cover
Contact Name
Nafiah Solikhah
Contact Email
nafiahs@ft.untar.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmstkik@untar.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
ISSN : 25796402     EISSN : 25796410     DOI : -
Jurnal ini memuat artikel ilmiah dalam bidang Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan. Setiap artikel yang dimuat telah melalui proses review. Jurnal Muara diterbitkan dalam rangka mendukung upaya pemerintah Republik Indonesia, khususnya Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi untuk meningkatkan jumlah publikasi ilmiah di tingkat Nasional. Jurnal Muara ini juga dapat menjadi wadah publikasi bagi para mahasiswa (S1, S2 maupun S3) dan dosen di lingkungan perguruan tinggi. Jurnal ini dikelola oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat - Universitas Tarumanagara (DPPM - UNTAR).
Arjuna Subject : -
Articles 373 Documents
STUDI PERBANDINGAN SIFAT MEKANIK SERAT BAMBU Illya, Gregoria; Bali, Ika
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 5, No 2 (2021): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmstkik.v5i2.10029

Abstract

Natural fibers have application in almost every item used in our daily routine and been contributing explicitly to the economic prosperity and sustainability in our lives. Among the natural fiber plants, bamboo is the most popular, because of its versatile applications and significant contribution to the environment. Bamboo fibers have been used in various application such as decoration, weaving, paper makin, textile, and high-performance composites for the past many years. They have several advantages such as superior tensile strength, low density, and high flexibility under flexible and compressive loads. In order to meet the requirements of each bamboo application, there is a need to study the mechanical properties of bamboo fibers. This study reviews mechanical properties of bamboo fibers for various species, extraction methods, plant age, sizes, and moisture contents.  Keywords: bamboo fiber; bamboo extraction method; mechanical properties; mechanical testing; tensile strength AbstrakIndonesia kaya akan tanaman yang dapat diambil seratnya untuk diolah menjadi produk yang bermanfaat. Di antara tanaman penghasil serat alami, bambu adalah yang paling populer, karena memiliki aplikasi yang serba guna, mudah tumbuh, tidak memerlukan perawatan dan dapat mengurangi pencemaran udara. Serat bambu telah digunakan dalam berbagai aplikasi seperti dekorasi, perabot, tekstil, kertas dan komposit. Beberapa keunggulan serat bambu adalah memiliki kekuatan tarik yang besar, densitas yang rendah dan fleksibilitas yang tinggi. Dalam rangka memenuhi persyaratan masing-masing aplikasi dari serat bambu, diperlukan studi mengenai sifat mekanik serat bambu. Penelitian ini membandingkan beberapa penelitian yang sudah dilakukan mengenai sifat mekanik serat bambu berdasarkan spesies, metode pengolahan dari batang bambu menjadi serat, umur tanaman, ukuran serat dan kadar kelembaban. Serat bambu yang dihasilkan dapat memiliki sifat mekanik yang optimal jika bambu yang dipilih adalah dari spesies tertentu, memiliki kadar kelembaban yang rendah dan menggunakan metode ekstraksi yang tepat.
HUBUNGAN SIKAP DENGAN KEPATUHAN PERAWAT DALAM MENCUCI TANGAN DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT SWASTA Doloksaribu, Eunike Kristien; Lintin, Nathalia; Dewi, Revina Marthalita Sukma; Pakpahan, Martina; Purimahua, Dora Irene
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 5, No 2 (2021): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmstkik.v5i2.11839

Abstract

Health Care-Associated Infection (HAI) or Nosocomial infection is still a major problem that occurs in hospitals. This results in prolonged treatment, increased resistance to antimicrobials, increased morbidity and mortality, high maintenance costs and decreased quality of care. Nurses interact the most with patients, so nurse compliance in washing hands can affect the spread of nosocomial infections. This study aims to determine the correlation between nurses’ attitudes and compliance with hand washing in an inpatient room at a private hospital in Jakarta. The study is quantitative correlational used cross-sectional design. The total samples was 49 respondents obtained using purposive sampling technique. This study used a questionnaire instrument and observation sheet. Validity and reliability tests for the questionnaire obtained Cronbach Alpha 0.909. Observations among researchers obtained the kappa test results of 0.615.The analysis used univariate and bivariate analyzes. The ethical approval was obtained from the Ethics Committee of the Faculty of Nursing, Universitas Pelita Harapan. In the univariate analysis, it was showed that 27 (55.1%) of nurses had a good attitude in hands washing and 39 (79.6%) of nurses did not comply with hands washing. In the bivariate analysis using the Chi-Square test, it showed that there was no correlation between attitudes and nurse compliance in hand washing in an inpatient room at a private hospital in Jakarta (p value 0.716, 95% CI). Future studies can examine other factors that influence nurse compliance in hand washing compliance such as knowledge, motivation, availability of hand washing facilities, workload, monitoring and role models. Keywords: Hand washing; Compliance; Nurse; Inpatient; Attitude AbstrakInfeksi terkait pelayanan kesehatan atau infeksi nosokomial masih menjadi masalah utama yang terjadi di rumah sakit. Hal ini menyebabkan perawatan yang berkepanjangan, peningkatan resistensi terhadap antimikroba, peningkatan morbiditas dan mortalitas, biaya perawatan tinggi dan menurunnya mutu pelayanan. Perawat paling banyak berinteraksi dengan pasien maka kepatuhan perawat dalam mencuci tangan dapat memengaruhi penyebaran infeksi nosokomial. Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan sikap dengan kepatuhan perawat mencuci tangan di Ruang Rawat Inap di Satu Rumah Sakit Swasta di Jakarta. Penelitian merupakan kuantitatif korelasional dengan desain cross-sectional. Jumlah sampel yaitu 49 responden yang diperoleh menggunakan purposive sampling. Instrumen berupa kuesioner dan lembar observasi. Uji validitas dan reliabilitas kuesioner didapatkan Cronbach Alpha 0,909. Observasi diantara peneliti didapatkan hasil uji kappa 0,615. Analisis menggunakan analisis univariat dan bivariat. Persetujuan etik didapatkan dari Komite Etik Fakultas Keperawatan Universitas Pelita Harapan. Pada analisis univariat diketahui sebesar 27 (55,1%) perawat memiliki sikap baik dalam mencuci tangan dan sebesar 39 (79,6%) perawat tidak patuh mencuci tangan. Pada analisis bivariat dengan uji Chi-Square menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan sikap perawat dengan kepatuhan perawat mencuci tangan di ruang rawat inap di satu Rumah Sakit Swasta di Jakarta (p value 0,716, CI 95%). Penelitian berikutnya dapat meneliti faktor-faktor lain yang memengaruhi kepatuhan perawat mencuci tangan seperti pengetahuan, motivasi, ketersediaan fasilitas cuci tangan, beban kerja, supervisi dan role model.
TANTANGAN PENANGANAN PERMUKIMAN KUMUH DARI SUDUT PANDANG INSTITUSIONAL: STUDI KASUS KOLEKTIF DI KEL. BINTARO DAN KEL. BANJAR KOTA MATARAM Amin, Saiful; Fahmi, Erwin
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 5, No 2 (2021): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmstkik.v5i2.12133

Abstract

Slum settlement in Indonesia has been improved through various programs since before independence. The experiences of slum improvement programs show that there are still a number of challenges to perfecting them. The most critical issues have been, or related to, tenure security and the sustainability of the holistic slum management program. This research was conducted with a qualitative research approach using The Three Worlds of Action framework and a collective case study method conducted in Kel. Bintaro and Kel. Banjar of the City of Mataram. The results showed that the challenges faced at the constitutional choice level and the collective choice level, namely the policies that have been applied at the national level, have not been fully consistent and coherent with decisions at the operational choice level. This is because policies at the constitutional level are still sectoral in nature, and there is no special institution dealing with slum settlements. The second challenge is that the collective choice that has been prepared at the collective choice level has not been fully operationalized at the operational level. This is because community involvement has not been optimal from planning to implementation and the collective choice has not fully paid attention to aspects of security of residence and sustainability. Keywords: slum improvement program; The Three Worlds of Action; Kelurahan Bintaro dan Kelurahan Banjar Kota Mataram. AbstrakPemukiman kumuh di Indonesia telah ditangani melalui berbagai program sejak sebelum kemerdekaan. Pengalaman program penanganan permukiman kumuh menunjukkan bahwa masih terdapat sejumlah tantangan untuk menyempurnakan program-program dimaksud. Beberapa di antaranya terkait kepastian bermukim dan keberlanjutan program penanganan permukiman kumuh yang holistik. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan penelitian kualitatif dengan menggunakan kerangka kerja The Three Worlds of Action dan metode studi kasus kolektif yang dilakukan di Kel. Bintaro dan Kel. Banjar Kota Mataram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tantangan yang dihadapi pada tingkat pilihan konstitusional dan tingkat pilihan kolektif, yaitu kebijakan yang telah diterapkan di tingkat nasional, belum sepenuhnya konsisten dan koheren dengan keputusan di tingkat pilihan operasional. Hal ini disebabkan karena kebijakan di tingkat konstitusi masih bersifat sektoral, dan belum ada institusi khusus yang menangani permukiman kumuh. Tantangan kedua, pilihan kolektif yang telah disusun pada level pilihan kolektif belum sepenuhnya dioperasionalkan pada level operasional. Hal ini dikarenakan pelibatan masyarakat belum optimal dari perencanaan hingga pelaksanaan dan pilihan kolektif belum sepenuhnya memperhatikan aspek keamanan bertempat tinggal dan keberlanjutan.
TIPOLOGI TENDA SEBAGAI STUDI ARSITEKTUR PORTABEL Trisno, Rudy; Lianto, Fermanto; Choandi, Mieke
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 5, No 2 (2021): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmstkik.v5i2.13046

Abstract

Architecture trends are continuously searching for a new design alternative. If architecture is dominated by a permanent structure in the last decades, the latest trend suggests temporal, ephemeral, and informal architecture to emerge as the other alternative. While the world becomes complex, these other spatial forms are in demand, resulting in various installations, pop-up stores, container architecture, and portable, temporal architecture constructed throughout the cityscape. Its portability, elasticity, and fluidity have offered different human activity transformations compared to permanent architecture. Tent, one of the most popular portable architecture, has been used for myriad human activities, although fewer researches are found regarding the typology of the tent, which is considered beneficial to understand its transformation. The qualitative interpretive method is used to understand the typology of the contemporary tent. The diagram is utilized as a tool to investigate its form, structure, and physical appearance. The research steps are drawing a diagram, pattern extraction, and pattern interpretation. The phases are elimination of tent’s elaboration and decoration, pattern structure extraction, pattern illustration. The result is tent typology diagram. The novelty is tent basic pattern extraction. Keywords: Architecture; Portable; Tend; Type; Typology. AbstrakLatar belakang penelitian adalah fenomena tren arsitektur dunia yang mulai mempertanyakan alternatif lain keruangan. Permasalahannya pada dekade terakhir arsitektur dunia didominasi oleh pemahaman ruang permanen pada makna arsitektur yang seolah bersifat absolut, padahal belakangan konsep-konsep keruangan temporal, ephemeral dan informal semakin dibutuhkan untuk mengisi stagnansi arsitektur permanen. Kebutuhan ruang portabel meningkat; hal ini terbukti dari tingginya permintaan akan: instalasi, paviliun, pop-up store, kontainer dan jenis keruangan lain yang lebih ringan, cair dan mudah dimodifikasi. Tenda adalah salah satu alternatif keruangan temporal yang telah berkembang sejak dulu kala, keunggulannya sebagai arsitektur portabel masih relevan di saat ini. Meski demikian, belum banyak perkembangan dan penelitian tenda yang berfokus pada tipe dan struktur untuk gaya hidup masa depan, sementara dominasi pengembangan tenda adalah untuk kebutuhan berkemah atau liburan saja. Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi tipologi tenda sebagai arsitektur portabel Metode penelitian adalah tipologi arsitektur untuk mengangkat kualitas arsitektur tenda. Diagram arsitektur digunakan untuk menghasilkan ilustrasi yang dapat diinterpretasikan dalam memahami pola struktur tenda, Langkah penelitian sebagai berikut: 1) menggambar diagram keruangan; 2) mengekstraksi pola; 3) menginterpretasi pola. Tahapan penelitian disusun sebagai berikut: 1) Mengeliminasi elaborasi dan dekorasi tenda, 2) Mengekstraksi struktur tenda, 3) Menggambar pola. Hasilnya adalah diagram arsitektur tipologi tenda. Kebaruannya adalah ekstraksi pola dasar tenda sebagai arsitektur portabel.
PENGGUNAAN EDUKASI BOOKLET TERHADAP SIKAP REMAJA PADA PERILAKU MEROKOK Budiyati, Gani Apriningtyas; Nurhayati, Pipin
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 5, No 2 (2021): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmstkik.v5i2.9064

Abstract

Smoking in adolescence is increasing. Prevention of smoking behavior in adolescents is needed, one of which is to predict behavior according to the Theory of Planned Behavior (TPB). In this TPB, it is explained that individual attitudes are predictors that can influence an individual's decision to perform a behavior. Therefore, it is necessary to have an intervention that can be used to influence individual attitudes about smoking behavior in order to reduce smoking behavior, especially in adolescents. The design of this research is one group pre test-post test. Univariable analysis was used to calculate the frequency to determine the characteristics of the respondents which included gender, age, class, smoking status and age for the first time trying smoking. Bivariable analysis was used to determine differences in attitudes, before and after being given counseling using the Wilcoxon test. The results showed that the majority of respondents in this study were women (53.48%), the majority had an age of 17 years, which was 62.79%. The majority consisted of teenagers in class XI, which was 65.12%. In the smoking status of adolescents, it is known that the majority of adolescents do not smoke, which is 67.4%. In adolescents, it was also known that they had tried smoking for the first time, namely at the age of 13 years. In the bivariable test, there was a significant difference in adolescent attitudes towards smoking behavior between before and after counseling with a p value of 0.001 (p <0.05). The conclusion of this study is that there is an effect of education with booklets on adolescent attitudes towards smoking behavior.Keywords: booklet;education;adolescent;attitude,smoking AbstrakMerokok pada usia remaja semakin meningkat. Penanggulangan perilaku merokok pada remaja diperlukan, yang salah satu caranya adalah  dengan memprediksi perilaku sesuai dengan Theory of Planned Behavior (TPB). Dalam TPB ini dijelaskan bahwa sikap individu merupakan prediktor yang dapat mempengaruhi keputusan individu untuk melakukan perilaku. Oleh karena itu, diperlukan adanya intervensi yang dapat digunakan untuk mempengaruhi sikap individu tentang perilaku merokok agar dapat menurunkan perilaku merokok khususnya pada remaja. Desain penelitian ini adalah one group pre test-post test. Analisa univariabel digunakan dengan melakukan perhitungan frekuensi untuk mengetahui karakteristik responden yang meliputi jenis kelamin, usia, kelas, status merokok dan usia pertama kali mencoba merokok.  Analisa bivariabel digunakan untuk mengetahui perbedaan sikap, sebelum dan setelah diberi penyuluhan menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden dalam penelitian ini yaitu perempuan (53,48%), mayoritas memiliki usia ≥17 tahun yaitu sebesar 62,79%., mayoritas terdiri dari remaja kelas XI yaitu 65,12%.  Pada status merokok remaja diketahui bahwa mayoritas saat ini remaja tidak merokok yaitu sebesar 67,4%. Pada remaja juga diketahui bahwa mereka pernah mencoba merokok untuk pertama kali yaitu usia ≥13 tahun. Pada uji bivariabel terdapat perbedaan yang signifikan pada sikap remaja terhadap perilaku merokok antara sebelum dan setelah dilakukan penyuluhan dengan nilai p sebesar 0,001 (p<0,05). Kesimpulan penelitian ini yaitu terdapat pengaruh edukasi dengan booklet terhadap sikap remaja pada perilaku merokok. 
EVALUASI KINERJA STRUKTUR DUAL SYSTEM DENGAN BELT TRUSS Utomo, Dwi Prasetyo; Soegiarso, Roesdiman
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 5, No 2 (2021): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmstkik.v5i2.8839

Abstract

In structural engineering applications, the limit of building deflection or interstory drift is an important issue. In high-rise buildings that are more than or equal to 60 floors in the current era, systems are used in the structure of the building. The function of the Belt Truss is to reduce the deflection that occurs in the building by converting the building's overturning moment into the axial force of the exterior column. The Belt Truss structure itself can use reinforced concrete structures and steel structures. Because the Belt Truss structure is an innovation in the world of structural engineering, the parameter values for earthquake loads are not listed in the applicable Building Planning Standards. The standard for earthquake-resistant building regulations requires the parameters of Response Modification Factor (R), Overstrength Factor (Ωo), and Deflection Magnification (Cd) for determining earthquake loads. Because the parameters on the Belt Truss structure are not listed in the Standard for Earthquake Resistant Building Regulations, a study of the earthquake load parameters on the Belt Truss structure was carried out. The method used in this research is a literature study using Pushover Load Analysis according to ATC - 40 and FEMA 356. Keywords: Belt Truss, Dual System; ATC – 40; FEMA 356; Response Modification Factor (R); Overstrength Factor (Ωo); and Deflection Magnification (Cd) AbstrakDalam aplikasi rekayasa struktur gedung, batasan defleksi bangunan atau interstory drift adalah masalah penting. Pada bangunan tinggi yang lebih dari atau sama dengan 60 lantai pada era sekarang sudah menggunakan sistem pada struktur bangunan tersebut. Fungsi dari Belt Truss tersebut berguna untuk mengurangi defleksi yang terjadi pada bangunan dengan mengkonvesi momen guling bangunan menjadi gaya aksial kolom eksterior. Struktur Belt Truss sendiri materialnya bisa menggunakan struktur beton bertulang dan struktur baja. Karena struktur Belt Truss merupakan inovasi pada dunia rekayasa struktur, maka nilai parameter beban gempa tidak tercantum pada Standar Peraturan Perencanaan Bangunan yang berlaku. Standart Peraturan Bangunan tahan gempa diperlukan parameter – parameter Faktor Modifikasi Respon (R), Faktor Kuat Lebih (Ωo), dan Perbesaran Defleksi (Cd) untuk penentuan beban gempa. Dikarenakan parameter pada struktur Belt Truss tidak tercantum pada Standar Peraturan Bangunan Tahan Gempa, maka dilakukan penelitian parameter-parameter beban gempa pada struktur Belt Truss tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur dengan menggunakan analisa Beban Dorong Pushover Analysis sesuai ATC - 40 dan FEMA 356.
ANALISIS DOSIS RADIASI PADA JARINGAN TUMOR DENGAN SIMULASI PROGRAM MCNP-5 Pandiangan, Tumpal; Bali, Ika
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 5, No 2 (2021): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmstkik.v5i2.9348

Abstract

Direct measurement of each radiation dose to the patient's organs is not possible. In general, to estimate the dose absorbed by human organs is approached by measurements in human phantoms, but this approach is still too rough because the composition of phantoms is not easily made the same as the actual organ composition. Currently, for important matters such as the accuracy of determining the absorption dose by human organs, the Monte Carlo simulation method (MCNP) with special software is used. This has led to a growing desire for scientists to make the transition from using phantoms to computing software for medical physics applications. However, until now no comprehensive document has been written to introduce the use of the MCNP program to simulate its application in medical physics. The purpose of this study was to analyze the absorbed dose of gamma radiation in tumor tissue in the breast by simulating changes in distance and tumor size using the MCNP-5 program. This can be useful in ensuring the application of radiation protection to the patient and the environment in which the patient is located. The results showed that the radiation dose in cell 1 (tumor tissue) with a change in the distance between the radiation source and cell 1 was getting bigger, resulting in a decrease in the dose in cell 1, while the effect of cell volume 1 was greater, the greater the dose received by cell 1. In addition, through this simulation it can be seen that for each addition of 1 cm3 the volume of cell 1 for tumor tissue can increase the absorption energy by 3.5x10e-12 Gray. Keywords: MCNP-5; simulation; radiation dose; tumor tissue AbstrakPengukuran setiap dosis radiasi pada organ pasien tidak dimungkinkan secara langsung. Pada umumnya untuk memperkirakan dosis yang diserap oleh organ tubuh manusia didekati dengan pengukuran pada phantom manusia, namun pendekatan ini juga masih terlalu kasar karena komposisi phantom tidak mudah dibuat sama dengan komposisi organ yang sebenarnya. Sehingga saat ini, untuk hal-hal yang penting seperti ketepatan penentuan dosis serap oleh organ tubuh manusia, digunakan metode simulasi Monte Carlo (MCNP) dengan perangkat lunak khusus. Hal ini mendorong meningkatnya keinginan para ilmuwan melakukan transisi dari penggunaan phantom ke penggunaan komputasi perangkat lunak untuk aplikasi fisika medis. Namun sampai saat ini belum tersedia dokumen komprehensif yang ditulis untuk memperkenalkan penggunaan program MCNP guna mensimulasikan aplikasinya dalam fisika medis. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis dosis serap radiasi gamma pada jaringan tumor di payudara melalui simulasi perubahan jarak dan besar tumor menggunakan program MCNP-5. Hal ini dapat berguna dalam memastikan penerapan proteksi radiasi pada pasien dan lingkungan tempat pasien. Hasil penelitian menunjukkan dosis radiasi pada sel 1 (jaringan tumor) dengan perubahan jarak antara sumber radiasi dengan sel 1 semakin besar, mengakibatkan besar dosis di sel 1 semakin menurun, sedangkan pengaruh volume sel 1 yang semakin besar maka dosis yang diterima sel 1 semakin besar juga. Selain itu, melalui simulasi ini dapat diketahui untuk setiap penambahan 1 cm3 volume sel 1 jaringan tumor dapat meningkatkan energi serap sebesar 3,5x10e-12 Gray.
AUDIT KESELAMATAN JALAN UNTUK JALAN TOL YANG OPERASIONAL DI BAWAH 1 TAHUN Setyarini, Ni Luh Shinta Putu Eka; Prihatiningsih, Aniek; Sianturi, Liana Fentani Natalia; Gea, Stephen Deprianto
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 5, No 2 (2021): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmstkik.v5i2.10233

Abstract

The imbalance population and number of vehicles increasing from year to year with number of roads causing traffic jam. Build toll road is the government's effort to solve traffic jam. The construction of toll roads that carried out by Government is expected to be able reduce traffic jam on arterial roads but in reality, does not reduce traffic jam even though traffic jam still exist on toll roads. Traffic jam causes stress and fatigue and can lead to traffic accidents. Indonesia has a much higher mortality rate compared to other countries. Traffic accidents are influenced by three main factors: human factors, vehicle factors, and road factors. To improve road safety and high number of deaths each year, it will be carried out research by direct observation using the Road Safety Audit (RSA) form of the Kunciran-Serpong Toll Road. The result of this research by direct observation on Kunciran-Serpong Toll Road in general there are still many shortcomings, such as various types of road damage and pavement, there are no signs to bend to the left or right, the drainage system is not good on several roads, and the median is not good because not all segments get fenced. Keywords: Traffic Jam; Accident, Toll; Road Safety AuditAbstrakSeiring dengan pertambahan jumlah penduduk maka jumlah kendaraanpun terus berkembang dari tahun ke tahun, sedangkan panjang ruas jalan tidak dapat menyusul secara signifikan, hal ini mengakibatkan terjadinya kemacetan lalu lintas. Upaya pemerintah mengurangi kemacetan dengan membangun jalan Tol yang diharapkan untuk mampu mengurangi kemacetan yang ada di jalan arteri. namun pada kenyataannya tidak mengurangi kemacetan bahkan jalan tol saat ini juga mengalami kemacetan. Beberapa jalan tol dibangun untuk mengurangi kemacetan yang ada di ruas jalan tol yang lama, karena apabila tidak dikurangi maka kemacetan menyebabkan stres dan lelah fisik, mengurangi produktifitas yang akhirnya mengakibatkan kecelakaan lalu lintas. Indonesia memiliki tingkat kematian yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan negara lainnya di ASEAN. Kecelakaan lalu lintas dipengaruhi tiga faktor utama yaitu faktor manusia, faktor kendaraan, dan faktor jalan. Dalam rangka upaya meningkatkan keselamatan jalan dan mengurangi angka kematian setiap tahunnya maka dilaksanakan observasi langung dengan mengunakan formulir Audit Keselamatan Jalan (AKJ) atau Road Safety Audit (RSA) pada ruas jalan tol operasional. Hasil dari observasi langung pada ruas jalan tol operasional di bawah 1 tahun secara umum masih terdapat banyak kekurangannya, seperti berbagai jenis kerusakan jalan terutama pada perkerasan, tidak adanya rambu peringatan tikungan ke kiri maupun ke kanan dan beberapa rambu lainnya, kecepatan eksisting yang lebih besar dari kecepatan rencana, dan median yang kurang baik karena tidak semua ruas terdapat pembatas
UNJUK KERJA TURBIN CROSS-FLOW DENGAN SIMULASI CFD PADA NOSEL DAN MANUFAKTUR PADA RUNNER Darmawan, Steven; Riza, Abrar; Lubis, M. Sobron Y.; Winardi, Stevanus Aditya; Christianto, Reuben
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 5, No 2 (2021): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmstkik.v5i2.11904

Abstract

Covid-19 pandemic has lead disruption in energy sector, new-and-renewable energy demand is increasing, which show that renewable energy is promisable to be developed.  As one of the hydraulic turbine, the cross-flow turbine is prospective primve mover in line with the 7th goal of the SDG’s Goals. Cross-flow turbine is radial atmospheric turbine which generates power by converting hydraulic energy from water to mechanical energy on the shaft by using nozzle and runner. The advantages make this device is became famous, including simple construction and geometry, low maintenance & cost and can be used at wide range operation scheme. However, the cross-flow turbine system is also known to have low efficiency. Based on this condition, this research is aims to improve the efficiency with design the nozzle and to manufacture the runner with two material. The operating condition is set to 1 phase water as working fluid with 1,4 L/s of flow. Nozzle design conducted with CFD 3D simulation from 3 different model. Runner manufacturing is conducted numerically with CAM simulation and experimentally by using CNC machining with Stainless Stell 304 and Aluminium 6061. CFD simulation on the nozzle shows that nozzle model 3 with total length of 400 mm, width 124 mm and throat radius 75 mm.resulting the maximum outlet velocity to the runner 0,135 m/s. Manufacturing of the runner and experiment on the system with nozzle model 3 show that the runner with SS 304 is able to generates larger power to 8,38 Watt,100% larger than the Aluminium 6061.Keywords: Renewable Energy, Cross-flow turbine, CFD, CAMAbstrakPandemi Covid-19 mengakibatkan disrupsi pada sektor energi, dimana konsumsi energi baru dan terbarukan mengalami kenaikan. Fenomena ini menunjukkan bahwa energi terbarukan menjanjikan untuk terus dikembangkan. Sesuai dengan goal ke-7 dari SDG’s oleh PBB, turbin cross-flow merupakan turbin radial yang menghasilkan daya melalui konversi energi hidrolik dari air sebagai sumber energi terbarukan, menjadi energi mekanis pada poros melalui penggunaan nosel dan runner, banyak digunakan karena beberapa kelebihannya, antara lain konstruksi yang sederhana dan simetris hanya memerlukan biaya perawatan yang rendah dan sederhana serta dapat digunakan pada rentang beban yang cukup besar. Namun demikian, turbin cross-flow secara umum memiliki nilai efisiensi yang lebih rendah. Efisiensi sistem dapat ditingkatkan dengan penggunaan material runner yang seusai. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan perancangan terhadap nosel dan proses manufaktur runner cross-flow sehingga dapat diperoleh geometri nosel serta jenis material dan proses manufaktur runner yang sesuai untuk rentang operasi, yaitu aliran air 1 fasa dengan debit 1,4 L/s. Pengembangan nosel dilakukan dengan menggunakan metode CFD pada 3 model geometri. Pengembangan terhadap runner meliputi simulasi CAM dan manufaktur pada 2 jenis material, yaitu SS 304 dan Aluminium 6061. Hasil simulasi CFD 3D menunjukkan bahwa nosel model 3 dengan dimensi panjang total 400mm, lebar 124 mm, dan radius pada throat 75mm menghasilkan kecepatan pada sisi outlet sebesar 0,135 m/s. Hasil simulasi CAM dan Manufaktur terhadap runner serta eksperimen terhadap sistem dengan nosel model 3 menunjukkan bahwa bahwa runner dengan material SS 304 menghasilkan daya, yaitu 8.38 Watt, 100% lebih besar dibandingkan dengan runner dengan material Aluminium 6061.
ANALISIS KLAUSULA KONTRAK YANG TERKAIT DENGAN KLAIM PADA FIDIC CONDITION OF CONTRACT 1999 Winata, Eduardus Gerald; Hardjomuljadi, Sarwono
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 5, No 2 (2021): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmstkik.v5i2.12195

Abstract

Construction contracts are used in all construction works. Indonesia has entered an era of development where infrastructure development activities are increasing. The ever-increasing development attracts foreign investors to come and establish cooperative relationships. The contract agreements used are  international contracts, one of which is FIDIC. However, there are often claims that lead to disputes when using this condition of contract. Therefore, research is needed to identify the clauses in the FIDIC Red Book 1999 which are related to claims by contractors, and it is also necessary to know the clauses that cause disputes in Indonesia due to FIDIC contracts. The study was conducted using primary data sources derived from surveis with questionnaires and secondary data sources derived from court decisions. The questionnaire in this study consisted of 23 questions and used a Likert scale 5 . The data was processed by factor analysis method to determine the dominant factor causing the claim. Data processing was carried out with the help of SPSS v26.0 software, and produced 7 dominant clauses causing contractor claims in the FIDIC Red Book, namely: 1) 8.4 Extension of Time for Completion; 2) 11.8 Contractor to Search; 3) 17.1 Indemnities; 3) 7.4 Testing; 4) 8.9 Consequences of Suspension; 5) 14.8 Delayed Payment; and 7) 4.12 Unforeseeable Physical Conditions. Frome the secondary data found the clauses causing disputes in Indonesia due to FIDIC contract were found namely: 1) 2.1 Right of Access to the Site; 2) 4.10 Site Data; 3)  4.12 Unforeseeable Physical Conditions; 4) 8.2 Time for Completion; 5) 8.4 Extension of Time for Completion; and 6) 8.7 Delay Damages. Keywords: factor analysis; Contractor claims; construction contracts; FIDIC Red Book AbstrakKontrak konstruksi digunakan dalam semua pekerjaan konstruksi. Indonesia telah memasuki zaman pembangunan dimana kegiatan pembangunan infrastruktur semakin meningkat. Pembangunan yang terus meningkat menarik investor asing untuk datang dan menjalin hubungan kerja sama. Perjanjian kontrak yang digunakan tentu berstandar internasional, salah satunya FIDIC. Akan tetapi sering terjadi klaim yang berujung sengketa ketika menggunakan standar kontrak tersebut. Maka dari itu dibutuhkan penelitian yang membahas klausula didalam FIDIC Red Book 1999 yang terkait dengan klaim oleh kontraktor, dan perlu diketahui juga klausula yang menyebabkan sengketa di Indonesia dalam kontrak FIDIC. Penelitian dilakukan menggunakan sumber data primer yang berasal dari survei dengan kuesioner dan sumber data sekunder yang berasal dari keputusan pengadilan. Kuesioner dalam penelitian ini terdiri dari 23 butir pertanyaan dan menggunakan skala Likert 5. Data diolah dengan metode analisis faktor untuk menentukan faktor dominan penyebab klaim. Pengolahan data dilakukan dengan bantuan softtware SPSS v26.0, dan didapatkan 7 klausula dominan penyebab klaim kontraktor pada FIDIC Red Book yaitu: 1) 8.4 Perpanjangan Waktu Penyelesaian; 2) 11.8 Penyelidikan oleh Kontraktor; 3) 17.1 Pemberian Ganti Rugi; 3) 7.4 Pengujian; 4) 8.9 Konsekuensi Penghentian; 5) 14.8 Keterlambatan Pembayaran; dan 7) 4.12 Kondisi Fisik yang Tidak Dapat Diperkirakan Sebelumnya. Dari data sekunder ditemukan Klausula penyebab sengketa dalam kontrak FIDIC Red Book tahun 1999 di Indonesia adalah: 1) 2.1 Hak untuk Memasuki Lapangan; 2) 4.10 Data Lapangan; 3)  4.12 Kondisi Fisik yang Tidak Dapat Diperkirakan Sebelumnya; 4) 8.2 Waktu Penyelesaian; 5) 8.4 Perpanjangan Waktu Penyelesaian; dan 6) 8.7 Denda Keterlambatan.