cover
Contact Name
Nafiah Solikhah
Contact Email
nafiahs@ft.untar.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmstkik@untar.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
ISSN : 25796402     EISSN : 25796410     DOI : -
Jurnal ini memuat artikel ilmiah dalam bidang Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan. Setiap artikel yang dimuat telah melalui proses review. Jurnal Muara diterbitkan dalam rangka mendukung upaya pemerintah Republik Indonesia, khususnya Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi untuk meningkatkan jumlah publikasi ilmiah di tingkat Nasional. Jurnal Muara ini juga dapat menjadi wadah publikasi bagi para mahasiswa (S1, S2 maupun S3) dan dosen di lingkungan perguruan tinggi. Jurnal ini dikelola oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat - Universitas Tarumanagara (DPPM - UNTAR).
Arjuna Subject : -
Articles 373 Documents
KAPASITAS ANTIOKSIDAN dan TOKSISITAS ACAIBERRY (Euterpe oleracea), CIPLUKAN (Physalis angulata) dan KURMA AJWA (Phoenix dactylifera) Helmi, Helmi Rizal; Yulianti, Enny; Malihah, Ely; Elhapidi, Nafisa Zulpa; Dewi, Mietha Apriyanti; Ferdinal, Frans
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 5, No 2 (2021): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmstkik.v5i2.9439

Abstract

Plants are a biodiversity that is always around us. Acaiberry (Euterpe oleracea) is a from South America’s plant, called a superfruit and is believed to smoothen the digestive tract, lose weight, prevent cardiovascular disease, have anti-inflammatory, antidepressant properties and can prevent the risk of cancer. Ciplukan (Physalis angulata) is a plant of tropical and subtropical areas. The stems, leaves, and roots of Ciplukan in Indonesia are used as antidiabetic drugs and the root ingredients are used for postpartum, muscle pain and hepatitis. Ciplukan can improve digestion, anti-inflammatory, disinfectant, asthma, whooping cough, bronchitis, orchitis, ulcers, cancer, tumors, leukemia and diabetes. Dates (Phoenix dactylifera) are a fruit with the most complete nutritional content, contain lots of energy (glucose, fructose), a little protein and fat, and contain vitamins and minerals. The content of tannins and magnesium in dates are anti-infective, anti-inflammatory and hepatoprotective. Objective: to determine the antioxidant capacity and toxicity of the three plants. This research needs to be developed considering the many benefits of these plants for life. Methodology: tests on methanol extracts of the three plants included phytochemical tests, antioxidant capacity using DPPH and toxicity using the BSLT method. Results and Conclussion: phytochemical tests carried out on 13 secondary metabolites showed positive results in the three plants, except that coumarins was not found in ciplukan. Acaiberry fruit has a very strong antioxidant capacity (IC50=17.36 µg/mL), ciplukan fruit with moderate strength (IC50=149.46 µg/mL) and dates with a very strong antioxidant capacity (IC50=26.14 µg/mL). These three plants have toxic toxicity with values of LC50=238.48 µg/mL (Acaiberry), LC50=208.82 mg/mL (Ciplukan) and LC50=126.610 µg/mL (Dates) Keywords: Acaiberry; ciplukan; ajwa dates; phytochemicals; antioxidant; BSLT AbstrakTumbuhan merupakan keanekaragaman hayati yang  selalu ada  di sekitar  kita. Acaiberry (Euterpe oleracea) merupakan tumbuhan yang berasal dari Amerika Selatan, disebut superfruit dan diyakini dapat memperlancar saluran pencernaan, menurunkan berat badan, mencegah penyakit kardiovaskular, bersifat anti-inflamasi, antidepresan dan bisa mencegah risiko terjadinya penyakit kanker. Ciplukan (Physalis angulata) merupakan tumbuhan daerah tropis dan subtropis. Batang, daun, dan akar Ciplukan di Indonesia digunakan sebagai obat antidiabetes dan ramuan akar digunakan untuk postpartum, nyeri otot dan hepatitis. Ciplukan dapat memperbaiki pencernaan, antiinflamasi, desinfektan, asma, batuk rejan, bronkitis, orkitis, bisul, kanker, tumor, leukemia dan kencing manis. Kurma (Phoenix dactylifera) merupakan buah dengan kandungan gizi terlengkap, banyak mengandung energi (glukosa, fruktosa), sedikit protein, dan lemak, serta mengandung vitamin dan mineral. Kandungan tanin dan magnesium didalam kurma bersifat anti infeksi, anti inflamasi dan hepatoprotektif. Senyawa antioksidan dapat menghambat serta mencegah terjadinya kerusakan tubuh yang berakibat timbulnya penyakit degenerative. Oleh karena itu sumber-sumber antioksidan sangat diperlukan tubuh untuk mencegah kerusakan yang ditimbulkan oleh radikal bebas terhadap sel tubuh. Tujuan penelitian adalah untuk menentukan kapasitas antioksidan dan toksisitas ketiga tumbuhan. Penelitian ini perlu dikembangkan mengingat banyaknya manfaat tumbuhan tersebut untuk kehidupan. Pengujian terhadap ekstrak metanol ketiga tumbuhan meliputi uji fitokimia, kapasitas antioksidan menggunakan DPPH dan toksisitas dengan metoda BSLT. Uji fitokimia yang dilakukan terhadap 13 senyawa metabolit sekunder menunjukkan hasil positif pada ketiga tumbuhan tersebut, kecuali kumarin tidak ditemukan pada Ciplukan. Buah Acaiberry memiliki kapasitas antioksidan yang sangat kuat (IC50=17,36 µg/mL), buah Ciplukan dengan kuat sedang (IC50=149,46 µg/mL) dan buah Kurma dengan kapasitas antioksidan sangat kuat (IC50=26,14 µg/mL). Ketiga tumbuhan ini memiliki toksisitas yang bersifat toksik dengan nilai LC50=238,48 µg/mL (Acaiberry), LC50=208,82 mg/mL (Ciplukan) dan LC50=126,610 g/mL (Kurma).
PENENTUAN NILAI DEFLEKSI MAKSIMUM PADA JEMBATAN STEEL BOX GIRDER BERDASARKAN DATA NILAI ROTASI Surachmat, David; Suangga, Made
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 5, No 2 (2021): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmstkik.v5i2.11014

Abstract

Structural health monitoring system plays a crucial role in order to ensure a well-maintained bridge condition. There are a number of methods that may be utilized in order to conduct the monitoring process, namely the use of Global Positioning System (GPS). Despite its accuracy, the use of GPS is deemed costly. A more practical and economical approach to predicting deflection is the use of tiltmeter to obtain rotational values. This research studied the accuracy of simple span steel box girder deflection that is obtained from regression formulae. The analysis showed that a 3D linear and quadratic regression with two rotation data provided the best accuracy if compared with 2D. Keywords: deflection; rotation; structural health monitoring system; tiltmeter AbstrakPemantauan kesehatan struktur jembatan (structural health monitoring system) sangat penting dilakukan untuk memastikan jembatan tetap dalam kondisi yang memadai. Banyak cara yang dapat dilakukan untuk memonitor kondisi jembatan, salah satunya dengan menggunakan Global Positioning System (GPS). Walaupun menghasilkan data yang akurat, penggunaan GPS dipandang menghabiskan biaya yang relatif besar. Adapun solusi yang lebih praktis dan murah untuk memprediksi defleksi yaitu dengan menggunakan tiltmeter dengan data rotasi. Pada studi ini, telah dipelajari tingkat akurasi defleksi jembatan steel box girder dengan bentang sederhana dari hasil persamaan regresi dengan data rotasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa model regresi linear dan kuadratik 3D untuk 2 data rotasi memiliki tingkat akurasi lebih baik jika dibandingkan dengan model regresi linear dan kuadratik 2D untuk 2 data rotasi. 
FAKTOR RISIKO EKSTERNAL KEJADIAN PHLEBITIS PADA PEMASANGAN KATETER INTRAVENA PERIFER: STUDI DOKUMENTASI Maragani, Ester Jois; Marethalia, Fourini; Margareth, Laura; Eka, Ni Gusti Ayu; Manihuruk, Gracia Aktri M.
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 5, No 2 (2021): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmstkik.v5i2.11923

Abstract

Intravenous insertion therapy given for a long time can cause complications such as phlebitis. Phlebitis is an inflammatory reaction in the veins along with signs of pain, redness, swelling, heat, and hardening at the puncture site and along the vein. One main factor that influence the incidence of phlebitis are external factors such as inappropriate intravenous (IV) catheters, length of catheter insertion, location of the catheter, pH and fluid osmolarity and internal factors include age, sex and comorbidities. External factors are factors that can be modified according to the authority of the nurse, so that the modification can reduce the incidence of phlebitis in the hospital. The aim of this study was to identify the external risk factors for phlebitis on peripheral intravenous catheter insertion in the inpatient room of a private Indonesian hospital. This research method was descriptive quantitative. Samples based on population, obtained from the Slovin formula were 95 medical records of inpatients with purposive sampling technique. Data collection obtained from medical record documents, included in the observation sheet. This study showed that more than half of the patients with intravenous catheters had the incidence of phlebitis (53%). Patients who experienced the incidence of phlebitis used an intravenous catheter size of 24G (88,89%), the location was in the metacarpal (56,33%), used hipotonic fluid (81,25%) and had an intravenous catheter inserted for more or equal to three days (63,41%). It is important to be able to increase the knowledge and skills of nurses, especially regarding the standard procedure for infusion and treatment as well as external factors that influence the occurrence of phlebitis. Keywords: Intravenous therap;, Phlebitis; Eksternal factors AbstrakTerapi pemasangan intravena yang diberikan dalam jangka waktu yang lama dapat menimbulkan komplikasi seperti adanya kejadian phlebitis. Phlebitis adalah reaksi peradangan pada pembuluh darah vena beserta dengan tanda-tanda nyeri, kemerahan, bengkak, panas, serta pengerasan pada daerah tusukan dan sepanjang pembuluh darah vena. Salah satu faktor utama yang memengaruhi kejadian phlebitis adalah faktor eksternal seperti ukuran kateter intravena/IV yang tidak sesuai, lama pemasangan kateter IV, lokasi pemasangan kateter IV, pH dan osmolaritas cairan. Faktor lainnya yaitu faktor internal seperti usia, jenis kelamin dan penyakit penyerta. Faktor eksternal merupakan faktor yang dapat di modifikasi sesuai kewenangan perawat, sehingga dapat menurunkan angka kejadia phlebitis di rumah sakit.  Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi faktor risiko eksternal kejadian phlebitis pada pemasangan kateter intravena perifer di ruang rawat inap di satu rumah sakit swasta Indonesia. Metode penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Sampel berdasarkan populasi, yang didapatkan dari rumus Slovin adalah 95 rekam medis pasien rawat inap dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data yang didapatkan dari dokumen rekam medis di masukkan dalam lembar observasi. Penelitian ini menunjukkan bahwa lebih separuh pasien yang terpasang kateter intravena mengalami kejadian phlebitis (53%). Pasien yang mengalami kejadian phlebitis tersebut menggunakan ukuran kateter intravena 24G (88,89%), lokasi pada metacarpal (56,33%), menggunakan jenis cairan hipotonik (81,25%) serta terpasang kateter intravena lebih atau sama dengan tiga hari (63,41%). Penting untuk dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan perawat khususnya tentang standar prosedur pemasangan infus dan perawatannya serta faktor eksternal yang memengaruhi terjadinya phlebitis.
BERBAGAI UPAYA PENCEGAHAN COVID-19 Afrianto, Yuggo; Ginting, Novita Br; Indriyawati, Indriyawati; Dewi, Kalih Puspita; Fahrezi, Muhamad Rizky
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 5, No 2 (2021): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmstkik.v5i2.12510

Abstract

Covid-19 is a new type of virus that was discovered in Wuhan, Hubei, China, in 2019. The new kind of virus was given the name coronavirus disease-2019, shortened to Covid-19. WHO declared this virus a pandemic on March 11, 2020. Various parties tried to in the prevention and control of COVID-19. However, the number of references offered and the variance of a policy in a study create problems again. People are confused to understand what efforts are suitable or recommended with trustworthy truths. Hence, this study uses Systematic Literature Reviews to find the most recommended efforts with reliable study sources, namely the Scopus journal and Google Scholar. The results of this study provide recommendations to the public about the efforts to prevent Covid-19, to reduce the spread of Covid-19, especially in Indonesia. 125 relevant journals were successfully reviewed, resulting in 37 Covid-19 prevention efforts. Based on the ranking method, 10 efforts are widely recommended in journals, namely: Social distancing, Quarantine/lockdown/LSSR (Large-scale social restrictions), WFH (Work From Home), Washing hands, Self-isolation, Wearing masks, Using handsanitizer, Spraying disinfectants, Maintaining immunity, and Not touch the face. The exciting thing that was also found in the research was that there were efforts that were not only built based on medical science but were also associated with beliefs such as Sawen Installation and Religious Ceremonies. Keywords: Covid-19; SLR; prevention of Covid-19. AbstrakCovid-19 merupakan virus jenis baru yang ditemukan di Wuhan, Hubei, China pada tahun 2019, virus ini diberi nama corona virus disease-2019 yang disingkat menjadi Covid-19, WHO (World Health Organization) menyatakan virus ini sebagai suatu pandemi pada 11 Maret 2020. Berbagai pihak berupaya dalam pencegahan dan penanggulangan Covid-19. Namun banyaknya referensi yang ditawarkan dan ketidak selarasan suatu kebijakkan dalam suatu studi, membuat permasalahan kembali di mana masyarakat bingung untuk mengerti upaya apa saja yang baik atau direkomendasikan dengan kebenaran yang dapat dipercaya.  Untuk menangani masalah tersebut maka dalam penelitian ini menggunakan Systematic Literature Reviews untuk mencari upaya yang paling banyak direkomendasikan dengan sumber studi yang terpercaya, yaitu jurnal Scopus dan Google Scholar. Hasil penelitian ini memberikan rekomendasi kepada masyarakat tentang apa saja upaya pencegahan Covid-19, untuk mengurangi penyebaran Covid-19 khususnya di Indonesia. 125 jurnal yang relevan berhasil direview, menghasilkan 37 Upaya pencegahan Covid-19. Berdasarkan metode pemeringkatan mendapatkan 10 upaya yang banyak direkomendasi dalam jurnal, yaitu: Social distancing, Karantina/lockdown/PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar), WFH (Work From Home), Mencuci tangan, Isolasi diri, Memakai masker, Memakai handsanitizer, Menyemprotkan disenfektan, Menjaga imun, dan Tidak menyentuh wajah. Hal menarik yang didapatkan juga dalam penelitian ternyata terdapat upaya yang tidak hanya dibangun berdasarkan ilmu medis, namun juga dikaitkan dengan kepercayaan seperti, Pemasangan Sawen dan Upacara Keagamaan.
STABILITAS PELAT ORTHOTROPIK AKIBAT BEBAN LEDAKAN FRIEDLANDER DAN BEBAN IN-PLANE Lammirta, Levina; Alisjahbana, Sofia Wangsadinata
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 5, No 2 (2021): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmstkik.v5i2.12424

Abstract

Slab behavior due to static and dynamic load needs to be considered when designing a slab. Friedlander is one of the examples of dynamic loads. This dynamic load can give different responses on slab. This research discusses about orthotropic plate on Pasternak foundation with fixed boundary condition and in-plane and Friedlander load. Three phases on Friedlander load are positive phase, negative phase, and free vibration phase. This research is conducted to find out critical buckling load due to variation of Pasternak foundation parameters which is spring coefficient and shear coefficient. The system responses are deflection and bending moment due to variation of Pasternak foundation parameter, critical loading, position of loads, depth of soil, and duration of positive phase.  Analysis is carried out using Modified Bolotin Method to obtain natural frequencies and mode shape of the system. Result of this research are displayed in graphics and tables. Based on the results, the maximum limit of the critical compressive load is 77% of the critical load used. The increasing of soil coefficient, the greater the deflection that occurs. The position of the load that is close to the center of the span will make the deflection even greater. The deflection that occurs is greater when the depth of the soil increases and the duration of the blast load is getting longer. The greater the thickness of the plate, the smaller the deflection. Keywords : Modified Bolotin Method, Friedlander blast load, plate deflection, critical load, Pasternak FoundationAbstrakPerilaku pelat akibat adanya beban statik dan beban dinamik perlu menjadi pertimbangan pada saat mendesain pelat. Salah satu contoh beban dinamik adalah beban ledakan setempat (Friedlander). Beban dinamik dapat memberikan respon yang beragam pada pelat. Penelitian ini membahas mengenai pelat orthotropik di atas pondasi Pasternak dengan kondisi jepit dengan beban in-plane dan beban ledakan setempat (Friedlander). Beban ledakan setempat (Friedlander) dianalisis dalam tiga fase yaitu fase positif, fase negatif, dan fase getaran bebas. Penelitian dilakukan untuk mengetahui beban tekuk kritis akibat variasi koefisien pondasi Pasternak yaitu koefisien pegas dan koefisien geser. Respons sistem yang diamati adalah lendutan dan momen yang dihasilkan akibat adanya variasi terhadap parameter pondasi Pasternak, besaran beban kritis, posisi beban, kedalaman tanah, dan durasi fase positif beban. Analisis dilakukan dengan Modified Bolotin Method untuk mendapatkan frekuensi alami dan ragam getar yang terjadi. Hasil analisis akan dibandingkan dalam bentuk grafik dan tabel. Berdasarkan hasil penelitian, batas maksimum beban tekan kritis adalah 77% dari beban kritis yang digunakan. Koefisien tanah yang semakin besar akan membuat lendutan yang terjadi semakin besar. Posisi beban yang mendekati tengah bentang akan membuat lendutan semakin besar. Lendutan yang terjadi semakin besar apabila kedalaman tanah semakin meningkat dan durasi beban ledakan yang semakin lama. Apabila semakin besar tebal pelat maka lendutan yang terjadi semakin kecil. 
KAMPUNG LEUSER: TANTANGAN DAN PROSPEK SEBUAH PERMUKIMAN INFORMAL DI KEBAYORAN BARU Roberto, Roberto; Fahmi, Erwin
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 5, No 2 (2021): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmstkik.v5i2.8303

Abstract

Kebayoran Baru was a well-planned new town. However, over time, Kebayoran Baru has been transforming, whether it is planned or not. One form of transformation in Kebayoran Baru has been the presence of informal settlements, such as those on Jalan Leuser. The kampong, which is claimed by its residents has been inhabited since 1955, has faced various challenges along the way, one of which is the threat of land expropriation and eviction. The threat of eviction stems from a land dispute involving the residents of Kampung Leuser as the party occupying the land and PAM Jaya as the party who claims to have rights to the land. Equiped with an HGB certificate under its name, PAM Jaya in 2016 requested residents to leave the land immediately. Residents who claimed to have lived on the land for more than 60 years firmly rejected PAM Jaya's claim and fought back. This study uses a qualitative research approach and a semi-autonomous social field perspective, aiming to understand the challenges of effective citizen control over the land and the prospects for future settlements. The challenges are formulated based on the background of the people's control over the land, the process, and its development until now. Meanwhile, prospects are presented through possible scenarios, either pessimistic, moderate, or optimistic scenarios. The results show that until now (2019), four years after the eviction plan began, Kampung Leuser still survives. In fact, the residents have also sued BPN as the party that issued the HGB certificate for PAM Jaya. This proves that the survival of Kampung Leuser is not impossible. Of the three scenarios that can be pursued in the future, the moderate scenario can provide a sense of justice for various parties. Furthermore, this dispute is expected to provide a lesson for the field of regional and urban planning, both practically and theoretically, regarding solutions in the management of informal settlements, both in the new city of Kebayoran Baru, as well as in other new cities in Indonesia.Keywords: informal settlements; semi-autonomous social field; Kampung Leuser – Kebayoran Baru AbstrakKebayoran Baru merupakan kota baru yang direncanakan dengan baik. Namun, seiring berjalannya waktu, Kebayoran Baru mengalami transformasi, baik direncanakan maupun tidak. Salah satu bentuk transformasi di Kebayoran Baru adalah hadirnya permukiman informal, seperti yang antara lain berada di Jalan Leuser. Kampung yang diklaim oleh warga telah dihuni sejak 1955 ini, dalam perjalanannya mengalami berbagai tantangan, salah satunya adalah ancaman pengambil-alihan lahan dan penggusuran. Ancaman penggusuran ini bermula dari sengketa tanah yang melibatkan pihak warga Kampung Leuser selaku pihak yang menempati lahan dan PAM Jaya selaku pihak yang mengklaim memiliki hak atas lahan tersebut. Berbekal sertifikat HGB atas namanya, pihak PAM Jaya pada 2016 meminta warga untuk segera meninggalkan lahan tersebut. Warga yang mengaku sudah tinggal di lahan tersebut sejak lebih dari 60 tahun dengan tegas menolak klaim pihak PAM Jaya dan melakukan perlawanan. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dan perspeltif semi autonomous social field, bertujuan untuk memahami tantangan penguasaan efektif warga atas tanah tersebut, dan prospek permukimannya ke depan. Tantangan dirumuskan melalui latar belakang penguasaan warga atas lahan tersebut, proses, dan perkembangannya hingga saat ini. Sementara, prospek disajikan melalui skenario jalan keluar yang dapat ditempuh, baik skenario pesimis, moderat, maupun optimis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hingga saat ini (2019), empat tahun setelah rencana penggusuran bermula, Kampung Leuser masih bertahan. Bahkan, pihak warga juga sudah menggugat BPN selaku pihak yang mengeluarkan sertifikat HGB untuk PAM Jaya. Hal ini membuktikan bahwa bertahannya eksistensi Kampung Leuser bukanlah hal yang tidak mungkin. Dari tiga skenario yang dapat ditempuh ke depan, maka skenario moderat dapat memberikan rasa keadilan bagi berbagai pihak. Lebih jauh diharapkan sengketa ini dapat menjadi pembelajaran bagi bidang ilmu perencanaan wilayah dan kota baik secara praktis maupun teoritis mengenai solusi dalam pengelolaan permukiman informal, baik di kota baru Kebayoran Baru, maupun di kota-kota baru lainnya di Indonesia.
ANALISIS PREVENTIVE MAINTENANCE MESIN AM KORIN DENGAN AGE REPLACEMENT DI PT NUGRAHA INDAH CITARASA INDONESIA Muzakki, Ali Aflah
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 5, No 2 (2021): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmstkik.v5i2.9078

Abstract

The smooth production process of PT Nugraha Indah Citarasa Indonesia is often disrupted because AM Korin machines that act for filling processes often experience damage and cause the need to repair components that are very detrimental to the company because of the time lost for production due to breakdown of these engine components, causing production loss. Preventive maintenance schedule is needed to prevent damage in the future to find out the maintenance time intervals for AM Korin engine components so as to eliminate downtime based on selection with the most minimal cost savings. Age Replacement is a preventive replacement based on the age of the component by following a certain distribution pattern. So preventive replacement is carried out by re-establishing the time interval for the next preventive replacement in accordance with a predetermined interval in the event of a replacement due to the damage that occurred. The Age Replacement method serves to accurately predict AM Korin engine component replacement activities that often suffer damage by analyzing based on historical data of damage to these components as well as knowing the optimal cost emphasis for each time interval of component replacement.The results of the study showed that one of the optimal replacement intervals was 23 days for sensor components with a replacement cost of Rp. 77. 625,000 which reduces the cost of previous treatments, which is Rp. 99,900,000. Keywords: Age Replacement; Preventive Maintenance; BreakdownAbstrakKelancaran proses produksi PT Nugraha Indah Citarasa Indonesia sering mengalami gangguan karena mesin AM Korin yang bertindak untuk proses filling sering mengalami kerusakan dan menimbulkan keperluan untuk perbaikan komponen yang sangat merugikan bagi perusahaan karena waktu yang hilang untuk produksi akibat breakdown komponen mesin tersebut sehingga menyebabkan production loss. Jadwal preventive maintenance sangat dibutuhkan untuk mencegah kerusakan di masa yang akan datang untuk mengetahui interval waktu perawatan bagi komponen mesin AM Korin sehingga dapat mengeliminasi downtime berdasarkan pemilihan dengan penghematan biaya yang paling minimal. Age Replacement merupakan penggantian pencegahan berdasarkan umur dari komponen dengan mengikuti pola distribusi tertentu. Jadi penggantian pencegahan dilakukan dengan menetapkan kembali interval waktu penggantian pencegahan berikutnya sesuai dengan interval yang telah ditentukan jika terjadi penggantian akibat kerusakan yang terjadi. Metode Age Replacement berfungsi untuk memprediksikan secara akurat kegiatan penggantian komponen mesin AM Korin yang seringkali mengalami kerusakan dengan menganalisa berdasarkan data historis kerusakan komponen tersebut serta mengetahui penekanan biaya optimal untuk setiap interval waktu penggantian komponen. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa salah satu  selang waktu penggantian optimal yaitu selama 23 hari untuk komponen sensor dengan biaya penggantian Rp. 77. 625.000 dimana menekan biaya perawatan sebelumnya yaitu sebesar Rp. 99.900.000.
INVESTIGASI ALIRAN PADA THRUSTER ROV (REMOTELY OPERATED VEHICLE) MENGGUNAKAN METODE CFD Raynaldo, Kevin; Darmawan, Steven; Halim, Agus
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 5, No 2 (2021): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmstkik.v5i2.9986

Abstract

Remotely Operated Vehicle (ROV) is an underwater robot that designed by UNTAR Robotics Team and has been competed in Singapore Robotics Games (SRG) 2020. Evaluation that conducted from the competition is the need of optimization in thrust and maneuverability so it can move more flexible and stable. Based on the problem, investigation of thruster’s configuration by adding kort nozzle to existing propeller is implemented to increase thrust and performance. Consideration in using open water characteristics for analysis is elaborated in this investigation. The existing propeller has 3-blade with 35 mm diameter; 1,4 pitch diameter ratio; and 0,511 expanded blade area ratio which is used as thruster of ROV 2020. It utilizes CFD approach in ANSYS CFX 2020 R1 software with moving reference frame (MRF) method. Meanwhile, general mesh or unstructured mesh arrangements is used as computational mesh with 165.201 nodes. The MRF implements frozen rotor concept as frame change/mixing to observe fluid flow. The CFD with shear stress transport (SST) k-omega model is conducted. The simulation is done at 300 rpm and J = 0,473 for ROV’s operating condition. The result shows that thruster equipped by kort nozzle is able to increase the thrust for 2,253% and reduce the propeller required torque for 6,633%. Furthermore, the configuration can also reduce wake phenomenon as result of rotating propeller which represents better maneuver chance. Keywords: ROV, kort nozzle, open water characteristics, CFD, performanceAbstrakRemotely Operated Vehicle (ROV) merupakan sebuah underwater robot yang didesain oleh Tim Robotik UNTAR dan telah berkompetisi dalam Singapore Robotics Games (SRG) 2020. Evaluasi yang dilakukan terhadap hasil kompetisi tersebut adalah terdapat kebutuhan untuk melakukan optimasi dalam thrust dan kemampuan bermanuver sehingga ROV dapat bergerak lebih fleksibel dan stabil. Berdasarkan permasalahan tersebut, investigasi pada konfigurasi thruster dengan penambahan kort nozzle terhadap existing propeller diimplementasikan untuk meningkatkan thrust dan unjuk kerja. Pertimbangan dalam penggunaan open water characteristics sebagai dasar analisis diuraikan dalam investigasi ini. Existing propeller memiliki 3 buah blade dengan diameter 35 mm; pitch diameter ratio sebesar 1,4; dan expanded blade area ratio sebesar 0,511 yang mana digunakan sebagai thruster ROV 2020. Investigasi tersebut menggunakan pendekatan CFD dalam software ANSYS CFX 2020 R1 dengan metode moving reference frame (MRF). Sementara itu, computational mesh menggunakan jenis general mesh atau unstructured mesh arrangements dengan total 165.201 nodes. MRF mengimplementasikan konsep frozen rotor sebagai frame change/mixing untuk mengamati aliran fluida. CFD dilakukan dengan menggunakan model shear stress transport (SST) k-omega. Simulasi tersebut dilakukan pada 300 rpm dan J = 0,473 sebagai operating condition ROV. Hasil simulasi menunjukkan bahwa thruster yang dilengkapi kort nozzle mampu meningkatkan thrust sebesar 2,253% dan mengurangi torsi yang dibutuhkan propeller sebesar 6,633%. Lebih lanjut, konfigurasi ini juga dapat mengurangi fenomena wake sebagai akibat dari putaran propeller yang mana merepresentasikan peluang manuver yang lebih baik.
ALTERNATIF PENGEMBANGAN RUANG PUBLIK KOTA: TAMAN SPOT BUDAYA DUKUH ATAS - JAKARTA Gerry, Gerry; Fahmi, Erwin
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 5, No 2 (2021): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmstkik.v5i2.11052

Abstract

Since the end of the 1980s Indonesia’s property business has been growing rapidly, especially in Jakarta. The growth has transformed green open space gradually to commercial uses. Along with that, there has also been a social shift in Jakarta and its satellite cities. Citizen maximizes their earnings from working at the office and trading in order to maintain (and upgrade) their welfare. As a result, their leisure time (including enjoying the park) worn off. Taman Spot Budaya Dukuh Atas (TDA) has been a Jakarta provincial government’s solution to such issues, i.e decreasing number of parks and open spaces, and the limited time available to enjoy them. A review in user appreciation, adaptation to current and upcoming trends, and its compatibility as public space and third space will be a benchmark for modern public space development. This study applies a qualitative research approach with a case study method. TDA proves to be one of the people’s option to hang out at public space, especially in a crowded city district. TDA also fulfilled public space, third space, and Jakarta government’s goals. But better maintenance and improvement are needed to ensure its sustainability. The concept of public space that can be enjoyed in a short time are expected to be replicated to several other crowd points in Jakarta and other major cities in the future. Keywords: Dukuh Atas; green open space; user appreciation; modern public space AbstrakSejak akhir 1980-an bisnis properti berkembang pesat di Indonesia, khususnya di Jakarta. Perkembangan ini mengkonversi lahan-lahan terbuka hijau menjadi lahan dengan fungsi komersil. Seiring perkembangan tersebut, terjadi pula pergeseran sosial di Jakarta dan di kota-kota penyangganya. Masyarakat memaksimalkan perolehannya dari bekerja di kantor atau berdagang demi menjaga (dan meningkatkan) kesejahteraannya. Akibatnya, waktu luang untuk rekreasi (termasuk menikmati taman) menjadi berkurang. Taman Spot Budaya Dukuh Atas (TDA) adalah salah satu solusi Pemda DKI Jakarta dalam memberikan fasilitas ruang terbuka, sekaligus melayani kategori warga kota tersebut. Peninjauan apresiasi pengguna, adaptasi dengan kecenderungan yang ada, dan kesesuaiannya sebagai ruang publik serta ruang ketiga menjadi tolok ukur bagi alternatif pengembangan ruang publik modern. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif, dengan metode studi kasus. TDA dapat menjadi pilihan masyarakat untuk menikmati ruang publik, khususnya di pusat kota. TDA sendiri sudah memenuhi kriteria sebagai ruang publik dan ruang ketiga, serta sudah sesuai dengan tujuan awal Pemda DKI. Namun diperlukan pemeliharaan dan pengembangan dari pengelola taman yang lebih baik, agar ruang publik dapat berkelanjutan. Konsep penyediaan ruang publik yang dapat dinikmati secara singkat ini diharapkan dapat direplikasi di beberapa titik keramaian di Jakarta dan kota besar lainnya ke depan.
PENGENALAN AKTIVITAS MANUSIA DAN PEMBUATAN LOG OTOMATIS DARI REKAMAN VIDEO MENGGUNAKAN MULTILAYER PERCEPTRON Lina, Lina; Su, Jason; Ajienegoro, Daniel
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 5, No 2 (2021): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmstkik.v5i2.12010

Abstract

Advances in technology have made it easier to surveillance purpose by installing recording equipment that can be placed in certain strategic locations. The existence of this technology also brings changes in the analysis phase of video recordings and images that have been obtained. The processing of recorded videos no longer uses manual methods but can be done automatically using image processing and artificial intelligence algorithms. Based on the obtained video recordings, analysis can be carried out for surveillance purpose, object tracking, human activity recognition, etc. This paper discusses the development of an automatic human activity recognition system based on video recordings using Multilayer Perceptron method. The recorded video will be transformed into a collection of images which are then processed with the Multilayer Perceptron algorithm for the recognition process. The output of the designed system is the recognition of activities carried out by humans at a certain time and saved them in a log with a certain timestamp. In this paper, there are five types of human activities that can be recognized automatically by the system, namely raising hands, clapping, standing, sitting, and studying. The experimental results show that the accuracy rate of the proposed system achieved 97.45% for image datasets obtained freely from the internet, while 100% accuracy was obtained for image datasets collected with IP Cameras. Keywords: Human activity recognition; video recording; Multilayer PerceptronAbstrakKemajuan teknologi memungkinkan kegiatan pengawasan terhadap lingkungan menjadi lebih mudah yaitu dengan melakukan pemasangan peralatan rekam yang dapat ditempatkan pada lokasi-lokasi strategis tertentu. Keberadaan peralatan teknologi ini juga membawa perubahan dalam proses analisis terhadap rekaman video maupun gambar yang telah didapatkan. Proses pengolahan terhadap video rekaman tidak lagi menggunakan cara manual, namun dapat dilakukan secara otomatis dengan menggunakan teknologi pengolahan citra dan kecerdasan buatan. Berdasarkan rekaman video maupun gambar yang diperoleh, analisis dapat dilakukan untuk mengawasi keamanan lokasi, mencatat perubahan kondisi objek tertentu, mengenali aktivitas manusia pada saat tertentu, dan lain sebagainya. Makalah ini membahas pengembangan sebuah sistem pengenalan aktivitas manusia secara otomatis berdasarkan rekaman video menggunakan metode Multilayer Perceptron. Rekaman video sebelumnya akan dicacah menjadi kumpulan citra yang kemudian diproses dengan algoritma Multilayer Perceptron untuk proses pengenalannya. Luaran dari sistem aplikasi yang dirancang berupa pengenalan aktivitas yang dilakukan manusia pada waktu tertentu dan pencatatan aktivitas tersebut dalam sebuah log dengan timestamp tertentu. Dalam makalah ini, terdapat lima jenis aktivitas manusia yang dapat dikenali secara otomatis oleh sistem, yaitu mengangkat tangan, bertepuk tangan, berdiri, duduk, dan belajar. Hasil pengujian menunjukkan bahwa keberhasilan pendeteksian aktivitas manusia dengan metode Multilayer Perceptron memiliki tingkat akurasi 97.45% untuk dataset citra yang diperoleh secara bebas dari internet, sedangkan untuk dataset citra yang dikumpulkan dengan IP Camera memiliki tingkat akurasi sebesar 100%.