cover
Contact Name
Nafiah Solikhah
Contact Email
nafiahs@ft.untar.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmstkik@untar.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
ISSN : 25796402     EISSN : 25796410     DOI : -
Jurnal ini memuat artikel ilmiah dalam bidang Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan. Setiap artikel yang dimuat telah melalui proses review. Jurnal Muara diterbitkan dalam rangka mendukung upaya pemerintah Republik Indonesia, khususnya Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi untuk meningkatkan jumlah publikasi ilmiah di tingkat Nasional. Jurnal Muara ini juga dapat menjadi wadah publikasi bagi para mahasiswa (S1, S2 maupun S3) dan dosen di lingkungan perguruan tinggi. Jurnal ini dikelola oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat - Universitas Tarumanagara (DPPM - UNTAR).
Arjuna Subject : -
Articles 373 Documents
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN KELUARGA PASIEN RAWAT INAP TENTANG DEMAM BERDARAH DENGUE Lahagu, Adi Helmi Beni; Zega, Agustinus; Nadeak, Yosafat Wijaksana; Pangemanan, Alice; Silitonga, Ester
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 5, No 2 (2021): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmstkik.v5i2.12542

Abstract

The Dengue fever, which is spread by the Aedes aegypti mosquito, causes Dengue Hemorrhagic Fever, an infectious disease. It is very dangerous if not handled right away, as it can lead to death. Dengue fever is still prevalent in a private hospital in Balikpapan. According to hospital data, there were 234 cases of dengue fever between November 2018 and February 2019. The aim of this study is to determine the level of family awareness about DHF among inpatients in a private hospital in Balikpapan. The sampling methodology used in this analysis was purposive sampling with a quantitative descriptive procedure and a cross-sectional approach. The sample size for this analysis was 50 people. The instrument used was a questionnaire about DHF management and control established by the Ministry of Health of the Republic of Indonesia (Ministry of Health of the Republic of Indonesia, 2018). Univariate analysis was used to analyze the results. The age group of 26 years to 35 years was dominated by 48% of respondents, female gender 58 percent, education level of most high school students was 48%, job status was mostly self-employed (28%), and the relationship between respondents and patients was mostly biological mothers, according to the findings (52%). The findings of this study show the patient's family's level of awareness about DHF is moderate (50%t). These findings suggest that families also need dengue information in order to avoid the disease early. Keywords: Dengue Fever; Family; Knowledge Level AbstrakDemam Berdarah Dengue adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus Dengue yang ditularkan melalui nyamuk Aedes aegypti, sangat berbahaya jika tidak ditangani segera karena dapat menyebabkan kematian. Angka kejadian DBD di satu rumah sakit swasta di Balikpapan masih tergolong tinggi. Data yang diperoleh dari Rumah Sakit tersebut dari bulan November 2018 – Februari 2019 angka kejadian DBD mencapai 234 kasus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan keluarga pasien rawat inap tentang DBD di satu rumah sakit swasta di Balikpapan Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional dengan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 50 responden. Instrumen yang digunakan yaitu kuesioner yang dikembangkan dari (Kementerian Kesehatan RI, 2018) mengenai penatalaksanaan dan pengendalian DBD. Teknik analisis data menggunakan analisis univariat. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik responden di dominasi usia rentang 26 tahun – 35 tahun 48%, jenis kelamin perempuan 58%, tingkat pendidikan sebagian besar SMA/sederajat 48%, status pekerjaan sebagian besar wiraswasta (28%) dan hubungan responden dengan pasien sebagian besar ibu kandung (52%). Hasil penelitian ini menunjukkan tingkat pengetahuan keluarga pasien  tentang DBD mayoritas adalah cukup (50%). Hasil ini menunjukkan bahwa keluarga masih membutuhkan informasi tentang DBD dalam rangka melakukan pencegahan dini DBD. 
DESAIN APLIKASI FINANCIAL TECHNOLOGY (FINTECH) PADA PEREMPUAN KORBAN PHK TERDAMPAK COVID – 19 DENGAN SISTEM REDISTRIBUSI PENGHASILAN BERBASIS LAYANAN FILANTROPI Widjayanti, Carolina Ety; Racma, Dhany Faizal; Setyawan, Antonius Ary
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 5, No 2 (2021): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmstkik.v5i2.13427

Abstract

The impact of the global economic crisis due to the Corona Virus Pandemic or Covid-19 is felt by the entire world population, including the people of Indonesia. Many Bankrupt Industries have resulted in an increase in layoffs, especially for women, considering the very large role of women and being the supporter of the family economy; then the role of this woman needs to be strengthened again, so that the survival of their family will be guaranteed. In addition, the dynamics of the field require creative solutions to increase financial inclusion. One of them is through the use of the philanthropic service sector. In the difficult economic conditions during the corona virus (Covid-19) pandemic in Indonesia, this did not reduce public philanthropy, on the contrary, it tends to continue to increase. A philanthropic business model that will be built by bringing together donors and female workers affected by Covid-19. They can interact directly without the need for an intermediary. The research method used is the Waterfall method which includes the analysis phase, the design phase, the implementation phase, the testing phase, including blackbox, whitebox and usability testing with SUS (System Usability Scale). The results of the System Usability Scale (SUS) test have an average SUS score of 86.5, which means the system is feasible to use. It is hoped that with this e-sharing platform, it can facilitate people who have a fixed income or who do not have the risk of losing their jobs in the midst of this pandemic to distribute a small portion of their wealth in an egalitarian format to those who are disadvantaged by the Covid-19 restrictions. Keywords: Fintech; filantropi; platform; PHK AbstrakDampak krisis ekonomi global akibat Pandemik Virus Corona atau Covid-19 sangat dirasakan oleh seluruh penduduk dunia, termasuk masyarakat Indonesia. Banyak Industri Bangkrut yang mengakibatkan kenaikan PHK meningkat khususnya perempuan,  mengingat peran wanita sangat besar dan menjadi penopang ekonomi keluarga; maka peran wanita ini perlu diperkuat lagi, sehingga kelangsungan hidup keluarga mereka akan terjamin. Disamping itu, dinamika lapangan membutuhkan solusi kreatif untuk meningkatkan inklusi keuangan. Salah satunya lewat pemanfaatan sektor layanan filantropi. Dalam kondisi ekonomi yang sulit pada masa pandemi virus corona (Covid-19) di Indonesia tidak membuat filantropi masyarakat menurun, sebaliknya justru cenderung terus meningkat. Model bisnis filantropi yang akan dibangun dengan mempertemukan antara para donatur dan pekerja wanita yang terdampak covid-19. Mereka bisa langsung berinteraksi tanpa perlu kehadiran intermediary. Metode penelitian yang digunakan adalah menggunakan metode Waterfall yang meliputi tahap analisis (analysis), tahap perancangan (design), tahap implementasi (implementation), tahap pengujian (testing) antara lain blackbox, whitebox dan Usability dengan pengujian SUS (System Usability Scale). Hasil pengujian System Usability Scale (SUS) rata-rata skor SUS sebesar 86,5 yang berarti sistem layak digunakan. Diharapkan dengan adanya platform e-sharing ini, dapat memfasilitasi masyarakat yang berpendapatan tetap atau yang tidak memiliki resiko kehilangan pekerjaan di tengah pandemi ini untuk mendistribusikan sebagian kecil kekayaannya dalam format egaliter ke mereka yang dirugikan restriksi Covid-19. 
IMPROVEMENT OF SKIN HYDRATION PERCENTAGE BY INTERVENTION OF SHEEP PLACENTA CREAM IN ELDERLY POPULATION AT STW CIBUBUR PERIOD SEPTEMBER 2019 Elizabeth, Jessica; Tan, Sukmawati Tansil; Firmansyah, Yohanes; Sylvana, Yana; Angelika, Michelle
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 4, No 2 (2020): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmstkik.v4i2.7439

Abstract

The Population Reference Bureau (PRB) estimates that Indonesia will experience a population surge to 365.3 million by 2030, which will further affect the surge in the elderly population and increase health problems occurring in the elderly. One of the elderly health problems that often occur on the skin is skin hydration problem. Comercially available animal-derived placenta extracts are available in cream form for the purpose repairing skin components. Although the effects of placenta extract have been largely observed, no scientific studies have reported using sheep placenta extract to improve skin hydration levels. The purpose of this study was to look for an increase in the hydration level of elderly skin after intervention research in the form of sheep placenta extract cream. This research is a quasi-experimental study, with a total sampling method in the form of sampling. The study was conducted at the STW RIA Pembangunan Cibubur in September 2019. Sheep placenta cream is made by mixing 30 grams of placenta extract powder with 1000 grams of cream base. Skin hydration levels were measured using the Skin Analyzer Runve HL-611 corneometer. Respondents then apply the cream on the left forearm within 15 minutes after bathing. Skin hydration levels are measured every 1 week up to 4 times measurement. Changes in skin hydration in 51 respondents in a row from week 0 to week 3 were 35.10 ± 2.81, 35.96 ± 2.57, 36.28 ± 2.31, and 36.88 ± 2.30 . Analysis of statistical tests using the Repeated Measurement test showed a significant increase in hydration (p-value <0.001) between measurements due to intervention. The highest increase in hydration level was between the measurement of week-to-zero with the third week of 1.784 (0.276)%. As Conclusion, moisturizer from sheep placenta extract has been proven to increase the hydration level of elderly skin after using it for 3 weeks (p-value <0.05). Keywords: elderly; sheep placenta; skin hydrationABSTRAKPopulation Reference Bureau (PRB) memperkirakan bahwa Indonesia akan mengalami lonjakan populasi menjadi 365,3 juta jiwa pada tahun 2030 yang selanjutnya akan berdampak terhadap lonjakan populasi lanjut usia serta peningkatan permasalahan kesehatan yang terjadi pada lansia. Salah satu permasalahan kesehatan lansia yang sering terjadi pada kulit adalah masalah hidrasi kulit. Ekstrak plasenta yang diproses dari hewan sudah banyak tersedia secara komersial dalam bentuk krim dengan tujuan memperbaiki komponen kulit. Meskipun efek ekstrak plasenta sebagian besar telah dipelajari, namun belum ada studi ilmiah yang melaporkan penggunaan ekstrak plasenta domba untuk meningkatkan kadar hidrasi kulit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mencari peningkatan kadar hidrasi kulit lansia setelah penelitian intervensi berupa krim ekstrak plasenta domba. Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimental, dengan metode pengambilan sampel berupa total sampling. Penelitian dilakukan di Panti STW RIA Pembangunan Cibubur pada periode September 2019. Krim plasenta domba dibuat dengan mencampur 30 gram bubuk ekstrak plasenta dengan 1000 gram basis krim. Kadar hidrasi kulit diukur menggunakan korneometer Skin Analyzer Runve HL-611. Responden lalu mengoleskan krim plasenta domba pada tangan kiri 15 menit setelah mandi. Pengukuran status hidrasi kulit diukur setiap 1 minggu hingga 4 kali pengukuran. Perubahan kadar hidrasi kulit lengan kiri dari 51 responden berturut-turut pada minggu ke nol hingga minggu ketiga adalah sebesar 35,10 ± 2,81, 35,96 ± 2,57, 36,28 ± 2,31, dan 36,88 ± 2,30. Analisa uji statistik menggunakan uji Repeated Measurement didapatkan hasil kenaikan hidrasi yang bermakna (p-value < 0,001) antar pengukuran akibat pemberian intervensi berupa Krim Plasenta Domba. Peningkatan kadar hidrasi paling tinggi adalah antara pengukuran minggu ke nol dengan minggu ke tiga yaitu sebesar 1,784 (0,276)%. Sebagai kesimpulan, pelembab dari ekstrak plasenta domba terbukti dapat peningkatkan kadar hidrasi kulit lansia setelah pemakaian selama 3 minggu (p-value < 0,05). Kata Kunci: lansia; plasenta domba; status hidrasi 
UJI EFEKTIVITAS EKSTRAK BIJI KETUMBAR (CORIANDRUM SATIVUM L.) TERHADAP GAMBARAN HISTOPATOLOGI GINJAL TIKUS HIPERKOLESTEROLEMIA DIABETES Nazira, Syarifah; Thadeus, Maria Selvester; Hardini, Niniek
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 4, No 2 (2020): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmstkik.v4i2.8249

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) is metabolic disease characterized hyperglicemia caused by abnormalities of insulin secretion, insulin sensitivity, or both of them.  Persistent hyperglicemia can trigger the production of oxidative stress. Oxidative stress can cause  glomerular hypertrophy. Coriander seed extract has the potential to overcome oxidative stress. This study aims to determine the effect of coriander seed extract to kidney histopathological examination, blood cholesterol, and blood sugar level in hypercholestrolemia diabetic rats. Samples consist of 30 males wistar rats were divided into five treatments i.e: (K1) standard feed and aquades, (K2) high-fat feed, alloxan, and  glibenclamid 0,045 mg/day, (K3) high-fat feed, alloxan, and coriander seed extract 300 mg/kgBW/day, (K4) high-fat feed, alloxan, and coriander seed extract 500mg/kgBW/day, (K5) high-fat feed, alloxan, and  coriander seed extract 700mg/kgBW/day. Coriander seed extract was given for 28 days. The result of Wilcoxon test showed that coriander seed extract can reduce blood cholesterol level in diabetic hypercholesterolemia, meanwhile the result of paired T-test showed that it can reduce blood sugar level. Measurement of kidney’s histopathological structure as glomerular area was analyzed by Kruskal Wallis test (p=0,001) and continued with Mann-Whitney test. Group K4 can reduce glomerular area significantly compared with group K3 and K5. In conclussion, coriander seed extract can reduce blood cholesterol, blood sugar level and effectively reduce glomerular hypertrophy at dose of 500mg/kgBW/day. Keyword : Coriandrum sativum L.; coriander seed extract; glomerular hypertrophy; blood cholesterol level; blood  glucose level ABSTRAK Diabetes Melitus (DM) merupakan suatu penyakit metabolik dengan karakteristik  hiperglikemi yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau kedua-duanya. Hiperglikemi persisten dapat memicu produksi stres oksidatif. Stres oksidatif dapat menyebabkan terjadinya hipertrofi glomerulus. Ekstrak biji ketumbar (Coriandrum sativum L.) berpotensi mengatasi stres oksidatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek pemberian esktrak biji ketumbar (Coriandrum sativum L.) terhadap gambaran histopatologi ginjal, kadar kolesterol darah, dan kadar gula darah tikus model hiperkolesterolemia diabetes. Sebanyak 30 ekor tikus putih jantan galur wistar, dikelompokkan menjadi lima kelompok dengan perlakuan berbeda yaitu: (K1) pakan standar dan aquades, (K2) pakan tinggi lemak, aloksan, dan glibenklamid 0,045mg/hari, (K3) pakan tinggi lemak, aloksan dan ekstrak biji ketumbar 300mg/kgBB/hari, K4) pakan tinggi lemak, aloksan dan ekstrak biji ketumbar 500mg/kgBB/hari, (K5) pakan tinggi lemak, aloksan, dan ekstrak biji ketumbar 700mg/kgBB/hari. Ekstrak biji ketumbar diberikan selama 28 hari. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan ekstrak biji ketumbar dapat menurunkan kadar kolesterol darah, sedangkan hasil uji T berpasangan menunjukkan ekstrak biji ketumbar dapat menurunkan kadar guka darah sewaktu pada tikus model hiperkolesterolemia diabetes. Histopatologi ginjal dianalisis menggunakan uji Kruskal Wallis didapatkan (p=0,001) dan dilanjutkan dengan uji Mann-Whitney. Pada kelompok K4 terdapat penurunan luas glomerulus yang signifikan dibanding kelompok K3 dan K5. Kesimpulannya, esktrak biji ketumbar dapat menurunkan kadar kolesterol darah, kadar gula darah, dan pada dosis 500mg/kgBB/hari paling efektif untuk menurunkan hipertrofi gomerulus. 
STUDI AKTIVITAS DITIZON SEBAGAI PENGOMPLEKS ION Pb2+ MENGGUNAKAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-Vis DAN SEMI EMPIRIS AM1 Palupi, Endah Sekar; Sulistyarti, Hermin; Abdjan, Muhammad Ikhlas; Putra, Chairil Anjasmara Robo
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 4, No 2 (2020): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmstkik.v4i2.8647

Abstract

Environmental pollution is an influx of energy substances, living creatures, or other components into the environment so that the quality of the One type of pollutant is heavy metals lead (Pb). Pb of metal in irrigation found in the form of PbOH+, Pb2+, PBSO4, PbCO+, and PbHCO3. Lead can be analyzed using a UV-Vis spectrophotometer and test kit (colorimetry). The Test kit is created by adding a reagent to the sample so that there is a complex bond that occurs between the reagent and lead. The reagent often used in determining lead analysis is dithizone. Has been conducted to determine the activity of dithizone as a metal ion complex Pb+2 using spectrophotometry UV-Vis. Determination of the activity of dithizone in monomers and after forming complex indicates the concentration optimum of reagent dithizone in solvent 2-propanol is 60 ppm. Time measurement and optimum pH of Pb (II)-dithizone complex is 10 minutes in pH 4 for achieved complex stability. Geometry modeling and electronic transitions monomer Dithizone and Pb (II)-dithizone complex are performed in computing using semi-empirical AM1/SCF (ground state) and AM1/TD-SCF (excited state) methods. The results showed the total energy modeling dithizone: 0266 a.u and Pb (II)-dithizone: 1,125 a.u the ground state. The transition type in each molecule indicates the type of transition n → π ⃰ Orbital molecules involved in the excitation of the electron dithizone are HOMO-6/39, HOMO-2/43, HOMO/45, and LUMO/46. Meanwhile, the Pb (II)-Ditizon complex has 3 orbitals are HOMO-4/85, HOMO/89, and LUMO/90 involved.Keywords: Austin Model 1; Modeling; Pb (II)-Dithizone; UV-Vis Spectrophotometry ABSTRAK Pencemaran lingkungan merupakan masuknya zat, energi, makhluk hidup, atau komponen lain ke dalam lingkungan sehingga kualitas lingkungan turun hingga yang menyebabkan lingkungan menjadi kurang berfungsi lagi sesuai dengan peruntukkannya. Salah satu jenis polutan adalah logam berat Timbal (Pb). Logam Pb diperairan ditemukan dalam bentuk PbOH+, Pb2+, PbSO4, PbCO+, dan PbHCO3. Timbal dapat dianalisis langsung menggunakan spektrofotometer UV-Vis dan tes kit larutan (kolorimetri). Tes kit larutan dibuat dengan cara menambahkan suatu pereaksi pada sampel sehingga terbentuk adanya ikatan kompleks yang terjadi antara pereaksi dengan timbal. Pereaksi yang sering digunakan dalam penentuan analisis timbal yaitu ditizon. Telah dilakukan penentuan aktivitas ditizon sebagai pengompleks ion logam Pb+2 secara spektrofotometri UV-Vis. Hasil penentuan aktivitas ditizon dalam keadaan monomer dan sesudah membentuk kompleks menunjukan konsentrasi pereaski optimum ditizon, yaitu 60 ppm pada pelarut 2-propanol. Pengukuran waktu dan pH optimum pembentukan kompleks menunjukkan bahwa pada waktu 10 menit di pH 4 tercapainya kestabilan kompleks. Pemodelan geometri dan transisi elektronik monomer ditizon dan kompleks Pb(II)-ditizon dilakukan secara komputasi menggunakan metode semi empiris AM1/SCF (ground state) dan AM1/TD-SCF (excited state). Hasil menunjukan energi total pemodelan ditizon: 0.266 a.u dan Pb(II)-ditizon: 1.125 a.u pada ground state. Tipe transisi pada masing-masing molekul menunjukan tipe transisi n→π⃰ Orbital molekul yang terlibat dalam eksitasi elekteron ditizon, yaitu HOMO-6/39, HOMO-2/43, HOMO/45, dan LUMO/46. Sementara itu, kompleks Pb(II)-ditizon terdapat 3 orbital, yaitu HOMO-4/85, HOMO/89, dan LUMO/90 yang terlibat.
STUDI FENOMENOLOGI: DINAMIKA KESEHATAN KORBAN BULLYING REMAJA DI SMPN 2 KECAMATAN DATUK BANDAR TIMUR KOTA TANJUNGBALAI Umamy, Farida; Hidayat, Wisnu; Sitorus, Mido Ester
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 3, No 2 (2019): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmstkik.v3i2.5111

Abstract

This study aims to obtain in-depth information about the form of bullying, the factor of bullying in victims. As well as this study also aims to determine the impact on the dynamics of bullying victims' health. This type of research is qualitative research. The informants of this study consisted of 2 students at SMPN 2 Tanjungbalai. Data collection methods used are in-depth interviews and observations according to the guidelines that have been made. The analysis conducted is data collection, transcribing records. To measure the validity of the data of this study, researchers used source triangulation, namely informant friends, parents and counseling guidance teachers. The results of this study indicate that the form of bullying experienced by informants is a form of physical, verbal and psychological bullying. Informant A experiences physical and verbal bullying, while N experiences verbal and psychological bullying. Factors that cause informants to be bullied because they are physically small, timid, have difficulty adjusting to the school environment and are considered less attractive in their teenage friends. Bullying has an impact on the dynamics of the victim's health that is a change in attitude, feeling sad and inferior, lacking focus in learning, bruising and feeling dizzy, lazy to socialize in the school environment and changes in spiritual life. The researcher suggests that the school has a program to accompany victims of bullying so that they can develop themselves as a positive impact so that victims are able to accept themselves. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi mendalam mengenai bentuk bullying, faktor terjadinya bullying pada korban. Serta penelitian ini juga bertujuan mengetahui dampak terhadap dinamika kesehatan korban bullying. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Informan penelitian ini terdiri dari 2 siswa SMPN 2 Tanjungbalai. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara mendalam dan observasi sesuai pedoman yang telah dibuat. Analisis yang dilakukan adalah pengumpulan data, mentranskip catatan. Untuk mengukur keabsahan data penelitian ini, peneliti menggunakan triangulasi sumber yaitu teman informan, orang tua dan guru bimbingan konseling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bentuk bullying yang dialami informan yaitu bentuk bullying fisik, verbal dan psikologis. Informan A mengalami bullying fisik dan verbal, sedangkan N mengalami bullying verbal dan psikologis. Faktor – faktor yang menyebabkan informan dibully karena fisik yang kecil, penakut, susah menyesuaikan diri dilingkungan sekolah dan dianggap kurang menarik dilingkungan teman-teman usia remaja. Bullying memiliki dampak terhadap dinamika kesehatan korban yaitu perubahan sikap, merasa sedih dan rendah diri, kurang fokus dalam belajar, memar dan merasa pusing, malas bersosialisasi dilingkungan sekolah serta perubahan kehidupan spritual. Peneliti menyarankan sekolah memiliki program untuk mendampingi korban bullying agar dapat mengembangkan diri sebagai dampak yang positif sehingga korban mampu menerima diri sendiri.
HUBUNGAN ANTARA DIABETES MELLITUS TIPE II DENGAN DERAJAT OSTEOARTHRITIS LUTUT Subroto, Maruf Hari; Supartono, Basuki; Herardi, Ryan
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 5, No 1 (2021): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmstkik.v5i1.7315

Abstract

Osteoarthritis is a degenerative disease that cause damage to joint cartilage damage. Osteoarthritis affects 151,4 million people in the world, including 27,4 million in Southeast Asia. Osteoarthritis is a disease that is a burden on public health and the country. The prevalence of osteoarthritis is one in four people aged 50 years and individuals aged 65 years are more at risk of developing calcification of the knee joint. Risk factors such as type II Diabetes Mellitus are observed in one of osteoarthritis research. A hispanic study explained the prevalence of osteoarthritis patient are twice as much in diabetic patient than non-diabetic patient. A score of 6.5% of HbA1c test is required to diagnose diabetes. The goal of this study is to find out the connection of type 2 diabetes mellitus and knee osteoarthritis. This research uses observational analytic with cross sectional research design with a total of 45 patient from Orthopedic clinic of Al – Fauzan General Hospital in 2016 – 2019 and analyzed with chi square test. According to the result, the most group of age is elderly about 34 people (75,6%), the most group of gender is women about 34 people (75,6%), the most group of HbA1c is non-diabetes mellitus group about 30 people (66,7%), the most group of osteoarthritis stage is severe de (4) about 28 people (62,2%), and there is no connection between type II diabetes mellitus with the stage of knee osteoarthritis with p value of 0,828 (p > 0.05). this research shows no significant correlation between type II diabetes mellitus and the stage of knee osteoarthritis. Keywords : Knee Osteoarthritis; HbA1c; Type II Diabetes Mellitus AbstrakOsteoarthritis adalah penyakit degeneratif yang disebabkan kerusakan tulang rawan sendi. Osteoarthritis dialami 151,4 juta orang di dunia dan 27,4 juta orang di Asia Tenggara. Osteoarthritis merupakan penyakit yang menjadi beban kesehatan masyarakat dan negara. Prevalensi terjadinya osteoarthritis yaitu satu dari empat orang berusia 50 tahun dan individu berusia lebih dari 65 tahun beresiko mengalami pengapuran sendi lutut. Penelitian osteoarthritis mengamati faktor risiko terjadinya osteoarthritis seperti diabetes mellitus tipe 2. Studi Hispanik menjelaskan prevalensi penderita osteoarthritis dua kali lebih banyak terjadi pada penderita dengan diabetes dibandingkan penderita tanpa diabetes. Pemeriksaan HbA1c direkomendasikan untuk mendiagnosis diabetes, dengan batas nilai 6,5 %. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara diabetes mellitus tipe II dengan derajat osteoarthritis lutut. Penelitian ini menggunakan analitik observasional dengan desain penelitian potong lintang dengan jumlah sampel 45 pasien di Poli Orthopedi Rumah Sakit Umum Al – Fauzan tahun 2016 – 2019 dan dianalisa menggunakan uji kai kuadrat. Berdasarkan hasil penelitian, usia terbanyak adalah lansia yaitu 34 orang (75,6 %), jenis kelamin terbanyak adalah perempuan yaitu 34 orang (75,6 %), HbA1c terbanyak adalah non diabetes mellitus yaitu 30 orang (66,7 %), derajat osteoarthritis lutut terbanyak adalah derajat berat (4) yaitu 28 orang (62,2 %), dan tidak terdapat hubungan yang bermakna antara diabetes mellitus tipe II dengan derajat osteoarthritis lutut dengan nilai p sebesar 0,828 (p > 0,05). Penelitian ini menunjukan tidak terdapat hubungan yang bermakna antara diabetes mellitus tipe II dengan derajat osteoarthritis lutut
IDENTIFIKASI DEGRADASI MUTU BETON PADA STRUKTUR BANGUNAN GEDUNG DI JAKARTA Wiyanto, Henny
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 3, No 2 (2019): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmstkik.v3i2.5958

Abstract

Concrete quality degradation is a concrete quality downgrade from the perspective of concrete tension. Concrete quality degradation on concrete structure can happen either on new buildings (buildings that are still being constructed/in construction phase) or existing buildings (buildings that are already operational/in operational phase). The possible causes of concrete quality degradation on new buildings are, among others: incorrect implementation process such as readymix concrete quality that isn’t according to plan, lack of compacting, inadequate maintenance. Concrete quality degradation examination is done by examining concrete tension. On new buildings, one of the ways concrete tension can be identified is through test object examination. Concrete is a construction material that has a unique tension trait, where if it’s examined with a number of test objects, the value will spread around one particular average value. The value number depends on the field implementation perfection level. If the concrete tension of test object isn’t according to plan, installed concrete assessment with destructive and non destructive method can be performed. This research is done to identify the amount of concrete quality degradation on building structure based on tension value of concrete test object at the construction phase. Analysis results show the occurrence of a large concrete quality degradation, necessitating the determination of characteristics and categories until the worst possible concrete condition for concrete condition assessment needs.  AbstrakDegradasi mutu beton adalah penurunan kualitas beton dilihat dari kuat tekan beton. Degradasi mutu beton pada struktur beton dapat terjadi baik pada bangunan baru (bangunan yang sedang dibangun/tahap konstruksi) maupun bangunan existing (bangunan yang sudah beroperasi/tahap operasional). Penyebab degradasi mutu beton pada bangunan baru diantaranya ada bagian pada proses pelaksanaan yang kurang tepat seperti mutu beton readymix tidak sesuai rencana, kurangnya pemadatan, perawatan beton kurang baik. Pemeriksaan degradasi mutu beton dilakukan dengan memeriksa kuat tekan beton. Pada bangunan baru, kuat tekan beton dapat diketahui salah satunya melalui pengujian benda uji. Beton adalah suatu bahan konstruksi yang mempunyai sifat kekuatan tekan yang khas, yaitu apabila diperiksa dengan sejumlah besar benda uji, nilainya akan menyebar sekitar suatu nilai rata-rata tertentu. Besar atau kecil nilai bergantung pada tingkat kesempurnaan pelaksanaan di lapangan. Apabila kuat tekan beton dari benda uji tidak sesuai rencana maka dapat dilakukan pengujian beton terpasang dengan metode non destruktif dan destruktif.  Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui besarnya degradasi mutu beton pada struktur bangunan gedung bertingkat berdasarkan nilai kekuatan tekan benda uji beton pada tahap konstruksi. Hasil analisis menunjukkan terjadi degradasi mutu beton yang besar, sehingga perlu ditetapkan karakteristik dan kategori sampai kondisi beton terburuk untuk kebutuhan penilaian kondisi beton.
HUBUNGAN PENGETAHUAN, SIKAP, DAN PERILAKU PASIEN HUMAN IMMUNODEFICIENY VIRUS DENGAN PELAYANAN VOLUNTARY COUNSELING AND TESTING DI RSUD DEPOK 2020 Saraswati, Anisa Azhaar; Koesomo, Gatot Soeryo; Nugrohowati, Nunuk
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 5, No 1 (2021): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmstkik.v5i1.8234

Abstract

Human Immunodeficiency Virus (HIV) had become global emergency problem. The number of HIV cases in Indonesia reported until 2017 had increased, while the number of acquired immune deficiency syndrome (AIDS) cases was relatively stable. This prevalence showed that the more HIV status were known at early stage, the possibility of worsening could be reduced. Voluntary counseling and testing (VCT) is an HIV testing and counseling service that is implemented at the initiative of the patients. Good knowledge of HIV and positive attitude towards HIV will increase the initiative to take HIV test, supported by awareness of HIV risk behaviors.  The purpose of this study was to determine the relationship between knowledge, attitude, and behavior of PLHIV with the utilization of VCT services and to determine the most influencing factor of VCT service utilization. This study was an analytic observational cross-sectional design. The research samples were from a primary data which were questionnaires filled out by 43 HIV patients. The study was conducted at Depok Regional Public Hospital, the selection of this particular hospital was due to the high prevalence of HIV case in Depok. The sampling technique was consecutive sampling. This study proved that there was a significant relationship between knowledge (p-value: 0.008) and attitude (p-value: 0.000) with the utilization of VCT services. The utilization of VCT services increased with good knowledge of HIV and positive attitude towards HIV disease. Keywords: Attitude towards HIV; HIV risk behavior; Knowledge of HIV; Voluntary counseling and testin. AbstrakPenyakit Human Immunodeficiency Virus (HIV) telah menjadi masalah darurat global. Jumlah kasus HIV di Indonesia hingga tahun 2017 mengalami kenaikan, sedangkan jumlah acquired immune deficiency syndrome (AIDS) stabil. Prevalensi ini menunjukkan banyak orang dengan HIV/AIDS (ODHA) yang diketahui statusnya secara dini sehingga perburukan penyakit dapat dicegah. Voluntary counseling and testing (VCT) adalah layanan konseling dan tes HIV yang pelaksanaannya atas inisiatif pasien. Pengetahuan baik mengenai penyakit HIV dan sikap positif terhadap penyakit HIV akan meningkatkan inisiatif melakukan tes HIV, didukung oleh kesadaran perilaku berisiko terinfeksi HIV. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara pengetahuan, sikap, dan perilaku pasien HIV/AIDS dengan pemanfaatan pelayanan VCT serta mengetahui faktor yang paling berpengaruh terhadap pemanfaatan pelayanan VCT. Penelitian ini bersifat analitik observasional dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian berupa data primer yaitu pengisian kuesioner oleh 43 pasien HIV. Penelitian dilakukan di RSUD Depok, pemilihan di RSUD Depok karena tingginya prevalensi penyakit HIV di Depok. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini secara consecutive sampling. Penelitian ini membuktikan terdapat hubungan bermakna antara pengetahuan (p-value: 0.008) dan sikap (p-value: 0.000) terhadap pemanfaatan pelayanan VCT. Pemanfaatan pelayanan VCT meningkat dengan pengetahuan baik mengenai HIV dan sikap positif terhadap penyakit HIV.
AUDIT KESELAMATAN JALAN TOL TANGERANG - MERAK Setyarini, Ni Luh Putu Shinta Eka; Virgantara, Michael Gani
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 5, No 1 (2021): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmstkik.v5i1.9057

Abstract

Tangerang-Merak Toll Road is a toll road connecting Tangerang and Merak Port, which includes Cikupa Toll Road, East Balaraja, West Balaraja, Ciakande, Ciujung, East Serang, West Serang, East Cilegon, West Cilegon, and Merak. With the more congested, will make the risk of car accidents also increased. In an effort to improve of road safety, especially toll roads, a Road Safety Audit (AKJ) is needed. Aspects examined and observed include geometric, traffic management, pavements, street furnitures and complementary buildings. As a result, it is concluded that in geometric aspect, in general has been designed in accordance with the provisions, but nevertheless there are parts that still require improvement. This research will discussed the existing condition of Tangerang-Merak Toll Road based on direct observation. The aspects reviewed are geometric, pavement, street furnitures and road complementary buildings such as Signs, Markings and Median roads. In the end, accident-prone areas will be obtained on tangerang-merak toll road with a comparison analysis of direct observation data, and traffic accident data. Keywords: Toll Road; Street funitures; Accident Prone Areas; Road Safety AuditAbstrakJalan Tol Tangerang-Merak adalah jalan tol yang menghubungkan Kota Tangerang dan Pelabuhan Merak yang mencakup Tol Cikupa, Balaraja Timur, Balaraja Barat, Ciakande, Ciujung, Serang Timur, Serang Barat, Cilegon Timur, Cilegon Barat, dan Merak. Dengan semakin padatnya ruas jalan tol tersebut akan membuat angka risiko kecelakaan mobil juga semakin meningkat. Dalam upaya meningkatkan keselamatan para pengguna jalan, khususnya jalan tol, maka perlu dilaksanakan Audit Keselamatan Jalan (AKJ). Aspek yang diperiksa dan diamati meliputi aspek geometrik jalan, manajemen lalu lintas, perkerasan, bangunan pelengkap jalan dan perlengkapan jalan. Sebagai hasilnya, diperoleh kesimpulan bahwa dari segi geometrik, secara umum jalan sudah dirancang sesuai dengan ketentuan, namun demikian ada bagian-bagian yang masih memerlukan penyempurnaan. Penelitian ini akan membahas kondisi eksisting jalan Tol Tangerang-Merak berdasarkan pengamatan langsung. Aspek yang ditinjau adalah aspek geometrik, perkerasan, dan bangunan pelengkap jalan seperti Rambu, Marka dan Median jalan. Pada akhirnya, akan didapatkan daerah rawan kecelakaan pada ruas tol Tangerang-Merak dengan analisis perbandingan dari data pengamatan langsung, dan data kecelakaan lalu lintas.