cover
Contact Name
Fransisca Iriani Rosmaladewi
Contact Email
fransiscar@fpsi.untar.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmishs@untar.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
ISSN : 25796348     EISSN : 25796356     DOI : -
Core Subject : Art, Social,
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni (P-ISSN 2579-6348 dan E-ISSN 2579-6356) merupakan jurnal yang menjadi wadah bagi penerbitan artikel-artikel ilmiah hasil penelitian dalam bidang Ilmu Sosial (seperti Ilmu Psikologi dan Ilmu Komunikasi), Humaniora (seperti Ilmu Hukum, Ilmu Budaya, Ilmu Bahasa), dan Seni (seperti Seni Rupa dan Design). Jurnal ilmiah ini diterbitkan oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara. Dalam satu tahun, jurnal ini terbit dalam dua nomor, yaitu pada bulan April dan Oktober.
Arjuna Subject : -
Articles 723 Documents
REPRESENTASI NILAI BODY POSITIVITY PADA AKUN INSTAGRAM XYZ Kautsar, Malika Ilma; Fuady, Ikhsan; A. Wibowo, Kunto
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 6 No. 3 (2022): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v6i3.19195.2022

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah ingin mengetahui bagaimana representasi body positivity pada akun Instagram. Media sosial merupakan kumpulan berbagai aplikasi berbasis internet yang beralaskan pada teknologi web 2.0. Instagram menjadi salah satu tempat dan wadah gerakan body positivity bergerak. Pada akun XYZ dan apakah terdapat hubungan antara nilai citra tubuh positif dengan nilai penampilan tubuh. Body positivity atau kepositifan tubuh adalah gabungan dari citra tubuh positif, kepercayaan diri, dan ditambah dengan penerimaan atas tubuh tersebut tanpa memandang bentuk serta ukuran. Tuntutan masyarakat mengenai standar kecantikan dan penampilan yang meliputi kulit putih, tubuh langsing, semampai, dan sebagainya seringkali menjadi sumber kecemasan serta kekhawatiran seseorang. Hal tersebut membuat banyak individu yang merasakan tidak percaya diri dan merasa dirinya tidak cukup.Dengan keresahan dan kekhawatiran ini muncul lah tren body positivity sebagai respon atas penerimaan atas tubuh dan penampilan tanpa memperhatikan bentuk dan ukurannya. Harapannya adalah meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap penerimaan atas citra tubuh positif setiap individu tanpa ada standar yang tidak realistis. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif analisis isi dengan uji frekuensi dan uji pearson correlation menggunakan aplikasi SPSS. Populasi penelitian ini adalah postingan pada Instagram XYZ dengan total sampel sebanyak 139 postingan dalam jangka waktu tertentu.
PERAN SELF-ESTEEM TERHADAP PERILAKU KONSUMTIF DENGAN KONFORMITAS SEBAGAI MEDIATOR PADA DEWASA AWAL PENGGUNA E-COMMERCE Wijaya, Rysnawaty; Kurniawati, Meike; ninawati, ninawati
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 6 No. 3 (2022): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v6i3.19231.2022

Abstract

Clothing can affect the level of self-confidence and self-esteem of individuals. This affects individual buying behavior, such as buying clothes and accessories to keep up with the latest fashion trends or it called consumptive behavior. Today's buying activities can be done easily, quickly, and anywhere through e-commerce. Trends that exist around individuals spread through several social groups. The existence of social groups also influence individuals in their behavior to adjust and want to be the same as them or also called conformity. Therefore, this study aims to determine the role of self-esteem on consumptive behavior with conformity as a mediator in early adult e-commerce during the COVID-19 pandemic. The study had 235 research participants ranging in age from 18 to 28 years, domiciled in Jakarta, Bogor, Depok and Tangerang (Jabodetabek), and shopped using e-commerce applications within the last 3 months. Based on the results of the regression analysis of conformity, self-esteem and consumptive behavior, the results obtained are F value (2, 234) = 105,609, p = 0.000, R2 = 0.477 the results indicate that their is a significant role for conformity and self-esteem together by 47.7% towards consumptive behavior in early adulthood. Based on the results of the analysis of the role of conformity as a mediator, the results of the indirect effect of self-esteem on consumer behavior = 0.2622, BootLLCI = 0.2325, BootULCI = 0.3556, direct effects = .0805, LLCI = -.0154, ULCI = 0.1764. The results show that self-esteem affects consumptive behavior in early adulthood because it increases conformity.
PERAN KEPRIBADIAN NEUROTICISM TERHADAP SIKAP BERMAIN GAME PADA MAHASISWA PEMAIN GAME BATTLE ROYALE X Ronaldo, Ezra Jonathan; Idulfilastri, Rita Markus
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 6 No. 3 (2022): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v6i3.19356.2022

Abstract

Battle royale merupakan jenis game yang memadukan unsur menyusun taktik dan bertahan hidup supaya bisa melawan sejumlah musuh hingga akhir dan menjadi pemenang. Banyak fenomena yang terjadi khususnya di Indonesia yang menyebutkan bahwa terjadi berbagai kejadian merugikan yang disebabkan karena bermain game. Berbagai fenomena tersebut memberikan dampak yang negatif dan cenderung menjurus pada kepribadian neuroticism. Neuroticism menunjukkan bagaimana perasaan seseorang dan bagaimana mereka menyesuaikan diri dengan situasi emosional yang berbeda. Neuroticism biasanya di konseptualisasikan sebagai kecenderungan umum untuk merasakan emosi negatif. Mengingat semakin banyaknya kejadian yang merugikan orang lain yang disebabkan oleh bermain game, maka penelitian ini penting untuk dilakukan, apakah ada peran kepribadian neuroticism terhadap sikap bermain game pada pemain Game Battle Royale X. Penelitian ini melibatkan 97 partisipan yaitu Mahasiswa pemain game battle royale x di Jakarta yang terdiri dari 44 laki-laki dan 53 perempuan. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah Big Five-Factor Model dan Attitude Toward Video Game. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif non eksperimen dan menggunakan Teknik survei. Teknik analisa yang digunakan adalah regresi linear sederhana dengan melakukan uji asumsi klasik terlebih dahulu. Hasil uji korelasi antara dua variabel menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang tidak signifikan antara neuroticism dan pemain game battle royale x. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa semakin tinggi neuroticism seseorang, semakin tinggi juga nilai attitude toward video game pemain game battle royale x. Battle royale is known as a game that combines tactics and survival in order to fight against enemies to the final stage and become the winner. In numerous cases, specifically in Indonesia, reported that various adverse events were caused by playing games. This phenomenon left negative impacts as well as resulting in neurotic personality, which shows how people feel and adjust in different emotional situations. Neuroticism is commonly conceptualized as a general tendency to feel negative emotions. Considering the growing number of incidents due to harm caused by playing games, it is necessary for this research to be conducted in order to break down the role of neuroticism personality on Battle Royale X players. This research involves 97 participants, who are university students, consisting of 44 males and 53 females. The measuring instruments used in the research are Big Five-Factor Model and Attitude Toward Video Game. This research also uses non-experimental qualitative and survey as its research method, followed by simple linear regression through classical assumption test as the analysis technique. The correlative test result shows that there were positive yet insignificant relations between neuroticism and Battle Royale X players in both variables. Thus, it can be said that the higher a person’s neuroticism, the higher the attitude toward video game in Battle Royale X players.
GAMBARAN ATTITUDES AND OPINIONS DISCLOSURE PADA MANAJEMEN KONFLIK PASANGAN DEWASA MUDA Prabandari, Darlyss Chatarina Elsa; Suryadi, Denrich
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 6 No. 3 (2022): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v6i3.19431.2022

Abstract

Salah satu tugas perkembangan pada masa dewasa muda yakni menjalin hubungan romantis dengan lawan jenis. Pada dasarnya, hubungan berpacaran merupakan bentuk penjajagan dari hubungan intim, yang melalui relasi tersebut harapannya kedua individu mampu untuk belajar saling mengenal dan memahami lebih dalam satu sama lain. Namun, adanya perbedaan atau pertentangan pola pikir, sikap dan sudut pandang tertentu dapat menyebabkan konflik relasional. Self-dislcosure dalam teori penetrasi sosial berguna untuk memahami kualitas dan meningkatkan keterhubungan serta dukungan sosial yang lebih baik, melalui salah satu aspek yang mendasari perbedaan individu yakni keterbukaan pada sikap dan pandangan personal. Meskipun konflik dalam hubungan dapat menyebabkan munculnya pengaruh negatif bagi individu maupun keberlangsungan hubungan, konflik juga dapat memberikan evaluasi yang lebih baik dari suatu relasi romantis yang dimaksudkan untuk menciptakan strategi manajemen konflik melalui komunikasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif fenomenologi melalui wawancara mendalam terhadap tiga pasangan pria dan wanita dalam rentang usia dewasa muda 19-40 tahun yang telah menjalin hubungan romantis minimal selama satu tahun. Penelitian ini menemukan bahwa keterbukaan diri dalam hal sikap dan pandangan personal berpengaruh positif dalam rangka memediasi manajemen konflik dengan pasangannya. Saat mengekspresikan dirinya selama konflik, adanya determinasi sosial dan peran gender turut mempengaruhi bagaimana individu berperilaku. Para subyek menunjukkan adanya beragam gaya manajemen konflik dengan jenis compromising style, integrating style, obligin style, dominating style, dan avoiding style.
HUBUNGAN CAREER SELF-EFFICACY DAN KESIAPAN KERJA PADA MAHASISWA TINGKAT AKHIR DI MASA PANDEMI COVID-19 Sitio, Devita Rona Saragi; Roswiyani, Roswiyani
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 6 No. 3 (2022): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v6i3.19439.2022

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara career self-efficacy dengan kesiapan kerja pada mahasiswa tingkat akhir di masa pandemi COVID-19). Dengan menggunakan metode penelitian kuantitatif dan desain penelitian korelasional, penelitian ini melibatkan mahasiswa tingkat akhir yang sedang menyusun skripsi dengan rentang usia dari 20 sampai 25 tahun sebanyak 365 partisipan (170 mahasiswa laki-laki dan 195 mahasiswa perempuan). Alat ukur yang digunakan untuk mengukur career self-efficacy adalah Career Decision-Making Self-efficacy Scale Short Form (CDMSE-SF; Betz, Klein, & Taylor, 1996; Ramadini, 2021) dan alat ukur kesiapan Kerja (Caballero et al., 2011; Permata, 2022). Berdasarkan analisis dengan teknik korelasi Spearman Rho diperoleh hasil bahwa terdapat hubungan antara career self-efficacy dengan kesiapan kerja pada mahasiswa tingkat akhir di masa Pandemi COVID-19), dengan nilai r (365) = 0.53, p = .00 < 0.05. Hal ini menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki career self-efficacy yang tinggi maka mahasiswa memiliki kesiapan untuk bekerja yang tinggi. Adanya kesiapan kerja yang tinggi dapat menekan angka pengangguran
PERILAKU CELEBRITY WORSHIP DAN PSYCHOLOGICAL WELL-BEING PADA REMAJA PENGGEMAR NCT DI MASA PANDEMI Kusumawardani, Vina; Agustina
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 6 No. 3 (2022): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v6i3.19442.2022

Abstract

Dalam situasi pandemi COVID-19 berkembang Budaya Korea salah satunya pada musik K-Pop. Berkembangnya K-Pop yang diikuti juga bertambahnya penggemar dapat terdapat beberapa penggemar yang berlebihan dalam menunjukkan rasa kagum dan sikap fanatik terhadap idolanya. Hal ini dapat diartikan sebagai celebrity worship yang merupakan bentuk pemujaan kepada selebriti dalam upaya pembentukan identitas dan rasa pemenuhan diri individu (Maltby et al., 2006). Perilaku celebrity worship dapat menyebabkan psychological well-being menjadi rendah, begitupun juga sebaliknya psychological well-being yang rendah dapat menyebabkan individu melakukan perilaku celebrity worship (Maltby et al., dalam Zahra & Wulandari, 2021). Psychological well-being memiliki arti sebagai keadaan psikologis ketika individu dapat menerima kekuatan dan kelemahan yang ada pada dirinya, memiliki tujuan dan nilai hidup, dapat mengembangkan hubungan yang positif dengan orang lain, mandiri, mampu mengendalikan lingkungan dan bertumbuh secara personal (Ryff, 1989 dalam Eva & Bisri, 2018). Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui adakah hubungan antara celebrity worship dengan psychological well-being pada remaja penggemar boygroup NCT selama masa pandemi ini. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif korelasional dengan pendekatan kuantitatif. Partisipan dalam penelitian ini merupakan para remaja yang merupakan penggemar NCT, usia 12-22 tahun yang dipilih secara random dengan menggunakan purposive sampling. Setelah dilakukannya penelitian diperoleh hasil penelitian yang menunjukkan adanya hubungan antara celebrity worship dengan psychological well-being dengan nilai p < 0.05.
GAMBARAN STRATEGI COPING PADA MAHASISWA YANG MENGALAMI ACADEMIC BURNOUT DI MASA PANDEMI Vidyputri, Yolanda Xania; Zefanya, Natasha; Hestyanti, Yohana Ratrin
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 7 No. 1 (2023): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v7i1.20480.2022

Abstract

Perkuliahan daring di masa pandemi COVID-19 merupakan fenomena baru di kalangan mahasiswa yang menimbulkan dampak positif maupun negatif. Bila dampak negatif perkuliahan daring tidak diatasi dengan baik, akan menimbulkan academic burnout yang mempengaruhi kesejahteraan maupun prestasi akademis. Strategi coping yang efektif dapat membantu mengatasi sumber academic burnout. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran strategi coping mahasiswa yang mengalami academic burnout serta efektivitasnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif fenomenologi. Pemilihan partisipan melalui screening menggunakan Maslach Burnout Inventory-Student Survey (MBISS) untuk mendapatkan partisipan yang memiliki tingkat academic burnout sedang hingga tinggi. Dari 17 partisipan yang mengisi MBISS, diperoleh lima partisipan yang sesuai kriteria dan bersedia terlibat. Peneliti mewawancarai partisipan secara daring. Kredibilitas penelitian diperkuat dengan member checking. Hasil penelitian menunjukan bahwa partisipan mengalami academic burnout dari perkuliahan daring karena kesulitan memahami materi perkuliahan, banyaknya tugas yang diterima, serta permasalahan dalam kelompok yang akhirnya membuat mahasiswa tertekan dan terbebani. Sejumlah strategi coping yang dilakukan dan membantu partisipan antara lain melakukan active coping dan mencari dukungan dalam memecahkan masalah. Strategi coping yang cukup sering dilakukan partisipan masuk ke dalam kategori dysfunctional yaitu self-distraction karena kemampuannya untuk mengurangi rasa lelah dan meningkatkan semangat. Penggunaan self-distraction secara berlebihan dapat menimbulkan masalah yang menyumbang pada academic burnout. Strategi coping lain yang cukup sering dilakukan oleh mahasiswa, terkadang dianggap membantu namun juga dapat menekan dan membuat lelah adalah acceptance yang masuk dalam kategori emotion-focused coping. Penelitian merekomendasikan pentingnya menemukan strategi coping yang efektif dan adaptif dalam menyikapi berbagai situasi dan perubahan selama pandemi, serta menyadari pola kebiasaan coping yang mengarah pada situasi kurang menguntungkan bagi mahasiswa sehingga perlu dikurangi.
INSTAGRAM: KONSTRUKSI IDENTITAS BUDAYA VIRTUAL MELALUI UNGGAHAN FOTO PARA INFLUENCER INDONESIA Maria Febiana Christanti; Intan Putri Cahyani
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 6 No. 1 (2022): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v6i1.9620.2022

Abstract

ABSTRAKInstagram bukan sekedar media pertukaran pesan melalui foto atau gambar. Instagram memiliki peran penting sebagai media pengungkap identitas budaya individu dalan ruang virtual. Influencer sebagai pengguna aktif Instagram dengan banyak pengikut mengalami proses ini, karena realitas diri yang nyata terpisah dalam ruang virtual yang kemudian membentuk idenitas budaya baru. Konsep komunikasi antar budaya dan media baru digunakan sebagai perspektif dalam proses menganalisa temuan data. Penelitian ini menggunakan paradigma konstruktivis dengan pendekatan kualitatif. Peneliti menggunakan metode netnografi dengan mengobservasi unggahan foto lima influencer instagram populer  Indonesia. Hasil penelitian ini terungkap realitas bahwa terdapat tiga identitas budaya virtual yang dikonstruksi oleh para influencer antara lain a) kelas sosial ekonomi, (b) agama dan (c) keluarga. Rekomendasi bagi peneliti yang tertarik tentang studi identitas budaya virtual yaitu dapat memperkaya kedalaman data dengan melakukan penelitian para influencer  di medium YouTube.   ABSTRACTInstagram not only as a medium for deliver messages through photos or pictures but also as a medium that construct cultural identity in a virtual space. Influencers as an active Instagram user with a large number of followers do this process, because of the real reality of themselves is separated in a virtual space that construct a new cultural identity. The concept of intercultural communication and new media is used as a perspective in the analysis process. This study used a constructivist paradigm with a qualitative approach. Researchers used the netnographic method by observing photo uploads of five popular Indonesian Instagram influencers. The results of this study reveal the reality that there are three virtual cultural identities of the influencers:  a) socio-economic class, (b) religion and (c) family. Other researchers can enrich this study by doing research to YouTube influencers. 
HUBUNGAN KEPUASAN KERJA DENGAN INTENSI KELUAR KERJA (STUDI META-ANALISIS) Jessica Jessica; P. Tommy Y. S. Suyasa
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 6 No. 1 (2022): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v6i1.9990.2022

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kepuasan kerja dan intensi keluar kerja. Penelitian ini dilakukan dengan metode meta-analisis. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini berupa artikel penelitian diambil dari website resmi APA, PsycINFO. Sebanyak 22 artikel berhasil dikumpulkan sebagai data penelitian dan dari artikel tersebut didapatkan 33 studi. Dari analisis data dapat disimpulkan bahwa kepuasan kerja dan intensi keluar kerja memiliki hubungan negatif. Hal tersebut menjelaskan bahwa semakin tinggi kepuasan kerja yang didapatkan karyawan, maka tingkat intensi keluar kerja akan menjadi semakin rendah. Berlaku juga hal sebaliknya, jika kepuasan kerja rendah, maka intensi keluar kerja yang terjadi akan semakin tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesimpulan dari keseluruhan artikel yang digunakan menyatakan bahwa kepuasan kerja masih berperan cukup besar dalam memprediksi intensi keluar kerja.
PENGARUH ADAPTIVE SELLING BEHAVIOR (ASB) SEBAGAI MEDIATOR ANTARA KOMUNIKASI ORGANISASI DAN KINERJA PENJUALAN DI PT X Widya Melati Pandam Mandansari; Rostiana Rostiana; Rita Markus Idulfilastri
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 6 No. 1 (2022): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v6i1.10087.2022

Abstract

This research has a propose to examine the effect of organizational communication on sales performance through Adaptive Selling Behavior (ASB) as a mediator variable. Adaptive Selling Behavior (ASB) is a change in sales behavior through interactions with customers based on perceptual information about the nature of the sales situation. ASB helps sales staff to adopt marketing strategies and tailor their messages to suit customer needs and preferences. ASB can be used as a determinant of sales performance. One of the organizational factors that influence adaptive selling (ASB) is management style. In terms of the management style in communication, successful ASB will require understanding and collaboration between superiors and sales staff. Information in precise and accurate communication can improve sales performance. This research used a purposive sampling method of 83 sales staff participants. Based on the results of data analysis using the Hayes bootstrapping method or commonly called the PROCESS. The results showed that ASB acts as a mediator between organizational communication and performance, and produces a total effect value of p = 0.0071 (p <0.05) and can be stated as significan, and it was found that Adaptive Selling Behavior (ASB) has a role as a mediator variable in organizational communication on sales performance. 

Filter by Year

2017 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 9 No. 3 (2025): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni Vol. 9 No. 2 (2025): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni Vol. 9 No. 1 (2025): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni Vol. 8 No. 3 (2024): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni Vol. 8 No. 2 (2024): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 8 No. 1 (2024): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora , dan Seni Vol. 7 No. 3 (2023): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 7 No. 2 (2023): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 7 No. 1 (2023): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 6 No. 3 (2022): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 6 No. 2 (2022): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 6 No. 1 (2022): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 6, No 1 (2022): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 5, No 2 (2021): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 5, No 1 (2021): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 4, No 2 (2020): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 4, No 1 (2020): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 3, No 2 (2019): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 3, No 1 (2019): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 2, No 2 (2018): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 2, No 1 (2018): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 1, No 2 (2017): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 1, No 1 (2017): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni More Issue