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara. Dalam satu tahun, jurnal ini terbit dalam dua nomor, yaitu pada bulan April dan Oktober.
Arjuna Subject : -
Articles 723 Documents
BELAJAR DARI RUMAH PADA MASA PANDEMI COVID 19 anastasia - Heni; Clara Ajisuksmo
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 6 No. 2 (2022): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v6i2.16399.2022

Abstract

Teachers, students and parents have an important role in learning from home during the COVID-19 Pandemic. This study aims to determine the role of teachers, students, parents and schools in implementing the so-called learning from home pandemic policy. Positive and negative experiences including opportunities and challenges by the pandemic COVID-19 situation can be reflected and become recommendated for the implementation of learning process and sustainability. This research was conducted by using a mix-method. The quantitative method is carried out by survey based on using google form. While, the qualitatif method conducted based on interviews with students, techers, parents and schools’ principals. The conclusion of this research states that the COVID-19 pandemic is en emergencys (dangerous) situation that must be handled by seeking alternative of creative learning process to bring valuable experience for  schools in cope with severe suffering while firmly growing and sustaining the spirit towards maturity.
PERAN GAYA HUBUNGAN INTERPERSONAL TERHADAP PHUBBING DENGAN DISTRES PSIKOLOGIS SEBAGAI MODERATOR Henni Hanadi; Rostiana Rostiana; Abdul Malik Gismar
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 6 No. 2 (2022): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v6i2.18642.2022

Abstract

Phubbing merupakan kondisi ketika individu lebih memilih untuk menggunakan smartphone daripada berinteraksi dengan individu lain yang sedang bersamanya. Untuk menghindari terjadinya perilaku phubbing maka diperlukan pemahaman terkait faktor-faktor yang dapat berperan terhadap phubbing salah satunya seperti gaya hubungan yang dimiliki individu dan faktor pemicu seperti distres psikologis yang mungkin berperan mendorong terjadinya phubbing. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran gaya hubungan terhadap phubbing dengan distres psikologis sebagai moderator. Penelitian ini melibatkan 403 partisipan dewasa awal dengan rentang usia 18 tahun hingga 30 tahun yang menggunakan smartphone saat berinteraksi sosial. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode kuantitatif dengan teknik non-probability sampling. Alat ukur penelitian ini yaitu, Phubbing Scale, The Experiences in Close Relationships-Relationship Structure (ECR-RS), dan Kessler Psychological Distress Scale (K-10). Hasil pengolahan data dengan uji regresi berganda menunjukkan bahwa jenis gaya hubungan interpersonal yang disebut gaya hubungan cemas berperan secara signifikan terhadap phubbing dengan t = 4.153, (p) < 0.001 dan distres psikologis juga terbukti berperan sebagai moderator dengan F = 28.038, (p) < 0.001, dan R2 = 17.4%. Sedangkan, gaya hubungan menghindar terbukti tidak memiliki peran yang signifikan terhadap phubbing.
PENGENAAN PAJAK PENGHASILAN TERHADAP YOUTUBER DI INDONESIA Gunardi Lie; Indah siti aprilia; Moody Rizqy Syailendra P.
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 6 No. 2 (2022): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v6i2.20519.2022

Abstract

Youtube is a media platform that is currently widely use and has become a platform fot making profits and jobs. The principle of taxation in Indonesia is that everyone who has income needs to be taxed, that’s why the Government sees the potential for tax collection on Youtuber production. The research method use normative juridical approach with a statutory approach and a fact approach. The conclution obtained form this study is that youtubers are included in the tax subject, then the tax objext of the youtuber profession is categorized as a tax object and can be classified into the group of sources of income from freework. The calculation of the amount of tax is based on the Regulation of the Director General of Taxes Number PER-17/PJ/2015. However, in its implementation, the process of supervision of professional taxpayers has not yet created legal certainty, the lack of a supervision process with a social network analytics system has not been implemented, where this tax officer is still conducting manual supervision.
HEDONIS SEBAGAI MODERATOR PADA FOMO DAN CONFORMITY CONSUMPTION BEHAVIOR REMAJA PENGGUNA SMARTPHONE X Salvia Myrilla; Fransisca Iriani
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 6 No. 2 (2022): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v6i2.18599.2022

Abstract

Pengguna telepon seluler pintar di kalangan remaja meningkat. Peningkatan kepemilikan telepon seluler pintar didorong oleh kebutuhan sosialisasi agar tidak terpisah dari pertemanannya dan mencegah fear of missing out (FoMO). Penyesuaian diri dilakukan demi pengakuan, termasuk saat membeli barang (Conformity Consumption Behavior). Penelitian sebelumnya menunjukkan inkonsistensi pada peran Fear of Missing Out dan Conformity Consumption Behavior. Penelitian ini bertujuan menguji hedonism sebagai variabel moderator pada peran fear of missing out terhadap conformity consumption behavior remaja pengguna telepon seluler pintar X di DKI Jakarta. Partisipan adalah 226 remaja yang dikumpulkan dengan teknik snowball sampling. Tiga alat ukur digunakan yaitu Fear of Missing Out, Conformity Consumption Behavior, Gaya Hidup Hedonisme. Hasil analisis data menggunakan uji regresi sederhana untuk menguji peran Fear of Missing Out terhadap Conformity Consumption Behavior. Dalam penelitian ini menunjukkan bahwa Fear of Missing Out berperan secara signifikan terhadap Conformity Consumption Behavior. Sementara hedonism tidak memoderasi peran Fear of Missing Out terhadap Conformity Consumption Behavior.
HUBUNGAN LONELINESS DENGAN CELEBRITY WORSHIP PADA REMAJA PENGGUNA FAN ACCOUNT BTS DI TWITTER Dhiva Yuniarti; Agustina -
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 6 No. 2 (2022): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v6i2.18717.2022

Abstract

Hadirnya fenomena K-Pop membuat budayanya semakin dikenal masyarakat salah satunya adalah perkembangan musik K-Pop. Tidak heran beberapa masyarakat yang menyukai kehadiran mereka bahkan menjadi penggemarnya. Penelitian ini akan mengkaji hubungan loneliness dengan celebrity worship pada remaja pengguna fan account BTS di twitter. BTS merupakan salah satu boygroup yang menduduki posisi pertama sejak tahun 2018 – 2021 yang banyak diperbincangkan oleh penggemar di media sosial twitter. Melalui media sosial, para penggemar sering melakukan perilaku pemujaan selebriti (celebrity worship) terhadap idolanya. Celebrity worship digambarkan sebagai bentuk perilaku obsesif yang melibatkan hubungan satu arah antara penggemar dengan satu atau lebih idolanya. Banyak faktor yang memengaruhi penggemar untuk membentuk perilaku celebrity worship, dalam penelitian ini adalah kesepian (loneliness). Peneliti ini melibatkan 200 responden yang terdiri dari 193 perempuan dan 7 laki-laki yang memiliki tingkat loneliness dan celebrity worship sedang dan tinggi. Alat ukur yang digunakan adalah UCLA Loneliness Scale (Versi 3) yang diadaptasi oleh Malahayati (2018) dan Celebrity Attitude Scale (CAS) yang diadaptasi oleh Lauwhanda (2020). Analisis menggunakan teknik korelasi pearson, dan diperoleh r(200) = 0.625, p = 0.000 < 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan positif dan signifikan antara loneliness dengan celebrity worship.
ACHIEVEMENT OF MONUMENTALITY INDICATORS AND PREFERENCES OF TWO GENERATIONS GROUPS ON HISTORICAL MONUMENTS IN JAKARTA Aghastya Wiyoso; Wegig Murwonugroho; Deddy Wahjudi
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 6 No. 2 (2022): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v6i2.18879.2022

Abstract

ABSTRACT Monumentality is the quality of buildings and monuments, the achievements of which help shape the identity of the place they exist. As a landmark, the object is indicated monumental through several potentials it has. One historical monument in Jakarta, the National Monument (Monas), which have an important historical record in the development of Jakarta City during the Soekarno’s era and has survived to this day, is significant to study how to fulfill their monumentality indicators not only to strengthen and build public perception of their monumental achievements but also to support strategic plans that can be carried out in the future. The research applies a combined method; qualitative and quantitative approaches. Qualitative research was carried out with theoretical testing regarding the fulfillment of the old and new monumentality indicators on this monument, strengthened through interviews with experts. Quantitative research was conducted to measure the preferences of respondents who were categorized as millennial and pre-millennial groups towards the object of research based on their recall potential or memorability. The potential for remembrance was chosen because it is the perennial essence of monumentality. The results of the study show that the achievement of indicators of monumentality and respondent's preference for the research object, the highest is occupied by Monas, surpasses the achievements of other monuments within the same category and is also well recognized by the Millenials, not much different from the older generation (pre millenial).   There are several points of monumentality indicators that have not been met, especially from the new paradigm, but looking at the facts of the overall achievements of Monas, it can be affirmed that the indications of devaluation of monuments that fail to respond to the needs of their time and society are not proven.       
PENERAPAN PENDIDIKAN MULTIKULTURAL DI SEKOLAH DASAR BERBASIS AGAMA ISLAM, KATOLIK, DAN BUDDHA Murniati Agustian; Kathlyn Sikha Hilman; Renny Purwansi
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 6 No. 2 (2022): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v6i2.15261.2022

Abstract

Berada dalam atmosfer kemajemukan menjadi kebanggaan tersendiri bagi bangsa Indonesia. Kemajemukan bangsa kita menjadi keunikan yang tidak dimiliki oleh bangsa lain. Namun, keadaan tersebut bagai pedang bermata dua, di satu sisi sangat indah, di sisi lain potensial konflik. Pendidikan multikultural salah satu yang dipandang dapat meminimalkan konflik. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan pelbagai nilai dan pendekatan pendidikan multikultural yang dikembangkan dari sekolah dasar berbasis agama berbeda, yakni SD Islam Permata Hati (Islam), SDN Bendungan Hilir 12 (Islam), SD Tarakanita Gading Serpong (Katolik), SD Santo Fransiskus III (Katolik), SD Atisa Dipamkara (Buddha), SD Cinta Kasih Tzu Chi (Buddha) dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Ada 21 informan yang terdiri atas 3 guru kelas IV SD, 9 guru kelas V SD, dan 9 siswa kelas V SD yang menjadi subjek penelitian. Triangulasi metode dan sumber data dimanfaatkan dalam penelitian sebagai keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sikap multikultural yang dikembangkan mencakup mengenal identitas diri, menghargai diri sendiri, keterbukaan, menghargai perbedaan dalam keberagaman, toleransi, tolong-menolong, keadilan, persaudaraan antarbangsa, humanisme, berprasangka baik, dan cinta Indonesia. Siswa saling terbuka membicarakan identitas mereka, bangga pada identitasnya, menghargai identitas temannya yang berbeda dengan dirinya, baik agama, budaya, gender, pendapat, maupun kehidupan ekonomi. Pendekatan yang diterapkan adalah pendekatan aditif, kontribusi, aksi sosial, transformasi, dan pembiasaan. Sikap kekanak-kanakan siswa, habituasi siswa di rumah, ketidaktersediaan waktu serta kendala guru dalam mengintegrasikan pendidikan multikultural pada pembelajaran menjadi penyebab belum idealnya pelaksanaan pendidikan multikultural.
PERAN PERBANDINGAN SOSIAL TERHADAP KETIDAKPUASAN TUBUH PADA PEREMPUAN PENGGUNA INSTAGRAM Natasha Oktaviana Defanska Darmawan; Agustina Agustina
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 6 No. 2 (2022): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v6i2.19137.2022

Abstract

Instagram merupakan salah satu media sosial yang paling banyak digunakan akhir-akhir ini. Melalui Instagram, para penggunanya dapat mengakses informasi dalam bentuk foto maupun video dari teman, kejadian di lingkungan sekitarnya, dan selebriti yang digemarinya. Berkaitan dengan hal tersebut, Instagram dapat menjadi sarana bagi seorang perempuan untuk melakukan perbandingan sosial. Perbandingan sosial adalah pemikiran yang dimiliki oleh seseorang untuk membandingkan dirinya dengan individu lainnya untuk menetapkan suatu standar yang harus dicapainya. Dengan melakukan perbandingan sosial, hal tersebut akan mendorong seorang perempuan menjadi tidak puas dengan bentuk tubuh yang dimilikinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran perbandingan sosial terhadap ketidakpuasan tubuh pada perempuan yang menggunakan media sosial Instagram. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif yang melibatkan sebanyak 171 partisipan yang berjenis kelamin perempuan, berusia 18 hingga 25 tahun dan merupakan pengguna aktif media sosial Instagram. Alat ukur yang digunakan untuk mengukur perbandingan sosial adalah Iowa-Netherlands Comparison Orientation Scale Measure (INCOM), sementara alat ukur untuk mengukur ketidakpuasan tubuh adalah Multidimensional Body-Self Relations Questionnaire-Appearance Scale (MBSRQ-AS). Berdasarkan uji regresi yang dilakukan diketahui terdapat peran perbandingan sosial terhadap ketidakpuasan tubuh pada perempuan pengguna Instagram R² = .10, F(1, 171) = 19.84, p < .000. Sehingga dapat disimpulkan terdapat peran yang signifikan antara perbandingan sosial terhadap ketidakpuasan tubuh pada perempuan pengguna Instagram.
PERAN AUTONOMY SUPPORTIVE TEACHING TERHADAP MOTIVASI BERPRESTASI SISWA SMP DI JAKARTA Vanessa Stefani; Monika Monika
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 6 No. 2 (2022): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v6i2.19138.2022

Abstract

Motivasi berprestasi bagi siswa sangat penting dalam proses pembelajaran sebagai bentuk kemampuan yang mendorong individu untuk mencapai keberhasilan dan prestasi belajar yang optimal. Motivasi berprestasi dipengaruhi oleh dukungan dari guru atau tenaga pendidik sebagai faktor eksternal. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat peran autonomy supportive teaching terhadap motivasi berprestasi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan 386 siswa SMP Jakarta sebagai partisipan. Data dikumpulkan dengan menyebarkan kuesioner online, Dalam penelitian ini, terdapat dua alat ukur yaitu alat ukur motivasi berprestasi oleh Sarbani dan Subandoro (2018) untuk mengukur motivasi berprestasi dan Learning Climate Questionnaire oleh Salsabila (2012) untuk mengukur autonomy supportive teaching yang dirasakan oleh siswa SMP di Jakarta. Teknik analisis data menggunakan analisis regresi sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peran autonomy supportive teaching terhadap motivasi berprestasi siswa SMP di Jakarta sebesar 16,5%. Semakin tinggi peran autonomy supportive teaching maka dapat meningkatkan motivasi berprestasi siswa SMP di Jakarta.
PERAN SOCIAL COMPARISON TERHADAP KEBAHAGIAAN (STUDI PADA EMERGING ADULTHOOD PENGGUNA INSTAGRAM) Ivana Nethanya Lazuardi; Rita Markus Idulfilastri
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 6 No. 2 (2022): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v6i2.19244.2022

Abstract

Penggunaan media sosial dapat menimbulkan social comparison yang mempunyai efek tidak langsung pada kebahagiaan melalui fitur berbagi gambar di Instagram. Individu mempunyai sifat naluriah yang mendorong terjadinya social comparison sehingga dapat dipahami dengan semakin kuat kecenderungan untuk berubah dikarenakan kedekatan jarak antara individu dengan pembanding dapat menjadi indikator evaluasi yang lebih tepat mengenai pendapat dan kemampuan satu sama lain. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan memahami peran social comparison terhadap kebahagiaan pada emerging adulthood pengguna Instagram. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif non-eksperimental dengan jumlah partisipan sebanyak 731 partisipan yang mempunyai dan menggunakan akun Instagram dan diperoleh dengan menyebarkan kuesioner online. Terdapat dua instrumen, yaitu The PERMA-Profiler Terjemahan oleh Elfida et al. (2021) untuk mengukur variabel kebahagiaan dan 11-item Iowa-Netherlands Comparison Orientation Measure oleh Gibbons dan Buunk (1999) untuk mengukur variabel social comparison yang diolah dengan menggunakan SPSS versi 26.00. Data diolah menggunakan uji regresi sederhana dan hasil penelitian menunjukkan bahwa social comparison tidak memiliki peran terhadap kebahagiaan secara signifikan (R=.049, p>0.05). Social comparison hanya memiliki peran terhadap dimensi engagement dari kebahagiaan (R=.075, p<0.05). Hasil penelitian ini menyarankan adanya edukasi mengenai cara menggunakan Instagram yang dapat mendukung peningkatan kebahagiaan serta penambahan variabel mediator atau moderator untuk menunjang hasil yang signifikan.  

Filter by Year

2017 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 9 No. 3 (2025): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni Vol. 9 No. 2 (2025): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni Vol. 9 No. 1 (2025): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni Vol. 8 No. 3 (2024): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni Vol. 8 No. 2 (2024): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 8 No. 1 (2024): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora , dan Seni Vol. 7 No. 3 (2023): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 7 No. 2 (2023): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 7 No. 1 (2023): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 6 No. 3 (2022): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 6 No. 2 (2022): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 6 No. 1 (2022): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 6, No 1 (2022): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 5, No 2 (2021): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 5, No 1 (2021): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 4, No 2 (2020): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 4, No 1 (2020): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 3, No 2 (2019): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 3, No 1 (2019): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 2, No 2 (2018): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 2, No 1 (2018): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 1, No 2 (2017): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 1, No 1 (2017): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni More Issue