cover
Contact Name
Nafiah Solikhah
Contact Email
nafiahs@ft.untar.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmstkik@untar.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
ISSN : 25796402     EISSN : 25796410     DOI : -
Jurnal ini memuat artikel ilmiah dalam bidang Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan. Setiap artikel yang dimuat telah melalui proses review. Jurnal Muara diterbitkan dalam rangka mendukung upaya pemerintah Republik Indonesia, khususnya Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi untuk meningkatkan jumlah publikasi ilmiah di tingkat Nasional. Jurnal Muara ini juga dapat menjadi wadah publikasi bagi para mahasiswa (S1, S2 maupun S3) dan dosen di lingkungan perguruan tinggi. Jurnal ini dikelola oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat - Universitas Tarumanagara (DPPM - UNTAR).
Arjuna Subject : -
Articles 373 Documents
MEMPERKIRAKAN PERBANDINGAN KADAR AIR SEMEN PADA BETON KERAS Kushartomo, Widodo; Sutandi, Arianti; Linggasari, Dewi
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 4, No 1 (2020): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmstkik.v4i1.7416

Abstract

Comparison of cement water content (w / c-ratio) is one important factor to determine the strength of concrete, so it is important to know the ratio of the amount of water used in a concrete mix. Many problems that arise related to the quality of concrete in ready-made buildings require an in-depth investigation of the composition of concrete materials in order to estimate the quality of concrete including the ratio of the amount of water to cement. Estimating the ratio of the amount of water to the amount of cement in hard concrete is not an easy matter, there are many factors that influence it. A number of special tests are needed on hard concrete to get the accuracy of the ratio of cement water content (w / c-ratio). A number of test specimens were prepared for testing with known water content and amount of cement. After going through the treatment process for 28 days, at the age of 60 days all test specimens are examined both chemically and volumetricly to recalculate the amount of water and cement that has been used. The calculation results show the technique used has a suitability of 99% to the planning. ABSTRAKPerbandingan kadar air semen (w/c-ratio) merupakan salah satu faktor penting untuk menentukan kekuatan beton, sehingga penting sekali mengetahui perbandingan jumlah air yang digunakan dalam suatu adukan beton. Banyak permasalahan yang muncul terkait mutu beton pada bangunan yang sudah jadi memerlukan penyelidikan     yang mendalam terhadap komposisi material beton tersebut guna memperkirakan mutu beton termasuk didalamnya perbandingan jumlah air terhadap semen. Memperkirakan perbandingan jumlah air terhadap jumlah semen pada beton keras bukan merupakan suatu perkara yang mudah, ada banyak faktor yang mempengaruhinya. Diperlukan sejumlah pengujian khusus pada beton keras untuk mendapatkan akurasi nilai perbandingan kadar air semen (w/c-ratio). Sejumlah benda uji disiapkan untuk pengujian dengan kadar air dan jumlah semen yang telah diketahui. Setelah melalui proses perawatan selama 28 hari, pada umur 60 hari seluruh benda uji diperiksa baik secara kimiawi maupun secara volumetrik untuk menghitung ulang jumlah air dan semen yang telah digunakan. Hasil perhitungan menunjukkan teknik yang digunakan  memiliki kesesuaian sebesar 99% terhadap perencanaan.
CO-PRODUCTION: STUDI TENTANG POLA-POLA PENYEDIAAN RUANG PUBLIK TERPADU RAMAH ANAK DI JAKARTA Ling, Loa Mei; Fahmi, Erwin
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 4, No 1 (2020): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmstkik.v4i1.4999

Abstract

Public space has an important role for the development of city residents. Humans need a place to gather and interact with others. In DKI Jakarta, the reduced width and quality of public spaces, especially green open spaces, presents its own difficulties in creating adequate public space for various age groups and social classes of society. One step to get around this difficulty is to revitalize the function of the park into an interactive community park with a variety of functions called the Child Friendly Integrated Public Space (RPTRA). This program has been running for 4 years. To evaluate this policy, the thesis that forms the basis of this paper evaluates the provision of RPTRA in two regions, namely the Alfa Dahlia RPTRA and the Nias Nias III RPTRA, using the concept of co-production. With this concept, the RPTRA's 'production' process will be understood, the benefits and prospects for its sustainability after the role of regional governments is increasingly limited. This research uses a qualitative approach. Data is mainly collected and analyzed through field observations, interviews, and observations of artifacts, as well as secondary data studies. The research findings show that, despite having different degrees of co-production, the two RPTRA have the prospect of surviving and developing in the future. AbstrakRuang publik memiliki peran penting bagi perkembangan warga kota. Manusia memerlukan tempat berkumpul dan berinteraksi dengan sesama. Di DKI Jakarta, berkurangnya luas dan kualitas ruang publik, khususnya ruang terbuka hijau, memberikan kesulitan tersendiri untuk mewujudkan ruang publik yang memadai bagi berbagai kelompok umur dan kelas sosial masyarakat. Salah satu langkah untuk menyiasati kesulitan ini adalah dengan merevitalisasi fungsi taman menjadi taman komunitas interaktif ragam fungsi yang disebut dengan Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA). Program ini telah berjalan 4 tahun. Untuk mengevaluasi kebijakan ini, tesis yang menjadi dasar makalah ini mengevaluasi penyediaan RPTRA di dua kawasan, yakni RPTRA Alur Dahlia dan RPTRA Kelapa Nias III, menggunakan konsep co-production. Dengan konsep tersebut, hendak dipahami bagaimana proses ‘produksi’ RPTRA tersebut, kemanfaatan dan prospek keberlanjutannya setelah peran pemerintah daerah semakin terbatas.  Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Data terutama dikumpulkan dan dianalisis melalui observasi lapangan, wawancara, dan pengamatan artefak, serta kajian data sekunder. Temuan penelitian menunjukkan bahwa, meskipun memiliki derajat ko-produksi yang berbeda, kedua RPTRA memiliki prospek untuk tetap hidup dan berkembang di masa mendatang.
KAJIAN RASIO STRUKTUR BANGUNAN BERTINGKAT Hariyawaningsih, Ervina; Gondokusumo, Onnyxiforus
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 4, No 1 (2020): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmstkik.v4i1.6717

Abstract

Cost estimation is an activity for estimating costs, resources and risks in order to start and complete a project. Generally, at initial stage, most estimation data is not complete. Therefore, to estimate the quantity of structure we often uses structure ratio. The structure ratio in this research is the ratio of concrete, the ratio of iron and the multiplication between the ratio of concrete with the ratio of iron. Analysis conducted to look for similarity in structure ratio between building functions and between consultans, the influence of the number of floors to the value of structure ratio, find the intervals and average structure ratios, find the effect of earthquake regulations on rising structure ratios and find regression equation for structure ratio. From the analysis results, it is found that the average structure ratios between buildings and between consultans are same. The number of floors affects the value of the iron ratio and multiplication between the ratio of concrete to the ratio of iron. Based on the analysis using the confidence interval estimate, the lower, upper and average limits of the concrete ratio, iron ratio, and multiplication between the ratio of concrete to iron ratio in ≤ 2012 and in> 2012. Changes in earthquake regulations affect the value of the structure ratio, the increase of concrete ratio reaches 8.8%, the iron ratio reaches 19,2% and the multiplication between the ratio of concrete and iron reaches 27,9%. In this research, there is no regression equation was obtained for the concrete ratio, the iron ratio and the multiplication between the ratio of concrete to iron ratio. ABSTRAKEstimasi biaya merupakan sebuah kegiatan untuk memperkirakan biaya, sumber daya dan risiko-risiko agar dapat memulai dan menyelesaikan suatu proyek. Pada tahap awal estimasi, umumnya data yang tersedia belum lengkap. Oleh karena itu, untuk menghitung biaya pekerjaan struktur seringkali menggunakan rasio struktur. Pada penelitian ini rasio struktur yang akan dianalisis adalah rasio beton, rasio besi dan perkalian antara rasio beton dengan rasio besi. Analisis ini dilakukan untuk mencari kesamaan rasio struktur antar fungsi bangunan dan antar konsultan, pengaruh jumlah lantai dengan nilai rasio struktur, mencari interval dan rata-rata rasio struktur, mencari pengaruh peraturan gempa terhadap kenaikan nilai rasio struktur dan mencari persamaan regresi rasio struktur. Dari hasil analisis didapatkan rata-rata rasio struktur antar bangunan dan antar konsultan memiliki nilai yang sama. Jumlah lantai berpengaruh terhadap nilai dari rasio besi dan perkalian antara rasio beton dengan rasio besi. Berdasarkan hasil analisis dengan mengunakan confidence interval estimate diperoleh batas bawah, batas atas dan rata-rata pada rasio beton, rasio besi, dan perkalian antara rasio beton dengan rasio besi pada tahun ≤ 2012 dan tahun > 2012. Adanya perubahan pada peraturan gempa mempengaruhi nilai rasio struktur, yaitu pada rasio beton kenaikan mencapai 8,8%, rasio besi mencapai 19,2% dan perkalian antara rasio beton dan rasio besi mencapai 27,9%. Pada penelitian ini tidak diperoleh persamaan regresi untuk rasio beton, rasio besi dan perkalian antara rasio beton dengan rasio besi.
INDIKATOR KINERJA JALAN LONG SEGMENT DI BANTEN DENGAN ANALISIS ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS Ridwan, Novel; Putranto, Leksmono S.
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 4, No 1 (2020): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmstkik.v4i1.5877

Abstract

The length of National roads in Banten Province along 564 kilometers is spread in several regencies and cities in the Banten region. In managing road implementation, adequate resources are needed so that prompt and appropriate action can be taken to reduce complaints from road users / communities. Implementation of road handling carried out by service providers with a conventional contract system must be done through a procurement process that goes through procedures based on applicable laws and regulations, namely based on Circular Letter of the Director General of Highways No.9 / SE / DB 2015 Implementation of road handling carried out by service providers use the Long Segment System. In the implementation of road handling carried out by service providers with a long segment contract system, service providers must meet the level of road service conditions, so that service providers are able to meet road quality standards. Because road management in Banten Province currently uses the Long Segment System, it is necessary to analyze all aspects of handling the system. This study analyzes these aspects with the AHP (Analytical Hierarchy Process approach based on interviews and questionnaires. Based on the results of the analysis found in long segment work on the highway, the most important aspect to consider is the Drainage Aspect, and the drainage work needs to pay attention to the smooth work all types of channels made in drainage work. sepanjang 564 kilometer tersebar di beberapa kabupaten dan kota di wilayah Banten. Dalam mengelola implementasi jalan, diperlukan sumber daya yang memadai sehingga tindakan yang cepat dan tepat dapat diambil untuk mengurangi keluhan dari pengguna jalan/masyarakat. Implementasi penanganan jalan yang dilakukan oleh penyedia layanan dengan sistem kontrak konvensional harus dilakukan melalui proses pengadaan yang melewati prosedur berdasarkan hukum dan peraturan yang berlaku, yaitu berdasarkan Surat Edaran Direktur Jenderal Bina Marga No.9/SE/DB Tahun 2015 Implementasi penanganan jalan yang dilakukan oleh penyedia layanan menggunakan Sistem Segmen Panjang. Dalam pelaksanaan penanganan jalan yang dilakukan oleh penyedia jasa dengan sistem kontrak segmen panjang, penyedia jasa harus memenuhi tingkat kondisi layanan jalan, ini agar penyedia jasa mampu memenuhi standar kualitas jalan. Karena manajemen jalan di Provinsi Banten saat ini menggunakan Sistem Segmen Panjang, maka perlu analisis segala aspek dalam penanganan sistem tersebut. Penelitian ini menganalisis aspek-aspek ini dengan pendekatan AHP (Analytical Hierarchy Process yang didasarkan dari wawancara dan kuesioner. Berdasarkan hasil analisis ditemukan dalam pekerjaan long segment pada jalan raya, aspek terpenting yang harus diperhatikan adalah Aspek Drainase, dan pada pekerjaan drainase perlu memperhatikan lancaranya pekerjaan semua jenis saluran yang dibuat dalam pekerjaan drainase.
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG PERAWATAN PAYUDARA TERHADAP SIKAP PERAWATAN PAYUDARA SAAT KEHAMILAN DI PUSKESMAS XIII KOTO KAMPAR TAHUN 2018 Elvina, Elvina
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 4, No 1 (2020): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmstkik.v4i1.5887

Abstract

The breast is a female reproductive organ and during lactation will secrete milk. Breast care during pregnancy is an important part that must be considered in preparation for breastfeeding. But the majority of pregnant women do not do breast care because of lack of knowledge in breast care itself. This study aims to determine the relationship of knowledge of pregnant women about breast care to the attitude of breast care during pregnancy at Puskesmas XIII Koto Kampar. Descriptive quantitative research design. The population in this study were all pregnant women who came to XIII Koto Kampar totaling 98 people. The sampling technique in this study uses purposive sampling. Tthe sample in this study were 21 respondents. The results of the study of 21 respondents, knowledge of pregnant women about breast care with good criteria as many as 15 people 71.4%, while the attitude of breast care with good criteria as many as 12 people 57.1%. From the results of the analysis using chi-square found that there is a significant relationship between the knowledge of pregnant women about breast care with breast care attitudes during pregnancy with the results of the chi-square test obtained value ρ <0.05 is 0.003. Suggestions from this study are expected for health workers to be able to provide information early and teach pregnant women about implementing breast care during pregnancy. Keywords: attitude; breast; knowledge ABSTRAK Payudara adalah organ reproduksi wanita dan pada masa laktasi akan mengeluarkan air susu. Perawatan payudara selama kehamilan merupakan bagian penting yang harus diperhatikan sebagai persiapan dalam pemberian air susu ibu. Tetapi sebagian besar ibu hamil tidak melakukan perawatan payudara karena kurangnya pengetahuan dalam perawatan payudara itu sendiri.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu hamil tentang perawatan payudara terhadap sikap perawatan payudara saat kehamilan di Puskesmas XIII Koto Kampar. Desain penelitian Deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil yang datang ke XIII Koto Kampar berjumlah 98 orang.Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan Purposive sampling. Dimana sampel pada penelitian ini sebanyak 21 responden. Hasil penelitian dari 21 responden, pengetahuan ibu hamil tentang perawatan payudara dengan kriteria baik sebanyak 15 orang 71,4%, sedangkan sikap perawatan payudara dengan kriteria baik sebanyak 12 orang 57,1%. Dari hasil analisis dengan menggunakan chi-square didapatkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu hamil tentang perawatan payudara terhadap sikap perawatan payudara saat kehamilan dengan hasil uji chi-square diperoleh nilai ρ< 0,05 yaitu  0,003. Saran dari penelitian ini diharapkan bagi petugas kesehatan agar dapat memberikan informasi lebih dini dan mengajarkan pada ibu hamil tentang pelaksanaan perawatan payudara selama masa kehamilan.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KUNJUNGAN K4 PADA IBU HAMIL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KOTA KUALA SIMPANG KABUPATEN ACEH TAMIANG TAHUN 2019 Nurbaiti, Nurbaiti; Nababan, Donal; Sirait, Asima
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 4, No 1 (2020): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmstkik.v4i1.5492

Abstract

During pregnancy routine monitoring can be done using K1 and K4 coverage. In 2017 K4 coverage was 96.7%. Whereas in 2018, K4 coverage for pregnant women amounted to 356 (68.5%) of the target pregnant women amounted to 519 (100%). From these data it can be seen that in 2018 the coverage of K4 in pregnant women decreased compared to the K4 coverage in 2017. The aim of the study was to determine the relationship of knowledge, parity, family support, availability of pregnancy check-ups, coverage of health services, support of health workers and other factors. most dominant on K4 visits for pregnant women in the Work Area of Kualasimpang City Health Center, Aceh Tamiang Regency. This type of research is analytic with cross-sectional design methods. The population of this study was the third trimester pregnant women who examined their pregnancies in the Work Area of Kualasimpang City Health Center in Aceh Tamiang Regency with a total of 356 samples using a Slovin formula of 78 people. The sampling technique uses accidental sampling technique. From the results of multiple logistic regression tests with a value of value = 0.25, it was found that there was a significant relationship of knowledge (p = 0.000, PR = 0.075), parity (p = 0.001, PR = 15,863), the availability of a pregnancy checkup (p = 0.011, PR = 0.132), range of health services (p = 0.006, PR = 0.112), support (p = 0.007, PR = 0.084), the most dominant variable is parity (p = 0.001; PR = 15,863; 95% CI: 3,221- 78,114) which means that respondents with multigravida parity have a risk of not doing K4 visits 15,863 times greater than primigravida parity. It is expected that pregnant women will be more active and active in conducting K4 visits in order to detect all possibilities that can occur so as to avoid danger during pregnancy or before delivery.ABSTRAKSelama kehamilan dapat dilakukan pemantauan rutin dengan menggunakan cakupan K1 dan K4. Tahun 2017 cakupan K4 berjumlah 96,7%. Sedangkan pada tahun 2018, cakupan K4 pada ibu hamil berjumlah 356 (68,5%) dari sasaran ibu hamil berjumlah 519 (100%). Dari data tersebut dapat diketahui bahwa pada Tahun 2018 cakupan K4 pada ibu hamil menurun dibandingkan dengan cakupan K4 di Tahun 2017.Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan pengetahuan, paritas, dukungan keluarga, ketersediaan alatpemeriksaan kehamilan, jangkauan ketempat pelayanan kesehatan, dukungan petugas kesehatan serta faktor yang paling dominan terhadap kunjungan K4 pada ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Kota Kualasimpang Kabupaten Aceh Tamiang. Jenis penelitian adalah analitik dengan metode rancangan crossectional. Populasi penelitian ini adalah ibu hamil trimester III yang memeriksakan kehamilannya di Wilayah Kerja Puskesmas Kota Kualasimpang Kabupaten Aceh Tamiang berjumlah 356 dengan sampel menggunakan rumus Slovin sebanyak 78 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling. Dari hasil uj iregresi logistic berganda dengan nilaip value = 0.25, diperoleh bahwa ada hubungan yang signifikan pengetahuan (p=0.000, PR=0.075), paritas (p=0.001, PR=15.863), ketersediaan alat pemeriksaan kehamilan (p=0.011, PR=0.132), jangkauan ketempat pelayanan kesehatan (p=0.006, PR=0.112), dukungan (p=0.007, PR=0.084), variabel yang paling dominan adalah paritas (p=0.001; PR=15.863; 95%CI:3.221-78.114)yang berarti bahwa responden dengan Paritas multigravida mempunyai risiko tidak melakukan kunjungan K4 15.863 kali lebih besar dibandingkan paritas primigravida. Diharapkan kepada ibu hamil agar lebih aktif dan giat dalam melakukan kunjungan K4 agar terdeksi segala kemungkinan yang dapat terjadi sehingga terhindar dari bahaya selama kehamilan maupun menjelang persalinan.
KAJIAN PENGGUNAAN CUBICOST UNTUK PEKERJAAN QUANTITY TAKE OFF PADA PROSES TENDER Anindya, Ajeng Ayu; Gondokusumo, Onnyxiforus
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 4, No 1 (2020): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmstkik.v4i1.6718

Abstract

The short duration of the tender process causes the time to do quantity take off for rebar is also short. This needs innovation to speed up the quantity take off for rebar in the tender process. The technological developments can be utilized to speed up quantity take off for rebar, one of that is Building Information Modeling (BIM). One of the BIM's that can be used to do quantity takeoff for rebar is "Take Off for Rebar" (TRB) produced by Cubicost company. The use of Cubicost TRB is currently still often found obstacles, but these can be anticipated by conducting analysis. The analysis was carried out to identify the possibility of problems that were encountered, in example: making work procedures, analyzing time requirements, analyzing comparative results and analyzing excellence or constraints in using Cubicost TRB. Data analysis was obtained from interviews, questionnaires and doing quantity take off for rebar using Cubicost TRB and conventional methods. From this study, it can be said that the use of Cubicost TRB can be recommended, because in addition to accelerating the work time to only 58% compared to conventional methods, respondents also said they preferred using Cubicost compared to conventional methods. This is rated based on the needs of the time, accuracy, and how to operate the calculated media. In all three classifications, Cubicost TRB obtained an average value of 8,31 compared to conventional methods which only received an average value of 6,81. This study also shows that there are still differences in the calculation of quantity takeoff for rebar using Cubicost TRB and conventional methods, although the percentage is only around 3%.ABSTRAKDurasi proses tender yang singkat menyebabkan waktu untuk melakukan pekerjaan quantity take off besi juga singkat. Hal ini menyebabkan perlu adanya inovasi untuk membantu mempercepat pekerjaan quantity take off besi pada proses tender. Perkembangan teknologi saat ini dapat dimanfaatkan untuk membantu mempercepat pekerjaan quantity take off, salah satunya adalah Building Information Modelling (BIM). Salah satu BIM yang dapat digunakan untuk melakukan pekerjaan quantity take off besi adalah Take Off for Rebar (TRB) yang diproduksi oleh perusahaan Cubicost. Penggunaan Cubicost TRB saat ini masih sering ditemukan kendala, namun kendala tersebut dapat diantisipasi dengan melakukan analisis. Analisis dilakukan untuk mengidentifikasi kemungkinan kendala yang timbul, antara lain: pembuatan prosedur kerja, analisis kebutuhan waktu, analisis perbandingan hasil serta analisis keunggulan dan kendala dalam penggunaan Cubicost TRB. Data analisis diperoleh dari melakukan wawancara, penyebaran kuesioner dan melakukan pekerjaan quantity take off besi dengan menggunakan Cubicost TRB dan Metode Konvensional. Dari penelitian yang dilakukan, maka diperoleh hasil bahwa penggunaan Cubicost TRB dapat direkomendasikan, karena selain mempercepat waktu pekerjaan menjadi hanya 58% dibandingkan dengan metode konvensional, responden juga menyatakan lebih menyukai penggunaan Cubicost dibandingkan dengan metode konvensional. Hal ini dinilai berdasarkan kebutuhan waktu, akurasi, dan cara pengoperasian media hitung. Dalam ketiga klasifikasi tersebut, Cubicost memperoleh nilai rata-rata 8,31 dibandingkan dengan metode konvensional yang hanya mendapatkan nilai rata-rata 6,81. Penelitian ini juga menunjukan bahwa masih terdapat perbedaan dalam perhitungan pekerjaan quantity take-off menggunakan Cubicost TRB dan metode konvensional, walaupun persentasenya kurang lebih hanya sekitar 3%.
PENGARUH PARAMETER PEMESINAN TERHADAP KEKASARAN PERMUKAAN MATERIAL ALUMINIUM 6061 DAN 7075 PADA PROSES SEKRAP Lubis, M. Sobron Yamin; Riza, Abrar; Agung, Dani Putra
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 4, No 1 (2020): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmstkik.v4i1.3414

Abstract

Aluminum Alloy metal is widely used in making lightweight construction on machinery. To produce a flat metal alluminium alloy surface, a shearing machine is needed. There are two types of aluminum materials that are commonly used, namely Aluminum 6061 and 7075. In the process of forming metals using a scrap machine, it is important to determine the machining parameters because this is closely related to the surface conditions of the workpiece produced. Difficulties in determining the appropriate combination of machining parameters often result in work surface conditions that are not as expected or have a high roughness. With the right parameters, the quality of surface roughness can be predicted as planned before the machining process. The cutting parameters are cutting speed and cutting depth. In this study the cutting speed used varied, namely 4.68 m / min, 7.30 m / min, 11.70 m / min, 18.29 m / min with a cutting depth of 0.50 mm, 1.00 mm and 1 , 50 mm, to cut aluminum 6061 and 7075 using the HSS chisel. In the initial step, do the machine tool settings, place the chisel on the chisel holder, place the workpiece in vise, adjust the cutting speed, depth of feed, and perform machining. After machining, a surface roughness measurement is carried out using a surface test. From the results of the study it was found that the value of surface roughness is directly proportional to the depth of cut. The value of surface roughness is inversely proportional to cutting speed and hardness of the material. Determination of cutting speed through empirical equations based on surface roughness: aluminum alloy 6061 is: Ra = 23,366e-0,146Vc (µm) and aluminum alloy 7075 are: Ra = 13,482e-0.109Vc (µm). ABSTRAK Bahan logam aluminium Alloy banyak digunakan dalam pembuatan konstruksi ringan pada mesin-mesin. Untuk menghasilkan permukaan logam alluminium alloy yang rata, maka diperlukan mesin sekrap. Terdapat dua jenis material aluminium yang umum digunakan yaitu Aluminium 6061 dan 7075. Pada proses pembentukan logam dengan menggunakan mesin sekrap, adalah penting untuk menentukan parameter pemesinan  Karena hal ini berkaitan erat dengan kondisi permukaan benda kerja yang dihasilkan. Kesulitan dalam menentukan kombinasi parameter pemesinan yang sesuai seringkali mengakibatkan kondisi permukaan benda kerja kerja yang tidak sesuai diharapkan atau memiliki kekasaran yang tinggi. Dengan parameter yang tepat, kualitas kekasaran permukaan dapat diprediksi seperti yang direncanakan sebelum proses pemesinan. Parameter pemotongan tersebut adalah kecepatan pemotongan dan kedalaman potong. Pada penelitian ini kecepatan pemotongan yang digunakan bervariasi yaitu 4,68 m/min,7,30 m/min, 11,70 m/min,18,29 m/min dengan kedalaman pemotongan 0,50 mm,1,00 mm dan 1,50 mm, untuk memotong aluminum  6061 dan 7075 dengan menggunakan mata pahat HSS.. Pada langkah awali dilakukan setting mesin perkakas, meletakkan mata pahat pada pemegang mata pahat, meletakkan benda kerja pada ragum, melakukan settingg untuk kecepatan pemotongan, kedalaman pemakanan, dan melakukan pemesinan. Setiap kali selesai pemesinan, dilakukan pengukuran kekasaran permukaan dengan menggunakan alat ukur surface test. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa nilai kekasaran permukaan berbanding lurus dengan kedalaman potong. Nilai kekasaran permukaan berbanding terbalik dengan kecepatan potong dan kekerasan material. Penentuan kecepatan potong melalui  persamaan empiris  berdasarkan kekasaran permukaan:  aluminium alloy 6061 adalah:  Ra = 23.366e-0.146Vc(µm) dan aluminium alloy 7075 adalah:  Ra = 13.482e-0.109Vc(µm).
HUBUNGAN ANTARA LESI PRAKANKER SERVIKS DENGAN SOSIODEMOGRAFI PEREMPUAN DI KECAMATAN LEGOK KABUPATEN TANGERANG TAHUN 2018 Claritha, Destiyana Cika; Dewi, Chandra; Christina, Shintia
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 4, No 1 (2020): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmstkik.v4i1.6321

Abstract

Cervical and breast cancer are the highest prevalence cancer in Indonesia in 2013 which caused death to Indonesian women, cervical cancer by 0.8‰ and breast cancer by 0.5‰. Precancerous lesions of the cervix also known as cervical intraepithelial lesions (Cervical Intraepithelial Neoplastic) are the beginning of changes to cervical carcinoma. In general, precancerous lesions of the cervix originate from the squamous columnar junction in the uterine cervix, which undergoes the process of metaplasia. This study aims to determine whether there is a relationship between precancerous cervical lesions and sociodemography of women in Kecamatan Legok Kabupaten Tangerang in 2018. This study uses an analytical study with cross sectionaI approach. The population is all women in Kecamatan Legok Kabupaten Tangerang who had sexual relations. Total sample are 47 people. Keywords: cervical cancer, cervical precancerous lesions, parity ABSTRAKPenyakit kanker serviks dan payudara merupakan penyakit kanker dengan prevalensi tertinggi di Indonesia pada tahun 2013 yang menyebabkan kematian pada perempuan Indonesia, yaitu kanker serviks sebesar 0,8‰ dan kanker payudara sebesar 0,5‰. Lesi prakanker pada serviks dikenal juga dengan sebutan lesi intraepitelial serviks (Cervical Intraephitelial Neoplasia) merupakan awal dari perubahan menuju karsinoma serviks. Pada umumnya lesi prakanker serviks ini berawal dari daerah squamocolumnar junction pada serviks uteri yang mengalami proses metaplasia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adakah hubungan antara lesi prakanker serviks dengn sosiodemografi perempuan di Kecamatan Legok Kabupaten Tangerang tahun 2018. Penelitian ini merupakan studi analitik dengan pendekatan cross sectionaI. Populasi penelitian adalah semua perempuan di Kecamatan Legok Kabupaten Tangerang yang sudah berhubungan seksual. Total sampel 47 orang.
PENERAPAN VALUE ENGINEERING PADA KONSTRUKSI DINDING PENAHAN TANAH DENGAN MENGGUNAKAN SITE MIX SEBAGAI PENGGANTI BENTONITE (STUDI KASUS PROYEK APARTEMEN DI SERPONG) Asfarina, Sharwanda; Makarim, Chaidir Anwar
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 4, No 1 (2020): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmstkik.v4i1.5889

Abstract

In an effort to obtain efficient, stable, and optimal design results with good quality, one of the analytical methods used to evaluate construction project planning is value engineering. The purpose of value engineering is cost savings, performance optimization, and time efficiency, while still considering the function, quality, and aesthetics of the project. Value engineering analysis begins by selecting one activity that has a higher cost than other activities, then analysis to determine the alternative classification of works or materials with basic and secondary functions in accordance with the requirements in order to obtain better costs. In this value analysis aims to obtain the amount of cost savings that can be done in construction after the Value Engineering is done and find more advantages between Bentonite and Site Mix materials. Site Mix was chosen to replace bentonite in retaining wall works. The savings obtained were 10.4% for bored pile work and 36.4% for casting work. Based on the results of the prices that have been obtained, it can be concluded that the use of site mix can provide far greater savings compared to using bentonite. Both the analysis of the unit price of the above work, found both for the overall bored pile foundation work and casting work only with K250 quality concrete, giving the result that the use of site mix will be more efficient. In addition to using literature studies and observations, the next method is questionnaire survey by spreading questions to be filled in by respondents who are then included in the SPSS program and then tested for validity, reliability testing, and RII from the results of the questionnaire obtained results that support that the site mix can used as a substitute for bentonite in retaining wall works. ABSTRAKDalam upaya memperoleh hasil desain yang efisien, stabil, dan optimal dengan mutu yang baik, salah satu metode analisis yang digunakan untuk mengevaluasi perencanaan proyek konstruksi adalah rekayasa nilai. Tujuan dari rekayasa nilai adalah penghematan biaya, optimalisasi kinerja, dan efisiensi waktu, tetapi tetap mempertimbangkan fungsi, kualitas, dan estetika proyek. Analisis rekayasa nilai dimulai dengan memilih salah satu kegiatan yang memiliki biaya lebih tinggi daripada aktivitas lainnya, kemudian analisis untuk menentukan klasifikasi alternative karya atau bahan dengan fungsi dasar dan sekunder sesuai dengan persyaratan dalam untuk mendapatkan biaya yang lebih baik. Pada analisis nilai ini bertujuan untuk memperoleh besarnya penghematan biaya yang dapat dilakukan pada pembangunan konstruksi setelah dilakukan Value Engineering dan menemukan keunggulan lebih di antara bahan Bentonite dan Site Mix. Site Mix dipilih untuk menggantikan bentonite dalam pekerjaan dinding penahan tanah. Penghematan yang didapatkan sebesar 10,4% untuk pekerjaan bored pile dan 36,4% untuk pekerjaan pengecoran. Berdasarkan hasil harga yang telah didapatkan, maka bisa diambil kesimpulan bahwa penggunaan site mix bisa memberikan penghematan yang jauh lebih besar dibandingkan dengan menggunakan bentonite. Baik dari analisis harga satuan pekerjaan di atas, ditemukan baik untuk pekerjaan pondasi bored pile secara keseluruhan maupun pekerjaan pengecoran saja dengan beton mutu K250, memberikan hasil bahwa penggunaan site mix akan lebih hemat. Selain menggunakan studi pustaka dan observasi, metode selanjutnya adalah survey kuisioner dengan menyebarkan pertanyaan-pertanyaan untuk diisi oleh para responden yang kemudian dimasukkan kedalam program SPSS lalu dilakukan uji validitas, uji reliabilitas, dan RII dari hasil kusioner tersebut didapatkan hasil yang mendukung bahwa site mix dapat digunakan sebagi pengganti bentonite dalam pekerjaan dinding penahan tanah.