cover
Contact Name
Nafiah Solikhah
Contact Email
nafiahs@ft.untar.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmstkik@untar.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
ISSN : 25796402     EISSN : 25796410     DOI : -
Jurnal ini memuat artikel ilmiah dalam bidang Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan. Setiap artikel yang dimuat telah melalui proses review. Jurnal Muara diterbitkan dalam rangka mendukung upaya pemerintah Republik Indonesia, khususnya Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi untuk meningkatkan jumlah publikasi ilmiah di tingkat Nasional. Jurnal Muara ini juga dapat menjadi wadah publikasi bagi para mahasiswa (S1, S2 maupun S3) dan dosen di lingkungan perguruan tinggi. Jurnal ini dikelola oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat - Universitas Tarumanagara (DPPM - UNTAR).
Arjuna Subject : -
Articles 373 Documents
POTENSI KEHANCURAN TANAH LANAU KELEMPUNGAN YANG DIPADATKAN DI LABORATORIUM DENGAN KANDUNGAN LEMPUNG YANG BERBEDA Prihatiningsih, Aniek; Susilo, Alfred Jonathan; Sentosa, Gregorius Sandjaja
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 3, No 1 (2019): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmstkik.v3i1.3576

Abstract

Kehancuran tanah mendadak (Collapsible soil) adalah tanah yang mengalami penyusutan volume secara ekstrim dan mendadak. Peremeter yang menggambarkan kehancuran mendadak dilihat dari nilai Cp (potensi collapse), semakin meningkat nilai Cp maka tingkat kesulitannya akan semakin besar. Pemadatan tanah yang dilakukan dalam kondisi lebih kering daripada kadar air optimum cenderung dapat terjadi kehancuran mendadak (collapsible soil). Tanah yang mengandung lempung yang lebih banyak telah diuji pemadatan di laboratorium pada kondisi lebih kering daripada kadar air optimum (95% lebih kering dari kadar air optimum) untuk mengetahui potensi kehancuran mendadak. Tanah yang dipadatkan tersebut diuji pada alat konsolidasi dengan kondisi awal tanpa direndam pada tegangan prakonsolidasi, kemudian contoh tanah direndam 24 jam dengan kondisi diberi tegangan tetap pada tegangan prakonsolidasi. Tanah yang mengandung lempung lebih banyak akan memperlihatkan potensi kehancuran mendadak yang lebih rendah dibandingkan tanah yang mengandung lempung lebih sedikit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi kehancuran mendadak pada tanah dengan kandungan lempung yang berbeda. Contoh tanah yang di teliti diambil dari Sidrap-Sulawesi Selatan dan Citra-Banten. Penelitian dilakukan di laboratorium makanika tanah universitas Tarumanagara. Hasil pengujian karakteristik tanah menunjukkan tanah Sidrap-Sulawesi dan tanah Citra-Banten dengan menggunakan AASHTO (American Association of State Highway and Transportation Officials) keduanya tergolong dalam jenis yang sama yaitu A-7-5. Dari hasil pengujian kandungan lempung untuk tanah Sidrap-Sulawesi sebesar 17.42% dan Citra-Banten sebesar 10.53%. Tanah Citra-Banten memiliki kandungan lempung lebih sedikit memperlihatkan potensi kehancuran mendadak yang lebih rendah.   Sudden destruction of land (Collapsible soil) is land that experiences extreme and sudden volume depreciation. Peremeter which illustrates the sudden collapse seen from the value of Cp (potential collapse), the more the value of Cp, the greater the difficulty level. Soil compaction carried out in conditions drier than the optimum moisture content tends to occur sudden destruction (collapsible soil). Soil containing more clay has been tested compaction in a laboratory at drier conditions than the optimum moisture content (95% drier than the optimum water content) to determine the potential for sudden destruction. The compacted soil is tested on a consolidation tool with initial conditions without being immersed at the preconsolidation stress, then the soil sample is soaked for 24 hours with a constant stressed condition at the preconsolidation voltage. Soils containing more clay will show a lower potential for sudden destruction than soils containing less clay. The purpose of this study is to determine the potential for sudden destruction on soils with different clay contents. Examples of examined soil were taken from Sidrap-South Sulawesi and Citra-Banten. The study was conducted at the Tarumanagara University soil food laboratory. The results of the soil characteristics test show that Sidrap-Sulawesi and Citra-Banten soils using AASHTO (American Association of State Highway and Transportation Officials) are both classified in the same type, A-7-5. From the test results the clay content for Sidrap-Sulawesi was 17.42% and Citra-Banten was 10.53%. Citra-Banten soil has less clay content showing a lower potential for sudden destruction.
STUDI RISIKO DAN BIAYA PADA TAHAP PERENCANAAN PROYEK KONSTRUKSI BANGUNAN INDUSTRI MIGAS (STUDI KASUS: PROYEK X) Mathawi, Mathawi; Johan, Johny
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 3, No 1 (2019): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmstkik.v3i1.2813

Abstract

Industri konstruksi untuk bangunan industri khususnya industri MIGAS sangat rentan terhadap risiko ketidakpastian karena sifat bisnisnya dari penilaian investasi awal proyek sampai dengan penyelesaian fisik diakhir proyek. Dan juga sangat rentan terhadap bahaya jika tidak ada langkah langkah yang tepat dan tindakan pencegahan yang diambil, terutama dalam mengelola risiko dan ketidakpastian. Manajemen risiko memastikan bawah risiko dapat diidentifikasi, diperiksa dan dimitigasi dimana para stakeholder sebagai kunci dalam setiap pengambilan keputusan. Penerapan manajemen risiko dalam suatu proyek sangat diperlukan agar tingkat keberhasilannya tinggi dan menghasilkan keuntungan yang tinggi pada tim proyek. Pada penelitian ini dilakukan studi risiko dan biaya dengan mengidentifikasi, mengevaluasi terhadap laporan HAZOP studi terhadap dampak biaya. Analisis risiko dan biaya dievaluasi  dengan menggunakan  metode simulasi Monte Carlo dengan bantuan perangkat lunak Crystall Ball Versi 11.1.2.3 untuk menentukan konsekuensi risiko dan biaya apa saja yang paling signifikan dalam suatu sistim pada instalasi produksi dan kelayakan suatu proyek untuk dapat dilanjutkan pada tahap konstruksi. Studi Risiko dan biaya pada tahap FEED (perencanaan awal) dengan mengevaluasi laporan HAZOP dilakukan dengan teknik probabilitas menggunakan bantuan software crystal ball Ver.11.1. Dari hasil simulasi pada tingkat keyakinan 90% diperoleh nilai rentang risiko yang masuk dalam kategori Low (rendah) berdasarkan spesifikasi ring rangking dari pihak OWNER. Sedangkan estimasi biaya proyek berdasarkan standar AACE pada tingkat keyakinan 90% masih berada dalam pada rentang nilai biaya tersebut. The construction industry for industrial buildings, especially the Oil and Gas industry, is very vulnerable to the risk of uncertainty because of the nature of its business from the initial investment appraisal of the project to the physical completion at the end of the project. And it is also very vulnerable to danger if there are no appropriate steps and precautions taken, especially in managing risks and uncertainties. Risk management ensures that risks can be identified, examined and mitigated by which stakeholders are key in every decision making. The application of risk management in a project is very necessary so that the success rate is high and produces high profits on the project team. In this research, a risk and cost study is carried out by identifying, evaluating the HAZOP study report on the impact of costs. Risk and cost analysis is evaluated using the Monte Carlo simulation method with the help of the Crystall Ball software Version 11.1.2.3 to determine the consequences of the most significant risks and costs in a system at a production plant and the feasibility of a project to proceed at the construction stage. Risk and cost studies at the FEED (initial planning) stage by evaluating the HAZOP report were carried out using probability techniques using the help of crystal ball software Ver.11.1. From the simulation results at a 90% confidence level, the risk range values are included in the Low category based on the ring rank specifications of the OWNER. While the estimated project costs based on AACE standards at a 90% confidence level are still within the range of these cost values.
Kata Pengantar Volume 3, Nomor 1, April 2019 UNTAR, DPPM
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 3, No 1 (2019): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kata Pengantar Volume 3, Nomor 1, April 2019
PENYAKIT IBU TERHADAP KEJADIAN ABORTUS IMMINENS DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KOTA PADANGSIDIMPUAN Rangkuti, Layla Fadhilah; Sanusi, Sri Rahyu; Lutan, Delfi
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 3, No 1 (2019): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmstkik.v3i1.1793

Abstract

Abortus imminens adalah abortus tingkat permulaan dan merupakan ancaman terjadinya abortus, ditandai dengan perdarahan pervaginam, ostium uteri masih tertutup dan hasil konsepsi masih baik dalam kandungan. Rata-rata terjadi 114 kasus abortus per jam. Sebagian besar studi menyatakan kejadian abortus antara 15-20 % dari semua kehamilan. Kalau dikaji lebih jauh kejadian abortus sebenarnya bisa mendekati 50%. Komplikasi abortus imminens berupa perdarahan atau infeksi yang dapat menyebabkan kematian. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis Hubungan Penyakit Ibu Dengan Kejadian Abortus Imminens di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Padangsidimpuan. Jenis penelitian ini bersifat studi analitik observasional dengan desain penelitian case control. Pengumpulan data dilakukan dengan melihat status rekam medik pasien yang mengalami abortus imminens. Sampel kasus dan kontrol dalam penelitian ini berjumlah 100 dengan kriteria inklusi dan ekslusi yang telah ditetapkan. Metode analisis data yang digunakan meliputi analisis univariat dan analisis bivariat dengan chi-square. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh penyakit ibu (p = 0,0001) OR = 26,0 (95% CI 8,79 – 76,8) dengan kejadian abortus imminens. Disimpulkan bahwa ibu hamil yang memiliki penyakit mempunyai risiko 26 kali akan menderita abortus imminens dibandingkan dengan ibu hamil yang tidak memiliki penyakit. Imminent abortion is an initial abortion and is a threat to abortion, characterized by vaginal bleeding, uterine ostium is still closed and the conception is still good in the womb. An average of 114 cases occur abortion per hour. Most studies state the incidence of abortion between 15-20% of all pregnancies. If examined further the actual incidence of abortion can be close to 50%. Complications of imminent abortion in the form of bleeding or infection that can cause death. The purpose of this study was to analyze the Relationship between Mother's Disease and the Imminent Abortion in the Regional General Hospital of Padangsidimpuan. This type of research is observational analytic study with case control research design. Data collection was carried out by looking at the medical record status of patients experiencing abortion imminens. Case and control samples in this study were 100 with inclusion and exclusion criteria that have been set. Data analysis methods used include univariate analysis and bivariate analysis with chi-square. Based on the results of the study showed there is an influence of maternal disease (p = 0.0001) OR = 26.0 (95% CI 8.79 - 76.8) with the incidence of imminent abortion. It was concluded that pregnant women who have the disease have a risk of 26 times will suffer from abortion imminens compared with pregnant women who do not have the disease.
PENERAPAN ANALISIS VALUE ENGINEERING DENGAN TEORI TRIZ PADA SUBSTRUCTURE PROYEK X Steven, Steven; Johan, Johny
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 3, No 1 (2019): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmstkik.v3i1.2773

Abstract

Kesuksesan suatu proyek merupakan hal yang ingin dicapai oleh seluruh pihak yang terlibat di dalamnya. Inefisiensi struktur yang terdapat dalam suatu proyek dapat menghalangi pencapaian kesuksesan yang diharapkan dalam suatu proyek. Oleh karena itu, diperlukan suatu teknik yang dapat menanggulangi permasalahan tersebut. Salah satu teknik yang dapat digunakan adalah value engineering. Dalam beberapa studi, telah dilakukan modifikasi pada analisis teknik value engineering. Salah satu modifikasi yang dimaksud adalah dengan menerapkan teknik TRIZ. Penerapan teknik TRIZ dalam analisis value engineering diyakini dapat memberikan kemudahan dalam menemukan solusi dalam permasalahan yang dihadapi. Struktur pondasi suatu proyek high rise building akan dijadikan objek studi. Studi ini bertujuan untuk menemukan sistem pondasi yang dapat diterapkan pada objek studi. Teknik TRIZ yang dilakukan dalam studi ini hanya diterapkan dalam fase kreatif yang terdapat di dalam analisis value engineering. Sistem awal pondasi yang diterapkan dalam objek studi adalah sistem bored pile foundation. Sistem bored pile foundation memiliki total biaya pelaksanaan sebesar Rp 18.719.136.609,24, penurunan rata-rata sebesar 48,24 cm, waktu pelaksanaan selama 92 hari, dan skor penilaian sebesar 122,92. Penerapan teknik TRIZ dalam analisis value engineering memberikan dua buah alternatif, yaitu sistem raft foundation dan raft-pile foundation. Evaluasi yang dilakukan terhadap ketiga sistem yang dianalisis memberikan hasil bahwa sistem raft-pile foundation memberikan hasil yang paling baik dengan total biaya pelaksanaan sebesar Rp 15.910.991.105,30, penurunan rata-rata sebesar 14,17 cm, waktu pelaksanaan selama 87 hari, dan skor penilaian sebesar 144,58. Sistem raft-pile foundation memberikan penghematan biaya sebesar 15% terhadap sistem bored pile foundation.The success of a project is something that all parties involved in it want to achieve. The structure inefficiency found in a project can hinder the achievement of expected success in a project. Therefore, we need a technique that can overcome these problems. One technique that can be used is value engineering. In several studies, modifications have been made to the analysis of value engineering techniques. One modification is meant by applying the TRIZ technique. The application of TRIZ techniques in value engineering analysis is believed to provide convenience in finding solutions to the problems encountered. The foundation structure of a high rise building project will be the object of study. This study aims to find a foundation system that can be applied to the object of study. The TRIZ technique used in this study is only applied in the creative phase contained in the value engineering analysis. The initial foundation system applied in the object of study is the bored pile foundation system. The bored pile foundation system has a total implementation cost of Rp. 18,719,136,609.24, an average reduction of 48.24 cm, an implementation time of 92 days, and an assessment score of 122.92. The application of the TRIZ technique in value engineering analysis provides two alternatives, namely the raft foundation system and the raft-pile foundation. Evaluations conducted on the three systems analyzed give the result that the raft-pile foundation system provides the best results with a total implementation cost of Rp. 15,910,991,105.30, an average decrease of 14.17 cm, an implementation time of 87 days, and assessment score of 144.58. The raft-pile foundation system provides a cost savings of 15% over the bored pile foundation system.
MEMPERKIRAKAN KEDALAM RETAK PADA BETON MENGGUNAKAN GELOMBANG ULTRASONIK Linggasari, Dewi
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 3, No 1 (2019): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmstkik.v3i1.3912

Abstract

Tulisan ini mendiskusikan penggunaan gelombang ultrasonik untuk memperkirakan kedalaman retak terbuka. Teknik yang digunakan sangat berguna dalam pekerjaan di lapangan.  Metode pengukuran menggunakan dua metode acuan  yaitu standard BS 1881 bagian 203 sebagai metode 1 dan manual buku pada alat PUNDIT CNS Electronics sebagai metode ke 2, dengan gambaran persamaan matematika untuk menentukan kedalaman retak terbuka. Gelombang ultrasonik bekerja didasarkan pada pengukuran waktu tempuh gelombang ultrasonik yang menjalar dalam struktur beton. Gelombang ultrasonik disalurkan dari pengirim yang ditempatkan dipermukaan beton melalui material beton menuju penerima dan waktu tempuh gelombang tersebut diukur oleh Read-Out unit  dalam mikro detik. Sejumlah balok uji disiapkan dengan penandaan arah keretakan untuk pengukuran. Hasil pengujian menunjukkan kedua metode yang digunakan untuk mengukur kedalaman keretakan memiliki  kesesuain hasil antar satu terhadap yang lainnya. This paper discusses the use of ultrasonic waves to estimate the depth of open cracks. The technique used is very useful in work in the field. The measurement method uses two reference methods namely standard BS 1881 section 203 as method 1 and the book manual on the PUNDIT CNS Electronics tool as the second method, with an overview of mathematical equations to determine the depth of open cracks. Ultrasonic waves work based on measurements of the travel time of ultrasonic waves that propagate in concrete structures. Ultrasonic waves are transmitted from the sender placed on the concrete surface through concrete material to the receiver and the wave travel time is measured by the Read-Out unit in micro seconds. A number of test beams were prepared by marking the direction of the crack for measurement. The test results show that the two methods used to measure the depth of the crack have the suitability of the results between one another.
HUBUNGAN PARITAS DAN BERAT BAYI LAHIR DENGAN KEJADIAN ASFIKSIA NEONATORUM PADA BAYI BARU LAHIR Vina, El
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 3, No 1 (2019): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmstkik.v3i1.4054

Abstract

Menurut data Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2012 angka kematian bayi sebesar 23 kematian per 1.000 kelahiran hidup dan kematian balita adalah 26 kematian per 1.000 kelahiran hidup. Adapun penyebab kematian bayi baru lahir di Indonesia, salah satunya asfiksia yaitu sebesar 27% yang merupakan penyebab ke-2 kematian bayi baru lahir setelah Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR). Asfiksia neonatorum adalah kegagalan untuk memulai dan melanjutkan pernafasan secara spontan dan teratur pada saat bayi baru lahir atau beberapa saat sesudah lahir. Asfiksia berarti hipoksia yang progresif, penimbunan CO2 dan asidosis. Bila proses ini berlangsung terlalu jauh dapat mengakibatkan kerusakan otak atau kematian pada bayi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan paritas dan berat lahir bayi dengan kejadian asfiksia neonatorum di Rumah Sakit Umum Daerah Bangkinang. Jenis penelitian observasional analitik dengan desain kasus kontrol dengan sampel kasus dan kontrol berjumlah 130 bayi. Dari hasil analisis bivariat dengan menggunakan chi-square didapatkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara paritas dengan p = 0,003 dan berat bayi lahir dengan p= < 0,001 dengan kejadian asfiksia neonatorum. Untuk mencegah terjadinya kejadian asfiksia neonatorum diharapkan ibu hamil selalu memeriksakan kehamilannya (antenatal care) secara teratur dengan  memanfaatkan fasilitas kesehatan yang tersedia untuk mendeteksi adanya kelainan dalam kehamilannya. According to Indonesian Demographic and Health Survey (SDKI) data in 2012 the infant mortality rate is 23 deaths per 1,000 live births and under five deaths is 26 deaths per 1,000 live births. As for the cause of death of newborns in Indonesia, one of which is asphyxia which is equal to 27% which is the second cause of death of newborns after Low Birth Weight Babies (LBW). Asphyxia neonatorum is a failure to start and continue breathing spontaneously and regularly at the time a new baby is born or some time after birth. Asphyxia means progressive hypoxia, CO2 accumulation and acidosis. If this process goes too far can result in brain damage or death in infants. This study aims to determine the relationship of parity and birth weight of infants with the incidence of asphyxia neonatorum in the Bangkinang District General Hospital. This type of observational analytic study was case control design with 130 cases and controls. From the results of bivariate analysis using chi-square found that there is a significant relationship between parity with p = 0.003 and the weight of babies born with p = <0.001 with the incidence of asphyxia neonatorum. ) regularly using available health facilities to detect abnormalities in her pregnancy.
Cover JMSTKIK- Vol 4, No. 1 (APRIL 2020) UNTAR, DPPM
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 4, No 1 (2020): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

2020-JMSTKIK-Cover-APRIL 2020-OJSnf
SISTEM SKORING UNTUK MEMPREDIKSI KEJADIAN HIPERTENSI PADA USIA PRODUKTIF DI KOTA MEDAN (PRELIMINARY STUDY) Firmansyah, Yohanes; Ernawati, Ernawati; Prawiro, Evy Luciana
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 4, No 1 (2020): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmstkik.v4i1.6013

Abstract

Hypertension is a chronic disease that attacks all ages, with  multifactorial cause especially lifestyle. The purpose of this study was to determine risk factors for productive age to predict the likelihood of developing hypertension in the future. Methods used Cross-sectional method was applied to the respondents in several factories and offices in Medan in August 2014, and the independent variables were tested using the chi-square test and then conducted a multivariate follow-up test. As Results, 352 respondents who met the inclusion criteria. there are 118 suffering from hypertension. Multivariate analysis was carried out on gender, nutritional status, salt consumption, fast food consumption, exercise, smoking, alcohol, income, amount of  children, lack of sleep, psychological conditions, consumption of fatty foods, consumption of  foods high in vegetables and fruits, consumption of coffee- soda-tea, chronic disease, routine drug consumption, and contraception pills. The risk factors that can be estimated as predictors of hypertension in the productive age group (backward LR analysis, p-value <0.001 , i.e. salt consumption (p-value <0.001), junk food consumption (p-value 0.001), sleep less than 6 hours (p-value 0.008), vegetable consumption (p-value 0.039), and chronic diseases (p-value 0.006). Conclusion of the study are Five independent variables, salt consumption,  fast food,  vegetables, lack of sleep and chronic diseases that play role independently of hypertension. We recommend that prognostic scoring for hypertension at productive age be used after further testing in the form of validity and reliability.ABSTRAK Hipertensi merupakan penyakit kronis yang menyerang semua usia dengan penyebab  multifaktor, terutama gaya hidup. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor risiko pada usia produktif untuk memprediksi kemungkinan terkena hipertensi dikemudian hari. Metode yang digunakan adalah Potong lintang pada responden di beberapa pabrik dan kantor di Kota Medan periode Agustus 2014, serta variabel bebas diuji dengan uji chi-square lalu dilakukan uji lanjutan multivariat. Hasil Penelitian yaitu 352 responden yang memenuhi kriteria inklusi. terdapat 118 menderita hipertensi. Analisa multivariat dilakukan pada variabel jenis kelamin, status gizi, konsumsi garam, konsumsi makanan cepat saji, olahraga, merokok, alkohol, penghasilan, banyak anak, kurang tidur, kondisi psikologi, konsumsi makanan berlemak, konsumsi makanan tinggi sayur dan buah, konsumsi kopi-teh-soda, penyakit kronis, konsumsi obat rutin, dan pil KB. Faktor risiko yang dapat diperkirakan sebagai alat prediksi kejadian hipertensi pada kelompok usia produktif (analisis secara “Backward LR, p-value < 0.001), yaitu konsumsi garam (p-value <0,001), konsumsi junkfood (p-value 0,001), lama tidur kurang dari 6 jam (p-value 0,008), konsumsi sayur (p-value 0,039), dan penyakit kronis (p-value 0,006). Kesimpulan yang didapatkan yaitu bahwa Lima variabel bebas yaitu konsumsi garam, makanan cepat saji, sayuran, lama tidur kurang dan penyakit kronis berperan secara mandiri terhadap hipertensi.  Kami merekomendasikan skoring prognostik untuk hipertensi pada usia produktif ini digunakan setelah dilakukan uji lanjutan berupa uji kesahihan dan kehandalan.
PERILAKU DINAMIK PELAT PERKERASAN KAKU AKIBAT BEBAN BERGERAK DENGAN KECEPATAN TIDAK KONSTAN Halim, Ridwan; Alisjahbana, Sofia
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 4, No 1 (2020): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmstkik.v4i1.2287

Abstract

Structural hard structures are often found in industrial buildings, especially in road structures. Most of the vehicles that pass on this road are heavy vehicles such as trucks with heavy loads. So, the engineer must design precisely so that this structure can meet the requirements of strength and deflection. The dynamic analysis of rigid pavement in this thesis is modeled as a concrete slab with boundary conditions all the edges of the slab have a semi rigid footing and on top of the soil media with a Pasternak foundation model that has elastic vertical spring support and a continuous sliding layer underneath. Transverse load that crosses the surface of the plate in the form of a dynamic load that has a initial speed and fixed acceleration. The load is modeled as a single axis centered load equivalent to variations in vehicle types such as: Colt Diesel Double (CDD) Los Bak, Colt Diesel Double (CDD) Long Box, and Colt Diesel Double (CDD) Body. In this study, various types of parameters will be analyzed, including the coefficient of the vehicle, the value of the damping ratio (damping ratio), and various supporting soil conditions, namely soft soil, medium soil and hard soil. Solving the plate dynamics problem with semi-rigid conditions using the Modified Bolotin Method (MBM) with the help of two transcendental equations. This dynamic load function solving uses the special properties of the Dirac-delta function. Analysis is carried out when the load is on the plate (0 ≤ t ≤ t0) with the final result obtained is the spectrum response or critical speed of the vehicle and the forces in the form of moments and shear forces. ABSTRAK Struktur perkerasaan kaku banyak dijumpai pada bangunan industrial khususnya pada struktur jalan. Sebagian besar kendaraan yang melintas pada jalan ini adalah kendaraan berat seperti truk dengan beban berat. Jadi, insinyur harus mendesain dengan tepat sehingga struktur ini dapat memenuhi syarat kekuatan maupun lendutan. Analisis dinamik perkerasan kaku dalam tesis ini dimodelkan sebagai pelat beton dengan kondisi batas semua tepi pelat memiliki tumpuan semi rigid dan di atas media tanah dengan model pondasi Pasternak yang memiliki dukungan pegas vertikal elastis dan lapisan geser menerus di bawahnya. Beban transversal yang melintasi permukaan pelat berupa beban dinamik yang memiliki kecepatan awal serta percepatan tetap. Beban dimodelkan sebagai beban terpusat sumbu tunggal ekuivalen dengan variasi jenis kendaraan seperti: Colt Diesel Double (CDD) Los Bak, Colt Diesel Double (CDD) Long Box, dan Colt Diesel Double (CDD) Bak. Dalam penelitian ini juga akan dilakukan analisis berbagai jenis parameter antara lain nilai koefisien kendaraan, nilai ratio redaman (damping ratio), dan berbagai kondisi tanah pendukung yaitu tanah lunak, tanah sedang, dan tanah keras. Penyelesaian masalah dinamika pelat dengan kondisi semi rigid menggunakan Modified Bolotin Method (MBM) dengan bantuan dua persamaan transendental. Pemecahan fungsi beban dinamik ini menggunakan bantuan sifat-sifat khusus fungsi Dirac-delta. Analisis dilakukan ketika beban berada di atas pelat (0 ≤ t ≤ t0) dengan hasil akhir yang didapat adalah respon spektrum atau kecepetan kritis kendaraan serta gaya-gaya dalam berupa momen dan gaya geser.