cover
Contact Name
Nafiah Solikhah
Contact Email
nafiahs@ft.untar.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmstkik@untar.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
ISSN : 25796402     EISSN : 25796410     DOI : -
Jurnal ini memuat artikel ilmiah dalam bidang Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan. Setiap artikel yang dimuat telah melalui proses review. Jurnal Muara diterbitkan dalam rangka mendukung upaya pemerintah Republik Indonesia, khususnya Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi untuk meningkatkan jumlah publikasi ilmiah di tingkat Nasional. Jurnal Muara ini juga dapat menjadi wadah publikasi bagi para mahasiswa (S1, S2 maupun S3) dan dosen di lingkungan perguruan tinggi. Jurnal ini dikelola oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat - Universitas Tarumanagara (DPPM - UNTAR).
Arjuna Subject : -
Articles 431 Documents
DESAIN PERANCANGAN SISTEM PENCAHAYAAN BUATAN PADA COFFEE SHOP UNTUK MEMENUHI KENYAMANAN VISUAL PENGUNJUNG DAN EFISIENSI ENERGI Sari, Widia; Stevany, Angel; Setyaningsih, Endah; Fatimah, Titin
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 2 (2025): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (IN PRESS)
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/r1fz1281

Abstract

Pencahayaan buatan merupakan elemen krusial dalam menciptakan suasana ruang yang nyaman dan fungsional, terutama pada ruang publik seperti coffee shop yang mengandalkan atmosfer sebagai daya tarik utama. Penulisan makalah ini bertujuan untuk merancang sistem pencahayaan buatan yang mampu memenuhi kenyamanan visual pengunjung melalui pendekatan desain yang mempertimbangkan intensitas cahaya, distribusi jumlah lampu, suhu warna, serta integrasi estetika dengan interior. Metode yang digunakan dalam perancangan ini adalah studi literatur dan analisis pembuatan coffee shop yang telah diterapkan sebelumnya. Fokus utama diarahkan pada aspek intensitas cahaya, distribusi pencahayaan, suhu warna, serta penempatan dan jenis armatur yang sesuai dengan fungsi ruang. Hasil perancangan ini menunjukkan bahwa sistem pencahayaan buatan pada area café indoor, kasir, dan dapur telah memenuhi standar iluminasi berdasarkan perhitungan yang melibatkan koefisien penggunaan (Kp) dan depresiasi (Kd). Penerapan intensitas dan temperatur warna yang sesuai, serta distribusi cahaya yang merata, mampu menciptakan suasana ruang yang mendukung aktivitas sosial, kerja, dan relaksasi. Selain itu, sistem ini juga terbukti efisien secara energi dengan densitas daya yang rendah. Oleh karena itu, direkomendasikan penggunaan lampu LED dengan CRI ≥ 80 (SNI 6197-2020), penyesuaian suhu warna sesuai fungsi ruang, penerapan layered lighting, integrasi desain pencahayaan dengan interior untuk memastikan pencapaian pencahayaan yang optimal. Desain sistem pencahayaan ini diharapkan menjadi acuan dalam menciptakan pengalaman ruang yang optimal bagi pengunjung coffee shop sekaligus mendukung aspek fungsional dan estetika interior.
EVALUASI PEMANFAATAN LAHAN DAN TATA BANGUNAN PADA SUB KAWASAN HARMONI, JAKARTA PUSAT Suteja, Mekar Sari; Ariaji, Priscilla Epifania; Thessalonia M., Sharon Esther; Pranata, Lidya Zoraya; Susanto, Alvina Daniella
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 2 (2025): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (IN PRESS)
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/v86yv942

Abstract

Kawasan Harmoni merupakan salah satu kawasan strategis di Jakarta Pusat yang mengalami transformasi signifikan dalam aspek pemanfaatan lahan dan penataan bangunan, terutama setelah diberlakukannya Peraturan Gubernur (Pergub) No. 31 Tahun 2022 sebagai pengganti Peraturan Daerah (Perda) No. 1 Tahun 2014. Penelitian ini bertujuan agar dapat menganalisis dinamika perubahan fungsi lahan dan bentuk bangunan di Kawasan Harmoni, serta mengkaji relevansi dan urgensi penyusunan Panduan Rancang Kota (PRK) sebagai instrumen pengendalian pemanfaatan ruang yang adaptif terhadap perkembangan perkotaan. Penelitian dilaksanakan dengan metode deskriptif kualitatif melalui studi literatur, pengamatan di lapangan, dan analisis kebijakan spasial. Fokus kajian diarahkan pada zona perencanaan P1 dan P2 yang menjadi representasi area dengan potensi perubahan tertinggi akibat pengaruh pembangunan infrastruktur strategis seperti MRT fase 2 serta pendekatan Transit Oriented Development (TOD). Hasil penelitian menunjukkan adanya pergeseran fungsi lahan dari hunian menuju komersial yang signifikan, serta perubahan bentuk, massa, dan skala bangunan yang cenderung berkembang secara vertikal dan padat. Transformasi ini terjadi dalam rentang waktu antara implementasi Perda No. 1 Tahun 2014 hingga diberlakukannya Pergub No. 31 Tahun 2022. Temuan tersebut memberikan kontribusi penting sebagai bahan pertimbangan dalam pengembangan kebijakan tata ruang dan rancang kota di Kawasan Harmoni, yang diharapkan dapat dituangkan dalam penyusunan Panduan Rancang Kota Kawasan Harmoni guna mendukung pengendalian pemanfaatan ruang yang berkelanjutan dan responsif terhadap dinamika perkotaan.
MONTASE DAN KOLASE SEBAGAI STRATEGI VISUALISASI GAGASAN ARSITEKTURAL RUANG BERSAMA INDONESIA DI KELURAHAN KENDRAN Djarot, Adelia Andani; Darmady, Irene Syona
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 2 (2025): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (IN PRESS)
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/m7g97766

Abstract

Ruang Bersama Indonesia di Kendran, Buleleng adalah proyek kolaborasi antara Universitas Tarumanagara (Untar), STIE Satyadharma, dan Kementerian Pemerbedaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA). Pada proyek ini, Prodi S1 Arsitektur Untar bertugas mengajukan gagasan awal implementasi Ruang Bersama Indonesia dalam perencanaan ruang di skala kelurahan atau desa. Di tahap awal pengajuan gagasan, tim perencana menggunakan gambar montase dan kolase sebagai sebuah strategi dalam memvisualisasikan ide-ide kerungan. Strategi ini bertujuan untuk menyampaikan gagasan keruangan berupa impresi yang belum memiliki bentuk, sehingga masih ada ruang gerak yang luas untuk pengembangan desain di tahap selanjutnya. Untuk merumuskan strategi, penulis melakukan analisis studi kasus pada gambar-gambar arsitektural karya dua biro arsitek: kolase karya Tatiana Bilbao Estudio, serta montase karya Fala Atelier; keduanya memanfaatkan montase dan kolase dalam tahap awal proyek, sebagaimana kondisi pada proyek RBI. Melalui analisis ini, penulis menemukan kualitas-kualitas yang dapat menjadi strategi untuk mengkomunikasikan gagasan awal melalui gambar, antara lain respon formasi terhadap konteks, abstraksi elemen pembentuk karakter ruang, serta impresi suasana dan aktivitas. Pada gambar gagasan awal RBI, tim perencana menggunakan gabungan antara kolase dan montase untuk menunjukkan ketiga kualitas ini.
FORMULASI OBAT KUMUR EKSTRAK DAUN KAMBOJA PUTIH (Plumeria rubra L.) SEBAGAI ANTIKARIES PADA GIGI Sari, Kartika; Hartanti, Erni Musri; Marwa, Adilah; Bachri, Nurjannah
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 2 (2025): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (IN PRESS)
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/4e9bsx64

Abstract

Indonesia memiliki proporsi terbesar permasalahan gigi dan mulut sebesar 45,3%. Jika dibiarkan masalah gigi tersebut dapat menyebabkan karies gigi. Penggunaan obat kumur dengan bahan kimia dapat menyebabkan berbagai efek samping. Pemanfaatan ekstrak bahan alam daun kamboja putih (Plumeria rubra L.) dapat dimanfaatkan sebagai pengganti penggunaan antibiotik untuk menghambat pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan formula obat kumur yang mengandung ekstrak daun kamboja putih yang aman, stabil dan efektif. Metode penelitian yang dilakukan adalah eksperimen dengan metode maserasi untuk ekstraksi dan metode difusi kertas cakram untuk pengujian aktivitas antibakteri. Obat Kumur yang dihasilkan dievaluasi dan diuji stabilitas. Aktivitas antibakteri sedang hingga kuat, dengan diameter zona bening yang dihasilkan ekstrak 10% 8,45 mm + 0,25; ekstrak 20% 10,19 mm + 1,37 dan ekstrak 40% 10,55 mm + 0,63. Sediaan obat kumur memiliki tingkat aktivitas antibakteri sedang dengan diameter zona bening yang dihasilkan obat kumur dengan 10% ekstrak 6,79 mm + 0,080; obat kumur dengan 20% ekstrak 6,95 mm + 0,327 dan obat kumur dengan 40% ekstrak 9,71 mm + 1,97. Ekstrak daun kamboja putih dapat dibuat sediaan obat kumur berwarna coklat kehitaman, berbau dan berasa khas ekstrak, homogen. Obat kumur yang dihasilkan kurang disukai oleh sejumlah panelis dan mempunyai kestabilan yang baik apabila disimpan selama 28 hari.
CONSUMER EXPERIENCE WITH TEMPEH LABEL INFORMATION: A LONGITUDINAL STUDY OF NON-GMO VS. UNLABELED PRODUCT CHARACTERISTICS AND TECHNOLOGICAL IMPLICATIONS Sobiyanto; Wiratama, Jansen; Putra, Heru Soetanto; Fitrianto, Adreas Sigit
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 2 (2025): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (IN PRESS)
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/5vs3x826

Abstract

Kemasan produk pangan berperan sebagai sumber informasi utama, menyajikan detail esensial seperti status Organisme Termodifikasi Genetik (GMO), harga, dan tanggal kedaluwarsa, yang secara signifikan memengaruhi pengalaman dan kepercayaan konsumen. Penelitian ini bertujuan menyelidiki korelasi antara informasi yang tersedia pada kemasan pangan dengan atribut produk yang diobservasi konsumen, dengan membandingkan tempe berlabel non-GMO dan tidak berlabel (diasumsikan GMO). Menggunakan metodologi studi kasus observasional longitudinal kualitatif, seorang peneliti sekaligus konsumen melakukan evaluasi harian sistematis selama 120 hari. Data yang dikumpulkan mencakup informasi label, harga beli, dan karakteristik produk yang dialami (masa simpan aktual, perubahan tekstur seperti kelembapan dan kekencangan, serta profil aroma) pada kondisi penyimpanan rumah tangga yang konsisten. Hasil utama memperlihatkan tempe tidak berlabel (harga lebih rendah) memiliki masa simpan aktual lebih lama dan integritas tekstur lebih superior dibandingkan tempe non-GMO premium. Tempe non- GMO mengalami degradasi tekstur lebih awal (lembab), meskipun kedua produk umumnya sesuai dengan tanggal kedaluwarsa masing-masing yang berbeda. Penandaan "non-GMO" dan harga premiumnya menciptakan ekspektasi konsumen terhadap durabilitas produk secara keseluruhan yang tidak sepenuhnya terpenuhi oleh kinerja aktual tempe non-GMO. Penelitian ini menyimpulkan bahwa informasi pada kemasan saat ini, meski menyajikan detail spesifik, mungkin belum memadai mengomunikasikan keseluruhan nuansa kinerja produk akibat teknologi produksi pangan yang beragam, yang berpotensi memengaruhi kepercayaan konsumen. Sistem informasi yang lebih canggih (misalnya, pelabelan cerdas, platform transparansi) berpotensi meningkatkan penyampaian informasi, mengelola ekspektasi konsumen lebih efektif, dan memperkaya pengalaman konsumen dengan menjembatani kesenjangan antara informasi yang disajikan dan atribut produk aktual.
ANALISIS POLA PEMINJAMAN BUKU PADA SISTEM PERPUSTAKAAN DIGITAL MENGGUNAKAN ALGORITMA FP-GROWTH DAN TEKNIK PRUNING Astari
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 2 (2025): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (IN PRESS)
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/01j4rm77

Abstract

Manajemen perpustakaan menghadapi tantangan dalam pengelolaan data sirkulasi yang semakin kompleks akibat peningkatan literasi digital dan kebutuhan informasi yang terus berkembang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola peminjaman buku di UPT Perpustakaan Universitas Latansa Mashiro dengan menerapkan algoritma Frequent Pattern Growth (FP-Growth) yang dioptimalkan melalui teknik pruning. Proses analisis dilakukan menggunakan perangkat lunak RapidMiner versi 9.10, dengan dataset terdiri dari 1.012 transaksi peminjaman buku selama periode Januari–Juni 2025. FP-Growth digunakan untuk mengekstraksi pola asosiasi antar itemset secara efisien tanpa proses pencarian kandidat, sedangkan pruning berfungsi untuk menghapus item dengan frekuensi rendah guna meningkatkan presisi hasil. Hasil eksperimen menunjukkan adanya korelasi kuat antara buku Manajemen dan Ekonomi (support 27%, confidence 54%, lift 956) yang meningkat menjadi (support 27%, confidence 64%, lift 1.233) setelah pruning diterapkan. Jumlah aturan asosiasi juga menurun dari 26 menjadi 8, namun dengan peningkatan kekuatan korelasi dan relevansi. Evaluasi visual dilakukan melalui perbandingan treemap dan confusion matrix-based validation untuk mengukur efektivitas aturan. Penelitian ini memiliki kontribusi baru dalam penerapan teknik pruning pada algoritma FP-Growth di konteks perpustakaan digital, yang masih jarang dieksplorasi dalam literatur. Temuan ini berimplikasi penting bagi pengambilan keputusan strategis dalam pengadaan koleksi, penataan layout rak, dan pengembangan sistem rekomendasi berbasis sirkulasi di lingkungan perpustakaan.
PENGARUH PARITAS TERHADAP KEJADIAN ABORTUS IMMINENS DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KOTA PADANGSIDIMPUAN Rangkuti, Layla Fadhilah
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 2 (2025): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (IN PRESS)
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/t86e5j57

Abstract

Abortus imminens adalah abortus tingkat permulaan dan merupakan ancaman terjadinya abortus, ditandai perdarahan pervaginam, ostium uteri masih tertutup dan hasil konsepsi masih baik dalam kandungan. Rata-rata terjadi 114 kasus abortus per jam. Sebagian besar studi menyatakan kejadian abortus antara 15-20 % dari semua kehamilan. Kalau dikaji lebih jauh kejadian abortus sebenarnya bisa mendekati 50%. Komplikasi abortus imminens berupa perdarahan atau infeksi yang dapat menyebabkan kematian. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis Pengaruh Paritas Terhadap Kejadian Abortus Imminens di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Padangsidimpuan. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dan bersifat studi analitik observasional dengan desain penelitian case control. Pengumpulan data dilakukan dengan melihat status rekam medik pasien yang mengalami abortus imminens. Sampel kasus dan kontrol dalam penelitian ini berjumlah 100 dengan kriteria inklusi dan ekslusi yang telah ditetapkan. Metode analisis data yang digunakan meliputi analisis univariat dan analisis bivariat dengan chi-square. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh paritas (p = 0,0001) OR = 5,52 (95% CI 2,33-13,07) terhadap kejadian abortus imminens. Disimpulkan bahwa paritas ibu dalam kelompok kasus mempunyai peluang 5,5 kali lebih tinggi berisiko mengalami kejadian abortus imminens dibandingkan dengan paritas ibu dalam kelompok control.
UJI FITOKIMIA, FENOLIK TOTAL, KAPASITAS TOTAL ANTIOKSIDAN DAN TOKSISITAS EKSTRAK SERAI DAPUR (Cymbopogon citratus) Al-Bena, Maziyah; Tadjudin, Noer Saelan; Yulianti, Eny; Ferdinal, F.
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 2 (2025): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (IN PRESS)
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/v9vqdk17

Abstract

Indonesia yang beriklim tropis dan memiliki tanah subur mendukung pertumbuhan berbagai tanaman rempah. Rempah-rempah diketahui kaya akan senyawa antioksidan yang termasuk dalam kelompok senyawa bioaktif, berperan dalam menghambat oksidasi lipid serta menetralisasi radikal bebas dan Reactive Oxygen Species (ROS). Aktivitas ini berpotensi dalam mencegah berbagai penyakit degeneratif seperti gangguan kardiovaskular, penuaan, dan kanker. Salah satu tanaman rempah yang berpotensi adalah serai dapur (Cymbopogon citratus) karena mengandung senyawa fitokimia dan antioksidan dalam kadar tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan senyawa fitokimia serta kapasitas antioksidan pada serai dapur. Penelitian dilakukan menggunakan metode eksperimental in-vitro, mencakup uji fitokimia, analisis total fenolik, serta uji kapasitas antioksidan menggunakan metode DPPH, ABTS, dan FRAP. Uji toksisitas dilakukan melalui metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT). Hasil uji fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak serai dapur mengandung berbagai senyawa bioaktif seperti terpenoid, alkaloid, betasianin, kuinon, flavonoid, glikosida, saponin, fenolik, kardioglikosida, tanin, dan kumarin. Kadar fenolik rata-rata didapatkan sebesar 26,37 mg GAE/gram. Nilai IC₅₀ pada uji antioksidan masing-masing adalah 299,552 µg/mL (DPPH), 23,364 µg/mL (ABTS), dan 16,684 µg/mL (FRAP). Uji BSLT menghasilkan nilai LC₅₀ sebesar 419,442 µg/mL, menunjukkan potensi aktivitas sebagai agen antioksidan dan antimitotik.
Gambaran Tingkat Hidrasi dan Kadar Sebum Wajah Pada Perenang Prakoso, Zhillan Zhalila; Tan, Sukmawati Tansil
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 2 (2025): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (IN PRESS)
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kmffr972

Abstract

Kulit wajah merupakan area tubuh yang paling sering terpapar lingkungan dan rentan mengalami gangguan fisiologis, terutama pada individu yang rutin berenang di kolam berklorin. Paparan klorin diketahui dapat menurunkan kadar sebum dan hidrasi kulit melalui mekanisme pengikisan lipid dan peningkatan transepidermal water loss (TEWL). Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran tingkat hidrasi dan kadar sebum kulit wajah pada perenang usia produktif di Kota Bandung. Penelitian menggunakan desain observasional deskriptif dengan pendekatan potong lintang. Sebanyak 70 perenang aktif berusia 18–35 tahun diperiksa di dua lokasi kolam renang umum di Bandung. Data dikumpulkan melalui pengukuran lima titik wajah menggunakan Skin Analyzer Runve 45 dan pengisian kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar sebum rendah paling banyak ditemukan pada area hidung (72,9%), diikuti pipi kanan (70,0%) dan dagu (62,9%). Tingkat hidrasi kulit kering paling tinggi juga ditemukan pada hidung (18,6%), pipi kanan (11,4%), dan dagu (10,0%). Temuan ini menunjukkan bahwa aktivitas berenang secara rutin dapat berdampak pada penurunan fungsi sawar kulit, terutama pada area wajah yang memiliki stratum korneum tipis atau jumlah kelenjar sebasea lebih rendah. Disarankan agar perenang melakukan perawatan kulit yang tepat, seperti membilas wajah setelah berenang, menggunakan pelembap, menghindari sabun iritatif, dan mengaplikasikan sunscreen tahan air untuk menjaga keseimbangan fisiologis kulit wajah.
HUBUNGAN USIA DENGAN CEREBRAL SMALL VESSEL DISEASE PADA MRI KEPALA DI RS ROYAL TARUMA Halim, Yenny Defi; Widjaya, Inge Friska
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 2 (2025): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (IN PRESS)
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/5s5w1457

Abstract

Cerebral Small Vessel Disease (CSVD) merupakan gangguan pada pembuluh darah kecil di otak yang dapat memicu berbagai manifestasi klinis seperti gangguan kognitif, stroke, hingga demensia, terutama pada individu berusia lanjut. Salah satu indikator utama untuk menilai keberadaan CSVD adalah gambaran white matter hyperintensities (WMH) pada pencitraan MRI kepala. Faktor usia diketahui memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan CSVD; seiring bertambahnya usia, khususnya setelah usia 60 tahun, volume WMH cenderung meningkat secara signifikan. Penelitian ini menganalisis hubungan antara usia dengan kejadian CSVD berdasarkan temuan MRI kepala pasien di Rumah Sakit Royal Taruma selama tahun 2024. Studi ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sebanyak 143 pasien yang menjalani pemeriksaan MRI kepala diikutsertakan sebagai sampel penelitian. Hasil analisis menunjukkan bahwa 66,4% dari seluruh pasien memiliki gambaran radiologis yang sesuai dengan kriteria CSVD. Prevalensi CSVD pada kelompok usia ≥60 tahun tercatat sebesar 87,9%, sedangkan pada kelompok usia <60 tahun sebesar 48,1%. Uji statistik menggunakan Chi-Square menunjukkan bahwa kelompok usia ≥60 tahun berisiko 1,8 kali lebih tinggi untuk mengalami CSVD dibandingkan kelompok usia yang lebih muda (p<0,0001). Temuan ini memperkuat bukti bahwa usia merupakan faktor risiko signifikan terhadap kejadian CSVD. Oleh karena itu, deteksi dini melalui MRI kepala pada kelompok usia lanjut sangat dianjurkan untuk mencegah terjadinya komplikasi neurologis yang lebih berat.

Filter by Year

2017 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 9 No. 2 (2025): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (IN PRESS) Vol. 9 No. 1 (2025): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol. 8 No. 2 (2024): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol. 8 No. 1 (2024): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol. 7 No. 2 (2023): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol. 7 No. 1 (2023): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 6, No 1 (2022): APRIL 2022 Vol. 6 No. 2 (2022): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol. 6 No. 1 (2022): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 5, No 2 (2021): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 5, No 1 (2021): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 4, No 2 (2020): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 4, No 1 (2020): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 3, No 2 (2019): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 3, No 1 (2019): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 2, No 2 (2018): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 2, No 1 (2018): Jurnal Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 1, No 2 (2017): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 1, No 1 (2017): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan More Issue